Beranda 2015 September

Arsip Bulanan: September 2015

Jerman Fest 2015 Hadirkan Inovasi Ilmiah Terbaru

jermanfest

Sebagai bagian dari perayaan Jerman Fest di Indonesia, Goethe-Institut Indonesien bersama dengan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) akan menyelenggarakan “Pameran Sains & Teknologi Jerman-Indonesia” untuk memamerkan inovasi-inovasi terbaru dan kerjasama antara Jerman dan Indonesia yang terjalin sejak lama di sektor Teknologi, Sains, Kesehatan, dan Teknik.

Dengan mengusung tema “Fostering Ideas”, pengunjung dapat medatangi berbagai stan yang menceritakan keberhasilan yang diraih oleh lembaga-lembaga penelitian Jerman ini, antara lain Pusat Riset Geo Potsdam, Pusat Ekologi Kelautan Tropis, Pusat Riset Keanekaragaman Hayati Leibniz, anggota Asosiasi Helmholtz dan Asosiasi Leibniz. Selain itu, terdapat juga Fraunhofer Society Max Planck Society, serta badan pendanaan seperti Asosiasi Riset Jerman dan Yayasan Alexander von Humboldt.

Perusahaan-perusahaan besar dari Jerman yang sudah terkenal di Indonesia akan turut memamerkan berbagai inovasi terbaru dari mereka, seperti Mercedes dengan teknologi menyetir otomatis, BASF dengan solusinya untuk para petani, Siemens dengan teknik baru untuk mengembangkan sektor manufaktur, serta Lufthansa yang akan menyediakan pengalaman terbang secara virtual kepada para pengunjung.

Selain memamerkan inovasi-inovasi terbaru, Jerman Fest juga bertujuan untuk menunjukkan kerjasama ilmiah antara Jerman dan Indonesia yang sudah terjalin sejak lama.

“Kerja sama ilmiah antara Jerman dan Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1960-an, di mana terjadi pertukaran ilmuwan antar kedua negara. Sejak itu, hubungan ini semakin berkembang, mencakup berbagai sektor, mulai dari analisa lanskap ilmiah di Indonesia hingga bioteknologi, dari ilmu sosial hingga penelitian kelautan,” kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Dr. Georg Witschel.

Selain pameran, sebuah lokakarya mengenai Kerjasama Jerman-Indonesia di bidang Sains dan Teknologi akan diadakan pada tanggal 7 Oktober 2015 pukul 09.00 WIB di lokasi yang sama. Dalam lokakarya ini, para peserta dapat mengikuti diskusi tentang kerjasama bilateral di bidang penelitian keanekaragaman hayati, ilmu kelautan, dan topik-topik lainnya.

Bagi pelajar dan akademisi yang berencana menempuh pendidikan atau pun melakukan penelitian di Jerman, sebuah seminar informasi berjudul “Studi dan Penelitian di Jerman” oleh Pelayanan Pertukaran Akademis Jerman atau DAAD akan diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Ruang Auditorium, Museum Nasional, Jakarta Pusat.

Pameran Sains & Teknologi Jerman-Indonesia diadakan di Ruang Pameran sementara, Museum Nasional, Jakarta Pusat dan terbuka untuk semua pengunjungi dari tanggal 5 sampai 15 Oktober, pukul 08.30 – 17.00 WIB setiap hari.

Cambium Networks PTP 450: Kinerja Tinggi untuk Bisnis

ptp-1

Sebagai produsen penyedia solusi jaringan point to point jarak jauh, Cambium Networks menghadirkan sejumlah perangkat untuk memenuhi kebutuhan jaringan luar ruangan jarak jauh serta untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Kali ini, kami berkesempatan untuk mencoba satu lagi varian perangkat dari Cambium Networks, yaitu PTP 450.

Cambium Networks PTP 450 hadir sebagai solusi jaringan point to point backhaul untuk menghubungkan dua titik dengan jarak yang jauh seperti koneksi antarcabang kantor. Selain itu, perangkat ini juga bisa menjadi repeater untuk meneruskan sinyal perangkat nirkabel lain.

Cambium Networks PTP 450 ini hadir dalam dua varian, satu dengan antena terintegrasi, satu lagi dengan konektor untuk dihubungkan ke antena eksternal. Ya, untuk versi connectorized, Anda bisa menghubungkannya ke sebuah antena eksternal jika diperlukan.

Paketnya sendiri terdiri dari beberapa bagian. Dalam unit yang kami terima, selain PTP 450, terdapat juga power supply, surge protector, reflektor, serta beberapa aksesori pelengkap lainnya seperti penjepit dan baut.

PTP 450 sendiri memiliki beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan frekuensi operasionalnya. PTP 450 yang kami terima ini beroperasi pada pita jaringan 5 GHz. PTP 450 juga memiliki kinerja yang responsif dengan klaim latency hanya sekitar 3-5 ms saja. Lebar channel-nya juga dipilih mulai dari 5 MHz, 10 MHz, dan 20 MHz yang bisa disesuaikan dengan kondisi jaringan yang diperlukan. Oh ya, selain 5 GHz, tersedia juga tipe PTP 450 lain yang beroperasi pada pita jaringan 3,5 GHz dan 3,65 GHz.

