05 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 5, 2016

Pengguna Bisa Bayar Layanan Grab dengan Poin Kartu Kredit Citibank

Ilustrasi Grab dan Citi
Ilustrasi Grab dan Citi

Citi dan Grab mengumumkan kemitraan di lima negara di kawasan Asia Pasifik yang menawarkan cara mudah dan cepat bagi para pemegang kartu kredit Citibank untuk membayar biaya perjalanan mereka dengan poin kartu kredit Citibank.

Layanan itu akan tersedia di Singapura dan Filipina, kemudian disusul dengan Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam waktu dekat.

Sebagai tahap awal, pelanggan yang menambahkan kartu kredit Citi ke dalam platform pembayaran GrabPay akan menerima potongan harga pada perjalanan pertamanya. Sedangkan pelanggan Grab yang mendaftarkan kartu kredit Citi melalui kerja sama itu dapat perjalanan gratis dengan nilai mencapai US$50.

Selanjutnya, para pelanggan dapat membayar biaya perjalanan Grab mereka menggunakan poin kartu kredit. Para pemegang kartu kredit Citibank yang menggunakan kartu kredit Citi miliknya di GrabPay akan menerima SMS dari Citi untuk mengonfirmasi apakah mereka ingin menggunakan poinnya untuk membayar biaya perjalanan.

Setelah mengirimkan balasan persetujuan, penukaran akan terjadi secara otomatis dan tercantum dalam tagihan bulanan pelanggan.

Joel Yarbrough (Head of Payments and Commerce Product, Grab) melihat semakin banyak pelanggan Grab yang memilih pembayaran nontunai dengan mengadopsi GrabPay.

“Layanan inovatif dapat meningkatkan kenyamanan pembayaran nontunai bagi lebih banyak konsumen. Kemitraan ini menjadi yang pertama bagi Citi dalam mengintegrasikan kartu kreditnya dengan aplikasi layanan transportasi,” kata Joel.

Anand Selva (Head of Asia Pacific Consumer Banking, Citi) mengatakan integrasi layanan Citi ke dalam aplikasi Grab dapat mendorong pertumbuhan bisnis kartu kredit melalui akuisisi baru dan peningkatan loyalitas pelanggan.

“Strategi consumer banking kami adalah menjadi bank digital terdepan di dunia yang memberikan pengalaman konsumen tak tertandingi dalam ekosistem-ekosistem digital utama,” tukasnya.

 

Go-Jek Jadi Mentor Tech Engineer dan Startup Lokal Yogyakarta

gojek-kolase

Go-Jek dan komunitas UnitedUX mengadakan acara UX Meetup untuk berdiskusi bersama para startup lokal dan designer UX (User Experience) di Yogyakarta. Diskusi itu berlangsung di Go-Jek Tech Valley (GTV), markas para tech engineer Go-Jek.

Selama ini, GTV telah menjadi ruang bertemunya anak-anak muda untuk berkolaborasi dalam mengembangkan ide-ide kreatif terkait inovasi teknologi.

“Acara ini bertujuan untuk menginspirasi dan mendorong start-up dan para tech engineer lokal dalam mengembangkan aplikasi,” kata Monika Halim (Vice President UX Design, Go-Jek) dalam siaran persnya.

Acara itu dihadiri oleh dua narasumber yaitu Monika Halim (Vice President UX Design, Go-Jek) dan Arum Kusalawicitra (UX Researcher, Go-Jek) yang berperan sebagai mentor bagi pelaku startup lokal dan designer UX. Keduanya berbagi mengenai pengalamannya dalam membangun UX bagi aplikasi Go-Jek.

“Kami berikan tips menghadapi tantangan-tantangan untuk startup lokal, tren-tren terbaru dalam dunia teknologi aplikasi, pemahaman atas karakter pengguna teknologi Indonesia dan peran UX dalam mengubah kehidupan orang banyak orang,” ucapnya.

Monika mengatakan Go-Jek senang bisa ikut berkontribusi di acara diskusi UX Meetup karena Go-Jek bisa berbagi pengalaman dan ilmu kepada para startup lokal dan designer UX di Yogyakarta.

