Arsip Harian: Apr 16, 2015

BenQ W1080ST: Short Throw 3D

Dok.BenQ
Dok.BenQ

BenQ menghadirkan salah satu proyektor andalannya dengan dukungan teknologi Short Throw terbarunya yaitu BenQ W1080ST. Seri ini mirip dengan seri sebelumnya yaitu BenQ W1070. Namun W1080ST menggunakan dukungan teknologi yang lebih canggih dan modern, terutama bagi kebutuhan sebuah proyektor home entertainment.

Proyektor ini menggunakan teknologi Short Throw sehingga Anda akan mendapatkan tampilan layar yang lebih lebar meski dipasang pada jarak dekat. Dalam jarak 1 meter saja mampu menampilkan layar selebar 65. Sudah mendukung resolusi Full HD sehingga cocok untuk menjalankan video HD, Blu-ray atau gaming memanfaatkan dua port HDMI 1.4a. Hadir pula feature 3D yang didukung oleh NVIDIA 3D Play untuk kebutuhan gaming serta DLP DC3 yang berguna untuk menyajikan visual 3D resolusi tinggi pada mode 3D.

BenQ W1080ST dibuat agar ramah lingkungan dan hemat listrik. Diantaranya teknologi Smart Eco dan Eco Blank yang dapat memperpanjang usia pemakaian lampu. Konsumsi dayanya sekitar 296 watt saat aktif dan mencapai 356 watt secara maksimal. Dengan mengaktifkan feature Eco, konsumsi daya bisa diturunkan menjadi 163 watt. Dengan mode tersebut, tingkat brightness akan diturunkan sehingga tampilan menjadi redup. Jika Anda menggunakannya pada ruang gelap, tampilan ini masih cukup nyaman digunakan.

Sayangnya, tidak disertakan kacamata 3D dalam paket pembelian. Proyektor ini berjalan pada mode 3D dengan frekuensi 144 Hz yang berguna untuk mengurangi efek flicker serta tampilan yang membuat lelah mata. Di lain sisi, hal ini membuatnya tidak mendukung kacamata 3D DLP Link yang sebagian besar berjalan pada frekuensi 120 Hz. Oleh karena itu pastikan bahwa Anda membeli kacamata 3D dengan dukungan frekuensi 144 Hz.

Saat digunakan, kualitas yang dihasilkannya terlihat tajam dengan tampilan gambar yang jelas meski pada ruang yang tidak terlalu gelap. Hal ini berkat tingkat brightness 2000 Ansi Lumens dan contrast ratio 10000:1. Dengan kombinasi tersebut, Anda bisa menikmati tayangan dengan lebih jelas, terutama saat menyaksikan film yang berlatar belakang agak gelap.

Control panel Tombol menu terdapat dibagian atas sedangkan pengatur zoom dan fokus berada dibagian lensa.
Control panel
Tombol menu terdapat dibagian atas sedangkan pengatur zoom dan fokus berada dibagian lensa.
Dua HDMI Dengan adanya dua port HDMI membuat Anda bisa menghubungkan ke dua perangkat berbeda saat bersamaan.
Dua HDMI
Dengan adanya dua port HDMI membuat Anda bisa menghubungkan ke dua perangkat berbeda saat bersamaan.

 

Remote menyala Remote berwarna putih menggunakan backlight warna merah menyala yang terlihat keren sehingga mudah digunakan saat kondisi gelap.
Remote menyala
Remote berwarna putih menggunakan backlight warna merah menyala yang terlihat keren sehingga mudah digunakan saat kondisi gelap.

PLUS: Resolusi full-HD dan 3D; dukung NVIDIA 3D Play; teknologi short throw; tampilan terang dan tajam; adopsi teknologi hemat listrik; remote control keren.

MINUS: Tidak menyertakan kabel HDMI dan kacamata 3D; hanya dukung kacamata 3D dengan frekuensi 144 Hz.

