10 | April | 2015 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 10, 2015

InfoKomputer April 2015: Dari Retail Offline Menjadi Toko Online

iklan promosi INFO April 2015 (1)

Nilai pasar e-commerce di Indonesia terus bertumbuh setiap tahun. Berdasarkan laporan eMarketer, angkanya diperkirakan mencapai angka US$3,56 miliar pada tahun ini. Akan tetapi, nilai ini masih jauh jika dibandingkan dengan nilai transaksi yang dilakukan pada bisnis retail di toko offline. Persentasenya baru mencakup 0,8% pada tahun ini.

Hal ini menunjukkan bahwa masih besar sekali potensi yang dimiliki di dalam bisnis retail online. Dengan jumlah pengguna internet yang kian bertambah setiap tahun, diiringi kemudahan yang bisa ditawarkan oleh transaksi online, tidak mengherankan kalau jumlah pelaku bisnis e-commerce di Indonesia semakin menjamur.

Dalam satu setengah tahun terakhir saja, telah hadir tiga situs e-commerce anyar yang didukung oleh operator telekomunikasi, yaitu Elevenia, Blanja.co, dan Cipika.co.id. Mereka ingin mengikuti cerita sukses para pelaku retail online yang sudah eksis lebih dulu. Di antaranya adalah Lazada, Zalora, Berrybenka, Bilna, dan Dinomarket.

Kesuksesan pebisnis retail online ini rupanya cukup mengusik sejumlah pelaku industri retail yang awalnya hanya berfokus pada toko offline (brick-and-mortar shops).

Melihat pasar yang sudah cukup familiar dengan belanja online, mereka memutuskan untuk membuka jalur distribusi baru melalui kanal online. Ada yang memilih untuk bekerjasama dengan retail online yang sudah ada. Tapi, tidak sedikit pula yang memilih untuk membangun toko online sendiri.

Salah satu retail offline yang sudah terbukti sukses dalam menggarap bisnis online adalah The Body Shop Indonesia. Sementara itu, pelaku bisnis minimarket Alfamart sedang serius memopulerkan toko online-nya, Alfaonline. Di lain pihak, konglomerasi Lippo Group sedang membangun megaproyek MatahariMall.com yang bernilai 500 juta dollar AS.

Bagaimana kiat para pebisnis offline dalam beradaptasi dengan ranah yang berbeda ini? Strategi apa saja yang mereka siapkan demi mengubah kebiasaan belanja pelanggan dari offline ke online?

Artikel lain di InfoKomputer April 2015:

001 Cov InfoKom-Apr 15

Peran e-Budgeting dalam Pencegahan Korupsi

Terlepas dari kontroversi yang terjadi antara Gubernur dan DPRD DKI Jakarta, e-budgeting sebenarnya merupakan sistem revolusioner untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Contoh suksesnya di Kota Surabaya. Sudah waktunya e-budgeting menjadi program wajib bagi seluruh daerah di Indonesia.

Bahaya Mengintai di Balik Freeware

Begitu mudah bagi kita untuk tergiur mengunduh aneka software gratis. Tapi, ingatlah kata bijak ini: “If it is free, then you are the product”. Ya, ternyata di balik manisnya freeware, banyak terdapat bahaya berupa malware dan spyware yang sengaja disusupkan untuk memata-matai aktivitas kita. Apa saja bahaya yang ditimbulkan dan bagaimana menghindarinya?

Review 5 Wireless Hard Disk Portabel

Dengan bentuk yang ringkas dan portabel, serta kapasitas simpan yang besar, hard disk eksternal dengan koneksi nirkabel menjadi solusi yang tepat untuk menyimpan dan membawa berkas penting Anda saat bekerja mobile. Kami menguji lima produk hard disk nirkabel dari Seagate, ADATA, Patriot, Western Digital, dan Transcend yang bisa menjadi pilihan Anda.

