22 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 22, 2016

Benarkah Apple Ingin Akuisisi McLaren untuk Mendukung Bisnis Smart Car?

Pabrikan McLaren di Woking, Inggris. [Kredit: Theglobeandmail.com]
Pabrikan McLaren di Woking, Inggris. [Kredit: Theglobeandmail.com]
Industri otomotif sempat dihebohkan dengan rencana Apple mengakuisisi perusahaan otomotif raksasa McLaren. Kabar ini dilansir oleh The Financial Times pada hari Rabu (21/9) yang menyebut tiga orang sumber anonim yang mengetahui proses negosiasi antara kedua pihak.

Negosiasi antara Apple dan McLaren dikatakan terkait minat investasi atau akuisisi terhadap pabrikan mobil Formula 1 asal Inggris itu, dengan nilai transaksi berkisar US$1 – 1,5 miliar.

“Ketertarikan Apple didasari pada portofolio teknologi, keahlian rekayasa (engineering), dan hak paten milik McLaren,” tulis The Financial Times mengutip sumber anonim yang mereka kenal.

Namun, McLaren telah membantah berita ini. “Kami dapat mengonfirmasi bahwa McLaren tidak berada dalam diskusi dengan Apple mengenai peluang investasi apa pun,” juru bicara McLaren menegaskan.

“Popularitas brand [McLaren] memang membawa kami sering mengadakan pembicaraan dengan banyak pihak. Tapi, kami akan tetap menjaga kerahasiaan [pihak-pihak] itu,” lanjutnya.

Apple sendiri belum memberikan konfirmasi terkait kabar ini. Tapi, dalam satu tahun terakhir, Apple diketahui sudah merekrut sejumlah pakar otomotif dan memiliki rencana membuat stasiun pengisian energi untuk mobil elektrik, seperti dilansir Reuters.

Beberapa waktu lalu, Apple juga menanamkan investasi US$1 miliar pada layanan pemesanan kendaraan Didi Chuxing di Tiongkok.

Sumber yang sama menyatakan Apple juga tertarik membeli startup otomotif bernama Lit Motors. Perusahaan rintisan asal California, AS, itu memiliki proyek pengembangan motor listrik yang dilengkapi dua keping giroskop, mencegahnya untuk terjatuh atau terjungkir.

Bukan berarti Apple juga bakal memproduksi motor listrik. Tapi, ditengarai Apple ingin mengambil alih sumber daya manusia berbakat alias jajaran eksekutif dan karyawan Lit Motors untuk memperkuat proyek mobil cerdasnya.

Google Trips, Aplikasi Panduan Jalan-Jalan ke Tempat Wisata

Ilustrasi aplikasi Google Apps. [Kredit: http://www.impulsonegocios.com]
Ilustrasi aplikasi Google Trips. [Kredit: http://www.impulsonegocios.com]
Google meluncurkan aplikasi terbaru Trips untuk pengguna yang ingin liburan dan mengeksplorasi tempat-tempat wisata baru.

Aplikasi Google Trips bisa berperan sebagai manajer perjalanan sekaligus pemandu wisata virtual bagi para pelancong (traveler). Fungsinya mulai dari memesan dan menyimpan tiket pesawat dan kamar hotel, menampilkan informasi destinasi wisata, hingga memberi rekomendasi personal berdasarkan kebiasaan berselancar.

“Kami benar-benar harus membantu pengguna ketika mereka berada di tujuannya,” kata Richard Holden (VP Product Management, Google) seperti dilansir TechCrunch.

Pada tahap awal, Google Trips sudah menyediakan informasi dari 200-an kota wisata di seluruh dunia. Aplikasi berbasis iOS dan Android itu juga menyediakan informasi yang bisa disimpan secara offline sehingga pengguna dapat memanfaatkan jasanya tanpa koneksi internet.

“Kami ingin mengurangi kerepotan dan menolong wisatawan menikmati liburan,” tulis Stefan Frank (Manajer Produk, Google Trips) dalam blog resmi Google.

