Arsip Harian: Oct 5, 2015

Asus USB-AC56: Makin Maksimal dengan Antena Eksternal

asus-usb

Asus terus melengkapi jajaran produk jaringannya untuk menghadirkan solusi jaringan nirkabel yang cepat dan andal. Kali ini, kami berkesempatan mencoba salah satu wireless adapter Asus yaitu Asus USB-AC56. Wireless adapter ini hadir dengan kinerja transfer data nirkabel yang cepat berkat dukungan standar 802.11ac yang mampu menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan 802.11n.

Asus USB-AC56 ini memiliki desain yang menurut kami cukup menarik. Wireless adapter ini memiliki corak potongan intan (diamond cut) yang juga sering ditemui di produk wireless router Asus. Dimensinya terbilang cukup besar dengan ukuran 11,5 x 2,8 x 1,9 cm. Jadi, pastikan jarak antar-port USB di komputer Anda memadai agar tidak mengganggu perangkat USB lain saat Anda menggunakan wireless adapter ini.

Wireless adapter Asus USB-AC56 memiliki penutup di kedua ujungnya. Sisi yang satu merupakan port USB, dan sisi yang satunya merupakan port antena eksternal. Ya, Asus USB-AC56 ini memiliki antena eksternal untuk menghasilkan daya tangkap optimal. Asus USB-AC56 ini juga tetap memiliki antena internal. Antena eksternalnya tidak harus selalu digunakan. Pasalnya, jika menggunakan antena eksternal, ukurannya akan makin besar.

Untuk memudahkan penggunaannya, di dalam paketnya, Asus USB-AC56 ini juga telah menyediakan USB cradle. Jadi, Anda bisa meletakkan USB cradle ini di meja dan menghubungkannya ke komputer via kabel USB 3.0. Wireless adapter-nya bisa Anda pasang pada USB cradle ini sehingga memudahkan pemasangannya. Hadirnya USB cradle ini juga bisa memudahkan Anda untuk meletakkan wireless adapter di posisi yang paling optimal.

Asus USB-AC56 ini mendukung koneksi nirkabel 802.11ac dengan kecepatan maksimal mencapai 867 Mbps pada pita jaringan 5 GHz. Jika Anda menggunakannya pada jaringan nirkabel 2,4 GHz dan 802.11n, kecepatan maksimal yang didukungnya adalah sebesar 300 Mbps. Untuk koneksi ke jaringan nirkabel, wireless adapter ini juga memiliki tombol WPS untuk koneksi yang lebih cepat dan aman.

Diuji dengan menggunakan wireless router yang sudah mendukung koneksi 802.11ac, Asus USB-AC56 ini mampu menghasilkan kinerja yang sangat baik. Kecepatan transfernya terbilang tinggi dan sudah memadai untuk melakukan transfer data berukuran besar atau content streaming berdefinisi tinggi. Saat digunakan pada standar 802.11n, kinerjanya juga masih tergolong baik dengan kecepatan dan respons yang cepat.

Mudah: Dengan menggunakan USB cradle, Anda bisa menggunakan wireless adapter ini secara lebih mudah.
Mudah: Dengan menggunakan USB cradle, Anda bisa menggunakan wireless adapter ini secara lebih mudah.
USB Cradle: Asus memberikan aksesori tambahan USB cradle yang bisa memudahkan Anda meletakkan Asus USB-AC56 di posisi yang tepat dan nyaman.
USB Cradle: Asus memberikan aksesori tambahan USB cradle yang bisa memudahkan Anda meletakkan Asus USB-AC56 di posisi yang tepat dan nyaman.

Plus: Kinerja cepat, mendukung 802.11ac, sudah USB 3.0, ada tombol WPS, ada antena eksternal.

Minus: Ukuran besar.

SpesifikasiAsus USB-AC56
Standar802.11b, 802.11g, 802.11n, 802.11ac
Kecepatan transfer dataMaksimal 300 Mbps (802.11n), 867 Mbps (802.11ac)
Dukungan EnkripsiWEP, WPA, WPA2, WPS
Garansi1 tahun
Situs webwww.asus.com
Harga (kisaran)US$90

Budi Tedjaprawira: Paham Retail Luar Dalam

Budi Tedjaprawira (Head of ICS, PT Courts Retail Indonesia). [Foto: Abdul Aziz]
Budi Tedjaprawira (Head of ICS, PT Courts Retail Indonesia). [Foto: Abdul Aziz]
“Sejak kecil, saya sudah bertemu dengan banyaknya SKU (Stock Keeping Unit), khususnya benang,” kenang Budi Tedjaprawira (Head of ICS, PT Courts Retail Indonesia) ketika ditemui di kantornya di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan. Ia mengisahkan bahwa orang tuanya memiliki usaha konveksi. Dari usia sekolah dasar, Budi cilik sudah rajin membantu kedua orang tuanya di toko.

