30 | April | 2015 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Apr 30, 2015

Lenovo Vibe Z2 Pro: Penantang Kelas Pro

Dok.Lenovo
Dok.Lenovo

Ambisi Lenovo untuk menguasai pasar mobile tampaknya harus diwaspadai kompetitornya. Untuk lebih leluasa bergerak pun, merek asal Cina ini sengaja mengakuisisi Motorola Mobility yang memiliki banyak paten teknologi mobile. Beragam segmen produk pun dihadirkan Lenovo untuk bisa menguasai pasar dengan cepat. Untuk segmen high-end pun mereka sangat serius menghadirkan produk yang dibuat unik dan tampak perkasa di semua lini.

Menjelang akhir tahun lalu pun, Lenovo merilis penerus kasta premiumnya lewat seri Vibe Z2 Pro. Tipe ini saat ini menjadi handset kelas tertinggi Lenovo. Kehadiran handset yang cukup mahal ini (Rp7,5 juta) agaknya bertujuan melawan pesaing sekelas seperti Galaxy S5 (Rp6,5-7 juta), Xperia Z3 (Rp7,5-8,5 juta), G3 (Rp6,5-7 juta), One E8 (Rp6,5-7 juta), atau bahkan iPhone 6.

Yang jelas, Vibe Z2 Pro menjanjikan keunggulan pada display, kinerja, dan juga feature. Semuanya bisa dibandingkan dengan kompetitornya. Benarkah demikian?

Ketika pertama kali melihat Vibe Z2 Pro (K920), kami langsung teringat flagship K900 yang memiliki bodi agak “kotak”. Namun struktur Vibe Z2 Pro ini tampak lebih menarik dan tidak tajam. Back cover-nya didominasi alumunium dengan aksen garis yang tegas sehingga desain unibody ini terlihat kuat. Kami agak penasaran dengan area kamera yang tampak memakai kompartemen tersendiri yang bisa dibuka dengan obeng khusus. Namun, desainnya masih tetap terlihat keren.

LenovoZ2_2-min

Vibe Z2 Pro tampil dengan layar besar IPS enam inci dengan resolusi quad-HD (1440 x 2560 pixel) atau kadang disebut juga resolusi 2K. Layar besar ini dilapisi Gorilla Glass 3 yang membuatnya kuat menahan goresan benda tajam. Dengan kecerahan maksimal hingga lima ratus nit, layar produk ini tetap terang meski berada di bawah terik mentari. Kalau merasa layar ini terlampau besar, Anda bisa mengaktikkan feature “Micro Screen”. Jika diaktifkan, feature ini bisa menciutkan layar layaknya handset berukuran lima inci ke bawah.

Antarmuka VibeUI (Lenovo Launcher v6) bersistem KitKat terlihat cukup menyenangkan. Tersedia banyak theme dengan grafis dan animasi menarik sehingga tampilan layarnya tidak membosankan. Tersedia pula cukup banyak feature Gesture yang memungkinkan penjelajahan menu secara lebih bervariasi, misalnya dengan menggerakkan tangan di atas layar untuk melakukan kontrol, aktivasi shortcut di tombol floating, hingga pengaturan dering otomatis ketika handset berada dalam saku atau ketika diangkat.

LenovoZ2_3-min

Satu fungsi unggulan yang ditonjolkan Lenovo pada phablet barunya ini adalah kemampuan fotografi kelas pro melalui kamera beresolusi enam belas megapixel dengan penstabil optis (OIS). Ada dua mode kamera yang ditawarkan: Smart (S) dan Professional (P). Sebenarnya pemilihan mode ini awalnya akan terasa membingungkan. Rupanya, Anda harus mengeklik ikon di kiri-bawah. Kemudian akan terlihat ikon pilihan mode di kiri-atas. Mode S lebih cocok untuk yang lebih suka memotret secara instan tanpa perlu mengatur konfigurasi foto secara manual, sedangkan mode P sebaliknya. Cukup banyak pengaturan foto profesional yang disediakan.

