Arsip Harian: Oct 21, 2015

Western Digital Akuisisi Sandisk

wd+sd

Western Digital telah menyepakati nilai akuisisi SanDisk sebesar $19 miliar secara tunai dan dalam bentuk saham.

Gabungan dari kedua perusahaan akan menjadi vendor storage raksaksa dengan keahlian di bidang hard disk dan flash memory. Mereka akan memiliki tak kurang dari 15.000 paten. Selama ini SanDisk merupakan produsen flash memory ketiga terbesar setelah Samsung dan Toshiba. Sementara itu Western Digital (WD) merupakan salah satu pembuat hard disk terbesar.

Sebelumnya, WD dan SanDisk telah menjadi mitra, keduanya telah membuat hybrid drive yang menggabungkan hard disk dan solid-state storage pada tahun 2013.

WD menawari Sanjay Mehrotra (CEO dan pendiri SanDisk) untuk duduk di dewan direksi. Perusahaan hasil merger WD-SanDisk akan dipimpin oleh CEO WD, Steve Milligan.

Proses merger akan memakan waktu hingga 12 bulan mendatang. Pada saat itu, mereka berharap dapat mulai menghemat biaya $500 juta setiap tahun.

Dell World 2015: Dell Perkuat Lini Analytics

dw2015 ilustrasi

Austin, AS – Menjelang dibukanya ajang konferensi teknologi Dell World 2015, Rabu (20/10), Dell mengumumkan ketersediaan serangkaian rillis terbaru solusi dan layanan big data dan analytics untuk membantu perusahaan/organisasi membuat keputusan (bisnis) dengan lebih cepat dan akurat.

Dalam perekonomian modern saat ini, pengambilan keputusan berbasis data adalah sebuah langkah perusahaan meraih keunggulan kompetitif.

Dell Global Technology Adoption Index 2015 (GTAI 2015) mengungkap fakta bahwa pertumbuhan bisnis sebuah organisasi yang memanfaatkan data dalam proses bisnis dapat mencapai 50% lebih tinggi. Namun di sisi lain, laporan yang sama menyebutkan 44% organisasi belum memahami cara mengungkap nilai dari data.

Statistica 13 merupakan update terbaru platform software analytics Dell yang membekal beberapa kemampuan baru. Yang utama adalah Native Distributed Analytics (NDA). Kapabilitas terbaru ini memampukan user menjalankan analytics langsung di database di mana data tersimpan.

Pengguna dapat langsung membangun model berbasis predictive algorithm dan melakukan scoring di sumber data. Dengan demikian, proses menarik data ke intermediate server atau desktop dapat berlangsung lebih cepat. Dan pengguna dapat menganalisis data dalam volume besar, bukan sekadar data subset.

Data pun dapat dipindahkan ke aneka lingkungan data, misalnya Hadoop cluster, database appliances, dan platform high-performance lainnya. Untuk tahap awal, feature NDA pada Statistica 13 baru dapat dinikmati pengguna Microsoft SQL Server.

Pembaruan lain yang diusung Statistica 13 adalah GUI yang telah didesain ulang sepenuhnya sehingga lebih mudah digunakan dan menawarkan tampilan yang ebih baik; integrasi yang lebih erat dengan Statistica Interactive Visualization dan Dashboard engine sehingga komunikasi pengguna data dapat lebih efektif; integrasi lebih erat dengan bahasa pemrograman R; dan tool modelling yang akan menawarkan rekomendasi model data paling optimal kepada user.

Di area services, Dell Services memperluas lini Analytics-as-a-Service dengan beberapa layanan yang khusus dirancang untuk industri. Salah satunya adalah sebuah layanan BPO untuk mengintegrasikan kemampuan analytics pada semua proses utama dalam sebuah organisasi. Layanan ini juga akan mendukung organisasi dengan kepakaran di bidang analytics sehingga proses pengambilan keputusan berbasis data dapat dilakukan dalam berbagai skala.

