Arsip Harian: Oct 24, 2015

Emerson Network Power Berbagi Strategi di INTELEC 2015

(ilustrasi: www.emersonnetworkpower.com)
(ilustrasi: www.emersonnetworkpower.com)

Di tengah peningkatan tren dan perkembangan teknologi di pasar telekomunikasi, para pakar Emerson Network Power berbagi strategi dan solusi terbaru untuk mengoptimalkan infrastruktur jaringan komunikasi di INTELEC 2015.

INTELEC (International Telecommunications Energy Conference) adalah forum teknis tahunan yang menghadirkan berbagai hal terbaru di bidang sistem daya komunikasi, penyimpanan energi, dan konversi energi. Pada tahun ini, INTELEC mengangkat tema energi pintar ramah lingkungan untuk telekomunikasi dan akan menghadirkan keynote speech dan sesi plenary dari berbagai pemimpin industri.

“Industri telekomunikasi terus berkembang dengan munculnya berbagai layanan mobile bernilai tambah, video mobile, dan aplikasi sosial media serta solusi gaya hidup digital. Selain membuka peluang yang besar bagi operator telekomunikasi, hal ini juga menghadirkan tantangan terkait reliabilitas dari layanan bandwidth tinggi dengan kualitas jaringan yang bagus untuk mendukung cepatnya ekspansi yang terjadi. Ikut serta dalam INTELEC tahun ini menjadi peluang bagus untuk memperkenalkan teknologi kami demi mengoptimalkan jaringan telekomunikasi, mulai dari mobile hingga jaringan broadband,” ujar Chee Hoe Ling (Vice President of Product and Solutions for Emerson Network Power Asia).

Di acara ini, para pakar Emerson akan berbagi praktik terbaik dalam memaksimalkan efisiensi telekomunikasi menggunakan sistem daya NetSure 400V DC, teknologi energi hybrid untuk menara seluler, penggunaan solusi modular terintegrasi, dan pengimplementasian fasilitas monitoring.

Selain membawakan presentasi tersebut, pakar dari Emerson, Sara Lisy, juga akan menjadi moderator workshop tentang penggunaan daya DC pada aplikasi non-telekomunikasi seperti data center dan grid mikro.

Emerson Network Power juga menghadirkan solusi terbarunya untuk telekomunikasi termasuk rectifier luar ruang hemat biaya dengan efisiensi tinggi, eSure, dan sistem daya NetSure 400 V DC yang inovatif. Sistem daya dengan 400V DC memberikan beberapa keuntungan potensial baik untuk daya AC tradisional maupun arsitektur -48 V DC.

“Jaringan telekomunikasi telah lama bergantung pada distribusi daya DC untuk reliabilitas dan kinerja tinggi. Sebagai contoh, arsitektur 400 V DC sangat cocok untuk penyaluran energi dengan efisiensi tinggi karena bisa menghemat total cost of ownership termasuk biaya operasional, dibandingkan dengan metode tradisional. Solusi seperti ini telah digunakan oleh jaringan dan data center di wilayah Asia Pasifik, seperti China, selama bertahun-tahun dan para pelanggan menikmati keuntungan penghematan OPEX dalam efisiensi energi dan solusi modular untuk ekspansi jaringan dalam waktu singkat,” tambah Chee Hoe.

Kaspersky: Lebih dari 87% Smartphone Android Tidak Aman

andro2
(ilustrasi: blog.kaspersky.com)

Para ilmuan Inggris membuktikan bahwa dari segi keamanan data, perangkat Android terancam bahaya. Penelitian mendalam yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge ini menganalisis lebih dari 20 ribu smartphone dari berbagai merek. Hasilnya, sebanyak 87,7% perangkat Android yang diteliti tergolong rentan.

Penelitian ini dilakukan dengan bantuan pengguna dengan smartphone-nya masing–masing. Para peserta menyetujui penggunaan aplikasi khusus bernama Device Analyzer dari Google Play. Aplikasi ini membantu pengguna untuk mengetahui seberapa tahan smartphone-nya terhadap serangan. Caranya, mengirim data ke perangkat lunak di setiap perangkat.

Namun, tidak semua kerentanan diperhitungkan, artinya hanya yang benar-benar mengeksploitasi secara nirkabel saja. Dari kesemuanya ada 32 jenis yang kritis, namun hanya 11 bug yang bisa diterapkan ke semua perangkat, dan diperhitungkan selama percobaan.

Untuk mengukur tingkat keamanan dari berbagai vendor Android, tim peneliti Cambridge memperkenalkan indeks FUM. FUM sendiri merupakan singkatan dari F (free, artinya perangkat bebas dari kerentanan kritis setelah melewati pengujian), U (update, artinya perangkat dari vendor tertentu, yang menggunakan versi terbaru dari Android), dan M (mean, artinya rata – rata jumlah kerentanan di smartphone yang tidak mendapatkan pembaruan dari vendor tertentu).

