Arsip Harian: Sep 7, 2016

Asus Pasarkan Lima Tipe Zenfone 3 di Indonesia, Harga Mulai 2 Sampai 11 Jutaan Rupiah

asus zenvolution zenfone 3 indonesia
Joe Taslim dan Bunga Citra Lestari tampil sebagai brand ambassador Asus Zenfone 3 di panggung acara Zenvolution di Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu (7/9).

Asus tidak hanya meluncurkan smartphone Zenfone 3 dalam acara akbar bertajuk Zenvolution di Nusa Dua Convention Center, Bali, pada Rabu (7/9) siang. Pada kesempatan yang sama, Asus merilis empat tipe Zenfone 3 lainnya dengan spesifikasi dan fitur unggulan masing-masing.

Seperti sudah diketahui, Asus Zenfone 3 merupakan smartphone yang mengandalkan kemampuan fotografi. Dengan kamera utama 16 MP, bukaan f/2.0, dan teknologi PixelMaster, ponsel ini dapat menangkap gambar berkualitas tinggi, bahkan di kondisi cahaya temaram sekalipun. Kamera ini pun bisa merekam video berkualitas 4K.

Masih ada lagi fitur Optical Image Stabilizer (OIS), Electronical Image Stabilizer (EIS), dan TriTech autofocus untuk mengantisipasi goncangan dan mendapatkan hasil foto yang tajam.

Tapi, Zenfone 3–tanpa embel-embel–hanya satu dari lima tipe Zenfone 3 yang siap dipasarkan Asus Indonesia.

Empat tipe lainnya adalah Asus Zenfone 3 Max, Zenfone 3 Laser, Zenfone 3 Ultra, dan Zenfone 3 Deluxe.

Asus Zenfone 3 Deluxe dirancang sebagai smartphone flagship yang berada di kelas premium. Asus mengklaim ponsel ini sebagai yang pertama di dunia dengan desain antena tak terlihat (invisible-antenna) dan yang pertama di dunia dengan sensor kamera Sony IMX318 beresolusi 23 MP/16 MP.

Zenfone 3 Deluxe terdiri dari tiga varian, yakni Deluxe 5,5 inci, Deluxe 5,7 inci, dan Deluxe Special Edition juga dengan layar 5,7 inci.

Khusus Special Edition, fitur serbapertama itu masih ditambah dengan yang pertama di dunia untuk menggunakan kombinasi prosesor Qualcomm Snapdragon 821 dan GPU Adreno 530 serta RAM 6 GB dan ROM UFS2.0 256 GB.

Varian Deluxe 5,7 inci mengusung prosesor Snapdragon 820, RAM 6 GB, dan ROM UFS2.0 64 GB, sedangkan Deluxe 5,5 inci mengusung prosesor Snapdragon 625, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB.

Asus Zenfone 3 Deluxe 5,5 inci dijual di Indonesia dengan harga Rp6.099.000, Deluxe 5,7 inci seharga Rp9.099.000, sedangkan varian Special Edition dijual dengan harga Rp11.099.000.

Dalam presentasinya, Jerry Shen (CEO, Asus) membanggakan Zenfone 3 Deluxe karena memiliki spesifikasi yang lebih canggih dibandingkan kompetitor seperti Samsung Galaxy S7 Edge dan iPhone 6s Plus, tapi dengan harga lebih terjangkau.

zenfone-3-launch-news-970-80
Ilustrasi tiga di antara lima tipe Asus Zenfone 3.

Tipe selanjutnya adalah Asus Zenfone 3 Ultra. Dengan layar FHD 6,7 inci, ponsel ini mengemas 4K TV-grade Image Processor, Tru2Life+, Dual 5-Magnet Stereo Speakers, dan Hi-Res Audio + DTS HeadphoneX untuk performa multimedia yang istimewa. Masih ada pula kamera utama Sony IMX318 dengan resolusi 23 MP.

Berbekal prosesor Snapdragon 652, RAM 4 GB, ROM 64 GB, dan baterai 4.600 mAh, Zenfone 3 Ultra dipatok pada harga Rp8.099.000.

Kemudian, ada Asus Zenfone 3 Laser, smartphone dengan kemampuan laser autofocus pada kamera 13 MP-nya. Spesifikasinya meliputi layar 5,5 inci FHD, prosesor Snapdragon 430, RAM 4 GB, ROM 32 GB, dan baterai 3.000 mAh. Harganya sebesar Rp3.399.000.

