Arsip Harian: Apr 17, 2015

Ini Saran Pakar untuk Hadapi Ancaman Sekuriti

 

web-security

Indonesia menjadi negara dengan lalu lintas cyber crime tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari Cisco, sebanyak 40 persen lalu lintas cyber crime dunia terdapat di Indonesia yang kemudian disusul oleh Tiongkok sebanyak 38 persen.

Kejahatan cyber crime yang marak terjadi di Indonesia di antaranya berupa penyalahgunaan penggunaan kartu kredit, perjudian online, pemalsuan identitas, pembobolan rekening, pembajakan website, bahkan yang paling memprihatinkan pada saat ini pemanfaatan sarana teknologi informasi oleh para terorisme.

Menanggapi hal tersebut, beberapa praktisi TI di Indonesia memberikan solusi terkait cyber crime yang marak terjadi belakangan ini. Joel Hutasoit (Solution Architect dari Suitmedia, perusahaan konsultasi digital) berpendapat bahwa cyber crime di dunia internet umumnya disebabkan oleh tiga hal.

Pertama, kesalahan di tingkat infrastruktur jaringan yang kebanyakan merupakan kesalahan konfigurasi perangkat pendukung jaringan komputer. Kedua, sistem dan aplikasi itu sendiri yang biasanya tereksploitasi oleh individu maupun komunitas tertentu. Ketiga, kelemahan dari para pengguna sistem atau aplikasi tersebut seperti lupa untuk logout, jarang mengganti password dan menggunakan password yang mudah ditebak.

Dalam menghambat pergerakan cyber crime di Indonesia, Suitmedia memberikan saran untuk tingkat keamanan aplikasi dengan membuat standard of procedure (SOP) terkait security dalam mengembangkan aplikasi, salah satunya adalah penggunaan protokol HTTPS pada implementasi aplikasi berbasis web ataupun API (Application Programming Interface) yang diakses oleh mobile application.

Jika dibutuhkan, implementasi application flow juga dapat memperkecil kecerobohan pengguna aplikasi yang bisa menjadi pertimbangan seperti validasi password saat registrasi agar tidak terlalu sederhana, penggunaan CAPTCHA, serta sesi login pengguna yang dapat kadaluarsa jika tidak melakukan aktivitas dalam waktu tertentu.

Pendapat lainnya disampaikan oleh Agung Bakti (Direktur Indoguardika Cipta Kreasi). Beliau berpendapat, perkembangan internet di Indonesia yang pesat saat ini tidak diimbangi dengan sistem pengamanan informasi yang memadai. Payung hukum yang minim serta tingkat penegakannya yang kurang menyebabkan pelaku cyber crime bisa bertindak lebih leluasa. Ditambah lagi dengan kesadaran masyarakat pengamanan dalam aktivitas dunia maya yang masih sangat terbatas sehingga meningkatkan risiko ancaman cyber crime.

Untuk itu bagi masyarakat, diperlukan pengetahuan tentang keamanan dalam beraktvitas di dunia maya. Selanjutnya, masyarakat juga diajak membentengi diri dengan produk keamanan terenkripsi buatan dalam negeri yang telah teruji karena hanya teknik enkripsilah satu-satunya cara ampuh untuk menjamin keamanan dalam kegiatan di dunia maya.

Selain itu, praktisi TI lainnya Kiki Sudiana (Bandung Techno Park) menyarankan perusahaan yang ingin mengamankan datanya untuk melakukan security assessment secara berkala untuk mengecek apakah sistem informasinya sudah cukup aman dari gangguan para hacker, salah satunya dengan cara melakukan penetration testing secara berkala.

Beliau juga menjelaskan,  penetration testing harus dilakukan oleh tim yang berpengalaman. Beliau juga berpendapat untuk solusi nonteknis, para praktisi dan pengajar juga berperan penting dalam memberikan pesan-pesan moral dan etika dalam pembelajaran TI, bukan hanya fokus pada skill teknis semata.