Fitur Google Trips

Cara menggunakan Trips cukup mudah. Pertama-tama, Anda harus mengunduhnya lewat Andorid Play Store atau Apple App Store dan login menggunakan akun Google.

Setelah masuk, Google akan membeberkan perjalanan yang pernah Anda lakukan, tentu saja jika itu terekam pada aktivitas penggunaan aplikasi-aplikasi yang berafiliasi dengan Google, seperti Gmail, Search, Drive, dan Maps.

Untuk reservasi hotel dan penerbangan, Trips akan memasukkan informasi yang tercantum pada Gmail. Jika belum ada, berarti Anda harus memesannya secara online terlebih dahulu.

Selanjutnya, Anda bisa mengetik destinasi berikutnya dikotak “where do you want to go?”. Di sana, Anda bisa mengakses beragam destinasi, mendapatkan rekomendasi tempat wisata, informasi hotel, dan penerbangan.

google-trips-istanbul

Trips menawarkan fitur Things-to-Do yang memungkinkan Anda membuat itinerary (jadwal perjalanan) berdasarkan berapa lama Anda menetap di satu tempat, lama perjalanan, tujuan wisata populer, dan objek-objek yang telah Anda tandai dalam layanan Google.

Fitur Reservations berfungsi untuk mengelola tiket pesawat, informasi hotel, dan reservasi mobil. Sedangkan fitur Need to Know menawarkan informasi dasar yang berguna, seperti mata uang di tempat tujuan dan apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.

Jika Anda terhubung ke internet, Trips akan menunjukkan informasi real-time terkait tempat tujuan wisata yang tutup dan buka. Selain itu, Trips bakal menyesuaikan rencana Anda dengan jam dan cuaca. Misalnya jika hujan, Trips akan menyarankan Anda untuk melakukan kegiatan di dalam ruangan.

Peluncuran aplikasi Trips bisa menandai keseriusan Google dalam menyediakan aplikasi perjalanan dan bisa menjadi ancaman serius bagi aplikasi perjalanan terkemuka global seperti TripIt atau aplikasi lokal yaitu Traveloka dan Tiket.com.

Video perkenalan aplikasi Google Trips:

https://www.youtube.com/watch?v=ign2GmVEflw

Terungkap! Biaya Pembuatan iPhone 7 Hanya Sepertiga dari Harga Jualnya

Ilustrasi pembongkaran komponen iPhone 7.
Ilustrasi pembongkaran komponen iPhone 7.

Apple resmi mematok harga iPhone 7 mulai dari US$649 atau sekitar Rp8,5 juta untuk versi 32 GB. Namun, tahukah Anda, berapa biaya yang dikeluarkan Apple untuk memproduksi satu unit iPhone 7?

Baru-baru ini, perusaahaan riset dan analisis IHS Markit membongkar smartphone iPhone 7 untuk menaksir harga komponen perangkat tersebut. Hasilnya, IHS Markit memperkirakan biaya produksi iPhone 7 hanya US$224,80 atau sekitar Rp3 juta. Itu pun sudah termasuk biaya manufacturing sebesar US$5.

Tentunya, harga Rp3 jutaan tersebut belum termasuk komponen biaya lainnya, seperti riset, pemasaran, distribusi, dan pajak.

Berapa margin keuntungan yang didapat Apple dari satu buah iPhone 7? IHS menyatakan bahwa Apple menarik margin yang cukup besar, yaitu US$250 (setara Rp3,2 juta) per unit iPhone 7 yang terjual.

“Apple menarik margin yang lebih besar dari hardware dibandingkan Samsung. Tapi, memang harga material iPhone 7 lebih bagus daripada iPhone sebelumnya,” kata Andrew Rassweiler (Direktur Senior IHS Markit) seperti dikutip Reuters.

Salah satu komponen termahal iPhone 7 adalah layar IPS LCD 4,7 inci senilai US$39 dan chip A10 senilai US$26. Sedangkan harga baterai 1.960 mAh hanya US$2,5 atau kurang dari Rp50.000. Beberapa komponen iPhone 7 seperti Taptic Engine dan kamera berkualitas tinggi juga turut menyumbang kenaikan ongkos produksi Apple.

