Berita Inilah Harga Spotify untuk Streaming Musik di Indonesia

Inilah Harga Spotify untuk Streaming Musik di Indonesia

spotify indonesia facebook

Layanan streaming musik Spotify dijadwalkan akan meresmikan kehadirannya di Indonesia pada hari Rabu (30/3) dalam sebuah acara di kawasan SCBD, Jakarta.

Namun, sejak dinihari tadi, layanan ini sudah dapat dinikmati oleh para penggemar musik di tanah air, baik melalui aplikasi PC maupun smartphone (Android dan iOS).

Selain layanan versi gratis, Spotify juga menawarkan layanan premium dengan harga Rp49.990/bulan. Tersedia pula paket berlangganan lainnya, seperti paket Family dengan kisaran harga Rp74.985 sampai Rp149.970/bulan (bergantung pada jumlah anggota keluarga) dan paket langganan satu tahun seharga Rp599.880.

Dengan patokan harga tersebut, Spotify bisa menahbiskan diri sebagai layanan streaming musik dengan harga paling murah–bersama JOOX–di Indonesia.

Sebagai gambaran, JOOX menawarkan status keanggotaan VIP dengan kisaran harga Rp25 ribu/minggu, Rp49 ribu/bulan, hingga Rp509 ribu untuk enam bulan. Guvera memberi pilihan keanggotaan Platinum dengan harga Rp20 ribu/minggu, Rp55 ribu/bulan, sampai Rp547.800/12 bulan. Sedangkan Deezer memasang harga Rp73 ribu/bulan untuk keanggotaan Premium.

Bahkan di benua asalnya, Eropa, Spotify mematok harga bervariasi, mulai dari EUR 4.99 hingga EUR 9.99 per bulan atau sekitar Rp75 – 150 ribu/bulan. Artinya, harga yang ditawarkan di Indonesia separuh atau bahkan sepertiga dari standar harga layanan Spotify Premium di level internasional.

Namun, tetap saja masih ada biaya langganan Spotify Premium yang lebih murah daripada di Indonesia, antara lain di Filipina (129 peso/sekitar Rp37 ribu) dan Argentina (36 peso/sekitar Rp32 ribu). [Referensi: http://mts.io/projects/spotify-pricing/]

Harga layanan premium Spotify di Indonesia dipatok pada angka Rp49.990/bulan.

Harga layanan premium Spotify di Indonesia dipatok pada angka Rp49.990/bulan.

Seberapa Kompetitif Spotify?

Dalam sepuluh hari terakhir, aktivitas promosi Spotify sudah terlihat cukup agresif, khususnya di media sosial Twitter dan Facebook.

Melalui tagar #WaktunyaSpotify, layanan yang didirikan oleh Daniel Ek dan Martin Lorentzon di Swedia itu terlihat menggandeng sejumlah musisi Indonesia untuk promosi, antara lain Rossa, RAN, Yura Yunita, dan Nowela Idol.

Antusiasme para penikmat musik pun terbilang tinggi mengingat popularitas Spotify sebagai layanan streaming musik paling populer di dunia tahun 2015 versi App Annie, mengalahkan Pandora, SoundCloud, dan Deezer.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah seberapa kompetitif Spotify bisa masuk ke pasar layanan streaming musik di Indonesia?

Sekarang ini, penikmat musik Indonesia masih lebih sering mendengarkan lagu-lagu terbaru lewat YouTube ataupun situs-situs penyedia musik ilegal. Sementara itu, layanan streaming musik legal yang ada terlihat masih belum terlalu banyak digunakan.

Guvera, contohnya, “baru” berhasil menghimpun 1,15 juta pengguna yang terdaftar di Indonesia. Sementara itu, aplikasi streaming musik lainnya seperti JOOX, MelOn, dan Langitmusik belum diketahui secara pasti jumlah penggunanya.

Spotify di Indonesia bekerjasama dengan Indosat Ooredoo.

Spotify di Indonesia bekerjasama dengan Indosat Ooredoo.

Baru-baru ini, layanan MixRadio besutan LINE malah menutup operasionalnya di semua negara. Serupa nasibnya dengan Rdio yang sudah lebih dulu gulung tikar.

Agar bisa bersaing dengan layanan musik lainnya sekaligus merebut hati penikmat musik Indonesia, Spotify memang harus menawarkan harga langganan yang lebih terjangkau daripada pesaing.

Selain itu, kehadiran Spotify di Indonesia juga didukung kerja sama dengan Indosat Ooredoo yang memberikan akses bebas kuota untuk streaming musik kepada pelanggannya lewat paket Freedom Combo.

Ada baiknya pula Spotify menjalin kerja sama dengan produsen smartphone dan tablet untuk membenamkan aplikasinya di setiap perangkat yang dijual.

Guvera telah melakukan langkah tersebut dengan menggandeng Lenovo. Inilah yang menjadi salah satu faktor kesuksesan layanan streaming asal Australia itu menembus angka 1 juta pengguna.

Comments

comments