Kami merasa puas dengan kemampuan kerja Vibe Z2 Pro berkat tenaga Snapdragon 801 2,5 GHz yang dikombinasikan RAM 3 GB dan grafis Adreno 330. Produk ini dilengapi dengan penyimpan internal sebesar 32 GB yang sayangnya tak bisa ditambah dengan micro-SD. Semua ini didukung oleh baterai 4.000 mAh yang cukup besar untuk bertahan hingga dua hari dengan aktivitas sekitar dua belas jam setiap harinya. Oh ya, phablet juga sudah mendukung koneksi seluler 4G-LTE yang segera akan hadir di Indonesia.

Micro-screen Feature ini berguna untuk mengecilkan layar agar nyaman bagi tangan yang mungil. Cukup sapukan jari membentuk huruf C dari tepi kiri/kanan layar.
Micro-screen
Feature ini berguna untuk mengecilkan layar agar nyaman bagi tangan yang mungil. Cukup sapukan jari membentuk huruf C dari tepi kiri/kanan layar.
Panduan Internal Pada bagian About phone, bisa dijumpai User Guide yang menerangkan fungsi-fungsi pokok di phablet, termasuk juga feature keren yang ditampikan melalui video (sayangnya harus dibuka dalam keadaan online).
Panduan Internal
Pada bagian About phone, bisa dijumpai User Guide yang menerangkan fungsi-fungsi pokok di phablet, termasuk juga feature keren yang ditampikan melalui video (sayangnya harus dibuka dalam keadaan online).
Tak Bosan Dengan beragam pilihan tampilan yang bisa diatur pada “Theme Center”, layar phablet terlihat segar dan dinamis.
Tak Bosan
Dengan beragam pilihan tampilan yang bisa diatur pada “Theme Center”, layar phablet terlihat segar dan dinamis.
Banyak Pengaturan Para penggemar fotografi akan menyukai tersedianya banyak pengaturan manual. Pada mode Pro,  bahkan pengaturan ini bisa dimunculkan dengan menggeser tombol shutter ke tengah layar.
Banyak Pengaturan
Para penggemar fotografi akan menyukai tersedianya banyak pengaturan manual. Pada mode Pro, bahkan pengaturan ini bisa dimunculkan dengan menggeser tombol shutter ke tengah layar.

Hasil Pengujian

PengujianLenovo Vibe Z2 ProAsus Padfone S
Antutu Benchmark 5.543.731 43.590
Smartbench 2012 • Productivity 9081 9161
Smartbench 2012 • Games 4186 4516
Quadrant Advanced 2.1 23.460 22.509
Linpack Pro • Single-Thread 400,025 MFLOPS 365,629 MFLOPS
Linpack Pro • Multi-Thread 702,156 MFLOPS 737,582 MFLOPS
3DMark 1.3 - 720 Maxed Out Maxed Out
3DMark 1.3 - ExtremeMaxed OutMaxed Out
3DMark 1.3 - Unlimited16.388 19.690

*skor makin tinggi makin bagus

PLUS: Desain mewah, tampilan 2K, kinerja kencang, banyak sensor, feature penjelajahan; dukungan koneksi 4G, fasilitas kamera pro.

MINUS: Bobot cukup berat, tanpa selot micro-SD, harga premium.

Spesifikasi Lenovo Vibe Z2 Pro
Prosesor Qualcomm Snapdragon 801MSM8974AC 2,5 GHz (quad-core Krait 400)
RAM 3 GB
Chip grafis Adreno 330
Jaringan seluler GSM 850/900/1.800/1.900 MHz HSDPA 900/1.900/2.100 MHz LTE 800/900/1.800/1.900/2.100/2.600 MHz (Cat4)
Kapasitas penyimpan internal 32 GB
Dukungan sambungan nirkabel Wi-Fi (802.11 a/b/g/n/ac), Wi-Di, Bluetooth 4.0, A-GPS, NFC, radio FM
Koneksi lain Micro-USB
Kamera 5 MP (depan) & 16 MP (belakang)
LayarIPS 6″ @ 1440 x 2560 pixel @ 490 ppi Capacitive touchscreen
Kapasitas baterai Li-po 4.000 mAh
Bobot /dimensi 179 gram/15,6 x 8,1 x 0,77 cm
Sistem operasiAndroid 4.4.2 (KitKat)
Situs Web www.lenovo.com
Garansi 1 tahun
Harga (kisaran) Rp7.499.000
Sumber hargaBhinneka, (021) 2929-2828

