Arsip Harian: Oct 16, 2015

Jabra Eclipse, Headset Bluetooth dengan Koneksi ke Siri dan Google Now

jabra eclipse

Jabra meluncurkan in-ear headset terbarunya, seri Jabra Eclipse, di Indonesia. Hadir dengan berat hanya 5,5 gram, headset bluetooth ini menggabungkan kualitas suara premium dengan desain ramping yang mengutamakan kenyamanan.

Meskipun didesain sangat ringan, Jabra Eclipse sangat bertenaga dalam memberikan kenyamanan dan kinerja audio yang superior.

Menggunakan teknologi HD Voice, Jabra Eclipse menghadirkan pengalaman audio revolusioner. Di dalam headset ini, terdapat speaker musik yang menghasilkan range audio yang begitu dinamis dengan kehangatan, kedalaman, dan kejelasan.

Ketika panggilan bisnis yang penting masuk, Eclipse memberikan percakapan yang begitu jelas dan nyaring, hampir seperti berdiri di samping lawan bicara. Berkat teknologi noise cancellation, suara tetap jelas meski sedang di suasana yang bising.

Jabra Eclipse juga dirancang agar bekerja secara intuitif. Ketika pengguna melakukan panggilan, tinggal double tap pada headset untuk terhubung ke nomor tujuan. Uniknya, Jabra Eclipse dilengkapi dengan tas yang berfungsi ganda sebagai charger portabel untuk memberikan daya tambahan hingga 10 jam waktu bicara.

Yang menarik, Jabra Eclipse bisa terkoneksi dengan aplikasi Google Now di Android maupun Siri di iPhone. Walhasil, pengguna bisa terus ter-update tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari dalam kantong atau tas. Pengguna juga bisa terhubung dengan e-mail, SMS, panggilan telepon, dan musik tanpa harus menyentuh ponsel.

“Gaya hidup on-the-go telah membuat semakin banyak orang bergantung pada ponsel mereka. Untuk itu kami menghadirkan headset Jabra Eclipse yang menyajikan kualitas suara luar biasa dan desain yang hebat, sehingga gaya hidup mobile semakin sempurna baik dari segi penampilan maupun kualitas,” kata Budi Hartono (CEO Axindo, distributor resmi Jabra di Indonesia).

Jabra Eclipse akan dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp1.990.000. Konsumen bisa melakukan pre-order di Bhinneka.com dari tanggal 19 Oktober – 2 November 2015 dengan penawaran spesial, di antaranya bagi 50 pembeli pertama akan mendapatkan cashback Rp200.000 ditambah Sony Powerbank CP-F5 5.000 mAh.

Telkomsel Perkenalkan TCash Tap, Cara Bayar dengan Smartphone Ber-NFC

telkomsel tcash tap promo

Telkomsel memperkenalkan cara pembayaran baru, TCash Tap, yang memungkinkan para pelanggan Telkomsel menggunakan smartphone mereka untuk melakukan transaksi di toko-toko terpilih, dengan bantuan teknologi NFC (Near Field Communication).

Syarat bagi pelanggan Telkomsel yang ingin menggunakan TCash Tap adalah memiliki dompet elektronik (e-wallet) TCash yang saldonya sudah terisi (bisa dilakukan di GraPARI, ATM Bersama, dan merchant terpilih). Kemudian, dapatkan dan aktifkan stiker NFC di GraPARI terdekat. Setelah itu, pelanggan bisa langsung melakukan transaksi di toko-toko yang sudah bekerjasama dengan Telkomsel, cukup dengan menyentuhkan smartphone pada mesin NFC yang tersedia di kasir.

Saat ini, aneka merchant yang telah menerima pembayaran dengan TCash Tap meliputi McDonald’s, Wendy’s, The Coffee Bean and Tea Leaf, Baskin Robbins, 7-Eleven, Cinema XXI, Alfamart, dan Indomaret.

Dalam upaya menyosialisasikan penggunaan TCash Tap, Telkomsel menggelar bermacam promo berupa diskon dan penawaran spesial. Contohnya diskon 20% di merchant terpilih di mal Gandaria City, Jakarta; diskon 20% di Bakmi GM dan McDonald’s; serta diskon 50% di Baskin Robbins, The Coffee Bean and Tea Leaf, dan Wendy’s.