Tiga Bulan Lagi, Microsoft Tidak Lagi Dukung Windows Server 2003

(microsoft.com)
(microsoft.com)

Microsoft belum lama ini menginformasikan seluruh pelanggannya di Indonesia bahwa waktu bagi organisasi/perusahaan yang masih menggunakan Windows Server 2003 sudah hampir habis. Dukungan resmi Microsoft bagi sistem operasi ini kini terhitung hanya kurang dari tiga bulan lagi, sebelum berakhir secara resmi pada tanggal 14 Juli 2015.

Microsoft menyatakan bahwa tanggal ini sudah diperpanjang dan didasari oleh kebijakan dukungan siklus hidup sistem operasi yang berlaku. Karena itu, para pemimpin di bidang TI diminta bergerak cepat untuk melindungi aplikasi dan informasi yang berada di server lama dan menggunakannya sebagai kesempatan untuk memperoleh manfaat bisnis dengan berpindah ke platform yang lebih modern seperti Windows Server 2012.

Menurut Spiceworks (jaringan profesional global dengan lebih dari 5 juta profesional di bidang TI), sebanyak 59,8 persen organisasi di Asia Pasifik masih menggunakan setidaknya satu Windows Server 2003 pada Maret 2015. Hal ini menunjukkan penurunan penggunaan Windows Server 2003 sebesar lima persen sejak Juni 2014.

Di Indonesia sendiri, sebanyak 58 persen organisasi yang menggunakan Spiceworks masih menggunakan setidaknya satu Windows Server 2003 pada Maret 2015. Jumlah ini menunjukkan penurunan sebesar tujuh persen sejak Juni 2014.

Bagi perusahaan yang masih menggunakan Windows Server 2003 setelah berakhirnya batas waktu dukungan, server tersebut akan sangat rentan karena tidak lagi memiliki security patch. Hal ini penting diperhatikan, mengingat cepatnya evolusi ancaman keamanan. Bahkan, menurut data dari Secunia (pemain global dalam manajemen kerentanan perangkat lunak), tercatat sebanyak 47 kerentanan baru telah diidentifikasi pada Windows Server 2003 sejak Januari 2014. Untuk itu, para pengambil keputusan TI bisa mengalihkan operasi mereka ke platform baru seperti Windows Server 2012 dan platform awan Microsoft, Azure.

Aries Triwahyudi (Cloud & Enterprise Business Group Lead, Microsoft Indonesia) mengatakan bahwa tuntutan teknologi informasi telah berubah secara signifikan sejak peluncuran Windows Server 2003 lebih dari sebelas tahun yang lalu. “Para pemimpin TI di semua industri saat ini mengelola infrastruktur yang menuntut dukungan aplikasi berbasis teknologi awan, mobilitas, sosial, dan data-intensif. Selain itu, meningkatnya ancaman keamanan dan privasi mendorong bisnis dengan berbagai ukuran untuk dapat bertransformasi menuju dunia yang mobile-first, cloud-first, yang tidak dapat didukung oleh platform teknologi lama,” ujarnya.

Asyik, Visa Tawarkan Diskon Belanja di Situs Lokal

visa
Peluncuran program “Wonderful Wednesday with Visa” di Jakarta beberapa waktu lalu.

Para pemegang kartu Visa kini dapat menikmati potongan sebesar 50 ribu rupiah setiap hari Rabu ketika berbelanja di toko-toko online lokal hingga akhir tahun ini.

Toko-toko online lokal yang termasuk dalam program promosi ini adalah: KlikKeat.com (layanan antar makanan, beralamat di www.klikKeat.com), Lensza.co.id (pusat kacamata dan lensa kontak, beralamat di www.lensza.co.id), Hijup.com (situs fashion muslim, beralamat di www.hijup.com), SportDeca.com (situs perlengkapan olahraga beralamat di www.sportdeca.com), CharacterKland.com (situs penjual produk karakter berlisensi, beralamat di www.characterKland.com), dan Cottonink.co.id (situs fashion wanita, beralamat di www.cottonink.co.id).

Ellyana Fuad (Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia) menyatakan bahwa perdagangan elektronik kini sedang berkembang pesat di Indonesia dan Indonesia merupakan salah satu pengguna media sosial terbesar di dunia. “Hasil survei Visa terbaru menemukan [bahwa sebanyak] 76 persen responden mengaku berbelanja online pada setahun terakhir dengan mayoritas pembelanjaan (61 persen) dilakukan di situs-situs lokal,” katanya dalam siaran pers kepada InfoKomputer.

