Arsip Harian: Apr 1, 2015

Taavi Kotka: Ambisi 10 Juta Penduduk Digital di Estonia

Taavi Kotka [Foto: www.upload.ee]
“Pemerintah adalah monopoli… Oleh karena itu, kami merasakan tekanan yang sangat besar untuk menyediakan layanan publik terbaik karena warga negara kami tak punya opsi lain,” kata Taavi Kotka (Chief Information Officer, Estonia Government). [Foto: www.upload.ee]
Sejak tahun 1990-an, Estonia sudah dikenal sebagai salah satu negara yang paling maju dalam penerapan TI. Seluruh sekolah di negara tersebut telah terhubung dengan internet di akhir tahun 1990-an melalui sistem e-Kool (sekolah elektronik). Siswa-siswi dari sekolah dasar sampai tingkat lanjut diperkenalkan dengan bahasa pemrograman.

Pemerintah Estonia percaya bahwa dengan menguasai TI, mereka bisa memberdayakan jumlah penduduk yang minim (1,3 juta jiwa) agar tetap mampu menyokong ekonomi nasional secara efisien.

Penerapan TI di Estonia berkembang dengan masif setelah memasuki tahun 2000-an. Perlahan-lahan, terbentuklah sistem informasi nasional e-Estonia.

Melalui e-Estonia, setiap warga Estonia berusia minimal 15 tahun diberikan sebuah kartu identitas elektronik yang bisa dipakai untuk melakukan berbagai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Mereka dapat melakukan pemilihan presiden secara online, membayar pajak online, serta melakukan pembayaran mobile di alat transportasi dan pusat perbelanjaan.

Di dalam sistem e-Estonia, warga dapat mengakses rekam jejak medis mereka, mengajukan izin pembuatan perusahaan, mendaftarkan aset tanah dan rumah milik pribadi, sampai menyimpan dokumen digital yang dilengkapi dengan digital signature. Semua data dienkripsi demi keamanan. Segala pengurusan ini bisa dilakukan dari perangkat mobile sekalipun.

X-Road

Orang yang berjasa dalam menangani seluruh pengembangan dan penerapan TI di Estonia adalah Taavi Kotka, Chief Information Officer resmi pemerintah sekaligus Deputy Secretary General ICT untuk Kementerian Ekonomi dan Komunikasi Estonia.

Dikutip dari tieto.fi, Kotka menyatakan pemikirannya, “Pemerintah adalah monopoli. Jika Anda tidak suka layanan sebuah bank, Anda bisa berganti bank. Tapi, dengan pemerintah, Anda tidak punya pilihan kecuali berganti kewarganergaraan. Oleh karena itu, kami merasakan tekanan yang sangat besar untuk menyediakan layanan publik terbaik karena warga negara kami tak punya opsi lain.”

Estonia membangun infrastruktur bernama X-Road pada tahun 2001 sebagai “jalan tol” bagi seluruh komunikasi elektronik di antara warga, pemerintah, dan pihak swasta, termasuk untuk mekanisme identifikasi dan autentikasi. X-Road memastikan setiap warga mengetahui data apa saja tentang mereka yang dimiliki pemerintah. X-Road juga mengharuskan setiap lembaga memunyai database yang saling kompatibel.

Melihat kesuksesan X-Road, Finlandia berencana mengadopsi infrastruktur ini untuk diterapkan di negaranya. Kotka menyambut minat itu dengan baik. Ia malah bersedia membagi X-Road secara gratis kepada negara-negara lainnya. Bagi pria berusia 35 tahun ini, X-Road adalah contoh nyata dari hubungan baik antarnegara untuk berbagi best practice dalam membangun masyarakat digital.

“Kami bisa berbagi pengetahuan tentang cara melakukan layanan-layanan yang bermanfaat bagi masyarakat, mengamankan data layer, dan melindungi data privasi warga negara,” ujar pemegang gelar European CIO of the Year 2014 ini. Dengan ekosistem TI yang sama, Kotka berharap Finlandia dan Estonia dapat membangun hubungan bisnis yang lebih mudah dan saling menguntungkan.

