16 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 16, 2016

Dilema PP No. 82/2012: Menyiapkan Cloud untuk Industri Perbankan dan Keuangan di Indonesia

cio breakfast infokomputer pp 82 fsi - 1

Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik atau PP PSTE yang akan segera diimplementasikan membuat pelaku industri perbankan dan finansial harus segera menyiapkan rencana. Rencana ini bertujuan untuk menyiapkan pusat data (data center) atau beralih ke layanan cloud di Indonesia.

Namun di balik itu, masih ada sejumlah ganjalan yang mungkin akan menghambat mereka untuk menerapkan kebijakan tersebut. Sejauh mana proses persiapan industri perbankan dan finansial dalam mempersiapkan diri? Lalu bagaimana dengan pemerintah sebagai regulator dalam menciptakan aturan yang lengkap dan mendetail, serta membuat lingkungan infrastruktur yang kondusif untuk memudahkan industri perbankan dan finansial?

Kian populernya implementasi cloud di industri di Indonesia membuat makin banyak korporasi dari berbagai bidang yang bersiap untuk mengalihkan data center yang ada, dari terpusat dan tersimpan di lokasi sendiri menjadi tersebar di berbagai pusat data cloud yang tersedia. Sayangnya, implementasi migrasi dari data center terpusat ke cloud tak semudah itu. Selain harus mempertimbangkan aspek kesiapan infrastruktur di Indonesia, pengaturan mengenai penyimpanan data-data ke cloud tentu harus diatur. Apalagi kalau data-data tersebut bersifat rahasia.

Industri perbankan dan finansial merupakan industri yang menghadapi kegamangan tentang implementasi cloud di perusahaannya masing-masing. Dihadapkan pada PP Nomor 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, para korporasi yang bermain di industri perbankan dan finansial diwajibkan untuk membangun data center serta disaster recovery center di Indonesia.

Jika dilihat, peraturan ini sebenarnya bertujuan untuk mengamankan berbagai data penting dan rahasia seperti transaksi serta informasi keuangan seseorang dari ancaman intipan pihak asing. Ini juga bertujuan memudahkan negara beserta aparatnya saat ingin melakukan investigasi terkait kasus-kasus tertentu.

Mariam F. Barata (Direktur Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika/Kemkominfo) menyatakan bahwa masih banyak pihak penyelenggara sistem elektronik yang belum mengetahui tentang peraturan tersebut. Bahkan untuk pemerintah sendiri, dalam kurun waktu dua tahun Kominfo baru dapat menjangkau sekitar 154 pemerintah daerah dari 514 pemerintah daerah yang ada.

Mendorong Kesiapan Infrastruktur di Indonesia

Dari sisi infrastruktur, kesiapan infrastruktur di Indonesia juga masih menjadi sorotan. Pemerintah beranggapan bahwa aspek infrastruktur di Indonesia sudah cukup memadai untuk mengimplementasikan cloud. Mariam mengatakan bahwa secara umum, penyedia layanan data center di Indonesia saat ini sudah terbilang siap untuk meladeni kebutuhan cloud industri perbankan dan finansial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sejumlah instansi lain yang terkait pun sudah menyiapkan ketentuan mengenai persyaratan data center.

Selain kesiapan data center, kesiapan infrastruktur secara menyeluruh juga masih menjadi persoalan yang membuat industri perbankan dan finansial harus berpikir secara matang. Memang, dari sisi kesiapan, infrastruktur konektivitas jaringan di Indonesia masih terbilang tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura.

Dengan infrastruktur yang jauh lebih siap, tawaran implementasi cloud dari penyedia layanan di Singapura tentu menjadi lebih menarik. Apalagi, ini didukung oleh klaim keandalan dan tingkat keamanan yang terjamin.

Supriyanto (IT Operation Head, BTPN) mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur bukan hanya dilihat dari data center-nya saja. Selama infrastruktur lain seperti konektivitas jaringan belum memadai, proses adopsi cloud akan makin lama. Belum lagi, biaya layanan cloud di Indonesia cenderung kurang kompetitif jika dibandingkan dengan di Singapura.

Irianto Kusumadjaja (CIO, Bank Andara) beranggapan, kebutuhan industri akan cloud serta kewajiban menyimpan data di Indonesia bisa menjadi peluang bisnis yang bagus mengingat kebutuhan akan layanan cloud di Indonesia lebih banyak dibandingkan di Singapura. Jika makin banyak penyedia layanan cloud yang hadir, diharapkan kondisi infrastruktur juga akan makin membaik, serta harganya menjadi makin kompetitif.

Sejumlah perusahaan perbankan dan finansial sebenarnya juga sudah ada yang mulai beralih ke cloud. Namun karena pertimbangan keamanan, hanya sejumlah aspek kecil yang tidak penting saja yang dipindahkan ke cloud.

