05 | May | 2014 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: May 5, 2014

Cerita di Balik Game 2048, Populer dari Hasil Keisengan

2048
2048

Mungkin beberapa pekan belakangan ini mungkin Anda akan menemukan linimasa media sosial Anda diisi oleh beberapa post mengenai 2048. Mungkin teman Anda membagikan link bermain game tersebut, atau ada juga yang memamerkan pencapaian skor terbaiknya. Sebenarnya seperti apa game yang mendadak populer dalam waktu singkat layaknya Flappy Bird ini?

Anda mungkin akan kaget (dan mungkin juga kagum) saat mengetahui siapa sebenarnya sosok di belakang game yang penuh dengan angka ini. Gabrielle Cirulli, adalah seorang remaja asal Italia yang usianya baru 19 tahun. Remaja ini aslinya adalah seorang web developer yang biasanya mengembangkan aplikasi berbasis web dan membuat blog.

Popularitas 2048 dimulai saat Cirulli membuat proyek iseng di akhir pekan. Dikutip dari LA Times, Cirulli berkata, “Saya membuatnya hanya sebagai sebuah proyek iseng di akhir pekan, bahkan saya pun tidak berusaha mengiklankannya.” Cirulli juga menambahkan bahwa 2048 ini terinspirasi dari game serupa berjudul Threes yang baru saja diluncurkan sekitar akhir bulan Februari lalu.

Game 2048 ini dimainkan pada sebuah papan sederhana dengan konfigurasi 4×4 kotak/ubin. Warna kotak akan berubah sesuai dengan arah gerakan yang Anda lakukan. Anda bisa menggerakkannya dengan menggunakan tombol panah atau dengan menggeser menggunakan jari Anda (tergantung pada platform yang Anda mainkan) untuk menggeser angka yang tertera pada layar.

Saat dua buah kotak yang berisi angka yang sama saling bertemu, keduanya akan bergabung menjadi satu kotak yang berisi nilai total dari dua kotak yang bergabung tersebut. Misalnya, Anda menggabungkan dua buah kotak yang berisi angka 8, maka Anda akan mendapatkan sebuah kotak baru yang berisi angka 16. Setiap kali Anda menggabungkan kotak, maka di beberapa kotak kosong yang tersedia akan terisi angka 2 atau 4 dengan posisi yang acak.

Permainan akan selesai ketika Anda berhasil menggabungkan kotak dengan nilai 2048. Anda juga tetap bisa melanjutkan permainan tersebut dan melewati angka 2048. Namun, permainan juga akan berakhir apabila Anda tidak memiliki ruang kosong lagi untuk menggerakkan kotaknya.

Popularitas 2048 membuat saat ini bermunculan berbagai klon lain yang memiliki mekanisme serupa, namun dengan beberapa sentuhan lain. Bahkan saking populernya, ada yang menganggap bahwa justru Threes yang mengambil ide dari 2048. Saat ditanya, Cirulli berkata bahwa dirinya benar-benar hanya iseng membuatnya dan belum berencana untuk membuat game lain.

Ingin mencoba 2048? Mainkan di sini

Ultra Screen Saver Maker

UltraScreenSaverMaker w73

 

Ultra Screen Saver Maker adalah aplikasi yang bisa membantu Anda membuat screen saver. Versi trial-nya bisa diunduh di http://goo.gl/loyXBF dan dapat digunakan selama 21 hari. Bila Anda memutuskan untuk membelinya, silahkan merogoh kocek sedalam US$19,95.

Ultra Screen Saver Maker mendukung pembuatan screen saver dari foto dan gambar, audio, video, teks, Flash, serta web. Anda cukup menambahkan file foto dan gambar, audio, video, serta Flash yang diinginkan pada menu yang disediakan. Untuk teks, selain bisa memanfaatkan file, Anda juga bisa mengetik secara langsung. Sementara, untuk web, Ultra Screen Saver Maker akan memanggil Live Screensaver Creator. Setelah memasukkan aneka file yang diinginkan maupun menambahkan teks, Anda bisa mengatur efek apa saja yang akan diaplikasikan saat screen saver berjalan.

Selanjutnya Anda bisa membuat screen saver tersebut. Format yang didukung adalah SCR, ZIP, dan EXE. Bila masih memanfaatkan versi trial, saat menggunakan screen saver yang telah dibuat, akan muncul tulisan yang menyebutkan bahwa Ultra Screen Saver Maker yang digunakan belum terdaftar dan anjuran untuk membeli versi penuhnya. Lokasinya sendiri berpindah-pindah.