Terakhir, ada Asus Zenfone 3 Max yang mengunggulkan kapasitas baterai ekstrabesar 4.100 mAh dan bisa berfungsi sebagai powerbank. Spesifikasinya meliputi layar 5,5 inci HD, prosesor Snapdragon 410, RAM 2 GB, ROM 16 GB, dan kamera utama 13 MP. Inilah jenis Zenfone 3 paling murah dengan harga Rp2.199.000.

Asus Zenfone 3 Meluncur di Indonesia dengan Harga 4 Jutaan Rupiah

Peluncuran Asus Zenfone 3 di Nusa Dua, Bali.
Peluncuran Asus Zenfone 3 di Nusa Dua, Bali.

Asus kembali menggebrak pasar smartphone Indonesia melalui produk teranyarnya, Zenfone 3. Penerus Zenfone 2 ini bahkan digadang-gadang bakal menjadi ujung tombak Asus selama satu tahun ke depan.

Berbekal kamera utama 16 MP dengan teknologi PixelMaster khas Asus, rasanya pantas jika Zenfone 3 diklaim sebagai smartphone kamera yang memiliki keandalan untuk kebutuhan fotografi.

Lensa kamera utama pada Zenfone 3 menggunakan aperture f/2.0 sehingga mampu menangkap cahaya yang cukup dalam kondisi remang-remang. Selain itu, seri ini juga mendukung perekaman video berkualitas 4K. Cocok untuk mereka yang hobi membuat film pendek.

Untuk jeroan, Zenfone 3 mengandalkan prosesor Qualcomm Snapdragon 625 octa core 64-bit 2 GHz. Untuk RAM tersedia dalam dua pilihan, 4 GB atau 3 GB, begitupun dengan storage tersedia pilihan 64 GB atau 32 GB.

Zenfone 3 mengusung desain bodi berbalut kaca yang dilindungi 2,5D Curved Gorilla Glass yang membuatnya semakin terlihat premium. Screen to body ratio-nya juga lebih baik daripada sebelumnya, yaitu di angka 77,3%. Framenya sendiri terbuat dari aluminium alloy yang juga merupakan bahan pembuat pesawat tempur.

Sementara itu, posisi Zencircle dari yang sebelumnya di bawah tombol navigasi kini menyatu dengan capacitive button. Sedangkan ketebalan bingkai (bezel) hanya 2,1 mm.  “Desain yang simetris sangat penting untuk keindahan,” sebut Rex Lee (APAC General Manager, Asus) di Nusa Dua, Bali pada Rabu (7/9).

Dari sisi sekuriti, Zenfone 3 juga sudah membenamkam fitur fingerprint scanner yang dilekatkan pada bagian belakang atas. Namun tidak seperti smartphone kebanyakan, pemindai sidik jari Zenfone 3 berbentuk lonjong dan bersanding dengan kamera utama yang dilengkapi fitur laser autofocus dan LED.

Fitur unggulan lainnya yaitu Quick Charge 3.0, Dual SIM 4G + 3G, Port USB Type-C, dan efisiensi energi hingga 35%.

asus zenfone 3 warna
Asus Zenfone 3 bisa diperoleh dalam empat pilihan warna.

Seperti pada seri-seri pendahulunya, di seri kali ini pun Asus kembali menyajikan Zenfone 3 dengan harga kompetitif.

Untuk Zenfone 3 dengan layar 5,2 inci, RAM 3 GB, dan ROM 32 GB, Asus membanderolnya dengan harga Rp4.099.000. Sedangkan Zenfone 3 dengan layar 5,5 inci, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB dipatok pada harga Rp5.099.000.

Asus Zenfone 3 bisa diperoleh dalam empat pilihan warna, yaitu Moonlight White, Aqua Blue, Shimmer Gold, dan Sapphire Black, serta sudah mulai dipasarkan di toko-toko retail maupun situs e-commerce ternama tanah air.

Pada acara peluncuran di Nusa Dua, Bali, itu Asus juga memperkenalkan dua brand ambassador untuk Zenfone 3, yaitu aktor Joe Taslim dan aktris Bunga Citra Lestari (BCL). Mereka pun berperan dalam iklan komersial Zenfone 3 yang syutingnya berlokasi di Warsawa, Polandia.

Lenovo Segera Luncurkan Moto X di Indonesia

Moto X 2016
Moto X 2016

Baru-baru ini, penggemar Motorola di Asia sangat senang setelah Lenovo telah meluncurkan seri ponsel Moto, termasuk Moto X Force, di Singapura pada pekan lalu. Peluncuran itu adalah bagian strategi Lenovo setelah membeli Motorola senilai US$2,91 miliar.

Lenovo telah meluncurkan seri smartphone Moto di Vietnam, Oktober tahun lalu, dan Thailand pada awal tahun ini. Lenovo juga menargetkan penjualan seri Moto X di Tiongkok, India, dan Indonesia.

