Arsip Harian: Oct 25, 2015

Broadcast Box, Inisiatif YouTube untuk Kreator Lokal

(ilustrasi: www.youtube.com)
(ilustrasi: www.youtube.com)

YouTube dan Loop (powered by Telkomsel) akan meluncurkan YouTube Broadcast Box di Jakarta. YouTube Broadcast Box adalah studio mini yang dilengkapi dengan kamera profesional, properti, dan peralatan editing. Tujuannya, menyediakan praktik langsung bagi komunitas yang ingin mendapatkan pelatihan menyeluruh untuk meraih sukses via YouTube.

Menurut YouTube, inisiatif ini diluncurkan sebagai bagian dari roadshow Telkomsel Loop 2015, di mana Broadcast Box akan hadir di kota Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Inisiatif ini juga akan menyediakan workshop digital di Medan dan Makassar.

Di dalam YouTube Broadcast Box, para kreator dapat mempelajari kemudahan membuat dan mengunggah video ke situs YouTube, dengan panduan langsung dari pakar video. Setelah membuat video, mereka bisa mengikuti workshop di mana para pakar dari YouTube akan berbagi kiat untuk mengembangkan kanal melalui YouTube Partnership Program, serta melindungi konten mereka di dunia maya. Workshop ini juga akan mengundang berbagai kreator lokal YouTube yang telah menguasai seni membuat video viral di media maya.

“Meski kami melihat pertumbuhan luar biasa untuk jumlah video yang diunggah di YouTube tahun ini, masih ada banyak potensi yang bisa digali dari kreator dan calon kreator Indonesia untuk meraih sukses melalui YouTube. Broadcast Box didesain dengan memikirkan karakter kreator Indonesia yang selama ini kami amati, agar mereka bisa memaksimalkan apa yang ditawarkan platform ini. Kami juga tak sabar melihat hadirnya bintang-bintang YouTube berikutnya dari luar Jakarta,” kata Veronica Utami (Head of Marketing, Google Indonesia).

Kreasi konten dari Indonesia sendiri kini tengah berada dalam garis pertumbuhan yang sangat pesat, dengan jumlah video yang diunggah ke YouTube meningkat hingga enam ratus persen sejak tahun lalu—tertinggi di Asia-Pasifik. YouTube Broadcast Box diharapkan akan membuka peluang lebih besar bagi komunitas kreatif di luar Jakarta yang ingin berinteraksi secara langsung dengan tim YouTube, menjawab tiga hal yang paling banyak ditanyakan oleh kreator Indonesia, menyediakan pengarahan teknis, memaksimalkan feature, dan melindungi konten.

“Kami percaya anak muda Indonesia memiliki banyak potensi, maka kami menghadirkan Loop yang didedikasikan untuk anak-anak muda,” ujar Nirwan Lesmana (Vice President Marketing Communications Telkomsel). “Secara konsisten, Loop telah memfasilitasi kreativitas mereka melalui berbagai kanal, seperti melalui Loop Channel dan gelaran Loop KePo, agar di era digital ini mereka bisa menjadi digital creator dan bukan hanya sebagai konsumen. Dengan YouTube sebagai platform video populer di kalangan anak muda, Broadcast Box
membuka peluang bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan kreativitas mereka dalam membuat konten audio visual, dan oleh karenanya kami sangat senang bisa menjadi bagian dari inisiatif ini,” ujar Nirwan menambahkan.

YouTube Broadcast Box akan tersedia di beberapa tempat ini:

tabel

Sementara di Medan and Makassar, yang ingin menghadiri workshop dan berinteraksi secara langsung dengan tim YouTube, bisa hadir ke tempat ini:

tabel2

Informasi seputar lokasi YouTube Broadcast Box juga bisa diikuti lewat akun Twitter Google Indonesia
@Google_IDN dengan hashtag #YTBroadcastBox.

IBM Rangkul Rittal untuk Pasok IT Rack

photo

Rittal, salah satu penyedia solusi infrastruktur TI, bersama dengan IBM dan Anixter (aliansi global IBM), telah bekerja sama untuk penyediaan rak TI di Eropa.

IBM menetapkan Rittal menjadi penyedia rak untuk lima tahun mendatang, dengan tujuan untuk menyediakan semua pusat data IBM di Eropa dengan Rittal TS server dan network enclosure. Anixter akan bertanggung jawab untuk semua tugas operasional seperti distribusi, dukungan teknis, dan manajemen rantai pasokan.