“Orang tua saya kan belum mengerti manajemen. Jadi, saya berpikir bagaimana caranya supaya saat customer datang, saya bisa cepat mengetahui produk yang mereka inginkan. Lalu, saya berusaha menyusun benang-benang itu sesuai nomornya,” kata Budi. “Beralih dari situ, saya mencoba membenahi inventory di gudang yang berantakan. Dari situlah, muncul kecintaan terhadap retail,” lanjutnya.

Sangat tepat memang jika membicarakan tentang pengelolaan TI di industri retail bersama pria bergelar Master di bidang Information System and Commerce dari Curtin University ini. Sepanjang lima belas tahun kariernya di bidang TI, ia tidak pernah lepas dari pemain-pemain besar di pasar retail. Walhasil, ia memahami betul masalah apa saja yang dihadapi oleh kebanyakan pelaku retail di Indonesia.

Menurut Budi, kesulitan yang paling sering dihadapi pemimpin TI di industri retail tanah air adalah saat implementasi sistem. Pasalnya, business process yang digunakan oleh sebagian besar pemain retail Indonesia kerap bertolak belakang dengan proses yang dipakai di luar negeri.

“Bisnis retail di Indonesia itu rata-rata hampir 80 – 90% memakai metode consignment (konsinyasi/titip barang). Jumlah barang yang laku, itu yang dibayar. Di luar negeri sebaliknya, lebih banyak memakai metode direct purchase (beli putus),” ungkap Budi. Akibatnya, mayoritas sistem milik principal besar seperti SAP dan Oracle sulit untuk menyesuaikan dengan kondisi bisnis retail di Indonesia.

Lantas, apa solusi yang disarankan Budi? Mau tidak mau, pemimpin TI dan prinsipal penyedia solusi harus mau duduk bersama untuk melakukan adjustment dan kustomisasi terhadap sistem yang akan dipakai. Belum lagi proses pencatatan inventory di setiap retail berbeda-beda. Ada yang melakukan sendiri, ada yang diserahkan kepada pemasok (supplier).

Terdapat pula masalah yang berbenturan antara kepentingan pemasok dan kepentingan retail, contohnya mengenai pelacakan produk-produk yang paling laris. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan inventory di setiap toko dan juga kemungkinan peniruan produk yang laris oleh kompetitor. “Ada grey area; keduanya saling membutuhkan, tapi dari sisi bisnis, nggak mau ketemu. Ada bargaining yang harus dilakukan,” kata Budi.

Untunglah, problematika seperti itu tidak Budi temui ketika menangani Courts. “Karena kami sudah mendata inventory sendiri. Kami juga duduk bersama dengan supplier dan terjalin hubungan mutualisme,” tukasnya.

“Saya kira, retail is detail. Kalau dilihat dari satu perusahaan ke perusahaan retail lain, banyak business process yang berbeda. Masing-masing punya seni tersendiri. Itu yang saya nikmati,” jawab pehobi berenang itu.
“Saya kira, retail is detail. Dari satu perusahaan ke perusahaan retail lain, masing-masing punya seni tersendiri. Itu yang saya nikmati,” tukas Budi Tedjaprawira.

Mengokohkan Fondasi

Budi telah memimpin divisi TI di Courts Indonesia sejak perusahaan retail yang berpusat di Inggris itu masuk ke Indonesia pada tahun 2014. Selama hampir setahun bekerja, ia mengaku telah berhasil meletakkan fondasi berupa infrastruktur TI yang relatif stabil. Fondasi ini sangat penting karena Courts memunyai strategi ekspansi yang agresif pada tahun 2015.

Setelah membuka Courts Megastore di atas lahan seluas dua hektar di Kota Harapan Indah, Bekasi, pada Oktober 2014, Courts Indonesia baru-baru ini membuka dua cabang baru di Mega Bekasi Hypermal dan di Bogor. Kawasan Jabodetabek masih menjadi fokus pengembangan mereka. “Di industri retail, kalau infrastruktur sudah ready, kita mau ekspansi ke mana pun akan lebih enak,” tuturnya.

Di atas infrastruktur yang sudah kokoh, Budi mengimplementasi sistem ERP berbasis Navision atau sekarang dikenal dengan nama Microsoft Dynamics NAV. Untuk sistem PoS (Point of Sales)-nya, ia memilih solusi dari LS Retail.

Dalam beberapa bulan terakhir, fokus Budi adalah menstabilkan sistem dan melatih user untuk lebih familiar dengan Navision, karena sebelumnya mereka terbiasa memakai SAP atau Oracle.

Setelah sistem stabil, langkah selanjutnya yaitu mengoptimalkan reporting untuk mendukung bisnis. Misalnya mempermudah analisis tren produk yang paling laku, perhitungan margin, dan sebagainya. Budi menargetkan pada Oktober 2015 nanti, timnya bisa meng-upgrade dari Navision versi 4 ke Navision 2013.

