01 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 1, 2016

Berkat IWIC, Minghadi Bisa Mematangkan Ide dan Model Bisnis Aplikasi 1001beds.com

Minghadi Suryajaya.
Minghadi Suryajaya.

Salah satu keuntungan mengikuti IWIC adalah bertemu dengan mentor-mentor berpengalaman yang dapat menguji tingkat kematangan ide dan aplikasi yang kita kembangkan. Inilah yang dirasakan langsung oleh Minghadi Suryajaya, developer asal Surabaya yang memenangi IWIC ke-7 dengan aplikasinya, 1001beds.

Yuk, kita simak tanya jawab dengan Minghadi berikut ini!

Nama: Minghadi Suryajaya
Usia: 35
Domisili: Surabaya
Profesi: Developer merangkap marketer
Ikut/Menang di IWIC ke-: 7

Dari mana tahu ada IWIC dan mengapa tertarik ikut kompetisi ini?

Bermula dari undangan dari Surabaya Web Developer Community (SUWEC) mengenai acara talk show dari panitia IWIC saat itu. Kemudian, informasi berlanjut dengan pemberitahuan dari teman-teman yang ternyata sudah pernah ikut di acara IWIC yang sebelumnya.

Aplikasi apa yang diikutkan di IWIC dan bisa dijelaskan sedikit tentang aplikasi itu?

Untuk ajang IWIC, kami membuat ide 1001beds, sebuah platform online untuk membantu hotel berjualan di lebih banyak travel agent secara lebih mudah dan nyaman.

Kendala utama yang kami temukan dari sisi hotel adalah risiko overbooking ketika berjualan di banyak Online Travel Agent (OTA). Yang dimaksud dengan overbooking adalah kejadian di mana jumlah booking yang diterima melebihi jumlah kamar yang dimiliki.

Ide kami adalah membuat smart platform untuk melakukan distribusi dan update secara real-time ke sistem milik para OTA dengan fleksibilitas dan keterbatasan yang disesuaikan untuk pasar Indonesia, contoh: sambungan internet yang terbatas, jaringan SMS yang tidak reliable, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara mendapatkan ide untuk membuat aplikasi yang diikutsertakan di IWIC?

Kami mendapatkan ide karena sebelumnya kami telah berkecimpung dalam dunia Online Travel Agent dan mendapati masukan dari rekanan hotelier, terutama dalam era perkembangan Online Travel Agent yang cukup pesat saat ini.

Apa saja pertimbangan dalam memilih platform aplikasi (Android/iOS/BlackBerry/ Windows Phone)?

Kami memilih Android sebagai langkah awal dikarenakan oleh distribusi platform pengguna yang lebih luas dan juga development yang relatif lebih rendah biayanya.

Bagaimana cara memperoleh pemasukan dari aplikasi (model bisnis/monetisasi)?

Monetasi untuk 1001beds berdasarkan pada biaya komisi, connector developments untuk para pemilik OTA, dan juga pelatihan bagi para hotelier.

Pengalaman berkesan apa saja yang dialami selama mengikuti IWIC maupun setelah menang IWIC?

Setelah mengikuti bootcamp IWIC yang diselenggarakan bersama dengan Founder Institute, kami mengalami peningkatan yang signifikan, terutama dalam “mematangkan” ide dan model bisnis kami. Dari bootcamp tersebut, kami juga belajar banyak perihal faktor-faktor pendukung bisnis yang lain, seperti public relations, digital marketing, pengendalian biaya, dan berbagai pengalaman membangun bisnis dari beberapa mentor yang sudah kaliber nasional.

Manfaat apa saja yang diperoleh dari mengikuti IWIC?

Dalam hal manfaat, barangkali sangat panjang untuk dapat ditulis di sini. Tapi secara singkat, ajang IWIC telah memberikan pengetahuan dan dasar yang cukup signifikan bagi kami untuk berkembang dengan lebih cepat tanpa melupakan dasar model bisnis yang harus dibangun. Banyak rekanan dan vendor yang kami dapatkan setelah mengikuti ajang IWIC ini.

Sekarang, bagaimana “nasib” aplikasi yang diikutsertakan di IWIC (masih dikembangkan, sudah dirilis, dsb.)? Apa aktivitas Anda saat ini?

