2010 | InfoKomputer Online
Beranda 2010

Arsip Tahunan: 2010

2011, Canon Ingin Kuasai Pasar Kamera Digital

Pertumbuhan pasar kamera digital di Indonesia hingga penghujung tahun 2010 silam terus mengindikasikan angka pertumbuhan penjualan yang meningkat.

Canon hingga saat ini masih bertahan sebagai pemimpin pasar kamera digital di Indonesia dan juga di dunia.

Tahun 2010, mereka menargetkan total penjualan kamera digital saku sebanyak 280 ribu unit dari perkiraan total pasar sebesar 1 juta unit. Sementara itu, total penjualan kamera digital SLR ditargetkan sebanyak 85 ribu unit dari perkiraan total pasar kamera DSLR tanah air sebesar 115 ribu unit.

Nah, untuk tahun 2011 ini, Canon memperkirakan pasar kamera digital saku secara keseluruhan di Indonesia akan tumbuh sekitar 10% menjadi sekitar 1,1 juta unit. Sementara itu, total penjualan kamera DSLR menjadi sekitar 165.000 unit.

Dari angka perkiraan tersebut, Canon menargetkan penjualan kamera digital saku mereka sebanyak 310 ribu unit demi menguasai 28% pasar, sedangkan kamera digital SLR Canon sebanyak 120 ribu unit untuk mempertahankan dominasi pasar di sekitar 73%.

Keunggulan dan kepemimpinan Canon di industri kamera digital terus dibuktikan dan diperkuat baik dari segi market share maupun mindshare melalui banyaknya penghargaan yang diterima oleh kamera digital Canon sebagai hasil survei dari berbagai lembaga independent, seperti TOP Brand Award, Digital Marketing Award, Indonesia’s Most Favorite Netizen Brand 2010, Electronic City Awards 2010, Merek BEKEN Pembaca PCplus 2010, sampai yang terakhir diterima tanggal 14 Desember 2010 lalu, yaitu Indonesia Most Favorable Brand in Social Media untuk kategori kamera digital.

Penghargaan “Indonesia Most Favorable Brand in Social Media” merupakan hasil sensus yang dilakukan oleh gabungan lembaga SITTI, majalah SWA, dan Yahoo! OMG dengan mengumpulkan dan menghitung semua pembicaraan positif terhadap merek yang diriset di media online.

Berbagai penghargaan yang kami terima atas hasil riset sejumlah badan independen di media online membuktikan, kami berhasil mempertahankan kepemimpinan merek Canon sebagai merek favorit masyarakat,” jelas Merry Harun (Direktur Divisi Canon, PT Datascrip).

RIM Bantah Baterai PlayBook Bermasalah

Baterai PlayBook bermasalah? Enggak kok, bantah RIM.

Pasar tablet memang menggiurkan. Tengok saja iPad yang tahun 2011 ini diperkirakan akan terjual sampai 65 juta. 

Tidak heran jika banyak pabrikan lain yang nafsu masuk ke pasar tablet, termasuk produsen Blackberry, RIM. Sejak tahun lalu, perusahaan asal Kanada ini sudah menggadang-gadang produk andalan mereka yang disebut PlayBook. Mereka menjanjikan kalau PlayBook akan hadir kuartal pertama 2011 ini.

Namun kabar buruk sempat terhembus kalau peluncuran PlayBook terancam tertunda. Seperti diberitakan eWeek, pengunduran tersebut disebabkan durasi baterai PlayBook belum memuaskan. Padahal, durasi baterai menjadi faktor penting dalam persaingan tablet, apalagi mengingat iPad bisa mencapai 10 jam, sementara Galaxy Tab 6 jam.

Disinyalir, masalah baterai tersebut disebabkan penggunaan sistem operasi baru QNX yang akan dipakai PlayBook. Sistem operasi baru ini diklaim memiliki banyak kelebihan dibanding platform tablet lain, seperti dukungan terhadap Flash, multitasking, serta Webkit browser. Namun akibat kemampuan yang kompleks tersebut, QNX disinyalir lebih boros baterai.

