Berita Listeno, Cara Baru ‘Membaca’ Buku dengan Media Suara

Listeno, Cara Baru ‘Membaca’ Buku dengan Media Suara

listeno aplikasi audiobook

Anda gemar membaca buku, tapi terhambat oleh keterbatasan waktu luang? Mungkin mendengarkan buku yang dituturkan dalam bentuk suara (audiobook) bisa menjadi alternatif. Terlebih, sekarang sudah ada aplikasi audiobook besutan pengembang asal Indonesia yang bernama Listeno.

Listeno dikembangkan oleh para pemuda asal Yogyakarta dan baru diluncurkan pada hari Jumat (11/9). Sebelum dirilis versi penuhnya, aplikasi ini sudah menjalani fase beta release sejak Maret 2015.

Dalam keterangan persnya, Afit Husni (CEO, Listeno) menyatakan bahwa koleksi audiobook yang dimiliki Listeno sampai saat ini berjumlah 50 judul buku. Buku-buku ini meliputi kategori cerita pendek, novel, motivasi, horor, cerita remaja, cerita anak, dan lain-lain. Penerbit yang sudah diajak bekerjasama antara lain Indie Book Corner, Oak Media, Istana Media, Qudsi Media, Nulis Buku, dan Bentang Pustaka.

Untuk feature andalannya, Listeno antara lain menyuguhkan Bookmark (penanda menit terakhir audiobook diputar), Sleep Timer (pengaturan waktu untuk berhenti otomatis), dan Perpustakaan (menyimpan koleksi audiobook yang pernah didengarkan).

Listeno juga menjanjikan antarmuka yang menarik, mudah digunakan, serta kemampuan untuk menjalankan streaming audiobook di jaringan 2G sekalipun.

Di masa depan, Listeno akan menambah feature baru seperti mendengarkan audiobook secara offline, transaksi untuk membeli audiobook, fasilitas berlangganan, dan sebagainya. Sejauh ini, seluruh buku yang terdapat di koleksi Listeno masih bersifat gratis.

 

 

Untuk mengunduh Listeno, silakan kunjungi Google Play Store di alamat: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mobiggrdev.app&hl=en. Aplikasi untuk iOS dan Windows 10 juga sedang dikembangkan.

Selain bagi penggemar buku, aplikasi Listeno juga dapat bermanfaat bagi para penyandang cacat mata atau kaum tunanetra. Aplikasi ini memungkinkan mereka menambah wawasan dari buku-buku cetak yang tidak ada versi Braille-nya.

Comments

comments