Arsip Harian: Oct 23, 2015

SK dan Ericsson Berhasil Demokan Network 5G

5G--

SK Telecom, operator telekomunikasi terbesar di Korea Selatan, mengumumkan keberhasilannya mendemokan network 5G menggunakan peranti telekomunikasi dari Ericsson. Bertempat di pusat R&D SK Telecom, demo tersebut menerapkan teknologi network slicing.

Menurut pejabat dari SK Telecom, network slicing merupakan teknologi yang dipakai pada arsitektur 5G, dan keberhasilan demo tersebut merupakan langkah penting untuk mencapai komersialisasi atau deployment sistem network 5G pertama di dunia.

Teknologi network slicing adalah memartisi network tunggal menjadi beberapa virtual mobile network. Keberhasilan SK Telecom dan Ericsson adalah mereka dapat mengisolasi dan memproteksi masing-masing virtual network slice. Ini memecahkan persoalan yang dihadapi developer hingga sekarang.

Teknologi baru tersebut telah menjadi perhatian dari organisasi standardisasi internasional seperti 3GPP dan ITU, termasuk operator telekomunikasi global lainnya, vendor peralatan telekomunikasi, dan perusahaan software.

Kecepatan data yang disediakan 5G diperlukan oleh teknologi baru seperti super multi-viewing, layanan augmented reality (AR) atau virtual reality (VR), dan aplikasi Internet of Things.

Aplikasi Wordsmith Bisa Tulis Artikel Otomatis Sesuai Pesanan

wordsmith

Tidak hanya di Tiongkok seperti yang telah dilakukan Tencent, kini kantor berita sekelas Associated Press (AP) pun sudah memanfaatkan robot untuk penulisan artikel-artikel pendek. Bahkan tidak hanya perusahaan besar yang dapat memanfaatkan “robot wartawan” tersebut. Anda pun dapat mencoba aplikasinya.

Adalah Automated Insights yang mengumumkan meluncurkan aplikasi Wordsmith dengan versi public beta. Wordsmith akan menulis artikel sesuai dengan pesanan dan data yang diberikan. Penulisan dimulai dengan pembuatan struktur naskah oleh pengguna, dan sesuai dengan data yang diberikan, Wordsmith akan menghasilkan banyak artikel.

Sejauh ini, konten yang dibuat oleh Wordsmith meliputi laporan klien, ringkasan laporan keuangan, dan bahkan Yahoo dan AP telah memanfaatkannya untuk menulis berita dengan topik seperti olah raga kampus dan laporan pendapatan perusahaan.

Melalui Wordsmith, Automated Insights akan fokus pada konten yang sifatnya personal. Bila sekarang satu artikel ditujukan untuk dibaca oleh ratusan bahkan jutaan orang, Wordsmith dapat membuat jutaan artikel yang berbeda atau unik untuk setiap orang. Walhasil, setiap orang akan mendapatkan informasi sesuai dengan yang dibutuhkan. Cara tersebut dimungkinkan karena pembuatan artikel oleh Wordsmith didasarkan pada data dan preferensi yang diberikan.

Automated Insights sudah mulai membuat automated writing sejak tahun 2007. Secara teknis, yang dilakukan oleh Automated Insights disebut natural language generation.

Kini, gaya bahasa dari artikel yang dihasilkan oleh Wordsmith mungkin masih agak kaku. Tapi, tak menutup kemungkinan kekurangan-kekurangannya akan terus disempurnakan. Paling tidak dengan Wordsmith, satu profesi kita sudah terancam diambil alih oleh robot.

Cari Hal yang Goodweird, Menangkan Lenovo Yoga 3 Pro

Lenovo-Goodweird

Lenovo Indonesia menggelar kompetisi berbasis media sosial yang menawarkan hadiah menarik, seperti Lenovo Yoga 3 Pro dan voucher belanja dengan total nilai Rp10 juta.

Cara untuk mengikutinya, peserta kompetisi harus mencari hal-hal atau momen unik dan menarik di sekitar mereka, yang tergolong ke dalam kategori Goodweird. Apakah maksud dari Goodweird ini?