Penggunaan QNX sebagai sistem operasi PlayBook sebelumnya sudah menimbulkan masalah tersendiri. Para developer terlihat bimbang untuk mendukung QNX atau fokus ke Blackberry OS 6 yang dikenalkan tahun lalu. Ke depan, QNX sebenarnya diadopsi ke Blackberry dengan nama OS 7. Namun sebelum hal itu terjadi, developer sepertinya memang harus cermat memilih.

Namun RIM membantah kabar soal baterai tersebut. Melalui pernyataan resminya, RIM menganggap berita itu muncul akibat observasi yang tidak akurat pada PlayBook pre-beta yang belum dioptimasi. RIM menjanjikan PlayBook akan hadir tepat waktu, meski belum mencantumkan waktu tepatnya. 

Gemini Ancam Android

Pengguna Android, hati-hati. Sebuah trojan bernama Gemini saat ini sedang menjalar ganas di China dan segera menyebar ke seluruh dunia.

 Yang mengkhawatirkan, Gemini adalah trojan berbahaya karena memiliki cara kerja seperti botnet. Artinya, jika sukses terpasang ke sebuah perangkat Android, Gemini langsung terhubung ke sebuah server damemungkinkan server itu mengendalikan perangkat Android yang telah terkontaminasi.

Adalah lembaga keamanan Lookout yang pertama kali menemukan Gemini. Trojan tersebut diketemukan menempel pada aplikasi sungguhan—biasanya game—yang disediakan oleh toko aplikasi pihak ketiga.

Belum jelas apa tujuan sebenarnya dari Gemini. Namun dengan cara kerja mirip botnet, Gemini bisa melakukan banyak hal. Contohnya, mengirim lokasi pemilik Android, mengumpulkan informasi sensitif pengguna, sampai menipu pengguna untuk men-download dan memasang aplikasi jahat lain.

Saat ini Gemini baru diketemukan di toko aplikasi di China, namun tidak mustahil bisa menyebar ke Indonesia. Kemunculan Gemini ini sejalan dengan ramalan seluruh lembaga keamanan yang memperkirakan tahun 2011 ini para pembuat malware akan menjadikan sistem operasi smartphone seperti sebagai sasaran utama.

Jadi, agar terhindar dari bahaya Gemini dan malware lain, sebaiknya Anda hanya memasang aplikasi dari toko resmi seperti Android Market. 

Review Nvidia GeForce GTX 460

Perbandingan Harga & Kinerja yang Lebih Imbang

Hampir seluruh varian Fermi telah kami bahas di setiap edisi majalah InfoKomputer. Berbagai varian mulai dari GeForce GTX 480, GTX 470, dan yang terakhir kami bahas di edisi lalu, GTX 465 telah tersaji tuntas.

Dari ketiga seri tersebut, GeForce GTX 480 adalah seri kartu grafis yang paling cepat. Namun, di balik kinerjanya yang super cepat itu, GeForce GTX 480 juga merupakan varian yang memiliki harga paling mahal dan konsumsi dayanya paling boros. Begitu pula dengan turunan langsungnya, yaitu GTX 470. Memiliki kinerja yang lebih rendah, konsumsi dayanya tetap tinggi dan harganya pun terbilang mahal.   

Setelah meluncurkan ketiga seri tersebut, Nvidia meluncurkan produk berikutnya. Masih menggunakan basis chip Fermi, Nvidia memutuskan untuk meluncurkan chip terbaru untuk varian terbarunya dengan chip GF104. Chip GF104 ini akan digunakan pada jajaran kartu grafis Nvidia untuk pasaran kelas menengah.

Varian pertama kartu grafis berbasis chip GF104 yang diluncurkan oleh Nvidia adalah GeForce GTX 460. Varian ini memiliki arsitektur yang sama dengan seri kartu grafis Fermi lain, namun dengan spesifikasi yang lebih ramah. Selain itu, harga yang ditawarkannya pun jauh lebih terjangkau.

GeForce GTX 460 ini adalah varian keempat yang diluncurkan Nvidia untuk jajaran kartu grafis berbasiskan Fermi setelah GTX 480, GTX 470, dan GTX 465. Namun, meskipun sama-sama menggunakan basis Fermi, ternyata GeForce GTX 460 ini tidak berasal dari chip yang sama dari ketiga seri pendahulunya. Berbarengan dengan peluncuran GeForce GTX 460 ini, Nvidia juga sekaligus memperkenalkan sebuah chip grafis baru yang dinamakan GF104. GF104 ini masih tetap merupakan keturunan dari chip grafis GF100 yang telah digunakan sebelumnya.