Masalahnya, Lenovo harus memenuhi regulasi terkait tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di Indonesia, jika ingin menjual ponsel Motorola di Indonesia. “Ini akan memakan waktu, tetapi kami akan segera meluncurkan seri Moto X di Indonesia,” kata Sridhar Ramaswamy (Direktur Pemasaran Lenovo di Asia Pasifik).

Lenovo juga akan meningkatkan layanan purnajual, termasuk toko retail dan layanan servis. Kemudian, Lenovo akan menghadirkan portofolio smartphone yang banyak ke pasar, demikian CNET melaporkan.

“Ini bukan hanya masalah pembangunan infrastruktur tetapi juga ketersediaan varian ponsel. Daripada menghadirkan satu ponsel, kami meluncurkan enam sekaligus,” tukas Sridhar.

Dilema Pengembang Aplikasi, Pilih Android atau iOS?

iwic-10-android-vs-ios

Ada satu pertanyaan yang kerap menjadi dilema bagi para pengembang aplikasi. Lebih baik mana, membuat aplikasi Android atau iOS?

“Perang” di antara kedua sistem operasi mobile terpopuler itu memang sudah berlangsung dalam lima tahun terakhir. Tapi, pertanyaan dilematis itu masih saja sering terdengar dengan jawaban yang berbeda-beda, terutama apabila ditanyakan kepada fanboy atau penggemar fanatik salah satu platform.

Jika Anda memiliki ide aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat, segera ikuti kompetisi Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10. Informasi lebih lanjut, kunjungi http://iwic.indosatooredoo.com.

Sebuah artikel dalam situs Savvyapps mencoba memberi alternatif jawaban yang didasari pada beberapa faktor, seperti demografi pengguna, model pemasukan, siklus pembaruan, dan kelengkapan fitur-fitur, baik pada Android maupun iOS. Tentu ini di luar faktor kecakapan teknis dan selera pribadi pengembang.

Demografi Android vs iOS

Android saat ini memiliki jumlah pengguna paling banyak di seluruh dunia, khususnya di negara-negara berkembang dan negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Data IDC menunjukkan bahwa Android menguasai 87,6% pasar sistem operasi smartphone dunia, dengan iOS hanya memiliki 11,7%, serta sisa kurang dari 1% diperoleh Windows Phone, BlackBerry OS, dan lainnya.

Namun, iOS memunyai keunggulan di negara-negara maju dengan karakteristik pengguna yang memiliki tingkat pemasukan, jenjang pendidikan, dan kecenderungan mengeluarkan uang lebih tinggi.

Model Pemasukan Android vs iOS

Perbedaan karakter demografi pengguna Android dan iOS berdampak pula pada model pemasukan yang dialami rata-rata pengembang aplikasi. Aplikasi di Android lebih banyak mendapat pemasukan dari iklan, sedangkan aplikasi berbayar lebih laris di iOS. AppAnnie pernah merilis data bahwa total pendapatan aplikasi di Apple App Store lebih tinggi 70% daripada Google Play Store.

Gambaran negara-negara yang lebih banyak memiliki pengguna Android atau iOS.
Gambaran negara-negara yang lebih banyak memiliki pengguna Android atau iOS.

Siklus Pembaruan OS Android vs iOS

Meskipun Android bersifat open source, urusan pembaruan versi terbaru masih terikat kepada produsen smartphone dan operator telekomunikasi. Google tidak bisa memperbarui sistem operasi secara menyeluruh kepada semua pengguna karena harus melalui campur tangan pembuat perangkat. Akibatnya, versi Android yang ada di tangan para pengguna sekarang sangat bervariasi. Mulai dari Gingerbread, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean, KitKat, sampai Lollipop.

Berbeda dengan iOS yang proses pembaruan sepenuhnya bisa didistribusikan oleh Apple secara langsung. Lebih dari 80% perangkat iOS yang ada di pasar saat ini minimal mengandung iOS 8 yang dirilis pada 2014. Sebagai perbandingan, kurang dari 10% pengguna Android yang sudah memperoleh OS Lollipop yang juga dirilis pada 2014.

Konsekuensi bagi pengembang Android adalah harus membuat aplikasi yang kompatibel dengan beberapa versi Android serta menemui keterbatasan dalam mengeksplorasi fitur-fitur terbaru. Sedangkan pengembang iOS lebih bisa fokus membuat aplikasi yang mendukung sistem operasi terbaru karena tingkat penerimaannya lebih besar.