Menurut Rittal, di masa depan, pusat data IBM di Eropa akan dilengkapi dengan rak TS Rittal. IBM akan menyediakan solusi end-to-end pusat data, Rittal akan memasok produk-produk infrastruktur, sedangkan Anixter akan bertanggung jawab untuk mengatur penggabungan rak dengan komponen internal, manajemen operasional, dan distribusi.

Rak TS akan dikirim ke pusat data dengan komponen perangkat keras yang telah terpasang. Rak dapat dengan mudah dan cepat diintegrasikan ke dalam pusat data yang ada, tanpa melakukan konfigurasi tambahan. Ketahanan dari rak TS diklaim akan membantu kepastian pengiriman dengan komponen yang telah terpasang. Rak ini sendiri telah berhasil diuji oleh Rittal dengan berat beban sebesar 1.500 kg.

Selain itu, desain modular dari rak TS IT menyediakan fleksibilitas tingkat tinggi bagi IBM. Setiap rak dapat dimodifikasi di tempat, misalnya, untuk merampingkan jalur kabel dan kontrol suhu.

“Metode pemesanan online, platform IBM yang secara spesifik dapat dipesan, memungkinkan para pengambil keputusan untuk cepat memilih solusi terbaik untuk kebutuhan mereka. IBM dan Anixter akan memiliki akses cepat dan mudah ke seluruh mitra kerja dan anak perusahaan kami,” ujar Teguh Permana (Technical Advisor Rittal).

IBM telah bekerjasama dengan Rittal selama lebih dari sepuluh tahun, dan telah menempatkan lebih dari 170 ribu rak TI Rittal.

Bantu UKM, Interact Kembangkan Augmented Reality

Foto1

Pernahkah Anda membayangkan sebuah iklan properti yang diterbitkan di surat kabar bisa berubah menjadi gambar properti 3D yang hidup, hanya dengan mengarahkan smartphone Anda ke iklan itu? Atau ketika smartphone Anda diarahkan ke kaos bergambar dinosaurus, binatang langka itu akan tiba-tiba keluar atau melompat-lompat dan melahap makanan atau melakukan kegiatan lain yang lucu sehingga membuat anak-anak kegirangan?

Itu adalah sebagian kecil dari aplikasi teknologi augmented reality (AR) yang saat ini sedang berkembang pesat di seluruh dunia. Saat ini, aplikasi semacam ini juga dikembangkan oleh InterAct, brand dari PT Interaktif Indonesia Pratama. Aplikasi semacam ini dibuat untuk membantu para pengusaha, termasuk pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk mengembangkan marketing tools, termasuk marketing online sehingga bisa bersifat interakif.

Beberapa dari aplikasi yang selama ini sudah dibuat adalah AR 360 Virtual Tour, AR Packaging, AR Property, AR Furniture, AR Automotive, AR Business Card, AR Education, AR Photography, dan AR Print Materials.

Menurut Kurniawan Chandra Rahardja (CEO PT Interaktif Indonesia Pratama), augmented reality merupakan teknologi yang saat ini telah diadopsi dan dikembangkan oleh Google, Facebook, Apple, Microsoft dan raksasa-raksasa teknologi dunia lainnya. Teknologi ini diyakini akan mengubah dinamika marketing menggunakan perkakas yang makin canggih dan nyata, dengan penerapan yang sangat luas di berbagai lini bisnis dan industri.

Misalnya aplikasi augmented reality busines card. Aplikasi ini membuat para pengusaha UKM tidak perlu repot-repot membawa company profile atau dokumen perusahaannya untuk memperkenalkan diri kepada para calon pelanggan.

“Anda hanya cukup membawa kartu nama, lalu ketika kartu nama itu diarahkan ke smartphone, nanti akan muncul [informasi] 3D mengenai company profile, tokoh, dokumen,video, bahkan 360 virtual tour business Anda sehingga terlihat interaktif,” kata Kurniawan Chandra Rahardja.

Dikatakannya, augmented reality sangat berperan penting dalam pengembangan bisnis, termasuk UKM, karena teknologi ini mampu mengemas semua material marketing dengan cara interaktif, efisien dan efektif. Ia menambahkan bahwa Interact membuat teknologi yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh perusahaan-perusahaan skala besar kini bisa terjangkau pula oleh pengusaha-pengusaha UKM.

