Arsip Harian: Mar 4, 2010

Rainer SM150C8-2.0 SAS35 Intel Nehalem

Kehadiran prosesor Intel Xeon berarsitektur Nehalem menjanjikan peningkatan kinerja server. Apa jadinya jika sepasang prosesor berotak empat (quadcore) ini dirangkai untuk mentenagai sebuah server?

Pada edisi kali ini kami mendapat pinjaman dua unit uji server ber-form factor tower dari Rainer. Salah satu unit uji tersebut disokong oleh dua prosesor Intel Xeon berarsitektur Nehalem, sedangkan yang lain bertenaga sepasang prosesor Intel Xeon quadcore generasi sebelumnya.  Dengan demikian, kami berkesempatan membandingkan kinerja antara kedua server tersebut.

Mengawali pengamatan, kami memasang tool CPUZ 64 bit rilis  terbaru untuk melihat detail karakteristik prosesor yang digunakan oleh Rainer SM150C8-2.0 SAS35. Tool ini mendeteksi sepasang prosesor Intel Xeon E5504 dengan namasandi (code name) Gainestown, masing-masing berkekuatan 2 gigahertz, serta menggunakan 4 inti (core) dan 4 thread. Terlihat pula bahwa motherboard yang digunakan adalah seri S5500BC dengan chipset Intel seri 5500. Sepasang keping memori yang digunakan adalah merk Visipro generasi DDR3 jenis EEC (Error Correction Code), PC 10600, masing-masing berkapasitas 2 gigabyte. Kami amati, motherboard server ini menyediakan 8 port memori RAM jenis DDR3.

Mari kita cermati dahulu hal yang sepintas remeh, yaitu casing. Rainer SM150C8-2.0 SAS35 menggunakan casing yang cukup memerhatikan arti penting sirkulasi udara. Panel bagian depan dilengkapi dengan pintu sistem engsel yang materialnya didominasi oleh kisi-kisi. Tutup casing bagian samping juga dilengkapi dengan kisi-kisi udara, dua di sisi kiri dan tiga di sisi kanan. Terhitung, ada lima kipas yang menopang pendinginan dan sirkulasi udara pada server ini. Sepasang kipas 6 cm menempel pada heatsink setiap prosesor, dengan sepasang kipas 9 cm menempel di dekat sangkar (bay) harddisk, serta satu kipas 12 cm berada pada panel belakang. Di tubuh perangkat catu daya (PSU) merk Agile berkekuatan 800 Watt juga tidak lepas dari sepasang kipas berukuran 7,5 cm.

Casing server Rainer SM150C8-2.0 SAS35 menyediakan sangkar (bay) harddisk SAS dengan 6 selorok yang dapat diakses dengan membuka tutup casing samping terlebih dahulu. Unit uji yang kami tangani menggunakan 2 unit harddisk SAS (Serial Attached SCSI) merk Seagate Cheetah seri ST373455SS berkecepatan putar platter 15000 rpm, cache 16 megabyte, dengan kapasitas 73,4 gigabyte.

Saat mengeset unit uji ini, kami harus menyediakan mouse dan keyboard berkoneksi USB, lantaran motherboard server ini tidak menyediakan port PS2. Di panel samping kanan terdapat 2 port USB, 1 port Firewire IEE1394, serta jack mikrofon dan speaker. Sementara di panel belakang terdapat 4  port USB dan 2 port Ethernet berkecepatan 1000 Mbps (1 gigabit).

Cukup puas melihat kelengkapan fisik Rainer SM150C8-2.0 SAS35, selanjutnya kami memasang sistem operasi Windows Server 2008 Enterprise Edition 64 bit. Tool SiSoft Sandra Lite rilis terbaru juga kami pasang untuk mengukur kinerja komponen perangkat keras secara terpisah. Sementara itu, untuk melihat kinerja keseluruhan perangkat keras sebagai satu kesatuan, kami memfungsikan Rainer SM150C8-2.0 SAS35 sebagai web server dengan IIS sebagai mesinnya. Halaman HTML dan halaman ASP berisi hitungan matematis kompleks kami pasang pada webserver tersebut.