Untuk itu, Ellyana menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung industri perdagangan elektronik di Indonesia, sejalan dengan Gerakan Nasional Non-Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. “Melalui berbagai bentuk kerja sama dengan toko-toko online lokal ini, kami dapat mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia untuk menikmati kelebihan dan kenyamanan pembayaran elektronik dan juga keamanan pembayaran online menggunakan kartu Visa mereka,” tambah Ellyana.

Berminat mengikuti promo ini? Jika ya, silakan kunjungi aneka situs tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Review Xiaomi Redmi 2: Mendukung 4G di Dua Kartu SIM

Xiaomi2

Penasaran dengan feature dan kemampuan dari sekuel Redmi yang belum lama meluncur? Simak review singkat kali ini yang terfokus pada keunggulan utama Xiaomi Redmi 2.

Kehadiran perdana Xiaomi lewat seri Redmi 1S tahun lalu mendapat sambutan hangat meski brand asal Tongkok ini terbilang pemain baru yang masih meraba pasar Indonesia. Dalam waktu singkat saja, 5.000 unit Redmi 1S langsung habis mengingat paket handset kelas mid-end ini terasa sangat kompetitif dibandingkan produk sekelas lainnya yang terbilang lebih mahal.

Kesuksesan ini pun dilanjutkan kemunculan Redmi 2 bulan April lalu yang mendapat respons lebih semarak.

Redmi 2 hadir dalam desain yang menurut kami lebih menarik dengan lekuk lebih mulus dan juga lebih ringan dibandingkan model perdana (bobot kini 133 gram). Meski lebih ringan, Redmi 2 mengusung daya baterai sedikit lebih besar (2.200mAh). Karakter tombol masih serupa dengan Redmi 1S, termasuk ketiadaan backlight penerang pada tiga tombol utama yang menyulitkan melihatnya dalam kondisi gelap.

Spesifikasi Redmi 2 tampaknya jadi bagian paling menarik di mana handset ini sudah mengalami upgrade ke prosesor 64-bit dengan kinerja lebih optimal. Komposisinya serupa dengan Lenovo A6000 yang juga sudah kami bedah. Namun, jika A6000 hanya mendukung jalur 4G di frekuensi 1.800MHz dan hanya pada satu SIM, pada Redmi 2 ini kedua jalur SIM mendukung 4G baik pada frekuensi 900MHz yang sekarang berlaku maupun 1.800MHz yang nanti akan digunakan resmi di tanah air.

Dalam hal layar, tampaknya Xiaomi masih suka menetapkan kelas Redmi dalam layar 4,7 inci yang dianggap paling nyaman untuk digenggam. Pada display ini, digunakan panel layar besutan Sharp yang terhubung langsung ke sensor sentuh sehingga tampilan jadi cerah dan respons sentuh sensitif. Dengan antarmuka MiUI 6 yang khas, kustomisasi menarik, dan menyediakan banyak tema lokal, membuat navigasi di handset ini terasa menyenangkan.

Ketika menggunakan USB OTG dan membuka Explorer built-in untuk menjelajah file, Anda mungkin bingung tak menemui storage ekstra ini. Tampilan awal Explorer rupanya langsung mengumpulkan jenis file dari phone dan OTG tanpa membedakan asal storage mereka. Untuk itu, klik pilihan Phone untuk memilih storage mana yang akan dijelajahi. Redmi 2 juga mendukung konfigurasi e-mail otomatis yang memudahkan pada 120.000 domain email di Internet.

***

Xiaomi memang cerdik menghadirkan Redmi 2 sebagai smartphone yang punya banyak nilai plus namun dijual dengan harga yang disukai konsumen entry level. Tak heran bila produknya kerap diserbu konsumen yang bahkan juga memunculkan komunitas yang terbilang loyal.

Xiaomi2-lokal

Kearifan Lokal

Agar lebih dekat secara emosi, Xiaomi juga bekerjasama dengan pengembang lokal untuk menghadirkan tema tradisional dan seni yang berkaitan dengan negara dimana Xiaomi hadir.