Misalnya seperti yang dikatakan oleh Muhammad Guntur (Senior Vice President, Enterprise Data Management, Bank Mandiri). Menurutnya, Bank Mandiri sudah menggunakan private cloud untuk kebutuhan human resources department (HRD). Nantinya, kemungkinan Bank Mandiri juga akan menerapkan cloud untuk sejumlah e-mail yang tidak berkaitan dengan data transaksi.

cio breakfast infokomputer pp 82 fsi - ojk
Dwi Kurniawan (Direktur Strategi dan Pengembangan Sistem Informasi, Otoritas Jasa Keuangan).

Dwi Kurniawan (Direktur Strategi dan Pengembangan Sistem Informasi, Otoritas Jasa Keuangan) mengatakan bahwa sebenarnya perusahaan perbankan dan finansial bisa-bisa saja meletakkan datanya di luar Indonesia. Namun, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat meletakkan data di luar negeri, itu pun tidak boleh mengandung aneka data sensitif yang terkait dengan nasabah di Indonesia.

Mendekati tenggat waktu implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2012 yang akan jatuh pada bulan Oktober 2017 mendatang, Kemkominfo beserta OJK berharap para institusi perbankan dan finansial bisa segera menyiapkan roadmap untuk menyiapkan diri bermigrasi ke cloud.

Namun, regulasi yang belum jelas dan detail membuat pelaku industri perbankan dan finansial merasa kebingungan untuk menentukan rencana implementasi, termasuk juga memilih penyedia layanan cloud yang bisa menunjang kegiatan operasionalnya.

Untuk itu, industri perbankan dan finansial berharap Kemkominfo dan OJK sebagai regulator bisa melakukan assessment terhadap penyedia layanan cloud yang saat ini ada di Indonesia sesuai dengan persyaratan yang diperlukan. Dengan begitu, diharapkan regulator juga bisa memberikan rekomendasi tentang penyedia layanan yang layak dipilih oleh industri perbankan dan finansial saat mereka akan menggunakan layanan cloud.

Menanti Sanksi Wajib Terapkan Data Center di Indonesia

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 berisikan kewajiban yang harus dipenuhi oleh penyelenggara sistem elektronik. Salah satunya adalah kewajiban bagi tiap penyelenggara tersebut untuk menempatkan pusat data (data center) dan pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) di Indonesia.

Seperti kita ketahui, beberapa perusahaan lokal saat ini meletakkan pusat datanya di luar negeri dengan pertimbangan keamanan, layanan (service), dan biaya yang lebih mumpuni dibanding dengan penyedia data center lokal. Jika PP Nomor 82 Tahun 2012 sudah diberlakukan di Indonesia, penyelenggara sistem elektronik asing seperti Google misalnya, akan “dipaksa” untuk menempatkan pusat datanya di Indonesia, jika mereka masih ingin melanjutkan bisnisnya di Indonesia.

Mariam F Barata menyebutkan, PP PSTE sendiri merupakan turunan dari UU No. 11 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang disahkan pada 21 April 2008. Ada sembilan hal yang harus dilakukan melalui PP ini, lima di antaranya adalah pengelolaan nama domain, tata kelola keamanan informasi, lembaga sertifikasi keandalan, tanda tangan elektronik, serta sertifikasi elektronik.

Namun Mariam menuturkan bahwa selama ini, Kominfo cukup mengalami kesulitan karena penyelenggara sistem elektronik belum semuanya mengetahui adanya kewajiban tersebut. Mariam pun menyebut jika masih banyak penyelenggara sistem elektronik yang mengelak dari aturan tentang pembentukan data center di Indonesia. Hal ini dibuktikan via adanya kenyataan bahwa baru sebanyak 154 pemerintah daerah dari 514 daerah yang sudah mematuhi aturan tersebut dalam dalam kurun waktu dua tahun.

cio breakfast infokomputer pp 82 fsi - 2

Kominfo sendiri sudah memastikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kesiapan mereka jika perbankan ramai-ramai mendaftar. Pasalnya, diprediksi jika OJK sudah melakukan dorongan kepada semua perbankan, bukan tidak mungkin pendaftaran akan dilakukan secara berbarengan. Mariam menyebut, Kominfo sedang menyiapkan hal itu.

Mariam juga memaparkan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi penyelenggara sistem elektronik, seperti nama domain harus mengandung nama Indonesia, bersifat badan usaha tetap (BUT), serta data center-nya harus berada di Indonesia.

Jika nanti pendekatannya sudah tepat, Kominfo menyatakan sedang mengatur strategi agar proses pendaftaran bisa dilakukan secara online. Setidaknya, strategi ini diatur terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kapasitas data center Kominfo sendiri.

Sementara itu, Dewi Aryani Suzana (Kepala Divisi TI, PT Asuransi Jasa Indonesia) sedikit memberi sinyal kekhawatiran mengenai PP tersebut jika disahkan di Indonesia. Ia menyebut hal yang menjadi pertimbangan adalah ketika kegiatan operasional sudah berjalan, pihaknya tidak mungkin menggunakan layanan on premise, sehingga harus memilih cloud. Meski data center lokal juga sudah menunjukkan kesiapan di sisi infrastruktur, industri masih membutuhkan kepastian dari sisi keandalan dan keamanan.