Dengan throughput maksimal hingga 125 Mbps, Cambium Networks PTP 450 ini memiliki bandwidth yang memadai untuk melakukan aktivitas jaringan yang membutuhkan bandwidth tinggi, seperti streaming video dan VoIP. Apalagi dengan klaim latency yang sangat rendah, Cambium Networks PTP 450 ini mampu menghasilkan kinerja yang tinggi dan konsisten.

Point to Point Backhaul: Cambium Networks PTP 450 ini hadir sebagai solusi jaringan point to point backhaul untuk kalangan bisnis dan enterprise.
Point to Point Backhaul: Cambium Networks PTP 450 ini hadir sebagai solusi jaringan point to point backhaul untuk kalangan bisnis dan enterprise.
Connectorized: Tersedia varian PTP 450 dengan konektor untuk dihubungkan ke antena tambahan.
Connectorized: Tersedia varian PTP 450 dengan konektor untuk dihubungkan ke antena tambahan.

Plus: Instalasi mudah, daya jangkau luas

Minus: Dokumentasi minim

SpesifikasiCambium Networks PTP 450
Standar802.11b, 802.11g, 802.11n
Konektor2 x LAN 100 Mbps (PoE)
Kecepatan transfer dataMaksimal 125 Mbps
KelengkapanPower adapter, Surge protector, Aksesori antena
Situs webcambium.bercacakra.com
KontakBerca Cakra Teknologi, (021) 231-6352

SAP Industries Forum 2015: Menjadi Terdepan di Era Hyperconnected World

SAP

Menurut IDC, akan ada di tahun 2020 akan ada 50 miliar perangkat yang terhubung ke jaringan dan internet. Khusus untuk Asia, akan terjadi peningkatan jumlah perangkat yang terhubung dari 3,1 miliar menjadi 8,6 miliar.

Jika ditajamkan ke Indonesia, lembaga survei Frost and Sullivan memperkirakan perangkat yang terhubung akan meningkat dari empat juta menjadi 1,7 miliar perangkat.

Semua angka tersebut menunjukkan, dunia akan memasuki era ketika hubungan antara manusia dengan perangkat maupun perangkat dengan perangkat akan sangat erat. Era inilah yang sering disebut dengan Hyperconnected World.

Ketika dunia kian terhubung, sebenarnya tercipta peluang besar untuk melakukan inovasi. Contohnya akan tercipta lebih banyak data untuk memudahkan pengambilan keputusan, juga peningkatan efisiensi berkat otomisasi. Yang dibutuhkan adalah sebuah strategi yang tepat untuk memanfaatkan era Internet of Things ini agar bergulir menjadi inovasi.

Hal inilah yang akan disajikan oleh SAP dalam acara bertajuk SAP Industries Forum 2015: Reimagine Business in the Hyperconnected World.

Pada acara ini, SAP dan partner akan menunjukkan bagaimana era Internet of Things ini akan mengubah banyak hal dan bagaimana kita bisa menjadi pemenangnya. Acara ini akan membahas hyperconnected world berdasarkan tiga kategori, yaitu:

  • Transformasi digital untuk layanan publik
  • Transformasi digital untuk industri manufaktur
  • Transformasi digital untuk industri logistik

Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan ulang tahun SAP ke-18 akan diadakan pada 22 Oktober 2015 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Tertarik untuk ikut? Silakan registrasi di sini.

William Tunggaldjaja, Dari Path Indonesia ke AsmaraKu.com

William Tunggaldjaja, Co-founder Asmaraku.

Pasca bergabung dengan Lazada Indonesia sebagai Vice President dan juga merintis Zomato dan Path di Indonesia sebagai Country Manager, William Tunggaldjaja hari ini resmi bergabung di AsmaraKu.com, startup e-commerce produk romantis di Indonesia sebagai Co-founder.

William menuturkan keputusannya untuk bergabung di AsmaraKu.com didorong oleh pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia dan munculnya pasar yang belum tergarap, salah satunya kebutuhan akan produk romantis.

“AsmaraKu melihat adanya kebutuhan akan produk yang dapat meningkatkan hubungan percintaan, kesehatan dan kecantikan,” ujarnya. Produk tersebut di antaranya produk kesehatan reproduksi, suplemen kesehatan, alat tes kesuburan dan kehamilan serta produk perawatan organ intim.

Mengingat produk tersebut merupakan kebutuhan yang amat pribadi, AsmaraKu memiliki standar tinggi untuk menjamin privasi para konsumen, antara lain dengan adanya tombol privasi pada situs AsmaraKu. Proses pengiriman juga dilakukan dengan seksama, produk dikemas rapi tanpa label ataupun detail pembelian.

Untuk kenyamanan, konsumen dapat memilih layanan jasa pengiriman melalui kurir atau mengambil langsung pesanan di puluhan titik yang tersedia di seluruh wilayah Jabodetabek antara lain di gerai 7-Eleven, pusat perbelanjaan dan apartemen.