“Ada 65 juta unit UKM di Indonesia dan umumnya sangat lemah dalam mengemas tools atau material pemasaran mereka. Padahal UKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Sementara untuk 360 virtual tour, Interact merupakan Google trusted business view agency program. Dengan feature ini, virtual tour business Anda dapat dilihat di Google, Google Maps, dan Google+. Ini akan memampukan orang untuk melakukan perjalanan virtual, memvisualkan produk dan jasa perusahaan dalam pandangan 360 derajat, seolah-olah orang tersebut hadir di showroom/business Anda dan melihat secara langsung.

Google sendiri menyediakan fasilitas Google Business View bagi siapa saja yang ingin mempromosikan ruang usahanya di dunia maya. Pengunjung online bisa langsung menghubungi perusahaan tersebut jika ingin bertanya atau berkonsultasi lebih lanjut. Selain menjadi mudah ditemukan dalam pencarian, perusahaan yang terdaftar juga otomatis akan tampil di Google Map. Lalu dengan sekali klik, orang bisa “berjalan-jalan” menengok ruang usaha secara lengkap dengan tampilan 360 derajat. Bagi masyarakat, feature ini jelas sangat membantu untuk mendapatkan informasi lengkap saat mereka sedang mencari sesuatu di search engine atau Google Map.

Misalnya saat menampilkan jasa penyewaan ruangan resepsi perkawinan, teknologi ini bisa bisa menampilkan ruangan ballroom secara 360 virtual tour. Menurut Kurniawan, augmented reality dapat menjadi perkakas yang hebat untuk menunjukkan kepada konsumen bagaimana bentuk properti yang diluncurkan secara interaktif, daripada hanya sekadar video tradisional.

“Katakanlah Anda mengiklankan properti Anda di surat kabar. Dalam hal ini kami bisa membuat mobile app khusus untuk kampanye iklan itu. Kemudian pelanggan men-download serta menggunakan app sehingga mereka bisa scan iklan surat kabar dan melihat versi 3D-nya. Kami juga menambahkan sejumlah opsi lain untuk melihat model apartemen dan melakukan interaksi dengannya,” kata Kurniawan.

Canon Umumkan Pemenang Canon PhotoMarathon Indonesia 2015

Foto Pemenang

Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 yang berlangsung di Jakarta belum lama ini telah berakhir. Sebanyak 1874 peserta memenuhi atrium utama Mall @Alam Sutera tempat di mana acara ini diselenggarakan. Para peserta dari berbagai latar belakang ini berkompetisi di ajang lomba fotografi terbesar se-Asia dan se-Indonesia ini. Tidak hanya fotografer berpengalaman, para pelajar pun turut berpartisipasi meramaikan Canon PhotoMarathon Indonesia 2015.

Dalam ajang ini, terpilih Ares Jonekson Saragi sebagai juara umum. Ia berhak membawa pulang satu unit kamera DSLR Canon EOS 100D. Ia juga berhak atas perjalanan klinik foto ke Jepang bersama juara umum dari Yogyakarta dan Bali serta para juara utama negara penyelenggara Canon PhotoMarathon Asia 2015 lainnya.

Dalam perjalanan klinik foto tersebut para pemenang akan dibimbing langsung oleh seorang fotografer profesional papan atas. Dengan demikian mereka akan banyak mendapatkan pengalaman dan ilmu fotografi baru untuk diterapkan dan dibagi bersama komunitas fotografer di sekitar mereka, sekembalinya mereka dari perjalanan tersebut.

Menurut Datascrip ajang ini terbuka bagi seluruh pecinta foto pengguna kamera digital dengan merek apapun dan semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemenang. Tak hanya itu, di ajang ini para peserta pun dibekali dengan wawasan dan informasi seputar fotografi dari Ferry Ardianto, seorang fotografer profesional yang telah berkarya selama lebih dari dua puluh. Para peserta terlihat antusias dengan penjelasan dan pengalaman yang dibagikan Ferry. Sesi tanya jawab dengan pembicara pun menjadi kesempatan berharga bagi para peserta Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 untuk menambah pengetahuan dan keterampilan.