“Di versi baru ini, tampilannya lebih user friendly. User bisa langsung melakukan analisis sendiri karena menarik data lebih gampang, nggak perlu bantuan staf TI. Membuat report cukup pakai pivot table langsung jadi. Inventory langsung terlihat di grafik sehingga buyer bisa ambil action lebih cepat,” papar Budi.

Mengubah Fungsi TI

Menatap masa depan, Budi memiliki visi menjadikan TI di Courts Indonesia berubah fungsi dari cost center menjadi sumber efisiensi, inovasi, sekaligus tulang punggung perusahaan.

Untuk efisiensi, Budi berupaya menumbuhkan budaya paperless. Perlahan-lahan, proses ke arah sana mulai terlihat. Printer di kantor sudah tersentralisasi, purchase order diurus melalui e-mail. “Tinggal mengubah kebiasaan karyawan secara internal yang terbiasa dengan dokumen cetak,” imbuhnya.

Dari sisi inovasi atau IT as added value, yang sudah berjalan saat ini yaitu ketersediaan iPad di toko-toko Courts yang dilengkapi aplikasi Sofa Maker. Gunanya bagi pelanggan yang ingin membeli sofa dengan kustomisasi desain dan warna sesuai selera. Strategi berikut yang akan dilakukan adalah membuka kanal e-commerce.

Sementara untuk menjadikan TI sebagai tulang punggung perusahaan, infrastruktur dan sistem harus dimatangkan supaya menjaga availability. DRC (Disaster Recovery Center) sedang dikembangkan. Pasalnya, seluruh proses di Courts dijalankan real time. Setiap dua jam, harus ada update informasi penjualan dari toko-toko sampai ke kantor regional di Singapura. “Kalau sampai down lima menit saja, operasional bisa terganggu,” ucap Budi.

Setelah lima belas tahun bergelut di industri retail, apakah Budi tidak merasa bosan? “Saya kira, retail is detail. Kalau dilihat dari satu perusahaan ke perusahaan retail lain, banyak business process yang berbeda. Masing-masing punya seni tersendiri. Itu yang saya nikmati,” jawab pehobi berenang itu.

Budi mengaku banyak belajar di setiap perusahaan yang pernah dikelola. Mulai dari belajar kolaborasi cara berpikir antara bisnis dan TI, belajar mengelola TI di jaringan retail yang mencapai ratusan toko, sampai memahami cara mengelola TI secara real time. Tidak mengherankan kalau ia paham luar dalam industri ini.

Wajar jika Budi bercita-cita, suatu saat nanti ingin membuka bisnis yang menyediakan solusi customized ERP untuk kebutuhan retail di Indonesia. “Ini segmennya masih kecil sekali. Kalau bisa digarap, potensi ke depan cukup luar biasa,” ia meyakini.

Fujitsu Eternus Terbaru Atasi Tantangan Big Data

 

fujitsu eternus cd10000 s2

Hari ini (5/10) Fujitsu mengumumkan kehadiran storage Fujitsu Eternus CD10000 S2.

Sistem penyimpanan berbasis  konsep software-defined ini menawarkan berbagai tool yang lebih powerful untuk menangani data dalam jumlah sangat besar. Fujitsu juga membekali sistem storage Eternus CD10000 generasi kedua ini dengan software storage platform open soure Ceph untuk skalabilitas yang lebih baik tetapi lebih efisien biaya.

Volume data online yang terus meningkat adalah persoalan umum yang dihadapi perusahaan, organisasi, maupun sektor pemerintahan dewasa ini. Ada tiga tantangan utama yang harus mereka hadapi: skalabilitas; kompleksitas dan biaya yang lebih besar; dan ancaman gangguan ketika data beroperasi secara offline akibat keterbatasan storage fisik ketika proses migrasi sistem berlangsung.

“Eternus CD10000 merevolusi cara organisasi menghadapi data online yang jumlahnya terus meningkat. Fujitsu adalah penyedia teknologi penyimpanan global pertama yang memberikan keleluasaan kepada organisasi untuk mengontrol biaya-biaya yang dialokasikan untuk penyimpanan di tengah tidak menentunya biaya yang umum dikeluarkan untuk penyediaan storage sekarang ini, ujar Bernhard Brandwitte, Vice President, Global Storage Business Fujitsu.

Apabila dibandingkan dengan generasi sebelumnya, CD10000 diklaim Fujitsu mampu menyimpan data 10 kali lebih banyak dengan biaya per terabyte yang relatif lebih rendah dalam ruang pusat data yang ukurannya tidak berubah. Bagaimana caranya?