Tren Jumlah Pengguna Twitter Mengkhawatirkan

trend twitter

Setiap kali membuka Twitter, Anda akan disambut jendela “While you were away”. Pada menu tersebut, Anda akan melihat tweet penting dari orang yang Anda follow; meski tweet tersebut terjadi beberapa jam sebelumnya. Fasilitas ini memang sedikit melenceng dari konsep real-time yang selama ini menjadi kekuatan Twitter. Namun seperti diungkap Dick Costollo saat ke Jakarta beberapa waktu lalu, Twitter ingin menjadi platform yang mampu mengumpulkan informasi relevan kepada penggunanya, dan While you were away adalah satu langkah menuju ke sana.

Fasilitas itu diperkenalkan di platform iOS pada Januari dan Android pada Februari 2015. Namun While you were away sepertinya belum mampu menggenjot pengguna Twitter ke angka lebih tinggi. Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama tahun ini, MAU (Monthly Average User, jumlah pengguna per bulan) saat ini 302 juta akun. Angka ini naik 18% dari dibanding tahun lalu, dan naik 4,9% (atau 14 juta) dibanding Q4 2014.

Meski telah menembus angka 300 juta, kenaikan ini terbilang kurang menggembirakan, utamanya jika dibanding Facebook yang menjadi patokan di dunia media sosial. Facebook saat ini memiliki MAU 1,44 milyar, naik 48 juta (3,6%) pengguna dibanding Q4 2014. Jika Facebook yang memiliki 1 milyar lebih pengguna masih bisa terus naik, pertanyaan besar tentu saja mengarah ke Twitter: mengapa pertumbuhan jumlah penggunanya lebih sedikit? Apakah itu berarti platform Twitter tidak lagi menarik bagi pengguna?

 

Namun Dick Costollo menyebut data tersebut sebenarnya tidak menunjukkan pengguna Twitter sesungguhnya. Pasalnya ada sekitar 500 juta pengguna per bulan yang sebenarnya mengunjungi halaman web Twitter namun tidak melakukan login. Karena itulah di kuartal berikutnya, Twitter akan mengubah matriks untuk menghitung jumlah pengguna. Twitter akan memasukkan pengguna Twitter yang mengirim tweet melalui SMS yang banyak dilakukan di negara berkembang. Perubahan ini diperkirakan akan menambah jumlah pengguna Twitter sampai 6 juta orang.

Kita tunggu saja apakah Dick Costollo dan tim mampu menjawab tantangan ini.

Mengapa Saya Memerlukan Harddisk NAS Seagate? (Bagian 3)

pemenang
Tiga pemenang kuis “Mengapa Saya Memerlukan Harddisk NAS Seagate?”

Beberapa waktu lalu, Seagate dan InfoKomputer mengadakan lomba tentang kisah menarik seputar produk harddisk dan NAS Seagate. Berikut adalah kisah ketiga yang terpilih menjadi pemenang lomba tersebut. Kisah pertama dan kedua bisa Anda simak di sini dan di sini.

Penullis Cerita: Jaga Faber Situmorang

Saya Faber, seorang wirausaha muda yang berada di Sorong Papua Barat, kota yang berada di timur Indonesia. Saya memulai usaha saya sejak bulan Maret 2014. Saya memulai usaha dengan berjualan Alat Tulis Kantor, menerima cetak foto, dan kemudian fotocopy karena lingkungan di sekitar saya memerlukan layanan itu. Kemudian berkat dana yang ada akhirnya saya membeli mesin digital printing.