SpesifikasiBenQ W1080ST
TeknologiDLP
Resolusi (native)1920 x 1080 pixel (1080p)
Aspect ratioNative: 16:9 (lima pilihan rasio)
Zoom ratio1 – 1,2x
Tingkat kecerahan2000 ANSI lumens
Rasio kontras10000:1
Throw ratio0,69 – 0,83 (65,7 inch @1M)
Keystone correction1D, vertical +/- 20°
KoneksiHDMI (2), D-Sub in, composite video in, s-video in, component video in, audio in, audio L/R in RCA, audio out, USB tipe B, RS232
Dukungan format 3DSequential, frame packing, top bottom, side by side
HDTV compatibility480i, 480p, 576i, 567p, 720p, 1080i, 1080p
Daya lampu240 watt
Daya listrik (typical/normal/eco/standby)353/296/163/<0,5 watt
Audio10 watt monaural
Dimensi (plt)31,2 x 10,4 x 24,4 cm
Bobot2,85 kg
Situs Webhttp://www.benq.com
Garansi (proyektor/lampu)*2 tahun (sparepart & service)/3 bulan atau 500 jam
Harga kisaran unit*US$1299
KontakGalva Technologies; (021) 345-6650

 

Peter Sugiapranata, Sales Director Baru SAS Indonesia

Peter SugiapranataSAS, vendor software dan layanan business analytics, mengumumkan penunjukan Peter Sugiapranata sebagai Sales Director untuk SAS Indonesia.

Peter dalam hal ini akan bertanggungjawab mendorong pendapatan penjualan dan kegiatan go-to-market perusahaan ke pasar Indonesia yang sedang berkembang pesat.

Peter Sugiapranata bergabung dengan SAS dari SAP. Peter telah menghabiskan 7 tahun menangani eksekusi penjualan secara konsisten dan inisiatif kemitraan strategis di Indonesia.

Sudipta K. Sen (Regional Director, SAS South East Asia) menilai, dengan pengalaman hampir 14 tahun dalam penjualan dan manajemen klien di industri TI Indonesia, Peter memiliki pemahaman yang kuat mengenai situasi penjualan yang kompetitif di Indonesia. Penunjukan Peter diharapkan akan membangun lebih jauh pertumbuhan ganda yang kuat oleh SAS Indonesia tahun lalu untuk mempercepat penetrasi pasar dalam business analytics.

“Sebagai sebuah perusahaan, SAS berkomitmen untuk membantu klien dan mitra kami di Indonesia menangkap peluang pertumbuhan, dan bekerjasama dengan akademisi dan departemen pemerintah untuk memastikan perkembangan ilmu data dan profesional analitik dalam industri,” ujar Sudipta.

Sementara itu Peter menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan di Indonesia saat ini adalah bagaimana industri dapat mengambil pendekatan yang lebih terstruktur terhadap gagasan baru big data analytics dan menyadari keuntungan yang cepat dari investasi ini.

“Kami, di SAS Institute, dengan pengalaman lebih dari 39 tahun dalam business analytics dan telah mendapatkan pengakuan dari para analis, berada di posisi untuk menunjukkan kepada pelanggan, bagaimana kami mampu mendorong situasi big data untuk bisnis Indonesia,” tukas Peter.

Peter merupakan pemegang gelar Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Katolik Parahyangan. Peter juga pernah bekerja sebagai Kepala Konsultan Bisnis untuk Industri Jasa Keuangan di Astra Graphia Information Technologies.

Kaspersky Lab: Indonesia Korban Kelompok APT Hellsing

kaspe_Pada 2014, Hellsing—sebuah kelompok spionase cyber kecil yang menargetkan pemerintah dan organisasi diplomatik di Asia—menjadi sasaran serangan spear-phishing. Kaspersky Lab percaya bahwa hal ini bisa menandai munculnya tren baru dalam kegiatan kriminal dunia maya, yaitu perang antar Advanced Persistent Threat (APT).

Penemuan ini dilakukan oleh para ahli Kaspersky Lab pada penelitian mengenai aktivitas Naikon, kelompok spionase maya yang juga menargetkan organisasi di kawasan Asia-Pasifik. Para ahli melihat bahwa salah satu target dari kelompok Naikon melihat adanya upaya untuk menginfeksi sistem mereka dengan sebuah email spear-phishing yang membawa lampiran berbahaya.