Setelah melewati pemikiran yang lebih mendalam, ide awal kami telah mengalami “pivot” menjadi platform travel agents yang saat ini telah berjalan dengan baik. Perubahan yang kami lakukan juga berdasarkan pada masukan-masukan yang kami terima selama IWIC bootcamp, di mana ide awal kami telah mengalami penempaan melalui banyak masukan dan diskusi dengan beberapa mentor.

Saat ini selain masih mengembangkan usaha Online Travel Agent kami yang sebelumnya (1001malam.com), fitur travel agent marketplace yang berawal mula dari 1001beds.com sudah menjadi bagian yang lebih besar dari online travel agent yang kami rintis pada awal mulanya.

IFA 2016: Lenovo Yoga Tab 3 Plus, Unggulkan Tampilan 2K dan Tata Suara Dolby Atmos

unspecified

Selain memperkenalkan Moto Z Play serta Moto Mods, dalam acara di The Station Berlin pada Rabu (31/8) malam waktu setempat, Lenovo juga memperkenalkan berbagai produk notebook dan komputer tablet. Salah satu produk yang diperkenalkan ini adalah Lenovo Yoga Tab 3 Plus.

Produk ini merupakan sebuah komputer tablet dengan fitur unggulan berupa layar 2K dengan ukuran 10,1″ WQXGA (2.560 x 1.600). Layar ini memiliki kerapatan 299 pixel per inch (ppi), dengan Technicolor Color Enhance Technology. Layar dengan tipe IPS ini memiliki rasio 16:10 Media Tablet.

Selain itu, produk ini juga dilengkapi dengan sistem tata suara berteknologi Dolby Atmos. Sistem tata suara ini disalurkan melalui empat speaker depan JBL untuk meningkatkan sensasi audio pengguna. Untuk mendukung kinerjanya, produk ini dilengkapi baterai 9.300 mAh yang mampu menghidupi perangkat ini selama 18 jam pemakaian.

Lenovo Yoga Tab 3 Plus sendiri ditenagai prosesor delapan inti Qualcomm Snapdragon 652 4xA72 1,8GHz + 4xA53 1,4GHz GPU, chip suara Qualcomm Adreno 510 (600 MHz), RAM 3 GB , serta dan ROM 32 GB.

Produk ini juga dilengkapi konektivitas USB 2.0 Type-C, port audio 3,5 mm, selot micro-SD yang mampu menangani kartu micro-SD sampai 128 GB, serta fitur Fast Charging 12 volt/2 ampere yang mampu mengisi daya baterai dengan cepat.

Kamera belakang produk ini memiliki resolusi 13 MP auto-focus, sedangkan kamera depannya memiliki resolusi 5 MP fixed focus. Casing-nya sendri memiliki unsur metal, plastik, dan PU Leather. Produk ini juga memiliki ketahanan terhadap siraman air karena memiliki standar IP 52.

Produk yang ditenagai Android 6 ini memiliki dukungan LTE dan Wi-Fi dengan standar 802.11 a/b/g/n/ac (2,4G dan 5G, MU-MIMO). Selain itu, produk ini juga dilengkapi Bluetooth 4.0, GPS (dengan dukungan GLONASS dan A-GPS), G-Sensor Vibrator, Ambient Light Sensor, serta E-Compass.

IFA 2016: Acer Luncurkan Liquid Z6 Plus dan Iconia Talk S dengan Banderol Murah

Acer Liquid Z6 Plus 1
Acer Liquid Z6 Plus 1

Acer meluncurkan smartphone Acer Liquid Z6 Plus dengan banderol terjangkau dalam ajang IFA 2016 di Berlin, Jerman.

Acer Liquid Z6 Plus mengusung layar FHD 5.5 inci dengan resolusi 1080 x 1920 pixel dan lapisan kaca 2.5D curved. Tombol Home-nya dapat berfungsi sebagai sensor pemindai sidik jari. Acer Liquid Z6 Plus mengusung prosesor chipset MediaTek MT6753 dengan CPU quad-core 1,3 GHz Cortex-A53 dan GPU Mali-T720.

Smartphone itu menggunakan RAM DDR3 3GB dan memiliki memori internal sebesar 32 GB dan slot microSD up to 128GB. Acer Liquid Z6 Plus mengusung sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dan fitur-fitur lainnya seperti dual SIM, 4G LTE, Wi-Fi, Bluetooth 4.0, GPS dan baterai berkapasitas 4.080 mAh seperti dilansir Phone Arena.