Lenovo mendefinisikan Goodweird sebagai sesuatu hal yang berbeda untuk menjadi lebih baik. Dalam hal ini, Lenovo mendukung perbedaan yang berhubungan dengan desain produk, inovasi, dan pencarian akan pengalaman menggunakan perangkat yang lebih baik lagi. Pendekatan ini memungkinkan Lenovo untuk terus menerus memberikan konsumen pengalaman yang lebih baik dan juga menciptakan skenario baru dalam penggunaan produk.

Contoh yang sering kita temui sehari-hari, misalnya saat Anda memasukkan ponsel ke dalam gelas kosong agar lagu yang Anda pasang terdengar lebih nyaring; menemukan kuliner unik seperti kopi yang dicelupi arang; atau melihat danau yang berubah warna seperti bunglon.

Hal-hal unik seperti itu mungkin terlihat aneh, beda, namun dalam arti konotasi baik. Hal-hal seperti itu juga sebenarnya keren, cerdas, dan original. Lenovo menyebutnya Goodweird.

Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta cukup memfoto atau merekam video mengenai hal-hal Goodweird tersebut, lalu kirimkan melalui Twitter dengan mention @Lenovo_ID, unggah ke laman Facebook Lenovo Indonesia, atau unggah ke Instagram dan mention @lenovoid. Seluruh foto dan video diberi tagar #Goodweird.

Periode kompetisi selama 1 – 31 Oktober 2015. Foto, video, atau cerita yang terpilih akan ditampilkan di gallery  #Goodweird Lenovo yang dapat dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Satu pemenang utama berkesempatan mendapatkan 1 unit Lenovo YOGA 3 Pro dan 20 pemenang mingguan berhak mendapatkan Shopping Voucher masing-masing sebesar Rp500.000.

Syarat dan ketentuan bisa disimak di http://blog.lenovo.com/id/blog/goodweird-hunting-season.

Jawaban UangTeman atas Artikel InfoKomputer

UangTeman-web

Pada artikel mengenai layanan UangTeman, kami memaparkan sulitnya mendapatkan pinjaman dari mereka. Penyebabnya beragam, mulai dari masalah teknis sampai ketidakjelasan proses yang terjadi di salah satu calon nasabah.

Terkait artikel tersebut, pihak UangTeman telah mengirim email ke InfoKomputer sebagai tanggapan atas artikel tersebut. Sebagai bagian dari sebagai hak jawab, berikut adalah kutipan email yang mereka kirimkan ke kami.

Kepada Yth. Wisnu Nugroho

Editor in Chief InfoKomputer di tempat

Dengan hormat,

Terkait dengan pemberitaan yang dimuat pada media online InfoKomputer.com hari Jumat (16/10) tentang pelayanan UangTeman, kami merasa perlunya untuk memberikan penjelasan atas pemberitaan tersebut.

UangTeman memprioritaskan kenyamanan untuk para pelanggan, di antaranya dengan melaksanakan proses bisnis se-efisien mungkin, melalui survei dan pengambilan keputusan, disetujui atau tidaknya, permohonan dana yang diajukan oleh pelanggan.

Untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat tersebut, kami membutuhkan data-data penunjang sebagai bahan dasar pertimbangan pengambilan keputusan. Bagi kami, kelengkapan data calon pelanggan adalah hal utama sebagai syarat pengajuan.

Dalam hal ini, dapat kami sampaikan, jika data yang disampaikan oleh calon nasabah kurang lengkap, akan berakibat pada lamanya proses pengambilan keputusan.

Mengenai perusahaan pengkoleksi data, UangTeman berkomitmen dan memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dana terdesak secara mudah. Tidak ada itikad dari kami untuk menjadi perusahaan pengkoleksi data, ke depannya kami akan memperbaiki dan memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia.