Lalu, apa perbedaan antara chip GF100 dan GF104 tersebut? Secara umum, GF100 memiliki spesifikasi dasar yang lebih superior dibandingkan GF104. Lihat saja spesifikasi yang dimiliki oleh GeForce GTX 480, yakni memiliki pipeline sebanyak 480 buah dengan antarmuka memori yang sangat lapang, 384-bit. Sementara pada GF104, antarmuka memori yang dimilikinya maksimal 256-bit dengan jumlah pipeline sebanyak 336 buah. Spesifikasi itulah yang digunakan oleh GeForce GTX 460.

Untuk spesifikasi lebih lengkapnya, Nvidia GeForce GTX 460 ini memiliki kecepatan akselerator sebesar 675 MHz, kecepatan shader sebesar 1350 MHz, dan kecepatan memorinya sebesar 3600 MHz berbasis GDDR5. Dengan spesifikasi seperti itu, GeForce GTX 460 ini termasuk dalam jajaran kartu grafis kelas mainstream. Selain itu, GeForce GTX 460 memiliki dua versi. Kedua versi GeForce GTX 460 ini memiliki spesifikasi yang sama, baik kecepatan akselerator, shader, maupun memorinya. Begitu pula dengan jumlah shader-nya. Yang membedakan adalah jumlah kapasitas memori yang dimilikinya, serta antarmuka memori yang dimilikinya. Jika di atas kami sudah menyebutkan GeForce GTX 460 memiliki antarmuka memori 256-bit, varian tersebut memiliki kapasitas memori lokal sebesar 1 GB. Varian yang lain menggunakan antarmuka memori yang lebih kecil, yaitu 192-bit dengan kapasitas memori lokal sebesar 768 MB. Jadi, sudah bisa dibayangkan selisih kinerja yang dimilikinya. Dalam pembahasan kali ini, kami menggunakan varian GeForce GTX 460 yang berkapasitas 768 MB.

Beralih ke desainnya, desain referensi Nvidia GeForce GTX 460 ini memiliki penampilan yang lebih kompak dibandingkan ketiga seri pendahulunya. GeForce GTX 460 ini memiliki tampang yang mirip dengan kartu grafis Nvidia lainnya yang telah meluncur sebelumnya seperti GTS 250. Ukuran fisiknya tidak terlalu besar, cukup normal untuk kelas mainstream. Bahkan, menurut kami, ukuran GeForce GTX 460 ini malah lebih pendek jika dibandingkan dengan kartu grafis mainstream lainnya seperti Radeon HD5770.

Pendingin standar yang dimiliki oleh GeForce GTX 460 ini terbilang cukup besar dengan ukuran yang panjangnya sama dengan panjang kartu grafis. Ukurannya pun cukup tebal sehingga jika ingin menggunakannya, Anda harus merelakan dua buah slot di bagian belakang casing Anda.

Ketiga kartu grafis Fermi yang lebih dulu muncul memiliki konsumsi daya yang tergolong tinggi, bahkan sangat tinggi. Bagaimana dengan GeForce GTX 460 ini? Jika dilihat dari spesifikasinya, GeForce GTX 460 ini memiliki kecepatan yang lebih rendah. Oleh karena hal tersebut, kartu grafis ini membutuhkan daya yang lebih kecil jika dibandingkan ketiga kartu grafis Fermi lainnya. Di atas kertas, kartu grafis GeForce GTX 460 ini akan mengkonsumsi daya sekitar 150-160 Watt yang disuplai melalui dua buah port daya PCI-Express 6-pin yang diletakkan di ujung.

Bagaimana kinerja kartu grafis ini? Dan bagaimana juga posisi kartu grafis ini jika dibandingkan dengan pesaingnya yang sama-sama berada di kelas mainstream? Kami berkesempatan menguji kartu grafis ini dan membandingkannya dengan seri Fermi lain dan pesaingnya yang sama-sama berada di kelas mainstream.