Eternus CD10000 S2 mengusung aneka peningkatan sehingga biaya storage dan penggunaan ruang di pusat data akan lebih efisien. Sistem penyimpanan terbaru ini berbekal storage node jenis baru yang menawarkan kapasitas simpan sampai dengan 60 TB per unit rak, sehingga kebutuhan ruang storage di pusat data akan lebih efisien. Sementara dukungan hardware dan software, serta teknologi baru yang diusungnya disebut Fujitsu akan menekan biaya per terabyte-nya hingga sepuluh kali lebih rendah daripada generasi sebelumnya.

Flex Node dan Density Node akan mendukung penambahan kapasitas maupun kinerja. Flex Node mendukung skenario penyimpanan berorientasi kinerja dengan skalabilitas memadai. Sedangkan Density Node optimal untuk menyimpan data bervolume besar tetapi penggunaan ruang simpan akan lebih minimal dan biaya per terabyte lebih rendah (antara 0,007-0,013 Euro/Rp115 – 213 per gigabyte per bulan).

Hanya dengan menambahkan node, Eternus CD10000 S2 dapat menyediakan kapasitas simpan hingga 50 PB, bahkan lebih. Dengan begitu, organisasi akan mampu mengatasi pertumbuhan data yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Manajemen sistem internal ETERNUS CD10000 S2 berjalan di atas software Ceph, sehingga hardware node generasi terdahulu dapat diganti dengan node terbaru yang sepenuhnya kompatibel tanpa mengalami downtime. Dengan cara ini, organisasi akan menikmati daur hidup sistem 10 – 15 tahun lebih lama jika dibandingkan dengan sistem storage RAID tradisional. Pada gilirannya, hali ini akan mengurangi kebutuhan migrasi sistem.

Beberapa peningkatan lain yang disematkan Fujitsu pada Eternus CD10000 S2, seperti pilihan yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan disaster resilience. Yakni dengan menempatkan satu storage node di dua lokasi, atau dengan mengimplementasikan dua sistem cluster terpisah. Fujitsu juga memperkenalkan konsep backup-in-a-box untuk melindungi data berskala besar. Selain fleksibilitas dan kemampuan sistem menghadapi kegagalan total sistem di satu lokasi, konsep ini juga memastikan pemulihan data dengan cepat, meski jumlah data yang dipulihkan berskala sangat besar.

Berdasarkan skenario kebutuhan pelanggan, Fujitsu mengembangkan solusi untuk mengimplentasikan software-defined storage dengan cepat. Solusi ini mencakup Enterprise File Sync & Share, online archives and cloud back-up. Fujitsu juga mengumumkan kehadiran solusi lengkap yang mengintegrasikan Eternus CD10000 dengan server Primergy dan OpenStack cloud software.

Ridwan Kamil Uji Coba Feature Facebook untuk Live Streaming

Ridwan Kamil bersama Benji Shomair, perwakilan Facebook, sedang mengujicoba feature video live streaming Facebook Live.
Ridwan Kamil bersama Benji Shomair, perwakilan Facebook, sedang mengujicoba feature video live streaming Facebook Live.

Demi mengejar status sebagai penyedia informasi paling aktual, media sosial raksasa seperti Twitter dan Facebook seakan berlomba-lomba memperkenalkan feature interaktif mereka berupa video live streaming. Jika Twitter mengandalkan Periscope, Facebook memiliki Facebook Live yang baru diluncurkan pada awal Agustus lalu.

Perbedaan utama di antara kedua layanan ini terletak pada segmen pengguna. Twitter memperbolehkan siapa saja untuk menyiarkan diri mereka secara langsung lewat aplikasi Periscope yang dapat diunduh gratis di iOS dan Android. Sementara itu, Facebook sejauh ini hanya memungkinkan feature Live untuk digunakan oleh selebriti dan tokoh publik, contohnya dalam keperluan promosi dan interaksi dengan penggemar.

Namun, langkah menarik dilakukan Facebook di Indonesia hari ini dengan mengajak Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk mengujicoba layanan live streaming tersebut.

Di dalam video berdurasi 41 detik yang diunggah di Facebook Page pribadi milik Ridwan Kamil, terlihat sang walikota yang akrab disapa Emil itu sedang tampil berdua dengan pria bernama Benji dari Facebook. Berdasarkan penelusuran di Linkedin, pria tersebut adalah Benji Shomair, Director of Global Partnerships dari Facebook.

“Halo, nama saya Ridwan Kamil, sedang bersama Benji dari Facebook. Kami sedang mendiskusikan feature baru [Facebook]. Benji datang ke Bandung untuk mendiskusikan kolaborasi kami untuk mewujudkan Kota Bandung go online dengan Facebook. Kami sedang menguji feature yang disebut live video,” kata Emil.

“Saya sangat senang berada di Bandung hari ini dan bisa bekerjasama dengan walikota,” imbuh Benji.