Senada dengan Dewi, Faisal Yahya (Associate VP, Technology Services, IBS Group) mengimbau alangkah baiknya jika industri mendapatkan rekomendasi penyedia jasa layanan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kominfo selaku regulator. Menurut Faisal, hal ini akan sangat berguna. Jadi jika industri mendapatkan assessment report yang dikeluarkan Kemkominfo dalam usaha agar comply dengan aturan OJK, industri tidak harap-harap cemas.

Ivan Goh: Sediakan Solusi Cybersecurity End-to-End Lewat Arim Technologies

Ivan Goh (CEO, ARIM Technologies). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Ivan Goh (CEO, ARIM Technologies). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]
Dunia cybersecurity ibarat denyut nadi yang tak pernah berhenti. Tiap saat, muncul ancaman baru yang berpotensi menimbulkan kerugian masif dari sisi finansial maupun reputasi.

Wall Street Journal Venture Capital Dispatch memperkirakan, pasar cybersecurity akan mencapai US$75 miliar pada tahun 2020 nanti. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran perusahaan di seluruh dunia akan pentingnya melindungi aset digital mereka dari serangan yang tak pernah berhenti itu.

Kebutuhan akan solusi cybersecurity juga dirasakan perusahaan di belahan Asia Pasifik. Sayangnya, pilihan yang dimiliki perusahaan di kawasan ini relatif lebih sedikit dibanding kawasan lain. Hal ini tidak lepas dari fakta banyak penyedia solusi cybersecurity yang belum memiliki jangkauan pemasaran produk sampai ke Asia Pasifik.

“Ada hambatan dari sisi bahasa, politik, maupun jumlah negara sehingga membutuhkan usaha ekstra untuk melayani pasar Asia Pasifik,” ungkap Ivan Goh.

Peluang itulah yang mendorong Ivan Goh mendirikan Arim Technologies. Pada prinsipnya, Arim adalah perusahaan yang memasarkan solusi cybersecurity dari berbagai perusahaan ke pasar Asia Pasifik. Solusi yang dipilih Arim kebanyakan berasal dari perusahaan cybersecurity kelas startup seperti CheckPoint, Ensilo, atau ObserveIT. “Kami pada dasarnya menyediakan solusi cybersecurity secara end-to-end,” ungkap Ivan.

Di satu sisi, Arim Technologies berposisi mirip seperti kantor cabang yang memasarkan solusi sekaligus melindungi intellectual properties (IP) dari penyedia solusi. Di sisi lain, Arim akan memberikan layanan menyeluruh, termasuk support, kepada konsumen.

Ivan sendiri bukan nama baru di bidang cybersecurity dan enterprise di Asia Pasifik. Sebelum mendirikan Arim, pria asal Singapura ini menjadi Head Sales kawasan ASEAN untuk perusahaan CDN terkemuka, Akamai Technologies. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di SAP dan Alcatel-Lucent. Dari pengalaman itulah, Ivan melihat kebutuhan akan solusi inovatif di bidang cybersecurity. “Banyak perusahaan di Indonesia yang tidak mendapat kesempatan menggunakan solusi terbaru sebenarnya sangat mereka butuhkan,” tambah Ivan.

Karena itulah pada tahun 2014, Ivan mendirikan Arim Technologies di Singapura. Lalu pada akhir 2015 kemarin, Arim membuka kantor di Indonesia dengan bekerjasama dengan PT Jaringan Intech Indonesia. Kini kedua perusahaan tersebut bahu-membahu memasarkan solusi cybersecurity ke pasar Indonesia.

Lebih Lincah

Ada alasan tersendiri mengapa Arim memilih solusi cybersecurity dari perusahaan kelas startup. “Ancaman security akan terus ada dan berevolusi ke berbagai bentuk,” ungkap Ivan. Evolusi ini seringkali membutuhkan penanganan yang spesifik dan menggunakan teknologi terbaru.

Perusahaan security yang sudah mapan memang sudah memiliki tim R&D untuk mengantisipasi perubahan itu, namun sering kali kurang cepat dalam menghadapi perubahan. Tidak heran jika mereka seringkali melakukan akuisisi perusahaan security yang lebih kecil untuk memasukkan teknologi terbaru ke portofolio mereka.

Pendekatan ini menjadi berbeda dengan perusahaan cybersecurity kelas startup. Karena secara organisasi lebih simpel, perusahaan seperti ini cenderung lebih lincah menghadapi evolusi ancaman keamanan. Mereka juga lebih fokus dalam menyelesaikan sebuah persoalan terkait masalah yang spesifik.