 

Hasil Uji
3DMark Vantage High 1920×1080

Nvidia GeForce GTX 480

  12526

Nvidia GeForce GTX 465

  7766

NVidia GeForce GTX 460

  7819

ATI Radeon HD5770

  5899

 

Crysis Very High 1920×1080

Nvidia GeForce GTX 480

  38,21 fps

Nvidia GeForce GTX 465

  24,31 fps

NVidia GeForce GTX 460

  23,42 fps

ATI Radeon HD5770

  21,12 fps

 

World in Conflict 1920×1080

Nvidia GeForce GTX 480

  65,67 fps

Nvidia GeForce GTX 465

  58,33 fps

NVidia GeForce GTX 460

  57,00 fps

ATI Radeon HD5770

  40,33 fps

 

Unigine Heaven Benchmark DirectX 10 1920×1080

Nvidia GeForce GTX 480

  52,5 fps

Nvidia GeForce GTX 465

  32,3 fps

NVidia GeForce GTX 460

  33,3 fps

ATI Radeon HD5770

  23,9 fps

 

Kesimpulan

Dilihat dari kinerjanya, Nvidia GeForce GTX 460 merupakan kartu grafis terbaru yang pantas diperhitungkan. Kinerjanya memang bukan yang tercepat, tapi untuk bermain game berat dengan resolusi tinggi, nampaknya kartu grafis ini cukup mampu untuk menjalankannya. Untuk mengingatkan, kami melakukan pengujian ini dengan menggunakan GeForce GTX 460 versi 768 MB dengan lebar jalur data 192-bit. Untuk versi 1 GB 256-bit tentunya akan dihasilkan kinerja yang lebih tinggi lagi. (Steven Irwandi).

Axioo Pico Pad Ramaikan Pasar Tablet 7 Inci

Satu lagi tablet 7 inci yang siap menggebrak pasar Indonesia tahun depan: Axioo Pico Pad.

Tak mau kalah dengan tim nasional yang semalam memukau lewat gocekan bola. Axioo, vendor asal Indonesia dengan prestasi global ini menyihir penggemar gadget berbasis Android dengan tablet yang sudah dilabeli Google certified.

Apa artinya? Menurut Budi Wahyu Jati (Director – Corporate Division, Axioo), Pico Pad memampukan pengguna mengakses langsung Google Market dan selalu ter-update dengan berbagai aplikasi baru yang ada di sana.

“Kalau [dengan perangkat] yang belum disertifikasi Google, pengguna hanya mengakses situs web yang memang disediakan vendor untuk mengunduh aplikasi,” jelas Budi kepada wartawan di sela-sela acara launching Pico Pad hari ini (30/12) di Jakarta.

Selain itu, perangkat yang ditenagai prosesor Qualcomm 600MHz ini dan RAM 512MB ini memiliki keistimewaan berupa menu berbahasa Indonesia dan nuansa batik. “Ini khusus untuk yang ditawarkan ke pengguna Indonesia,” papar Budi. Namun sayangnya Pico Pad batik ini menurut Budi Wahyu Jati tidak akan dijual ke negara lain yang menjadi pasar Axioo, seperti ke negara-negara ASEAN dan Eropa.

Axioo Pico Pad mengadopsi sistem operasi Android versi 2.2, dengan koneksi internet yang secara default bisa mengakomodasi HSDPA. Tablet yang termasuk kelas 7 inci ini rencananya akan dilempar ke pasar dengan harga sekitar Rp 4 jutaan. Sebagai kelengkapannya, Axioo membundelkan kartu memori berjenis microSD 16GB pada Pico Pad.

Ditanyai kemungkinan Axioo membuat tablet dengan sistem operasi selain Android, “Sementara ini roadmap kami masih dengan Android,” Budi menjawab diplomatis. Menurutnya Android menawarkan kekayaan konten yang menarik. Bahkan Axioo sudah mencanangkan untuk merangkul pengembang-pengembang lokal agar semakin banyak berkontribusi ke Google Market.

Sementara menurut David Kartono (VP Product Development & International Sales, Axioo), sistem operasi yang sedang naik daun ini dipilih karena melihat perkembangan jumlah serta antusiasme penggunanya. “Kabarnya sampai Juni 2010, pengguna Android bertambah 160 ribu per hari,” papar David. Hal ini, imbuhnya yakin, akan mendorong teknologi maupun pasarnya.

Review TRENDnet TEW-655BR3G

Akses Internet di Mana Saja

Layanan broadband internet dari operator selular semakin menjamur saja. Hal ini tentunya semakin memudahkan kita terhubung ke internet di mana saja.

