Arsip Harian: Sep 10, 2016

Lenovo P2 Usung Baterai 5.100 mAh

Lenovo P2
Lenovo P2

Lenovo memperkenalkan Lenovo P2 dengan kapasitas baterai jumbo yaitu 5,100 mAh dan mendukung fitur isi daya yang cepat. Lenovo P2 mengusung layar AMOLED Full HD 5,5 inci dan prosesornya mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 625 serta RAM 3 GB atau 4 GB seperti PhoneRadar.

Lenovo P2 menggunakan memori internal antara 32 GB atau 64 GB serta slot microSD untuk menambah memori eksternal. Untuk fotografi, Lenovo P2 mengusung kamera utama dengan sensor 13 megapixel dan kamera depan 5 megapixel.

Lenovo juga memasang sensor pemindai sidik jari untuk menjamin sistem keamanan. Lenovo P2 dibanderol 249 euro atau sekitarRp4,3 jutaan dan akan tersedia pada November 2016.

Sementara itu, Lenovo juga memperkenalkan Lenovo A Plus yang ramah kantong. Lenovo A Plus mengusung layar 4,5 inci tersebut beresolusi 854 x 480 pixel. Lenovo A Plus menggunakan prosesor quad-core MediaTek MT6580 berkecepatan 1,3 GHz, RAM 1 GB dan memori internal 8 GB.

Lenovo A Plus mengusung kamera utama 5 megapixel lengkap dengan flash LED dan kamera depan 2 megapixel yang mendukung fitur panggilan video. Lenovo A Plus menggunakan baterai kapasitas 2.000 mAh dan dibanderol mulai 69 euro atau senilai Rp1,1 jutaan.

Pemesanan Galaxy Note 7 Batal, Samsung Berikan Kompensasi Voucher Belanja

Samsung Indonesia Luncurkan Galaxy Note 7
Samsung Indonesia Luncurkan Galaxy Note 7

Samsung Electronics Indonesia (SEIN) membatalkan pemesanan (pre-order) phablet Galaxy Note 7 di Indonesia, menyusul kasus yang melibatkan baterai Galaxy Note 7 di sejumlah negara.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Samsung akan mengembalikan penuh biaya pre-order (refund) dan memberikan kompensasi bagi pelanggan yang telah memesan Galaxy Note 7.

“Samsung Electronics Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan dan menghargai kesabaran konsumen yang telah melakukan preorder Galaxy Note 7,” tulis Samsung dalam siaran persnya.

Samsung akan memberikan kompensasi berupa voucher belanja senilai Rp1 juta (tidak diketahui merchant-nya) dan cashback (diskon) Rp2 juta untuk pelanggan yang ingin kembali membeli Galaxy Note 7 bila produk itu sudah tersedia di Indonesia.

Live Chat Samsung
Live Chat Samsung

Sebelumnya, Samsung global telah menghentikan produksi Galaxy Note 7 dan menarik peredarannya dari pasar, setelah ada laporan mengenai baterai yang bermasalah seperti terbakar atau meledak di beberapa negara.

“Mengingat keamanan konsumen adalah prioritas utama bagi Samsung, maka kami harus menghentikan penjualan Galaxy Note 7,” kata Samsung.

Di Indonesia, Samsung Galaxy Note 7 dijual Rp10.777.000 (versi 64 GB) dan ludes hanya dalam waktu tiga hari sejak sesi pemesanan pada 5 Agustus lalu.

Berapa Kerugian Samsung Akibat Recall Samsung Galaxy Note 7?

Samsung Galaxy Note 7
Samsung Galaxy Note 7

Samsung harus mengucurkan biaya US$ 1 miliar atau setara dengan Rp13,1 triliun untuk menarik kembali (recall) sekitar 2,5 juta unit Galaxy Note 7. Belum lagi, Samsung akan kehilangan keuntungan berkat peluncuran iPhone 7.

Jumlah Galaxy Note 7 yang berdampak masalah baterai hanya 0,1 persen dari keseluruhan unit yang terjual. Namun, Samsung tidak mau mengambil risiko. Hingga minggu kemarin, tercatat sudah ada sebanyak 35 kasus Galaxy Note 7 yang terbakar.