Fitur Aplikasi Android vs iOS

Karena bersifat open source, Android kerap lebih disukai pengembang karena menawarkan akses yang lebih jauh ke dalam “inti” sistem operasi. Pengembang pun lebih bebas berkreasi dengan API-API (Application Programming Interface) pada Android dibandingkan pada iOS.

Sementara itu, dari sisi keamanan, iOS dianggap lebih canggih daripada Android. Hal ini yang memicu Apple untuk bergerak lebih agresif di pasar enterprise, terutama dalam menyediakan aplikasi-aplikasi bisnis dan produktivitas. Di dunia kerja pun, para eksekutif dan teknisi umumnya lebih sering memakai perangkat iOS dibanding Android. Sehingga jika Anda ingin membuat aplikasi enterprise, sepertinya iOS lebih cocok bagi Anda.

Apakah pertanyaan dilematis soal memilih Android atau iOS sudah terjawab? Jika iya, segera ikuti kompetisi Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10. Informasi lebih lanjut, kunjungi http://iwic.indosatooredoo.com.

Robot Pintar dan Lucu Ini Jadi Pemandu Turis di Bandara Haneda, Tokyo

Robot Hitachi EMIEW 3 di Bandara Haneda
Robot Hitachi EMIEW 3 di Bandara Haneda

Jika mendarat di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang, Anda tidak perlu khawatir tersesat dan mencari pusat informasi karena ada robot pintar Hitachi EMIEW3 yang akan menyapa Anda dengan ramah dan siap menjawab pertanyaan Anda.

Meskipun masih bersifat uji coba, robot pintar Hitachi itu akan membantu dan memandu para turis yang jalan-jalan ke Jepang, seperti dikutip Digital Trends.

Robot humanoid itu memiliki kecerdasan buatan yang bisa bicara seperti manusia dan mampu menjawab segala pertanyaan dalam bahasa Inggris dan Jepang. Tak tanggung-tanggung, robot berwarna putih dan merah itu juga akan menuntun para turis menunjukkan lokasi yang diinginkan, seperti kamar mandi atau kios penukaran mata uang dan arah lainnya.

Robot EMIEW3 bisa berjalan secepat 5 kilometer per jam, mampu bangkit sendiri jika terjatuh, dan dapat mengenali wajah dan obyek. Hitachi memproyeksikan EMIEW 3 untuk bekerja di rumah sakit, bandara, terminal, maupun panti jompo di masa mendatang.

Robot Hitachi EMIEW 3 di Bandara Haneda 1
Robot Hitachi EMIEW 3 di Bandara Haneda 1

Robot EMIEW 3 memiliki mikrofon untuk menerima suara dan mengakumulasikan suara lain seperti kebisingan jalan. Setelah itu, ia akan mengirimkan info ke perangkat lunak yang akan menganalisis pertanyaan dan menghasilkan respon yang tepat untuk robot.

Hitachi akan meningkatkan kemampuan jumlah bahasa robot EMIEW3 mencakup Tiongkok dan Korea. Hitachi akan menggunakan EMIEW3 pada gelaran Tokyo Olympics and Paralympics di Jepang pada tahun 2020.

Pada demonstrasinya, seorang penumpang perempuan asing meminta EMIEW3 untuk mengantarkannya ke counter valuta asing. Robot EMIEW 3 langsung menjawab, “Silakan ikuti saya.”

“Saya pikir EMIEW3 layak mendapatkan skor 70 dari 100. Kami masih mencari solusi agar EMIEW3 dapat mengerti dan menjawab apa yang dikatakan oleh pengunjung. Pastinya, EMIEW3 sudah siap untuk Olimpiade pada 2020 nanti,” kata Hiroshi Sato (Senior Vice President, Hitachi).

AMD Kirimkan Prosesor Generasi 7 ke HP dan Lenovo

Prosesor AMD A-Series Generasi Ke-7
Prosesor AMD A-Series Generasi Ke-7

Ketika Intel masih sibuk meremajakan prosesor laptopnya, AMD fokus meningkatkan kemampuan prosesornya untuk PC. AMD baru saja mengirimkan prosesor seri-A generasi ke-7 untuk pabrikan komputer PC yaitu HP dan Lenovo.

CPU AMD berdasarkan empat core Excavator daripada menggunakan core Zen yang boros. Prosesor AMD terbaru itu lebih hemat 35-65 watt sedangkan prosesor AMD sebelumnya sekitar 90 watt. Prosesor AMD A12, sangat cepat setara dengan Intel Core i5-6500 dan dua kali lebih cepat pada grafis 3DMark.

Prosesor seri-A generasi ke-7 memiliki kemampuan kinerja visual yang luar biasa seperti arsitektur grafis DirectX 12 terbaru, kemampuan video 4K, menonton film Ultra HD usung USB 3.1 dan solid-state drive NVMe  seperti dikutip Engadget.