Untuk fotografi, Acer Liquid Z6 Plus mengusung kamera belakang 13 megapixel dengan LED flash, serta kamera depan 5 megapixel. Acer akan menghadirkan Acer Liquid Z6 Plus di kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah dan Afrika) pada Desember 2016 dengan banderol 249 Euro atau sekitar Rp3,6 Jutaan.

Acer Iconia Talk S
Acer Iconia Talk S

Sementara itu Acer juga memperkenalkan sebuah tablet Acer Iconia Talk S berlayar 7 inci yang mampu melakukan panggilan telepon. Tablet itu menawarkan layar 7 inci dengan resolusi HD 720p dan chipset MediaTek MT8735 dengan CPU quad-core serta RAM 2GB.

Tablet itu juga menawarkan pilihan memori internal dengan kapasitas 16 GB atau 32 GB serta teknologi 4G LTE. Tablet Acer Iconia Talk S juga menawarkan kamera utama 13 megapixel dan kamera depan 2 megapixel. Tablet itu berjalan pada OS Android Marshmallow lengkap dengan aplikasi bawaan dari Acer.

Acer membanderol Acer Iconia Talk S dengan harga mulai dari US$190 atau Rp2,5 jutaan.

IFA 2016: Acer Predator 21 X, Laptop Layar Lengkung Pertama di Dunia

Acer Predator X21 1
Acer Predator X21 1

Acer resmi meluncurkan Acer Predator 21 X, laptop berlayar lengkung pertama di dunia dalam ajang IFA 2016 di Berlin, Jerman.

Acer Predator 21 X mengusung layar lengkung 21 inci beresolusi 2560 x 1080 pixel dan menyasar para penggila game di dunia. Acer Predator 21 X mengusung dua kartu grafis Nvidia GTX 1080, prosesor terbaru Intel Generasi ke-7 Kaby Lake.

Selain itu, Acer juga menyertakan 4TB SSD storage dan empat DD4 selot di atas RAM 64 GB, seperti dilansir BBC.

Acer Predator X21 2
Acer Predator X21 2

Acer Predator 21 X menggunakan teknologi pelacak pandangan mata Tobii. Dengan teknologi pelacak pandangan Tobii, Acer Predator 21 X bisa menyasar target hanya dengan melihat ke arah objek yang di sasar sehingga tangan bisa bebas bergerak di antara keyboard dan mouse.

Acer Predator 21 X memiliki lima kipas yang bisa menjaga suhu laptop tetap dingin dan membuat Anda bermasin selama berjam-jam. Sayangnya, laptop itu memiliki bobot 8 kilogram yang kurang mengasyikan jika dibawa mobile.

Meskipun belum membocorkan harganya, rumor yang beredar Acer Predator 21 X dibanderol 6.000 pounds sterling atau sekitar Rp104 juta.

Dari sisi suara, Acer Predator 21 X mengusung speaker SoundPound 4.2+ yang berkolaborasi dengan Dolby Audio. Keunikan lainnya, papan ketiknya memiliki lampu RGB backlight di setiap tombolnya. Keyboard-nya dapat ditekuk dan diubah menjadi touchpad.

IFA 2016: Asus Hadirkan Zenpad 3S 10 dan ZenWatch 3

Asus Luncurkan ASUS ZenPad 3s 10 IFA 2016
Asus Luncurkan ASUS ZenPad 3s 10 IFA 2016

Asus resmi meluncurkan tablet Asus Zenpad 3S 10 dan smartwatch Asus Zenwatch 3 dalam ajang pameran teknologi IFA 2016 di Berlin, Jerman.

Komputer tablet Asus ZenPad 3S 10 menawarkan dimensi layarnya 9,7 inci dengan panel IPS dan resolusi 1.536 x 2.048 pixel. Asus mengklaim tablet itu memiliki bezel paling tipis di dunia yaitu 5,32 mm dengan bodi berbahan aluminum dengan berat 430 gram dan ketebalan 5,8 mm.

Dari jantung pacu, tablet Asus itu menggunakan prosesor MediaTek MT8176 enam core, RAM 4 GB dengan dua pilihan media penyimpanan 32 atau 64 GB. Asus ZenPad 3S 10 memiliki dua speaker yang mempunyai teknologi SonicMaster 3.0.