Ada banyak artikel menarik lain yang bisa Anda dapatkan di InfoKomputer edisi April 2015 ini. Silakan kunjungi toko buku terdekat untuk mendapatkannya. Jika ingin berlangganan, Anda bisa melakukannya di sini. Anda juga bisa mendapatkan InfoKomputer versi digital melalui aplikasi Scoop, WayangForce, Scanie, dan IndoBooks.

Belajar Main Saham, Dapat Uang Jutaan di Indosat Stock Trading Contest

CEO Indosat, Alexander Rusli, saat membuka acara ini di Bursa Efek Indonesia
CEO Indosat, Alexander Rusli, saat membuka acara ISTC di Bursa Efek Indonesia

Meski di Indonesia terdapat 250 juta penduduk, ternyata hanya 500 ribu orang (atau 0,2%) yang terdaftar menjadi investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu pun sebagian di antaranya adalah warga negara asing. Bandingkan dengan negara Asia Tenggara lain seperti Singapura atau Malaysia yang 30% dan 13% warganya telah berinvestasi di pasar modal.

Hal itulah yang mendorong Indosat meluncurkan lomba bernama Indosat Stock Trading Contest (ISTC). Melalui program ini, Indosat berharap semakin banyak warga Indonesia yang mengerti cara berinvestasi di pasar modal dan kemudian tertarik menjadi investor sungguhan. “Lomba ini adalah wujud keseriusan Indosat mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendidikan, utamanya untuk kalangan muda,” ungkap CEO Indosat, Alexander Rusli.

Konsep lombanya kurang lebih seperti ini. Anda akan mendapat dana virtual sebesar Rp1 miliar. Tugas Anda adalah mengembangkan modal dasar itu setinggi-tingginya dengan melakukan aktivitas jual beli saham. Seluruh pergerakan harga saham sendiri secara real-time mengacu kepada data BEI, sehingga bisa dibilang Anda seperti investor pasar modal sungguhan yang menghadapi situasi pasar sebenarnya.

Agar lomba semakin menarik, Indosat menjanjikan hadiah bagi mereka yang bisa paling tinggi mengembangkan modal awalnya. Tiap dua minggu, akan dipilih lima pemenang yang masing-masing akan mendapatkan uang Rp1 juta rupiah dalam bentuk saldo Indosat Dompetku. Tidak cuma itu. Di akhir periode, akan dipilih 15 peserta terbaik yang berhak mendapatkan Rp2 juta dalam bentuk saldo Indosat Dompetku dan kesempatan mengikuti pelatihan khusus dari para pakar bursa saham Indonesia.

Setelah itu, mereka akan mengikuti babak final berupa lomba trading berdurasi 1 hari. Hadiahnya? Sangat menggiurkan, yaitu uang tunai senilai Rp10 juta, saldo Indosat Dompetku senilai Rp5 juta, serta penyertaan modal senilai Rp20 juta. Peserta juga akan mendapatkan smartphone canggih dari Nokia.

Lomba ITSC ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung 8 April – 30 September 2015. Tertarik? Silakan daftar di situs resmi ISTC. Anda juga bisa mengikuti berita terbaru di akun Twitter dan Facebook ISTC.

Yuk, belajar main saham sambil berlomba mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah!

Review Lenovo A6000: Smartphone 4G dengan Harga Terjangkau dan Audio Memikat

Lenovo A6000
Lenovo A6000

Mulai dioperasikannya jaringan mobile 4G LTE di Indonesia oleh operator-operator besar membuat para produsen smartphone berlomba memasarkan produknya yang telah mendukung teknologi ini. Sayangnya, beberapa smartphone 4G yang ada di pasaran masih dibanderol cukup tinggi.

Tak heran bila kemunculan varian smartphone 4G dengan harga terjangkau langsung diserbu banyak peminat meski layanan 4G ini sebetulnya belum bisa dinikmati merata di Indonesia. Salah satunya adalah Lenovo A6000 yang baru saja dirilis oleh Lenovo dalam flash sale yang digelar online di situs Lazada, akhir Maret lalu. Hasilnya luar biasa; 10 ribu unit habis dipesan dalam waktu 10 menit saja.

