Arsip Harian: Apr 15, 2015

Acer Indonesia Raih Penghargaan Brand of the Year dari World Branding Awards 2015

acer
Acer Indonesia mencatatkan prestasi di industri PC & notebook dengan meraih penghargaan “Brand of The Year” dari World Branding Awards yang diadakan di Paris, Perancis.

Pada ajang tersebut, Acer Indonesia menjadi satu-satunya merek PC & notebook dari Indonesia yang memenangkan penghargaan internasional untuk kategori “National Award”. Penghargaan tingkat internasional ini merupakan bukti akan kuatnya kepercayaan konsumen kepada produk dan layanan purna jual terbaik di Indonesia.

“Kami bangga menjadi satu-satunya pemenang dari industri PC & notebook di Indonesia yang memenangkan Brand of the Year tahun ini. Penghargaan tingkat internasional ini menunjukkan kepercayaan tinggi konsumen terhadap merek Acer di Indonesia. Selanjutnya kami akan terus berinovasi untuk memberikan pengalaman terbaik dan menjaga kepuasan konsumen sebagai prioritas utama kami,” ujar Herbert Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia.

World Branding Award merupakan penghargaan internasional untuk perusahaan yang berhasil membangun merek dan kepercayaan konsumen dengan baik. Panitia telah menilai lebih dari 2.500 merek dari 35 negara yang dinominasikan untuk memperoleh penghargaan tahun 2014-2015. Hanya 50 merek dari 22 negara yang berhak mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.

Penghargaan ini dikeluarkan oleh World Branding Forum, sebuah organisasi nirlaba global bermarkas di London yang mendedikasikan diri untuk memajukan riset, pengembangan, pendidikan, penghargaan, network, dan sosialisasi dalam implementasi standar branding. Setiap brand mendapatkan “Brand of The Year” dalam kategori masing-masing.

Acer Indonesia memperoleh nilai tertinggi pada kategori “computer-hardware” setelah mendapatkan akumulasi perhitungan tertinggi dari empat standar pengukuran yakni penilaian produk, riset pasar konsumen, jajak pendapat publik online, serta jajak pendapat oleh World Branding Forum Advisory Council.

Penghargaan World Branding Award yang diperoleh Acer Indonesia tahun ini melengkapi penghargaan yang telah diperoleh sebelumnya di tingkat internasional, yakni menempatkan Facebook Acer Indonesia sebagai The Most Socially Devoted Brand Worldwide dari Socialbakers.com.

Asus PB287Q: Bidik Gamer dan Profesional

Dok.Asus
Dok.Asus

Saat ini monitor dengan konsep HDTV sudah mulai banyak beredar di pasaran. Salah satunya dihadirkan Asus melalui seri PB287Q yang merupakan monitor LCD dengan resolusi 4K atau Ultra High Definition (UHD). Monitor 28 inci dengan aspek ratio 16:9 ini memiliki layar yang luas dengan dukungan resolusi mencapai 3840 x 2160 piksel.

Meski memiliki bobot yang cukup berat, monitor ini ditopang dengan penyangga kokoh yang ternyata berfungsi sangat fleksibel. Penyangga ini bisa menopang monitor dan menggerakkannya ke berbagai posisi, mulai dari swivel, tilt, hingga pivot. Yang menarik tentu saja memposisikannya secara vertikal memanfaatkan fungsi pivot hingga 90°.

Untuk bermain game, resolusi 3840 x 2160 piksel dengan frekuensi refresh rate 60 Hz yang didukung dengan response time 1 ms, sudah tentu cukup membuat mata nyaman. Begitu juga bagi para profesional, seperti desainer grafis atau video editor yang membutuhkan tampilan tajam serta layar lebar. Apalagi didukung dengan penyangga yang memiliki engsel fleksibel dimana bisa diputar hingga 90° sehingga posisi layar menjadi vertikal.