Dengan koneksi yang semakin cepat, tentunya akan semakin menyenangkan apabila koneksi tersebut dapat dibagi-pakai ke rekan-rekan sekitar. Untuk itu, TRENDnet meluncurkan TEW-655BR3G yang dapat memudahkan kita dalam berbagi koneksi internet selular. 

Desain TRENDnet TEW-655BR3G ini cukup kompak. Bentuknya kecil sehingga mudah untuk dibawa ke mana-mana. Sifat ringkasnya juga muncul karena router ini tidak memiliki antena eksternal (yang mungkin dapat menyulitkan saat dimasukkan ke dalam saku atau tas). Namun ketiadaan antena eksternal ini juga membuat jangkauannya lebih terbatas. Anda tidak dapat menggunakan antena tambahan yang lebih kuat.

Router ini memiliki bentuk kotak yang ukurannya tidak terlalu besar. Di bagian depannya terdapat deretan lampu-lampu yang menunjukkan aktivitas router ini saat sedang beroperasi. Di bagian belakangnya, terdapat sebuah port LAN. Ya, selain dapat membagi koneksi internet selular, router TRENDnet TEW-655BR3G ini juga dapat membagi koneksi biasa melalui jaringan. Port ini dapat berfungsi sebagai port WAN atau LAN, sesuai dengan kebutuhan. Di bagian sisinya, terdapat sebuah port USB. Port USB ini menjadi tempat Anda memasangkan modem untuk membagi pakai koneksi Internet. Selain port USB untuk meletakkan modem, TRENDnet TEW-655BR3G ini tidak dilengkapi dengan slot kartu SIM.

Dari sisi spesifikasi, TRENDnet TEW-655BR3G ini sudah mendukung koneksi nirkabel 802.11n. Namun, router ini tetap mendukung standar sebelumnya seperti 802.11b dan 802.11g. Dan untuk jaringan mobile-nya, router ini mendukung kedua jenis jaringan, GSM dan CDMA. Koneksi via HSDPA, HSPA, dan EV-DO juga telah didukung oleh router TEW-655BR3G ini.

Untuk melakukan pengaturan lebih lanjut terhadap router TRENDnet TEW-655BR3G ini, Anda tidak perlu melakukan instalasi perangkat lunak apa pun. Anda cukup menghubungkan access point ini ke komputer dan mengakses panel kontrolnya melalui browser dengan mengetikkan alamat IP-nya (http://192.168.0.1).

Di dalam panel kontrolnya, pada halaman pertama Anda akan disuguhi informasi status mengenai router ini, misalnya alamat IP, alamat gateway, DNS, status modem, dan masih banyak lagi. Untuk melakukan pengaturan yang lebih jauh lagi, Anda dapat memilih deretan menu yang diletakkan pada bagian atas.

Terdapat beberapa opsi pengaturan yang dapat diatur, seperti DHCP server, dan modus operasi. Selain itu, beberapa opsi keamanan juga bisa diatur seperti enkripsi yang dapat dipilih dari WEP hingga WPA2, dan MAC/IP address filtering.

Karena TRENDnet TEW-655BR3G ini adalah sebuah router portabel, router ini juga dilengkapi dengan sebuah baterai. Baterai yang digunakannya cukup besar, berkapasitas 1700 mAh.

            ***

Sebagai sebuah router portabel, TRENDnet TEW-655BR3G ini memang masih kelihatan cukup besar. Namun ukurannya masih cukup kompak dan nyaman. Apalagi router ini juga tetap dapat difungsikan layaknya router biasa. Sayangnya router ini tidak dilengkapi dengan slot SIM tersendiri sehingga koneksi mobile-nya sangat tergantung dari modem eksternal USB. Secara keseluruhan router ini cukup menarik dan layak dimiliki oleh Anda yang sering bepergian dan tetap ingin terhubung ke internet. (Steven Irwandi)

 