Target kemudian mempertanyakan keaslian email yang diterima kepada pengirim dan tampaknya tidak puas dengan jawaban pengirim, tidak membuka lampiran berbahaya itu. Tak lama kemudian target meneruskan kembali email yang berisi malware yang sebenarnya ditujukan untuk target balik kepada pengirim. Hal ini memicu investigasi oleh Kaspersky Lab dan berujung pada penemuan mengenai kelompok APT Hellsing.

Metode serangan balik menunjukkan bahwa kelompok Hellsing ingin mengidentifikasi kelompok Naikon dan mengumpulkan intelijen mengenainya.

Analisis mendalam mengenai aktor ancaman Hellsing oleh Kaspersky Lab mengungkapkan jejak email spear-phishing dengan lampiran berbahaya yang dirancang untuk menyebarkan malware spionase antara organisasi yang berbeda. Jika korban membuka lampiran berbahaya, sistem mereka menjadi terinfeksi dengan backdoor kustom yang mampu mengunduh  dan meng-upload file, memperbarui serta menghapus dirinya sendiri. Menurut pengamatan Kaspersky Lab, jumlah organisasi yang ditargetkan oleh kelompok Hellsing ini mendekati 20 organisasi.

Kaspersky Lab telah mendeteksi dan memblokir malware Hellsing di Malaysia, Filipina, India, Indonesia dan Amerika Serikat, dengan sebagian besar korban berada di Malaysia dan Filipina.

“Penargetan kelompok Naikon oleh kelompok Hellsing ini, seperti semacam pembalasan dendam dengan memburu vampir gaya “Empire Strikes Back”, sangat menarik. Di masa lalu, kita telah melihat kelompok APT sengaja saling serang satu sama lain sambil mencuri buku alamat dari para korban dan kemudian mengirimkan email massal kepada semua orang yang terdapat dalam daftar tersebut. Namun, mengingat sasaran dan asal serangan ini, maka tampaknya lebih mungkin bahwa hal ini adalah contoh dari serangan APT kepada APT lain yang memang disengaja,” kata Costin Raiu (Director of Global Research and Analyst Team Kaspersky Lab).

Menurut analisis Kaspersky Lab aktor ancaman Hellsing telah aktif setidaknya sejak 2012 dan tetap aktif sampai sekarang.

Andrea Pahlevi: Berkarya Atas Dasar Kemanusiaan di PMI

Andrea Pahlevi, Kepala Divisi IT & Telecom, Palang Merah Indonesia
Andrea Pahlevi, Kepala Divisi IT & Telecom, Palang Merah Indonesia

“Saya masih butuh ‘orang-orang gila’ yang mau membantu PMI,” seloroh Andrea Pahlevi (Kepala Divisi IT & Telecom, Palang Merah Indonesia) ketika ditemui InfoKomputer di kantor pusat Palang Merah Indonesia (PMI).

Ungkapan “orang gila” yang disebutkan Andrea itu memiliki makna positif. Istilah itu ditujukan kepada para karyawan dan sukarelawan yang mau mengabdikan diri untuk mendukung aktivitas PMI. “Karena PMI kan organisasi nonprofit. Kalau mau mencari penghasilan tinggi, belum tentu mereka mau bekerja di sini. Tapi, teman-teman di sini memang punya rasa kemanusiaan yang tinggi,” ujarnya.

Atas dasar kemanusiaan pula, Andrea mengawali kariernya dalam mengelola urusan teknologi informasi dan telekomunikasi di PMI sejak tiga belas tahun silam. Setelah lulus kuliah pada tahun 1994, ia sempat bekerja di software house dan perusahaan konsultan. Perkenalannya dengan PMI dimulai pada tahun 2002. Saat itu, ia diminta membangun sistem TI PMI mulai dari nol. “Ternyata di organisasi kemanusiaan itu, ada perasaan yang tidak bisa dinilai dengan uang saat kita bisa membantu orang lain,” ungkap pria berdarah Aceh ini.