Koh Dong Jin (Pimpinan Divisi Smartphone Samsung) membenarkan bahwa Samsung sudah menggelontorkan biaya yang cukup besar untuk proses recall phablet tersebut. “Saya tidak bisa mengungkap angkanya, tetapi angka ganti ruginya sangat besar,” katanya seperti dilansir dari Sydney Morning Herald.

ChangSea Jin (Pengamat Smartphone) mengatakan kebijakan recall itu dapat menggoyahkan Samsung di posisi puncak tetapi Samsung memang harus melakukan kebijakan tersebut untuk menjaga reputasinya.

“Potensi kerusakan reputasi Samsung jauh lebih besar dibanding dengan kerugian finansial jangka pendek,” ujarnya yang menjabat profesor di National University of Singapore.

Meski angkaUS$ 1 miliar sangat besar tetapi angka itu tidak akan menjadi masalah bagi Samsung karena Samsung diprediksi akan menerima pendapatan sejumlahUS$ 27,2 miliar atau setara dengan Rp357 triliun pada tahun ini.

Samsung SDI memasok 70 persen baterai untuk Galaxy Note 7 dan sebanyak 30 persen baterai dibuat oleh perusahaan Tiongkok, Amperex Technology Ltd.

Mengapa Baterai Smartphone Bisa Meledak?

Samsung Galaxy Note 7 Meledak
Samsung Galaxy Note 7 Meledak

Baru-baru ini, Samsung menarik kembali (recall) phablet Samsung Galaxy Note 7 karena permasalahan baterainya yang meledak dan telah menelan beberapa korban. Sebelumnya, kasus baterai meledak sudah sering terjadi selain Samsung.

Kemudian, apa yang menyebabkan baterai smartphone gampang meledak?

Saat ini semua baterai smartphone menggunakan baterai lithium ion. Di dalam baterai, ada arus listrik yang mengalir dari anoda (kutub negatif) menuju katoda (kutub positif) dan melintasi elektrolit yang ada di antaranya.

Reaksi kimia tersebut, baik di anoda atau katoda bisa terakumulasi hingga membuat suhu baterai naik. Ketika suhu semakin tinggi sekitar 150 derajat celcius, maka baterai akan terbakar.

“Salah satunya, Anda bisa saja kelebihan daya (overcharge) dan terjadi panas berlebih yang selanjutnya memicu reaksi kimia di anoda,” kata George Crabtree (Director of The Joint Center for Energy Storage Research di Argonne National Lab) seperti dilansir Wired.

Kondisi baterai yang rusak atau cacat dapat menyebabkan hubungan pendek dan bisa meledak, melakukan pengisian yang tidak benar (menggunakan charger tidak semestinya) dan membiarkan ponsel yang sudah terisi penuh tetap dalam keadaan mengisi sehingga terjadi overheating pada baterai.

Penggunaan ponsel yang berlebihan seperti terlalu lama menelpon, bermain game dan dapat menyebabkan suhu baterai meningkat karena harus bekerja ekstra sehingga membuat baterai melembung. Jika Anda berniat mengganti baterai. Gunakanlah baterai orisinil karena bisa menjamin kualitas dari baterai itu sendiri dan dapat mempengaruhi kinerja serta umur baterai.

Samsung dan para pemasok bahan baku telah mengetahui soal potensi terbakar tersebut dan memasang alat yang dapat mengantisipasinya.

“Di dalam baterai ada chip yang melindungi sirkuit untuk mencegah baterai terbakar atau meledak),” ujar Kyle Wiens (CEO iFixit) yang membongkar dan meneliti sendiri komponen dalam Galaxy Note 7.

Bocoran Spesifikasi Xiaomi Redmi 4

Xiaomi Redmi 4
Xiaomi Redmi 4

Xiaomi akan meluncurkan smartphone Xiaomi Redmi 4 di pasar. Sebelumnya, beredar rumor Xiaomi akan meluncurkan Xiaomi Redmi 4 bersamaan dengan Xiaomi Redmi Note 4.

