Arsip Harian: Oct 2, 2015

Jurus CIO Siasati Investasi TI di Tengah Kesulitan Ekonomi

CIO Power Breakfast

Situasi ekonomi global dan lokal boleh jadi sedang sulit. Namun atmosfer optimisme tetap  terpancar di antara para pemimpin teknologi informasi (TI) di Indonesia. Justru dalam situasi ini mereka lebih memfokuskan diri pada inovasi, konsolidasi sumberdaya yang ada agar roda bisnis bisa terus bergulir.

Hal tersebut terungkap dalam acara CIO Power Breakfast yang digelar majalah InfoKomputer hari Rabu lalu (30/9) di Hotel Mulia, Jakarta. Dalam kesempatan itu, tujuh pemimpin TI dari berbagai sektor bisnis sengaja berkumpul dan mendiskusikan pengaruh kondisi ekonomi Indonesia terhadap rencana investasi teknologi informasi tahun depan.

“Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya belakangan ini adalah (penurunan nilai) rupiah akan sampai berapa sih? Apakah akan terus melemah? Kapan menguat? Sejujurnya saya juga tidak tahu jawabannya,” ungkap pengamat ekonomi Indonesia, A. Prasetyantoko dalam kesempatan tersebut.

Gonjang ganjing ekonomi Indonesia, menurut Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Atmajaya ini, tak lepas dari pengaruh domestik maupun global. Lantas ia menjabarkan empat faktor yang akan memengaruhi perekonomian Indonesia di semester dua 2015 ini, yakni penyesuaian ekonomi Tiongkok; pertumbuhan ekonomi global; persoalan The Feds di AS; dan penyerapan anggaran (government spending) Indonesia.

Menurut pengamatan Prasetyantoko, ketika tiga faktor pertama tidak mendukung, akan sulit bagi perekonomian Indonesia untuk bergerak ke titik yang lebih baik. “Apalagi ketika (kondisi) domestiknya tidak solid,” tandasnya.

Membandingkan dengan krisis-krisis sebelumnya, yakni di tahun 1998 dan 2008, Prasetyantoko menilai Indonesia tidak perlu panik. “Karena cerita di balik krisis saat ini sangat berbeda dengan kejadian 1998,” imbuhnya.

Hanya saja, ia mewanti-wanti pemerintah maupun pebisnis agar lebih waspada karena saat ini daya tahan ekonomi domestik tidak sekokoh saat krisis 2008. Indonesia berpotensi lebih mudah goyah akibat situasi ekonomi global.

“Ibaratnya badan kita memang lebih segar dari sebelumnya tapi daya tahan rendah sementara angin sekarang ini lebih banyak membawa ‘virus’,”Prasetyantoko beranalogi. Mau tak mau, daya tahan ekonomi domestik perlu ditingkatkan, begitu sarannya.

Terapkan Prioritas, Tetap Berinovasi

Dengan dinamika ekonomi yang begitu menantang, dalam jangka pendek, cashflow perusahaan dipastikan Prasetyantoko akan terkena dampaknya. “Dalam jangka menengah, demand pasti akan turun,” katanya. Anggaran perusahaan yang dialokasikan untuk departemen TI kemungkinan akan berkurang. Lantas apa yang akan dilakukan para IT leader Indonesia? Apa jurus-jurus yang ditempuh para pemimpin TI ini?

Menurut  Stefanus Mulianto,  IT Director PT Hero Supermaket Tbk., perusahaannya menerapkan priority spending. “Sebagai perusahaan retail, kami tentu memprioritaskan kebutuhan consumer, sehingga kepuasan dan kebutuhan consumer harus dikedepankan. Dan investasi untuk kebutuhan tersebut tidak boleh ditunda,” jelas Stefanus.

Beruntung, khusus di Indonesia, sistem dan infrastruktur TI Hero dan brand-brand Dairy Farm yang dikelola Hero telah dikonsolidasikan. “Dengan begitu, kami bisa menekan TCO dan biaya pemeliharaan,” imbuh Stefanus yang memperoleh alokasi anggaran TI lebih tinggi 10% dari prediksi anggaran 2015.