Saat ini Asus ZenPad 3S 10 masih menggunakan OS Android 6.0 Marshmallow dengan personalisasi ZenUI tetapi pengguna bisa meng-upgradenya ke Android 7.0 Nougat. Untuk kamera, Asus memasang kamera utama 8 megapixel dan kamera depan 5 megapixel seperti dikutip Phone Arena.

Asus ZenPad 3S 10 mempunyai baterainya berkapasitas 5.900 mAh yang bisa diisi ulang dengan teknologi Quick Charge 3.0. Asus membanderol ZenPad 3S 10 dengan harga 379 euro atau sekitar Rp5,6 juta. Soal aksesori, Asus kan menjual pena Z Stylus secara terpisah.

Asus ZenWatch 3
Asus ZenWatch 3

Sementara itu, Asus meluncurkan ZenWatch 3 di IFA 2016 dengan desain bulat bukan kotak seperti jam pintar sebelumnya. Asus ZenWatch3 memiliki layar AMOLED 1,39 inci dengan resolusi 400 x 400 pixel. Layarnya mempunyai kepadatan 287 ppi, lebih tajam dari Moto 360 2nd gen dan hampir sama dengan Huawei Watch.

Asus ZenWatch 3 memiliki ketebalan hanya 9,95 mm, sedikit lebih tipis dibanding Apple Watch. Asus ZenWatch3 mengusung prosesor Snapdragon 2100 dengan RAM 512 MB dan memori 4GB.

Casing Asus ZenWatch 3 terbuat dari stainless steel dan tersedia dalam tiga pilihan warna yaitu gunmetal atau hitam, perak dan rose gold. Asus ZenWatch memiliki baterai 341 mAh yang dapat bertahan hingga dua hari.

Untuk ketersediaan, Asus Zenwatch 3 akan tersedia di Amerika Serikat dan Jerman pada Oktober dengan banderol USD255 atau sekira Rp3.393.659 seperti dilansir The Verge.

Asus ZenWatch 3 dilengkapi mempunyai teknologi “HyperCharge” yang dapat mengisi baterai hingga 60 persen hanya dalam waktu 15 menit. Untuk mengisi baterai, smartwatch itu menggunakan port magnetik. Selain itu, smartwatch Asus ZenWatch 3 memiliki aksesori baterai ekstra.

Asus ZenWatch 3 memiliki fitur untuk melacak beberapa kegiatan olahraga sederhana seperti berlari, push-up dan sit-up.

Prosesor Intel ‘Kaby Lake’ Lebih Hemat Daya dan Mampu Putar Video 4K

Intel Kaby Lake 1
Intel Kaby Lake 1

Intel meresmikan prosesor desktop dan laptop Core i Generasi ke-7 dengan nama sandi “Kaby Lake” yang merupakan penyempurnaan dari prosesor seri sebelumnya, Skylake (Core i Generasi ke-6).

Kaby Lake menawarkan 10 kali lebih hemat daya dibandingkan prosesor Intel Core i generasi pertama dan 8 kali lebih hemat daripada Skylake. Pengolah grafis (GPU) yang terintegrasi di dalamnya juga lebih bertenaga dan dirancang agar mampu memutar video 4K dan video 360 derajat serta memiiki dukungan codec HEVC 10-bit.

Kaby Lake mendukung berbagai macam interface modern seperti Thunderbolt 3, HDCP 2.2, dan USB Type-C. Kaby Lake sendiri akan tersedia dalam berbagai varian seri prosesor Core M, Core i3, Core i5, dan Core i7.

Para vendor komputer akan mulai menjual produk berbasis Kaby Lake pada September mendatang, seperti dilansir The Verge.

Dalam sesi demonya, Intel memamerkan dua buah PC all-in-one dengan prosesor Kaby Lake terbaru yang bisa menjalakankan game “Overwatch” dan bisa melakukan tugas berat seperti video encoding.

Sama seperti lini Skylake, lini prosesor ULV Kaby Lake juga akan dibagi dalam tiga kategori. Pertama adalah Y-series (Core M) untuk notebook 2-in-1. Kemudian terdapat U-series untuk ultrabook, dan H-series untuk laptop gaming.

Sementara itu prosesor Kaby Lake seri U akan menggunakan konfigurasi quad-core dengan konsumsi daya 15W dan Kaby Lake seri H akan mengonsumsi daya sebesar 18W.