Informasi lengkap, termasuk syarat dan ketentuan, mengenai promo TCash Tap bisa dilihat di http://digitalpayment.telkomsel.com/promo.

Untuk menerapkan solusi TCash Tap ini, Telkomsel bekerjasama dengan Verifone Mobile Money dan Finnet Indonesia.

Perangkat lunak Verifone Mobile Money memungkinkan telepon seluler dan terminal merchant untuk terhubung secara mulus dengan dompet TCash sehingga memungkinkan aksi “tap dan bayar” dengan menggunakan telepon seluler untuk pembelanjaan sehari-hari.

“Peluncuran TCash Tap memungkinkan pembayaran mobile tanpa sentuhan di Indonesia bergerak menuju mainstream dengan lebih banyak konsumen yang merasakan nilai penggunaan perangkat mobile mereka untuk melakukan pembelian kebutuhan sehari-hari,” kata Chris Jones, (Chief Executive, Verifone Mobile Money).

Sementara itu, konektivitas Finnet memberikan akses ke bank-bank di seluruh Indonesia bagi para pengguna telepon seluler. Finnet memfasilitasi konektivitas antarbank serta mendukung berbagai jenis pembayaran dan pilihan pendukungnya.

Niam Dzikri (Chief Executive, Finnet Indonesia) mengatakan, “Permintaan untuk layanan e-money mengalami peningkatan di Indonesia yang didorong oleh peluncuran program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Dengan pengalaman Finnet dalam bidang pembayaran elektronik, kami akan membantu Indonesia meraih impiannya untuk mewujudkan perekonomian yang bebas dari transaksi tunai.”

Mahasiswa UGM Sabet Juara Pertama Indosat Hackathon IWIC ke-9

hackathon iwic-9Kompetisi membuat aplikasi selama 24 jam atau yang biasa disebut Hackathon yang diadakan oleh Indosat telah usai digelar.

Kompetisi yang memakan waktu mulai 9 hingga 10 Oktober ini pun melibatkan ratusan developer muda dan berbakat. Tercatat sebanyak 120 peserta yang terbagi ke dalam 50 tim mengikuti kompetisi Indosat Hackathon IWIC ke-9.

Para peserta tersebut tersebar mulai dari Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Jogja, Madura, dan Pontianak. Peserta dapat memilih salah satu dari 3 kategori yang dilombakan, yaitu: 1. Kategori Komunikasi, Lifestyle, Education; 2. Kategori Multimedia & Games; 3. Kategori Utilities (tools, security, apps for disable), 4. Kategori spesial untuk Perempuan; 5. Kategori spesial Inbound Tourims,

hackathon-iwic-1Berikut ini tiga pemenang terbaik Hackathon Indosat Hackathon IWIC ke-9:

Terbaik 1 – “Temu Jasa” karya Rheza Adipratama dan Hardian Prakasa, Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Terbaik 2– “Smart Tour” karya Puja Pramudya, Bandung

Terbaik 3 – “iWhatchYou” karya Arrival Dwi Sentosa, Andri Budi Santoso, dan Julyan Widianto, Bandung

Dewan juri yang menilai terdiri dari tim Indosat, Founder Institute, Harukaedu, dan Kompas Gramedia. Para peserta yang berhasil menjadi karya Terbaik membawa pulang total hadiah puluhan juta rupiah, saldo Dompetku, dan piagam penghargaan.

Karya aplikasi yang telah mereka ciptakan pada ajang Hackathon ini secara otomatis juga akan dikompetisikan di ajang IWIC 9 yang akan berakhir di penghujung bulan ini.

Tesla Perbarui Software Sedan S, Berfitur Autopilot

tesla

Mobil sedan Model S buatan Tesla (perusahaan milik Elon Musk) mendapat software update, yaitu versi 7.0. Dengan software baru tersebut, Model S dapat meluncur dengan sendirinya di highway, berpindah lajur, dan menyesuaikan kecepatan sesuai dengan kondisi lalu lintas. Ketika tiba di tempat tujuan, mobil mencari tempat kosong untuk parkir dan dengan perintah Anda mobil akan parkir secara paralel.