Kenyataannya, Xiaomi meluncurkan phablet Xiaomi Redmi Note 4 terlebih dahulu pada Agustus lalu.

Xiaomi Redmi 4 memiliki ukuran bodi yang lebih kecil dibanding Xiaomi Redmi Note 4 walaupun bentuk desainnya tidak jauh berubah. Xiaomi memasang speaker Redmi 4 di bagian bawah mengapit charging port, tidak lagi di bagian belakang bodinya.

Pada bagian belakangnya, ada sebuah pemindai sidik jari yang terletak di bawah kamera dengan LED flash di sebelah kirinya. Logo Mi terletak beberapa inci dari garis antena. Selain itu, ada tombol volume dan power yang tersemat di sisi kanan dan ruang SIM di bagian kiri ponsel seperti dilansir GizmoChina.

Redmi 4 akan mengusung layar full HD, chip Qualcomm Snapdragon 625, RAM 3GB dengan ruang penyimpanan internal 32 GB. Redmi 4 akan menggunakan bodi metal dan antar muka MIUI 8 serta sistem operasi Android 6.0. Xiaomi akan membanderol Redmi 4 senilai US$ 105 atau sekitar Rp1,3 jutaan.

Sayangnya, tak ada informasi tentang tanggal peluncuran Redmi 4.

Tokopedia Terbangkan Tim Terbaik ke Sequoia Hack

CEO Tokopedia William Tanuwijaya  bersama pemenang kompetisi hackathon internal di semester pertama 2016.
CEO Tokopedia William Tanuwijaya bersama pemenang kompetisi hackathon internal di semester pertama 2016.

Tokopedia berpartisipasi dalam ajang Sequoia Hack di India. Sequoia Hack adalah kompetisi hackathon tahunan yang diselenggarakan oleh Sequoia Capital, investor dibalik kelahiran raksasa internet dunia seperti Google, Instagram hingga WhatsApp.

William Tanuwijaya (CEO Tokopedia) mengatakan Tokopedia rutin menyelenggarakan kompetisi hackathon setiap enam bulan sekali. Tokopedia akan mengirimkan tim pemenang kompetisi hackathon internal di semester pertama 2016 ke India untuk mengikuti kompetisi hackathon di tingkat internasional.

“Ini adalah langkah kami untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru dari dalam dan membuat platform Tokopedia lebih baik serta lebih bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” katanya dalam siaran pers, Jumat.

Ajang Sequoia Hack 2016 akan diadakan akhir minggu ini di ITC Gardenia, Bangalore, India. Sejumlah tim yang berasal dari berbagai negara akan berlaga dalam kompetisi hackathon tersebut.

“Mereka akan bertemu dengan partisipan lain yang berasal dari seluruh dunia. Ini tentu kesempatan untuk belajar best practice dan tren teknologi dari berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Komang Arthayasa: Calon Sarjana yang Suka Tantangan

Komang Arthayasa (CTO, Mataharimall). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Komang Arthayasa (CTO, Mataharimall). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Jika nasib berkata lain, Komang Arthayasa mungkin lebih dikenal seorang petani. Lahir di tengah desa petani di Canggu, Bali, Komang mengaku sangat suka bercocok tanam. Membajak sawah menggunakan kerbau menjadi kenikmatan sendiri bagi pria yang juga hobi membaca buku ini.

Namun dunia teknologi telah menarik nasib Komang menjalani kisah hidupnya seperti sekarang. Bermula dari hobinya belajar komputer, Komang kini menjalani karier panjang di dunia TI. “Saya mulai di tahun 2003 sebagai freelance membuat CD interaktif dan game Flash,” kenangnya.

Setahun kemudian, ia bergabung dengan Soltria yang kemudian menelurkan layanan TokoBagus. Sempat keluar untuk membantu Newmont dan Telstra, ia bergabung lagi ke TokoBagus saat perusahaan e-commerce tersebut merombak total backend-nya menjadi open source.