Hal apa saja yang membuat Lenovo A6000 mendapat respons bagus tersebut?

Bermain di kelas entry-mid level, Lenovo A6000 sebenarnya mengusung bentuk fisik yang bersahaja. Layar IPS 5 inci beresolusi HD terbilang cerah dalam berbagai kondisi. Namun, jika dalam kondisi temaram, Anda yang belum terbiasa mungkin sulit mengatahui posisi soft button utama (Menu, Home, Back) akibat ketiadaan pencahayaan (backlight) pada tombol utama ini. Sedangkan di bagian belakang, back cover bermaterial plastik yang kesat di tangan tak membuatnya tampil istimewa.

Soft button di bagian bawah tidak disertai backlight.
Soft button di bagian bawah tidak disertai backlight.

Dari sisi antarmuka, Lenovo menawarkan gaya khasnya dengan Vibe UI yang menghadirkan icon dan gambar latar yang cerah. Di sini, Lenovo meniadakan ruang pengumpul aplikasi (App Drawer) alias menampilkan semua aplikasi langsung di layar pembuka. Kesannya memang praktis, namun juga terlihat sesak oleh icon-icon tersebut bila tak dikelompokkan.

Dengan besar memori 1GB dan penyimpanan internal 8GB, Lenovo A6000 sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi pendukung khas Lenovo, seperti SecureIT, ShareIT, dan SyncIT. Aplikasi-aplikasi ini antara lain berguna sebagai antivirus dan pelindung keamanan, berbagi file lewat koneksi nirkabel, dan sinkronisasi berkas-berkas dari smartphone lama.

Lenovo juga menyematkan aplikasi-aplikasi native yang biasa digunakan konsumen di Indonesia, seperti Facebook, Twitter, Skype, Evernote, Guvera, Scoop, dan UC Browser. Deretan aplikasi ini memang memakan memori yang cukup besar. Untungnya, Anda bisa menghapus aplikasi yang tidak dibutuhkan.

Yang menjadi otak dari handset setebal 8,2 mm ini adalah chipset 64-bit Snapdragon 410 quad-core 1,2GHz yang telah mendukung koneksi 4G. Namun, perlu diketahui bahwa jalur 4G di A6000 hanya menerima 4G di frekuensi 1.800 MHz. Padahal, frekuensi 4G yang saat ini dioperasikan di tanah air adalah 900 MHz. Dengan demikian, untuk menikmati layanan 4G di ponsel ini, Anda harus menunggu sampai kanal 1.800 Mhz dibuka untuk 4G yang diperkirakan pada pertengahan atau akhir tahun ini.

Speaker sterero di bagian belakang didukung Dolby audio untuk mengeluarkan suara lebih mewah.
Speaker sterero di bagian belakang didukung Dolby audio untuk mengeluarkan suara lebih mewah.

Sementara itu, untuk memperkuat daya tarik multimedia, Lenovo A6000 dipasangi speaker stereo dengan teknologi Dolby Digital Plus yang menurut kami jadi salah satu kelebihan menarik.

Kesimpulan kami, Lenovo A6000 yang muncul dengan kekuatan audio, dukungan 4G, antarmuka cerah, serta harga yang ramah di kantung akan bersaing dengan beberapa model serupa yang juga hadir, misalnya Polytron ZAP 5 dan Xiaomi Redmi 2. Namun, dukungan nama besar, jalur distribusi, dan sekali lagi harga ekonomis memang membuatnya mudah diterima masyarakat.

PLUS:

Dual-SIM (4G + 2G); kinerja lumayan; antarmuka menarik; dukungan 4G; speaker stereo dengan Dolby Digital Plus; daya tahan baterai; harga ekonomis.

MINUS:

Tanpa LED notifikasi; sensor sedikit.