Menurut Tesla, kombinasi unik dari kamera, radar, sensor ultrasonik, dan data, membuat Model S berjalan tanpa dikemudikan. Meski demikian, pengemudi disarankan tetap pegang stir dan waspada dengan kondisi sekitar.

Tesla seperti tertulis pada blognya mengakui dengan software baru tersebut Model S bukannya menjadi mobil autopilot, tetapi mobil dapat menghindar dari bahaya dan mengurangi beban pengemudi. Mengemudikan Model S menjadi jauh lebih mudah, aman, dan nyaman.

Dengan software update tersebut, tampilan panel instrumen juga diperbarui. Selain menampilkan informasi kondisi mobil juga menampilkan informasi berkaitan dengan kondisi sekitarnya. Misalnya bila ada obyek yang terlalu dekat dengan sisi mobil, pada panel akan ditampilkan garis lajur di kedua sisi mobil Model S .

Selain itu Tesla juga merilis software Autosteer versi beta dengan berbagai fitur autopilot untuk mobil pintar. Beberapa fitur Autosteer antara lain dapat digunakan untuk menjaga mobil tetap di jalurnya dan fitur Traffic-Aware Cruise Control untuk menjaga kecepatan mobil. Selama beroperasi, AutoSteer akan memandu pengemudi di jalanan, sehingga pengemudian mobil menjadi lebih mudah.  Ketika Autosteer diaktifkan, pengemudi harus tetap memegang stir.

Kabarnya pendiri dan CEO Tesla, Elon Musk, akan memproduksi mobil autopilot secara penuh sekitar tiga tahun lagi.

Susahnya Pinjam Uang di UangTeman

UangTeman-web

Bagi Anda yang belum tahu, UangTeman adalah layanan peminjaman uang tanpa agunan dan berbasis online.

Untuk meminjam uang, Anda cukup mengajukan permohonan di situs www.uangteman.com sambil menentukan jumlah pinjaman dan jangka waktu peminjaman. UangTeman sendiri membatasi jumlah pinjaman antara Rp.1,5-2 juta dan jangka waktu peminjaman 15 – 30 hari.

Seperti meminjam uang di bank, Anda pun akan dikenakan bunga saat meminjam di UangTeman. Di sinilah cibiran muncul. Pasalnya UangTeman menetapkan bunga yang sangat tinggi, yaitu 1% per hari. Jadi jika Anda meminjam uang Rp2 juta selama 30 hari, Anda harus mengembalikan pinjaman tersebut sebesar Rp2.695.658.

Lho, bukankah 30% dari Rp.2 juta adalah Rp600 ribu? Iya, tapi bunga UangTeman menggunakan sistem compounding atau di masyarakat Indonesia lebih dikenal sebagai bunga berbunga. Jadi di hari pertama utang, utang Anda menjadi 2,02 juta (dua juta dua puluh ribu, dari Rp2 juta ditambah Rp20 ribu sebagai bunga 1%). Di hari kedua, utang Anda menjadi Rp2,0402 juta (atau dua juta empat puluh ribu dua ratus rupiah, dari Rp2,02 juta ditambah Rp20.200 sebagai bunga 1%).

Namun UangTeman memiliki alasan tersendiri mengenai hal ini. “Bunga sebesar 1% yang dipatok UangTeman.com adalah bunga yang ditentukan berdasarkan risiko tinggi yang dihadapi perusahaan,” ungkap Silvia Kartika, Marketing Communication Analyst UangTeman.

Jika Anda terbukti nasabah yang baik, tingkat bunga pun akan turun. Misalnya Anda sudah melunasi pinjaman pertama lalu ingin meminjam uang lagi di UangTeman. Nah pada pinjaman kedua ini, bunga yang dikenakan turun menjadi 0,8%. Di pinjaman ketiga, bunganya turun lagi menjadi 0,6% sampai akhirnya di pinjaman keempat dan seterusnya menjadi 0,5%.