Andrea kemudian bercerita mengenai tahun-tahun pertamanya di PMI yang serbasederhana. Jumlah komputer masih terbatas, sistem pertukaran data pun masih menggunakan disket. Perlahan-lahan, ia membangun infrastruktur dan jaringan terpusat. Di kala itu, Andrea masih bekerja sendirian. Walhasil, semua ia lakukan sendiri, termasuk membuat modul pelatihan, menjadi instruktur Word dan Excel, sampai mengajari cara memakai printer di jaringan. Ia bahkan pernah ditugasi mengurus TI untuk Federasi Palang Merah/Bulan Sabit Merah Internasional yang baru membuka kantor cabang di Jakarta.

Aplikasi dan Sistem Informasi

Beberapa tahun di bawah kepemimpinan Andrea, infrastruktur TI di PMI sudah berdiri kokoh. Mereka kini memunyai dua data center (primer dan sekunder) dan jaringan telekomunikasi ke sebagian kantor cabang PMI di 457 lokasi. Untuk pengelolaan data, Andrea dan timnya yang berjumlah empat orang mengembangkan Sistem Informasi Manajemen PMI mulai tahun 2005. Sistem ini mampu mengumpulkan dan mengolah informasi tentang assessment laporan bencana, peta dan statistik bencana, serta ketersediaan logistik (bahan bantuan untuk korban bencana).

"Di organisasi kemanusiaan itu, ada perasaan yang tidak bisa dinilai dengan uang saat kita bisa membantu orang lain"
“Di organisasi kemanusiaan itu, ada perasaan yang tidak bisa dinilai dengan uang saat kita bisa membantu orang lain”

“Dengan sistem ini, kami bisa mapping bencana yang terjadi di suatu daerah dalam periode waktu tertentu. Kami selalu sharing kepada pemerintah dan instansi terkait. Laporan ditampilkan dalam bentuk grafik agar end user bisa lebih mudah mengambil keputusan, melakukan antisipasi, dan melatih kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana,” papar pria yang hobi membaca buku motivasi dan pengembangan diri ini. Selain versi elektronik, laporan juga disiapkan dalam bentuk fisik (kertas) berupa narrative report beserta poin-poinnya.

Di luar sistem tersebut, ada lagi Sistem Informasi Manajemen Unit Donor Darah yang dikhususkan untuk mengelola data-data yang berkaitan dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI. Misalnya jadwal dan lokasi donor darah, stok ketersediaan darah, dan database pendonor. Sistem ini terhubung ke AyoDonor, situs yang ditujukan sebagai sarana informasi dan transparansi bagi masyarakat/pendonor. Bekerjasama dengan Indosat, PMI juga membuat aplikasi berbasis Facebook yang bernama BloodBook untuk mempertemukan pendonor dan orang yang membutuhkan sumbangan darah.

Gebrakan terbaru yang dilakukan oleh PMI yaitu meluncurkan sejumlah aplikasi mobile di platform Android dan iOS. Aplikasi Siaga Bencana berisi panduan hal-hal yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana alam, sedangkan aplikasi First Aid memuat edukasi tentang pertolongan pertama pada bencana/kecelakaan. Sementara itu, aplikasi Mobile Rapid Assessment (MRA) disediakan untuk masyarakat dan relawan PMI yang ingin melaporkan kecelakaan dan bencana yang terjadi di sekitarnya. Aplikasi ini terhubung ke Sistem Informasi Manajemen PMI sehingga bisa ditindaklanjuti secepatnya. “Ada tujuh belas aplikasi yang ingin kami bangun, antara lain game bertema tanggap bencana. Tapi, kami kembangkan satu per satu,” kata Andrea.

Mengatasi Keterbatasan

Kendala utama yang dihadapi Andrea sepanjang mengelola TI di PMI adalah keterbatasan anggaran. Akibatnya, dari 457 kantor cabang di seluruh Indonesia, belum seluruhnya terhubung ke dalam jaringan radio dan e-mail PMI. Begitu pula di Unit Donor Darah. Unit yang sudah terkomputerisasi masih di bawah 100 dari 215 UDD yang ada. Kesulitan terutama dihadapi cabang-cabang yang berada di wilayah Indonesia Timur.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, Andrea menggunakan banyak cara. Contohnya dalam membangun jaringan radio yang membutuhkan biaya cukup mahal, PMI dibantu oleh para pegiat radio amatir sehingga mampu membuat jaringan radio sampai ke tingkat provinsi dan kota/kabupaten. Bantuan serupa juga dirasakan saat di lokasi bencana.