PB287Q menyediakan tiga port digital, yaitu HDMI, HDMI/MHL, dan DisplayPort. Khusus untuk HDMI/MHL, Anda bisa menghubungkan secara langsung ke perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Untuk tampilan ke monitor, dukungan perangkat keras dari komputer mesti memadai, contohnya pada kartu grafis. Anda paling tidak mesti menggunakan kartu grafis AMD atau NVIDIA terbaru dengan dukungan port HDMI 1.4 atau DisplayPort 1.2 agar bisa mendapatkan resolusi maksimal.

Khusus untuk port DisplayPort, dukungan resolusi maksimalnya mencapai 3840 x 2160 @60 Hz. Sedangkan port HDMI ‘hanya’ mencapai 3840 x 2160 @30Hz. Kami sendiri memang sempat mencoba kartu grafis yang terbilang lawas seperti GeForce GTX 560 dan juga AMD Radeon HD 6850. Hasilnya, resolusi maksimal yang dicapai saat menggunakan port DisplayPort hanya 3840 x 2160 @30 Hz. Meski frekuensinya lebih kecil, namun hal ini bisa menjadi sedikit kekurangan, terutama bagi Anda yang mengutamakan detail pada tampilan layar.

Jika ada hal yang cukup mengganggu yaitu penempatan tombol fisik Menu yang tersembunyi dibagian belakang. Meski bagian depan telah ditampilkan beberapa ikon, hal ini tetap saja tombol fisik agak sulit dijangkau dan sering kali salah menekan tombol.

Resolusi maksimal Dukungan koneksi mencakup port HDMI, HDMI/MHL, dan DisplayPort yang menawarkan resolusi maksimal hingga 3840 x 2160 piksel.
Resolusi maksimal
Dukungan koneksi mencakup port HDMI, HDMI/MHL, dan DisplayPort yang menawarkan resolusi maksimal hingga 3840 x 2160 piksel.
Engsel kokoh Ditopang dengan penyangga yang kokoh, bagian engselnya bisa diputar hingga posisi 90°.
Engsel kokoh
Ditopang dengan penyangga yang kokoh, bagian engselnya bisa diputar hingga posisi 90°.
Posisi vertikal Dengan diposisikan secara vertikal, Anda akan lebih nyaman saat menampilkan konten tertentu seperti format PDF, e-book, desain grafis, serta format lainnya.
Posisi vertikal
Dengan diposisikan secara vertikal, Anda akan lebih nyaman saat menampilkan konten tertentu seperti format PDF, e-book, desain grafis, serta format lainnya.

PLUS: Resolusi 4K; speaker internal; engsel penyangga bisa diputar hingga 90°; pilihan posisi vertikal; fisik tangguh dan kokoh; spesifikasi mumpuni.

MINUS: Untuk mendapatkan resolusi maksimal, kartu grafis pendukung harus memadai; posisi tombol fungsi menyulitkan.

SpesifikasiAsus PB287Q
Ukuran28” (16:9)
AntarmukaHDMI, HDMI/MHL, DisplayPort, audio, earphone
Resolusi3840x2160 @60Hz (DisplayPort) ,3840x2160 @30Hz (HDMI)
Contrast ratio10000000:1 (ASUS Smart)
Brightness330 cd/m2
Response time1 ms (gray to gray)
Sudut pandang (horizontal/vertikal)170 derajat/160 derajat
Dimensi (plt)66 x 41,4 x 22,06 cm
Bobot (net/gross)7,9/10,6 kg
Daya listrik (standar/eco/sleep)<60/<0,5/<0,5 watt
Speaker2x 2 watt
Situs webwww.asus.com
Garansi1 tahun (termasuk panel)
Harga (kisaran)*Rp10.500.000
KontakAsus Indonesia, (021) 2949 5055

Inilah Karakteristik Konsumsi Apps di Indonesia

mobomarket

Jika Anda seorang developer yang sudah (atau dalam proses) memiliki apps, pastikan apps Anda telah dibekali deskripsi yang akurat.

Hal tersebut menjadi krusial karena sebagian pengunduh apps (tepatnya 34,18%) ternyata melakukan pencarian dulu di dalam apps store. Jika deskripsi yang Anda berikan akurat, kemungkinan apps Anda ditemukan calon pengunduh pun menjadi lebih besar.