Menurut Kaspersky, dalam jangka waktu empat tahun (dari Juli 2011 hinga 2015), tingkat mean indeks FUM untuk seluruh perangkat Android mengalami penurunan yang mengerikan, yakni 2,87 dari 10. Smartphone yang paling aman, seperti diperkirakan, adalah Google Nexus. Hal ini tentunya tidaklah mengherankan mengingat Google memperhatikan patching terhadap perangkatnya sendiri.

Untuk melindungi smartphone-nya dari ancaman semacam ini, Kaspersky menyarankan pengguna untuk melakukan hal ini:

  1. Memasang pembaruan sesegera mungkin bila sudah tersedia. Jangan menunda apalagi mengabaikannya.
  2. Mengunduh aplikasi yang berasal dari sumber terpercaya dan berhati–hatilah terhadap situs yang nakal. Hal ini tidak menjamin Anda terhindar dari masalah keamanan, namun ini merupakan salah satu cara untuk menghindari beberapa ancaman tertentu.
  3. Menggunakan solusi keamanan. Bila vendor smartphone Anda lambat dalam melakukan patch keamanan serta menyelamatkan penggunanya dari eksploitasi, perusahaan antivirus mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik.
  4. Mencoba untuk tetap mendapatkan informasi terbaru. Bacalah berita–berita mengenai keamanan. Jika tidak, Anda tidak akan pernah tahu. Contoh, lebih baik menonaktifkan pengunduhan MMS standar untuk menghindari masalah yang terkait dengan kerentanan Stagefright.

Bisnis Microsoft Segmen Personal Turun, Cloud Naik

This July 3, 2014 photo shows Microsoft Corp. signage outside the Microsoft Visitor Center in Redmond, Wash. Microsoft on Thursday, July 17, 2014 announced it will lay off up to 18,000 workers over the next year. (AP Photo Ted S. Warren)

Microsoft melaporkan, pedapatan grup More Personal Computing mengalami penurunan untuk kuartal yang berakhir September 2015 ini, terutama disebabkan oleh turunnya bisnis Windows, Surface, dan smartphone.

More Personal Computing (MPC) merupakan salah satu grup dari dua grup lainnya, yaitu Productivity and Business Processes dan Intelligent Cloud. Pada grup MPC terdapat Windows, peranti hardware seperti Surface, smartphone, game console Xbox, gaming Xbox Live, dan search Bing. Pembagian seluruh bisnis Microsoft menjadi tiga grup dilakukan CEO Satya Nadella bulan lalu untuk kemudahan pelaporan keuangan.

Pada kuartal September 2015, pendapatan untuk grup MPC adalah $9,4 milyar, turun 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan terutama oleh pendapatan smartphone yang turun $1,5 milyar, sementara itu untuk Surface juga turun 26%. MPC mengontribusikan pendapatan sebesar 46% dari pendapatan total Microsoft $20,4 milyar.

Pendapatan untuk Windows juga turun sebesar $322 juta untuk kuartal September dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, atau turun sekitar 7%.

Meski demikian bisnis search Bing mengalami kenaikan untuk pendapatannya, yaitu 23%. Pada akhirnya bisnis ini memberikan keuntungan. Bing bakal melekat erat pada Windows 10, yaitu di dalam browser Edge dan di Cortana – digital assistant.

Penurunan bisnis di grup MPC untungnya masih dinetralisir oleh grup Intelligent Cloud yang mengalami pertumbuhan pada kuartal ini sebesar 8%. Tetapi secara keseluruhan pendapatan Microsoft pada kuartal September masih turun 12% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Meski demikian secara total masih ada kenaikan keuntungan sebesar 2%.

BlackBerry Priv untuk Pengguna Enterprise

priv

Priv, smartphone BlackBerry bersistem operasi Android, sudah bisa dipesan (pre-order) mulai Jumat (23/10) dengan harga US$699. Dengan ciri khas utamanya yaitu hard keyboard, Priv memiliki feature yang ditujukan untuk para pengguna enterprise.

Di tengah pasar yang sudah penuh sesak dengan smartphone Android, BlackBerry mencoba memasukinya dengan menawarkan keunggulan sekuriti. BlackBerry mencoba mempertahankan kesan sekuriti yang selama ini melekat padanya ke tengah dunia Android yang terkenal kurang aman. Priv menggunakan Android for Work untuk memisahkan pekerjaan dan data pribadi penggunanya.

Dengan harga $699, Priv berhadapan dengan iPhone dan Samsung Galaxy di pasaran. Priv memang menggunakan feature premium yaitu prosesor Qualcomm Snapdragon 808 dengan GPU Andreno 418, RAM 3GB, internal storage 32GB dan tersedia slot microSD, layar AMOLED 5,43 inci 2560×1440 pixel (540 ppi) dengan Gorilla Glass 4, kamera belakang 18 megapixel dan kamera depan 2 megapixel, baterai 3410 mAh mendukung Quick Charge 2.0, dan terintegrasi dengan wireless charging yang mendukung PMA dan Qi.

priv2

Priv mulai tersedia pada 6 November mendatang dengan sistem operasi Android 5.1.1 (Lollipop), bukannya menggunakan Android 6.0 (Marshmallow) yang baru-baru ini diumumkan.

Review Smartphone