Canon juga menyatakan bahwa Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 ini juga menjadi ajang silaturahmi akbar antara para pehobi fotografi, baik yang tergabung dalam komunitas maupun non-komunitas. Selain sesi lomba yang ditujukan untuk mengasah kreativitas fotografis para peserta, ajang ini juga menjadi sarana bagi para komunitas pencinta foto untuk berkumpul dan saling berbagi. Pertemuan seperti ini tentunya membuka dan memperluas jaringan komunikasi antara fotografer maupun komunitas, baik dari daerah yang sama maupun berbeda-beda.

“Penyelenggaraan Canon PhotoMarathon Indonesia yang telah berlangsung selama tujuh tahun telah menjadi momentum penting bagi para penggemar fotografi di tanah air. Ajang tahunan ini seperti sebuah pesta atau perayaan yang bukan hanya menjadi sarana mengasah kreativitas dan keterampilan fotografi, melainkan juga menjadi momen silaturahmi antara penggemar fotografi. Dengan munculnya juara-juara baru di setiap kota beserta karya-karya mereka yang memukau, kami berharap Canon PhotoMarathon Indonesia bisa menginspirasi sekaligus berkontribusi untuk memajukan dunia fotografi tanah air,” ujar Merry Harun (Direktur Divisi Canon, pt. Datascrip).

Lomba ini sendiri terbagi dalam tiga sesi yang dimulai dari tema 1, yaitu “Bentangan”, tema 2 yakni “Bersiap-siap”, dilanjutkan kemudian dengan sesi terakhir yang mengusung tema “Corak Nusantara”.

Foto-foto terbaik dari hasil jepretan para peserta sejak pagi hingga siang hari langsung dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para fotografer dari latar gaya pemotretan yang beragam, yakni Ray Bachtiar (fotografer profesional), Yuliandi Kusuma (fotografer & pewarta foto), Setiadi Darmawan (fotografer profesional), Denny Herliyanso (fotografer profesional), Effendi Suryajaya (fotografer profesional) dan Novan Kurnia Chandra (Koordinator Tim Kreatif pt. Datascrip).

Digaku, Enterprise Social Network Asli Indonesia

(ilustrasi: socialmeep.com)
(ilustrasi: socialmeep.com)

Seiring dengan perkembangan internet dan meningkatnya pemanfaatan media sosial dalam organisasi, PT Ansvia, perusahaan berbasis teknologi yang berfokus dalam bidang riset dan pengembangan, baru-baru ini menghadirkan enterprise social network (ESN) asli Indonesia, Digaku.

Menurut Ansvia, ESN yang dirilisnya ini memiliki kelebihan pada fleksibilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. ESN ini juga dilengkapi dengan berbagai feature interaktif seperti chat antarkaryawan, forum sharing knowledge, forum divisi, hingga penyimpanan database profil setiap karyawan. Dengan proses pengerjaan minimal enam bulan, aneka feature dalam ESN dihadirkan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif, interaktif, dan edukatif bagi seluruh karyawan.

Abang Edwin Syarif Agustin (CEO PT Ansvia) menyatakan bahwa sebagai pelopor enterprise social network asli Indonesia, pihaknya ingin membantu perusahaan memaksimalkan komunikasi internal dan mendorong proses komunikasi, kolaborasi, dan berbagi antarkaryawan maupun divisi secara real-time di area yang aman. “Hal ini seiring dengan tujuan kami dalam memberikan solusi inovatif dan terdepan melalui teknologi bagi perusahaan,” tuturnya.

Menurut Ansvia, dalam menghadirkan produk ESN yang prima, pihaknya melakukan evaluasi yang diadakan secara terus-menerus melalui eksperimen dan update produk secara berkala seperti bug fixing ataupun perubahan versi. Hingga saat ini, perusahaan yang telah menggunakan produk ESN adalah PT Djarum. Sementara perusahaan lain seperti BCA sedang dalam tahap pengembangan produk ESN.