Hasil Pengujian

Dengan spesifikasi inti yang setara, tidak banyak perbedaan performa yang terlihat antara Lenovo A6000 dan smartphone kelas menengah Samsung Galaxy Grand Prime. Lenovo lebih unggul di resolusi layar dan dukungan 4G, sedangkan Samsung lebih baik dalam urusan kamera dan baterai. Tapi, Grand Prime justru dibanderol satu juta rupiah lebih mahal daripada A6000.

Samsung Galaxy Grand Prime Lenovo A6000
Antutu Benchmark 5.6 21.227 20.782
Smartbench 2012

Productivity

Games

 

6225

4007

 

6007

3168

Quadrant Advanced 2.1 12320 11371
Linpack Pro

Single-Thread

Multi-Thread

 

111,782 MFLOPS

222,837 MFLOPS

 

112,734 MFLOPS

226,817 MFLOPS

NenaMark v2.4 59,4 fps 54,1 fps
3DMark 1.4

720

1080

Unlimited

 

5403

2655

4528

 

5352

2672

4428

*skor makin tinggi makin bagus

Spesifikasi Lenovo A6000

Prosesor Qualcomm Snapdragon 410 MSM8916 1,2GHz (quad-core ARM Cortex-A53)
RAM 1GB
Chip grafis Adreno 306
Jaringan selular 2G: 850/900/1800/1900MHz; 3G: 850/900/2100MHz; 4G: 1800 MHz
Internal storage 8GB
Wireless WiFi (802.11 b/g/n), WiDi, Bluetooth 4.0, A-GPS
Koneksi lain micro USB, audio 3,5mm
Kamera 2MP & 8MP (belakang)
Layar IPS 5″ / 720×1280 pixel (294ppi) / Capacitive touchscreen
Baterai Li-polimer 2.300mAh
Bobot / dimensi 128 gram / 14,1x7x0,82 cm
Sistem operasi Android 4.4.4 (KitKat)
Situs Web www.lenovo.com
Garansi 1 tahun
Harga kisaran* Rp 1.499.000

Besok, Tiket.com Mulai Jual Tiket Kereta Lebaran

tiket-keretaJakarta, InfoKomputer –  Memasuki H-90 arus mudik Lebaran, perusahaan travel online Tiket.com mulai membuka layanan pemesanan tiket kereta api untuk mudik Lebaran.  Bahkan kereta Lebaran H-7 sudah bisa dibeli pada Sabtu (11/04).

Wajar saja jika Tiket.com sudah membuka penjualan tiket kereta lebaran. Pasalnya tahun ini Tiket.com menargetkan peningkatan 150% dari tahun sebelumnya untuk pemesanan tiket kereta api mudik Lebaran melalui layanan travel online-nya. Pada 2014 lalu Tiket.com berhasil menjadi agen penjualan tiket kereta api online dengan transaksi terbanyak dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi lonjakan trafik transaksi periode mudik lebaran, Tiket.com secara intensif juga telah melakukan pemeriksaan berkala sistem online yang digunakan dan melakukan pengembangan server dari yang jumlahnya 14 server di awal tahun 2014 menjadi 44 server di tahun ini.

Menurut Gaery Undarsa (Managing Director Tiket.com), mulai dibukanya layanan pemesanan tiket kereta api secara online di Tiket.com merupakan bagian dari upaya Tiket.com dalam memberikan kemudahan masyarakat untuk menyiapkan perencanaan perjalanan pada periode mudik Lebaran nanti.

“Peran teknologi data dan internet tentu membuat Tiket.com mampu memberikan kemudahan transaksi secara online sehingga pengguna dapat menentukan rencana keberangkatan dan memilih kursi yang diinginkan secara mudah dan efisien waktu karena dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun tanpa antre,” tukas Gaery.

Tiket.com mengklaim terjadi peningkatan omset penjualan tiket kereta api tahun lalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai 1000% dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan trafik setiap tahun membuat Tiket.com melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur dan sistem terutama jelang periode mudik Lebaran.

Validasi sistem pemesanan tiket kereta api terintegrasi dengan sistem reservasi PT KAI dengan menggunakan metode API (Application Programming Interface) dan didisain secara cermat oleh Tiket.com disesuaikan dengan ketentuan dari PT KAI.