“Di masyarakat masih banyak yang malu ataupun takut saat membeli kebutuhan pribadi ini melalui toko tradisional. Situs online AsmaraKu akan memudahkan konsumen mendapatkan kebutuhan tersebut dengan lebih privasi,” jelas William.

William menambahkan, AsmaraKu juga memiliki halaman blog yang memberikan informasi lengkap dan terpercaya tentang bagaimana membangun hubungan romantis bersama pasangan. “Ini merupakan situs unik yang dapat dijadikan referensi. Kami juga memiliki koleksi buket bunga, boneka, kue dan coklat untuk melengkapi kado unik untuk pasangan,” jelasnya.

Lahir di Bandung, Indonesia, William memulai karirnya di Amerika Serikat pada brand internasional antara lain Johnson & Johnson dan Microsoft Corporation sebelum akhirnya pulang ke tanah air. “Setelah lama berkecimpung di e-commerce asing, sekarang saat yang tepat untuk berkontribusi di produk lokal,” jelas William.

Paul Strong (CTO VMware): Memahami Masalah dan Membaca Arah

Paul Strong (Vice President & Chief Technology Officer, Global Field, VMware).
Paul Strong (Vice President & Chief Technology Officer, Global Field, VMware).

Selama ini, InfoKomputer rutin mengakrabi para pemimpin TI dari perusahaan-perusahaan yang biasanya menjadi konsumen solusi TI. Sekarang kami mendapat kesempatan emas untuk seorang Chief Technology Officer dari salah satu perusahaan pionir dalam virtualisasi dan cloud.

Di tengah kesibukan acara CIO Leaders ASEAN Summit 2015 di Bali pertengahan April lalu, InfoKomputer memperoleh kesempatan berbincang secara eksklusif dengan Paul Strong, Vice President merangkap CTO Global Field dari VMware.

Meskipun penampilannya terlihat agak urakan untuk ukuran seorang eksekutif, Strong memiliki tata suara yang halus ketika diwawancara. Setiap perkataan yang dilontarkan penuh makna. Wajar saja mengingat Strong memunyai bekal pengalaman belasan tahun di perusahaan teknologi kelas dunia.

Sebelum masuk ke VMware pada tahun 2010, ia pernah melakoni posisi Distinguished Researcher di eBay yang bertanggungjawab dalam meneliti penggunaan large distributed system seperti grid dan cloud. Ditarik lebih jauh lagi, pengalaman kerja Strong yang bersejarah adalah ikut serta dalam pengembangan Sun Solaris Containers (sekarang disebut Zones) dan produk N1.

Pria alumnus University of Manchester ini pun aktif berpartisipasi dalam organisasi teknologi Open Grid Forum (OGF) dan memimpin kelompok kerja OGF Reference Model.

“Latar belakang saya adalah distributed system dan architecture. Di Sun, saya tertarik dengan cara mengubah teknologi menjadi sistem yang dipakai perusahaan untuk menjalankan bisnis. Di eBay yang punya infrastruktur berstandar industri dan aplikasi di cloud yang sangat besar, saya mempelajari cara kerja sistem, bagaimana mengelola dan bekerja dengannya,” kenang Strong.

Salah satu fungsi penting yang diemban Strong selaku CTO Global Field di VMware yaitu menjadi penghubung antara divisi R&D di VMware dan para mitra dan pelanggan. Dalam melakukan tugasnya, Strong secara rutin mengunjungi para CIO yang menjadi pelanggan VMware, mendengar kebutuhan mereka serta membuat mereka memahami solusi-solusi yang dibangun VMware.

Apa saja kebutuhan yang paling sering disampaikan para CIO kepada dirinya? “Bagi CIO, ada dua hal utama yang selalu diajukan: memastikan bisnis terus berjalan dan mengelola biaya [tetap efisien],” jawab Strong.

“Tema yang juga penting adalah adalah agility, karena bisnis sedang memahami cara untuk keep up dengan layanan-layanan baru. Topik hangat berikutnya yaitu security. Karena semua orang ingin melihat data, CIO harus memastikan bahwa data ini tetap aman dan hanya bisa diakses oleh pihak yang berkepentingan,” sambungnya.

Strong mengaku tidak begitu familiar terhadap lingkungan kerja di Asia Tenggara. Tapi, sepanjang mengikuti konferensi di Bali dan bertemu dengan beberapa CIO di kawasan ini, ia melihat kebutuhan yang senada, yaitu penghematan biaya, bisnis yang berkelanjutan, dan keamanan.

“Saya pikir business continuity akan menjadi tren yang kuat untuk dipantau di sini. Banyak perusahaan masih menggunakan server UNIX dan baru mulai berpindah ke x86,” ujarnya.

Paul Strong, VMware Interview (InfoKomputer) 2
“Bagi CIO, ada dua hal utama yang selalu diajukan: memastikan bisnis terus berjalan dan mengelola biaya [tetap efisien],” kata Paul Strong.
Mau Mendengarkan

Dari berbagai diskusi dengan para CIO itu, Strong juga menerima umpan balik dari pelanggan yang kemudian disampaikan kepada divisi R&D. Harapannya supaya VMware bisa membuat produk dan solusi yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, sekaligus sesuai dengan keinginan pasar di masa depan.