Layanan-layanan terbaru Analytics-as-a Service itu mencakup:

  • Fraud, Waste and Abuse Management untuk membantu organisasi di sektor kesehatan mengidentifikasi saat terjadi pencurian data medis, layanan diagnosis yang tidak dibutuhkan, dan tagihan yang salah.
  • Denial Likelihood Scoring dan Predictive Analytics untuk membantu organisasi secara proaktif mengidentifikasi klaim yang kemungkinan besar ditolak dan menyediakan data aktivitas setiap akun, data proses monitoring dan follow-up.
  • Churn Management/Customer Retention Services membantu organisasi memanfaatkan predictive churn modelling – pemrosesan dan korelasi sumber data sosial dengan sumber data tradisional—untuk mengidentifikasi pelanggan yang kemungkinan akan beralih ke kompetitor dan secara proaktif melakukan langkah-langkah pencegahan.

Tableau Luncurkan Aplikasi Data Analytics untuk iPad

vizable

Tableau meluncurkan Vizable, sebuah aplikasi analitik data untuk iPad. Dengan kemampuan yang bagus, aplikasi ini juga gratis. Anda dapat melakukan analisa data pribadi atau mengunakannya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan Anda di kantor.

Menurut pembuatnya, Vizable dirancang agar mudah digunakan. Pengguna dapat mengeksplorasi datanya dengan menggunakan pengoperasian tablet biasa seperti pinching, swiping, dan dragging. Data keuangan, data fitness, dan data lainnya seperti kebiasaan belanja di Amazon dapat diimpor dan divisualisasinkan menggunakan aplikasi ini.

Vazable membaca file spreadsheet atau .csv dan secara otomatis menguraikan kategori-kategori utamanya. Berikutnya aplikasi ini akan menyajikan tampilan grafis dari data milik pengguna. Grafik dan diagram segera ditampilkan oleh aplikasi. Selain itu, dengan engine animasi pada aplikasi ini pengguna juga dapat melakukan manipulasi dan segera melihat hasilnya.

Hasil visualisasi data kemudian dapat dikirim via email atau di-share menggunakan pesan teks atau social media, langsung dari dalam aplikasi.

Vizable versi bahasa Inggris sudah bisa diunduh di Apple iTunes. Aplikasi ini mendukung beberapa format data internasional. Pada versi berikutnya akan mendukung bahasa lain. Dan ada kemungkinan juga akan dibuat Vizable versi Android.

Keharusan Enkripsi Seluruh Disk untuk Peranti Android 6.0

android 6

Google berencana mensyaratkan enkripsi full-disk untuk peranti-peranti yang menjalankan Android 6.0 atau Marshmallow.  Untuk itu kinerja peranti juga harus memadahi agar dapat melakukan enkripsi full-disk.

Bila peranti tidak mengeluarkan pesan low-memory, dengan RAM sekitar 512MB, dan mendukung secure lock screen, peranti ini juga harus mendukung enkripsi full-disk untuk data aplikasi dan partisi storage yang di-share. Dan bila peranti memiliki kinerja operasi kriptografi Advanced Encryption Standard (AES) di atas 50MB/detik, fitur enkripsi full-disk harus diaktifkan secara default pada saat set-up awal.

Rencana wajib enkripsi full-disk sebenarnya sudah ada sejak Android 5.0 (Lollipop). Tetapi karena ada berbagai isu berkaitan dengan kinerja peranti, Google membatalkan rencana tersebut.

Pembatalan tersebut membuat Android kalah satu langkah dari iOS. Apple sudah melakukan enkripsi data pengguna untuk peranti iOS. Apple sendiri bahkan pemerintah tidak dapat membuka enkripsi data pengguna tersebut.

Selain enkripsi, Google juga mewajibkan verifikasi proses boot untuk peranti dengan kinerja AES lebih dari 50MB/detik. Fitur tersebut untuk mencegah serangan pada tingkat boot yang dapat mengacaukan enkripsi.

Review Smartphone