Menarik untuk menunggu seperti apa kerja sama yang bakal terjalin antara Facebook dan Kota Bandung. Bisa jadi Facebook Live akan dimanfaatkan Ridwan Kamil untuk berinteraksi lebih intim dengan warga kotanya, sebagaimana yang kerap ia lakukan selama ini lewat beberapa metode, seperti tanya jawab di radio ataupun diskusi langsung dengan masyarakat.

Sekarang Bisa Pesan Jasa Pijat dan Rias Wajah di Go-Jek

gojek baru pijat gomassage

Aplikasi Go-Jek telah menambah jumlah layanannya menjadi delapan jenis jasa berbeda. Melalui pembaruan aplikasi yang dilakukan pada Minggu (4/10), Go-Jek memperkenalkan empat jasa baru berupa Go-Box, Go-Glam, Go-Clean, dan Go-Massage.

Keempat jenis layanan anyar tersebut bakal melengkapi empat jasa yang sudah ada sebelumnya, yakni Go-Ride (ojek), Go-Send (pengantaran barang, dahulu bernama Instant Courier), Go-Food (pengantaran makanan), dan Go-Mart (penitipan belanja).

Membedah lebih lanjut setiap layanan baru yang ditawarkan oleh Go-Jek, masing-masing diperuntukkan bagi segmen pasar yang berbeda.

Go-Box misalnya, menyediakan jasa penyewaan kendaraan pengangkut barang (kargo) dengan beraneka kapasitas, mulai dari mobil pick-up bak terbuka dengan biaya Rp7.000/km, mobil pick-up boks dengan biaya Rp9.000/km, truk engkel bak terbuka dengan biaya Rp10.000/km, dan truk engkel boks dengan biaya Rp12.000/km.

Layanan ini cocok bagi pelanggan yang ingin memindahkan barang dalam jumlah besar, misalnya untuk keperluan pengiriman alat elektronik atau pindah rumah/kantor,

Go-Glam adalah jasa rias wajah dan perawatan kecantikan, baik bagi kaum perempuan maupun laki-laki. Jenis layanan yang disediakan dalam opsi antara lain creambath, pewarnaan rambut, dan manicure-pedicure. Tarifnya bergantung pada jenis perawatan, mulai dari Rp90 ribu sampai Rp350 ribu.

Go-Clean lebih menarik untuk pasangan muda yang disibukkan dengan pekerjaan sehingga tidak sempat membersihkan rumah atau apartemen. Ya, jasa yang diberikan meliputi pembersihan tempat tinggal, termasuk kamar tidur dan kamar mandi.

Tarif yang dikenakan bergantung pada jumlah kamar tidur, kamar mandi, dan durasi pengerjaan/jumlah pekerja. Sebagai gambaran, rumah dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi memerlukan waktu dua jam (dengan satu pekerja), dengan biaya Rp120.000.

Terakhir, Go-Massage merupakan layanan pijat yang bisa datang ke rumah atau kantor pelanggan. Biaya bervariasi mulai dari Rp100.000/jam untuk full body massage sampai Rp165.000/1,5 jam jika ditambah jasa lulur atau totok wajah. Sedangkan untuk layanan reflexology, tarifnya Rp90.000/jam.

BOLT! Raih Penghargaan Indonesia Most Promising Service Provider 2015 dari Frost & Sullivan

IMG_01

BOLT! 4G Ultra LTE mengumumkan keberhasilannya dalam meraih penghargaan di ajang 2015 Frost & Sullivan Indonesia Excellence Awards yang digelar di hotel Shangri-La Jakarta pada 1 Oktober 2015.

Pada ajang tahunan ini, BOLT! 4G Ultra LTE menerima penghargaan sebagai Indonesia Most Promising Service Provider of The Year. Penghargaan diberikan langsung oleh Senior Partner & Managing Director Frost & Sullivan, Manoj Menon kepada Larry Ridwan selaku Chief Commercial Officer BOLT! 4G Ultra LTE.

“Kami merasa terhormat mendapatkan pengakuan sebagai Most Promising Service Provider di tahun 2015. Penghargaan ini menegaskan bahwa langkah strategis BOLT! 4G Ultra LTE dalam menghadirkan layanan data berkecepatan tinggi berada pada arah yang tepat. Hal ini sekaligus mengukuhkan BOLT! 4G Ultra LTE sebagai salah satu operator penyedia layanan 4G LTE terdepan dan akan semakin memotivasi kami untuk melakukan lebih banyak lagi terobosan baru untuk pengalaman mobile broadband terbaik bagi para pelanggan,” kata Larry Ridwan, Chief Commercial Officer BOLT! 4G Ultra LTE.

