23 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 23, 2016

Unilever Dominasi Penghargaan Pemasaran Mobile SMARTIES Indonesia Awards 2016

Para pemenang MMA SMARTIES Awards Indonesia 2016. [Foto: Twitter @MMA_APAC]
Para pemenang MMA SMARTIES Awards Indonesia 2016. [Foto: Twitter @MMA_APAC]
Grup Unilever mendominasi daftar pemenang pada SMARTIES Indonesia Awards 2016, ajang penghargaan bagi para praktisi pemasaran mobile di tanah air yang diberikan oleh Mobile Marketing Association (MMA).

Unilever berhasil memboyong penghargaan pada 11 kategori, mulai dari kategori Innovation, Location Based, hingga Mobile Audio. Brand lain yang juga memperoleh penghargaan adalah Disney-Pixar, Kopiko 78, AXA Life Indonesia, Samsung Indonesia, IKEA, dan Lovepink.

Selain itu, ada Lazada yang menerima dua penghargaan di kategori Lead Generation/Direct Response/Conversions dan kategori Mobile Native. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan pertumbuhan pertumbuhan sektor e-commerce dari tahun ke tahun di Indonesia.

SMARTIES Indonesia Awards 2016 juga mengumumkan dua kategori baru di dalam Industry Award, yaitu Enabling Technology Company of The Year yang dimenangi oleh Opera MediaWorks dan Publisher of the Year yang diraih oleh Facebook Indonesia dan LINE.

Melengkapi daftar pemenang, Nadiem Makarim (Pendiri & CEO GO-JEK) menerima penghargaan Personality of The Year, Mindshare memenangi Agency of The Year, dan terakhir gelar Marketer of The Year didapatkan oleh Unilever.

“Sangat menyenangkan bisa melihat banyak kreativitas dalam ide-ide mobile marketing sebagaimana juga eksekusi yang inovatif dari ide-ide yang saat ini sudah ada sehingga dapat berhubungan dengan publik,” kata Erik Meijer (Ketua Dewan Juri SMARTIES Indonesia Awards 2016).

“Setiap tahun, berbagai brand dan agensi berhasil membuat kami kagum dengan kreativitas tanpa batas dan kemampuan mereka untuk menjangkau khalayak yang memiliki kebutuhan yang unik serta pola tingkah laku yang terus menerus berkembang,” imbuh Rohit Dadwal (Managing Director, MMA Asia-Pacific).

Membangun Citra Jangka Panjang

MMA SMARTIES Awards adalah satu-satunya penghargaan mobile marketing di dunia yang menjunjung tinggi inovasi, kreativitas, dan kesuksesan. Para nomine SMARTIES Indonesia Awards berhasil menunjukkan peningkatan penggunaan mobile marketing dan potensinya.

Para peraih penghargaan diumumkan bersamaan dengan gala dinner yang diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Kamis (22/9), setelah pagelaran MMA Forum Indonesia yang terselenggara untuk ketiga kalinya.

Para pemenang MMA SMARTIES Awards Indonesia 2016. [Foto: Twitter @MMA_APAC]
Kelvin Gin (Executive Director, Kantar Millward Brown Indonesia) mengatakan, “Tahun ini, kami melihat peningkatan fokus dalam pembangunan citra brand untuk jangka panjang melalui kampanye mobile.” [Foto: Twitter @MMA_APAC]
Kelvin Gin (Executive Director, Kantar Millward Brown Indonesia) mengatakan, “Tahun ini, kami melihat peningkatan fokus dalam pembangunan citra brand untuk jangka panjang melalui kampanye mobile. Banyak peraih penghargaan yang berfokus pada peningkatan awareness dan persepsi sebagai tambahan untuk direct response dan tujuan penjualan yang lebih fungsional.”

Sudah diketahui bahwa mobile memiliki kemampuan untuk menjangkau masyarakat secara spesifik dalam momen-momen tertentu ketika mereka mencari atau membutuhkan suatu brand atau produk tertentu.

Kampanye terbaik tidak hanya menonjolkan hal tersebut, tapi juga membuat profil demografis secara lebih rinci untuk mengidentifikasi faktor kontekstual yang lebih luas untuk menargetkan khalayak secara kreatif. Sebagai contoh, penggunaan data berbasis cuaca untuk mengidentifikasi dan kemudian menargetkan pengguna yang baru tidak hanya secara demografis, seperti media tradisional.

“Kami juga melihat peningkatan dalam penggunaan konten yang memberikan pengalaman bagi penggunanya. Tidak hanya video yang menjadi bagian penting dalam kampanye, tapi juga gamification dan penggunaan augmented reality kini telah menjadi bagian umum dari mobile marketing,” pungkas Kevin.