Go-Jek berkomitmen untuk mengembangkan industri kreatif berbasis teknologi, salah satunya dengan membangun kualitas dan kapabilitas para pelaku industri, termasuk para tech engineer lokal.

Bing Salah Terjemahkan ‘Daesh’ Jadi Arab Saudi

Bing Salah Terjemahkan Daesh jadi Arab Saudi
Bing Salah Terjemahkan Daesh jadi Arab Saudi

Microsoft meminta maaf kepada kerajaan Arab Saudi lantaran layanan penerjemah di mesin pencarinya Bing menerjemahkan kata “Daesh” menjadi Arab Saudi. Daesh merupakan bahasa Arab yang lazim digunakan di Timur Tengah untuk menyebut kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sebelumnya, para pengguna media sosial di Arab Saudi mengecam Microsoft dan mengajak warga untuk memboikot produk-produk Microsoft lantaran salah menerjemahkan Arab Saudi menjadi “Daesh”.

Mamdouh Najjar (Wakil Presiden Microsoft untuk Arab Saudi) telah meminta maaf kepada kerajaan dan rakyat Saudi. “Sebagai seorang pegawai (Microsoft), saya secara pribadi meminta maaf kepada rakyat dan negara Saudi atas kesalahan ini,” kata Najjar seperti dikutip The Guardian.

Jika diterjemahkan bebas, Daesh bisa berarti sebagai penindas. ISIS sendiri membenci dan mengancam memotong lidah orang yang menyebut mereka sebagai “Daesh”.

Najjar menjelaskan kekeliruan itu disebabkan Bing mengandalkan keterlibatan atau masukkan dari pengguna (crowdsource). Bing bisa mempromosikan sebuah terjemahan alternatif secara otomatis jika kata tersebut dianjurkan oleh lebih dari 1.000 pengguna.

“Bing bisa dimanipulasi oleh para penggunanya, jika Microsoft tidak melakukan koreksi atau penyuntingan secara manual,” ujarnya.

Saat ini Microsoft telah memperbaiki kesalahan di Bing dan kata “Daesh” sudah tidak lagi berarti “Arab Saudi”.

Samsung Galaxy J7 Prime, Versi Upgrade dari Galaxy J7 dengan Bodi Logam

Samsung Galaxy J7 Prime
Samsung Galaxy J7 Prime

Samsung meluncurkan smartphone terbarunya Samsung Galaxy J7 Prime yang menyasar pasar menengah dengan spesifikasi yang lebih canggih dari varian sebelumnya, Samsung Galaxy J7.

Samsung Galaxy J7 Prime mengusung bodi dengan balutan logam sehingga tampak lebih elegan, berbeda dengan Samsung Galaxy J7 yang menggunakan plastik sebagai bodinya.

Samsung Galaxy J7 Prime mengusung layar 5,5 inci dengan resolusi full HD 1080p dan Gorilla Glass 4, sedangkan Galaxy J7 standar cuma beresolusi 720p. Samsung pun menyematkan teknologi pemindai sidik jari untuk meningkatkan fitur keamanannya.

Samsung Galaxy J7 Prime mengusung prosesor Exynos 7870 octa-core 1,6 GHz, RAM 3 GB dan penyimpanan internal berkapasitas 32 GB serta tambahan slot microSD.

Samsung Galaxy J7 Prime 1
Samsung Galaxy J7 Prime 1

Untuk fotografi, Samsung Galaxy J7 Prime mengusung kamera belakang 13 megapixel dengan aperture f 1,9 dan kamera depan 8 megapixel dengan lensa wide-angle yang dapat dikontrol melalui gerakan off-screen.

Samsung yang berjalan pada sistem operasi Android Marshmallow itu menggunakan baterai 3.300 mAh. Samsung Galaxy J7 Prime dibanderol 280 dollar AS atau senilai Rp3,7 jutaan, seperti dilansir Phone Arena.