Ivan sendiri tidak mengklaim solusi perusahaan cybersecurity kelas startup itu selalu lebih baik dibanding perusahaan yang lebih mapan. “Namun bisa jadi solusi yang ditawarkan perusahaan yang sudah mapan itu tidak cukup untuk menangani masalah security yang ada,” tambah Ivan. Pada titik inilah kehadiran Arim menjadi relevan, yaitu menghadirkan solusi alternatif yang bisa menjawab permasalahan yang terjadi di perusahaan.

Meski terbilang baru di Indonesia, Ivan melihat sambutan konsumen di Indonesia terhadap solusi yang ditawarkan Arim sangat menggembirakan. “Solusi yang kami tawarkan selalu mendapat respons positif dari konsumen di Indonesia,” ungkap pria simpatik ini.

Hal inilah yang membuat Ivan berani menyimpulkan, konsumen di Indonesia sangat suka dengan inovasi. “Konsumen Indonesia cenderung terbuka terhadap solusi yang inovatif dibanding negara lain,” tambah Ivan.

Momentum juga berpihak ke negara seperti Indonesia yang mulai melakukan investasi cybersecurity ketika pilihan kian banyak. “Jadi perusahaan di Indonesia bisa melewati beberapa fase dan tidak terbelenggu dengan teknologi cybersecurity generasi lawas,” tambah Ivan.

Solusi untuk Mobile Security

Bicara isu cybersecurity di Indonesia sendiri, Ivan menunjuk tingginya tingkat adopsi perangkat teknologi, seperti smartphone dan tablet, di masyarakat Indonesia. Kecenderungan ini mendorong perusahaan mengadopsi budaya kerja BYOD (Bring Your Own Devices).

Namun ketika perangkat personal bisa digunakan untuk mengakses data penting perusahaan, attack surface alias titik yang berpotensi menjadi lubang keamanan kian meningkat. “Efeknya adalah attack surface di Indonesia relatif lebih besar dibanding negara lain,” tambah Ivan.

Itulah yang mungkin menjelaskan ketertarikan yang tinggi dari banyak perusahaan Indonesia akan solusi Ensilo. Solusi asal San Francisco ini menawarkan pengawasan secara real-time terhadap koneksi yang mencurigakan.

Berbeda dengan pendekatan lawas yang menggunakan sistem berlapis alias layered security, Ensilo mengambil strategi pengawasan real-time yang dengan cerdas mendeteksi setiap koneksi yang mencurigakan. Ensilo secara virtual juga langsung melindungi perangkat yang terserang, sehingga pengguna tetap bisa bekerja menggunakan perangkat tersebut.

Dengan menyediakan solusi inovatif seperti Ensilo, Ivan tampak yakin dengan langkah Arim Technologies ke depan. Tugas besar memang sudah di depan mata, yaitu memperkenalkan Arim ke konsumen Indonesia dan Asia. Namun berbekal solusi yang inovatif, Ivan yakin mampu melakukannya. “Yang terpenting adalah bagaimana kita menyediakan solusi yang mampu menjawab kebutuhan konsumen,” tambah Ivan.

Ivan pun sudah mematok beberapa target ke depan. Yang utama adalah menjadikan Arim Technologies sebagai nama yang terpercaya dalam menghadirkan solusi cybersecurity secara end-to-end. Ivan pun akan terus menambah portofolio solusi yang ditawarkan Arim. “Sebenarnya banyak solusi bagus di luar sana, namun kami harus menyesuaikan dengan kemampuan kami saat ini,” tambah Ivan.

Dengan prospek yang jelas tersebut, tidak heran jika Arim Technologies kini mendapat banyak tawaran dari venture capital yang ingin menanamkan investasi. “Kami sedang mempelajari tawaran tersebut, tapi sebenarnya kami sudah merasa cukup dengan kondisi sekarang,” Ivan menutup pembicaraan.

Mau Informasi Harga Tiket Pesawat Murah? Klik Fitur Terbaru Traveloka Ini

Price Alerts is available in Traveloka mobile app
Price Alerts is available in Traveloka mobile app

Traveloka memperkenalkan fitur Notifikasi Harga atau Price Alerts di aplikasi mobile Traveloka versi terbaru (Android dan iOS) untuk memudahkan pengguna mendapatkan harga tiket pesawat terbaik sesuai dengan tanggal dan rute yang diinginkan.

Pengguna akan mendapatkan notifikasi perubahan harga secara harian atau mingguan melalui notifikasi push dan email. Pengguna sangat memperhatikan harga tiket pesawat sebelum memesan tiket pesawat. Sayangnya, harga tiket pesawat yang fluktuatif menyulitkan pengguna untuk mendapatkan harga terbaik karena harus memantaunya setiap saat.

Dannis Muhammad (Head of Marketing Traveloka) mengatakan banyak pelanggan Traveloka yang menanyakan, “Kapan waktu terbaik untuk memesan tiket pesawat?”.