Perusahaan asuransi Allianz juga termasuk yang meningkatkan alokasi anggaran untuk kebutuhan TI. “Budget TI meningkat sekitar 28% dari tahun lalu,” ungkap Jeny Mustopha (Head of Business Transformation, Allianz Indonesia). Hal ini, menurut Jeny, tak lepas dari kondisi teknologi informasi di sektor asuransi yang tergolong agak tertinggal dibanding sektor keuangan lainnya.

“Sementara itu bagi perusahaan asuransi global, Indonesia adalah salah satu pasar yang ingin mereka masuki. Penetrasi pasarnya masih rendah, dan pertumbuhan bisnisnya masih di angka 20%. Perusahaan asuransi harus berinvestasi di TI dan mengedukasi pasar untuk mencapai ini,” jelasnya lagi. Menurut Jeny, porsi investasi TI sebagian besar akan digunakan Allianz untuk digitalisasi.

Saat bisnis sedang slowing down, Dodi Soewandi (Chief Information Officer, Suzuki Finance Indonesia) justru bisa mengakselerasi implementasi TI. “Otomatisasi sudah 90% selesai dan awal tahun depan kami berharap bisa lari kencang,” ujar Dodi.

Sementara untuk urusan budget, Dodi tidak terlalu khawatir karena spending anggaran TI memang cenderung sudah menurun tahun ini dan tahun depan. Penyegaran sistem dan infrastruktur sudah dimulai dua tahun lalu. Proses pengalihan capex ke opex pun sudah berjalan. Bahkan tahun depan ia akan merealisasi investasi mobility agar setiap proses bisnis dapat ditelusuri dan dijalankan dengan lebih efisien.

Thanks God, kami sudah belanja hardware dua tahun lalu dan tahun ini. Jadi kami tidak akan menganggarkan belanja device baru secara besar-besaran tahun depan,” ungkap Bruce Hanadi (Head of ICT, PT Sampoerna Strategic).  Dengan begitu, ia berani memangkas anggaran TI tahun 2016 hingga 40%.

Sebagai informasi, dua tahun lalu, anggaran TI Sampoerna melonjak 130% dari tahun sebelumnya dan tahun lalu bahkan mencapai 150% untuk memperbarui hardware dan memperpanjang support jaringan telekomunikasi.

Di sisi operasional, sejak dua tahun lalu, Sampoerna Strategic juga sudah mulai beralih ke strategi opex. “Kami sudah streamlining dari 240 virtual server menjadi hanya 100 mesin virtual per hari ini,” jelas Bruce.

Jurus prioritas rupanya juga dikerahkan oleh Djoko Bunadi (GM, Information Technology, Gajah Tunggal). Diakui Djoko, anggaran yang dikucurkan perusahaan untuk departemennya di tahun depan tidak akan bertambah. Beruntung urusan sistem dan infrastruktur back office sudah hampir selesai.

Saat ini prioritas ia berikan untuk manufacturing execution system. “ERP sudah kami koneksikan dengan mesin-mesin di production floor. Area inilah yang tidak boleh distop investasinya,” jelas Djoko. Anggaran TI banyak diserap untuk urusan riset dan pengembangan. Misalnya untuk testing atau simulasi produk ban, Gajah Tunggal sudah mulai memanfaatkan software agar pemakaian material maupun kesalahan dapat diminimalisasi.

Bank, sektor yang intensif dalam memanfaatkan teknologi, juga ikut terpengaruh situasi ekonomi saat ini. “Anggaran TI di Bank Andara tahun ini 50% lebih rendah daripada budget tahun lalu. Bahkan tahun depan, saya akan turunkan lagi 20% dari anggaran yang sekarang,” ungkap Irianto (Technology & Operations Director, Bank Andara).

Irianto berani mengambil langkah demikian karena investasi besar-besaran sudah ia lakukan tiga tahun lalu. Dan investasi yang ada saat ini akan lebih banyak ia alokasikan untuk kebutuhan pengembangan sumber daya manusia. “Karena bank adalah services yang memanfaatkan teknologi dan sekarang sedang menuju ke era baru, era digital banking,” cerita Irianto.

Sebagai retailer yang tergolong baru, Savemax sangat mengandalkan teknologi. “Retailer besar punya bargaining power yang lebih besar (dengan supplier) sehingga kami harus memanfaatkan teknologi untuk bisa berkompetisi dengan mereka,” cetus Joanito Iwan Tamsil.