Frost & Sullivan Indonesia Excellence Awards 2015 merupakan salah satu penghargaan prestisius tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Frost & Sullivan. Di tahun ke-8 ini, Frost & Sullivan memberikan sebanyak 52 penghargaan kepada perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia yang menunjukkan pencapaian dan kinerja luar biasa di industrinya dalam hal kepemimpinan, inovasi teknologi, customer service, dan strategi pengembangan produk.

Penghargaan yang diterima oleh BOLT! 4G Ultra LTE diraih atas inovasi yang dihadirkan dalam pengembangan teknologi 4G berbasis teknologi TDD-LTE dan pertumbuhan yang sangat cepat di industri telekomunikasi di Indonesia.

BOLT! Ultra LTE telah melakukan upgrade jaringan menggunakan teknologi LTE Advanced (LTE-A) yang didukung oleh 3.500 sites sehingga mampu memberikan layanan data dengan kecepatan ultracepat kepada pelanggan.

BOLT! 4G Ultra LTE meluncurkan layanan 4G LTE secara komersial di awal tahun 2014 dan saat ini jumlah pelanggan BOLT! 4G Ultra LTE telah mencapai lebih dari 1,5 juta pelanggan.

Jepang Akan Segera Uji Coba Mobil Tanpa Supir

robot-taxi-japan

Jepang akan segera melakukan uji coba pengoperasian mobil tanpa supir (driverless car) pada tahun 2016. Uji coba ini akan diadakan pada sebuah distrik kecil di selatan Tokyo bernama Kanagawa.

Di kota itu, mobil milik Robot Taxi Inc. tersebut akan melayani 50 warga, utamanya yang berusia lanjut. Mobil tanpa supir ini akan mengantarkan warga ke lokasi penting yang tidak dilayani angkutan umum dalam radius tiga kilometer.

Mobil ini dirancang untuk dapat beroperasi di jalan-jalan utama yang penuh dengan kendaraan lain yang dikemudikan manusia. Untuk memastikan keamanan selama perjalanan, seorang supir akan ditempatkan di mobil tersebut selama perjalanan. Namun supir itu hanya bertugas mengawasi kerja mobil dan hanya mengambil alih kemudi dalam keadaan darurat.

Jika uji coba ini berhasil, Jepang akan memperkenalkan layanan mobil tanpa supir ini pada tahun 2020, bersamaan dengan pelaksanaan Olimpiade di kota Tokyo.

Mobil tanpa supir kini memang menjadi obsesi banyak perusahaan otomotif maupun teknologi. Mercedes, BMW, Audi, Toyota, dan Nissan adalah sebagian nama yang serius menggarap mobil tanpa supir. Sementara dari dunia teknologi, Google terbilang terdepan dalam area ini.

Maklum saja jika mereka sangat serius menggarap industri mobil tanpa supir. Pada tahun 2025, industri ini diramalkan akan bernilai US$ 1300 milyar.

Rittal Hadirkan Solusi Infrastruktur untuk Sistem Penyimpanan Energi

Foto 1

Untuk meningkatkan efisiensi energi terbarukan, sistem penyimpanan diperlukan untuk menjembatani penyimpanan kelebihan listrik yang nantinya dapat dipergunakan ketika diperlukan. Penggunaan modul penyimpanan energi membutuhkan kabinet kontrol dan teknologi yang aman dan terstandardisasi, terlepas dari apakah sistem solar panel digunakan di rumah pribadi atau skala industri.

Rittal menyajikan “Home4Energy”, sebuah sistem modular yang memenuhi semua kebutuhan infrastruktur penyimpanan energi. Paket modular Rittal “Home4Energy” seperti rak dan kontainer terdiri dari transmisi dan teknologi kontrol iklim, perencanaan, dan jasa servis serta perangkat lunak.

“Berkat modulitas tinggi dan skalabilitas dari solusi standar kami dan pengunaan komponen standar yang tersedia secara global, pelanggan kami mendapatkan keuntungan dari fleksibilitas maksimal dalam mengintegrasikan sistem penyimpanan energi mereka,” jelas Erick Hadi, Managing Director, Rittal Indonesia.

Rittal menawarkan modul rak dinding, AC berdiri, dan enclosure yang dapat dirangkai (terintegrasi dalam sebuah wadah) dengan kategori perlindungan tinggi dan standarisasi internasional.  Untuk memasang baterai lithium-ion di rak, pengguna dapat memilih antara modular 19″ rack-mount dan solusi konvensional seperti rak yang mampu mendukung beban hingga 100 kg. Rak server 19” meliputi modul baterai yang dipasang di rel, dengan kabel baik di depan atau belakang.

Sistem penyimpanan energi ini dapat secara efisien didinginkan dengan menggunakan sistem kontrol iklim yang secara optimal disesuaikan dengan kebutuhan daya. Berbagai solusi terdiri dari unit fan-and-filter sederhana untuk perangkat (termasuk pendingin) dengan kapasitas pendinginan hingga 450 kW pendinginan.