Estimasi biaya produksi iPhone 7 secara rinci untuk tiap komponen yang dilaporkan oleh IHS Markit bisa dilihat pada dokumen Excel ini.

Namun, lagi-lagi Apple tetap meraih untung dengan tingginya harga retail yang mereka patok. Dari penelitian tersebut, terungkap pula beberapa supplier komponen iPhone 7, misalnya Samsung yang memasok RAM.

Warga Korea Utara Hanya Bisa Akses 28 Website

Ilustrasi Internet di Korea Utara
Ilustrasi Internet di Korea Utara

Di era digital dan internet saat ini, Korea Utara masih terbelakang dalam penyediaan konten internetnya.

Bayangkan, negara yang diperintah oleh diktator Kim Jong-Un ini hanya memiliki 28 website yang semuanya diawasi ketat oleh pemerintah. Akses internet pun cuma bisa diakses oleh segelintir orang.

Data ini diperoleh setelah salah satu server utama di Korea Utara secara tidak sengaja memungkinkan pengguna internet di seluruh dunia mengakses DNS (Domain Name System) pada jaringan internet di negara itu.

Sebuah laporan yang diunggah di GitHub mengungkapkan bahwa hanya ada 28 nama situs yang terdeteksi memiliki domain level atas (top level domain) dengan akhiran (dot) KP. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya merupakan link yang tidak aktif.

Salah satunya adalah Cooks.org.kp, situs berisi resep macam-macam kuliner lokal. Ada juga situs gnu.rep.kp yang memuat berisi berita terkait sains dan teknologi Korea Utara; Kcna.kp, situs kantor berita setempat yang dikontrol pemerintah, serta situs Friend.com.kp yang ditengarai merupakan portal berita semacam Yahoo! dan MSN.

Dari 28 situs yang terdeteksi, hanya ada satu nama domain yang berasal dari perusahaan komersial Sili Bank yang menawarkan layanan e-mail berbayar untuk warga Korea Utara.

Daftar lengkap 28 situs asli Korea Utara itu bisa dilihat di forum Reddit ini.

 

Cara Bobol iPhone dengan Modal Rp1,3 Juta

Sergei bobol iphone 5c
Sergei bobol iphone 5c

Masih ingat kisruh Apple vs FBI lantaran Apple tidak ingin memberikan cara membobol iPhone 5c milik Syed Rizan Farook, tersangka penembakan di San Bernardino, California?

FBI yakin di dalam iPhone 5c milik Farook terdapat informasi atau data orang-orang yang membantunya. Apple pun menolak memberi akses ke FBI karena menjaga privasi penggunanya.

Ternyata, Sergei Skorobogatov (Ilmuwan dan Ahli Komputer Universitas Cambridge) berhasil membobol passcode iPhone 5c, hanya dengan memanfaatkan komponen senilai US$100 atau sekitar Rp1,3 jutaan.

Skorobogatov memerlukan waktu empat bulan untuk membuat peranti yang bisa melewati passcode sehingga bisa mengakses iPhone tersebut. Hasilnya, ia sukses menggandakan keping memory chip iPhone yang dapat menerka kode masuk atau passcode berulang-ulang.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membobol iPhone 5c? Skorobogatov memerlukan waktu 40 jam kerja untuk membobol empat digit passcode iPhone 5c. Sedangkan untuk enam digit kode, Skorobogatov memerlukan waktu ratusan jam.

Untuk iPhone 6, Skorobogatov memerlukan informasi tambahan karena pengaturan kode keamanannya yang jauh lebih rumit, seperti dilansir Arstechnica

Dalam sebuah video di YouTube yang telah diunggah oleh Skorobogatov, ia menunjukkan kalau ia berhasil mencopot chip NAND dan sebuah iPhone 5c. Kemudian, Skorobogatov menggantinya dengan chip NAND buatannya. Hasilnya, chip buatannya dapat membobol passcode iPhone 5c dari 10 menjadi 0.