Kami sangat menghormati profesionalitas Sdr. Wisnu sebagai jurnalis, kami berharap Sdr. Wisnu dapat memberikan informasi secara berimbang sesuai kode etik jurnalistik yang berlaku. Alangkah baiknya, jika Sdr. Wisnu dapat menggali informasi tentang nasabah kami yang telah berhasil mencairkan pinjamannya. Dan kami berharap, Sdr. Wisnu dapat mengajukan pertanyaan atau melakukan konfirmasi tentang fakta-fakta yang ada di lapangan sebelum menerbitkan artikel.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, dan terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami,

Aidil Zulkifli (CEO & Co-Founder UangTeman)

Sedikit menanggapi jawaban UangTeman, kami sebenarnya sudah menanyakan kepada UangTeman mengenai persentase permohonan yang disetujui dari semua permohonan yang masuk. Tujuannya untuk memberikan gambaran seberapa besar nasabah yang berhasil mendapatkan permohonan pinjaman. Sayangnya, kala itu UangTeman menolak untuk menjawab.

SAS Ajak Lembaga Pemerintah Gunakan Big Data Analytics untuk Buat Kebijakan Publik

SAS Media Roundtable - Big Data for Public Service

Pemanfaatan big data analytics mulai populer digunakan di berbagai sektor industri, seperti perbankan, telekomunikasi, dan retail. Tapi, sektor pemerintahan pun sebaiknya tidak mengabaikan potensi besar yang dimiliki teknologi ini.

Pemikiran itulah yang mendasari SAS, Intel Indonesia, dan MapR untuk mengadakan seminar Big Data Solutions for Public Services. Acara ini bertujuan untuk mengajak lembaga pemerintahan untuk turut memberdayakan solusi big data.

Sejumlah lembaga pemerintah yang menghadiri seminar ini antara lain perwakilan dari Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN), Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan (PUSINTEK), dan Direktorat Teknologi Informasi (DIRTI).

“Baik itu big data maupun data tradisional, data merupakan aset yang dimiliki pembuat kebijakan. Mengelola data bukan lagi soal kenyamanan, namun merupakan sebuah kebutuhan. Memanfaatkan Data Management merupakan jawaban untuk memecahkan masalah integrasi dan kualitas data. Data Management membantu mengelola big data menjadi nilai yang besar dan memampukan pembuat kebijakan mendapatkan akses data, kualitas data, dan integrasi data dari sebuah platform tunggal,” kata Peter Sugiapranata (Sales Director, SAS Indonesia).

Banyak pemimpin pemerintahan telah memahami manfaat dari analytic dalam mentransformasi data eksternal menjadi fakta, kemudian menerjemahkan fakta tersebut menjadi kebijakan. Untuk itu, pemerintah harus mampu mengolah data mereka menjadi tipe data yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan. Pemerintah perlu memanfaatkan teknologi untuk mendapat manfaat maksimal dari potensi yang ada.

“Dengan memasukkan data yang baik pada setiap tahap pembuatan kebijakan, pembuat kebijakan dapat menggunakan analitik untuk mendapatkan nilai lebih dari data yang mereka kumpulkan. Pendekatan tersebut memampukan pembuat kebijakan untuk mendapatkan hasil terbaik dari seluruh kinerja mereka,” kata Yadi Karyadi (Enterprise Solution Business Development Manager, Intel Indonesia).

Untuk membantu institusi memahami jumlah data yang terus tumbuh, penting untuk mengadopsi solusi analitik yang menyediakan pengalaman pengguna yang interaktif, yang menggabungkan visualisasi data dengan halaman muka (interface) yang mudah digunakan, serta teknologi memori yang kuat.

Keunggulan tersebut memampukan pembuat kebijakan untuk mengeksplorasi data secara visual, memahami analitik, dan memahami arti dari data. Langkah berikutnya, mereka dapat membuat dan menghasilkan laporan melalui format yang beragam, seperti web, perangkat mobile, atau Microsoft Office.