Fakta itu terungkap dari laporan berjudul Q1/2015 Indonesian Mobile Data Report yang disusun Baidu Indonesia. Data itu diambil dari riset yang dilakukan Baidu terhadap pengunduh apps di MoboMarket selama kuartal pertama 2015. “Melalui laporan ini, kami ingin memberikan gambaran mengenai aktivitas dan kebiasaan para pengguna smartphone di Indonesia” ungkap Bao Jianlie, Managing Director Baidu Indonesia.

MoboMarket sendiri adalah apps market milik Baidu yang diposisikan sebagai alternatif mencari apps bagi pengguna smartphone Android. Hingga akhir Maret 2015, MoboMarket telah diunduh sebanyak 10 juta kali dan memiliki lebih dari 3 juta pengguna aktif di Indonesia.

Selama kuartal pertama 2015, Baidu mengklaim ada 361 juta aplikasi yang diunduh pengguna di Indonesia melalui MoboMarket.

Infografik dari perilaku konsumsi apps di Indonesia versi Baidu
Infografik dari perilaku konsumsi apps di Indonesia versi Baidu

Laporan itu juga mengungkap akhir pekan adalah waktu yang sering digunakan konsumen untuk mengunduh apps. Sebanyak 16,41% mengunduh apps di hari Sabtu, sementara 15,01% di hari Minggu. Jenis aplikasi yang diunduh sendiri berupa game (45,61%) dengan rincian terpopuler adalah genre arcade (12,26%), balapan (11,81%), action (10,91%), dan olahraga (6,33%).

Jenis apps populer lainnya adalah media sosial dan fotografi, masing-masing di angka 11,64% dan 10,20%. Untuk media sosial, rata-rata pengguna Indonesia memiliki 3-4 aplikasi di smartphone mereka.

Fakta lain menunjukkan pengguna Android di Indonesia masih mengunakan smartphone resolusi kecil. Sebanyak 34% menggunakan layar beresolusi 800 x 480 pixel, 24,19% dengan resolusi 480×320 pixel, dan 16,58% dengan resolusi 320×240 pixel.

Nah dengan data-data itu, semoga Anda bisa memahami karakteristik apps yang cocok untuk segmen Indonesia.

Wah, Simda Botnet Menginfeksi 770 Ribu Komputer di Seluruh Dunia

Simda Botnet

Dalam operasi global yang dipimpin oleh Interpol Global Complex for Innovation di Singapura, berbagai lembaga dan perusahaan TI terkemuka termasuk Kaspersky Lab, Microsoft, Trend Micro dan Institut Pertahanan Cyber Jepang (yang bekerja sama dengan lembaga penegak hukum), telah berhasil menghentikan tindak kriminal Simda botnet –jaringan ribuan PC yang terinfeksi di seluruh dunia.

Dalam serangkaian tindakan secara simultan pada tanggal 9 April, sepuluh command and control server disita di Belanda, selain beberapa server yang disita di AS, Rusia, Luksemburg dan Polandia. Operasi ini melibatkan petugas dari Dutch National High Tech Crime Unit (NHTCU) di Belanda, Federal Bureau of Investigation (FBI) di Amerika Serikat, Police Grand-Ducale Section Nouvelles Technologies di Luxembourg, dan Russian Ministry of the Interior’s Cybercrime Department “K” yang didukung oleh Interpol National Central Bureau di Moskow.

Sebagai hasil dari operasi ini, server command and control yang digunakan oleh penjahat untuk berkomunikasi dengan mesin yang terinfeksi telah ditutup. Namun masih ada beberapa infeksi yang aktif. Dalam rangka membantu korban untuk membersihkan PC-nya, Kaspersky Lab telah membuat sebuah situs web khusus yang bernama CheckIP. Situs ini memungkinkan pengguna mengetahui apakah IP-nya terlihat pada server command and control Simda, yang menandakan kemungkinan masih aktifnya bot ini atau pernah terinfeksinya PC pengguna. Daftar alamat IP ini didapat dari hasil operasi penghentian server C & C Simda.