Pada tahun 2013, ia keluar lagi dari TokoBagus dan merintis bisnis sendiri sampai akhirnya diajak Hadi Wenas (CEO MatahariMall.com) untuk bergabung membesarkan Matahari Mall.

Komang pun langsung menyambar kesempatan tersebut karena alasan sederhana, “Saya suka tantangan.” Dan tantangan yang Komang hadapi memang tidak main-main, yaitu menjadikan MatahariMall sebagai perusahaan e-commerce nomor satu di Indonesia.

Kerja Keras

MatahariMall hadir ketika dunia e-commerce Indonesia sudah ramai dan ketat dalam persaingan. “Ada kompetisi yang njomplang karena sudah banyak giant di sana,” ujar pria yang selalu blak-blakan saat berbicara tersebut. Implikasinya ke berbagai hal, termasuk tuntutan kepada Komang dan tim untuk mempersiapkan sistem TI MatahariMall secara cepat dan mampu mengejar para raksasa tersebut.

Apalagi, konsep e-commerce MatahariMall terbilang kompleks karena menggabungkan tiga jenis model bisnis. Ketiga model itu adalah retail (artinya berjualan produk sendiri), marketplace (menyediakan tempat untuk rekanan berjualan), serta managed-marketplace (mengelola produk jualan rekanan). Belum lagi MatahariMall juga memiliki konsep O2O (Online-to-Offline) yang memungkinkan pembeli mengambil produk yang mereka beli secara online di jaringan Matahari.

Perbedaan pada setiap proses sebenarnya sedikit, namun secara sistem TI efeknya menjadi besar. “Kita butuh beberapa tool, seperti warehouse systems, tracking management systems, dispatcher, dan banyak tool lainnya,” jelas Komang menggambarkan kompleksitas tinggi yang ia hadapi.

Untuk menjawab tantangan ini, Komang pun mencoba menyelaraskan kebutuhan yang ada dengan teknologi yang tersedia saat ini. Prinsipnya terbilang lugas: picking the right tools for the job. “Tidak perlu terlalu fancy namun juga jangan tertinggal terlalu jauh [secara teknologi],” ungkap pria yang mendapat ilmu dengan belajar secara otodidak ini.

Hal itu penting mengingat MatahariMall sejatinya bukan tech-company, melainkan sales-company. “Jadi tugas kami adalah memastikan customer mendapatkan pengalaman terbaik saat berbelanja,” tambah Komang. Apalagi jika mengingat konsumen praktis telah memiliki komparasi soal berbelanja online. “Jika tidak mendapatkan the best experience, konsumen pun dengan mudah berbelanja di tempat lain,” ungkap pria yang terbiasa membaca dua buku per bulan ini.

Komang mengaku hanya punya waktu tiga bulan mempersiapkan sistem TI MatahariMall sebelum resmi dirilis pada September 2015 kemarin. Pada awalnya, beberapa permasalahan terkait sistem TI MatahariMall sempat mengemuka. Namun Komang merasa beruntung memiliki tim yang kompeten dan mampu menanggulangi setiap permasalahan yang ada. “Mereka adalah orang-orang yang saya kenal sebelumnya, sehingga saya tahu capability maupun personality mereka,” tukas Komang.

Saat ini, praktis sistem TI di MatahariMall sudah stabil meski bukan berarti Komang bisa sejenak bersantai. Tantangan terbesar saat ini adalah menghadapi concurrent user di MatahariMall yang bisa mencapai 50 ribu sessions. Hal itu biasanya terjadi saat ada promo belanja, apalagi yang berbasis periode tertentu. “Bagaimana sistem itu bisa scaling user dan transaksi pada saat bersamaan,” Komang mengungkapkan tantangannya.

MatahariMall sendiri mengelola sendiri mayoritas infrastrukturnya, dan hanya sebagian kecil yang menggunakan cloud. “Sekitar 70:30,” ungkap Komang menggambarkan proporsi infrastruktur on-premise dan cloud. Namun ke depan, Komang berencana menambah proporsi cloud agar infrastruktur MatahariMall kian fleksibel menangani lonjakan pengguna.