"Ambisi kami adalah mencapai 10 juta penduduk e-resident (penduduk digital) pada tahun 2025. "
“Ambisi kami adalah mencapai 10 juta penduduk e-resident (penduduk digital) pada tahun 2025. “

e-Residency

Langkah Kotka yang terbilang fenomenal yaitu membuka opsi kartu identitas elektronik di Estonia bagi warga negara asing. Inisiatif ini sebetulnya sudah tercetus sejak tujuh tahun lalu, tapi baru disetujui pemerintah pada April 2014.

Alasan munculnya inisiatif ini untuk membuka keran investasi dari warga negara asing di Estonia. Karena sebelumnya, warga negara asing tidak boleh berpartisipasi aktif dalam jabatan eksekutif di perusahaan di Estonia.

Dalam program ini, warga negara asing dapat mengajukan permohonan untuk memiliki kartu identitas elektronik (e-identity). Jika permohonan disetujui, pemilik kartu identitas elektronik ini dapat melakukan beragam aktivitas dan transaksi bisnis, seperti mengajukan izin pembuatan bisnis, membuka rekening bank. dan membayar pajak, tanpa harus mengunjungi Estonia. Tapi, mereka tidak memperoleh hak pilih ataupun hak berkunjung secara otomatis.

“Ambisi kami adalah mencapai 10 juta penduduk e-resident (penduduk digital) pada tahun 2025. Sekarang ada 80 ribu perusahaan di Estonia. Kalau angka tersebut bisa bertambah dua kali lipat berkat e-residency, itu akan menjadi suatu hal yang besar,” kata Kotka kepada ZDNet.

Sebelum dipercaya sebagai CIO di Estonia, Kotka ialah seorang wirausahawan yang membangun perusahaan perangkat lunak Webmedia. Ia bahkan pernah mendapat penghargaan Entrepreneur of the Year 2011 di Estonia. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa ekosistem bisnis di Estonia akan sangat menarik bagi investor dan wiraswastawan asing.

Membuka rekening bank di Estonia hanya butuh satu hari. Dengan modal rekening bank ini, e-resident sudah bisa berbisnis di negara-negara lain yang tergabung dalam Uni Eropa. Estonia pun menerapkan aturan bebas pajak untuk laba perusahaan yang diinvestasikan kembali (reinvested profit).

Merck Indonesia Merambah Aksi Sosial Lewat Media Digital

Kampanye Klik Hati 2013.
Kampanye Klik Hati 2013.

Banyak cara bagi perusahaan dalam menggunakan media digital. Sebagian besar memakainya untuk melakukan promosi, pemasaran, dan komunikasi dengan pelanggan. Tapi, tidak sedikit juga yang memanfaatkan kanal ini untuk menjalankan aksi sosial. Salah satunya yang dilakukan Merck Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Merck merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di industri farmasi dan kesehatan. Salah satu tanggung jawab sosial mereka adalah menginspirasi masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama manusia. Inilah yang ingin mereka laksanakan dengan menjalankan kampanye Klik Hati.

Diinisiasi pada tahun 2010, Klik Hati bertujuan untuk merangkul komunitas dan individu di tanah air yang bergiat di aksi sosial. “Kami ingin menjadikan Klik Hati sebagai hub [simpul yang menghubungkan] aksi-aksi sosial di Indonesia,” tukas Andy Prabowo (Digital Marketing Manager, Consumer Health – Pharmaceuticals Division, Merck Indonesia).

Klik Hati telah berlangsung rutin setiap tahun dan sudah memberikan apresiasi berupa sokongan dana bagi bagi komunitas dan individu yang paling berjasa bagi sesama. Beberapa komunitas di media sosial seperti Blood For Life, Coin a Chance, Akademi Berbagi, Indonesia Berkebun, Indonesia Bercerita, dan Yatim Online berhasil mengembangkan aksi sosialnya setelah mendapat penghargaan di program Klik Hati.

Dari sisi paparan di media digital pun, total reach audience-nya sangat tinggi. Pada tahun 2012, Klik Hati diganjar penghargaan The Best Social Campaign dari grup media SWA. Pada tahun 2014, Klik Hati memperluas kegiatannya dengan melakukan offline workshop ke universitas-universitas bersama Ernest Prakasa, penulis dan komedian yang didapuk selaku Brand Ambassador Klik Hati.