Simda sendiri merupakan malwarepay-per-install” yang digunakan untuk mendistribusikan perangkat lunak ilegal dan berbagai jenis malware, termasuk yang mampu mencuri identitas keuangan. Model “pay-per-install” ini memungkinkan penjahat cyber mendapatkan uang dengan menjual akses ke PC yang terinfeksi ke penjahat lain, yang kemudian memasang program tambahan di dalamnya.

Simda didistribusikan via sejumlah situs terinfeksi. Para penyerang meretas situs web/server yang sah sehingga halaman web yang ditujukan untuk pengunjung ini mengandung kode berbahaya. Ketika pengguna menelusuri halaman-halaman ini, kode berbahaya secara diam-diam memasukkan content situs yang tereksploitasi dan menginfeksi PC pengguna. Simda botnet telah terlihat di lebih dari 190 negara, termasuk AS, Inggris, Rusia, Kanada dan Turki (yang terkena dampak terburuk).

Bot ini diyakini telah menginfeksi 770 ribu komputer di seluruh dunia, dengan sebagian besar korban berada di AS (terdapat lebih dari 90 ribu infeksi baru sejak awal 2015). Aktif selama bertahun-tahun, Simda terus menerus disempurnakan untuk mengeksploitasi kerentanan apapun. Bot ini terus dikembangkan ke versi baru dan lebih sulit dideteksi. Bot ini dihasilkan dan didistribusikan setiap beberapa jam sekali. Saat ini, koleksi virus Kaspersky Labs mengandung lebih dari 260 ribu file executable yang merupakan versi malware Simda yang berbeda-beda.

Kamusku, Aplikasi Kamus Populer Asal Bandung dengan 10 Juta Unduhan

kamusku
Aplikasi kamus bahasa Inggris – Indonesia, Kamusku, yang telah mencapai 10 juta unduhan.

Aplikasi kamus adalah salah satu jenis aplikasi yang paling banyak dicari pengguna smartphone. Tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh Kamusku, aplikasi kamus dua bahasa (Inggris – Indonesia) buatan pengembang asal Bandung, yang baru-baru ini mencapai jumlah 10 juta unduhan di Google Play Store.

Kepopuleran Kamusku disebabkan karena walaupun ukurannya kecil (6,6 MB), aplikasi ini bisa dipakai secara offline tanpa perlu akses internet. Perbendaharaan kata yang ada di dalamnya pun sangat lengkap, termasuk kata-kata yang kurang populer digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jika ada kata yang tidak terdapat dalam kamus ini, pengguna bisa memakai layanan Bing Translator untuk mencarinya secara online.

Aplikasi Kamusku dibuat oleh pengembang asal Bandung, Kodelokus, yang didirikan oleh Muhammad Ikhsan dan Yogie Adrisatria. Keduanya merupakan alumnus Teknik Informatika ITB.

“Saya dan Yogie melihat bahwa di tahun 2012 – 2013 sedang booming tren smartphone sehingga kami ingin membuat perusahaan yang khusus bergerak di aplikasi mobile. Pendekatannya dengan membuat aplikasi-aplikasi dengan demand yang lumayan banyak,” kata Ikhsan kepada InfoKomputer.

Selain aplikasi Kamusku, contoh aplikasi lain yang sudah dibuat Kodelokus antara lain Kamus Bahasa Indonesia, Kamus Arab Indonesia, Autotext, Kuis Logo Indonesia, Prayer Time (penanda waktu salat bagi umat Islam), Qibla (penunjuk arah kiblat bagi umat Islam), Hijri Calendar (kalender Hijriyah), dan Doa Harian Muslim.

Aplikasi Prayer Time sudah diunduh lebih dari 1 juta kali, Hijri Calendar lebih dari 400 ribu kali, Kamus Arab Indonesia lebih dari 320 ribu kali, serta Doa Harian Muslim lebih dari 240 ribu kali.