Berikut adalah beberapa situs milik saya:

website usaha: www.tangiangta.com

website travel: www.tkp.biz.id

website toko online : toko.tkp.biz.id (tahap pengembangan)

website komunitas : linux.kaizensorong.com

website info kota : infosorong.info (tahap pengembangan – tapi macet)

Saya menggunakan FreeNAS ini untuk keperluan kerja untuk menyimpan file dokumen kerja, file Buku Sekolah Elektronik, file dokumen dari pelanggan yang datang, dan file printing pesanan yang masuk.

Sejak saya membuka usaha saya banyak diminta cetak file Undang-Undang Pemerintah Daerah, tugas anak – anak sekolah di sekeliling lingkungan toko saya, dan saya juga menyimpan file-file PDF tiket dari pelanggan yang datang.

Saya membuat NAS dengan Open Source FreeNAS. Saya menggunakan notebook bekas saya yang memiliki spesifikasi Intel Pentium Mobile, Ram 512MB, HDD 4GB, Layar 7″, serta card reader. Card Readernya juga saya pake memori 8GB untuk file sharing.

Saya memerlukan Harddisk ini agar saya dapat menyimpan semua file yang pernah saya kerjakan. Karena selama ini saya menghapus data yang saya rasa tidak perlu saya hapus.

Saya juga suka mendownload file ISO OS Linux dan memposting file tersebut di situ saya, http://linux.kaizensorong.com. Karena saya ingin berbagi dan terus mengenalkan Linux ke siapa saja saja agar terbiasa dengan linux.

Dengan Seagate membantu saya memiliki ruang tempat penyimpanan yang besar berarti Seagate turut serta membantu saya yang lagi dalam tahap pengembangan usaha dan juga membantu memperpanjang hidup file – file yang sudah dimiliki agar dapat digunakan oleh orang lain juga.

Terimakasih Seagate boleh mengetahui kenapa saya harus memenangkan hadiah ini.

Sebelum Bertemu, Orang Indonesia Paling Sering Cek Foto Profil

altKetika menampilkan diri di jaringan profesional online seperti LinkedIn, 1 dari 2 (51%) profesional di Indonesia mengaku sangat berhati-hati dalam memilih foto profil.

Angka ini menunjukkan bahwa profesional di Indonesia paling memperhatikan “image” dibanding profesional di 19 negara lain yang telah disurvei dalam studi terbaru dari jaringan profesional online, LinkedIn, New Norms @Work

Studi LinkedIn New Norms @Work menunjukkan bahwa para profesional di Indonesia mendapat kesan pertama terhadap seseorang melalui gambar profilnya di media sosial. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sebanyak 42% profesional di Indonesia akan melihat gambar profil seseorang sebelum bertemu dengannya.

“Di era digital di mana media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka seorang profesional harus bisa membangun professional brand mereka di dunia online. Lebih dari setengah profesional di Indonesia pun setuju bahwa mempromosikan diri melalui platform media sosial sangat penting,” kata Cliff Rosenberg (Managing Director LinkedIn untuk Asia Tenggara, Australia, dan New Zealand).

Asus Padfone S: Paket Hibrida 4G

Dok.Asus
Dok.Asus

Generasi Asus Padfone kembali menggebrak pasar gadget tanah air via kehadiran tipe Padfone S. Produk ini hadir dalam desain 2-in-1 yang fleksibel, yakni dalam rupa komputer tablet dan smartphone. Namun kali ini Padfone S tidak hanya lebih kencang, melainkan juga lebih terjangkau. Yang jelas, Asus akan mengunggulkan Padfone S (tipe PF500KL) sebagai gadget hibrida yang fleksibel untuk menangani aktivitas mobile yang membutuhkan tampilan layar kecil dan besar sekaligus.