Joanito Iwan bercerita bagaimana otomatisasi, integrasi, dan pemanfaatan teknologi cloud membantu perusahaan menekan biaya operasional dan pemeliharaan TI.  “Tetapi produktivitas meningkat dan perusahaan bisa lebih agile,” tandasnya.

Joanito Iwan Tamsil enggan mengurangi anggaran total TI karena toh suatu saat harus ada yang dibeli atau di-upgrade. “Asal ada manfaatnya bagi bisnis.,” ujarnya.

Pertumbuhan tinggi pada perekonomian Indonesia mungkin belum bisa diharapkan saat ini. Namun inilah momentum bagi negeri ini untuk mengkonsolidasikan diri, meningkatkan kualitas dan daya tahan ekonomi.

“Dalam skala mikro, mungkin ini saatnya kita berpikir alternatif,” saran Prasetyantoko. Menurutnya, inilah saatnya para pemimpin TI menoleh ke pelaku bisnis TI lokal yang menawarkan biaya relatif lebih murah.  “Tetapi kontribusinya cukup signifikan jika dilihat dari konteks nasionalisme dan kebangsaan,” Prasetyantoko menambahkan.

Tak berinovasi dengan TI dalam kondisi ekonomi sekarang rasanya seperti bunuh diri. Berkurangnya anggaran tidak menjadi masalah karena para IT leader selalu memiliki jurus untuk mensiasati, mulai dari optimalisasi sumber daya yang ada hingga menyusun prioritas; termasuk memanfaatakan aneka teknologi terkini yang mendorong efisiensi bahkan inovasi.

Perluas Pasar, Hitachi Data Systems Gandeng Central Data Technology

InfoKomputerHitachi Data Systems Corporation (HDS) baru-baru ini secara resmi mrngumumkan kerjasama dengan Central Data Technology (CDT), sebuah penyedia solusi lengkap dan distributor IT terkemuka di Indonesia. Kerjasama strategis ini diharapkan dapat mengembangkan bisnis HDS serta meraih jangkauan yang lebih luas di Indonesia dengan cara memperluas potensi pasar yang ada di luar Jakarta.

Penunjukkan CDT sebagai distributor kedua HDS Indonesia adalah bagian dari strategi bisnis HDS Indonesia untuk memperluas cakupan pasar di Indonesia. HDS Indonesia masih menargetkan pertumbuhan yang signifikan dari berbagai macam sektor di Indonesia, antara lain sektor pemerintahan, perbankan, telekomunikasi, komersial dan media. HDS Indonesia yakin bahwa bila perusahaan memiliki distributor yang solid sebagai mitra strategisnya, maka ini akan menjadi strategi yang efektif untuk melakukan penetrasi pasar dan memperluas cakupan pasar di Indonesia.

Melalui kemitraan stratejiknya dengan CDT, HDS Indonesia akan terus meningkatkan pertumbuhannya dengan menargetkan kota-kota besar di luar Jakarta sekaligus menyediakan solusi lengkap yang hanya dapat disediakan oleh perusahaan dengan portfolio lengkap seperti CDT, sehingga mampu mendorong dan mempercepat pertumbuhan di pasar Indonesia.

“Tujuan kami adalah untuk membantu pelanggan kami mendapatkan lebih banyak dengan amunisi yang lebih sedikit. Kami juga berharap bahwa dengan teknologi kami, para pelanggan kami mampu melakukan terobosan inovasi bisnis, yang dapat berujung pada inovasi sosial. CDT memahami filosofi kami dan terbukti dapat diandalkan karena pengalamannya yang sudah begitu banyak bekerja di dunia distributor di masa lalu. CDT memiliki momentum kinerja yang sangat baik, dengan cakupan yang kuat yang ada di seluruh pasar di Indonesia. Dengan portfolionya yang sangat luas, CDT menjadi mitra sempurna yang akan mampu membawakan solusi lengkap yang dihadirkan oleh HDS. Sebagai distributor dengan reputasi yang selalu membawakan nilai tambah, kami berharap bahwa kolaborasi yang baik akan dapat tercipta sehingga kami dapat mencapai kesuksesan bersama”, jelas Suresh Nair, Managing Director, HDS Indonesia.