Rittal juga menawarkan sistem busbar UL yang terstandarisasi dan distribusi ISV termasuk desain verifikasi sesuai dengan IEC 61 439 untuk distribusi listrik aman untuk rak dan di semua tingkat bangunan.

 

Canon imageClass MF217w: Lengkap untuk UKM

Dok.Canon
Dok.Canon

Canon menghadirkan banyak varian perangkat cetak berbasis laser monokrom dari seri imageClass, yang ditujukan untuk kalangan bisnis skala kecil. Salah satunya yaitu Canon imageClass MF217w yang merupakan versi lengkap dari seri MF211 yang pernah kami uji sebelumnya.

Dibandingkan MF211, seri MF217w menambahkan feature faksimile, ADF, fungsi jaringan via kabel dan nirkabel, serta kapasitas RAM yang lebih besar. Penambahan feature ini tentu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang lebih besar dan kompleks, meskipun masih menyasar segmen yang sama.

Desainnya juga mirip dengan tipe sebelumnya, dengan penambahan fungsi ADF di bagian atasnya. Ukuran fisiknya ringkas disertai dengan tombol-tombol pada control panel untuk menjalankan dan mengatur beberapa fungsi. Canon menyertakan feature One-Touch Solution Keys berupa tombol shortcut yang memudahkan pengoperasian perangkat tanpa melalui banyak tahapan.

Hanya saja, berbeda dengan sebelumnya, cara tersebut tidak melalui tombol fisik tapi melalui tombol menu yang disediakan dari layar berukuran enam baris teks monokrom. Anda bisa meng-customize tombol Home dan menggantinya dengan tombol fungsi yang diinginkan. Misalnya mengganti dengan tombol Scan to PC atau lainnya.

Mengandalkan koneksi nirkabel, pengguna bisa menghubungkan perangkat ini ke komputer melalui wireless router atau melakukan pencetakan dari perangkat mobile seperti iPad, iPhone serta Android. Khusus untuk Android, mesti terpasang aplikasi Canon Mobile Printing yang bisa didapat dari Google Play Store.

Meneruskan tradisi dari seri imageClass lainnya, MF217w memiliki kinerja yang gesit. Sebagian besar seri imageClass yang pernah kamu uji memang mengunggulkan kinerja cetaknya yang cepat.

Bagi sebuah perangkat cetak, kinerja gegas tentu tidak berarti tanpa hasil cetak yang baik. Dan seri MF217w ini membuktikan bahwa kinerja gegas juga diimbangi dengan kualitas cetak yang baik. Begitu pula saat menggandakan dokumen gambar ukuran A4. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan kualitas aslinya (monokrom). Hasil cetaknya terlihat halus dan memiliki lapisan yang membuatnya tahan lama, bahkan tahan air.

Tombol Instan Feature Quiet Mode memungkinkan perangkat bekerja dengan suara yang lebih pelan agar tidak mengganggu pengguna. Sayangnya, hal ini berimbas pada melambatnya proses cetak yang dilakukan.
Tombol Instan
Feature Quiet Mode memungkinkan perangkat bekerja dengan suara yang lebih pelan agar tidak mengganggu pengguna. Sayangnya, hal ini berimbas pada melambatnya proses cetak yang dilakukan.
Control Panel Control panel bisa diposisikan sedemikian rupa hingga mencapai kemiringan tiga puluh derajat. Tujuannya, memudahkan pengguna melakukan pengaturan saat perangkat berada di tempat yang lebih rendah.
Control Panel
Control panel bisa diposisikan sedemikian rupa hingga mencapai kemiringan tiga puluh derajat. Tujuannya, memudahkan pengguna melakukan pengaturan saat perangkat berada di tempat yang lebih rendah.

Hasil uji

Kecepatan cetak (A4)5 lembarFPOT (1 lembar)
Teks mono (rtf)17 detik6 detik
Teks+grafis (pdf)21 detik10 detik
Gambar (jpg)23 detik11 detik
Kecepatan copy5 halamanFPOT
Teks mono (rtf)20 detik8 detik
Teks+grafis (pdf)18 detik7 detik
Gambar (jpg)18 detik7 detik
Kecepatan scanGreyscaleWarna
Foto A4 (300 dpi)5 detik9 detik
Foto A4 (600 dpi)11 detik23 detik

Plus: Kinerja gegas, kualitas cetak baik, bentuk ringkas, operation panel bisa dimiringkan hingga tiga puluh derajat, bisa menjadwal Quiet mode, layar sentuh pada control panel, feature One-Touch Solution Keys.

Minus: Konsumsi daya besar saat aktif, tanpa fungsi cetak dan scan dari USB.