Sebelum membahas lebih lanjut, satu hal yang cukup menarik dari Padfone S adalah perangkat ini sudah mendukung jaringan 4G-LTE (Cat4). Ya, meskipun koneksi mobile 4G baru bisa dinikmati secara terbatas, setidaknya perangkat ini sudah siap menyambut era internet berkecepatan tinggi. Anda pun tak perlu pusing apakah harus membeli komputer tablet 4G atau smartphone 4G. Pasalnya, keduanya bisa didapatkan dalam Padfone S ini. Sebagai informasi, Asus menjual Padfone S terpisah antara smartphone saja (seharga Rp3 juta) atau modul smartphone + station seharga Rp3,5 juta.

AsusPadS_2-min

Dibandingkan model Padfone terdahulu, modul smartphone di Padfone S memiliki layar lebih lebar (lima inci) namun tetap enak digenggam. Bahan alumunium sebagai lis di sepanjang tepi handset berbobot 150 gram ini membuatnya terlihat kokoh. Smartphone ini menjadi unit utama sedangkan modul station baru akan aktif sebagai komputer tablet bila smartphone ini ditancapkan. Bagian station ini sendiri hanya berupa layar 8,9 inci dengan baterai berkapasitas 4.990 mAh. Bagian ini akan melakukan charging ke baterai internal di smartphone jika baterai itu habis.

Kami menyukai tampilan tajam Full-HD berkerapatan 441 ppi dengan layar Super IPS+ di modul smartphone. Tampilannya juga tetap jelas terlihat di bawah terik matahari. Layar ini pun dilapis Gorilla Glass yang mampu melawan goresan benda tajam. Selain layar yang bagus, sisi audio produk ini diperkuat teknologi SonicMaster agar output lebih detail. Posisi speaker di komputer tablet pun kini ada di bagian depan (kiri-kanan) agar suara lebih terasa ke pengguna.

Padfone S yang kami coba memakai sistem operasi Android 4.4.2 (KitKat) dengan antarmuka Zen UI yang khas. Secara default, terdapat tiga buah homescreen yang dapat ditambah hingga maksimal tujuh halaman. Setiap halaman ini menyediakan empat kolom bagi ikon aplikasi. Anda bisa juga menyusun folder tertentu yang berisi aplikasi/game pilihan.

Perpindahan aktivitas dari smartphone ke komputer tablet dan sebaliknya berlangsung cukup cepat sehingga Anda tak akan merasa terganggu ketika harus berpindah mode. Contohnya ketika tengah bermain game di komputer tablet tiba-tiba ada telepon masuk, pengguna bisa saja mencabut modul smartphone untuk segera menerima bertelepon. Namun karena terdapat perbedaan resolusi antara mode smartphone dan mode komputer tablet, aplikasi yang dikelompokkan atau dibuka di smartphone tidak bisa langsung berpindah begitu saja di komputer tablet, dan sebaliknya.

Bagaimanakah kemampuan Padfone S? Dengan spesifikasi komponen yang tergolong tinggi (Snapdragon 801 2,3 GHz, RAM 2 GB, Adreno 330), kinerja Padfone S tampak melesat menjalankan berbagai aplikasi dan game 3D. Kualitas kamera PixelMaster dengan resolusi 13 MP berbukaan lebar (f/2.0) juga cukup bagus dan terang. Kami juga menyukai kemampuan merekam video resolusi 4K (Ultra HD – 3940 x 2160 pixel) yang kini mulai populer.

Sebagaimana ciri khasnya, Asus kerap menghadirkan banyak aplikasinya sendiri untuk mengoptimalkan penggunaan gadget-nya. Ini mulai dari browser, kalkulator, tampilan cuaca, Splendid, hingga PixelMaster Camera. Pembaruan yang dilakukan pun tergolong cepat. Merek asal Taiwan ini tampaknya ingin pengguna produknya mendapatkan fasilitas terbaik yang hanya tersedia secara eksklusif di Asus.