“Kami merasa terhormat dipercaya oleh HDS untuk menjadi distributor resmi solusi infrastruktur IT di Indonesia. Kemitraan ini merupakan bukti nyata pengakuan kemampuan dan pengalaman CDT untuk memberikan solusi dan layanan terbaik melalui berbagai macam mitra bisnis. Kami menyambut baik rangkaian solusi HDS ke dalam portofolio kami. CDT memiliki pengalaman panjang di dunia distribusi produk bisnis komersial, engineer internasional yang tersertifikasi, fasilitas pusat teknologi dan tim sales yang terampil. Seluruh modal ini akan mampu menciptakan aliansi yang kokoh bila digabungkan bersama dengan platform produk HDS yang terbaik di kelasnya,” jelas Suzan Zhang, Presiden Direktur CDT.

Fortinet Luncurkan Solusi Cloud-Managed Wifi Paling Tangguh Untuk Enterprise

fortinet-fortiap

Fortinet baru saja meluncurkan FortiAP-S series yang merupakan Access Point (AP) wireless yang dapat di-manage melalui Cloud. Menggunakan sistem manajemen FortiCloud, Access Point Fortinet memiliki keamanan yang paling tangguh untuk kelas enterprise karena didukung oleh teknologi cybersecurity Fortinet dan juga oleh fitur keamanan terbaru dari tim FortiGuard Labs Threat Intelligence Team.

Solusi WLAN yang ada saat ini umumnya membutuhkan arsitektur yang kompleks untuk mensegmentasi network untuk guest dan network internal, selain juga membutuhkan hardware tambahan seperti controller WLAN dan perangkat security yang terpisah. Dengan FortiAP-S series, enterprise dapat membangun jaringan nirkabel tanpa menggunakan controller WLAN terpisah, tanpa mengorbankan security dan keutuhan network terhadap ancaman dari luar.

FortiAP-S series dilengkapi dengan fitur keamanan tercanggih seperti intrusion prevention, web filtering, rogue AP detection, proteksi antivirus, dan kontrol aplikasi yang lebih mendetail. Semua fitur ini juga didukung oleh FortiGurad Labs threat intelligence yang memastikan bahwa seriap access point Forti-AP selalu siap dan terupdate menghadapi ancaman keamanan yang terbaru.

Setiap Access Point FortiAP-S dapat dikelola secara terpusat via sistem manajemen FortiCloud. Sistem manajemen via Cloud ini memudahkan proses deployment, manajemen dan kontrol jaringan, dan pengaturan keamanan, selain juga mengurangi kompleksitas yang ada di dalam jaringan.

Ini memberikan kemudahan bagi enterprise untuk mengimplementasi dan mengamankan jaringan mereka. Skalabilitas dari manajemen berbasis cloud ini menjadikannya solusi manajemen jaringan nirkabel ideal bagi enterprise yang memiliki lokasi yang tersebar di berbagai tempat.

“FortiAP-S series menggabungkan fleksibilitas manajemen cloud dengan generasi terbaru teknologi wireless access point dan kemampuan security FortiGuard yang menciptakan sebuah arsitektur jaringan nirkabel enterprise yang aman,” ujar John Maddison, Vice President of Marketing Fortinet. “Kini kita dapat mengaplikasikan policy keamanan khusus untuk perangkat mobile seperti kontrol aplikasi dan virus scanning langsung di access point, yang memberikan lapisan keamanan untuk perangkat BYOD.”

Ruangguru Sediakan Fasilitas Try Out Online Gratis untuk Pelajar

Ruangguru.com menyediakan fasilitas try out online gratis untuk pelajar SD sampai SMA di Indonesia.
Ruangguru.com menyediakan fasilitas try out online gratis untuk pelajar SD sampai SMA di Indonesia.

Ruangguru.com, situs marketplace yang mempertemukan calon murid dan guru privat, baru-baru ini mengumumkan fasilitas terbaru mereka, yaitu try out online gratis bagi pelajar. Fasilitas ini bisa diakses di alamat http://tes.ruangguru.com.

Melalui fasilitas yang disediakan bagi pelajar SD sampai SMA ini, peserta didik bisa mencoba seberapa besar kesiapan mereka dalam menghadapi ujian, baik ujian semester maupun ujian nasional. Mereka dapat mengakses ribuan soal dan solusi jawabannya secara online dan gratis.