Integrasi Online dan Offline

Tanya Anemia Center
Kampanye terintegrasi media online dan offline “Tanya Anemia Center”.

Memberi inspirasi dan melakukan edukasi kepada masyarakat adalah cara yang juga dipakai Merck Indonesia dalam strategi pemasaran di media digital.

Andy mencontohkan, ia dan timnya pernah menyelenggarakan kampanye “Tanya Anemia Center (TAC)” pada tahun 2013. Tujuan utama kampanye ini ialah untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit anemia sambil memperkenalkan produk Sangobion.

Kampanye TAC dilakukan secara terintegrasi di media online dan offline. Hasilnya, lebih dari 12 ribu orang berpartisipasi dalam kampanye ini. Pengaruh positif juga dirasakan pada penjualan produk Sangobion yang tumbuh dua digit (tahun sebelumnya hanya satu digit). Sangobion pun memperoleh penghargaan Indonesia Best Brand Award dari majalah Marketing.

Menurut Andy, kesuksesan kampanye TAC membuktikan bahwa integrasi pemasaran digital ke dalam strategi pemasaran secara keseluruhan akan memberi dampak positif.

“Contoh lainnya, saat ini 90% pertanyaan [tentang produk-produk Merck] disampaikan melalui social media dan e-mail, tidak lagi melalui phone call. Ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital oleh konsumen sudah sangat masif. Ini juga menjadi indikasi positif bahwa konsumen mengetahui produk Merck, salah satunya dari media digital,” paparnya.

Teladan di Level Regional

Saat ini, Merck Indonesia memiliki beberapa produk unggulan di kategori Consumer Health, yaitu Sangobion dan Neurobion (untuk konsumen dewasa) serta Seven Seas Kids (untuk konsumen anak-anak). Ketiga merek ini sudah mengimplementasikan strategi pemasaran digital.

“Kami mempunyai tiga website, tiga Facebook Fanpage dengan total lebih dari 250 ribu penggemar, tiga akun Twitter dengan total jumlah follower mendekati 70 ribu, dan dua kanal YouTube dengan total lebih dari 130 ribu view [data per Oktober 2014. red],” kata Andy.

Dalam menangani kanal digital untuk produk Consumer Health ini, Andy dibantu oleh satu orang staf sebagai social media/content moderator. Tim kecil ini bertugas untuk mendefinisikan tujuan dan strategi pemasaran digital untuk setiap merek. Selanjutnya, bekerjasama dengan agency, tim akan melakukan eksekusi kampanye, pengawasan, dan perbaikan untuk meyakinkan bahwa tujuan yang sudah disepakati tercapai. Agency juga berperan dalam mengelola media sosial serta menjadi rekan brainstorming untuk mencari ide-ide baru dalam pemasaran digital.

Web Seven Seas yang berisi informasi, kuis, dan games.
Web Seven Seas yang berisi informasi, kuis, dan games.

Andy mengungkapkan bahwa tim digital marketing Merck Indonesia, khususnya divisi Consumer Health, sudah dipandang lebih advanced jika dibandingkan dengan digital marketing di negara lainnya. Bahkan, ada beberapa kampanye digital yang lahir dari inisiatif tim di Indonesia yang kemudian dibawa ke level regional karena dianggap memberikan hasil yang bagus saat dijalankan di sini.

Seperti apa kampanye digital yang dianggap berhasil oleh Merck Indonesia? “Cara kami mengukur keberhasilan sebuah kampanye sangat bergantung pada objective yang akan dicapai. Contohnya, jika objective-nya adalah awareness produk, parameter yang digunakan akan terkait dengan media placement. Misalnya: reach, cost per click, dan sebagainya. Namun, jika objective-nya adalah create sales/demand, parameter yang diukur adalah jumlah partisipan yang datang ke apotek, jumlah penjualan, dan lain-lain,” Andy menjelaskan.