IFA 2016: Samsung Luncurkan Duet Smartwatch Gear S3 Frontier dan Classic

Samsung Gear S3 Classic dan Frontier 2
Samsung Gear S3 Classic dan Frontier 2

Samsung resmi meluncurkan dua model smartwatch terbarunya Samsung Gear S3 Frontier dan Samsung Gear S3 Classic dalam ajang pameran teknologi IFA 2016 di Berlin, Jerman.

Younghee Lee (Executive Vice President of Global Marketing, Mobile Communications Business at Samsung) mengatakan Samsung Gear S2 telah mengalami peningkatan yang luar biasa dalam kategori jam pintar seperti dapat mengenali wajah pengguna dan lapisan bezel di sekelilingnya. Samsung pun terus menciptakan inovasi baru dengan Samsung Gear S3.

“Dengan Gear S3 terbaru, kami menambahkan koleksi Gear dan memperkenalkan sebuah jam pintar yang hebat. Gear S3 merupakan amunisi luar biasa untuk portofolio smartwatch kami dengan fitur yang cerdas dan desain yang elegan,” katanya seperti dilansir Express.

Desain Samsung Gear S3 Frontier terlihat lebih macho dan maskulin menyasar pengguna yang berjiwa bebas dan petualang. Sebaliknya, desain Samsung Gear S3 Classic lebih elegan dan mewah sangat cocok untuk pergelangan tangan para eksekutif muda dan bos perusahaan.

Samsung Gear S3 Classic dan Frontier 1
Samsung Gear S3 Classic dan Frontier 1

Samsung Gear S3 Frontier memiliki chip selular sendiri dan mendukung konektivitas 3G atau 4G serta mampu terhubung dengan smartphone. Samsung Gear S3 Frontier bisa beroperasi mandiri untuk melakukan panggilan ataupun akses data. Sedangkan, Samsung Gear S3 Classic hanya memiliki Wi Fi/Bluetooth seperti dikutip Reuters.

“Frontier lebih sporty sedangkan Classic lebih elegan, minimalis, dan stylish,” kata Samsung.

Samsung membekali Samsung Gear S3 Frontier dan Samsung Gear S3 Classic dengan sertifikasi IP68 sehingga tahan air dan debu.

Kedua Samsung Gear S3 terbaru itu memiliki layar 1,3 inci dengan bezel di sekelilinginya dan memiliki fitur Always On seperti handset Galaxy S7 sehingga layar dapat tetap menyala sepanjang waktu dengan konsumsi daya rendah.

Samsung memasang lapisan Gorila Glass SR+ pada kedua smartwatch terbaru tersebut dan Samsung mengklaim lapisan layarnya sekuat safir. Samsung Gear S3 Frontier dan Classic mengusung fitur GPS, baterai 380 mAh, bluetooth 4.2, RAM 768 MB, prosesor dual core, wireless charging, serta sistem operasi buatan Samsung, Tizen.

“Fitur GPS memungkinkan Anda memonitor kesehatan Anda setiap hari,” ujar Samsung.

Samsung Gear S3 Classic dan Frontier 3
Samsung Gear S3 Classic dan Frontier 3

Baterainya, mampu bertahan sampai 4 hari yang merupakan kemajuan cukup pesat dari generasi sebelumnya.

Hebatnya, Samsung Gear S3 bisa terintegrasi dengan smartphone Android yang menjalankan Android 4.4 KitKat dan mempunyai RAM minimal 1,5 GB. Kedua smartwatch Samsung terbaru itu juga mendukung teknologi Near Field Communication (NFC) dan layanan pembayaran Samsung Pay.

Hal itu memungkinkan Anda menerima dan menolak panggilan suara melalui kedua smartwatch baru tersebut. Uniknya, Anda bisa mematika alarm tanpa perlu menyentuhnya. Samsung akan mulai memasarkan Samsung Gear S3 Frontier dan Samsung Gear S3 Classic pada kuartal IV 2016.

Modus Operandi Apple Gelapkan Pajak di Irlandia, Buat Perusahaan Fiktif

apple building

“Tidak ada yang suka membayar pajak”, adagium itu sangat cocok menggambarkan polemik yang menimpa Apple di Eropa. Meskipun memiliki keuntungan yang besar, Apple masih saja menggelapkan pajaknya.

Komisaris Persaingan Usaha Uni Eropa berhasil mengendus aksi kotor Apple tersebut dan meminta Apple kembali membayar kekurangan pajak lebih dari 13 miliar euro ($14,5 miliar) ke Republik Irlandia.