Roadshow ISTC di Unair, Mahasiswa Surabaya Antusias Belajar Investasi Saham

roadshow-istc-unair-surabaya-pemenang
Sujarwo (tengah) sukses menjadi pemenang ajang ISTC 2016 di Universitas Airlangga Surabaya.

Indosat Ooredoo mengajak generasi muda untuk belajar dan mengenal investasi, khususnya di pasar saham, sejak usia belia melalui ajang Indosat Ooredoo Stock Trading Contest (ISTC). Kompetisi ini melombakan kepandaian analisis dan intuisi dalam berjual beli saham lewat aplikasi virtual online trading.

Untuk menyosialisasikan acara ini, Indosat Ooredoo menggelar roadshow ke berbagai perguruan tinggi di beberapa kota besar di Indonesia. Salah satunya dilaksanakan di Aula ABC, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga, Surabaya, pada hari Kamis (22/9) lalu.

Antusiasme mahasiswa dan mahasiswi Surabaya sangat terlihat dalam roadshow kali ini. Terbukti dari kehadiran lebih dari 100 peserta yang mengikuti acara dari awal sampai akhir. Panitia bahkan menyebut jumlah peserta di Universitas Airlangga merupakan yang terbanyak dibanding roadshow di kota-kota sebelumnya.

“Sebuah kehormatan bagi FEB Unair dipilih sebagai tempat untuk tidak hanya mengenalkan virtual trading, tetapi juga [sarana mahasiswa] untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kapasitas, dan mengenali risiko investasi. Hal-hal yang menjadi  ‘sego jangan’ [‘nasi dan sayur’ dalam bahasa Jawa. Red] atau makanan sehari-hari mahasiswa FEB Unair,” ujar Ahmad Rizki Sridadi (Perwakilan Dekan FEB, Universitas Airlangga).

Wasis Sulaiman (Head of Region East Java, Bali, & Nusa Tenggara, Indosat Ooredoo) menambahkan bahwa mahasiswa harus punya kapasitas mengelola keterampilan finansial. Salah satunya dengan melakukan investasi saham. “Kalau rakyat Indonesia pandai berinvestasi, akan membantu ekonomi dan pembangunan negara kita,” tukasnya.

Pernyataan Wasis ini diperkuat oleh Heru Wahyudi (Marketing Communications Manager, Indosat Ooredoo) yang mengungkapkan data bahwa Indonesia masih kalah jauh dibanding Malaysia dan Singapura dalam urusan investasi saham. “Penetrasi investasi saham di Malaysia sebesar 13% dari jumlah warga negara, sedangkan Singapura sudah 30%. Indonesia 1%-nya saja belum tercapai,” ujarnya.

Oleh karena itu, lewat ajang ISTC yang sudah digelar kedua kalinya ini, Indosat Ooredoo menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar masyarakat, terutama generasi muda, lebih sadar terhadap pengelolaan finansial.

Keuntungan Investasi Saham

Pada kesempatan ini, Dyan Fajar Mahardhika (Trainer Bursa Efek Indonesia Cabang Surabaya) menjelaskan secara singkat tentang berbagai bentuk investasi dan mengapa investasi saham lebih untung daripada jenis investasi lainnya.

“BEI telah menyusun beberapa instrumen investasi. Dalam periode 10 tahun, investasi emas dan saham terbukti menghasilkan return lebih tinggi daripada obligasi dan deposito. Patokannya minimal bisa mengalahkan angka inflasi,” ujar Dyan. “Sebagai gambaran, inflasi di Indonesia rata-rata 6,1% per tahun, sedangkan bunga tabungan rata-rata 2,5% per tahun,” imbuhnya.

roadshow-istc-unair-surabaya-diskusi
Nikky Yudianto (Head of eBusiness, PT Trimegah Securities) berdiskusi dengan para peserta di Universitas Airlangga Surabaya tentang investasi saham.

Dyan juga menuturkan bahwa performa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di BEI mampu menghasilkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan bursa efek di Tiongkok, Inggris, India, dan Thailand. Sayangnya, keuntungan ini masih lebih banyak dinikmati investor asing yang menanamkan saham di Indonesia.

“Jumlah investor lokal baru 1% dari jumlah penduduk. Tantangannya, masyarakat berasumsi bahwa pasar modal itu susah, perlu modal besar, dan seperti judi karena risikonya tinggi,” ujarnya.

“Padahal, [jual beli saham] sebenarnya mudah, terjangkau, dan terencana–asal tahu caranya,” pungkas Dyan.