Xiaomi2-age

Umur dan Kelamin

Fungsi “Face recognition” menyediakan opsi untuk menampilkan jenis kelamis dan perkiraan umur dari wajah pengguna saat berfoto selfie dan mengaktifkan feature beauty di sudut kiri-atas.

Xiaomi2-lite

Mode Sederhana

Untuk mereka yang lebih suka panel yang sederhana bisa mengaktifkan mode Lite dimana tampilan handset akan menyajikan hal-hal utama dalam icon tertata layaknya Windows Phone.

Xiaomi2-led

Notifikasi 7 Warna

Untuk Anda yang ingin tahu ada pesan dari layanan tertentu di smartphone tentu bakal suka feature notifikasi via LED tanpa harus terlebih dulu membuka kunci layar. Notifikasi ini bisa diatur dibagian Additional settings*Notification light. Tersedia hingga tujuh warrna indikator (biru, merah, kuning, hijau, cyan, putih, dan ungu) untuk diatur agar menyala untuk telepon masuk, SMS, notifikasi aplikasi messenger,d an lainnya. Pilihan warna notifikasi yang banyak ini jarang ditemui pada handset sekelas lho.

 

PLUS:

Dual-SIM 4G; kinerja lumayan; dukung OTG; antarmuka menarik; setting email mudah; sensor banyak; harga ekonomis.

MINUS:

Tombol utama tanpa backlight; layar sesak tanpa App Drawer.

 

Hasil Pengujian

Lenovo A6000Xiaomi Redmi 2
Antutu Benchmark 5.720.78220.401
Smartbench 2012– Productivity

Games

6007

3168

6319

3255

Quadrant Advanced 2.111.37112.014
Linpack Pro- Single-Thread

Multi-Thread

112,734 MFLOPS

226,817 MFLOPS

112,299 MFLOPS

232,954 MFLOPS

NenaMark v2.454,1 fps54,3 fps
3DMark 1.4– 720

1080

Unlimited

5352

2672

4428

5319

2670

4437

 

Spesifikasi                     

ProsesorQualcomm Snapdragon 410 MSM8916 1,2GHz(quad-core ARM Cortex-A53)
RAM1GB
Chip grafisAdreno 306
Jaringan selular2G: 850/900/1800/1900MHz3G: 850/900/2100MHz4G: 900/1800/2600 MHz
Internal storage8GB
WirelessWiFi (802.11 b/g/n), WiDi, Bluetooth 4.0, A-GPS/GLONASS, radio FM
Koneksi lainmicro USB, audio 3,5mm
Kamera2MP & 8MP (belakang)
LayarIPS 4,7″ / 720×1280 pixel (312ppi)Capacitive touchscreen
BateraiLi-polimer 2200mAh
Bobot / dimensi133 gram / 13,4×6,7×0,94 cm
Sistem operasiAndroid 4.4.4 (KitKat)
Situs Webwww.mi.com
Garansi1 tahun
Harga kisaran*Rp 1.599.000

* Lazada, (021) 2949-0200

* Minggu kedua April 2015

Perusahaan Skala Besar Tak Ragu Lagi Pindahkan Data Center ke Awan

Richard_Harshman
Richard Harshman, Head of ASEAN, Amazon Web Services

Di awal kemunculannya, cloud computing dianggap paling cocok mengakomodasi kebutuhan komputasi pebisnis skala kecil ataupun perusahaan pemula (startup) yang umumnya tidak ingin repot mengurus infrastruktur teknologi informasi (TI). Namun sering berjalannya waktu dan perkembangan cloud, tak sedikit perusahaan besar yang mengoperasikan data center sepenuhnya di atas awan.

“Seiring waktu, kami yakin nantinya perusahaan tidak lagi ingin memiliki dan atau mengelola pusat data sendiri,” cetus Richard Harshman, Head of ASEAN, Amazon Web Services (AWS) dalam konferensi pers pertama AWS di Indonesia, di Jakarta.

Mengapa? Pertama, memiliki dan mengelola infrastruktur sendiri berarti capital expenditure (capex) besar. Namun yang paling dibutuhkan perusahaan saat ini, menurut Richard, adalah kelincahan (agility) dan time to market yang lebih cepat.