Ia juga berharap bisa menggunakan penyedia jasa cloud lokal Indonesia, tidak seperti sekarang yang menggunakan layanan cloud dari luar. “Sayangnya di Indonesia belum banyak yang bisa memberikan skalabilitas, support, dan expertise seperti layanan cloud luar,” ujar Komang.

Mimpi Besar

Komang Arthayasa CTO Mataharimall 2
Dalam hal mimpi, Komang tidak pernah setengah-setengah. “Target kami di MatahariMall selalu shooting star and hopefully ended in the moon,” ungkapnya.

Komang dan tim saat ini juga sedang sibuk mengembangkan vesi mobile dari MatahariMall, utamanya mobile web. Akses ke MatahariMall memang masih didominasi desktop maupun mobile apps, namun data menunjukkan menunjukkan kian banyaknya pengguna menggunakan mobile browser.

“Dugaan kami adalah di kala senggang, konsumen mencari-cari produk lewat mobile web, namun melakukan transaksinya lewat desktop,” kata Komang. Karena itu, ia melihat pentingnya membuat situs MatahariMall versi web browser yang memberikan pengalaman terbaik ke pengguna.

Setiap ada tantangan mengembangkan software seperti ini, Komang pasti akan ikut serta melakukan coding. Bukan karena ia tidak percaya kepada timnya, namun coding memang sudah menjadi jalan hidupnya. “Saya kalau tidak coding itu rasanya bosan,” ungkap Komang sambil tertawa lebar. “Saya sebenarnya orang technical, bukan orang manajemen,” imbuhnya.

Namun pria yang hobi naik motor ini juga mulai “menerima” konsekuensi menjadi CTO yang tidak saja harus mengelola pekerjaan, namun juga orang. Dalam kesehariannya, Komang kini sibuk menggerakkan timnya yang berjumlah 30 orang untuk menjawab setiap permasalahan maupun pengembangan sistem TI MatahariMall.

Apalagi dalam hal mimpi, Komang tidak pernah setengah-setengah. “Target kami di MatahariMall selalu shooting star and hopefully ended in the moon,” ungkap Komang.

Itulah mengapa Komang selalu mendorong timnya memasang target tinggi sebagai modal semangat saat bekerja. Tak heran ketika ditanya apa targetnya dalam waktu 1 – 2 tahun ke depan, Komang dengan lugas menjawab “MatahariMall sudah menjadi e-commerce terbesar di Indonesia.”

Masih Calon Sarjana

Namun Komang juga memiliki mimpi yang terbilang sederhana, yaitu menjadi sarjana. “Saat ini saya masih kurang 10 SKS di Stikom Bali,” ungkap Komang sambil tertawa lebar.

Sebenarnya ketika lulus SMA, Komang sempat mencicipi bangku kuliah di LP3I Bali. Namun kesibukan bekerja membuatnya mandek meneruskan kuliahnya. Kini ia bertekad menyelesaikan kuliahnya di Sistem Informatika Stikom Bali meski sudah setahun ia tinggalkan.

Bukankah ia justru lebih “jago” dibanding dosennya? Komang tidak merasa seperti itu. “Secara practical mungkin iya, tapi secara teoritis dan organisasi, saya banyak belajar dari mereka,” kata Komang. Ketika ditanya pencapaian paling membanggakan, Komang dengan nada merendah pun menunjuk posisinya saat ini. “Bagi orang yang belum lulus kuliah seperti saya, berada di posisi saat ini sudah menjadi pencapaian tersendiri,” tambahnya.

Komang pun tidak akan melepaskan mimpinya menjadi petani. Sebulan sekali, ia menyempatkan diri kembali ke Bali. Selain menjenguk istri dan anaknya, ia juga menengok lahan pertanian hidroponik (bercocok tanam menggunakan pipa) yang ia kembangkan di kampung halaman. Sesuai kesukaannya dengan teknologi, sistem pengairan hidroponik milik Komang ini pun menggunakan microcontroller dan robotik.

“Semoga suatu hari saya bisa kembali ke kampung halaman dan membantu petani di desa saya,” ujar Komang.

Review Smartphone