Data Center Prefab, Hemat Biaya dan Waktu

ki-ka: Giuseppe Candito (Asia Pacific & Japan Director of Business Development, Home and Business Network), Michael Kurniawan (Business Vice President, PT Schneider Electric IT Indonesia) , dan Siegfried Drexler (Enterprise Business Development Manager, ISX Data Center Solutions, IT Business, Schneider Electric Asia Pacifif & Japan) menjelaskan produk dan solusi terbaru Schneider Electric dalam seminar tahunan Schneider di Jakarta (30/4/2014)
ki-ka: Giuseppe Candito (Asia Pacific & Japan Director of Business Development, Home and Business Network), Michael Kurniawan (Business Vice President, PT Schneider Electric IT Indonesia) , dan Siegfried Drexlar (Enterprise Business Development Manager, ISX Data Center Solutions, IT Business, Schneider Electric Asia Pacifif & Japan) menjelaskan produk dan solusi terbaru Schneider Electric dalam seminar tahunan Schneider di Jakarta (30/4/2014)

JAKARTA, InfoKomputer  – Bikin data center itu tak mudah. Perlu waktu lama, bisa sampai 2 tahun, dan memakan biaya yang besar. Yang bikin lama antara lain adalah pembangunan bangunan/gedung untuk data center. Sedangkan yang bikin mahal adalah sistem pendinginan dan konsumsi listrik untuk operasional. Maka ini biasanya adalah bisnis jangka panjang.

Lalu bagaimana jika perusahaan perlu data center dalam waktu cepat dan hanya perlu menggunakannya selama dua atau tiga bulan? Misalnya untuk perusahaan pertambangan di lokasi terpencil yang tak punya pasokan listrik PLN? Bisakah mereka membuat sebuah data center? Jawabnya adalah bisa.

Namun tentu saja tidak perlu membuat bangunan permanen untuk itu. Selain mahal, juga butuh waktu lama! Juga berisiko tinggi.

Kalau mau cepat, silakan pilih data center prefab (pre-fabricated). Ini adalah data center yang bisa dibangun sesuai kebutuhan. Modular dengan konsep bak balok-balok lego.

schneider-prefab datacenter“Bukan hanya modular, tapi memungkinkan data center dibangun di atas container yang mobile. Ini teknologi terbaru Schneider. Belum ada yang punya selain Schneider,” kata Michael Kurniawan (Business Vice President, PT Schneider Electric IT Indonesia) dalam jumpa pers Schneider Electric Data Center Solution Day 2014 di Jakarta akhir April lalu (30/4). Data center, tambah Michael, sekarang menjadi hal yang penting, kritikal untuk dimiliki semua perusahaan.

Dengan model prefab, menurut Siegfried Drexlar (Enterprise Business Development Manager, ISX Data Center Solutions, IT Business, Schneider Electric Asia Pacifif & Japan), waktu membangun data center bisa dipercepat menjadi 5 – 6 bulan saja.

Prefab data center, jelas Drexlar, bahkan bisa ditempatkan di dalam ruangan. Produk ini ditawarkan dalam tiga model: container, skids (tanpa atap/dinding) dan ruang modular. “Manfaatnya adalah dari awal mengurus densitas yang berbeda-beda sejak awal, misalnya untuk raised cooling dan lain-lain. Tidak ada limitasinya. Footprint keseluruhan dikurangi, begitu juga biaya tanah,” urainya lagi.

Data center prefab bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi perusahaan bisa saja mulai dengan 10%, lalu memperluas ruang jika dibutuhkan. “Ada banyak desain rujukan dari Schneider,” kata Drexlar sambil mengatakan di seluruh dunia sudah ada 600 proyek untuk prefab data center. “150 proyek di AS, di sektor pertambangan dan gas, juga pertahanan. Kebanyakan single container untuk militer, pemerintahan untuk keperluan disaster recovery,” tambahnya.

Kendati teknologi ini tergolong baru, pengguna prefab di Asia pun sudah ada. “Ada 22 container di Asia dari 10 perusahaan,” ungkap Enrique Werner (Business Development Vice President, APJ, AST Modular) kepada InfoKoamputer. Para pengguna prefab data center ini, tutur Werner, berada di  negara Cina, Korea, dan Malaysia.

Lalu apakah data center prefab cocok untuk Indonesia? Menurut Michael, ya. “Prefab memberikan peluang untuk berkembang dengan sangat cepat.  Perusahaan telekomunikasi bisa untuk tambah 1MW setiap bulan misalnya. Bisa dipakai di healthcare, rumah sakit,” katanya.

Sony Xperia C : Dengan Feature Self-Portrait

Foto: Dok. Sony
Foto: Dok. Sony

 

Niat kuat Sony Mobile untuk masuk dalam dua besar pemasok gadget di Indonesia memang sangat serius. Ini dibuktikan dengan banyaknya varian smartphone yang dihadirkan sejak tahun lalu baik untuk segmen entry level sampai premium. Nyatanya produk level mid-end terbilang paling banyak dihadirkan Sony seperti Xperia C (model C2305) kali ini yang ternyata memiliki keunikan untuk memotret.

Pakem desain Xperia tetap dipertahankan dengan sudut yang tegas namun tidak tajam. Layar besar lima inci menjawab tren phablet yang kini tengah berkembang. Xperia C memiliki cover punggung dari plastik doff yang menutup hingga ke frame samping sehingga membuka casing ini tidak semudah pada gadget serupa yang memakai cover belakang biasa. Entah mengapa Sony juga lebih memilih menanamkan baterai Li-ion 2390 mAh ke bodi ponsel sehingga tidak bisa dilepas untuk menggantinya.