Richard mencontohkan News Corp, perusahaan global di bidang media, yang memindahkan data centernya ke public cloud AWS. Walhasil data center fisik yang semula berjumlah 46—dengan sekitar 13 ribu server dan data sebesar 6 peta byte di dalamnya—dipangkas hingga 6 saja. Tengok juga Archipelago International, international hotel group dari Indonesia, yang memercayakan website komersial, server produksi, sistem backup, dan beberapa critical file berjalan di atas platform cloud AWS.

“Perusahaan yang mengoperasikan lebih dari 100 hotel di Indonesia, Filipina dan Malaysia ini berhasil memotong waktu untuk procurement dan setup infrastruktur dari 5-10 minggu menjadi beberapa menit saja. Mereka juga berhasil menghemat 210 ribu dolar per tahun dengan mengurangi capex dan opex, biaya sewa ruang (data center), dan listrik,” papar Richard.

Kalaupun tidak memindahkan data center ke cloud, cukup banyak pula klien AWS yang menggunakan public cloud untuk menjalankan aplikasi yang bersifat mission critical bagi bisnis. Salah satu contoh yang dikemukanan Richard Harshman adalah Jollibee Foods Corporation. Pebisnis asal Filipina yang memiliki 2500 toko di seluruh dunia ini telah memigrasikan beberapa aplikasi enterprise inti ke cloud, seperti supplier management system dan warehouse management system. “Mereka juga menempatkan online ordering platform untuk pelanggannya di AWS,” imbuh Richard.

Platform cloud AWS juga ditandemkan dengan sistem on premise milik kliennya untuk menunjang pengoperasian hybrid IT architecture. “Ini penting terutama bagi perusahaan di Indonesia karena ada regulasi yang harus mereka patuhi, misalnya data yang harus tetap berada di Indonesia,” kata Richard. Dalam arsitektur hibrida ini, perusahaan dapat tetap menyimpan databasenya secara on premise, tetapi pemrosesan data, penyimpanan front end layer atau app layer di AWS.

Samsung, misalnya, memilih skema hibrida ini untuk meningkatkan kinerja aplikasi smart hub yang dijalankan secara on premise. Dengan skema ini, payment gateway aplikasi tersebut, berikut data transaksi keuangan, tetap berada di data center Samsung, sementara proses-proses lain dari aplikasi tersebut yang tidak terkait proses transaksi finansial akan berjalan di AWS.

Sejak pertama kali diluncurkan tahun 2006, AWS terus menerus mengembangkan jenis layanan cloud yang ditawarkan. Saat ini ada lebih dari 40 layanan di atas platform AWS, seperti layanan compute, storage, networking, database, analytics, application services, deplyoment, management, dan mobile.

Khususnya untuk mendukung hybrid IT architecture, AWS menyediakan beberpa layanan, seperti integrated networking berupa virtual private cloud dan direct connect (koneksi MPLS langsung ke data center AWS), integrated identity services, directory services, federation services, integrated management, deplyoment services, dan backup services.

Wearable Device: Tidak Cuma Jam Tangan

Apa yang terbersit di benak Anda saat mendengar kata wearable device? Sebagian besar pasti langsung tertuju pada perangkat gelang pintar atau jam pintar. Hal ini bisa dimaklumi karena generasi pertama wearable device memang hanya mencakup kedua jenis barang itu.

Akan tetapi, belakangan ini bermunculan wearable device dalam bentuk baru. Ada yang berbentuk cincin, sabuk, bahkan kaos kaki. Ada yang mengedepankan kenyamanan, ada pula yang mengunggulkan kesehatan.

Tentu, masih harus diperdebatkan apakah wearable device akan menjadi dari hidup kita. Apakah kita memang membutuhkan Ring, cincin pintar yang memungkinkan kita mengoperasikan smartphone tanpa harus menyentuhnya. Atau menggunakan Belty, sabuk pintar yang bisa mendeteksi ukuran lingkar perut kita dalam periode tertentu.