“Sejauh ini, produk ESN kami mendapatkan respon positif dari para klien. Kami akan terus berinovasi atas teknologi yang kami miliki dan mengarahkan produk ESN kami ke SaaS (Software as a Service) di mana setiap klien dapat membuat produk ESN-nya sendiri. Selain itu, kami juga akan mengembangkan produk-produk modular yang akan menjadi pelengkap bagi website ataupun jaringan sosial untuk klien,” tambah Abang Edwin

Selain ESN, PT Ansvia juga menghadirkan Digaku untuk kampanye brand dan dikenal dengan produk media sosial asli Indonesia, Mindtalk. Saat ini, selain menjadi wadah komunitas-komunitas yang ingin berkumpul secara online, Mindtalk juga memiliki peran krusial yakni sebagai testbed untuk aneka feature yang dikembangkan untuk kebutuhan ESN.

Bertemakan Internet of Things, Indocomtech 2015 Akan Digelar 28 Oktober

indom

Indocomtech akan kembali diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober – 1 November 2015 di Jakarta Convention Center. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-23 bagi pameran yang digawangi oleh Yayasan Apkomindo bekerjasama dengan PT. Amara Pameran Internasional (API) ini. Kali ini, Indocomtech akan mengusung tema Internet of Things.

Hidayat Tjokrodjojo (Ketua Yayasan Apkomindo) mengungkapkan rasa bangga dan bahagia, dapat secara konsisten menyelenggarakan Pameran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) ini. “Kami menjaga konsistensi penyelenggaraan Indocomtech karena sangat bermanfaat bagi peserta pameran dan pengunjungnya. Produk yang dipamerkan menjadi benchmark perkembangan teknologi di tanah air. Kami harus mengakui bahwa perjalanan selama 23 tahun itu tidak luput dari segala liku-likunya. Namun justru liku-liku itu yang menjadikan Indocomtech semakin tajam dan peka, sehingga dapat memberikan informasi yang paling mutakhir dan gamblang, kepada masyarakat Indonesia tentang teknologi terbaru dalam bentuk sebuah pameran,” ujarnya.

Di tahun ini, sebanyak lebih dari tiga ratus perusahaan akan berpartisipasi dalam pameran Indocomtech. Dan yang berbeda pada penyelenggaraan kali ini, Indocomtech 2015 akan menghadirkan The Internet of Things dalam program Smart Home. Ini akan menghadirkan teknologi rumah yang sudah terkoneksi dengan internet sehingga kegiatan yang dilakukan di dalam rumah pintar tersebut dapat dikontrol oleh pemiliknya lewat sebuah gadget. Kehadiran Smart Home ini dimaksudkan untuk memberikan kesan sebuah rumah yang “dihidupkan” oleh konektivitas internet, yang akan menjadi sebuah pengalaman yang unik dan menarik.

Selain itu, pada tanggal 28 Oktober 2015, Indocomtech akan melangsungkan Pop Conference, dengan menghadirkan narasumber yang ahli dan berpengalaman untuk merelisasikan bentuk kreativitas mereka di bidang TIK dan e-commerce. Hasil positif mereka akan menjadi acuan bagi para entrepreneur muda yang juga ingin sukses mengembangkan start up company dalam berbagai bentuk aplikasi e-commerce.

Bambang Setiawan, (Project Director PT. Amara Pameran Internasional/API, organizer Indocomtech 2015) menjelaskan bahwa Pop Conference merupakan program unggulan dalam Indocomtech kali ini. “Kecepatan dan efektivitas pertumbuhan usaha online yang memanfaatkan internet sebagai medium, telah membuka oportunity tanpa batas, dan lewat Pop Conference ini, kami ingin memberikan motivasi bagi generasi entrepreneur muda yang ingin serius mengembangkan produk start up-nya,” tutur Bambang. Ia juga menjelaskan mengapa Indocomtech 2015 menghadirkan beberapa nama tenar di dunia start up seperti Kusumo Martanto (CEO Blibli.com), Peter Shearer (Managing Director AR&Co), serta Dennis Adishwara (CEO Layaria.com), “Mereka berhasil menggiring produk start up mereka menjadi sebuah kesuksesan bisnis, memberikan manfaat serta kemudahaan bagi masyarakat. Kami rasa pengalaman mereka akan menjadi bahan sharing yang sangat positif,” tambahnya.

Indocomtech 2015 akan dibuka selama lima hari dengan harga tiket masuk sebesar Rp15 ribu per orang untuk Rabu sampai Jumat. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu, tiket masuknya seharga Rp20 ribu per orang. Pada saat yang bersamaan, di JCC juga akan berlangsung Jakarta Auto Show (JAS) 2015.

Review Smartphone