Portofolio Lengkap dari SAS

SAS menyediakan solusi lengkap dalam mendukung big data analytics, termasuk Data Management, Visual and Advanced Analytics, dan bahkan solusi untuk Hadoop. SAS memiliki portofolio advanced analytic paling luas dengan menyediakan serangkaian keunggulan.

Dengan menggabungkan dashboard, reporting, dan analytics, SAS Visual Analytics menyediakan visualisasi data dan visualisasi analitik. SAS Visual Analytics memiliki teknik visualisasi dan keunggulan yang memampukan pembuat kebijakan mengeksplorasi data sedalam apapun.

Di samping itu, saat pembuat kebijakan menghadapi tantangan dalam mengerahkan, mengatur, dan memanfaatkan teknologi big data seperti Hadoop, diperlukan spesialisasi khusus dalam menyiapkan data yang dibutuhkan.

SAS Data Loader for Hadoop yang digabungkan dengan teknologi data quality dan data integration dari SAS dapat membantu pembuat kebijakan mengatur siklus data secara keseluruhan, mulai dari data management sampai data discovery, dan pengembangan model analitik hingga penyebarannya.

Ditemukan, Serangan DDoS Berasal dari CCTV

CCTV-Camera-

Imperva, sebuah perusahaan sekuriti, baru-baru ini menemukan serangan distributed denial-of-service (DDoS) yang berasal dari kamera CCTV, bukannya dari botnet komputer yang biasa ditemui. HTTP flood yang membebani layanan cloud ternyata berasal dari kamera sekuriti milik perusahaan-perusahaan yang tersebar di seluruh dunia.

Imperva, seperti dinyatakannya dalam blognya, telah memperingatkan serangan jenis ini sejak Maret 2014 lalu. Saat itu Imperva menemukan peningkatan aktivitas botnet 240% di network mereka, dan setelah dilacak sebagian besar menyerang kamera CCTV (closed circuit television).

Berkaitan dengan serangan yang ditemukan oleh Imperva baru-baru ini, serangan memuncak hingga 20.000 RPS (request per second) dan berasal dari 900 CCTV. Kamera tersebut menjalankan Linux dan toolkit BusyBox. Malware ini dibuat untuk Linux versi ARM yang dikenal dengan Bashlite, Lightaida atau GayFgt.

Kelemahan sekuriti dari kamera CCTV dan peranti embedded lainnya kini mulai banyak dimanfaatkan oleh para penyerang. Peranti-peranti tersebut dapat diakses dari Internet melalui Telnet atau SSH dengan kredensial yang lemah atau yang masih menggunakan default-nya.

Tahun Depan Huawei Bakal Layani 300 Operator

Huawei-624x351Vendor solusi informasi global dan komunikasi teknologi (TIK), PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) direncakan akan melayani 300 operator telekomunikasi yang tersebar di seluruh dunia pada 2016 mendatang. Pengumuman tersebut diungkapkan oleh Huawei pada acara Huawei Innovation & Transformation Summit 2015 yang diadakan pada 22-23 Oktober di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali.

Pada acara yang dihadiri lebih dari 350 peserta ini Huawei resmi meluncurkan program Digital inCloud 2015. Nah, salah satu program Digital inCloud adalah Huawei menawarkan layanan Digital inCloud Telecom Capability Cloud Services. Layanan ini nantinya akan menghubungkan antara operator dengan mitra.

Layanan Digital inCloud ini mencakup seluruh layanan yang ditawarkan oleh operator telekomunikasi. Layanan tersebut mencakup pembayaran, notifikasi pesan, call center untuk telepon maupun cloud, analisis operasi bisnis, dan masih banyak lagi.

Melalui layanan satu pintu tersebut, Huawei berharap para mitranya dapat mengakses kebutuhan telekomunikasi dengan lebih mudah.

Yiming Cao (VP of Digital Service Product Line, Director Digital inCloud Department Huawei) mengatakan bahwa melalui Huawei Innovation & Transformation Summit 2015, pihaknya mewujudkan komitmen untuk terus mendukung bisnis digital di Indonesia melalui program Digital inCloud.

Review Smartphone