Saat ini Samsung baru memasarkan Samsung Galaxy J7 Prime di Vietnam. Apakah akan hadir di Indonesia? Kita tunggu saja.

ISCF 2016: Beragam Solusi Smart City dari Siemens, Lintasarta, Indosat Ooredoo, dan Dell

160901000001

Menghadirkan smart city bukan hanya memerlukan inisiatif dari pemerintah, melainkan juga perlu didukung oleh pihak-pihak lain seperti masyarakat, dan yang tak kalah penting, perusahaan swasta sebagai vendor penyedia teknologi.

Pada gelaran Indonesia Smart City Forum (ISCF) 2016 @Bandung, selain pemaparan dari pemimpin kota serta para ahli, para produsen teknologi pun turut serta memamerkan beragam solusi smart city yang bisa diaplikasikan untuk menghadirkan smart city.

Siemens Indonesia

Sebagai perusahaan yang telah lama berkonsentrasi di segmen perangkat-perangkat industrial, Siemens menghadirkan solusi smart city yang menyeluruh.

Siemens menghadirkan solusi transportasi seperti traffic control system hingga kendaraan yang telah dilengkapi dengan beragam teknologi pintar seperti bis dan kereta pintar. Selain itu, Siemens juga menyediakan solusi lain seperti teknologi manajemen gedung untuk menghadirkan teknologi yang lebih lengkap di sebuah bangunan, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energinya.

Pihak Siemens menyatakan, solusi-solusi yang ditawarkannya bisa diadopsi sesuai dengan keperluan spesifik suatu kota, serta bisa diintegrasikan dengan solusi lainnya.

Lintasarta

Penanganan masalah dalam sebuah smart city umumnya dilakukan dengan menghadirkan aplikasi untuk mengatasi masalah-masalah spesifik.

Untuk memudahkan integrasi berbagai aplikasi serta pemantauan, Lintasarta menghadirkan sebuah dashboard dengan dukungan dari IBM Intelligent Operations Center. Dashboard ini akan menggabungkan aplikasi-aplikasi yang ada ke dalam satu tampilan yang lebih lengkap untuk memudahkan pemantauan. Dashboard ini juga akan menampilkan notifikasi apabila terdapat suatu hal atau masalah yang muncul.

Indosat Ooredoo

Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo menyediakan beragam solusi untuk mewujudkan smart city di sebuah kota. Sebagai contoh, Indosat Ooredoo menyediakan solusi untuk e-government. Solusi tersebut terdiri dari portal pemerintahan dan dilengkapi dengan berbagai aplikasi untuk berbagai kebutuhan seperti aplikasi untuk warga, aplikasi untuk RT/RW, aplikasi untuk kelurahan atau desa, serta aplikasi untuk kecamatan hingga kota. Selain itu Indosat Ooredoo juga menyediakan dashboard untuk smart city monitoring.

Indosat Ooredoo juga bekerjasama dengan Lintasarta untuk menyediakan solusi City-care yang berbasis cloud. Arsitektur solusi ini sudah lengkap, meliputi lapisan infrastruktur seperti jaringan dan data center, lapisan data dengan pemodelan data yang dikenal umum (open data), dan lapisan API (Application Program Interface) yang bisa dibuka kepada para pengembang aplikasi. Di atasnya, ada lapisan aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh pihak ketiga dengan memanfaatkan data-data milik pemerintah.

Dell

Mendukung berbagai inisiatif dari pengembang dan produsen teknologi lainnya, Dell bekerjasama dengan beberapa mitranya menghadirkan solusi-solusi untuk mendukung perwujudan smart city. Sebagai contoh, Gorilla Technology menggunakan solusi perangkat keras dari Dell dalam menghadirkan perangkat untuk video monitoring dan analytics.

Andrew Gotama (Project Manager, Southeast Asia, Gorilla Technology) mengatakan bahwa solusi video monitoring dan analytics ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi wajah manusia serta pelat nomor kendaraan bermotor. Ia mencontohkan, solusi ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk melancarkan program pembatasan pelat nomor ganjil dan genap yang mulai diaplikasikan di Jakarta.