“Ada dua hal yang paling menyenangkan untuk saya dalam membuat produk. Pertama, Anda harus benar-benar mengerti masalah yang dialami pelanggan saat ini. Tapi, Anda juga harus memikirkan masalah yang akan mereka hadapi di masa depan, yang mungkin mereka sendiri tidak mengetahuinya. Kedua, Anda mesti bisa membaca ke mana arah teknologi di masa depan,” papar Strong.

Dengan memadukan antara wawasan akan teknologi dan pemahaman terhadap masalah, kita akan mendapatkan solusi yang tepat.

Ia menjelaskan bahwa VMware memiliki program rutin untuk mengumpulkan para eksekutif dan engineer VMware yang sering bekerja di lapangan. Mereka dipanggil ke markas besar VMware di Palo Alto, AS, untuk berbagi informasi mengenai hal-hal yang dihadapi dengan pelanggan. “Akan menjadi kesalahan terbesar jika kami tidak mendengarkan apa kata pelanggan,” imbuhnya.

Pengalaman bergaul di dalam komunitas CIO pula yang menginspirasi hadirnya solusi One Cloud dan EVO:RAIL dari VMware. Strong kerap mendengar keluhan dari para CIO yang kerepotan menangani infrastruktur, sistem, dan aplikasi yang berbeda-beda di dalam organisasinya. Timbul kompleksitas yang membebani dari sisi waktu, biaya, dan risiko.

“Dengan One Cloud, serta didukung konsep Software-Defined Data Center (SDDC), CIO dapat memiliki model operasi tunggal untuk mengelola sistem dan aplikasi di hybrid cloud, dengan pengalaman yang konsisten,” tuturnya.

Begitu juga dengan EVO:RAIL yang lahir dari pergeseran kebutuhan pelanggan terhadap infrastruktur yang mendukung scale-out application atau scale-out data.

VMware bermitra dengan beberapa penyedia hardware untuk memproduksi hyper-converged infrastructure yang berisi building block berupa server, storage, dan network yang terintegrasi, dilengkapi software untuk virtualisasi dan manajemen. Pelanggan hanya butuh 15 menit sejak membuka boks, memasang mesin, sampai bisa menjalankan aplikasi.

Menariknya, kebanyakan pelanggan yang tertarik terhadap hyper-converged infrastructure ini berasal dari perusahaan kecil atau startup. Mereka sangat menyukai kemampuan untuk menjalankan dan mengelola banyak mesin virtual di dalam empat server (bisa diperluas sampai 64 server) yang diusung EVO:RAIL.

Berbeda halnya dengan perusahaan besar yang lebih banyak pertimbangan untuk mengubah infrastruktur legacy, gaya kerja, dan cara berpikir dalam memanfaatkan teknologi TI terbaru.

Manfaat SDDC

Berbicara mengenai topik SDDC, Strong menyinggung manfaat dari konsep ini bagi perusahaan. Manfaat pertama adalah cost saving berkat virtualisasi. Pelanggan bisa memunyai banyak mesin virtual di dalam satu server yang bisa dikonsolidasi. “It’s an easy win. Sebagian besar pelanggan bisa merasakan return on investment-nya dalam waktu tiga sampai enam bulan,” klaimnya.

Setelah itu, pelanggan dapat memisahkan layer aplikasi dari infrastruktur, juga melalui virtualisasi. Dengan demikian, otomatisasi dapat dilakukan terhadap aplikasi. Seperti memindahkan aplikasi dari server berkapasitas rendah ke server berkapasitas tinggi dan menyalin aplikasi ke disaster recovery center, guna memperoleh ketersediaan dan SLA yang lebih tinggi, tanpa perlu menghentikan jalannya aplikasi.

Strong juga mengajukan alasan supaya SDDC ini lebih mudah diterima oleh perusahaan berskala besar. Di tengah persaingan yang kian ketat dari perusahaan startup yang lebih gesit dalam mengadopsi teknologi, perusahaan besar harus mampu unggul dalam menghasilkan produk dan layanan inovatif. Artinya, alih-alih sibuk mengurusi infrastruktur dan operasional TI, porsi waktu seorang CIO dan timnya semestinya lebih banyak digunakan untuk memikirkan inovasi baru.

“Urusan infrastruktur harus usai ketika selesai di-install. Biarkan pengelolaan selanjutnya dilakukan dengan software secara otomatis. SDDC memungkinkan hal itu terjadi,” pungkasnya.

Dominasi India di Pucuk Pimpinan Perusahaan TI Dunia

india

Tahukah Anda apa yang sama dari nama Google, Microsoft, Nokia, Adobe, NetApp, dan Oracle? Ya, semuanya dipimpin oleh orang keturunan India.