Tebal di Tengah Sebenarnya penggunaan komputer tablet (station) masih tergolong nyaman. Namun bagian tengah yang menebal (sekitar 1,5 cm) membuat komputer tablet terlihat tebal. Mencari aksesori bagi cover-nya pun bukan merupakan hal yang mudah.
Tebal di Tengah
Sebenarnya penggunaan komputer tablet (station) masih tergolong nyaman. Namun bagian tengah yang menebal (sekitar 1,5 cm) membuat komputer tablet terlihat tebal. Mencari aksesori bagi cover-nya pun bukan merupakan hal yang mudah.
Posisi Berubah Akibat sedikit ketidaksinkronan mode komputer tablet dan smartphone, kumpulan aplikasi yang tersusun di smartphone bisa berubah ketika ditampilkan dalam mode komputer tablet.
Posisi Berubah
Akibat sedikit ketidaksinkronan mode komputer tablet dan smartphone, kumpulan aplikasi yang tersusun di smartphone bisa berubah ketika ditampilkan dalam mode komputer tablet.
Koneksi Mudah Asus mengembangkan sistem ZenLink yang terdiri dari empat aplikasi khusus (PC, Remote, Share, Party) untuk mempermudah konektivitas gadget ini dengan berbagai peranti lain.
Koneksi Mudah
Asus mengembangkan sistem ZenLink yang terdiri dari empat aplikasi khusus (PC, Remote, Share, Party) untuk mempermudah konektivitas gadget ini dengan berbagai peranti lain.
PixelMaster Camera Aplikasi kamera yang dikembangkan sendiri oleh Asus hadir dengan beragam konfigurasi yang lebih lengkap dibandingkan feature kamera standar Android.
PixelMaster Camera
Aplikasi kamera yang dikembangkan sendiri oleh Asus hadir dengan beragam konfigurasi yang lebih lengkap dibandingkan feature kamera standar Android.

Hasil Pengujian

Spesifikasi Asus Padfone S
Prosesor Qualcomm Snapdragon 8012,3 GHz (quad-core Krait 400)
RAM 2 GB
Chip grafis Adreno 330
Jaringan seluler GSM 850/900/1.800/1.900M Hz HSDPA 900/1.900/2.100 MHz LTE 800/900/1.800/1.900/2.100/2.600 MHz (Cat4)
Kapasitas penyimpan internal 16 GB NAND Flash
Dukungan sambungan nirkabel Wi-Fi (802.11 a/b/g/n/ac), Wi-Di, Bluetooth 4.0, A-GPS, NFC
Koneksi lain Micro-USB
Kamera 2/1 MP (depan) & 13 MP (belakang)
LayarSuper IPS+ 5″ @1080 x 1920 pixel (smartphone) IPS 8, 9” @ 1920 x 1200 (station) capacitive touchscreen
Kapasitas baterai Li-po 2.300 mAh (phone) Li-po 4.990 mAh (tablet)
Bobot /dimensi 150 gram/14,3 x 7,3 x 1 cm (smartphone) 514 gram/25 x 17,2 x 1,2 cm (station)
Sistem operasiAndroid 4.4.2 (KitKat)
Situs Web www.asus.com
Garansi 1 tahun
Harga (kisaran) Rp2.999.000 (smartphone) Rp3.499.000 (station)
Sumber hargaAsus Indonesia, (021) 4587-8055

*skor makin tinggi makin bagus

PLUS: Desain hibrida yang fleksibel, kualitas tampilan dan audio menarik, kinerja kencang, banyak sensor, ada aplikasi pendukung, dukung koneksi 4G.

MINUS: LED notifikasi terlampau kecil, baterai smartphone kurang besar, bobot modul komputer tablet agak berat.