Iman Usman (Co-Founder & CEO, Ruangguru.com) mengatakan, “Selama ini, Ruangguru.com telah membantu ribuan pelajar terhubung dengan ribuan guru privat terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian maupun menguasai keahlian baru. Kini kami bangga bisa menyedikan nilai tambah, yaitu referensi latihan belajar, yang bukan hanya bisa digunakan oleh siswa Ruangguru.com, tapi juga masyarakat umum.”

Hadirnya fasilitas try out online gratis di tes.ruangguru.com ini tidak lepas dari dukungan Bank DBS Indonesia. Lewat kampanye brand “Igniting Possibilities, Sparking Joy” (SPARK), Bank DBS membantu mewujudkan ide dan aspirasi positif yang dimiliki oleh masyarakat, baik individu maupun komunitas. Salah satunya adalah ide dari Iman Usman, sang pendiri Ruangguru.com.

“Kami terkesan dengan semangat tim Ruangguru.com yang memiliki SPARK dalam memberikan akses gratis kepada siswa di berbagai belahan nusantara menghadapi ujian dan menganalisis perkembangan kemampuan mereka melalui tes.ruangguru.com tanpa biaya. Kami berharap sepak terjang inovasi dengan dampak positif bagi masyarakat luas semacam ini dapat ditiru oleh anak muda lainnya,” ujar Mona Monika (Head of Group Strategic Marketing and Communications, Bank DBS Indonesia).

Sistem Peringkat untuk Peserta

Konten tes.ruangguru.com disusun sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan juga menyediakan sistem evaluasi yang sangat personal bagi siswa agar mereka bisa mengukur kemampuan mereka serta perkembangannya.

Evaluasi yang tersedia antara lain adalah analisis manajemen waktu serta kelebihan dan kekurangan siswa dalam mengerjakan materi sampai dengan submateri soal. Dengan begitu, siswa akan mendapatkan informasi lebih mengenai materi apa yang difokuskan sehingga bisa meraih performa yang lebih baik saat ujian.

Berdasarkan hasil latihan ataupun ujian, Ruangguru.com juga bisa memberikan rekomendasi guru privat terbaik di sekitar secara otomatis, sehingga proses pembelajaran siswa jadi lebih maksimal. Semua ini bisa diakses langsung setelah selesai mengerjakan suatu paket soal.

Pengembangan dengan sistem gamification (sistem dalam game untuk meningkatkan partisipasi user) membuat produk ini lebih menarik dibanding metode persiapan ujian yang lazim digunakan saat ini. Siswa dapat melihat leaderboard (sistem peringkat) yang dapat diakses secara kolektif antarsekolah.

Bagi siswa yang mengerjakan soal dengan baik sesuai standar tertentu yang ditetapkan, akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dalam mengikuti ujian, atau menikmati layanan Ruangguru.com lainnya dengan diskon tertentu. Semua layanan dalam produk ini disediakan secara gratis untuk siapa saja, di mana saja.

Helios dan Aruba Networks Tawarkan Solusi Enterprise Mobility

helios aruba
“Kami optimistis dengan keunggulan yang dimiliki Aruba dipadukan dengan tim teknis Helios dapat membantu mitra bisnis dalam mendesain solusi mobile engagement dan BYOD bagi para pelanggan korporasi ,” kata Royani Lo.

Helios Informatika Nusantara, anak perusahaan CTI Group, mengumumkan kesiapannya untuk mendukung adopsi solusi Mobile Engagement dan ClearPass dari Aruba Networks, penyedia jaringan nirkabel dan solusi mobilitas untuk segmen enterprise, di Indonesia.

Helios selanjutnya akan memperkuat kerja sama dengan para mitra bisnisnya, yakni system integrator dan pengembang software, untuk menjawab tantangan organisasi dan perusahaan di Indonesia dalam menghadapi era mobility dan bring your own device (BYOD) yang berkembang pesat.

Royani Lo (Direktur, Helios Informatika Nusantara) mengatakan untuk dapat bersaing di era mobility, para penyedia ruang publik mulai dari stadion sampai retail membutuhkan solusi Wi-Fi yang dapat memanfaatkan user, perangkat, lokasi, dan data kontekstual lainnya agar dapat engage dengan pengunjung secara lebih personal dan relevan, serta meningkatkan brand loyalty, pendapatan, dan pengalaman pengguna.

