13 | April | 2015 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 13, 2015

Pre-order Samsung Galaxy S6 Edge Mulai Hari ini di Dinomarket.com

galaxy s6 edge1

Samsung Galaxy S6 Edge siap dipesan melalu pre-order, mulai hari ini 13 April hingga 26 April 2015 di Dinomarket.com.

Pembelian online dapat dilakukan langsung di situs web Dinomarket.com atau melalui www.GalaxyLaunchPack.com yang juga dipercayakan Samsung Indonesia kepada e-commerce yang berdiri sejak tahun 2008 itu.

Samsung Galaxy S6 Edge yang berlayar lengkung ini dibanderol dengan  harga Rp 10.499.000 dan Rp 11.499.000.  Perangkat berbodi metal yang dilapis kaca Gorilla Glass 4 di bagian depan dan belakang ini hadir dalam tiga pilihan warna: black sapphire, gold platinum, dan white pearl.

Ada 63 pilihan metode pembayaran dan fasilitas cicilan 0% untuk 20 pilihan kartu kredit bank ternama yang ditawarkan Dinomarket.com. Yang menarik lagi adalah tersedianya berbagai promo tambahan untuk pembelian ini, berupa cashback, free 1 bulan cicilan, Free Bonus Exclusive Wireless Charger, Garuda Miles, dan Starbucks Privilege.

Kerja sama antara Dinomarket.com dengan Samsung Indonesia yang telah memasuki tahun kedua ini semakin memantapkan langkah curated marketplace itu untuk menjadi platform premium belanja online yang terus berinovasi dan memberi banyak kemudahan bagi penikmat belanja online di seluruh Indonesia.

ZTE Blade S6 Plus Goyang Pasar Global

S6 PlusKabar gembira datang dari ZTE. Vendor smartphone terkemuka di dunia ini mengumumkan debut ZTE Blade S6 Plus di pasar global.

Perangkat yang masuk kategori  phablet ini hadir dengan layar 5,5 inci. “Kami sangat senang mengumumkan bahwa ZTE Blade S6 Plus sudah tersedia di pasar global,” ujar Adam Zheng (CEO ZTE Mobile Devices). Adapun ZTE Blade S6 Plus merupakan penerus ZTE Blade S6 yang dinilai sukses di pasaran.

Phablet ZTE Blade S6 Plus ini pertama kali diperkenalkan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2015 di Barcelona, bersamaan dengan versi 5 incinya, ZTE Blade S6, yang telah diluncurkan terlebih dahulu pada bulan Januari tahun 2015.

Senada dengan Blade S6, phablet Blade S6 plus ini dimotori oleh chipset Snapdragon 615 octa-core dari Qualcomm dan prosesor Adreno 405 image, serta bekerja pada sistem Android Lollipop 5.0 dengan antarmuka milik ZTE sendiri yang dapat disesuaikan, yaitu MiFavor 3.0.

Phablet ZTE Blade S6 plus mengunggulkan layar HD JDI yang lebih besar dengan teknologi In-Cell demi mendukung kualitas gambar yang lebih baik dan berwarna. Produk ini juga dilengkapi dengan kapasitas baterai yang lebih besar sebanyak 3000mAh.

Yang berbeda dengan versi 5 inci-nya, Phablet ZTE Blade S6 Plus ini memiliki fungsi inovatif yang memungkinkan perangkat tersebut digunakan sebagai remote control infra-red. Phablet ZTE Blade S6 ini kompatibel dengan semua merek perabotan rumah tangga dan elektronik terkemuka. Fungsi tersebut memungkinkan phablet ini untuk dapat mengontrol TV, set-top box, AC, kamera DSLR, dan perabotan lainnya.

ZTE Blade S6 Plus sudah dapat dibeli melalui situs eBay di beberapa negara Eropa, dengan harga US$299,99 atau sekitar Rp3.900.000.

Pengguna Facebook di Indonesia Jadi Trendsetter di Asia Pasifik

anand-tilak-facebook-media
“Di Indonesia, orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat ponsel mereka daripada menonton TV,” kata Anand Tilak.

Jumlah pengguna Facebook di Indonesia telah mencapai 72 juta orang. Tidak sebatas melimpah dalam hal jumlah, ternyata para pengguna Facebook di Indonesia pun dipandang sebagai trendsetter atau pembuat tren, bukan pengikut tren, jika dibandingkan negara-negara lainnya di Asia Pasifik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anand Tilak (Head of Facebook Indonesia) dalam diskusi media yang diselenggarakan di Artotel Jakarta, Kamis (9/4). Guna mendukung pernyataan tersebut, ia sempat memaparkan beberapa data yang diambil dari riset pihak ketiga.

indonesia mobile
Hasil riset Millward Brown tentang waktu yang dihabiskan orang-orang di Asia Pasifik untuk melihat smartphone, TV, laptop, dan tablet.

“Di Indonesia, orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat ponsel mereka daripada menonton TV. Orang Indonesia menghabiskan 181 menit di smartphone dan hanya 132 menit yang dihabiskan untuk menonton TV,” kata Tilak mengutip hasil riset firma komunikasi Millward Brown.

Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan responden di negara-negara Asia Pasifik lainnya seperti Australia, Jepang, Filipina, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam.

Statistik menarik lainnya diambil dari riset Crowd DNA yang menyatakan bahwa 69% dari anak muda di Indonesia lebih memilih tidak menonton TV daripada melepaskan perangkat mobile mereka. Lagi-lagi, Indonesia berada di atas tren global yang menghasilkan persentase rata-rata 60% untuk pertanyaan yang sama.

Seiring kenyataan bahwa orang Indonesia semakin terikat dengan smartphone mereka, Facebook juga merasakan peningkatan dalam akses mobile di Indonesia. Selain itu, persentase penonton video di mobile phone mengalami pertumbuhan pesat hingga double digit pada rentang tahun 2011 sampai 2014. Di tingkat global, dua pertiga dari jumlah penonton video di Facebook berasal dari mobile.

Dengan adanya perkembangan seperti ini, artinya lebih banyak peluang bagi para pelaku bisnis untuk memperkaya cerita yang ingin mereka sampaikan melalui media video demi menjangkau target yang lebih luas.

Tilak menjelaskan beberapa kisah sukses brand di Indonesia dalam memanfaatkan video di Facebook sebagai sarana promosi dan pemasaran, antara lain Coca-Cola dan Garuda Indonesia.

“Kami telah bekerjasama erat dengan pemilik brand, digital agency, dan tenaga kreatif untuk memberitahu cara paling tepat untuk membuat konten dan mengiklannya di Facebook,” tukasnya.

Review Smartphone