Prosesor AMD terbaru ini menawarkan efisiensi daya yang luar biasa untuk PD desktop dibanding para kompetitornya.

Google Pasang Kabel Bawah Laut Terbaru untuk Tingkatkan Kecepatan Internet di Asia

Ilustrasi Kabel Bawah Laut
Ilustrasi Kabel Bawah Laut

Google mengaktifkan kabel bawah laut terbaru untuk mempercepat layanan seperti YouTube dan platform komputasi awan serta meningkatkan kecepatan layanan internet di Asia. Sebelumnya, Google juga telah menambah kapasitas data center di Singapura dan Taiwan.

Kabel bawah laut itu menghubungkan fasilitas Google di Taiwan dan langsung terhubung ke AS melalui kabel bawah laut Konsorsium FASTER, kabel serat optik bawah laut tercepat di planet ini. Google mengatakan kabel Jepang – Taiwan mendukung kecepatan hingga 26 terabit per detik .

Alasan yang membuat Google meningkatkan kecepatan data di Asia karena jumlah pengguna Internet yang baru sangat besar di benua tersebut. Dalam laporan terbaru Temasek, Google mengatakan ada sekitar 3,8 juta orang menggunakan internet untuk pertama kalinya setiap bulan di Asia Tenggara. Angka itu belum termasuk India atau tempat lain.

“Anda mungkin tidak memperhatikannya, tapi kabel baru ini akan membantu Google dalam membagi beban layanan lebih cepat di seluruh wilayah,” tulis laporan tersebut.

“Kehadiran kabel bawah laut ini akan meningkatkan kehandalan dan pengalaman berselancar Internet dengan cepat. Apalagi, kabel ini dibangun di luar zona tsunami sehingga dapat terhindar dari gangguan jaringan terkait bencana alam, ” ucap Google dalam blognya.

Google telah menghabiskan dana investasi lebih dari US$1 miliar untuk membangun dua pusat data di Asia dan Google akan terus mengucurkan banyak investasi di masa datang.

“Lebih banyak pengguna internet di Asia setiap harinya dibanding belahan lain di dunia. Kami terus bekerja keras untuk menanamkan investasi di bidang infrastruktur untuk menciptakan akses internet yang cepat dan bisa dirasakan semua orang,” pungkas Google seperti dikutip Techcrunch.

Intel Beli Movidius untuk Menangi Kompetisi VR dan Mobil Autonomous

Intel Akuisisi Movidius
Intel Akuisisi Movidius

Intel baru saja mengakuisisi produsen chip Movidius sebagai strategi perusahaan untuk merambah dunia Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) hingga mobil autonomous atau swakemudi.

Selain Movidius, Intel juga telah membeli Nervana Systems, startup yang fokus pada pengembangan AI untuk data center perusahaan dan menjadi pemilik baru Itseez yang ahli dalam pengambangan pembelajaran mesin komputer.

Josh Walden (Senior VP, Intel) mengatakan Movidius akan memberikan Intel peluang untuk menjamah sektor baru yang sedang menjadi tren, yaitu VR dan AR. Movidius menawarkan chip yang memiliki kemampuan dalam melacak, navigasi, pemetaan, memindai lingkungan, hemat daya, dan berteknologi kecerdasan buatan.

“Kami akan menerapkan teknologi ini dalam perangkat AR, VR, Mixed Reality (MR), drone, robot, kamera keamanan, dan yang lainnya,” katanya seperti dilansir CNBC.

Remi El-Ouazzane (CEO, Movidius) mengatakan Movidius akan menggabungkan keahlian perusahaannya dari sisi peranti keras dengan komputasi awan milik Intel. “Intel makin serius dalam perkembangan dan inovasi teknologi yang ada,” katanya.

Movidius sendiri telah berusia delapan tahun dan memiliki sekitar 180 karyawan. Sebelum dibeli, Movidius berhadapan dengan Intel dan Qualcomm yang memproduksi chip sejenis dengan performa tinggi dan sanggup menjalankan beragam fungsi.

Bedanya, chip buatan Movidius lebih menekankan pada visualisasi dengan kecepatan yang lebih baik dan ukurannya yang lebih kecil dari kuku orang dewasa. Prosesor akuisisi ini ditargetkan rampung pada akhir tahun. Intel tidak memberikan infromasi lebih jauh terkait dana yang dibutuhkan dalam membeli Movidius.

Movidious juga telah bekerja sama dengan pabrikan drone asal Tiongkok, DJI, dan menanamkan teknologinya pada pesawat tanpa awak Phantom 4. Para analis melihat Intel mengharapkan Movidius dapat membantu Intel menjadi pemimpin pasar semi konduktor mengalahkan Qualcomm.