Investasi Lebih Terukur

Yang pasti, semua investasi yang dilakukan untuk kegiatan pemasaran di media digital memang lebih bisa diukur dengan mudah. Perusahaan bisa mengetahui efektivitas promosi secara lebih baik. Di samping meningkatkan akuntabilitas, pemasaran digital juga berarti kesempatan komunikasi dua arah untuk menjalin keterikatan dengan pelanggan.

“Namun, perlu dicatat bahwa digital marketing tidak lantas kemudian mematikan traditional marketing. Sifatnya lebih kepada saling melengkapi atau sering kami sebut sebagai integrated strategy (360 degree strategy),” imbuh Andy.

Ia mengingatkan untuk sebisa mungkin mengintegrasikan metode pemasaran digital dan tradisional untuk mendapatkan dampak yang lebih besar. Dalam menerapkan pemasaran digital pun, jangan hanya terbatas pada media sosial seperti Facebook atau Twitter karena itu hanyalah alat bantu.

“Kalau suatu saat media sosial itu tutup, seperti kasus Friendster, apakah kemudian aktivitas pemasaran digital juga harus terhenti? Tentu saja tidak,” tegas Andy. Jadi, setiap kegiatan pemasaran digital harus selalu diawali dengan tujuan dan parameter pencapaian yang jelas. “Mulai dengan aktivitas kecil asal terukur dan tujuannya jelas,” sarannya.

Belum Bisa Beli iPad? Ada Mi Pad, Tablet Rp3 Juta dari Xiaomi

mi pad tablet harga 3 juta

Di samping mengumumkan jadwal kehadiran Redmi 2, Hugo Barra (VP Global, Xiaomi) juga mengungkap rencana peluncuran tablet Xiaomi yang bernama Mi Pad di pasar Indonesia.

“Dibanderol dengan harga Rp2.999.000, Mi Pad adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang belum mampu membeli iPad,” seloroh Barra.

Komputer tablet debutan Xiaomi ini mengemas layar IPS 7,9 inci beresolusi 2048 x 1536 pixel dengan kerapatan 326ppi. Lapisan Gorilla Glass 3 melindungi layar ini sehingga lebih tahan goresan. Ada kamera depan 5MP dan kamera belakang besutan Sony dengan bukaan f/2.0 dan resolusi 8MP.

Lalu, seperti apa jeroan Mi Pad? Chip Nvidia Tegra K1 quad-core 2,2GHz menjadi otak dari perangkat ini, ditambah GPU Kepler 192-core, RAM 2GB, dan storage 16GB (ditambah selot microSD). Baterai berkapasitas 6.700mAh menambah kuat daya tahan tablet ini.

Mi Pad ditawarkan dengan lima varian warna. Sama seperti Redmi 2, tablet ini akan mulai dipasarkan secara online melalui situs Lazada Indonesia pada 8 April 2015 pukul 11.00.

Informasi lengkap tentang Mi Pad: http://www.mi.com/id/mipad/

Xiaomi Redmi 2 Siap Meluncur di Indonesia dengan Harga 1,59 Juta Rupiah

"Sambutan masyarakat Indonesia terhadap produk-produk kami sangat luar biasa. Karenanya kami akan terus melanjutkan kehadiran Xiaomi di sini dengan membawa sentuhan baru, termasuk memodifikasi tema MIUI dengan konsep lokal," ujar Hugo Barra (VP Global, Xiaomi) di Jakarta, hari ini (1/4).
“Sambutan masyarakat Indonesia terhadap produk-produk kami sangat luar biasa. Karenanya kami akan terus melanjutkan kehadiran Xiaomi di sini dengan membawa sentuhan baru, termasuk memodifikasi tema MIUI dengan konsep lokal,” ujar Hugo Barra (VP Global, Xiaomi) di Jakarta, hari ini (1/4).

Xiaomi siap melanjutkan kiprahnya di tanah air dengan meluncurkan smartphone terbaru, Redmi 2.

Penerus Redmi 1S ini akan dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp1.599.000. Rencananya, penjualan akan dilakukan secara online melalui situs Lazada Indonesia mulai 8 April 2015 pukul 11.00.

Xiaomi Redmi 2 mengusung layar IPS HD 4,7 inci berlapis AGC Dragontrail Glass dengan lebar bingkai 3,1mm saja.

Di dalamnya, terdapat chip Snapdragon 410 quad-core 1,2GHz 64-bit, GPU Adreno 306, RAM 1GB, storage 8GB (ditambah selot microSD), serta baterai 2.200mAh (support Quick Charge 1.0). Tersedia juga kamera belakang Omnivision 8MP f/2.2 dengan lensa wide-angle 28mm dan kamera depan 2MP.

xiaomi redmi 2

Hebatnya, smartphone dengan harga terjangkau ini sudah mendukung dual-SIM yang keduanya bisa beroperasi jaringan 4G untuk FDD-LTE Band 3 (1800MHz), 7 (2600MHz), dan 8 (900MHz). Walhasil, ponsel ini dapat langsung dipakai di jaringan LTE yang telah tersedia di tanah air.

Redmi 2 hadir dengan sistem operasi Android 4.4.4 KitKat yang dibalut antarmuka MIUI 6. Di antarmuka ini, panggilan telepon bisa digeser ke floating notification di bilah bagian atas, ada fasilitas auto-setup untuk lebih dari 120 ribu domain e-mail, serta pemindahan posisi ikon secara kolektif.

Informasi lengkap tentang Redmi 2http://www.mi.com/id/redmi2/

Tiket.com Luncurkan Aplikasi Mobile Reservasi Tiket Kereta Api Online

tiket-comJakarta, InfoKomputer – Perusahaan travel online Tiket.com meluncurkan aplikasi mobile layanan online untuk pemesanan tiket kereta api non-commuter line. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pemesanan tiket kereta api mudik.

Aplikasi mobile Tiket.com ini dimunculkan untuk memudahkan pengguna Tiket.com melakukan transaksi tiket kereta api secara online melalui platform iOS, Android, dan Windows Phone. Aplikasi mobile layanan kereta api online ini melengkapi layanan aplikasi mobile pesawat dan akomodasi yang sebelumnya sudah ada dalam aplikasi mobile Tiket.com yang dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat di application store masing-masing platform.

Menurut Gaery Undarsa  (Managing Director Tiket.com), hadirnya aplikasi mobile pemesanan tiket kereta api online di Tiket.com akan memudahkan masyarakat dalam melakukan pemesanan tiket kereta api, terutama jelang mudik Lebaran nanti.

Gaery menuturkan, rata-rata masyarakat melakukan pemesanan tiket kereta api jauh hari agar mendapatkan tempat dan layanan kereta api sesuai yang diinginkan. Tiket.com meluncurkan aplikasi mobile ini agar masyarakat dapat melakukan pemesanan kapan dan dimana saja. “Selain menghindari percaloan, pengguna Tiket.com juga tidak perlu repot mengantre di loket, dapat melakukan pengecekan jadwal kereta api, hingga memilih nomer kursi yang tersedia sesuai keinginannya,” imbuh Gaery.

Aplikasi mobile Tiket.com tersedia selama 24 jam  nonstop untuk memudahkan akses pengguna layanan travel online. Harga yang dimunculkan Tiket.com sesuai dengan tarif resmi yang dikeluarkan PT KAI. Validasi sistem pemesanan tiket kereta api terintegrasi dengan sistem reservasi PT KAI dengan menggunakan metode API (Application Programming Interface) dan didesain secara cermat oleh Tiket.com disesuaikan dengan ketentuan dari PT KAI. Pasca pembayaran, Tiket.com akan memberikan kode reservasi lengkap dengan nomer kursinya untuk ditukarkan dengan tiket fisik di stasiun kereta api atau mesin cetak otomatis PT KAI.

Gaery membeberkan, saat ini pengguna layanan booking kereta api menjadi penjualan terbanyak kedua di Tiket.com setelah layanan pemesanan tiket pesawat terbang. “Tahun ini dengan keanggotaan yang saat ini meningkat menjadi 1,5 juta pengguna, kami menargetkan pemesanan tiket kereta api online melalui Tiket.com dapat meningkat sebesar 150%”, tukas Gaery.

Review Smartphone