Silvia pun menyebut beberapa kelebihan UangTeman dibanding pinjaman lain. Contohnya pinjaman Anda tidak dikenakan potongan biaya administrasi apa pun. Jadi jika Anda meminjam Rp2 juta, Anda akan menerima uang Rp2 juta. Selain itu, jika Anda ingin melunasi utang Anda sebelum waktu yang ditentukan, UangTeman tidak mengenakan denda seperti yang biasa dilakukan bank.

Bagaimana jika terlambat bayar? Sebaiknya jangan. UangTeman mengenakan denda Rp50 ribu setiap keterlambatan ditambah Rp10 ribu per hari Anda terlambat bayar. Anda pun akan dikenakan biaya penagihan utang sebesar 10% dari total pembayaran. Jika disimulasikan ke pinjaman di atas (Rp2 juta selama 30 hari), kalau Anda terlambat sehari saja, Anda harus membayar Rp3.025.268 dari seharusnya Rp2.695.658.

Susah Tembus

Karena penasaran, kami pun mencoba meminjam uang di UangTeman. Seperti saat mengajukan pinjaman di bank, informasi yang diminta UangTeman sangat detail. Pertama adalah informasi identitas, seperti tempat tanggal lahir, alamat rumah, status rumah, sampai suku bangsa. Anda pun akan diminta memasukkan data alamat Anda dan referensi keluarga/orang dekat yang sekota namun tidak serumah. Untuk sosok referensi ini, Anda juga diminta memasukkan alamat dan nomor telepon mereka.

Setelah itu, Anda diminta memasukkan seputar pekerjaan Anda. Info yang diminta meliputi pekerjaan, alamat perusahaan, penghasilan, lama bekerja, serta tujuan peminjaman. Di akhir proses, Anda harus mencentang beberapa pilihan, seperti menerima aturan privasi serta kesediaan data Anda disebar ke institusi perbankan lain jika Anda gagal melakukan pembayaran.

Kami mencentang semua ketentuan itu, lalu menekan tombol Submit, dan muncul kata “processing”. Sekitar 10 detik kemudian, muncul tulisan yang menyebut permohonan kami ditolak tanpa ada penjelasan lebih lanjut.

Mengapa tidak disetujui? Ketika kami tanya, UangTeman menyebut ada dua tahap pertimbangan sebelum pinjaman ke UangTeman disetujui. Tahap pertama berdasarkan informasi algoritma komputer untuk menilai layak tidaknya seorang calon nasabah. “Penilaian tersebut berdasarkan data diri dan keterangan penghasilan yang anda isikan pada formulir online,” kata Silvia.

Tahap kedua adalah survei fisik untuk memastikan calon nasabah memasukkan data yang benar, seperti alamat rumah. “Kami menggunakan surveyor yang secara kredibilitas, ahli dalam melakukan verifikasi data,” ujar Silvia, sambil menekankan cara itu dilakukan sebagai wujud kehati-hatian dalam memilih nasabah. Jika dua tahapan tersebut lolos, nasabah pun akan mendapatkan pinjaman.

Jalan Panjang

Namun cerita salah satu calon nasabah UangTeman menunjukkan, jalan panjang memang harus ditempuh untuk mendapatkan pinjaman dari UangTeman.

Budi (bukan nama sebenarnya) sudah sampai ditelpon pihak UangTeman terkait pinjamannya. “Saya diminta menunggu dua hari kerja,” ungkap Budi. Namun setelah tiga hari, tidak ada jawaban dari UangTeman. “Saya coba kontak kantor mereka dan [layanan] chat, namun tidak ada respon,” ceritanya.

Saat kami wawancara, Budi menyebut sudah 10 hari berlalu sejak telepon pertama ia terima, dan sampai saat itu tidak ada informasi tambahan dari pihak UangTeman. Tak kurang akal, Budi pun mencoba mengajukan pinjaman lain menggunakan identitas kakaknya. “Malah tidak ada respon,” ungkap Budi.

Ketika kasus ini kami konfirmasi, pihak UangTeman menduga hal itu terjadi karena Budi tidak lolos proses verifikasi. “Ada kemungkinan informasi dari narasumber Anda tidak dapat diverifikasi oleh tim data verifikasi sehingga ia tidak mendapatkan pinjaman,” tukas Silvia. Silvia pun kembali menegaskan bahwa hal itu menunjukkan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi dari UangTeman saat memberikan pinjaman kepada nasabah.