Server target uji itu kami hubungkan ke komputer penguji lewat gigabit Ethernet dan kabel CAT 5E untuk menghindari bottleneck aliran paket data. Tool Webserver Stress Tool keluaran Paessler yang terpasang pada komputer uji akan menghujani server target dengan request terhadap halaman HTML dan ASP sampai dengan 2000 kali per detik, selama 10 menit. Akan terlihat sampai request user keberapa terjadi error untuk pertamakalinya. Demikian pula, sampai user keberapakah server target mampu merespon request kurang dari 1000 milidetik.

Pengujian sebagai webserver menunjukkan bahwa error penanganan request halaman HTML terjadi pada user ke 3200, sama halnya dengan halaman ASP. Sementara itu, penanganan request yang efektif (kurang dari 1000 milidetik) berada pada user ke 3143. Hasil uji ini menunjukkan bahwa server Rainer SM150C8-2.0 SAS35 memiliki kinerja puncak pada user ke3000. Setelah melewati user ke-3500, kecepatan tanggap sistem menurun dengan ditandai oleh naiknya waktu Average Request Time di atas 1000 milidetik.

Tabel hasil uji Webserver Stress Tool

Optimal user/client (active user)

3143

Maximum HTML user/client (active user)

3200

Maximum ASP user/client (active user)

3200


Hasil uji kinerja komponen hardware secara individual kami tampilkan saja dalam bentuk tabel agar mudah disimak. Secara garis besar, kami mencatat kinerja yang cukup bagus pada elemen processor arithmetic dan cache/memory.

Tabel hasil uji SiSoft Sandra Lite XII

Processor arithmetic

Aggregate arithmetic performance (GOPS)

74,62

Dhrystone iSSE 4.2 (GIPS)

98,62

Whetstone iSSE3 (GFLOPS)

50,62

Memory bandwidth

 

Aggregate memory performance (GB/s)

11

Int buffered iSSE2 memory bandwidth (GB/s)

11

Float buffered iSSE2 memory bandwidth (GB/s)

11

Cache & memory

 

Cache/memory bandwith (GB/s)

59,12

Speed factor*

63,50

Multi-core efficiency

 

Inter-core bandwidth (GB/s)

17

Inter-core latency*

79

Network/LAN

 

Data bandwidth (MB/s)

52,4

Data latency (ms)*

108

Physical disk

 

Drive index (MB/s)

106,35

Random access time (ms)*

5,64

Memory latency

 

Memory latency (ns)*

109

Speed factor*

53,50

*Semakin kecil nilainya, semakin bagus.

 

 
Grafik Uji Webserver Stress Tool

 

 

 

 

***  

Rainer SM150C8-2.0 SAS35 sanggup menghadirkan pengalaman penggunaan server berbasis dual processor Intel Xeon Nehalem, bagi kalangan lembaga skala kecil dan menengah. Sepasang prosesornya mampu melipatgandakan kinerja secara nyata dibandingkan dengan server dengan prosesor tunggal (yang sekelas atau server dengan prosesor ganda Intel Xeon generasi sebelumnya). (Vincent Bayu Tapa Brata)


Spesifikasi Rainer SM150C8-2.0 SAS35

Prosesor

Intel Xeon E5504 (Gainestown), 4 Core, 2GHz.

Memori

2x Visipro DDR3, EEC, 2 GB, PC10600.

Chipset

Intel 5500.

Motherboard

S5500BC.

Harddisk

2x Seagate Cheetah ST373455SS, 15000 rpm.

Drive optis

Tidak ada (opsional).

Front/internal expansion bay

6x SAS harddisk

Network controller

2x gigabit Ethernet.

Port

6x USB, 1x Firewire IEE1394, audio jack (speaker & mic).

PSU

Agile 800 Watt.

Garansi

Situs web

www.terra.co.id

Kisaran harga

Rp. 22.000.000,-

*Kontak: Terra, telepon (021)62303713, 62311340, 62312403.


Plus
: Sistem sirkulasi udara cukup baik; ekspansi memori cukup leluasa.

Minus: Kipas agak bising.

