Arsip Harian: Oct 22, 2015

Bos Dell dan Microsoft Dorong Kolaborasi, Bukan Kompetisi

satya

Duduk di satu panggung, Microsoft dan Dell, kawan atau lawan? Pertanyaan itu dilontarkan TV anchor Bloomberg TV, Emily Chang, kepada CEO dua raksasa teknologi dunia, Michael Dell dan Satya Nadella.

We are absolutely friends,” jawab Michael Dell di sesi terakhir pembukaan Dell World 2015 seraya memaparkan kerja sama Dell dan Microsoft di area cloud dan Windows.

Kehadiran Surface bukan sebuah ancaman, menurut Michael, karena langkah Satya justru akan menumbuhkan ekosistem Windows 10 di mana Dell termasuk di dalamnya. Langkah Microsoft yang ia sebut sebagai ice breaker strategy akan menumbuhkan ekosistem dengan lebih cepat.

Mengamini jawaban Michael Dell, CEO Microsoft itu menegaskan bahwa tujuan kedua perusahaan itu adalah menumbuhkan ekosistem, menstimulasi permintaan pasar akan PC, menciptakan kategori baru di lini bisnis personal computing. “Jadi, jelas bahwa yang ingin kami capai adalah memastikan ekosistem terus bergairah,” ujar Satya.

Apa reaksi Michael Dell tentang laptop keluaran Microsoft, Surface Book? Memandang langkah Microsoft sebagai strategi ice breaker, mendorong Windows 10 ke teritori baru, Michael tidak memandangnya sebagai ancaman.

“Karena Dell akan masuk ke pasar dengan produk yang lebih terjangkau dan bisa memasarkannya 100 kali lebih baik, bagus, kami bisa melakukannya,” imbuh Michael.

Satya juga mengapresiasi langkah Dell mendorong Windows 10 ke ranah enterprise.

Di panggung Dell World 2015, keduanya juga mengumumkan kemitraan berupa sistem hybrid cloud terintegrasi. Sistem ini akan memampukan organisasi bisnis dalam berbagai skala memanfaatkan platform cloud Microsoft Azure untuk mentransformasi bisnis.

Michael Dell Berbicara Teknologi Masa Depan, Hybrid Cloud dan IoT

dell_cloud

Austin, AS – Masih di panggung Dell World 2015, Michael Dell membicarakan tentang Dell dan teknologi masa depan.

Michael Dell memulai dengan cloud. Ia meyakini bahwa hybrid cloud akan mendominasi pasar komputasi awan di masa depan. “Dell sejak lama sudah di posisi terdepan untuk infrastruktur cloud. IDC memperkirakan pertumbuhan infrastruktur cloud secara global mencapai 13,7%. Sementara di Dell sendiri, pertumbuhan itu mencapai 17,3%,” jelasnya.

Portofolio cloud Dell dipastikan akan bertambah dengan bergabungnya VMware, VCE, Virtustream, RSA, Pivotal, Data Domain, dan termasuk si game changer, DSSD. “Kami berinovasi di cloud maupun antara cloud dan on premise. Kami mendukung public cloud; kami bermitra dengan cloud provider skala besar, seperti Microsoft Azure, Google, dan AWS,” ucap Michael.

Internet of Things (IoT) juga termasuk bidang yang akan ditekuni Dell. IDC memprediksi 85% perangkat belum terkoneksi. Namun, Michael Dell yakin IoT segera terwujud, bahkan akan lebih banyak perangkat terkoneksi satu sama lain.

Machine to machine communications, machine learning, robotik, drone, dan sejumlah besar sensor pintar akan membentuk digital universe,” imbuh Michael yang meyakini bahwa kemampuan perusahaan berkompetisi akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data.

Selain memperkenalkan Dell Edge IoT Gateway 5000 untuk otomatisasi industri dan transportasi, Michael Dell pun mengumumkan hadirnya satu unit bisnis baru di Dell, dengan fokus pada IoT.

Isyana Sarasvati Ditunjuk Jadi Brand Ambassador Tokopedia

isyana sarasvati tokopedia

Tokopedia terlihat semakin agresif dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat, terutama memanfaatkan tokoh-tokoh yang sedang digandrungi anak muda. Langkah terbaru mereka adalah menunjuk Isyana Sarasvati, penyanyi perempuan asal Bandung, sebagai brand ambassador Tokopedia yang baru.

Penunjukan Isyana berarti menggantikan posisi Chelsea Islan yang mengemban posisi tersebut sejak tahun lalu.

Menurut William Tanuwijaya (CEO, Tokopedia), Isyana Sarasvati adalah sosok anak muda yang berhasil menciptakan peluang di bidang yang ia cintai, yaitu bermusik. Hal ini selaras dengan kampanye “Ciptakan Peluangmu” yang sudah dijalankan Tokopedia mulai Agustus lalu.