Di bawah undang-undang Uni Eropa, otoritas pajak nasional tidak boleh memberikan keuntungan pajak kepada perusahaan-perusahaan yang dipilihnya sendiri-sendiri. Uni Eropa memandang pemerintah Irlandia memberikan bantuan keringanan pajak yang tidak sah. Akibatnya, Apple bisa membayar pajak dalam jumlah lebih kecil dibandingkan perusahaan lain.

“Negara anggota tidak boleh memberikan tax benefit ke perusahaan tertentu. Ini adalah tindakan ilegal di bawah peraturan Uni Eropa,” kata Margrethe Vestager (Komisaris Komisi Eropa) seperti dilansir BBC.

Irlandia memiliki rate pajak perusahaan sebesar 12,5 persen, tetapi Irlandia memperbolehkan Apple membayar hanya 1 persen dari keuntungannya pada 2003. Tahun 2014 lalu, persentase pajak itu menciut lebih jauh hingga menjadi 0,005 persen.

Menurut Uni Eropa, peraturan itu dibuat oleh pemerintah Irlandia pada 1991 dan 2007 untuk mengizinkan Apple meminimalkan tagihan pajak di Irlandia. Tahun lalu, Komisi Eropa memerintahkan Starbucks Belanda dan Fiat di Luksemburg untuk membayar kembali pajak sekitar 30 juta euro (sekitar Rp444 miliar).

Margrethe Vestager (Komisaris Komisi Eropa) dan Kepala Investigasi Penggelapan Pajak Apple di Eropa
Margrethe Vestager (Komisaris Komisi Eropa) dan Kepala Investigasi Penggelapan Pajak Apple di Eropa

Perusahaan Fiktif

Investigasi Uni Eropa mengungkapkan Apple Inc yang berbasis di California, AS, mendirikan dua perusahaan di Irlandia bernama Apple Sales International dan Apple Operations Europe.

Anehnya, perusahaan itu tidak memiliki karyawan atau kantor sungguhan. Namun, pemasukan yang dihasilkan Apple dari penjualan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mengalir ke kantor di Irlandia tersebut.

Kemudian, hasil keuntungan dan uang hasil penjualan di Eropa itu dikirimkan ke Amerika Serikat, seperti disadur dari The Guardian.

Tentunya, Apple dan Pemerintah Irlandia menyatakan tidak setuju dengan ketetapan Komisi Eropa dan berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut. Apple menyebut keputusan Komisi Uni Eropa sebagai aksi yang membahayakan bagi investasi dan penciptaan lapangan kerja di Uni Eropa.

“Komisi Eropa mengabaikan aturan pajak Irlandia. Ini akan berdampak membahayakan bagi investasi dan penciptaan lapangan kerja di Eropa. Apple selalu taat hukum dan membayar pajak di manapun kami beroperasi. Kami akan mengajukan banding dan yakin keputusan itu akan dibatalkan,” sebut Apple dalam sebuah pernyataan.

Hal senada dikatakan Michael Nooan (Menteri Keuangan Irlandia) mengatakan pendapat senada. “Saya tidak setuju dengan Komisi Eropa. Keputusan itu membuat saya tidak memiliki pilihan selain mencari dukungan kabinet untuk banding. Ini penting untuk mempertahankan sistem perpajakan kita dan memberi kepastian bisnis bagi investor dan pasar,” ujarnya.

Reaksi Amerika Serikat

Departemen Keuangan AS menuding Uni Eropa menggunakan kriteria yang berbeda untuk mengkaji kasus-kasus yang melibatkan perusahaan-perusahaan AS, dan memperingatkan bahwa ancaman denda itu sangat mengganggu.

“Kami percaya bahwa evaluasi pajak oleh Komisi Eropa tidak adil dan berlawanan dengan prinsip hukum. Kami mempertanyakan regulasi pajak dari negara-negara anggotanya,” kata US Treasury dalam sebuah pernyataan.

Charles Schumer, (Senator Senior Partai Demokrat AS) berang dan menuduh Komisi Eropa sengaja memeras uang dari perusahaan-perusahaan asal AS. “Ini tidak adil, Uni Eropa menahan kemampuan kami untuk berkompetisi secara fair di Eropa,” ujar Schumer.

Jumlah kekurangan pajak senilai 13 miliar euro ($14,5 miliar) sangatlah kecil bagi Apple. Jumlah itu hanyalah 5 persen dari persediaan uang tunai dan investasinya yang berjumlah USD 232,4 miliar pada Juni lalu.