SpesifikasiCanon imageClass MF217w
Teknologi cetakLaser monokrom
Resolusi600 x 600 dpi/1.200 x 1.200 dpi
Kapasitas kertasInput (cassette/ADF): 250/35 lembar, Output: 100 lembar
Memori256 MB
Teknologi scannerColor CIS Flatbed, ADF
Resolusi scanner (optical/interpolasi)600 x 600 dpi/9.600 x 9.600 dpi
Pengecilan/perbesaran copy25-400 %
Resolusi copy600 x 600 dpi
Fasilitas copyMemory Sort, 2 on 1, 4 on 1, ID card copy
Siklus kerja8.000 halaman/bulan
KoneksiUSB 2.0, 10/100 Base-T Ethernet, Wi-Fi 802.11b/g/n
Sistem operasiWindows. MacOS X, Linux
Bobot11,5 kg
Dimensi (plt)39 x 37,1 x 36 cm
Konsumsi listrik (maks/aktif/standby/sleep)Hingga < 1.270/500/5,4/1,6 watt
Situs webhttp://www.canon.com
Garansi1 tahun
Harga (kisaran)Rp3.900.000
KontakSamafitro, (021) 345-8989

Kaspersky Ajak Anak Muda Perangi Cyberbullying

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Salah satu ketakutan orang tua di era digital seperti saat ini adalah tidak bisa mengontrol sang anak ketika sedang online. Apalagi jika orang tua tersebut bekerja.

Maka tidak heran jika hampir seperempat (22%) orang tua merasa khawatir mereka tidak bisa mengontrol apa yang anak-anak mereka lihat saat online. Sementara itu sebanyak 48% orang tua merasa khawatir anak-anaknya menghadapi cyberbullying.

Sebagai vendor antivirus, Kaspersky pun merasa tertantang untuk memerangi permasalahan di atas. Antivirus asal Rusia ini bekerja sama dengan ENABLE (European Network Against Bullying in Leraning and Leisure Environments) dan mendukung acara Hackathon untuk mengatasi isu global bullying.

ENABLE Hackathon sendiri akan berlangsung pada 13 Oktober 2015 dan merupakan bagian dari European Coding Week 2015. Di ajang tersebut berkumpul 80-100 orang yang terdiri dari anak-anak muda, ahli dan pembuat kebijakan bidang pendidikan, serta hak-hak anak dan antibullying.

Nantinya ENABLE Hackathon akan mendorong anak-anak muda yang berusia 9-17 tahun untuk bekerja sama dalam satu tim untuk merancang sebuah aplikasi atau alat kreatif yang dapat membantu mengurangi tindak bullying.

Sebagai mitra terkait, Kaspersky Lab akan memilih tim yang membawa terobosan terbaru dalam hal solusi teknologi terhadap bullying. Tim yang menang akan mendapatkan hadiah berupa kunjungan ke pabrik dan museum Ferrari di Maranello, Italia, untuk bertemu dan menyapa pembalap Scuderia Ferrari Formula One.

“Akan ada enam tim pemenang di Hackathon dan dapat dipastikan kompetisi ini memiliki standar yang tinggi. Kami ingin melihat anak-anak muda mengembangkan keterampilan online mereka, sementara kami juga membantu mereka untuk memahami dinamika yang terjadi di bullying. serta memberikan pengarahan kepada mereka ketika bekerja dalam tim supaya dapat menemukan solusi kreatif untuk menghentikan tindak bullying ini,” jelas Janice Richardson (Senior Advisor di European Schoolnet), yang juga mantan co-ordinator Insafe Network dan co-ordinator dari ENABLE.

Sementara itu, David Emm (Kepala Peneliti Keamanan, Global Research and Analysis Team, Kaspersky Lab) menuturkan pihaknya berkomitmen untuk membuat internet menjadi tempat yang lebih aman. “Bullying – terutama cyberbullying – adalah masalah yang sangat serius yang memiliki implikasi sosial dan emosional. Ini adalah misi kami untuk mendidik serta memberikan dukungan kepada anak-anak dan orang tua mereka dalam memerangi ancaman yang mereka hadapi ketika online. Dengan mendukung Hackathon memberikan kami kesempatan lain untuk melakukan hal itu,” jelas Emm.

Kaspersky Lab secara teratur bekerja sama dengan organisasi-organisasi seperti European Schoolnet, yang terbukti berhasil melawan cyberbullying. Kaspersky berkomitmen untuk menyumbangkan satu Euro ke Insafe Helpline Fund untuk setiap Kaspersky Total Security – Multi-Device yang terjual secara online di Eropa selama bulan Desember 2014. Langkah tersebut diambil dengan jaminan demi mengamankan minimum sumbangan yang diperlukan untuk memenuhi tambahan 9.000 panggilan mengenai masalah online, seperti cyberbullying dan penyiksaan, pada tahun 2015.

Review Smartphone