“Waktu bencana tsunami di Aceh, satu hari saya pasang radio sampai malam bersama rekan-rekan radio amatir, besoknya sudah pindah lagi. Saat kecelakaan pesawat Sukhoi, saya harus mengantar IT dan Telecom Box ke lokasi. Di dalamnya ada radio, komputer, modem satelit, dan handy talkie,” kenang Andrea. “Kami pakai produk-produk lokal saja. Walau dana terbatas, hasilnya tetap maksimal,” tambahnya.

Bantuan lainnya datang dari Microsoft. Sejak tahun 2005, mereka menggandeng PMI sebagai role model untuk pemanfaatan produk-produk Microsoft di organisasi nirlaba dengan banyak kantor cabang. Dalam waktu dekat, PMI akan mengimplementasikan paket Office365 Enterprise dan Microsoft Project guna mendukung e-mail, pembuatan dan penyimpanan dokumen, komunikasi internal, pengelolaan proyek, dan teknologi cloud.

Di akhir wawancara, Andrea mengemukakan beberapa tujuan yang ingin ia capai dalam statusnya selaku komandan TI di PMI, yaitu mempermudah komunikasi dan koordinasi, melakukan integrasi data, meningkatkan efisiensi, membantu pengambilan keputusan, transparansi ke publik, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Cita-cita saya adalah bagaimana PMI dengan TI-nya bisa membantu masyarakat menjadi lebih baik. Kami ingin meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah. Tidak hanya dengan membekali skill terhadap bencana, tapi juga skill komputer, desain grafis, dan sebagainya,” tukasnya.

Di Usia ke-40, Epson Terus Berkomitmen Hadirkan Produk yang Mengejutkan

epson

Tepat pada 12 Juni 2015 nanti, Epson akan memasuki usianya yang ke 40 tahun. Seiko Epson Corporation (SEC) sebagai induk perusahaan telah menggunakan merek Epson pada berbagai produk dan jasa.

Untuk merayakan hari jadinya, Epson akan menunjukkan apresiasi terbesar kepada para pemangku kepentingan yang telah mendukung Epson selama ini. Epson juga akan melihat secara retrospektif arti merek Epson dan menegaskan komitmennya kembali untuk tetap terus memberikan produk yang mengejutkan dan menyenangkan sesuai kebutuhan pelanggan.

Epson didirikan pada tahun 1942. Memulai sebagai pengembang dan manufaktur jam tangan, Epson kemudian mengembangkan teknologi inti untuk menciptakan produk-produk yang kompak, hemat energi dan presisi tinggi dalam rangka memasuki dan memperluas bisnisnya di area yang lain secara bertahap.

Epson mulai bergerak memasuki bisnis perangkat informasi pada tahun 1968 dengan dirilisnya EP-101, printer digital pertama di dunia yang kompak dan ringan, dimana kemudian diikuti dengan kesuksesan produk computer peripheral.

Seiring dengan usaha mengembangkan market baru dan memberikan produk dan pelayanan dengan kategori yang luas kepada seluruh pelanggannya di dunia, Epson memutuskan untuk mengembangkan brand yang unik dan orisinil.

Printer digital Epson yang pertama, EP-101, memiliki bentuk yang kompak. EP-101 adalah cikal bakal berkembangnya merek Epson.
Printer digital Epson yang pertama, EP-101, memiliki bentuk yang kompak. EP-101 adalah cikal bakal berkembangnya merek Epson.

Merek Epson berasal dari kata EP-101, produk yang memulai perluasan bisnis SEC ke perangkat informasi. “EP” adalah singkatan dari electronic printer dan “SON” merepresentasikan keinginan untuk melanjutkan penciptaan printer eletronik orisinil yang memiliki produk dan pelayanan yang berharga.

Sedangkan tagline global “Exceed Your Vision” yang menemani merek Epson secara ringkas menyatakan janji kepada pelanggan di seluruh dunia bahwa Epson akan terus menciptakan produk dan pelayanan yang melebihi harapan mereka.