“Saat ini pengguna tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk memantau harga tiket pesawat karena pengguna akan menjadi yang pertama tahu kapan waktu terbaik beli tiket pesawat dan langsung mendapat notifikasi ketika harga tiket turun atau sesuai bujet yang diinginkan,” katanya dalam siaran pers.

Berikut adalah destinasi terfavorit yang menjadi incaran pengguna hingga akhir tahun 2016. Untuk domestik yaitu Denpasar, Jakarta, Surabaya, Jogja, Medan, Makassar dan Lombok. Sedangkan internasional yaitu Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Tokyo, Seoul, Hong Kong dan Sydney.

Untuk menggunakan fitur Notifikasi Harga, pengguna cukup mengikuti beberapa langkah mudah berikut yaitu buka Traveloka App di iOS atau Android lalu masuk ke akun Traveloka, pada menu Akun Saya, pilih Notifikasi Harga,

Ketuk tombol + untuk membuat notifikasi harga baru, Isi detail penerbangan, pilih kota keberangkatan, kota tujuan, tanggal penerbangan, jumlah penumpang serta mata uang yang ingin digunakan, pilih tipe pemberitahuan, pilih frekuensi pemberitahuan dan pengguna bisa memilih untuk menerima pemberitahuan harian atau mingguan.

Terakhir, ketuk tombol simpan.

Telkom Siap Dukung PON XIX 2016 di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah), juru bicara PON XIX Maria Selena (kanan) dan pejabat Telkom berpose bersama selepas peresmian Media Center Utama (MCU) PON XIX Jawa Barat di di Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (14/9/2016).
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah), juru bicara PON XIX Maria Selena (kanan) dan pejabat Telkom berpose bersama selepas peresmian Media Center Utama (MCU) PON XIX Jawa Barat di di Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (14/9/2016).

Ketika meresmikan Media Center Utama (MCU) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memuji fasilitas teknologi informasi komunikasi (TIK) yang disediakan PT Telkom.

Pasalnya, kata Aher, akses bandwidth yang diberikan Telkom guna menunjang kerja wartawan tidak terbatas (unlimited), bahkan cenderung sangat dilonggarkan, sehingga wartawan bisa mengakses seluruh informasi terkait PON di MCU dengan leluasa selama event nasional itu yang akan dimulai besok (17/9) hingga 29 September nanti.

“Alhamdulillah, sengaja di-loose internetnya oleh Telkom, bandwidth-nya unlimited di sini, sehingga ini menjadi media center terbaik yang pernah ada. Ini memungkinkan wartawan untuk menyajikan informasi seluas-luasnya, secepat-cepatnya, dan seakurat mungkin,” kata Gubernur Jabar itu setelah mencoba akses internet di sela-sela peresmian MCU di Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (14/9) malam.

Menurut Aher, MCU dijamin bakal memanjakan para jurnalis peliput PON. Selain akses internet andal, media center tersebut juga dilengkapi dengan peranti keras dengan spesifikasi andal yang disediakan anak perusahaan  Telkom, PT Pins Indonesia.

Mirza Zulhadi (Direktur, MCU) mengatakan, ada 100 komputer desktop yang akan ditunjang akses wireline dan sebagian perangkat tersebut memiliki spesifikasi lebih tinggi karena untuk kepentingan upstreaming video bagi wartawan televisi.

Desktop ini sendiri yang terbaik di kelasnya, dengan layar 32 inhi dan spesifikasi di atas rata-rata, sehingga memudahkan proses kerja jurnalis. Wifi juga disediakan dengan alokasi bandwidth yang juga unlimited,” katanya, seraya mengatakan ada tiga printer terkoneksi ke LAN (Local Area Network) agar wartawan bisa cetak dokumen kapanpun.

MCU juga disertai intranet guna koneksi jaringan sistem informasi manajemen pertandingan di bawah koordinasi Bidang TIK PON Jabar. Ini memungkinkan seluruh hasil pertandingan bisa mudah disebarluaskan di media center.

“Pasokan listrik hotel sudah kami back up genset kapasitas 16.000 megawatt agar tidak turun daya dan ada cadangan,” pungkasnya.

Sediakan Bandwidth 35 Gigabyte

Sebagai Official ICT Partner PON XIX 2016, Telkom secara keseluruhan menyiapkan lebih dari 35 gigabyte bandwidth selama pelaksanaan kegiatan.

Selain di media center, Telkom Group menyiapkan fasilitas telekomunikasi di 200 hotel penginapan atlet, Bandara Husein Sastranagara, dan stasiun kereta api hingga rumah sakit yang ada di Jawa Barat.

“Kami mendukung seluruh media center, mulai dari Media Center Utama di Trans Studio Mall, dua media center menengah di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan Graha Siliwangi hingga empat belas media center kecil di Gedung KONI Jabar juga lokasi lainnya,” tutur Mohammad Salsabil (Executive Vice President Divisi Government Service, Telkom).

