Arsip Harian: Oct 11, 2015

LG Segarkan Lini Produk Information Display

(Foto: LG)

Meski di Indonesia lebih dikenal dengan berbagai produk untuk konsumennya, LG sebenarnya sejak dekade lalu juga sudah fokus menawarkan produk information display yang ditujukan untuk urusan bisnis. LG pun melakukan penyegaran terhadap lini produk information display terkininya dengan tujuan untuk menjadi penguasa di pasar ini.

Market-nya sekitar, per tahun itu mungkin tiga puluh juta US dollar,” ujar Agustian Yusetia (National B2B Sales & Product Manager, Information Display Company, PT. LG Electronics Indonesia) mengenai besarnya pasar information display di Indonesia saat ini. Pertumbuhannya sendiri diperkirakan di atas sepuluh persen tiap tahunnya. “Kita menargetkan kalau bisa kita bisa achieve sekitar 60 sampai 70%,” imbuhnya kemudian. Sejauh ini LG telah berhasil menguasai pasar ini sebesar lima puluh persen.

Secara garis besar, information display dari LG dibagi ke dalam tiga bagian, yakni monitor signage, TV signage, dan hotel TV. Namanya tentu sudah cukup jelas untuk membedakan di antara ketiganya. Monitor signage memang dirancang murni untuk signage, sedangkan TV signage bisa menampilkan siaran TV bersamaan dengan pesan yang ingin disampaikan sebagai signage. Sementara, hotel TV adalah TV yang telah dioptimalkan untuk penggunaan di hotel.

Ada sejumlah produk baru yang ditawarkan. Pada monitor signage disebutkan hadir tujuh produk baru, mulai dari 98LS95A, 55LV77A, sampai 47TS50MF. LG 98LS95A adalah monitor signage berukuran 98 inci dengan resolusi Ultra HD 3840 x 2160 pixel. Ia juga telah dilengkapi dengan SoC yang membuatnya tidak memerlukan multimedia player tambahan untuk memainkan aneka content yang hendak ditampilkan.

LG 55LV77A merupakan display yang ditujukan untuk video wall. Salah satu hal penting pada video wall yang menggabungkan banyak display menjadi satu display yang berukuran jauh lebih besar ini adalah ukuran bezel. LG 55LV77A memiliki bezel berukuran 2,25 mm untuk tepian kiri dan atas serta 1,25 mm untuk tepian kanan dan bawah. Resolusinya Full HD alias 1920 x 1080 pixel.

LG-ID-2
LG menghadirkan transparent display yang memungkinkan benda yang ditaruh di belakangnya tetap terlihat. (Foto: LG)

Adapun LG 47TS50MF adalah transparent display. Anda bisa melihat benda yang ditaruh di belakang LG 47TS50MF. Misalnya Anda bisa menaruh aneka juice dalam botol di  belakang display ini, sedangkan display-nya sendiri akan menampilkan berbagai content yang berhubungan dengan juice tersebut. Transparent display ini adalah kategori produk yang benar-benar baru alias baru tahun 2015 ini dihadirkan oleh LG. Tahun depan LG merencanakan transparent display ini untuk hadir di mesin pendingin seperti kulkas.

Berhubung ditujukan sebagai signage, aneka display dalam ruangan ini memiliki tampilan gambar yang cerah dan sebagian mendukung manjemen dari jarak jauh menggunakan aplikasi SuperSign C.

Sementara, untuk TV signage ada LG Super Sign TV dan pada hotel TV antara lain tersedia LG Pro:Centric V. LG Super Sign TV memungkinkan siaran TV ditampilkan secara live dan tidak full screen, sedangkan aneka content yang hendak disampaikan ditampilkan pada area kosong di sekelilingnya. Adapun LG ProCentric V menawarkan opsi video sebagai tampilan welcome screen, waktu dari off ke on yang lebih cepat, manajemen yang mudah dan terpusat dengan Pro:Centric Server termasuk menampilkan informasi billing, serta koneksi populer dengan perangkat mobile seperti MHL.

10 Hal yang Tidak Anda Ketahui Tentang Pemrograman

kredit: www.codingzap.com
kredit: www.codingzap.com

Kami menyerukan selamat bagi para arsitek di ranah digital pada Programmers’ Day, yang biasanya dirayakan pada tanggal 13 September, hari ke-256 setiap tahunnya. Bilangan 256 dipilih karena merupakan bilangan yang menyatakan jumlah nilai unik yang berbeda yang dapat direpresentasikan dengan byte berukuran 8 bit.

Selagi kita merayakan perubahan positif yang telah dibuat oleh para programmer untuk memperbaiki kualitas kehidupan sehari-hari kita, kami membuat daftar 10 hal-hal yang Anda mungkin tidak diketahui tentang pemrograman atau coding, dan informasi ini mungkin menguntungkan untuk Anda.

1. Ada lebih dari 20 bahasa pemrograman di benua Asia

Dari 8.500 bahasa pemrograman yang diperkirakan terekam, sekitar sepertiganya menggunakan bahasa Inggris sebagai kata kunci dan kode Perpustakaan, sementara itu sebagian besar lainnya didasarkan pada bahasa non-Inggris, serta beberapa di antaranya terdiri seluruhnya dari simbol-simbol. Jumlah ini mencakup lebih dari 20 bahasa pemrograman Asia, misalnya BAIK (Indonesia), Changjo (Korea), Dolittle (Jepang), PerlYuYan (Tionghoa) dan bahasa pemrograman Hindi.