“Mungkin ini yang membedakan kami dengan pengembang lain. Banyak pengembang yang pragmatis banget; membuat aplikasi yang demand-nya banyak tapi tidak bisa men-deliver aplikasi yang bagus. Atau kebalikannya, idealis banget dengan membuat aplikasi sesuai visinya, tapi sayang pasarnya sedikit,” papar Ikhsan.

“Kodelokus mencoba bersikap pragmatis, tapi tetap punya visi untuk bisa membuat company branding. Jadi, kami selalu membuat aplikasi dengan tidak asal-asalan dan selalu di-maintain,” sambungnya.

Saat ditanya mengenai model bisnis yang digunakan, Ikhsan mengaku masih mengandalkan cara standar, yaitu melalui pemasukan dari iklan. Sebetulnya mereka juga menyediakan aplikasi versi premium (berbayar) dan in-app purchase (pembelian di dalam aplikasi), tapi porsinya masih kecil dari sisi pemasukan.

“Dari aplikasi yang ada, perusahaan kami sudah bisa bertumbuh walau sedikit demi sedikit. Rencana ke depan, kami akan shifting strategi dengan membuat aplikasi yang sifatnya berlangganan (subscribe). Tapi, strategi sebelumnya masih tetap dieksekusi,” pungkas Ikhsan.

Trend Micro: Ancaman Cyber Infrastruktur Penting Meningkat

cyber_threatsTrend Micro Incorporated yang bekerjasama dengan Organization of America States (OAS),mengumumkan laporan hasil survei bersama yang berfokus pada tren serangan terhadap infrastruktur-infrastruktur penting.

Laporan yang bertajuk “Keamanan Siber dan Proteksi Infrastruktur Penting” tersebut juga menyertakan tanggapan-tanggapan yang berasal dari berbagai lembaga pemerintahan dan para profesional di bidang keamanan yang mewakili industri-industri penting seperti komunikasi, keuangan, manufaktur, energi dan keamanan.

“Riset ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa infrastruktur-infrastruktur penting telah menjadi target utama serangan yang dilakukan oleh penjahat cyber. Kelompok-kelompok ini telah meningkatkan serangan mereka dengan memanfaatkan atau membonceng kampanye-kampanye negatif yang saat ini tengah gencar diarahkan kepada infrastruktur Western Hemisphere,” ujar Tom Kellermann (Chief Cyber Security Officer, Trend Micro).

Hasil temuan survei ini menggambarkan adanya fakta dan realitas bahwa telah terjadi upaya-upaya serius berdampak negatif terhadap infrastruktur penting. Sebanyak 44% responden mengaku telah menerima serangan serius, sementara 40% bahkan mengalami serangan yang berdampak pada matinya sistem. Laporan ini juga dilengkapi dengan beragam studi kasus yang menggambarkan kejadian spesifik di masing-masing negara, analisis serangan cyber dan metodologinya, informasi detil tentang kebijakan serta tindakan penanganan, serta pencegahan terhadap kemungkinan munculnya serangan cyber.

“Pemerintah di wilayah Benua Amerika dan juga di seluruh dunia harus menyadari setiap ancaman serius yang mengakibatkan munculnya kerentanan pada infrastruktur penting serta segala konsekuensi yang menyertainya jika tidak dilakukan penanganan masalah keamanan dengan seksama,” ujar Neil Klopfenstein (Executive Secretary of the OAS Inter-American Committee against Terrorism/CICTE).

Aplikasi SCOOP News Bisa Bacakan Berita untuk Kaum Tunanetra

scoop-news-ios

SCOOP News, aplikasi agregator berita Indonesia dari Apps Foundry, menambah feature yang membuatnya lebih bersahabat untuk pengguna yang tergolong kaum difabel (orang-orang berkebutuhan khusus, seperti tunanetra).

Pada versi terbarunya, aplikasi SCOOP News telah menyematkan feature navigasi dengan kontrol lewat bantuan suara (voice-over control), teknologi yang sudah ada di smartphone modern dan telah digunakan oleh aplikasi seperti Google Now.