Kisah hidup mereka pun relatif mirip: berasal dari keluarga bersahaja, mendapat kesempatan kuliah di AS, lalu menggoreskan karier cemerlang di perusahaan tempat mereka bekerja. Latar belakang yang bersahaja juga membuat mereka menjadi pemimpin yang ramah dan suportif. Semua kelebihan tersebut akhirnya menjulangkan karier mereka ke titik tertinggi perusahaan tempat mereka mengabdi.

Tapi, gelombang petinggi TI asal India sepertinya belum akan berakhir. Data menunjukkan sebanyak 15,5% pendiri startup di Silicon Valley adalah imigran asal India. Angka itu jauh lebih besar dibanding imigran asal Inggris, Tiongkok, dan Taiwan jika digabungkan.

Inilah deretan para pemimpin keturunan India yang mengomandani sejumlah perusahaan TI kelas dunia.

sundar pichai
Sundar Pichai.

Sundar Pichai (CEO Google)

Asal: Chennai

Usia: 43 tahun

Fun fact: Sundar Pichai memiliki daya ingat terhadap angka yang fenomenal. Kabarnya ia bahkan bisa mengingat semua nomor telepon yang pernah dihubunginya.

Sundar Pichai lahir dari keluarga sederhana di Tamil Nadu. Karena tinggal di rumah yang mungil, Sundar kecil harus melewatkan malam-malamnya tidur di ruang tamu. Namun cerita sang ayah yang berprofesi sebagai teknisi di General Electric menginspirasi Pichai untuk mencintai dunia teknologi.

Sundar pun kemudian mengambil jurusan Teknik Metalurgi di Indian Institute of Technology (IIT) sebelum akhirnya mendapat beasiswa di Stanford University untuk belajar ilmu material dan semikonduktor.

Karier Pichai di Google dimulai pada tahun 2004. Kala itu ia bergabung dalam tim Google Toolbar yang berhasil mengarahkan hasil pencarian ke Google. Kerja cemerlang Pichai berlanjut ketika ia membawa Google Chrome menjadi browser paling populer.

Kecemerlangan Sundar bahkan pernah membuat Microsoft tertarik merekrutnya sebagai CEO. Namun nasihat sang istri—dan kenaikan kompensasi finansial dari Google yang takut kehilangan karyawan terbaiknya—membuat Sundar akhirnya memutuskan tetap di Google. Kesetiaan itu pun berujung pada diraihnya posisi CEO Google per Agustus kemarin.

Satya Nadella
Satya Nadella.

Satya Nadella (CEO Microsoft)

Asal: Hyderabad

Usia: 48 tahun

Fun fact: Satya Nadella adalah penggemar olahraga kriket dan pernah menjadi atlet kriket di masa muda

“You are the eagle, to soar is your destiny. There are other worlds to discover, other horizons to explore”. Itulah cuplikan puisi yang tertempel di sebuah sekolah negeri di kota Hyderabad, India. Dan salah satu muridnya berhasil membuktikan puisi itu. Dia adalah Satya Nadella, yang ditunjuk menjadi CEO Microsoft sejak Febuari 2014 lalu.

Setelah lulus dari sekolah tersebut, putra dari seorang pegawai negeri itu mengenyam pendidikan di Manipal University jurusan teknik elektro. Setelah itu ia meneruskan kuliahnya di AS dan menerima gelar master dari University of Wisconsin Milwauke dan University of Chicago.

Berbeda dengan Steve Ballmer, Satya terkenal karena pembawaannya yang kalem. Memo pertamanya setelah resmi menjadi CEO Microsoft dibuka dengan kalimat “today is very humbling day for me”. Namun rekam jejak Satya di Microsoft menunjukkan ia layak berada di posisinya sekarang. Satya adalah tokoh sentral di balik kesuksesan Microsoft menghadirkan layanan cloud seperti Azure dan Office 365. Pada tahun 2013, layanan cloud yang ia pimpin meraih pendapatan US$20,3 miliar, naik signifikan dibanding awal kepimpinannya di tahun 2011 (yang hanya US$16,6 miliar). Ketika dunia TI mengarah ke cloud-first, Satya diperkirakan akan mengembalikan kejayaan Microsoft.

rajeev suri
Rajeev Suri.

Rajeev Suri (CEO Nokia)

Asal: New Delhi

Usia: 47 tahun

Fun fact: Rajeev Suri adalah satu dari sedikit CEO perusahaan global yang tidak memiliki gelar MBA

Masa kecil Rajeev Suri berputar di dunia yang berbeda. Di rumah ia berbicara bahasa Hindi, di sekolah ia belajar menggunakan bahasa Inggris, untuk kemudian pulang ke rumah belajar bahasa Arab. Kegiatan itu harus Rajeev lakukan setelah sang ayah, yang berprofesi sebagai pengusaha mobil, memutuskan pindah dari India ke Kuwait. Namun ketika dewasa, Rajeev melanjutkan kuliah di India, tepatnya di Manipal Institute of Technology (sama seperti Satya Nadella).

Setelah sempat bekerja di India dan Nigeria, Rajeev bergabung ke Nokia pada tahun 1995. Di sana ia merintis karir dari bawah, mulai dari Nokia India, lalu South Asia, Asia Pasifik, sampai akhirnya bergabung di tim global pada tahun 2004. Jika dihitung dari kecil, Rajeev pernah tinggal di tujuh negara selama hidupnya, mulai dari India, Kuwait, Nigeria, Singapura, Jerman, Inggris, dan Finlandia.