Calon nasabah pun sebenarnya dapat mengecek status pinjaman secara real-time di situs UangTeman. “Setiap nasabah yang mengajukan pinjaman di kami, maka kami mengirimkan laporan melalui email dan SMS mengenai status pinjaman,” ujar Silvia. Jika memang ditolak, calon nasabah bisa mengajukan permohonan lagi setelah jangka waktu tiga bulan.

Selain prosedur yang panjang, hal lain yang membuat pengajuan pinjaman di UangTeman terasa sulit adalah masalah teknis. Saat kami mencoba untuk kedua kalinya menggunakan identitas berbeda, situs UangTeman tidak merespons apa pun ketika kami tekan tombol Submit. Ketika kami cek ke bagian pelayanan, data kami ternyata belum masuk. Ketika di-refresh, kami harus kembali mengisi ulang formulir tersebut.

Kasus ini ternyata tidak cuma terjadi di kami. Jika melihat wall Facebook UangTeman, beberapa orang juga mengeluhkan hal serupa.

Hanya Kedok?

Melihat sulitnya mendapatkan pinjaman dari UangTeman, kecurigaan pun muncul kalau UangTeman hanyalah kedok untuk melakukan pengumpulan data pribadi dari calon nasabah. Apalagi jika mengingat informasi yang harus diisi selama pengajuan adalah informasi penting dan sangat personal.

Ketika Anda mengajukan pinjaman, UangTeman mengharuskan Anda menyetujui semua syarat peminjaman, termasuk aturan privasi yang memungkinkan mereka menggunakan data tersebut bersama pihak ketiga

Namun kecurigaan itu ditepis UangTeman. “Data yang diberikan calon nasabah adalah data-data yang kami butuhkan untuk melakukan proses peminjaman,” jawab Silvia. UangTeman pun sudah meminta persetujuan nasabah sebelum mengumpulkan data tersebut.

Silvia juga menjamin UangTeman akan menjaga kerahasiaan data nasabah tersebut. “Kami memiliki proses yang ketat mengenai perlindungan data-data nasabah,” tambah Silvia. Namun pihak UangTeman tidak bersedia menjawab ketika kami tanya soal persentase permohonan yang disetujui berbanding keseluruhan permohonan.

Soal banyak kekecewaan terhadap UangTeman, Silvia memahami hal tersebut. “Kami sangat mengerti bahwa beberapa orang akan kecewa kepada kami karena risiko reject yang tinggi, tetapi kami sangat berhati-hati agar nasabah tidak terjerat pada hutang yang tidak perlu,” kata Silvia.

Saat dirilis, UangTeman menjanjikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk keperluan mendadak. Ironisnya, pengujian kami menunjukkan meminjam uang di UangTeman membutuhkan waktu yang panjang dan sangat susah.

Canon Bikin Printer 3D untuk Industri

canon-projet7000hd

Persaingan printer 3D bakal lebih mengetat dengan masuknya Canon ke pasar ini. Canon mengklaim memiliki teknologi baru printing 3D khususnya bagus untuk rapid manufacturing, beda dengan rapid prototyping yang banyak digunakan untuk pencetakan 3D saat ini.

Menurut sumber dari Canon, seperti dikutip oleh Computerworld.com, model printer 3D besutan Canon itu sudah ada di Jepang tetapi penjualan secara komersial ke pasar paling lama dua tahun lagi. Produk ini ditujukan untuk profesional dan industri, jadi bukan untuk pengguna rumahan atau hobbyst.

Printer Canon tersebut kabarnya berukuran besar, tingginya sekitar 1,8 meter, dan menggunakan teknologi baru. Pencetakan menggunakan resin dan mendukung bahan yang larut dalam air.

Canon selama ini memang sudah menjual printer 3D, tapi hanya sebagai reseller dari 3D Systems. Dua tahun lalu, Canon mulai menjual printer tersebut di Jepang dan baru masuk Eropa awal tahun ini.

Menjual printer produk perusahaan lain tidak memuaskannya. Sehingga Canon ingin membuat dan menjualnya sendiri.

Review Smartphone