Kebutuhan ini dijawab oleh Aruba Mobile Engagement (AME), solusi yang dapat melakukan personalisasi terhadap customer experience sesuai identitas dan lokasi tempat user berada.

AME menggabungkan software dan hardware berupa navigasi, Wi-Fi, akses internet, dan aplikasi untuk ruang tertutup (indoor venue) sehingga public venue dapat menyisipkan layanan yang telah dimodifikasi berupa pesan dan promosi kepada perangkat mobile pelanggan.

Solusi ini dilengkapi dengan Meridian platform untuk mengumpulkan informasi berbasis lokasi dari visitor serta Aruba Beacon yang mampu mendeteksi lokasi visitor dan menjadi penunjuk arah selama visitor berada dalam suatu venue.

Manajemen Akses untuk BYOD

Peningkatan jumlah perangkat mobile menjadi pemicu pertumbuhan utama pasar BYOD dengan tingkat pertumbuhan sebesar 25,32% dari 2014 sampai 2019. Namun, maraknya tren BYOD justru menimbulkan kekhawatiran bagi perusahaan di sisi keamanan.

Aruba memahami tantangan yang dihadapi organisasi ketika mencoba untuk menerapkan solusi akses yang ketat namun cukup fleksibel dalam menangani tren BYOD melalui solusi ClearPass Access Management System. Ini merupakan solusi pengelolaan keamanan jaringan tingkat enterprise yang memungkinkan pengendalian akses dan keamanan bagi divisi TI untuk perangkat jaringan dari berbagai vendor.

ClearPass membantu organisasi melakukan pengaturan dan pemutusan akses untuk semua perangkat mobile sekaligus memberikan kemudahan bagi user melakukan akses Wi-Fi secara self-service.

“Kami optimistis dengan keunggulan yang dimiliki Aruba dipadukan dengan tim teknis Helios dapat membantu mitra bisnis dalam mendesain solusi mobile engagement dan BYOD bagi para pelanggan korporasi. Kerja sama ini juga akan membuka kesempatan bagi para pengembang dalam mengembangkan aplikasi mobile berbasis platform Meridian,” lanjut Royani.

Microsoft Merilis Exchange 2016

exchange 2016

Microsoft meluncurkan Exchange 2016 dengan sejumlah feature baru, seperti eDiscovery, Data Loss Prevention, recovery otomatis, managed availability, dan lainnya. Selain itu versi baru ini juga merupakan penyempurnaan feature dari versi sebelumnya, Exchange 2013.

Microsoft juga menyediakan versi evaluasi dari Exchange 2016 yang dapat diunduh mulai 1 Oktober 2015 kemarin, dan dapat dipakai hingga 180 hari.

Menurut Microsoft, kini Exchange 2016 memiliki feature kolaborasi yang lebih baik. Salah satunya attachment dokumen pada Outlook 2016 adalah sebagai link ke SharePoint 2016 atau ke OneDrive for Business. Keuntungannya adalah pada co-authoring dan kontrol versi untuk dokumen tersebut. Hal ini menyederhanakan sharing dokumen dan meniadakan kontrol versi dokumen yang kerap bikin pusing.

Tampilan Outlook pada web juga diperbaiki dengan sejumlah feature baru seperti Sweep, Pin, Undo, inline reply, single-line inbox view, rendering HTML yang lebih baik, themes baru, emoji, dan lainnya.

Fasilitas search menurut Microsoft kini lebih cepat, akurat, dan hasil yang lebih lengkap, untuk pencarian e-mail baru atau lama maupun event pada Calendar.  Pada pencarian juga ada feature People suggestions, Search suggestions, search refiners, dan lainnya.

Exchange 2016 memiliki eDiscovery pipeline yang lebih cepat dan scalable dengan arsitektur search baru yang asynchronous dan dapat mendistribusikan search di antara server yang ada.

Untuk Exchange 2016 ini Microsoft akan memberikan Cumulative Updates (CU) setiap tiga bulan yang antara lain berisi bug fixes dan penyempurnaan produk. CU yang pertama akan tersedia pada kuartal pertama 2016.

Review Smartphone