“Movidius akan membantu Intel menawarkan solusi sekitar visi komputer dan kecerdasan buatan. Movidius akan berperan besar dalam otonom, drone, realitas campura , navigasi dan robotika,” ujar Ben Wood (Kepala Penelitian di CCS Insight).

“Intel tidak akan mengulangi kesalahan masa lalu, seperti kehilangan kesempatan bersaing di pasar smartphone,” ujarnya.

Huawei Kembangkan Tablet Google Pixel RAM 4 GB

Tablet Google Pixel C
Tablet Google Pixel C

Google akan meluncurkan tablet Pixel kedua dalam waktu dekat sekaligus melengkapi tablet Pixel C berlayar 10 inci yang diluncurkan tahun lalu. Tablet Pixel C sendiri adalah tablet Android terbaik pada tahun lalu.

Tak hanya itu, Google juga berencana memperkenalkan smartphone-nya Google Pixel XL pada bulan depan.

Menurut Evan Blass, mantan jurnalis yang kerap memberikan bocoran gadget terbaru, tablet ini akan diproduksi oleh Huawei.

“Tablet terbaru Google akan memiliki layar 7 inci dengan RAM 4 GB,” kicaunya di akun @evleaks.

Tablet Google Pixel C
Tablet Google Pixel C

Sayangnya, belum ada informasi tambahan mengenaik spesifikasi tablet tersebut. Namun, Google akan menggunakan nama Pixel untuk peranti kerasnya menggantikan Nexus.

Tablet Nexus 7 generasi kedua yang meluncur pada 2013 telah menjadi merek dagang Huawei sebagai “7P”. Sehingga nama akhir perangkat tersebut diperkirakan akan menjadi Google Pixel 7P.

Rumornya, Google berencana mengumumkan tablet 7 inci tersebut dalam acara pada 4 Oktober. Dalam acara tersebut, Google akan mengungkap dua ponsel Pixel serta headset Daydream VR dan 4K Chromecast, demikian CNET.

Membahas Business Intelligence: Definisi, Tren, dan Tips Implementasi

ilustrasi-BA-juni2016 biz intel

Business Intelligence atau BI adalah proses, teknologi, dan aplikasi yang umumnya digunakan untuk melakukan analisis data terstruktur (structured data) yang ada di internal perusahaan.

Pengertian luas BI menurut Forrester adalah satu set metodologi, proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna, untuk membantu pengambilan keputusan. Namun praktisnya BI adalah report, analytics, dan dashboard.

Seringkali aplikasi BI digunakan sebagai front end dari data warehouse (DWH), sebagai alat visualisasi dari DWH. Ini membuat banyak orang beranggapan bahwa BI sangat bergantung pada DWH. Namun kenyataannya, DWH tidak menjadi satu-satunya sumber data BI, dan tidak semua DWH dibangun untuk BI.

BI menjadi sebuah proses dan evolusi untuk setiap perusahaan. BI membuat pengambilan keputusan perusahaan menjadi lebih efektif; bukan hanya menggunakan asumsi, melainkan juga berdasarkan data dan fakta. Siklusnya mulai dari pengumpulan data, konsolidasi menjadi informasi, analisis terhadap data untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam lalu menyusun strategi, baru kemudian melaksanakannya (take action). Iterasi proses inilah yang dapat membuat perusahaan menjadi lebih efektif dalam setiap pengambilan keputusannya.

Hal yang umum bagi perusahaan untuk membangun BI hanya menjadi pajangan karena tidak acceptable untuk perusahaan. Strategi BI harus dapat memastikan bahwa tujuan perusahaan, strategi bisnis, investasi, dan BI itu sendiri selaras satu sama lain. Perusahaan yang berhasil menyatukan BI dengan seluruh objektif perusahaan akan menjadi perusahaan yang cerdas.

Secara umum, keuntungan mengimplementasikan BI adalah:

  1. meningkatkan kualitas dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
  2. mengoptimalkan proses bisnis internal.
  3. meningkatkan efisiensi operasional.
  4. mengendalikan/mendorong pendapatan baru.
  5. memberikan competitive advantage.
  6. mengidentifikasi tren pasar.
  7. membantu menemukan permasalahan pada bisnis untuk ditangani.