Penunjukan Rajeev menjadi CEO terjadi pada tahun 2014 setelah sebelumnya menjadi CEO NSN (Nokia Solution & Network atau dulunya Nokia Siemens Network). Torehan prestasi Rajeev jelas terlihat dari kemampuannya memimpin NSN bangkit dari kerugian menjadi penyumbang keuntungan terbesar Nokia saat ini.Tidak mengherankan jika ia dijuluki Turnaround Specialist di dunia TI.

shantanu narayen
Shantanu Narayen.

Shantanu Narayen (CEO Adobe)

Asal: Hyderabad

Usia: 52 tahun

Fun fact: Shantanu adalah atlet layar jempolan. Ia pernah menjadi atlet layar India di Asian Games tahun 1981.

Sejak awal, pilihan kuliah Shantanu Narayen muda sudah mantap. Kala itu pilihannya cuma insinyur dan dokter, dan karena Shantanu takut darah, ia memutuskan untuk berkuliah di Teknik Elektro Universitas Osmania. Dan kemudian seperti banyak pemuda India di zamannya, Shantanu melanjutkan kuliah di AS dan mendapatkan gelar master dari Bowling Green State Ohio dan HaaS School of Business, Universitas Berkeley.

Setelah lulus kuliah, Shantanu memulai karier di Apple sebelum kemudian mendirikan perusahaan sendiri bernama Pictra. Pictra sendiri bisa dibilang merupakan layanan berbagi foto pertama di internet. Namun dunia belum siap menyambut layanan seperti itu, sehingga Shantanu pun mencoba menjual Pictra ke Adobe. Adobe menolak membeli, namun justru merekrut Shantanu bergabung. Di sana, karier Shantanu melejit berkat keberhasilannya mendapatkan kerjasama dengan berbagai perusahaan besar seperti CBS, PBS, dan Viacom. Ia juga menjadi tokoh sentral saat Adobe mengakuisisi Macromedia (pembuat Flash) dan Omniture (web analytics).

Karier profesional Shantanu pun tidak cuma di Adobe. Ia juga tercatat sebagai anggota dewan perusahaan farmasi Pfizer serta almamaternya, HaaS School of Business. Ia juga merupakan anggota Management Advisory Board, organisasi yang membantu Presiden AS, Barack Obama, dalam menentukan strategi negara di bidang teknologi.

George dan Thomas Kurian (CEO NetApp; President Oracle)

Asal: Kerala

Usia: 47 tahun

Fun fact: Ketika lulus dari Princeton University, Thomas berhasil menjadi lulusan terbaik di teknik elektro dengan predikat summa cum laude. Di posisi kedua, saudara kembarnya, George menemaninya menjadi jawara.

George dan Thomas Kurian.
George dan Thomas Kurian.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, dua kembar identik berhasil menjadi pemimpin perusahaan TI global pada saat bersamaan. Mereka adalah George dan Thomas Kurian. George Kurian adalah CEO perusahaan storage NetApp sedangkan Thomas Kurian adalah President Oracle.

Kurian bersaudara lahir di sebuah distrik di wilayah Kerala, India. Namun keduanya tumbuh dan besar di Bangalore di bawah didikan sang ayah yang merupakan insinyur kimia di perusahaan Graphite India. Kisah hidup keduanya pun selalu berdampingan. Keduanya bersekolah di St. Joseph’s Boys High School, lalu berkuliah di IIT Madras. Saat baru enam bulan berkuliah di sana, keduanya mendapatkan beasiswa untuk mengambil kuliah di Princeton University, AS.

Pada Januari 2015, Thomas diangkat menjadi President Oracle untuk memimpin pengembangan software. Thomas adalah eksekutif paling senior di Oracle selain dua co-CEO Safra Catz dan Mark Hurd. Sementara George Kurian diangkat menjadi CEO NetApp pada Juni lalu menggantikan Tom Georgens. George dipercaya memimpin NetApp yang kini memasuki masa sulit setelah keuntungannya terus menurun selama lima tahun terakhir.

Belanja di Tokopedia, Bayarnya di Indomaret

tokopedia-indomaretSelama periode Oktober 2015, pembeli yang melakukan transaksi di Tokopedia melalui Indomaret akan mendapatkan hadiah khusus. Sejak layanan pembayaran ini dibuka pada 24 Juli hingga akhir September 2015 tercatat lebih dari ratusan ribu transaksi pembayaran pembelian barang di Tokopedia melalui Indomaret.

Sebagai perusahaan internet yang bergerak di bidang jual-beli online, Tokopedia menggandeng Indomaret untuk memudahkan pengguna dalam bertransaksi. Sistem baru ini membolehkan siapapun yang membeli barang melalui Tokopedia dan membayarkan pesanannya di Indomaret yang tersebar dari Sabang sampai Merauke akan mendapatkan hadiah satu botol Teh Hijau Melati 450 ml.