Untuk mendukung layanan komunikasi mobile, menurut dia, Telkomsel menyiapkan lebih dari 800 base transceiver station (BTS) 2G, 3G, maupun  4G untuk meng-cover seluruh venue acara. Jumlah tersebut sudah termasuk BTS baru dan mobile BTS (COMBAT).

Ia mengatakan, di setiap lokasi media center dan venue tersebut juga dilengkapi 130 CCTV, lebih dari 600 komputer, printer, IP phone, LCD, dan akses internet Wifi.id yang didukung lebih dari 500 access point. Telkom Group juga menyiapkan layanan broadcasting melalui dukungan tiga unit Satellite News Gathering (SNG).

“Dukungan bandwidth yang besar memungkinkan beberapa aplikasi PON akan bisa dinikmati masyarakat luas dengan mudah dan cepat. Kami melibatkan lebih dari 300 personil yang siap 7 x 24 jam,” kata Salsabil.

Telkom Group juga bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Jabar menyiapkan Command Center penyelenggaraan PON Jabar di Kantor Dinas Kominfo Jabar, Jl Tamansari Bandung.

“Kami siap mendukung dan menyukseskan seluruh agenda PON dan Peparnas dengan pengalaman di berbagai perhelatan nasional dan internasional,” ujarnya lagi.

 

Alasan Tren Kurban Online Meningkat Pesat

Distribusi Hewan Kurban di Ambon
Distribusi Hewan Kurban di Ambon

Tokopedia mencatat peningkatan tren berkurban via online yang tinggi pada momen Idul Adha awal pekan lalu.

“Tren berkurban online meningkat lebih dari 500 persen dibandingkan Idul Adha tahun lalu karena sederet keunggulan berkurban via online,” kata Siti Fauziah (PR Executive, Tokopedia).

Siti Fauziah mengungkapkan beberapa keunggulan program kurban online yaitu pelanggan tidak perlu langsung datang ke peternak dan bingung memilih hewan kurban, program ini juga menjamin penyaluran yang transparan, bahkan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Ia mengatakan Tokopedia telah bekerjasama dengan empat lembaga yaitu Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, PKPU, dan Baznas untuk menggelar program “Tokopedia Kurban”.

“Selama Idul Adha sampai hari tasyrik ini, kami telah menyalurkan donasi kurban ke seluruh pelosok negeri, yaitu daerah-daerah rawan gizi, rawan bencana, pedalaman, minoritas dan komunitas yang tergolong masyarakat miskin,” ungkap Agung Notowiguno (Presiden Direktur PKPU).

Urip Budiarto (General Manager Resource Mobilization Dompet Dhuafa) mengatakan masyarakat membutuhkan kemudahan berkurban, salah satunya lewat online.

“Sinergi Tokopedia dengan lembaga-lembaga terkait adalah simbol kebersamaan dalam memberikan nilai tambah atas rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama pada momentum Idul Adha dan ibadah kurban,” ujarnya.

Inilah 20 Brand yang Lolos Final Kompetisi The Big Start Indonesia

TBS 20 brand finalis
TBS 20 brand finalis

The Big Start Indonesia telah mengumumkan 20 brand yang lolos untuk maju ke tahap Final. Para pendiri dari top 20 brand tersebut telah berada di Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan karantina hingga tahap grand final kompetisi web series bertema startup yang merupakan hasil kerja sama Blibli.com dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) tersebut.

“Kami melakukan proses seleksi yang sangat ketat untuk menentukan 20 brand yang berhak lolos ke tahap final. Top 20 brand ini tidak hanya inovatif, kreatif, dan unik, tetapi juga memiliki potensi besar untuk bisa dipasarkan di tanah air maupun ke mancanegara,” kata Kusumo Martanto (CEO, Blibli.com) dalam siaran persnya.

Brand yang lolos ke tahap final itu terpilih dari 100 brand yang lolos seleksi tahap 2 dengan tiga kriteria penilaian produk, yaitu kreativitas, inovasi dan keunikan. Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan faktor pilihan konsumen melalui video yang diunggah di YouTube.

Sebanyak 20 top brand yang terpilih itu berasal dari beberapa kategori jenis usaha, mulai dari fashion, makanan dan minuman, kesehatan dan kecantikan, kerajinan, kebutuhan ibu dan anak, hingga hobi dan teknologi.

Brand-brand yang terpilih yaitu Motiviga, PijakBumi, Topee, Wakatobi Eyewear, Neveres Sports Wear, Amazara, Savis, Joycia, FrozBanana, Stereo Desert, Olmatix, Potme Farm, Peek.me, Ocean Fresh, Ritjhson Pomade, Cool Sugar Wax, Klen n Kind, Antik Mebel, Leon Paperworks, dan Gauri Art Division.

Selama di Jakarta, top 20 brand ini yang menjalani proses karantina untuk mendapat pembekalan dan pelatihan bisnis yang intensif dari pakar dan para pengajar Podomoro University.