Tokopedia, bersama Isyana Sarasvati, ingin menginspirasi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk berkontribusi lebih bagi tanah air. “Tokopedia dan Isyana memiliki visi yang sama, yaitu membangun Indonesia yang lebih baik. Jika Tokopedia berusaha membangun Indonesia yang lebih baik lewat internet, Isyana melakukannya melalui musik. Ia sukses membuat Indonesia bangga melalui beragam penghargaan dari dalam dan  luar negeri,” ujar William.

Di sisi lain, Isyana sangat mendukung apa yang selama ini dilakukan oleh Tokopedia. “Saat ini sudah banyak sekali penjual online yang berhasil menciptakan peluangnya bersama Tokopedia. Mereka bahkan bisa membangun lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitarnya,” kata Isyana.

“Sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi saya, dapat turut berkontribusi mewujudkan mimpi besar Tokopedia,” lanjutnya.

https://www.youtube.com/watch?v=Z12qLjNLTyo

Cicilan Nol Persen

Sebelumnya, Tokopedia baru saja mengumumkan program terbaru bagi para penggunanya yang memiliki kartu kredit Bank Mandiri, BCA, dan BNI. Program tersebut adalah promo cicilan nol persen yang berlaku untuk semua produk yang ada di Tokopedia.

Melissa Siska Juminto (Vice President, Tokopedia) menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 400 ribu merchant, yang terdiri dari individu maupun UKM Indonesia, yang menjual lebih dari 10 juta produk aktif.

“Seluruh merchant sudah memasang harga terbaik untuk produknya masing-masing. Promo cicilan nol persen ini adalah salah satu bentuk dukungan kami dalam memasarkan produk mereka,” tutur Melissa.

Promo cicilan nol persen ini berlangsung selama sebulan penuh, mulai 20 Oktober hingga 20 November 2015, dan berlaku untuk periode cicilan tiga dan enam bulan. Khusus untuk pengguna kartu kredit Mandiri, promo bisa didapatkan tanpa minimum pembelanjaan.

Fokus di Enterprise, Dell Tak Lupakan Pasar PC

Dell XPS 15 dengan layar 15,6 inci beresolusi 4K Ultra HD.
Dell XPS 15 dengan layar 15,6 inci beresolusi 4K Ultra HD.

Austin, AS – Selain menuntaskan keingintahuan audiens tentang kekuatan baru Dell-EMC, Michael Dell juga memaparkan serangkaian produk dan solusi terbaru dari Dell yang semakin komprehensif. Meski akan fokus di bisnis enterprise, Dell pun tak lantas melupakan pasar PC.

Di arena big data analytics, Dell baru saja meluncurkan update platform software analytics, Statistica 13, memperluas layanan Analytics-as-a-Service, dan Dell baru saja mengumumkan kerja sama Statistica dan Microsoft Azure.

“Nantikan juga kehadiran solusi big data dari Pivotal,” kata Michael. Pivotal adalah salah satu perusahaan yang berada di bawah EMC Federation.

Untuk membantu para CIO mentransformasi bisnis ke platform digital, Dell telah menyiapkan serangkaian produk. Di antaranya adalah DSS 7000 converged system dan SC 9000, all flash array berbasis PowerEdge generasi ke-13, yang diklaim Dell menawarkan biaya per gigabyte terrendah di kelasnya.

Sementara untuk converged appliance, Dell telah melakukan peningkatan kemampuan yang signifikan terhadap web scale converged appliance XC series. Salah satu produk yang diperlihatkan adalah XC630.

Di sisi consumer, Dell memperlihatkan komitmen untuk terus berpijak di bisnis personal computer. “PC adalah inti dari strategi Dell dan kami sepenuhnya berkomitmen di bisnis PC. Di luar sana ada 1,8 miliar unit PC yang terpasang di infrastruktur TI dan 600 juta di antaranya sudah memasuki usia empat tahun,” ujar Michael tentang peluang yang ia lihat.

Komitmen itu juga terlihat dari, antara lain, jumlah Dell Store yang ada. Misalnya di Tiongkok saja, Dell membuka sekitar 12 ribu toko. Dell juga menjalin kerja sama dengan Microsoft, memasangkan notebook Dell XPS 15 dengan Windows 10.

Dell XPS 15 adalah notebook terbaru yang mengusung ukuran layar 15,6 inci dengan resolusi 4K Ultra HD. Di dalamnya, tersemat prosesor Intel Core up to i7 dari generasi Skylake, RAM up to 16 GB DDR4, serta ruang penyimpanan HDD/SSD hingga 1 TB.