Tokopedia mengklaim, metode pembayaran melalui Indomaret seperti ini tidak hanya menguntungkan para pembeli, namun penjual yang tergabung di Tokopedia juga ikut merasakan manfaatnya. “Kini siapa saja semakin mudah berbelanja di Tokopedia, tanpa harus memiliki rekening tabungan,” ujar Melissa Siska Juminto (Vice President Tokopedia)

Jadi, si penjual di Tokopedia nantinya akan langsung mendapatkan notifikasi pesanan setelah pembeli melakukan pembayaran di Indomaret. “Jadi, pemrosesan order lebih cepat dilakukan. Hal ini tentu meningkatkan reputasi toko online penjual yang bersangkutan,” imbuh Melissa.

Melissa menegaskan, kemudahan bertransaksi seperti ini akan menjadi salah satu prioritas Tokopedia. Ia pun menyatakan bahwa hal tersebut merupakan wujud komitmen Tokopedia untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu Wiwiek Yusuf (Marketing Director PT Indomarco Prismatama) berharap dengan adanya penambahan metode pembayaran e-commerce di Indomaret akan memberikan kemudahan bagi konsumen sekaligus meningkatkan trafik konsumen ke Indomaret.

Kaspersky: Phishing Tetap Menjadi Ancaman Bagi Pengguna Internet

(ilustrasi: blog.kaspersky.com)
(ilustrasi: blog.kaspersky.com)

Banyaknya situs phishing baru yang dibuat oleh para penjahat cyber setiap harinya membuktikan masih tingginya ancaman ini bagi para pengguna internet. Dalam kebanyakan kasus, beberapa situs bank, jejaring sosial serta perusahaan lainnya dipalsukan dengan tampilan yang mirip dengan aslinya. Ini membuat para pengguna internet terkecoh dan dengan mudah menganggap bahwa situs palsu tersebut merupakan situs yang valid.

Hal ini diuraikan Eugene Smirnov (Head of Content Filtering Research Kaspersky Lab) dalam pernyataan persnya. Menurutnya, dalam beberapa kejadian, tingkat keamanan data pribadi dan bank dari pengguna internet bergantung langsung pada tingginya teknologi antiphishing yang digunakan. “Dalam uji yang dilakukan ini, Kaspersky menempati posisi pertama dengan keberhasilannya untuk melindungi pengguna secara efektif,” tuturnya.

Dari hasil pengujian yang dilakukan AV-Comparatives (lembaga independen penguji antivirus), Kaspersky Internet Security terbaru disebut mampu memblokir 98 persen URL phishing. Ini membuat Kaspersky menempati posisi tertinggi dalam tes dan mendapatkan gelar Advanced dari AV-Comparatives.

Sementara Dony Koesmandarin (Territory Channel Manager Kaspersky Lab, Indonesia) dalam penjelasannya kepada para jurnalis menambahkan bahwa saat ini, berdasarkan hasil riset Kaspersky, tren phishing dan spam sendiri telah menurun di sepanjang bulan Januari sampai Juni 2015.

Ia menambahkan bahwa perusahaan internet global menempati posisi pertama sebagai organisasi yang diduplikasi menjadi situs phishing (dengan porsi sebesar 42,35 persen), lalu situs media sosial (sebesar 14,75 persen), bank (sebesar 13,42 persen), online store (8,12 persen), e-pay system (sebesar 5,85 persen), dan telephone/internet service provider (5,57 persen).

Angka-angka ini mengindikasikan aneka aktivitas di seluruh dunia secara global, bukan hanya yang terjadi di Indonesia. Ini menurut Dony disebabkan karena di Indonesia sendiri jumlah serangannya relatif lebih kecil dibandingkan dengan yang terjadi di negara lain (seperti Amerika Serikat atau Tiongkok).

Dony juga menambahkan bahwa ada tiga organisasi yang kini menjadi tiga besar korban serangan aktivitas phising, yakni Yahoo!, Facebook, dan Google (serta semua layanannya, termasuk Gmail). Untuk itu, Dony menyarankan para pengguna internet di Indonesia agar selalu waspada saat melakukan penjelajahan di internet.

Untuk mencegah serangan phishing ini, Dony menyarankan pengguna internet di Indonesia untuk selalu waspada terhadap setiap surel (e-mail) yang meminta pengguna menyebutkan informasi pribadinya (seperti password atau username atau nama ibu kandung), tidak mengisi aneka formulir dalam surel yang menanyakan aneka informasi pribadi, selalu memastikan bahwa alamat situs perbankan yang dikunjungi diawali dengan https (bukan http), serta tidak mengeklik tautan (link) dalam surel melainkan mengetikkannnya di baris alamat pada peramban (browser).

“Periksa juga apakah program antivirus yang dipakai bisa memblokir phishing site ini, karena kadang kita bisa lengah dan gak sengaja klik link di e-mail,” katanya. Dony juga menyarankan pengguna untuk melalukan pembaruan (update) peramban yang dipakainya dan selalu menggunakan versi terbaru perambannya untuk menjelahi internet.