Karena jika menggunakan Ring, kita bisa duduk seharian meski sibuk mengoperasikan smartphone. Namun karena jarang melakukan aktivitas fisik, perut kita akan membesar dan membuat Belty mengeluarkan peringatan. Dilema kan?

Sensoria (US$199)

sensoria

Sensoria adalah kaus kaki pintar yang berfungsi memonitor gerakan kaki saat berlari. Sensor ini akan menginformasikan secara real-time apakah Anda sudah melakukan teknik berlari secara benar, seperti teknik pendaratan kaki dan keseimbangan langkah kaki kiri dan kanan. Dengan data itu, Anda dapat terhindar dari cedera karena melakukan teknik berlari yang salah.

Sensoria terdiri dari kaus kaki khusus (yang bisa dicuci), sensor (yang ditempelkan di pergelangan kaki), serta aplikasi (yang tersedia dalam platform iOS dan Android).

Belty (Purwarupa)

emiota

Belty pada dasarnya adalah sebuah sabuk dengan kaitan otomatis yang dapat membesar dan mengecil sesuai kebutuhan. Contohnya saat Anda duduk atau sehabis makan banyak, sabuk ini akan membesar secara otomatis sehingga Anda bisa beraktivitas dengan nyaman.

Melalui rangkaian sensor di dalamnya, Belty juga akan merekam ukuran lingkar pinggang Anda dalam periode tertentu. Jadi Anda bisa mengetahui apakah Anda bertambah gendut atau kurus selama periode tersebut. Sabuk pintar ini juga dapat diatur untuk bergetar jika mendeteksi Anda hanya duduk atau tidak melakukan aktivitas dalam waktu lama.

Sony Smart BTrainer (Purwarupa)

sonysmart

Smart B-Trainer adalah earphone pintar yang berfungsi layaknya personal trainer saat Anda berlari. Perangkat ini akan memberikan perintah latihan kepada Anda berdasarkan data dari sensor detak jantung yang dimiliki earphone ini. Earphone ini juga bisa mengganti lagu menjadi down-beat jika mendeteksi aktivitas Anda terlalu berat atau melakukan down-beat jika Anda kurang bersemangat.

Smart B-Trainer dilengkapi memori internal sehingga Anda tidak perlu membawa smartphone saat berlari. Anda hanya perlu melakukan sinkronisasi data kesehatan ke smartphone setelah melakukan aktivitas. Memori internal di Smart B-Trainer juga digunakan untuk menyimpan lagu untuk menemani Anda berlari.

TempTraq (Menunggu izin FDA)

temptraq

Banyak orang tua yang bingung saat mendapati anak bayi mereka mengalami demam. Oleh karena itu, perusahaan asal AS, Blue Spark Technologies, memberikan solusi dengan menghadirkan perangkat berupa plester pintar bernama TempTraq. TempTraq terdiri dari termometer, baterai, dan Bluetooth.

Penggunaan TempTraq sangat mudah. Pengguna tinggal menempelkan plester tersebut di dekat ketiak bayi, menekan tombol Start, dan plester pintar ini akan mendeteksi temperatur bayi Anda. Jika karena suatu sebab temperatur bayi di atas normal, TempTraq akan mengirim peringatan ke smartphone sang orang tua. TempTraq juga dapat memberikan saran langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi kenaikan temperatur bayi tersebut.

Ring (US$149)

Ring

Ring buatan perusahaan Jepang, Logbar, ini pada dasarnya adalah cincin yang mendeteksi gerakan jari telunjuk Anda dan menerjemahkannya menjadi perintah di smartphone. Jadi pengguna tinggal melakukan gerakan tertentu untuk mengoperasikan smartphone tanpa harus menyentuh smartphone tersebut.

Hal yang bisa dilakukan pengguna antara lain menggerakkan jari membentuk huruf C (Camera) saat ingin memotret. Jika ingin memainkan musik, tinggal menggerakkan jari dengan membentuk gambar segitiga yang merupakan lambang dari Play. Koneksi Smart Ring dan smartphone sendiri menggunakan koneksi Bluetooth. Pihak Logbar juga membuka API cincin pintar ini agar developer software bisa membuat aplikasi berbasis Ring.

 

Review Smartphone