PengujianSony Xperia Z3 Asus Padfone S
Antutu Benchmark 5.542.282 43.590
Smartbench 2012 • Productivity 8403 9161
Smartbench 2012 • Games 4377 4516
Quadrant Advanced 2.1 19.579 22.509
Linpack Pro • Single-Thread 399,236 MFLOPS365,629 MFLOPS
Linpack Pro • Multi-Thread 703,021 MFLOPS 737,582 MFLOPS
NenaMark v2.447,8 fps 44,5 fps
3DMark 1.3 - 720 Maxed Out Maxed Out
3DMark 1.3 - ExtremeMaxed Out Maxed Out
3DMark 1.3 - Unlimited18.052 19.690

Inovasi Small Cell dari Ericsson Siap Membantu Operator Menuju 5G

smart_cell

Antara tahun 2010 dan 2020, tahun di mana jaringan 5G sudah mulai diantisipasi, total trafik mobile data bulanan diproyeksikan tumbuh 80 kali. Small cell diramalkan akan dikembangkan secara meluas di daerah lalu lintas sibuk dan di dalam ruangan tahun ini untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Untuk membantu operator selular mengintegrasikan small cell dalam strategi jaringan mereka , Ericsson, sebagai vendor terkemuka di area ini, baru saja membagikan wawasan tentang model teknis dan bisnis global dan lokal di Small Cells Asia, Singapura, beberapa waktu lalu.

“Small cell dapat diintegrasikan ke dalam jaringan mobile yang ada untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik sekaligus membantu operator untuk menangkap peluang yang ada di Internet of Thing (IoT) dan kebutuhan dunia enterprise, dalam perjalanan mereka menuju 5G,” ujar Christian Hedelin, Head of Radio Strategy, Ericsson.

“Dalam lingkungan mobile yang semakin kompetitif, keterdepanan teknologi sangat penting bagi operator seluler, dan small cell yang terintegrasi merupakan fokus utama untuk inovasi,” tambah Christian.

Radio Dot System Ericsson adalah contoh dari inovasi small cell. Desain ikonik The Dot sesuai dengan lingkungan indoor apapun dan manfaat itu telah terbukti di seluruh dunia dengan throughput data seluler meningkat hingga 5 kali lipat, mengurangi panggilan terputus menjadi nol, dan waktu instalasi serendah 4 menit per Dot. Radio Dot System juga telah dirancang untuk mengkonsumsi daya lebih rendah dari solusi tradisional dalam ruangan.

“Wilayah Asia Tenggara and Australia telah menjadi saksi pertumbuhan yang kuat untuk 3G / HSPA dan 4G / LTE selama 2014, dengan serapan 4G / LTE yang dipelopori oleh Singapura dan Australia. Diharapkan pelanggan LTE akan meningkat di wilayah ini selama 2015 dimana beberapa negara sudah mulai melakukan uji coba LTE, sementara yang lain masih menunggu lelang spektrum mendatang.” Kata Petra Schirren, Wakil Presiden, Kepala Engagement Practice Mobile Broadband, Ericsson Asia Tenggara & Oseania.

“Banyak operator di wilayah ini memfokuskan pandangan mereka untuk memberikan kualitas layanan yang baik bagi pelanggan di lingkungan indoor yang sibuk, small cell yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan manfat yang besar untuk app coverage.”

Kinerja kualitas yang baik di lingkungan indoor menawarkan kesempatan baru bagi operator seluler untuk membedakan layanan mereka; pada saat yang sama, gaya bangunan hemat energi baru menambah tantangan bagi operator untuk memberikan coverage yang lebih baik. Dengan pemikiran ini, Ericsson akan membahas model bisnis baru untuk small cell yang akan sangat penting.

Wawasan kunci akan mencakup bagaimana operator mengembangkan bisnis mereka; bagaimana mereka meningkatkan kinerja jaringan mereka untuk membedakan bisnis mereka; ketika membahas small cell secara spesifik, bagaimana mereka mengintegrasikan small cell ke dalam jaringan mereka saat ini; dan, dengan small cell yang menjadi arsitektur kunci dalam jaringan 5G masa depan, bagaimana operator meletakkan dasar jaringan saat ini yang akan menjamin kesuksesan mereka saat 5G menjadi komersial pada tahun 2020.