Spesifikasi TRENDnet TEW-655BR3G

Standar

802.11b, 802.11g, 802.11n, HSDPA, HSPA, EV-DO

Konektor

1 x WAN/LAN

Modus Operasi

Router, Access Point

Kecepatan transfer data

Maksimum 150 Mbps

Feature

– DHCP Server
– WPS
– Firewall
– MAC Address Filter

Dimensi

107 mm x 76 mm x 21 mm

Bobot

98 gram

Kelengkapan

– Power adapter
– Kabel RJ45
– CD Manual & Buku Panduan

Garansi

1 tahun

Situs web

http://www.trendnet.com

Kisaran harga

US$90

Kontak: Gigantika Pratama Prima, (021) 6471-7439

Bagian belakang TEW-655BR3G yang hanya memiliki sebuah port LAN

Baterai yang digunakan berkapasitas 1700 mAh

 

 

 

Tampilan menu utama panel kontrol TEW-655BR3G

Plus     : Ringan, instalasi mudah, antarmuka panel kontrol mudah dimengerti

Minus : Tanpa slot SIM internal, bentuk agak besar

Skor Penilaian
– Penggunaan  : 4
– Kinerja         : 3,75
– Fasilitas        : 3,75
– Harga           : 3,75
– Skor Total    : 3,81

Review Panasonic Elite Panaboard UB-T780

Agar Presentasi lebih Hidup

Elite Panaboard UB-T780 merupakan perangkat  presentasi digital alternatif masa kini. Perangkat ini akan memungkinkan presentasi Anda menjadi jauh lebih menarik dan informatif.

Kegiatan rapat atau meeting sudah menjadi sesuatu yang umum. Biasanya, selain menggunakan proyektor untuk mempresentasikan topik yang akan dibahas, sebuah papan tulis/whiteboard juga disediakan untuk membantu mempertegas penjelasan akan berbagai poin dari topik tersebut. Namun, penggunaan whiteboard kadangkala dianggap kurang efisien karena menyita banyak ruang. 

Untuk mengatasi hal tersebut itulah, hadir produk Elite Panaboard. Sekilas bentuknya tidak banyak berbeda dengan kebanyakan whiteboard di pasaran. Dengan tinggi yang bisa disesuaikan, konstruksi Panaboard ini terlihat kokoh. Ini tidak mengherankan mengingat sebagian besar kerangkanya berbahan metal. Area “tulisnya”  juga termasuk lega. Besarnya area tulis ini dianggap cukup untuk mengakomodasi kebutuhan presentasi ruangan berukuran sedang.

Area tulis Panaboard UB-T780 sendiri berupa bidang yang licin tapi solid. Area ini tidak untuk ditulisi menggunakan spidol yang biasa kita gunakan pada whiteboard standar. Hal ini disebabkan karena area tulisnya ini merupakan bidang magnetik khusus. Bidang ini dirancang untuk merespon kontak dari pena khusus yang disediakan. Selain itu, di ujung kiri atas terdapat semacam sensor untuk mendeteksi titik-titik posisi pena dan bidang magnetik dengan akurat.

Instalasi Elite Panaboard ini cukup mudah. Pengguna tinggal menghubungkan kabel USB, kemudian melakukan instalasi driver dan software yang diperlukan. Sebelumnya, jangan lupa untuk memproyeksikan tampilan layar dari PC Anda ke Elite Panaboard menggunakan proyektor. Selain untuk presentasi nantinya, proyektor ini juga diperlukan untuk melakukan kalibrasi layar via penanya.

Secara keseluruhan, konsepnya mirip dengan tablet digital yang ukurannya jauh lebih kecil dari papan tulis digital ini. Selain itu, juga terdapat sesuatu yang unik, yakni fungsi memutihkan layar. Fungsi ini akan memutihkan layar ketika presentasi baru akan dimulai. Gunanya adalah agar perhatian peserta/hadirin tidak tertuju kepada layar.

***

Penggunaan Elite Panaboard ini tergolong mudah. Kalau sebelumnya pernah menggunakan tablet digital, Anda tidak akan merasa asing dengan Elite Panaboard ini. Interface dan tool yang disediakan software-nya mudah digunakan dengan beragam fungsi yang menarik. Berbagai aktivitas, mulai dari mencorat-coret standar, hingga melakukan fungsi zoom salah satu bagian layar bisa dilakukan perangkat ini. Semua aktivitas pada layarnya akan bisa disimpan, baik dalam format gambar diam maupun video. (Karuna)

 
Spesifikasi Panasonic Elite Panaboard UB-T780

Ukuran panel

169×117 cm (77”)

Jumlah panel

1 buah

Sensor scanner

Ultrasonic receiver & infrared rays sensor

Interface

USB 2.0

Bobot

20 kg

Garansi

1 tahun

Situs Web

http://www.panasonic.net

Harga kisaran*

Rp31 juta

* Perdana Bangun Pusaka, (021) 422-1888,  Minggu kedua Oktober 2010


Port Koneksi

Sambungan ke Elite Panaboard menggunakan port standar USB yang biasa ditemukan pada printer.