Tips Implementasi BI

1. Pertimbangkan mengenai design

Report/dashboard yang rumit, terlalu banyak chart, atau diagram dapat membingungkan dan tidak akan disukai oleh pengguna BI. Dalam kasus ini, hindari penggunaan grafik yang berlebihan atau kesalahan memilih tipe chart untuk data Anda. Penggunaan chart sebaiknya disertai dengan navigasi summary-to-detail sehingga user tidak perlu meninggalkan halaman untuk melanjutkan analisis yang mereka lihat. Banyak aturan untuk merancang dashboard tapi kuncinya adalah membiarkan dashboard bercerita.

Jika kolega/manajer/bawahan Anda langsung mengerti maksud dari dashboard Anda tanpa perlu dijelaskan, artinya Anda sudah berhasil!

2. Manfaatkan fitur in-memory processing (jika ada)

In-memory processing memberikan keuntungan berupa kecepatan dalam mengakses data serta mengurangi response time untuk melakukan query sehingga meningkatkan end user experience. Penggunaan in memory processing mempercepat pemrosesan data dan membuat pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan lebih proaktif. Jika fitur ini belum tersedia, lakukan pengoptimalan arsitektur dan hardware BI. Bayangkan, dalam sebuah rapat, Anda harus menunggu lama untuk menunjukkan sebuah report dari BI. Hal ini akan menyebabkan audience kehilangan momen, bahkan mood, untuk melanjutkan rapat tersebut.

3. Mekanisme delivery

Memperbolehkan user untuk memilih report yang dibutuhkan untuk dikirimkan secara berkala melalui e-mail sehingga mereka tidak perlu masuk ke dalam aplikasi setiap harinya. Report yang dikirimkan dapat berupa file PDF atau spreadsheet. Fitur mekanisme delivery yang ada di BI tools ini sangat berguna dan memudahkan user mendapatkan data.

4. Provide context

Manfaatkan fitur komentar yang ada pada BI. Fitur komentar pada dashboard/report dapat menjadi salah satu alat komunikasi yang membantu tim analisis atau manajemen untuk menjelaskan fenomena yang ada pada data tersebut.

Jangan merencanakan implementasi secara big bang. Terbukti, dalam membangun BI, implementasi yang berulang bekerja lebih baik. “Think big, start small, and deliver value” dan jangan lupa, dokumentasi!

Empat tip di atas cukup menjadi dasar implementasi BI. Tiga tip berikutnya adalah nice to have.

5. Go Mobile

Makin majunya teknologi mobile device memberikan kenyamanan pengguna untuk mengakses datanya melalui mobile device-nya. Kebanyakan vendor BI sudah menyediakan fitur ini, tinggal pemanfaatannya saja yang harus dioptimalkan. Untuk tim marketing dan sales yang kemungkinan lebih banyak berada di lapangan ketimbang di dalam kantor, fitur mobile yang ada akan sangat bermanfaat untuk mereka. Tim sales dan marketing dapat mengakses datanya melalui smartphone-nya sehingga mempermudah pengambilan keputusan mereka di lapangan.

6. Kembangkan report dengan menggunakan data third-party

Report yang diintegrasikan dengan data dari cloud seperti data CRM dari Salesforce dapat memberikan pemahaman baru. Jika perusahaan Anda sudah go public dan concern mengenai nilai saham perusahaan, dashboard dapat ditambahkan juga data dari bursa saham untuk mendapatkan insight yang lebih tajam.

7. Menambahkan unstructured/semistructured data

Mengungkap pemahaman yang tak terduga adalah harta bagi data analyst. Unstructured/semistructured data seperti data social media dapat dijadikan sumber untuk memberikan insight baru. Data socmed dapat membantu perusahaan memposisikan dirinya secara langsung di antara konsumennya, mendapatkan informasi tren terkini untuk pengembangan produk, melakukan delivery produk, selain juga mendapatkan feedback hasil kampanye tim marketing.

BA-1-juni2016
Siklus proses Business Intelligence.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Implementasi BI

Sebelum mengimplementasi BI, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut Kimball, tiga area penting yang perlu dinilai dalam perusahaan/organisasi sebelum melakukan proyek BI adalah:

  1. Komitmen dan dukungan terhadap proyek BI dari senior management. BI cukup sulit diimplementasikan tanpa ada dukungan dari manajemen. Ini karena untuk mendapatkan kualitas report yang baik diperlukan interaksi dan feedback dari setiap department yang terlibat, di tengah-tengah kesibukan yang sedang mereka hadapi. Support manajemen sangat dibutuhkan dalam hal ini untuk memberikan kelancaran dalam proses analisis, pengumpulan informasi, serta memberikan keluangan waktu pada bawahannya untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan BI.
  2. Tingkat kebutuhan bisnis untuk mengimplementasikan BI. Sejauh apa kualitas report yang dibutuhkan oleh bisnis untuk diolah oleh BI. Mengingat banyak hal yang dapat dilakukan oleh BI, terkadang keinginan user bertumpang tindih (overlap) dengan kebutuhannya. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya dilakukan analisis kebutuhan sebelum memulai implementasi BI.
  3. Ketersediaan serta kualitas data yang ada. Sumber data yang tersebar, beragam, serta kualitas datanya tersebut akan sangat berpengaruh terhadap waktu pembangunan maupun alokasi resource untuk membangun BI. Ini harus diidentifikasi sejak dini untuk mencegah pembangunan BI yang berlarut-larut.