Prosedur transaksi pemesanan tiket kereta api melalui Tiket.com terbilang mudah. Jadwal dan stasiun pemberangkatan dapat dipilih melalui data pencarian. Setelah memasukkan data penumpang, memilih kursi, dan memilih model pembayaran, pengguna Tiket.com dapat melakukan pembayaran melalui 15 metode pembayaran termasuk kartu kredit, transfer ATM, KlikBCA maupun Mandiri ClickPay untuk mendapatkan voucher yang berisi detail perjalanan lengkap dengan kode pemesanannya.

Pasca pembayaran, Tiket.com akan memberikan kode reservasi lengkap dengan nomer kursinya untuk ditukarkan dengan tiket fisik di stasiun  kereta api. Bahkan jika di stasiun terdapat mesin cetak otomatis PT KAI, pelanggan tidak perlu mencetak voucher Tiket.com karena cukup memasukkan detail yang akan Tiket.com kirimkan melalui SMS 3 jam sebelum keberangkatan kereta api ke mesin cetak otomatis tersebut.

Logitech G Bakal Digunakan Tim Gaming Amerika di Setiap Kompetisi eSports

Cloud9 dan Team SoloMid perpanjang kerjasama dengan Logitech G yang secara ekslusif akan digunakan pada setiap kompetisi eSports.
Cloud9 dan Team SoloMid perpanjang kerjasama dengan Logitech G yang secara ekslusif akan digunakan pada setiap kompetisi eSports.

Pada 8 April 2015, Logitech sebagai penyedia perangkat gaming terkemuka mengumumkan bahwa produk andalannya yaitu Logitech G, secara eksklusif digunakan oleh dua organisasi gaming profesional terdepan di Amerika pada tahun ini.

Dua organisasi gaming profesional yang dimaksud yaitu Cloud9 (C9) dan Team SoloMid (TSM).

Tim Cloud9 terdiri dari 45 pemain untuk memainkan Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO), DoTA 2, Halo, Hearthstone, Heroes of the Storm, League of Legends (LoL), Smite, dan Super Smash Bros. Melee. Tim LOL, tahun lalu menempati posisi pertama dalam League Championship Series (LCS) pada musim semi tahun 2014 lalu.

Sementara itu, dengan anggota berjumlah 13 pemain, TSM merupakan tim liga legenda terpopular di dunia dan baru-baru ini membentuk tim Hearthstone dan CS:GO. TSM telah mendapatkan hasil yang gemilang di musim 2014, dengan menduduki peringkat 10 besar selama LoL World Finals dan menjadi yang terbaik pertama di LCS Summer 2014. Tim berharap tetap mendominasi kepemimpinannya pada musim ini.

Meski belum dilempar secara resmi ke pasaran, perangkat keras Logitech G seperti headset, mice, keyboard, dan mouse pad, bakal digunakan kedua tim tersebut setiap kali mereka bertanding dalam kompetisi eSports (olahraga elektronik, termasuk kompetisi game). Hal ini sekaligus untuk mendapatkan feedback dan masukan dari kedua tim yang menggunakan perangkat tersebut.

“eSports terus berkembang dalam popularitas dan memegang peranan yang penting dalam dunia PC gaming,” kata Ujesh Desai (General Manager, Logitech Gaming Business). “Melalui kerja sama dengan kelompok gamer terbaik di dunia, kami dapat menggunakan feedback mereka dan mengembangkan perangkat gaming terbaik di planet ini.”

Rangkaian Kegiatan Ulang Tahun Ketiga Lazada Indonesia Hasilkan Lonjakan Kunjungan

Magnus Ekbom - CEO Lazada Indonesia
Magnus Ekbom – CEO Lazada Indonesia

Mengawali rangkaian kegiatan untuk menyambut ulang tahunnya yang ketiga, Lazada Indonesia melepaskan 3000 balon berisikan voucher belanja senilai 100 ribu hingga 1,5 juta rupiah, di depan Istana Negara, pada tanggal 23 Maret 2015.