Dell World 2015: Kekuatan Baru dari Kombinasi Dell dan EMC

keynote

Austin, AS – Selain produk dan layanan terbaru, pemaparan tentang akuisisi Dell terhadap EMC adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu di acara Dell World 2015 yang dibuka hari Rabu (21/10) waktu Amerika.

Well, go bigger or go home baby,” ucap Michael Dell, CEO & Founder Dell yang langsung disambut tepuk tangan meriah mereka yang hadir di acara pembukaan Dell World 2015, di Austin Convention Center, Austin, Texas, AS.

Kira-kira terjemahannya begini, jadilah lebih besar atau tidak sama sekali. Ucapan tersebut kurang lebih menggambarkan niat Michael Dell untuk terus memperkokoh posisi leadership perusahaan yang ia dirikan saat berusia 19 tahun.

Akuisisi senilai US$67 miliar atau sekitar Rp900 triliun yang diumumkan minggu lalu itu tak pelak akan menempatkan Dell sebagai sebuah IT enterprise solution powerhouse berskala global dengan rangkaian produk dan solusi teknologi informasi end-to end.

“Dell memimpin di empat area utama TI masa kini, yakni server, storage, virtualisasi, dan PC. Tetapi Dell juga akan menyajikan next generation solution, teknologi masa depan, seperti transformasi digital, software-defined data center, converged infrastructure, hybrid cloud, mobile, dan security,” tandasnya.

Ambisi Michael adalah mendukung infrastruktur teknologi di berbagai belahan dunia di masa depan. Bukan hanya untuk kesuksesan bisnis, melainkan juga menyelesaikan persoalan sosial. “Bayangkan, apa yang akan Anda capai (dengan memanfaatkan teknologi)? Anda bisa menyembuhkan kanker, menjaga pangan dan air, atau menciptakan peluang kerja,” ujar Michael Dell.

Selain portofolio produk yang semakin lengkap, bergabungnya EMC ke Dell juga akan memperluas jangkauan pemasaran produk keduanya. Seperti diketahui, EMC memiliki kekuatan di pasar enterprise sementara pasar menengah (mid-market) sangat dikuasai oleh Dell.

“EMC adalah perusahaan terbaik dalam hal inkubasi teknologi. Sementara Dell memiliki global supply chain yang kuat dan pendapatan mencapai miliaran dolar. Kami yakin kombinasi Dell dan EMC adalah bagus untuk Dell, bagus untuk EMC, dan sangat baik untuk Anda,” ucap Michael di hadapan peserta Dell World 2015 yang terdiri dari para pelanggan setia Dell serta jurnalis dari berbagai negara, termasuk InfoKomputer.

Terbagi Tiga Track

Bukan hanya panggung utama Dell World yang disesaki peserta. Lebih dari 99 breakout sessions digelar selama dua hari dan terbagi dalam tiga track. Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk peserta yang lebih techie, Dell World menyiapkan Software User Forum.

Tahun ini Software User Forum akan menampilkan topik-topik advanced analytics, systems managemen, data security, dan managing cloud environment. Sementara untuk para eksekutif TI dan profesional bisnis yang lebih memfokuskan pada masa depan organisasi dipersilakan mengikuti Main Track.

Satu track baru ditambahkan Dell tahun ini, yaitu Enterprise User Forum, khususnya untuk peserta yang menginginkan pelatihan (training) yang lebih mendalam. Selain converged platform, track terbaru ini menampilkan solusi hybrid cloud dan data center hands-on lab virtual.

Ajang yang tahun ini mengangkat tema utama “Future-ready World” itu juga menghadirkan pelanggan dan mitra Dell, antara lain Satya Nadella (CEO Microsoft), dan Javier Polit (Group CIO, Bottling Investments Group & Coca-Cola North America).

Dell World 2015: Dell Perkenalkan Server Skala Besar, Berbiaya Rendah

DSS 7000

Austin, AS – Ajang Dell World 2015 kembali menjadi panggung peluncuran solusi enterprise terbaru dari Dell. Baru diresmikan bulan Agustus lalu, lini bisnis Datacenter Scalable Solutions (DSS) Dell mengumumkan solusi pertamanya yang menyasar organisasi/perusahaan pemilik pusat data berskala besar dan menjalankan aplikasi-aplikasi yang bersifat mission-critical terhadap bisnis.

Serangkaian server yang membawa nama DSS ini khusus dikembangkan Dell untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau organisasi berskala besar, seperti operator telekomunikasi, perusahaan hosting, dan migas. Organisasi riset pun termasuk sektor yang disasar produk ini karena kebutuhan mereka akan infrastruktur scalable yang dapat dioptimalisasi, tetapi pada umumnya menghadapi keterbatasan sumber daya finansial dan SDM TI.