Hal Itu berarti Skorobogatov bisa mencoba memasukkan kombinasi passcode berkali-kali tanpa khawatir iPhone akan terkunci secara otomatis.

Sejauh ini, Apple belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang keberhasilan Skorobogatov membobol sistem keamanan iPhone 5c.

Google Allo, Aplikasi Chat dengan Fitur AI Google Assistant

Ilustrasi Google Allo
Ilustrasi Google Allo

Google resmi meluncurkan aplikasi pesan instan Allo di Google Play Store dan App Store. Sebelumnya, Google telah memperkenalkan Google Allo pada ajang Google I/O, tetapi perusahaan yang bermarkas di Mountain View ini baru resmi meluncurkannya hari ini.

Salah satu keunikan Google Allo adalah membiarkan pengguna mengatur sendiri ukuran teks, stiker, dan emoji yang akan dikirim.

Tombol pengiriman (send button) terletak di sisi kanan aplikasi dan pengguna dapat memperbesar serta memperkecil setiap pesan yang dikirimkan. Caranya, pengguna cukup menekan sambil menggesernya ke sisi atas atau bawah untuk mengatur ukuran yang diinginkan.

Google Allo juga mampu membaca gaya ekspresi pengguna ketika menjawab sebuah percakapan dan menawarkan pilihan jawaban cepat yang tepat sesuai pola komunikasi penggunanya.

Yang paling istimewa dari Allo, Google memasukkan fitur asisten digital Google Assistant berbekal kecerdasan buatan untuk menyediakan jawaban yang tepat dari setiap kebutuhan penggunanya.

Fitur Google Assistant ini merupakan bentuk lain dari fasilitas “Ok Google” dalam bentuk teks. Pengguna cukup mengetikkan pertanyaan secara langsung dalam jendela percakapan, tanpa harus keluar dari aplikasi Allo. Pengguna juga bisa menyuruh Assistant seperti chatbot untuk memesan restoran, merencanakan acara, dan banyak lagi, seperti dilansir Arstechnica.

Untuk privasi dan keamanan, Allo menawarkan mode Incognito yang mampu mengenkripsi percakapan secara end-to-end dan menggunakan notifikasi secara hati-hati serta memiliki batas waktu pesan terlihat. Pengguna hanya perlu menentukan pengaturan waktunya untuk menghilangkan pesan secara reguler.

Namun, ketika berada dalam mode Incognito, Google Assistant tidak bisa digunakan. Soalnya, fitur ini perlu membaca jejak rekam percakapan pengguna dan teman-temannya agar bisa mengenali kebiasaan pengguna dalam bercakap-cakap.

Untuk menggunakan Allo, Google membutuhkan nomor ponsel sebagai akun pendaftaran. Pengguna Allo pun bisa mengirimkan pesan kepada pengguna lainnya yang tidak memiliki Allo melalui layanan SMS dan aplikasi pesan dari Android.

Fitur-fitur Google Allo:

Smart Reply: Fitur ini membantu Anda yang malas mengetik dan akan mengikuti gaya menulis Anda. Karena setiap kata yang sering anda ketik akan tersimpan secara otomatis.

Google Assistant: Fitur ini dapat melakukan pencarian Google atau membuat rencana tanpa perlu keluar dari chat. Cukup ketik @google dan Google Assistant akan langsung membantu.

Whisper and Shout: Mode ini dapat menyampaikan pesan emosi yang sedang Anda rasakan saat ini. Hanya dengan merubah ukuran teks yang menandakan apakan anda sedang dalam keadaan berteriak (whisper) atau sedang berbisik-bisik (shout).

Sticker: Mode ini mirip aplikasi sejenis yaitu WhatsApp, tetapi fiturnya terasa seperti LINE. Anda bisa pakai stiker lucu-lucu, menambahkan emoji ke gambar, bahkan mencoret-coret gambar yang akan dikirim.

Incognito Mode: Fitur enkripsi ini dapat menjaga kerahasiaan saat berkirim pesan dan dapat disetel berapa lama akan terhapus secara otomatis.

Review Smartphone