Dilanjutkan dengan kegiatan diskon besar-besaran pada tanggal 24 – 26 Maret yang menghasilkan 8 juta kunjungan ke situs Lazada Indonesia dan aplikasi mobile, hanya dalam waktu tiga hari. Konsumen menikmati berbagai macam rangkaian penawaran menarik hingga 90%, termasuk enam flash sale untuk berbagai produk. Sekitar 200.000 pesanan tercatat selama tiga hari.

“Kami sangat bangga dengan hasil yang sudah dicapai selama tiga tahun terakhir dan kami sangat berterima kasih kepada semua konsumen, penjual, dan mitra kerja sama kami di Indonesia untuk dukungan mereka selama ini. Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan layanan berbelanja online di Lazada untuk menjadikannya lebih mudah dan menarik, sebagai destinasi menjual dan berbelanja online terdepan di Indonesia,“ jelas Magnus Ekbom, CEO Lazada Indonesia.

Dengan fokus untuk juga menghadirkan akses melalui mobile dan konsumen yang selalu terhubung pada jejaring sosial, aplikasi mobile Lazada juga mengalami peningkatan jumlah unduhan hingga 30.000 pengguna baru, dengan total mencapai 940.000 unduhan .

Pada tanggal 26 Maret, aplikasi Lazada di Android dan iOS menempati posisi pertama pada kategori Shopping dan Lifestyle. Kegiatan diskon selama ulang tahun ini juga meningkatkan jumlah fans di halaman Facebook Lazada Indonesia, dengan total fans sebanyak 3 juta pengguna.

AASCS 2015, Kolaborasi Mencerdaskan Kota-kota di Asia Afrika

Asia-Africa-Smart-City-Summit-1

Bebarengan dengan acara peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60, Bandung menjadi tuan rumah Asia Africa Smart City Summit yang akan digelar tanggal 22-23 April mendatang.

Lain era lain masalahnya. Di tahun 1955, Konferensi Asia Afrika (KAA) bertujuan mengeratkan solidaritas dan persaudaraan serta membangun kemandirian negara-negara di kawasan Asia Afrika. Kini, lewat Asia Africa Smart City Summit (AASCS) 2015, diharapkan akan terbangun solidaritas dalam memecahkan berbagai persoalan di berbagai kota besar di kedua kawasan tersebut.

“Tahun 1955, jumlah penduduk yang tinggal di kota-kota di Asia dan Afrika hanya 30% dari total populasi dunia,” ujar Prof. Dr. Ir. Suhono H. Supangkat, Chairman AASCS 2015 di Jakarta, Kamis (9/4). Sampai dengan tahun 2025 jumlah tersebut akan meningkat hingga 60%.

Suhono yang juga guru besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung mengambil contoh Bandung. “Kota Bandung itu dirancang untuk didiami hanya 300 ribu penduduk, tetapi kenyataannya adalah saat ini ada 2,5 juta orang yang tinggal di sana,” paparnya.

Ya, permasalahan yang dihadapi berbagai kota besar di dunia adalah kelebihan penduduk atau over population. Kondisi tersebut disebut Suhono “njomplang” antara sumber daya yang tersedia dan yang dibutuhkan. Akibatnya bukan hanya tidak nyaman dihuni, kota tersebut menjadi tidak bersaing secara bisnis.

“Melalui AASCS 2015 ini, kami berharap dapat menghasilkan rumusan-rumusan seperti Dasasila Bandung dalam KAA 1955,” jelas Suhono.

Selain menawarkan solusi untuk kolaborasi, acara yang akan dihadiri delegasi dari 109 negara ini juga akan mendorong munculnya inisiatif atau ide untuk memecahkan masalah di kota-kota besar dengan sistem kota cerdas. AASCS 2015 ini menurut Suhono adalah konferensi kota cerdas pertama di Indonesia yang membawa semangat kerja sama Asia Afrika.