DSS menawarkan sistem semi-custom yang berbeda dari lini server x86, semisal Dell PowerEdge yang sejak lama ditawarkan Dell untuk pasar enterprise. Sistem DSS mengemas teknologi yang disesuaikan kebutuhan spesifik pengguna.

Menurut Jyeh Gan, Director Product Management & Strategy DCS, yang InfoKomputer temui dalam kesempatan kunjungan ke Dell Lab di Austin, AS, DSS mengisi satu ceruk pasar yang cukup menarik. Pasar ini, menurut Jyeh, tumbuh tiga kali lebih cepat daripada pasar server x86. “Sekitar 14% per tahun,” ujar Jyeh.

Di tahun 2013, pangsa pasarnya mencapai sekitar 17% dari pasar server x86. Angka tersebut disebut Jyeh Gan akan tumbuh hingga 25% di tahun 2017.

Seri pertama adalah DSS 7000, storage server dengan densitas tinggi yang dirancang untuk menangani komputasi exascale di masa depan. Berbasis DCS XA90, DSS 7000 siap menampung data hingga 720 terabyte dalam satu chassis 4U (7 inci), mengusung 90 hard disk 3,5 inci, dan dua server node 2 soket. Server ini diklaim Dell dapat menekan biaya per gigabyte untuk kebutuhan object dan block storage.

Seri lainnya adalah DSS 1500 dan 1510 (1U), serta server DSS 2500 (2U). Ditenagai prosesor Intel Xeon terbaru, keduanya membekal opsi storage dan kemampuan interconnect yang fleksibel, juga baseboard management controller (BMC) system management yang telah sesuai standar industri. Produk lain yang diperkenalkan adalah storage array SC9000 dan hyperconverged appliance seri XC.

“Dengan lanskap teknologi yang terus berubah cepat, Dell memfokuskan diri pada merancang solusi data center yang menawarkan kinerja tinggi, lincah, dan fleksibel mengikuti perubahan workload dan kebutuhan perusahaan, infrastruktur yang berubah, dan pertumbuhan bisnis,” jelas Marius Haas, Chief Commercial Officer dan President Dell Commercial Sales & Enterprise Solutions.

“Solusi dan layanan terbaru yang kami luncurkan ini memperlihatkan kemudahan scaling dengan cara yang hemat biaya,” imbuh Haas.

Tidak saja memangkas Total Cost of Ownership, solusi ini juga memampukan organisasi mengalihkan fokus dari urusan mengelola sumber daya TI sehari-hari, menjadi penyedia layanan yang bernilai lebih tinggi untuk membantu dan mendukung pertumbuhan bisnis.

YouTube Red, Cara Berbayar untuk Menonton Video YouTube Bebas Iklan

youtube red

Google mengumumkan layanan terbaru untuk menonton video di YouTube bebas iklan. Layanan ini bernama YouTube Red. Tentu saja, untuk menikmati layanan ini, pengguna harus membayar biaya berlangganan sebesar US$9,99 per bulan.

Namun, dengan biaya bulanan sekitar Rp135 ribu tersebut, pelanggan YouTube Red akan mendapatkan berbagai fasilitas, lebih dari sekadar menonton video YouTube tanpa gangguan iklan.

Fasilitas yang termasuk ke dalam paket langganan YouTube Red antara lain opsi untuk mengunduh video dan menontonnya kembali secara offline, akses ke aplikasi YouTube Music, serta akses ke konten-konten di YouTube Gaming dan YouTube Kids. Pelanggan YouTube Red juga otomatis bakal terdaftar sebagai pelanggan Google Play Music–dan sebaliknya.

Penawaran lainnya adalah konten eksklusif YouTube Red, meliputi film dan web series yang diproduksi oleh bintang-bintang YouTube. Contohnya, serial Scare PewDiePie yang dibuat oleh PewDiePie (gamer yang rajin mengunggah video tentang games), A Trip to Unicorn Island dari tim Astronauts Wanted (produsen konten traveling, dan Untitled CollegeHumor Project dari CollegeHumor (pembuat konten humor).

Asyiknya, pelanggan YouTube Red bisa merasakan aneka fasilitas tersebut lewat perangkat multiplatform, baik dari PC, Android, maupun iOS.

Saat ini, YouTube Red tersedia hanya untuk pengguna di Amerika Serikat. Mereka berkesempatan memperoleh masa percobaan gratis selama satu bulan mulai 28 Oktober 2015.

Saat ini, YouTube mencatat jumlah pengguna aktif sebanyak lebih dari 1 miliar per bulan. Sekitar 80% jumlah penonton berasal dari luar Amerika Serikat. Lebih dari 50% jumlah view datang dari perangkat mobile dengan rata-rata waktu yang dihabiskan oleh penonton mobile sebesar 40 menit.

https://www.youtube.com/watch?v=YL9RetC0ook

Review Smartphone