Epson menggunakan teknologi-teknologi inti yang diciptakan dan dikembangkannya untuk mengubah bisnis Epson sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan masyarakat. Di bawah visi korporat, SE15, Epson melanjutkan untuk mengembangkan produk-produk dan pelayanan yang unik dalam upaya untuk mendorong perubahan dalam 4 area yaitu cetak, komunikasi visual, kualitas kehidupan, dan manufaktur.

Biznet Wifi Hadirkan Paket Internet Cepat Mulai Harga 10 Ribu Rupiah

Peluncuran Biznet Wifi - Yudie Haryanto, VP Marketing, dan Destria Sitompul, Brand Manager
Peluncuran Biznet Wifi – Yudie Haryanto, VP Marketing, dan Destria Sitompul, Brand Manager

Setelah berhasil melakukan ekspansi bisnis di 24 kota di Indonesia, Biznet Networks kembali mengumumkan penyempurnaan jangkauan layanan Biznet Wifi melalui penambahan varian paket Rp10.000 dengan kuota akses internet 500 MB dan masa aktif 10 hari.

Adi Kusma, President Director Biznet Networks mengatakan, “Biznet Wifi adalah solusi atas tingginya permintaan para pengguna ponsel pintar dan tablet akan akses internet nirkabel yang cepat dan andal. Melihat permintaan pasar yang terus meningkat, kami berinisiatif mengeluarkan produk terbaru kami, paket termurah dengan harga hanya Rp10.000 untuk 500 MB selama 10 hari.”

Biznet Wifi adalah layanan Wi-Fi Turbo Prabayar untuk pengguna smartphone dan tablet dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Biznet Wifi dapat diakses melalui fitur Wi-Fi yang ada dalam gadget pengguna, tanpa menggunakan alat tambahan seperti dongle, mobile Wi-Fi atau lainnya. Teknologi Wi-Fi 5G (generasi  kelima) ini kompatibel dengan teknologi Wi-Fi sebelumnya, yang dapat ditemukan hampir di seluruh perangkat smartphone, tablet maupun notebook.

Sasaran utama Biznet Wifi adalah para profesional muda, mahasiswa, wisatawan, serta insan-insan seni baik di bidang fotografi, musik, maupun tari, yang ingin berbagi hasil karyanya melalui media sosial. Untuk itu, Biznet Wifi tersedia melalui hotspot di area-area penting, meliputi wilayah bisnis dan perkantoran, pusat perbelanjaan, lingkungan kampus universitas, serta pusat-pusat keramaian yang kerap dipadati wisatawan dan masyarakat lokal.

Dengan misi untuk mengurangi kesenjangan digital di Indonesia, Biznet Wifi secara konsisten menghadirkan  inovasi teknologi Wi-Fi yang mudah diakses dengan harga terjangkau agar dapat menggapai setiap lapisan masyarakat Indonesia.

Hanya dengan registrasi online, konsumen dapat memilih paket Wi-Fi Turbo yang tepat untuk kebutuhannya, dan melengkapi layanan data internet pada smartphone dan tablet.

Biznet menghadirkan beragam paket inovatifnya yang terdiri dari:
Biznet Wifi 10.000 – Kuota 500 MB, Rp. 10.000,- untuk 10 hari
Biznet Wifi 30.000 – Kuota 2 GB, Rp. 30.000,- untuk 30 hari
Biznet Wifi 60.000 – Kuota 5 GB, Rp. 60.000,- untuk 60 hari
Biznet Wifi 90.000 – Kuota 10 GB, Rp. 90.000,- untuk 90 hari

“Layanan Turbo Wi-Fi prabayar kami menerapkan konsep Wi-Fi premium, dan mendobrak paradigma masyarakat akan akses internet Wi-fi yang umumnya gratis namun seringkali lambat, bahkan terputus. Bagi Biznet Networks, harga itu harus terjangkau oleh masyarakat dari berbagai kelas ekonomi dengan kualitas yang baik,” ujar Yudie Haryanto, VP Marketing, Biznet Networks.

Bagi yang ingin melakukan registrasi dapat melalui www.biznetwifi.com dan untuk Top up dapat dilakukan melalui pembelian voucher di Alfamart, QEON voucher, ATM BCA dan www.biznetwifi.com dengan menggunakan kartu kredit.

Review Smartphone