“Podomoro University berkomitmen untuk menularkan ilmu kewirausahaan kepada masyarakat luas. Kami sangat mendukung kompetisi The Big Start Indonesia sebagai platform untuk mencari pengusaha kreatif lokal dengan produk terbaik,” ujar Cosmas Batubara (Rektor Podomoro University).

Podomoro University memberi pembekalan berupa program Basic Entrepreneurship Experience (BEE) yang memperkenalkan tren manajemen bisnis dan unsur-unsur entrepreneurial dengan panduan berpikir dan berperilaku seorang entrepreneur.

Untuk mendapatkan founder terbaik, para finalis juga akan mengikuti program seleksi melalui berbagai tantangan sesuai dengan pengetahuan bisnis.

Printer HP MFP A3 Generasi Terbaru: Canggih, Efisien, dan Aman

Printer MFP A3
Printer MFP A3

HP memperkenalkan lini printer multifungsi (MFP) A3 yang menawarkan kesederhanaan, keandalan, kemampuan servis, dan keamanan untuk mengubah pencetakan bisnis. Seluruh portofolio HP MFP A3 sudah termasuk tiga platform PageWide dan 13 platform LaserJet yang akan tersedia dengan 53 SKU.

Richard Bailey (President, Asia Pacific, HP) mengatakan selama ini industri fotokopi tidak memiliki teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan menjamin keamanan serta membuat warna percetakan lebih terjangkau.

HP mengubah status quo dengan berbagai printer multifungsi A3 generasi terbaru untuk lingkungan cetak baru yang menawarkan keamanan tingkat dunia, uptime maksimal dan pencetakan warna yang terjangkau.

“Portofolio HP A3 dan program channel baru ini akan memberdayakan para mitra HP,” kata Bailey dalam siaran persnya.

Platform-platform HP PageWide Enterprise dan Pro akan membuat pencetakan warna lebih terjangkau, bersama-sama dengan kecepatan cetak dan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan perangkat-perangkat laser.

Perangkat tunggal-fungsi dan multifungsi akan memiliki kecepatan cetak mulai dari 40 ppm hingga 60 pp (hingga 80 ppm dalam modus General Office). Perangkat-perangkat HP PageWide Pro akan tersedia di pertengahan tahun 2017 sementara perangkat-perangkat HP PageWide Enterprise akan tersedia di akhir tahun 2017.

HP LaserJet Managed MFP akan tersedia sebagai perangkat multifungsi dengan pencetakan warna atau monokrom dan kecepatan mulai dai 22 ppm hingga 60 ppm. LaserJet baru ini akan memiliki komponen yang awet, waktu reparasi yang cepat, dan akan tersedia di pertengahan tahun 2017.

HP Inc. juga memperkenalkan HP Smart Device Services untuk mengawasi dan memeriksa berbagai layanan yang dibutuhkan sekaligus meminimalkan downtime dan memotong biaya. Misalnya, layanan itu bisa mengantisipasi perbaikan suku cadang sebelum rusak dan mencegah penggantian tinta dan toner sebelum waktunya.

Perangkat-perangkat HP PageWide dan LaserJet Enterprise memiliki fitur-fitur keamanan tertanam yang terdepan termasuk Sure Start, deteksi intrusi run-time, dan whitelisting serta menjadikannya printer paling aman di dunia. Perangkat-perangkat HP PageWide Pro memiliki keamanan terbaik di kelasnya dengan fitur-fitur seperti boot aman dan pemeriksaan integritas firmware.

Dua Solusi ZTE Kembangkan Smart City di 145 Kota Dunia

zte-icity

ZTE Corporation menawarkan dua solusi smart city yaitu CITIC Bank Big Data dan Distributed Database Project. Kedua solusi smart city ZTE itu telah memenangkan dua proyek baru lainnya tahun ini.

Bahkan, solusi smart city ZTE telah diterapkan di 145 kota di seluruh dunia dan membuat ZTE menjadi salah satu perusahaan yang berpengalaman dalam pembangunan kota cerdas secara global.

ZTE juga mengumumkan peningkatan pendapatan operasional sebesar 4,05 persen menjadi 47,76 miliar RMB (US$7,15 miliar) pada semester pertama tahun ini. ZTE meraih pendapatan operasional domestik sebesar 27,8 miliar RMB (US$4,17 miliar), mencakup lebih dari 58 persen dari pendapatan operasional secara keseluruhan.

ZTE Indonesia memberikan kontribusi sebesar 4 persen untuk pendapatan global ZTE dan menjadi kontributor kelima terbesar di luar Tiongkok. Peringkatnya adalah Amerika Serikat, India, Nigeria, Indonesia, dan Pakistan. Bila dibandingkan dengan semester pertama 2015, ZTE Indonesia berhasil mempertahankan tingkat pendapatan yang sama dan labanya meningkat lebih dari 50 persen.