 


Sensor

Modul yang terdapat pada ujung Panaboard ini adalah sensor infra-red untuk menentukan posisi dengan lebih akurat.

 


Pena Khusus

Pena khusus yang menggunakan baterai ini memiliki “mata” yang bisa diganti ketika sudah aus.

Plus     : Mudah dipakai dan praktis; merekam tampilan layar dalam gambar atau video.

Minus : Posisi proyektor setelah kalibrasi tidak boleh berubah/bergeser; harga cukup mahal.

Skor Penilaian
– Penggunaan   : 4,5
– Kinerja            : 4
– Fasilitas          : 4
– Harga              : 2
– Skor Total       : 3,75

Cross Siapkan Gadget Android di Bawah 1 Juta

Jika sekarang ini banyak smartphone berbasis Android dengan harga paling murah nyaris Rp 2 juta, produsen Cross berani menghadirkan gadget sejenis dengan harga kurang dari Rp 1 juta.

Cross dikenal sebagai merek ponsel lokal dengan harga terjangkau untuk konsumen entry level. Namun meski harga jualnya amat ekonomis, Cross telah mengantongi standar Eropa yang menjamin kualitas produknya.
 
Menyambut tahun baru 2011 ini Cross memperkenalkan seri CB 83 AT, ponsel QWERTY dengan kemampuan dual GSM, TV analog, modem, dan feature jejaring sosial.
 
Desain model CB 83 AT menyerupai Nokia C3 dengan berbagai feature yang cukup serupa namun lebih terjangkau harganya, hanya Rp 400 ribu. Ponsel yang masih mengandalkan koneksi GPRS ini memakai modem yang mampu optimal untuk ber-Internet dan mudah dijadikan modem pada notebook atau PC.
PT Aries Indo Global (AIG) sebagai distributor Cross optimistis menjual hingga 1 juta unit untuk melengkapi penjualan hingga 500 ribu sebelumnya. Produsen yang merupakan sister company distributor notebook merek Advan dan monitor Advance ini juga tengah menyiapkan gadget Android dibawah 1 juta sebagai respon atas tingginya permintaan pasar atas smartphone berbasis Android. Produk ini direncanakan hadir diakhir bulan Januari 2011 nanti.
Teddy Tjan, Marketing Director PT AIG, menampik keraguan banyak pendapat mengenai kemampuan menjual smartphone Android dibawah Rp 1 juta. Menurut Teddy, pihaknya masih bisa mendapat margin dengan harga jual yang ekonomis ini karena bermain di volume yang besar selain juga telah menyiapkan pabrik ponsel di tanah air agar ongkos produksi bisa ditekan.
 
“Hal ini bisa dilihat dari kinerja kita selama ini. Kalau tidak untung tidak mungkin kami bisa mencapai market share yang besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkap Teddy lebih lanjut.

Facial Recogniton Facebook, Seru tapi Berbahaya

Bila Anda termasuk orang yang eksis dan doyan menggunggah foto kemudian menandainya (tagging), ada berita gembira dari Facebook.

Situs pertemanan garapan Mark Zuckerberg  ini baru saja menelurkan feature teranyarnya. Hebatnya, feature tersebut mampu mengenali wajah pada foto yang ditandai (tagged) secara otomatis.

Peranti lunak pengenal wajah ini sebenarnya mulai diperkenalkan di akhir September 2010 lalu. Cara kerjanya adalah dengan mencocokkan wajah orang dalam foto baru dan foto lainnya yang kemungkinan bakal ditandai juga.

Sebagai contoh, katakanlah ada seorang teman yang baru saja menggunggah foto dan Anda ada dalam foto tersebut. Nah, jika program pada peranti ini menemukan foto Anda lainnya dan menurutnya cocok, ia akan otomatis melakukan tag nama Anda di foto tersebut. Manfaatnya, teman Anda tidak perlu capai-capai menandai foto Anda secara manual satu persatu.