Seperti halnya Xperia tipe E dan M, seri C tersedia dalam dual-SIM (micro) untuk kemudahan komunikasi suara dan data. Ponsel ini juga menyediakan feature Media Server agar content multimedia yang tersimpan di dalam bisa dimainkan oleh peranti lain yang terhubung pada jaringan Wi-Fi yang sama. Bila dibandingkan dengan Xperia M, seri C terkesan “kalah” dalam hal koneksi (NFC) namun jelas unggul dalam hal besaran layar dan level resolusi kamera.

Kamera ternyata menjadi kelebihan tersendiri di Xperia C di mana tersedia fungsi panduan untuk memotret dengan lensa utama/belakang delapan MP. Agar mendapatkan foto diri sendiri (selfie) atau berpasangan (pair) dengan posisi yang tepat, ponsel dapat mengeluarkan suara untuk memandu pengguna memotret. Panduan ini tersedia dalam bahasa Inggris atau Indonesia sesuai konfigurasi bahasa. Terdengar lucu ketika ponsel mengatakan “Ayo.. biar kelihatan. Jangan malu-malu,” saat kita mencoba memotret dengan kamera belakang.

Berbekal CPU MediaTek empat inti 1,2 GHz, Xperia C bekerja cukup baik dengan daya tahan baterai yang cukup untuk setengah hari dalam pemakaian normal secara rutin. Ditimbang dalam hal kinerja, fasilitas, dan harga, smartphone ini boleh diadu dengan Galaxy Grand, Lenovo S920, LG G Pro Lite, dan model lain dengan spesifikasi sekelas.

 

Plus     : Desain bagus; layar besar; panduan foto selfie; kualitas audio cukup; feature dan aplikasi menarik; dukungan update; harga menarik.

Minus : Kualitas layar biasa; baterai non removeable.

 

Hasil Uji 

 

Pengujian Acer Liquid E2 (V370)     Sony Xperia C (C2305)
Antutu Benchmark 4.0.3 13.839 13.994
Smartbench 2012 – Productivity 3846 3870
Smartbench 2012 – Games 2435 3175
Quadrant Advanced 2.1 3430 3646
Linpack Pro – Single-Thread 37,150 MFLOPS 38,658 MFLOPS
Linpack Pro – Multi-Thread 92,481 MFLOPS 94,531 MFLOPS
NenaMark v2.4 47,3 fps 62,1 fps

*skor makin tinggi makin bagus

 

Berbagi Content  Adanya Media Server memudahkan content multimedia yang tersimpan di memori dibagi-pakai dengan peranti lain yang terhubung via jaringan Wi-Fi.
Berbagi Content
Adanya Media Server memudahkan content multimedia yang tersimpan di memori dibagi-pakai dengan peranti lain yang terhubung via jaringan Wi-Fi.

 

Navigasi Suara  Kualitas audio yang bagus sangat membantu feature TalkBack lebih efektif. Feature ini berguna untuk membantu pengguna yang memiliki masalah dengan penglihatan. Feature ini akan menyuarakan apa yang Anda sentuh/pilih pada layar.
Navigasi Suara
Kualitas audio yang bagus sangat membantu feature TalkBack lebih efektif. Feature ini berguna untuk membantu pengguna yang memiliki masalah dengan penglihatan. Feature ini akan menyuarakan apa yang Anda sentuh/pilih pada layar.

 

Panduan Selfie  Pilihan bidik foto diri sendiri (self-portrait voice guide) akan membantu pengguna mendapatkan posisi yang tepat via suara saat memotret dengan kamera utama/belakang.
Panduan Selfie
Pilihan bidik foto diri sendiri (self-portrait voice guide) akan membantu pengguna mendapatkan posisi yang tepat via suara saat memotret dengan kamera utama/belakang.

 

 

Spesifikasi  Sony Xperia C
Prosesor  MediaTek MT6589 1,2 GHz (quad-core ARM Cortex-A7)
RAM  1 GB
Chip grafis  PowerVR SGX 544MP
Jaringan seluler  GSM 850/900/1800/1900 MHz; HSPA+/HSDPA 900/2100 MHz
Penyimpan internal  4 GB
Dukungan sambungan nirkabel  Wi-Fi (802.11 b/g/n), Wi-Fi Direct, Bluetooth 4.0, A-GPS, radio FM
Koneksi lain  Micro-USB
Kamera  0,3 MP (depan) & 8 MP (belakang)
Layar  5” / 540×960 pixel (@ 242ppi) capacitive touchscreen
Bobot  153 gram
Dimensi  14,2×7,4×0,89 cm
Sistem operasi  Android 4.2.2 (Jelly Bean)
Situs web  www.sonymobile.com
Garansi  1 tahun
Harga (kisaran)  Rp3.499.000
Kontak  OkeShop, 2903-5108; Minggu pertama Januari 2014

 

Review Smartphone