Skor Penilaian
Penggunaan  : 3,75
Fitur                  : 4
Kinerja             : 4,25
Harga              : 4,5
Skor Total       : 4,18

PNY X1 & Camouflage attache

Siapa pun takut flashdisknya rusak akibat terjatuh atau terkena air tanpa sengaja. Nah untuk itu PNY menghadirkan seri X1 dan Camouflage yang unik karena tak akan rusak meski terjatuh, terbentur, atau bahkan tercuci saat flashdisk masih di kantong celana.

Untuk membuat flashdisk kuat, PNY memasangkan baju zirah yang terbuat dari karet yang juga berfungsi sebagai penutup yang diputar untuk mengeluarkan kepala USB-nya di seri X1. Sementara pada model Camouflage, desainnya seolah menunjukkan bahwa produk ini bukanlah flashdisk melainkan aksesoris dalam akses tentara, seluruh tubuh flashdisk pun terselimuti karet pelindung.

Selain tangguh fisiknya, kemampuan transfer data X1 dan Camouflage juga tak mengecewakan karena memang rata-rata cukup cepat dibandingkan model sebelumnya. PNY yang baru-baru ini menjadi sponsor salah satu tim National Basketball Association (NBA) sengaja menghadirkan flashdisk tak hanya sekedar penyimpan data namun juga sebagai aksesoris yang memikat. (Lucky Arianto)

Garansi

5 tahun

Situs Web

www.pny.com.tw

Harga kisaran*

Rp200.000 (8 GB)

* Verizone, (021) 7027-3486 / 7126-6732
* Minggu pertama Desember 2009

LG Besut LED LCD Irit Daya Terbaru

LG Electronic kembali meluncurkan sebuah monitor LED yang diklaim ramah lingkungan dan hemat energi.

Dengan menggunakan teknologi LED, penghematan listrik yang dihasilkan diklaim bisa mencapai 45%. Memiliki nomor seri E50, monitor yang menggunakan sumber pencahayaan teknologi LED (Light Emitting Diode) ini hanya mengkonsumsi daya sebesar 23 watt ketika aktif, bandingkan dengan LCD yang masih menggunakan CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamp) yang membutuhkan daya hingga 45 watt untuk ukuran monitor yang sama. Selain itu usia ketahanan LED bisa mencapai hingga 100 ribu jam jika dibandingkan dengan CCFL hanya bertahan sekitar usia 40 ribu jam. 

Keunggulan lainnya adalah dari segi kualitas gambar. “Dynamic contrast ratio LED jauh lebih besar dibandingkan LCD sehingga gambar lebih tajam,” ujar Susanto, Product Marketing Business Solution LG Electronics Indonesia dalam keterangannya, Rabu (3/3/2010). Hal ini terwujud manakala LED LCD seri E50 memiliki contrast ratio 5.000.000 : 1, beresolusi Full-HD serta respond time 5ms. Sementara dari segi fitur, E50 dilengkapi Auto Bright, yang secara otomatis diaktifkan dengan sensor dan akan mendeteksi keadaan cahaya di sekitar ruangan. Menariknya, monitor yang memiliki ketebalan 17,5 mm ini juga ada fitur Dual Web yang mampu membuka dua buah jendela tampilan web secara otomatis.

Selain itu, LGEIN juga merilis LCD LED Monitor TV bernomor seri M7W. Monitor yang memliki tagline “Satu Monitor, Multi Fungsi” ini bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang hobi bermain games dan juga pecinta movie. Pasalnya Monitor ini memiliki fitur yang lengkap. Sebut saja dukungan tampilan Full-HD, sistem tata suara SRS WOW, serta interkoneksi HDMI menjadikan M7W monitor yang cocok digunakan untuk segala keperluan. Tak lupa juga karena M7W merupakan monitor TV, ianya juga sudah mendukung siaran digital cable television untuk pengalaman menonton yang lebih baik. Monitor ini dibandrol dengan harga US$ 275 untuk ukuran 21 inci. LG menargetkan masing-masing produk ini terjual minimal 500 unit per bulannya. 

Review Smartphone