Tren BI

Kapabilitas yang dimiliki oleh vendor BI cukup beragam, banyak yang menyediakan fitur baru namun masih ada bug di dalamnya, ada juga yang terus menyempurnakan fitur utamanya namun kurang up-to-date dengan teknologi terkini. Jadi sebelum memilih vendor BI apa yang akan digunakan perusahaan, ada gunanya juga untuk mengetahui tren yang sedang berkembang di dunia BI.

  • Predictive Analytic

Analytic tools tradisional memberikan pemahaman/insight terhadap historical data, sedangkan predictive analytic tools memberikan pandangan di masa depan mengenai peluang maupun ancaman yang akan datang. Dengan menggunakan rules, Anda dapat membangun model prediksi yang diinginkan. Namun untuk membangun predictive model ini, Anda juga membutuhkan pemahaman dasar atau bantuan dari ahli ilmu statistik. Dengan predictive model yang baik, perusahaan/organisasi Anda akan sangat terbantu dalam pengambilan keputusan.

Contohnya, predictive analytic tools dapat membantu perusahaan Anda memperkirakan marketing campaign mana yang paling efektif dilakukan berdasarkan data demografik pelanggan (seperti jenis kelamin, lokasi pelanggan maupun pendapatannya), statistik pembelian barang berdasarkan waktu (penjualan pada bulan Juni akan meningkat sekitar 40 persen dari kondisi normal sehingga belanja bahan harus sudah dipersiapkan sebelumnya) maupun model perkiraan lainnya. Dari contoh yang diberikan, tentunya perusahaan akan sangat terbantu dalam pengambilan keputusan bisnisnya.

  • In-Memory Processing

Berdasarkan hukum Moore, seiring berjalannya waktu, kapasitas hardware (dalam hal ini RAM) akan meningkat dan harga akan makin murah. Pengolahan data pada memori (RAM) menjadi sejuta kali lebih cepat dan fleksibel dibandingkan melalui disk. Ketimbang membaca data (cubes maupun tabel database) melalui disk, data dimasukkan ke dalam RAM dan proses analisis akan jauh lebih cepat dilakukan. User tidak perlu menunggu proses ulang data dan memasukkan ke dalam DWH/Cube. Mereka dapat membuat ad hoc queries untuk mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat. Banyak vendor BI yang sudah menawarkan solusi jenis ini seperti Tableau, QlikTech, SAP, dan lainnya.

  • Software as a Services (SaaS)

Seperti tren yang berlangsung pada software lainnya, vendor BI juga banyak yang menawarkan layanan SaaS untuk menjadi solusi BI. Solusi SaaS cenderung lebih murah, high availability, dan hampir tidak membutuhkan maintenance sehingga memudahkan perusahaan mengimplementasikan BI. Namun, banyak juga yang mempertimbangkan confidentiality data perusahaan sehingga lebih memilih untuk mengimplementasikan BI On-Premise.

Beberapa pengembang BI dengan SaaS yaitu Tableau, Jaspersoft, MicroStrategy, dan PivotLink sudah memimpin layanan ini, sedangkan vendor veteran seperti Oracle, SAP, IBM, dan SAS mulai mengikuti.

  • Big Data

Idenya adalah modern data set menjadi sangat besar dan berat untuk diolah oleh database dan software konvensional. eBay contohnya, memiliki 200 juta data item yang dikelompokkan ke dalam 50 ribu kategori, yang dibeli dan dijual oleh 100 juta pelanggan yang terdaftar. Semua data ini kurang lebih memakan tempat sebanyak sembilan petabytes data. Raksasa internet lainnya seperti Google bisa mengolah sampai 24 petabytes data per hari, dan banyak lainnya. Data sejumlah itu terlalu besar untuk diolah dalam conventional database. Berdasarkan kebutuhan ini, solusi Big Data menjadi jawabannya. Banyak vendor BI yang sudah melakukan riset dan membangun teknologi ini.

Ahmad Abdul Matin penulis

 

 

Penulis: Ahmad Abdul Matin (Business Intelligence Consultant, PT Prosia)

Review Smartphone