IP-COM Incar Pasar Perhotelan di Indonesia


InfoKomputer
– IP-COM, sebuah perusahaan produsen perangkat jaringan di kelas komersial, baru-baru ini meresmikan kehadirannya di Indonesia. IP-COM hadir melalui Astrindo sebagai distributor utama untuk menghadirkan berbagai perangkat jaringan nirkabel untuk kelas komersial.

Di pasar internasional sendiri, IP-COM dikenal sebagai produsen perangkat jaringan yang menghadirkan beragam solusi nirkabel untuk pasar perhotelan. Ya, perusahaan asal Shenzhen, Tiongkok ini memang memiliki beragam varian produk dan solusi yang banyak digunakan pada hotel-hotel di banyak negara.

Melihat potensi industri perhotelan di Indonesia yang sangat potensial, IP-COM juga akan mengincar pasar tersebut. Bruce Zhou, Sales Director International Sales Unit, IP-COM menyatakan bahwa saat ini masih banyak hotel yang menggunakan perangkat jaringan level consumer yang sebenarnya tak memadai untuk memenuhi kebutuhan tamu dan pengunjung hotel yang jumlahnya sangat banyak. Bruce Zhou juga menyebut soal masalah blind spot yang sering ditemui di hotel saat menggunakan perangkat jaringan yang tak semestinya.

Dengan menggunakan perangkat dan solusi dari IP-COM, Bruce Zhou menyatakan, hotel-hotel tersebut akan mendapatkan kinerja jaringan yang jauh lebih baik sehingga bisa memberikan layanan tambahan yang prima kepada pelanggannya.

Masuk ke pasar Indonesia yang saat ini terbilang padat dan kompetitif, IP-COM terbilang cukup percaya diri. Bambang Priyanto (Product Manager IP-COM, Astrindo) menyebutkan bahwa IP-COM dan Astrindo siap untuk bersaing di pasar perangkat jaringan kelas komersial di Indonesia dengan tawaran solusi yang lengkap.

LG G4 Siap Gebrak Pasar Ponsel Tanah Air

LG G4

LG kembali akan meramaikan pasar ponsel pintar Tanah Air. Pasalnya, LG telah hadir dengan flagship terbarunya yaitu LG G4. Peluncuran dari penerus seri LG G3 tersebut dilakukan serentak di 6 kota yaitu, Singapura, Seoul, Paris, London, dan New York pada 29 April 2015.

Untuk spesifikasi, LG memberi peningkatan pada LG G4 di beberapa bagian jika dibandingkan dengan sang kakak.

Dimulai dari dapur pacu, LG G4 sudah dibekali dengan prosesor enam inti Snapdragon 808 dan kapasitas RAM 3 GB. Selain itu, pada bagian kamera, LG G4 dibekali kamera belakang 16 MP yang memiliki aperture lebar, 1.8. Sedangkan di bagian depan, terdapat kamera dengan resolusi 8 MP. LG G4 juga mengijinkan penggunanya masuk ke dalam pengaturan kecepatan rana kamera, ISO, maupun eksposur secara manual layaknya DSLR. Bahkan, hasil jepretan mampu disimpan dalam format RAW.

Pihak LG sepertinya tidak mau ketinggalan zaman untuk masalah sistem operasi. Oleh karena itu, sistem Android terbaru Lollipop 5.1 pun sudah disematkan pada ponsel pintar LG G4 ini. Meski sistem operasi ini dikabarkan memiliki daya hemat baterai yang baik, LG tetap memberikan kapasitas baterai removable  cukup besar pada G4 yaitu 3.000mAH.

Ponsel pintar berlayar 5,5 inci ini hadir dengan dua tipe pilihan selubung (casing) belakang, yaitu selubung berbahan plastik dan selubung yang dilapisi kulit.

Harga dari andalan terbaru LG ini dibanderol Rp8,5 juta untuk varian selubung plastik. Untuk di Indonesia, LG G4 sendiri baru bisa dipesan mulai 13 Mei, dan untuk peluncuran secara resmi akan digelar 29 Mei mendatang.

Review Smartphone