Smartphone di Meja Kerja Bisa Turunkan Produktivitas Pekerja

Smartphone-desk

Meskipun smartphone dapat membantu kita untuk berkomunikasi dengan rekan kerja, mengelola e-mail, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan pada saat mobile, di sisi lain smartphone juga dapat menurunkan produktivitas ketika bekerja.

Fakta ini berdasarkan pada hasil penelitian psikologis terbaru oleh Universitas Würzburg and Nottingham Trent, atas permintaan Kaspersky Lab.

Penelitian ini menggali korelasi antara tingkat produktivitas dan jarak antara peserta dengan smartphone mereka. Ketika smartphone mereka dibawa pergi, kinerja peserta meningkat sebesar 26 persen. Penelitian dilakukan dengan menguji perilaku 95 orang yang berusia antara 19 hingga 56 tahun di laboratorium Universitas Würzburg dan Nottingham-Trent.

Peneliti meminta partisipan untuk menguji konsentrasi mereka di empat situasi yang berbeda, yaitu: dengan smartphone di dalam saku, di atas meja, terkunci di laci dan dipindahkan dari ruangan tersebut.

Hasilnya cukup signifikan. Tes menunjukkan bahwa konsentrasi terendah terjadi pada saat smartphone berada di atas meja. Namun dengan bertambahnya jarak antara partisipan dengan ponsel pintar, kinerja mereka meningkat. Secara keseluruhan, hasil tes 26% lebih tinggi ketika ponsel mereka dipindahkan dari ruangan tersebut.

Berbanding terbalik dengan ekspektasi, ketiadaan smartphone tidak membuat partisipan merasa gelisah. Tingkat kegelisahan stabil selama penelitian berlangsung. Pada umumnya, wanita lebih gelisah dibanding rekan pria mereka, namun para peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kegelisahan tidak dipengaruhi oleh smartphone (atau ketidakhadiran smartphone), tetapi lebih kepada permasalahan gender.

“Studi sebelumnya menunjukkan bahwa di satu sisi, seseorang yang terpisah dengan smartphone-nya menghasilkan efek emosional negatif, seperti peningkatan rasa gelisah, namun di sisi lain, studi mendemonstrasikan bahwa kehadiran smartphone dapat menjadi gangguan. Dengan kata lain, kehadiran dan ketidakhadiran smartphone dapat merusak konsentrasi,” tutur Jens Binder dari Universitas Nottingham Trent.

Hasil eksperimen berkorelasi dengan penemuan dari survei sebelumnya yang bernama “Digital Amnesia at Work”.

Dalam survei ini, Kaspersky Lab mendemonstrasikan bahwa perangkat digital dapat menghasilkan dampak negatif terhadap tingkat konsentrasi. Hal ini ditunjukkan, contohnya saat mengetik catatan ke perangkat digital selama rapat dapat menurunkan tingkat pemahaman tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam rapat tersebut.

“Alih-alih mengharapkan akses permanen ke smartphone mereka, produktivitas karyawan kemungkinan dapat ditingkatkan jika saja mereka memiliki waktu khusus untuk smartphone-free. Salah satu cara untuk melakukan ini dengan menerapkan ‘peraturan rapat’ – yaitu tidak boleh ada ponsel, dan tidak boleh ada komputer – di lingkungan kerja yang normal,” ujar Vladimir Zapolyansky (Head of SMB Marketing, Kaspersky Lab)

IFA 2016: Sony Rilis Xperia XZ dan Xperia X Compact

Sony Xperia XZ 1
Sony Xperia XZ 1

Sony memperkenalkan duet maut smartphone Xperia yaitu Xperia XZ dan Xperia X Compact dalam ajang IFA 2016, Berlin, Jerman. Sony Xperia XZ mengusung layar 5,2 inci dengan resolusi layar full HD (1.920 x 1.080) dan teknologi Bravia.

Untuk jantung pacunya, Sony Xperia XZ mengusung prosesor Snapdragon 820, RAM 3 GB.