2. Programer pertama di dunia adalah seorang wanita, dan memiliki bahasa pemrograman yang dinamakan atas dirinya

Walaupun ada banyak pembicaraan mengenai kurangnya perempuan dalam dunia teknologi hari ini, hanya sedikit yang tahu bahwa Ada Lovelace, putri dari penyair terkenal Lord Byron, diakui sebagai programmer komputer pertama di dunia. Ibunya menjalani pelatihan matematika dan mendesak putrinya untuk belajar. Ada terkenal untuk meningkatkan hasil kerja Charles Babbage, Analytical Engine, sebuah generasi awal komputer untuk keperluan umum. Bahasa pemrograman bernama Ada diberikan untuk menghormatinya.

3. Mengetahui ilmu coding sangatlah berguna

Kita hidup di dunia dimana hampir semua orang menggunakan ponsel atau komputer, dengan kebanyakan orang menggunakan keduanya. Dunia ini semakin penuh dengan layanan web, seperti YouTube, Netflix dan Facebook. Semua poin ini mengarah kepada semua pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan berkisar disini – dan mengetahui ilmu coding akan sangat relevan bagi lingkungan pekerjaan masa depan. Pada kenyataannya, perusahaan riset pasar Evans Data memperkirakan bahwa populasi pengembang perangkat lunak global telah meningkat hampir dua kali lipat sejak 2010 menjadi sekitar 19 juta orang, dan diperkirakan akan tumbuh menjadi 25 juta di tahun 2020.

4. Belajar programming relatif murah

Dengan sumber daya yang tersedia online seperti Microsoft Virtual Academy, belajar coding dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan keahlian dan karir Anda. Sebagai cara untuk meng-upgrade diri Anda, belajar coding secara online juga dapat menjadi pilihan yang lebih murah daripada kembali ke Universitas, mengambil perbandingan rata-rata tiga bulan daripada empat tahun, dan biaya sekitar US$10.000 – 20.000 daripada US$ 50.000 – 200.000.

5. Pemrograman mengajarkan computational thinking, yang penting membawa keberhasilan di dunia masa kini

Computational thinking didefinisikan oleh Universitas Carnegie Mellon sebagai “cara untuk memecahkan masalah, merancang sistem, dan memahami perilaku manusia yang bermuara pada konsep-konsep dasar ilmu komputer”. Kita melatih computational thinking dalam kegiatan sehari-hari. Kegiatan pemrograman melatih otak kita untuk memahami dan memecahkan masalah secara lebih efektif – beberapa bahkan mengatakan hal ini membantu untuk melihat kesalahan sebagai bagian integral dalam memecahkan masalah.

6. Kode komputer memainkan peran penting dalam mengakhiri Perang Dunia II

Terima kasih kepada Alan Turing, ilmuwan komputer dari Inggris, berakhirnya Perang Dunia II dipercepat dengan menggunakan keterampilan matematika dan cryptologic Alan untuk memecahkan ENIGMA, kode mesin milik Nazi. Intelijen dari Bletchley Park, dimana Turing dan timnya berbasis, membantu untuk menyelamatkan banyak nyawa. Atas kontribusinya pada komputasi modern, Association for Computing Machinery (ACM) menamakan penghargaan mereka Turing Award.

7. Turing juga adalah penemu “Turing Test”, yang membedakan manusia dari computer

“Turing Test” lebih umum dikenal sebagai CAPTCHA saat ini, atau Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart. Dikembangkan di Carnegie Mellon University, CAPTCHA muncul dalam bentuk kata-kata atau angka yang terdistorsi pada formulir online, dan manusia perlu mengetik apa yang mereka lihat untuk membuktikan mereka bukanlah bots.

8. Bug komputer pertama sebenarnya adalah seekor ngengat

Di tahun 1940-an komputer diletakkan di kamar-kamar yang besar, dan kehangatan dari komponen komputer tersebut menarik segala macam serangga. Suatu hari, para operator yang sedang bekerja dengan komputer di Harvard University menyadari bahwa ada seekor ngengat yang hancur di dalam mesin dan menulis dalam buku log mereka, “kasus bug pertama yang ditemukan”. Kejadian ini dipercaya menjadi awal mula penggunaan istilah komputer ini secara luas.

9. Ada minat yang kuat antara mahasiswa Asia Pasifik

Minat pada coding tumbuh di Asia Pasifik. Tiga dari empat siswa di benua Asia Pasifik menginginkan coding menjadi yang mata pelajaran inti di sekolah dan bersedia untuk mengambil kelas di luar sekolah jika diberi kesempatan, menurut riset yang dilakukan oleh Microsoft Asia Pasifik.

10. Anda bisa coding tanpa memiliki pengetahuan dasarnya

Semua orang, pada usia berapa pun, dapat mempelajari coding dengan ketersediaan permainan, visual editors dan user-interface grafis yang menyederhanakan proses coding. Ketika teknologi identik dengan masa depan, tidak pernah terlalu dini untuk mulai belajar coding. Temukan permainan dan tutorial di Code.org, mitra Microsoft untuk #HourOfCode, sebuah inisiatif untuk menantang 100 juta orang belajar coding.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan melalui blog Microsoft oleh Anthonius Henricus – Developer Experience & Evangelism Director

Review Smartphone