Sebagai contoh kota yang sedang dalam proses transformasi menjadi kota cerdas, kota Bandung sangat merasakan dampak positif inisiatif tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, Drs.H. Aos Bintang mengatakan bahwa implementasi kota cerdas dapat meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat. Dengan bantuan teknologi informasi, Aos berharap terjadi percepatan dalam mewujudkan slogan Pemkot Bandung dalam hal pelayanan masyarakat: pelayanan prima.

Seperti diketahui, belum lama ini Bandung meresmikan Bandung Command Center, sebagai pusat kendali kota dan bagian dari inisiatif Bandung Smart City. Melalui command center ini, pemerintah kota dapat memantu, mempelajari, menganalisis, dan mengambil keputusan mengenai berbagai event atau kejadian di lingkungan kota.

Walikota dari beberapa kota besar di Asia Afrika akan hadir dan menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi. Di antaranya Dr Galal Moustafa Said (Walikota Kairo); Mira Aggarwal (Walikota New Delhi); Joseph Estrada (Walikota Filipina); Alhaj M. Manjur Alam (Walikota Chittagong, Bangladesh); Mpho Franklyn Parks Tau (Walikota Johannesburg); dan lain-lain. Tentu saja para pemimpin dari beberapa kota besar di Indonesia juga akan hadir, seperti Ridwan Kamil (Walikota Bandung); Bima Arya (Walikota Bogor); Tri Rismaharini (Walikota Surabaya); Moh. Ramadhan Pomanto (Walikota Makassar); dan FX Hadi Rudyatmo (Walikota Solo).

Sejumlah tokoh bisnis dan teknologi pun akan memberikan pemaparan yang terkait implementasi maupun solusi kota cerdas. Salah satunya adalah Jack Ma, CEO Alibaba.

AASCS 2015 membagi diskusi tentang mewujudkan kota cerdas secara komprehensf ke dalam 10 topik: smart city model, disaster & environment (bencana dan lingkungan), smart government, smart energy, smart city business model, smart transport, young generation & entrepreneur, smart people, smart payment, dan smart health.

Samsung Smart MultiXpress Printer dengan Platform Android dan Teknologi Cloud Bagi Korporat

Samsung_Smart

PT Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan produk terbarunya yaitu Samsung Smart MultiXpress Printer seri X4300LX A3 Color dan K4350LX A3 Mono. Kedua perangkat multifungsi yang ditujukan bagi korporat ini mengunakan teknologi Smart UX yang menggunakan sistem operasi Android dan dirancang agar bisa dioperasikan secara mandiri tanpa bantuan komputer.

Pengoperasian secara mandiri dimungkinkan dengan diintegrasikannya sebuah control panel mirip tablet berukuran 10 inci yang menggunakan sistem operasi Android. Selain telah dibenamkan berbagai feature canggih serta teknologi cloud melalui Smart UX Center, dari sini pengguna diberi kemudahan dengan tampilan antarmuka yang mudah dipahami.

“Di era gaya hidup dengan mobilitas tinggi, kami memperkenalkan printer A3 dengan platform Android pertama dengan Smart UX. Perangkat ini dapat mencetak hingga ukuran A3, langsung dari ponsel berbasis Android yang saat ini menjadi pemimpin pasar ponsel,” kata Kanghyun Lee (Vice President Corporate Business and Corporate Affairs PT Samsung Electronic Indonesia).

Selain itu, peningkatan penggunaan smartphone akan memberikan dampak kepada kebutuhan mobile printing, apalagi dengan adanya tren Bring Your Own Device (BYOD).

“Samsung menciptakan solusi yang dapat memenuhi kebutuhan ekosistem kerja dengan kemudahan terkoneksi printer melalui peranti mobile dan akses melalui teknologi cloud untuk mendukung produktivitas yang tinggi dan waktu yang lebih efisien bagi para pelaku bisnis,” tambah Lee.

