Berita Lewat Toko Online WSYDNshop, Pandji Pragiwaksono Melawan Pembajakan

Lewat Toko Online WSYDNshop, Pandji Pragiwaksono Melawan Pembajakan

toko online pandji wsydnshop

Pertunjukan stand-up “Mesakke Bangsaku” format digital telah diunduh 670 kali di toko online WSYDNshop milik Pandji Pragiwaksono.

Stand-up comedian Pandji Pragiwaksono telah meluncurkan toko online miliknya. Situs ini diberi nama WSYDNshop, yang diambil dari nama keluarganya, Wongsoyudo. Melalui toko online ini, Pandji ingin membuktikan bahwa seorang seniman bisa menang melawan masalah pembajakan.

WSYDNshop menjual produk-produk karya Pandji, mulai dari buku, album musik, komik, hingga video stand-up comedy. Namun, yang menjadi terobosan adalah penjualan karya-karya dalam format digital. Langkah ini diakui Pandji terinspirasi dari komedian asal AS, Louis CK, yang menawarkan pertunjukan tunggal stand-up-nya secara digital.

“Sesungguhnya, pembajakan adalah cara konsumen memaksa produsen untuk melakukan perubahan supaya produsen lebih dekat dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Maka, daripada melawan keinginan konsumen yang berubah, saya memutuskan untuk merangkul perubahan,” jelas Pandji dalam keterangan persnya.

Melalui toko online WSYDNshop, Pandji mencoba mencontohkan cara berjualan karya yang memudahkan konsumen untuk memilih produk yang diinginkan, membayar sesuai kenyamanan, dan mengunduh karya dalam format digital. Di toko ini, tersedia berbagai pilihan pembayaran, dari kartu kredit sampai transfer rekening.

Hasilnya menarik. Kurang dari dua minggu sejak dirilis, pertunjukan stand-up “Mesakke Bangsaku” format digital telah diunduh sebanyak 670 kali dengan harga satuan Rp75.000 (total lebih dari Rp50 juta). Padahal, promosi hanya dilakukan melalui media sosial, seperti Twitter, YouTube, dan blog.

Sampai saat ini, WSYDNshop memiliki 4,4% conversion rate yang merupakan angka membanggakan mengingat standar industri adalah 1- 3 %. Total dengan penjualan karya-karya yang lain, WSYDNshop sudah meraup lebih dari Rp100 juta dalam tiga bulan.

“Ini membuktikan bahwa sistem digital download ini berhasil. Bayangkan apabila yang menggunakan sistem ini adalah musisi dengan fanbase lebih besar atau penulis dengan basis pembaca yang tinggi. Tentu mereka akan meraih penghasilan lebih tinggi lagi,” tukas Pandji.

Melalui contoh ini, Pandji berharap lebih banyak seniman di Indonesia yang terbuka peluangnya untuk bisa hidup dari karyanya, di tengah tingginya ancaman pembajakan. “Pembajakan tidak dapat dihilangkan, tapi sangat bisa dikalahkan. Artinya, bajakan akan tetap ada, tapi kita punya strategi supaya orang membeli yang asli,” pungkasnya.

Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply