Arsip Harian: Apr 2, 2015

Microsoft Surface 3, Tablet Windows 8.1 yang Dilengkapi Office 365

microsoft-surface-3

Setelah sukses dengan Surface Pro 3 yang hadir tahun lalu, Microsoft kini memperkenalkan komputer tablet dengan harga lebih terjangkau, Surface 3.

Tablet berbasis Windows 8.1 ini sudah dilengkapi paket gratis berlangganan Office 365 Personal selama satu tahun. Artinya, pengguna dapat melakukan kegiatan produktivitas dengan Outlook, Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote, ditambah penyimpanan cloud di OneDrive. Di akhir tahun, pengguna bisa meng-upgrade ke Windows 10 dengan gratis.

Surface 3 diklaim sebagai Surface paling tipis dan ringan yang pernah ada. Dengan layar ClearType HD 10,8 inci (dibandingkan Surface Pro 3 yang punya layar 12 inci), tablet ini memiliki ketebalan hanya 8,7 mm dan bobot 622 gram saja.

Dapur pacu Surface 3 diisi oleh prosesor Intel Atom dari keluarga terbaru, yaitu Atom x7-Z8700 quad-core 1,6GHz, pilihan RAM 2/storage 64GB atau RAM4GB/storage 128GB, dengan baterai yang awet sampai 10 jam pemakaian. Kamera belakang memiliki resolusi 8MP, sedangkan kamera depan 3,5MP.

Untuk konektivitas, terdapat porta USB 3.0, mini DisplayPort, microSD, microUSB, dan WiFi. Ada pula varian yang mendukung 4G LTE, bergantung pada ketersediaan di tiap negara.

Sebagai alat input, Surface 3 dilengkapi pilihan aksesoris seperti Type Cover yang berfungsi sebagai cover, keyboard portabel, sekaligus penopang, serta Surface Pen bagi pengguna yang membutuhkan stylus untuk menggambar/mendesain.

Jajaran Surface 3 telah dipasarkan mulai harga US$499 melalui sistem pre-order di situs Microsoft Store serta toko-toko retail di negara-negara terpilih. Sayangnya Indonesia masih belum termasuk ke dalam negara yang menjadi lokasi pemasaran Surface. Paling dekat Anda bisa mencarinya ke Malaysia dan Singapura.

Tren Surface sendiri terbilang positif dalam satu tahun terakhir ini. Pendapatan Microsoft dari produk ini meningkat 24% menjadi US$1,1 miliar pada kuartal keempat 2014 jika dibandingkan kuartal yang sama di tahun 2013. IDC memperkirakan Surface memiliki 5,1% pangsa pasar tablet pada tahun 2014 dengan jumlah pengapalan 11,6 juta unit.

CEO Fortinet Beri Pandangan Tentang Keamanan Cyber di Depan Barack Obama

Ken Xie (Founder, Chairman, CEO Fortinet).
Ken Xie (Founder, Chairman, CEO Fortinet).

Fortinet mengumumkan bahwa Ken Xie (pendiri, chairman, sekaligus CEO saat ini) diundang sebagai salah satu partisipan dalam acara “White House Summit on Cybersecurity and Consumer Protection”. Acara itu sendiri telah berlangsung 13 Februari silam di Stanford University.

Dalam acara tersebut, para pemimpin dari seluruh dunia di bidang-bidang seperti industri, perusahaan teknologi, penegakan hukum, pendukung hak privasi konsumen, serta pakar hukum, berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang terkait dengan keamanan cyber dan perlindungan terhadap konsumen.

Topik-topik yang diusung dalam konferensi itu misalnya kolaborasi pemerintah dan swasta dalam keamanan cyber, peningkatan praktik keamanan cyber pada organisasi dan bisnis berorientasi konsumen, promosi teknologi pembayaran yang aman, serta kerja sama internasional dalam penegakan hukum yang terkait keamanan cyber.

Kehadiran Ken Xie, juga seorang alumnus Stanford University dengan gelar Master of Science di jurusan Electrical Engineering, dianggap penting karena pengalamannya selama lebih dari 25 tahun dalam industri keamanan cyber.

Pada tahun 1997, Xie mendirikan Netscreen, perusahaan keamanan internet yang kemudian diakusisi Juniper Networks senilai US$4 miliar. Selanjutnya di tahun 2000, ia mendirikan Fortinet yang sampai sekarang menjadi pemimpin di industri keamanan dengan market cap lebih dari US$5 miliar.

Di dalam acara ini, Xie mengutarakan pandangannya mengenai kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam keamanan cyber.

“Kerja sama antara kedua sektor ini sangat penting dalam mengatasi ancaman yang dihadapi pelaku bisnis, pemerintah, dan konsumen belakangan ini. Diskusi di Silicon Valley ini dapat menjadi kesempatan bagi mereka untuk berbagi wawasan tentang lanskap ancaman keamanan modern dan bagaimana langkah-langkah baru untuk melindungi konsumen dari kejahatan cyber,” papar Xie.

“Fortinet sangat bangga dapat mengambil bagian dalam upaya perlindungan cyber di negara ini (Amerika Serikat),” lanjut Xie pada konferensi yang juga dihadiri oleh Presiden AS Barack Obama itu.

Blaupunkt Hadirkan Soundphone Sonido X1+, Smartphone dengan Audio Premium

Blaupunkt-X1+

Daya tarik pasar gadget yang begitu kuat membuat Blaupunkt yang dikenal dengan produk home and car audio equipment memutuskan turut berkecimpung dengan memperkenalkan smartphone perdananya.

Awal April 2015 ini, brand populer asal Jerman ini memperkenalkan smartphone debutan lewat seri Soundphone Sonido X1+ yang berbasiskan sistem Android 4.4 (KitKat). Nah kelebihan unik handset ini adalah pada kualitas audio yang diklaim menyajikan output high-end yang berbeda dibandingkan dengan smartphone lainnya.

“Kami yakin kualitas audio jadi kriteria penting bagi mereka yang mendambakan gadget untuk berkomunikasi dan hiburan. Di smartphone ini, kami ingin memberikan pengalaman audio yang mengesankan untuk aktivitas musik, video, dan juga games,” jelas Raimund Zundorf, Managing Director Blaupunkt Germany.

Julio Sanjaya, General Marketing Blaupunkt Indonesia, juga menambahkan bahwa handset ini tampil unik dengan warisan faktor audio-video Blaupunkt yang melegenda.

Soundphone Sonido X1+ merupakan phablet berlayar IPS 5,5 inci Full-HD dengan lapisan kaca DragonTrail yang kuat. Komponen utamanya tergolong mid-end dengan chipset Mediatek octa-core 1,7GHz, RAM 2GB, dan storage internal 16GB.

Yang membuatnya berbeda, paket penjualan phablet ini juga menyertakan headphone BPA-102 dengan spesifikasi SPL 108dB yang memberikan keluaran suara yang jernih dan kuat. Headset ini sendiri tergolong produk premium bagi konsumen yang butuh detail suara dari gadget mereka.

Untuk mendukung tren selfie, Soundphone Sonido X1+ dilengkapi kamera utama 13,2MP bersensor CMOS Sony IMX214 dan kamera depan 8MP yang didukung feature percantik wajah (Auto Beauty). Meski terbilang pemain baru dan fasilitas utama yang ditawarkan tak berbeda dengan kompetitor, Blaupunkt tetap optimis Sonido akan direspons pasar terutama pecinta audio yang paham akan kualitas produk mereka selama ini.

Soundphone Sonido X1+ sendiri sudah bisa dipesan (pre-order) di Lazada dengan harga Rp 4,8 juta.

Blaupunkt juga sudah menghadirkan Cape Town 940, sebuah head unit layar sentuh berbasis Android sebagai modul entertainment di mobil. Peranti Double-din ini memiliki layar sentuh 6,8 inci, port USB/HDMI/HML, dan slot kartu microSD. Dapur pacunya ditenagai prosesor dual-core MST786 Cortex-A9 dengan RAM 1GB dan penyimpanan internal 8GB.

Spesifikasi Blaupunkt Soundphone Sonido X1+
Jaringan: GSM 2G/3G
Layar : IPS 5,5″ resolusi 1080×1920 pixel + DragonTrail
Sistem : Android 4.4 (KitKat)
Prosesor: Mediatek MT6592 1,7GHz (octa-core Cortex-A7)
Grafis : Mali-450MP
RAM : 2GB
Memori : 16GB
Kamera : 8MP + 13,2MP
Koneksi : WiFi, WiDi, GPS+GLONASS, Bluetooth 4.0, microUSB 2.0
Baterai : Li-ion 3000mAh
Dimensi : 14,8×7,4×0,78 cm
Bobot : 140 gram
Harga : Rp 4.799.000 (termasuk headphone BPA-102)

Berkat 4G, ZTE Raih Laba 94%

Dollar Moving upJakarta, InfoKomputer – Tingginya penjualan perangkat jaringan dan smartphone 4G sukses menelurkan laba bersih ZTE selama satu tahun sebesar 94%.

Vendor telekomunikasi, enterprise dan solusi mobile ini mengumumkan laba bersih tahun 2014 yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan meningkat menjadi RMB 2,63 miliar (US$423,5 juta). Sementara itu pendapatan per saham naik menjadi RMB 0,77 dan total pendapatan naik sebesar 8,3% menjadi RMB 81,47 miliar, meningkat sebesar 94% dari laba tahun 2013 sebesar 1,36 miliar.

Selama tahun 2014, ZTE merupakan penyedia solusi 4G yang paling cepat berkembang di dunia. Hal ini sejalan dengan pengenalan solusi jaringan yang inovatif, seperti Cloud Radio, QCell, UBR dan Magic Radio yang membantu perusahaan memenangkan bisnis internasional. ZTE pun mengukuhkan posisinya di pasar 4G dengan memimpin penelitian teknologi 5G dan menjadi perusahaan pertama yang menawarkan base station pra5G.

ZTE juga mencatat adanya pertumbuhan pada bisnis produk data center mereka. Pangsa pasar ZTE mengalami peningkatan di pasar jaringan transportasi optik yang didapat dari penjualan produk wireline dan komunikasi optik. Dengan demikian, ZTE mempertahankan kepemimpinannya di industri PTN, produk EPON, dan pertumbuhan produk access terminal dan GPON. Pendapatan ZTE dari operasional mereka di seluruh dunia mencapai RMB 40,89 miliar, 50,2% dari total pendapatan.

Melihat tahun 2015, pertumbuhan pasar telekom tradisional sedang menghadapi hambatan. Namun, karena pertumbuhan layanan data yang tinggi, para operator sedang melakukan transisi ke layanan internet. Pada saat yang sama, era internet mobile akan menjadi tema utama dari perkembangan industri telekomunikasi, dari komunikasi interpersonal yang tradisional, secara bertahap meluas ke komunikasi personal dan objek.

Review Smartphone