Kedua perangkat multifungsi ini ditawarkan secara business to business yang didistribusikan melalui partner mereka dan dipasarkan dengan harga kompetitif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Berikut spesifikasi Samsung Smart MultiXpress Printer:

SpesifikasiSamsung Smart MultiXpress Color A3 X4300LXSamsung Smart MultiXpress Mono A3 K4350LX
Printer speed A4 (color/mono)22/25/30 ppm35 ppm
FPOT A4 (color/mono)<12 detik/<10 detik -/<7,5 detik
Resolusi 1200 x 1200 dpi1200 x 1200 dpi
EmulationPCL5e/PCL6/PostScript 3/PDFPCL5e/PCL6/PostScript 3/PDF
Prosesor1 GHz Dual Core 1 GHz Dual Core
Memori2 GB DDR3 2 GB DDR3
Kapasitas masukan kertas (cassete/multipurpose)1040/100 lembar1040/100 lembar
Kapasitas keluaran kertas500 lembar500 lembar
Dimensi (plt) 566 x 610 x 879 mm566 x 610 x 829 mm
Bobot79 kg/80 kg/80 kg63 kg
Max.Monthly duty65.000/73.000/85.000 halaman85.000 halaman

 

Dell Memperkenalkan Solusi Jaringan Inovatif untuk Usaha Kecil dan Menengah

dell_networking
Dell mengumumkan pengembangan jajaran produk networking yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan usaha kecil dan menengah. Jajaran produk tersebut termasuk smart-managed switch X-series terbaru dan pembaharuan jajaran produk N-series dengan Dell N1500 baru untuk manajemen total lingkungan yang lebih sederhana.

“Dell menerapkan pengalaman puluhan tahun menghadirkan fitur-fitur enterprise untuk berbagai solusi teknologi yang dirancang khusus untuk pelanggan skala kecil dan menengah,” ujar Mak Chin Wah, general manager, Enterprise Solutions Business, Dell South Asia. “Produk yang kami luncurkan hari ini merupakan wujud dari komitmen kami membantu para pelanggan membebaskan diri dari paradigma jaringan lama.”

Dell Networking X-Series
Dell Networking X-Series adalah jajaran produk smart web-managed switch 1 Gigabit Ethernet (GbE) dan 10 GbE yang dirancang khusus untuk UKM, yang menawarkan fitur-fitur intuitif  kelas enterprise berikut beragam konfigurasi fleksibel. Pelanggan UKM dapat menikmati manajemen jaringan yang canggih tanpa harus membutuhkan dukungan TI profesional berkat adanya panduan lengkap langkah-demi-langkah dan dashboard yang bisa disesuaikan, sehingga aktivitas konfigurasi, kalibrasi dan penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.

Dell Networking N1500
Jajaran produk Dell Networking N1500 menawarkan switch 1GbE yang dapat diatur total yang dioptimalkan untuk lingkungan jaringan yang lebih sederhana. Switch tersebut menggunakan set fitur Layer 2/3 lengkap setara enterprise, Common Command-Line Interface (CLI) untuk melakukan aktivitas pengendalian secara konsisten, dan pemancar dan kabel 10GbE SFP+ standar untuk stacking, menyediakan hingga 200 port 1GbE dalam satu stack 4-unit. UKM dapat menggelar jaringan yang aman yang dioptimalkan untuk lingkungan VoIP dan sosial, serta memprioritaskan traffic jaringan untuk memastikan tingkat efisiensi maksimal.

Nirkabel Dell Networking W-series
Untuk meyakinkan para pelanggan dan mitra kerja nirkabel, Dell mengumumkan peningkatan dukungan untuk jajaran produk W-series yang terdiri dari access point dan controller. Dell memastikan dukungan penuh berkesinambungan produk W-series sepanjang siklus umur berjalan (lifecycle) produk tersebut.

Untuk ketersediaannya, Dell Networking X-Series akan hadir mulai dari 17 April 2015 (tergantung model). Dan untuk Dell Networking N1500 akan tersedia dalam beberapa minggu. Sedangkan solusi Dell Networking tersedia di mitra Dell di seluruh dunia.

Review Smartphone