Adanya feature “tag suggestion” akan membantu peranti lunak ini membedakan wajah Anda dengan orang lain. Atau, jika Anda sudah pernah ditandai sebelumnya, bisa juga menggunakan “group tagging” yang memungkinkan pengguna untuk mengetikkan satu nama sekali saja dan menerapkannya pada semua foto yang berisi orang tersebut. Namun demikian, media sosial beranggota setengah miliar pengguna ini tetap menawarkan tag individu secara manual. 

“Alih-alih mengetikkan nama  orang yang ditandai sebanyak 64 kali, kini yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan penyimpanan untuk menandai seluruh gambar sekaligus. Jauh lebih mudah dari sebelumnya,” tulis Facebook melalui blognya.

Namun perlu diingat, teknologi ini juga memiliki kerentanan. Vendor keamanan jaringan, Sophos juga membenarkan hal ini. Keresahan lainnya pun nampak dari pengumuman Facebook yang menyatakan bahwa “pengguna dapat menonaktifkan feature ini melalui pengaturan privasi”.

Ini [mungkin] berarti, seolah-olah feature ini sudah di-setting secara default, bukan? Untuk menonaktifkannya, pengguna dapat menggunakan feature switching off untuk menjaga nama anda dari otomatisasi tagging foto. Kini pilihan berada di tangan Anda. Mau menggunakan feature pengenal wajah atau tidak?

 

Tabulet: PC Siapa Saja, Kapan Saja, Dimana Saja

Cita rasa lokal dengan ide lokal. Inilah yang coba diusung Tabulet—tablet PC Android buatan lokal yang baru saja dirilis.

Meski masih baru, Tabulet berani membuat Tagline “PC for everyone. anytime. Anywhere”. Sesuai dengan namanya, Personal Computer (PC) ini berjanji akan memanjakan para pengguna untuk dapat membawanya kapan saja, kemana saja, dan dimana saja.

Dalam peluncuran Tabulet yang berlangsung di Jakarta pada pertengahan Desember lalu, pendiri Tabulet membeberkan maksud dan tujuan dibuatnya Tabulet. Ialah agar setiap warga negara Indonesia bisa memiliki sebuah PC. Alhasil, dirancanglah sebuah tablet PC yang bisa digunakan selain untuk entertainment juga mumpuni untuk tugas sekolah ataupun pekerjaan kantor. Adapun target yang dibidik perangkat berprosesor 720 Mhz ARM 11 ini mencakup usia muda sampai dewasa, pun dengan harga yang terjangkau kantong.

Adalah Tabulet Mech, besutan pertama Tabulet yang kini menjadi andalan mereka. Mengusung desain yang tipis, sehingga ringan dibawa kemanapun. Adanya tombol multifungsi di bagian belakang juga menjadikan pengoperasian perangkat bermemori 256 MB DDR 2 ini terasa mudah. Perangkat yang menggunakan hardware keluaran Korea dan software buatan Amerika ini pun mengklaim produknya dapat melakukan proses secara cepat, juga dengan baterai Li-Battery 1500 mAh 7,4V yang tahan lebih lama sekitar 4,5 jam. Seperti juga tablet PC pesaingnya, pengguna Tabulet dapat meng-upgrade firmware secara online, melalui www.tabuletpc.com. Apalagi ditunjang dengan koneksi wireless LAN 802.11 b/g.

Dipadu dengan speaker berkualitas, tablet berbobot 320 gram ini juga  sanggup  memainkan 1080p HD movie. Untuk penyuka games yang bosan jika harus membayar tiap kali mengunduh games terbaru, Tabulet bisa menjadi solusi alternatif. Pengguna bisa mendapatkan games-games seru favorit Kaskuser di apps market. Ditambah dengan tipe layar berukuran 7 inch yang multi touch, menyamankan jari jika harus menggeser dengan dua jari sekaligus. Demikian juga dengan feature accelerometer-nya, membuat pengalaman nge-game jadi lebih atraktif. Saat ini, perangkat berdimensi  220 X 100 x 15mm (L x W x H) ini telah dipasarkan seharga Rp1.990.000. Tertarik?

Review Smartphone