Melalui feature ini, smartphone dapat membacakan berita dan menyebutkan tiap aksi yang dilakukan oleh para penggunanya. Selain itu, pengguna tetap dapat mengirimkan komentar dan berbagi berita ke jaringan sosial media.

“Pengembangan feature ini dilatarbelakangi ketika salah satu pengguna SCOOP News, seorang tunanetra, mengirimkan e-mail masukan agar aplikasi SCOOP News dapat mengembangkan feature yang ramah untuk tunanetra. Di saat itu, kami sadar bahwa berita ternyata telah menjadi kebutuhan setiap orang, termasuk para difabel dan tunanetra,” kata Ellen Nio (VP of Product, SCOOP News).

“Kami tidak ingin keterbatasan fisik menjadi hambatan dalam mendapatkan informasi terbaru. Oleh karena itu, kami mendesain SCOOP News dengan memperhatikan fungsi universal agar bisa dinikmati melalui visual maupun audio,” sambungnya.

Saat ini, SCOOP News mengumpulkan berita dari lebih dari 200 sumber portal berita Indonesia. Dengan integrasi widget, sekarang berita terbaru dapat diakses langsung tanpa harus membuka aplikasi. Pengguna bisa menambahkan widget ini di perangkat iOS 8 (Todays’s Notification) dan Android (homescreen).

Secara statistik, SCOOP News sudah diunduh 80 ribu kali dengan Daily Active User (DAU) sebesar 50% dan jumlah akses 1,7 juta kali. Sebanyak 63% menggunakan aplikasi ini di Android, sisanya di iOS. Demografi pengguna didominasi oleh laki-laki (80%) dan berasal dari kota-kota besar semacam Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Sumber berita paling banyak dibaca adalah Liputan 6, Merdeka.com, Kompas.com, Gopego, dan Beritasatu, sedangkan kategori berita paling favorit yaitu teknologi, bisnis dan keuangan, dunia pria, otomotif, dan dunia perempuan.

Aplikasi Pembaca Berita Kurio Kini Lebih Ramah untuk Pengguna Tablet

Kurio Tablet & iPad version
Tampilan navigasi menu yang berbeda antara Kurio di tablet dan smartphone.

Kurio, aplikasi pembaca berita buatan lokal, baru saja merilis update aplikasi yang membuat tampilannya lebih ramah untuk dibaca di layar komputer tablet. Pada aplikasi terbaru ini, tampilan antarmuka Kurio dapat menyesuaikan dengan dimensi komputer tablet sehingga pengguna dapat merasakan membaca berita seperti membaca majalah dalam sebuah device.

“Kurio mengerti dan berusaha untuk menyesuaikan dengan tren pengguna tablet sehingga kini kami menyediakan aplikasi versi tablet dengan desain khusus untuk mengoptimalkan user experience di device dengan screen size 7 inci ke atas,” ujar David Wayne Ika (CEO & Founder, Kurio).

Desain navigasi khas Kurio yang berbentuk axis atau kipas yang biasanya terdapat dalam versi mobile, pada tampilan tablet ini disusun secara vertikal sehingga menjadi lebih minimalis dan memudahkan pengguna untuk memilih kategori.

Tidak hanya itu, tampilan untuk stream artikel berita juga disesuaikan untuk dimensi tablet. Navigasi antarhalaman kini menggunakan metode swipe untuk mendapatkan pengalaman seperti membaca sebuah majalah.

Melalui update aplikasi ini, Kurio memberi pengalaman membaca berita dengan konten-konten yang menarik bagi para pengguna tablet yang berbeda dengan para pengguna mobile dari segi desain. Ketersedian versi terbaru Kurio ini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat di Google Play dan App Store.

Hingga kini, pengguna Kurio telah mencapai lebih dari 100.000 download dengan MAU (Monthly Active User) sebesar 50% dengan 70% adalah pengguna Android dan 30% pengguna iOS.

DAU (Daily Active User) dari Kurio sebanyak 25% dengan waktu membaca selama 5:30 menit bagi pengguna Android dan selama 10:30 menit bagi pengguna iOS.

Review Smartphone