Untuk fotografi, Xperia XZ mengusung kamera 23 megapixel dan kamera depan 13 megapixel. Xperia XZ hadir dengan desain ergonomis berjuluk “loop surface” dan mampu menawarkan kenyamanan digenggaman. Xperia XZ menawarkan ketebalan 8,1 mm, sedikit lebih tipis dibandingkan dengan pendahulunya dan bobot hanya 161 gram.

Selain itu, Xperia XZ juga menjadi perangkat pertama Sony yang menggunakan USB Type-C, seperti dilansir Phone Arena.

Sony Xperia XZ 2
Sony Xperia XZ 2

Xperia XZ memiliki sertifikasi IP68 sehingga antiair dan antidebu. Sony pun menyematkan kapasitas baterai 2.900 mAh pada Xperia XZ dengan tambahan fitur Quick Charge 3.0.

Software itu memungkinkan perangkat hanya terisi hingga 90 persen meski diisi selama semalaman dan melanjutkan pengisian saat perangkat mulai digunakan. Sony menjelaskan fungsi itu dapat mengurangi kerusakan cell baterai sehingga memiliki usia hidup yang lebih lama.

Sementara itu, Xperia X Compact mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 650, RAM 3 GB dan layar 4,6 inci (1.280 x 720). Untuk kameranya, Xperia X Compact menggunakan kamera 23 megapixel dan kamera depan 5 megapixel.

Sama seperti seri lainnya, ponsel itu juga menyematkan port USB Type-C dan memiliki kapasitas baterai sebesar 2.700 mAh. Sony menyebut Xperia XZ akan hadir Oktober mendatang dan Xperia X Compact akan dijual pada bulan ini.

IFA 2016: Huawei Luncurkan Nova dan Nova Plus

Huawei Nova IFA 2016 1
Huawei Nova IFA 2016 1

Huawei meluncurkan dua smartphone terbarunya Nova dan Nova Plus dalam ajang IFA 2016, Berlin, Jerman.

Smartphone Nova mengusung layar 5 inci dengan resolusi Full HD. Nova menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 625 2GHz, RAM 3 GB dan kapasitas memori internalnya 32 GB serta tambahan slot MicroSD 128 GB.

Smartphone Nova memiliki kapasitas baterainya 3.020 mAh.

Untuk fotografi, smartphone berbodi metal itu mengusung kamera utama berukuran 12 megapixel dengan aperture f/2.2 dan kamera depannya berukuran 8 megapixel dengan aperture f/2/0, seperti dilansir GSM Arena.

Huawei Nova IFA 2016 1
Huawei Nova IFA 2016 1

Sementara itu, Nova Plus memiliki bentang layar 5,5 inci dengan resolusi full HD. Jantung pacunya sama dengan Nova yaitu prosesor Qualcomm Snapdragon 625 2GHz, RAM 3 GB dan kapasitas memori internalnya 32 GB serta tambahan slot MicroSD 128 GB.

Huawei Nova Plus mengusung kamera belakang 16 megapixel dengan fitur optical image stabilization (OIS) dan kamera depannya 8 megapixel. Untuk baterainya, Nova Plus menawarkan kapasitas baterai hingga 4.000 mAh.

Kedua smartphone itu menggunakan USB-C, dual SIM Card dan menjalankan antar muka Emotion UI 4.1 berbasis Android Marshmallow serta fitur konektivitas LTE Cat.6. Huawei akan mulai memasarkan kedua smartphone-nya pada bulan ini dengan harga 400 euro atau sekitar Rp5,9 juta dan Nova Plus senilai 430 euro atau sekitar Rp6,3 juta.

Kedua smartphone itu mengusung bodi alumunium dan kaca 2.5D sehingga menawarkan kesan premium.

Huawei akan meluncurkan kedua smartphone itu dalam empat pilihan warna yaitu titanium gray, mystic silver, prestige gold untuk Nova Plus dan tambahan rose gold untuk Nova.

Review Smartphone