Box Lebih Menyasar Enterprise

box-platform

Pada event tahunan Box di San Francisco kemarin, yaitu BoxWorks, Aaron Levie (CEO Box) menekankan kembali layanannya yang lebih ditargetkan untuk enterprise. Beberapa hari ke depan ini Box akan meluncurkan produk-produk baru yang ditujukan untuk dunia enterprise.

Awalnya Box hanyalah penyedia penyimpanan dokumen. Tetapi dalam perjalanannya selama 10 tahun ini, Box juga menyediakan layanan untuk kolaborasi dan editing konten untuk kebutuhan bisnis. Menurut Levie, kini Box dipakai oleh lebih dari 40 juta pengguna dan sekitar 50.000 pelanggan bisnis.

Beberapa feature baru Box yang ditunjukkan oleh Levie dan beberap pejabat Box lainnya antara lain layanan video player HD untuk bisnis yang dapat digunakan oleh industri entertaiment untuk sharing konten.  Juga ada layanan interactive 3D viewer yang dapat digunakan untuk sharing file-file desain.

Untuk industri kesehatan Box memperkenalkan DICOM. DICOM merupakan viewer yang dapat digunakan oleh karyawan medis untuk sharing dan kolaborasi foto-foto medis seperti hasil ronsen.

Levie bersama dengan Tim Cook (CEO Apple) meluncurkan aplikasi Capture. Aplikasi yang hanya jalan di iOS pada dasarnya menyambungkan kamera pengguna langsung ke platform Box. Capture menyajikan metadata seperti kapan dan di mana foto diambil, sehingga anggota team lainnya dapat mendiskusikan dan menangkap foto serta video secara realtime. Perusahaan asuransi, konstruksi, dan lainnya dapat menggunakan apliaksi ini.

Yang tak kalah pentingnya adalah Box Platform yang dapat digunakan oleh customer dan mitra Box untuk membuat aplikasi enterprise.  Box Platform menurut Jeetu Patel, salah satu eksekutif Box, dalam blognya, dapat digunakan oleh siapa saja untuk menciptakan aplikasi sesuai dengan kebutuhan bisnisnya yang dapat diakses oleh ekosistem perusahaan tersebut. Menurut Patel tujuannya adalah membuat Box Platform sebagai pusat layanan konten.

Beberapa customer besar Box yang diungkapkan pada pembukaan BoxWorks kemarin, selain Apple, antara lain IBM, Microsoft, dan Tesla.

BULP, Jembatani Aspirasi Masyarakat untuk Perusahaan

bulp
Kiri ke kanan: Duwi Satrio Pinandityo (Chief Marketing BULP), M. Hasbi Lubis (Chief Operation BULP), Arie Nasution (CEO BULP), Alanda Kariza (Penulis dan aktivis sosial), Ridwan Abdurrahman (Back-End Developer BULP), dan M.Kahfi (Head of Android BULP).

Sebanyak lima dari enam orang Indonesia selalu merasa tidak puas dengan pelayanan perusahaan, demikian menurut riset yang dirilis oleh Avaya Indonesia tahun 2015.

Hasil yang sama juga diberikan Gudpoin tahun 2014 lalu, yang menyatakan bahwa 96% dari pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan perusahaan enggan menyampaikan keluhannya. Hal ini tentu berpotensi merugikan perusahaan, di mana perusahaan tidak dapat mendengar aspirasi masyarakat. Padahal hal ini sangat berguna bagi pengembangan pelayanan.

Survei di atas memperlihatkan bahwa pesatnya perkembangan industri swasta di Indonesia dan masyarakat kian kritis. Kondisi inilah yang akhirnya mendorong hadirnya aplikasi yang dapat menampung aspirasi masyarakat terhadap perusahaan yang dapat diakses dengan mudah.

Adalah BULP, aplikasi Customer Relation Management (CRM) pertama karya anak bangsa yang hadir untuk menjembatani perusahaan dan masyarakat melalui penyampaian aspirasi yang komprehensif dan kolaborasi partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan.

“Untuk itulah BULP diciptakan sebagai solusi untuk masyarakat menyampaikan aspirasi yang menyeluruh dengan mudah, tidak hanya keluhan, melainkan saran, permintaan hingga pujian yang ditujukan untuk pengembangan pelayanan dan tentunya mendapatkan respon dari perusahaan bersangkutan yang telah menjalin kerjasama dengan BULP,” ujar Arie Nasution (CEO BULP).

Kehadiran BULP diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan kontrol sosial dengan secara aktif memberikan umpan balik yang komprehensif yang ditujukan untuk  pengembangan pelayanan. Dalam hal ini, peran dan partisipasi masyarakat juga perusahaan secara aktif merupakan kunci keberhasilan terwujudnya kontrol sosial dan pengembangan industri swasta.

Feature-feature yang ditawarkan BULP di antaranta Share, yaitu feature yang dihadirkan agar pengguna dapat membagikan apa yang mereka alami kepada lingkungan sekitarnya dan Me too! yang berfungsi untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat yang mengalami pengalaman yang serupa.

Review Smartphone