Pada semester pertama 2016, ZTE menginvestasikan hampir 15 persen atau 7,06 miliar RMB (US$1 miliar) dari total pendapatan untuk R&D, demikian menurut siaran persnya.

ZTE juga mengumumkan strategi baru yaitu M-ICT 2.0 untuk mendorong pertumbuhan perusahaan selama lima tahun ke depan. Strategi M-ICT 2.0 akan membantu ZTE untuk menangkap peluang, perluasan jaringan peer-to-peer dan layanan cloud computing. M-ICT 2.0 mengidentifikasi lima tren kunci Virtuality, Openness, Intelligence, Cloudification, dan Internet of Everything.

Di pasar operator jaringan seluler, ZTE terus berhasil meningkatkan pangsa pasarnya di pasar nirkabel dan kabel serta menjadi pemimpin infrastruktur jaringan LTE pada 2016, menurut Gartner Magic Quadrant.

ZTE telah aktif bekerjasama dengan operator untuk mendukung transformasi mereka menuju 5G dengan produk industri terkemuka ZTE yaitu Pre5G Massive MIMO. Kini ZTE merupakan pemimpin global dalam industri Pre5G dan menerapkan solusi Pre5G di Austria, Tiongkok, Jerman, Jepang, Singapura dan Korea Selatan.

HyperX Luncurkan Headset Gaming Terbaru CloudX Revolver Gears of War

CloudX Revolver Gears of War
CloudX Revolver Gears of War

“Gears of War 4” adalah salah satu game paling ditunggu-tunggu pada tahun ini. HyperX yang merupakan divisi dari Kingston Technology mengumumkan headset gaming terbaru CloudX Revolver “Gears of War” yang berlisensi resmi Xbox.

HyperX merancang headset terbaru itu bersama dengan Microsoft dan The Coalition yang merupakan studio pengembangan game “Gears of War 4”. Headset itu memiliki ukuran 3,5 mm (4 lubang) plug dan kabel ekstensi PC berukuran 2M serta tingkat kejernihan suara seperti di studio. Anda dapat mendengarkan suara lawan Anda dengan akurat dari jarak jauh.

“HyperX senang dapat bekerja sama dengan Microsoft untuk menciptakan sebuah headset yang dapat meningkatkan pengalaman bermain game Gears of War,” kata Ann Bai (Direktur Penjualan HyperX untuk wilayah Asia Pasifik) dalam siaran persnya.

Headset itu memiliki fitur headband dari kulit asli berkualitas tinggi dan rangka baja yang kuat yang memiliki daya tahan lama. Dab mikrofon memberikan kualitas suara yang jernih dan mengurangi suara dari luar untuk memberikan pengalaman percakapan game yang lebih baik.

UCWeb Mendukung Komitmen Alibaba untuk Kembangkan E-Commerce di Indonesia

Jokowi visit IESE

Presiden RI Joko Widodo mengunjungi kantor pusat Alibaba Group didampingi oleh Jack Ma (Founder and Executive Chairman dari Alibaba) pada hari Jumat, 2 September 2016 sebagai bagian dari kunjungan kerja ke Tiongkok.

Pada kunjungannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia harus belajar dari Alibaba untuk membantu memasarkan produk Indonesia di pasar Tiongkok, dan pada saat yang sama, Presiden Jokowi juga mengundang Jack Ma untuk menjadi penasihat komite e-commerce Indonesia.

Jack Ma menjelaskan bahwa model bisnis Alibaba dapat digunakan di Indonesia. Ma juga berbagi visinya mengenai eWTP (Electronic World Trade Platform) dan menyebut Indonesia sebagai negara yang sangat penting yang memiliki potensi besar dalam e-commerce dengan angka populasinya dan jumlah UKM yang besar. Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga bertujuan untuk membantu Indonesia.

Pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Jack Ma tentang peluang Indonesia untuk memasuki pasar Tiongkok menunjukkan pentingnya Indonesia dan bagaimana Indonesia menghargai pengalaman dan visi dari perusahaan Tiongkok yang sukses.

Ini bukan pertama kalinya bagi Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengan Alibaba Group. Pada bulan April 2016, Presiden Jokowi mengunjungi booth UCWeb, bagian dari Alibaba Mobile Business Group pada Indonesia E-commerce Summit and Expo (IESE) 2016.

Pada acara tersebut, UCWeb memperkenalkan UC Cradle Program yang bertujuan untuk membantu para pelaku e-commerce di Indonesia.

Kenny Ye (General Manager of Overseas Business, UCWeb, Alibaba Mobile Business Group) menjelaskan tentang bagaimana pelaku e-commerce di Indonesia dapat memanfaatkan berbagai layanan yang ditawarkan oleh UCWeb termasuk premium traffic, sumber daya berkualitas, dan juga kampanye co-branding yang ditawarkan oleh UCWeb melalui Cradle Program tersebut agar dapat meningkatkan bisnisnya secara efektif dan efisien.

Review Smartphone