Sony dan Panasonic Kembangkan TV 8K untuk Olimpiade Tokyo 2020

Ilustrasi TV 8K
Ilustrasi TV 8K

Sony dan Panasonic akan menjual televisi dengan resolusi 8K sekaligus menyambut Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang.

Sebelumnya, stasiun televisi asal Jepang NHK telah menjajal televisi 8K pada awal Agustus 2016 untuk menyiarkan konten Olimpiade Rio 2016. NHK untuk kembali menyiarkan konten Olimpiade Tokyo 2020 dengan menggunakan televisi 8K. Namun kali ini tujuannya tak lain adalah untuk komersialisasi.

TV 8K menawarkan resolusi 7.680 x 4.320 pixel dan tingkat ketajamannya empat kali lipat dibanding televisi 4K dan 16 kali lipat lebih tajam dari resolusi 1080p. Televisi 8K juga menyodorkan 22,2 channel audio seperti dikutip Ubergizmo.

TV 4K masih memiliki masalah di beberapa sistem yang masih menayangkan kualitas gambar 1080p yang notabene adalah kualitas gambar milik TV 2K. Dengan hadirnya, televisi 8K akan memiliki ketajaman gambar empat kali lipat dari 4K dan 16 kali lipat dari 1080p.

Sony dan Panasonic masih memikirkan pelanggan tertarik membeli TV 8K dengan harga yang lebih terjangkau

IFA 2016: Rilis Moto Mods, Lenovo Gandeng Hasselblad dan JBL

david2
David Roman (Chief Marketing Officerand Senior Vice President Lenovo) menjelaskan produk-produk Moto Mods kepada para wartawan di Berlin, Rabu (31/8).

Berlin, InfoKomputer. Selain meluncurkan Moto Z da Moto Z Play sehari sebelum ajang IFA 2016 dimulai, Lenovo juga merilis Moto Mods. Via Moto Mods, Lenovo mencoba meningkatkan kemampuan Moto Z dan Moto Z Play agar bisa digunakan sesuai dengan keinginan penggunanya. Menurut Lenovo, Moto Mods akan bisa memenuhi kebutuhan penggunanya, mulai dari hal yang mendukung pekerjaan, sampai mendukung hobi dan hiburan.

Moto Mods sendiri terdiri dari beberapa modul, yakni Hasselblad True Zoom, speaker JBL SoundBoost, Incipio offGrid Power Pack, Moto Style Shell, serta Moto Insta-Share Projector.

Dengan Hasselblad True Zoom Moto Mod (seharga US$299 atau €299), pengguna Moto Z dan Moto Z Play akan bisa memotret dengan zoom optis 10 kali dalam format RAW. Ini memungkinkan pengguna memotret objek tanpa mengalami kompresi atau sentuhan lain (layaknya jika menyimpan gambar dalam format JPG). Gambar yang disimpan dalam format RAW ini akan bisa diolah lebih lanjut menggunakan aplikasi penyunting gambar untuk berbagai keperluan. Sementara lampu kilat berbasis Xenon yang ada pada Hasselblad True Zoom akan memungkinkan pengguna memotret objek meskipun suasana sekitarnya dalam keadaan gelap atau temaram.

Untuk menikmati konten HD dalam Moto Z Play dan Moto Z, pengguna bisa memanfaatkan Moto Insta-Share Projector. Dengan produk ini, pengguna akan bisa menayangkan film, hasil pemotretan, atau tayangan lain dari Moto Z atau Moto Z Play ke dinding atau ke langit-langit seperti halnya proyektor umumnya. Produk ini mampu menayangkan gambar atau film dengan ukuran proyeksi sampai 70 inci, Ini membuatnya cukup besar dan cocok untuk berbagi tayangan dengan keluarga atau menjadi media presentasi yang praktis dan ringkas. Produk ini juga memiliki pengaturan layaknya proyektor lain, yakni pengaturan posisi layar dan kecerahan.

Yang tidak kalah menarik adalah drilisnya speaker JBL SoundBoost. Dengan speaker ini, pengguna akan bisa menikmati musik dengan baik bersama teman dan keluarga. Selain itu, produk ini juga dilengkapi denga kickstand, yang berfungsi sebagai penyangga Moto Z atau Moto Z Play saat dipasangi perangkat ini.

.

Review Smartphone