Setelah penjelasan dari para mitra ISTC ini, mahasiswa dan mahasiswi Universitas Airlangga dipersilakan untuk mengikuti kontes virtual trading selama 1,5 jam. Hasilnya, seorang mahasiswa bernama Sujarwo berhasil memperoleh profit tertinggi di antara teman-temannya.

Atas kesuksesan ini, Sujarwo berhak digelari “King of Investar” dan mendapat hadiah berupa uang tunai Rp1.000.000 dan sebuah smartphone 4G.

Ajang ISTC 2016 masih akan berlangsung sampai 31 Oktober 2016 dan siap mengunjungi kota-kota lainnya, antara lain Malang, Makassar, Yogyakarta, dan Tangerang. Informasi selengkapnya bisa dilihat di situs resmi ISTC.

Ramayana Jual Produk Berkualitas dan Murah di Tokopedia

Simbolisasi Tokopedia dan Ramayana
Simbolisasi Tokopedia dan Ramayana

Ramayana Department Store menggandeng Tokopedia untuk mendekatkan diri kepada seluruh pelanggan Ramayana Department Store di Indonesia. Hal itu sebagai wujud dari kampanye kami #KerenHakSegalaBangsa untuk mengingatkan kepada semua agar tampil keren.

Jane Tumewu (Head of Merchandising, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk) mengatakan kerja sama dapat mendekatkan diri Ramayana Department Store dengan seluruh pelanggannya di seluruh pelosok Indonesia.

“Saya berharap semua pelanggan bisa mendapatkan produk Ramayana yang berkualitas nomor satu dengan harga yang terjangkau,” katanya dalam siaran persnya, Jumat.

Melissa Siska Juminto (Vice President, Tokopedia) mengatakan kerjasama antara Tokopedia dan Ramayana Department Store saling menguntungkan dan melahirkan inovasi-inovasi di kemudian hari. “Ini adalah kerja sama tahap awal antara Tokopedia dan Ramayana Department Store,” ucapnya.

“Kami memastikan siapa saja masyarakat Indonesia dapat menikmati akses pemerataan ekonomi secara digital dan memberikan kesempatan untuk memulai dan membangun mimpi serta usaha lewat Tokopedia,” pungkasnya.

Password Akun 500 Juta Pengguna Yahoo Dibobol Peretas

Ilustrasi kebocoran data pengguna yahoo
Ilustrasi kebocoran data pengguna yahoo

Yahoo mengakui terjadinya serangan peretas yang mengakibatkan bocornya data-data pribadi sekitar 500 juta pengguna layanan internet perusahaan tersebut.

Data yang berhasil dibobol adalah nama pengguna, alamat e-mail, nomor telepon, tanggal lahir, password yang terproteksi, dan pertanyaan keamanan (security question) berikut jawabannya.

Untungnya, informasi yang dicuri tidak termasuk password tanpa enkripsi, data kartu kredit, atau informasi rekening bank.

Serangan peretas itu terjadi pada akhir tahun 2014, tapi baru diketahui oleh Yahoo melalui sebuah investigasi baru-baru ini. Investigasi ini digelar akibat munculnya kasus seorang kriminal siber bernama “Peace” yang menjual data 200 juta pengguna Yahoo di pasar gelap dengan harga hanya US$1.800.

Awalnya, Yahoo tidak berkomentar terhadap aksi jahat “Peace”. Tapi, setelah melakukan investigasi, Yahoo akhirnya mengakui kejahatan itu. Yahoo pun menyarankan para pengguna untuk me-reset password mereka, meski ditakutkan, hal ini sudah terlambat.

“Ini adalah kasus pembobolan data terbesar sepanjang sejarah,” kata pakar kriptologi Bruce Schneider kepada Reuters.

Yahoo sendiri telah meminta bantuan dari FBI untuk menyelidiki kasus ini, termasuk kecurigaan bahwa sang peretas merupakan pihak yang disponsori atau dibiayai oleh negara asing (state-sponsored).

Sayangnya, isu keamanan ini muncul di tengah proses penjualan bisnis internet Yahoo senilai US$4,8 miliar ke calon peminangnya, operator seluler Verizon. Karena itulah, pemegang saham Yahoo khawatir serangan itu akan menurunkan nilai pembelian dari Verizon.

Saat ini, akuisisi Yahoo oleh Verizon sedang berjalan. Namun, kedua perusahaan itu hanya dapat bergabung setelah mendapatkan persetujuan dari beberapa badan regulasi dan pemegang saham Yahoo.

SPC Mobile Luncurkan Smartphone S12 Mercury dan S9 Neptune

Smartphone S12 Mercury
Smartphone S12 Mercury

SPC Mobile, produsen ponsel lokal di bawah bendera PT Supertone Indonesia meluncurkan dua smartphone 3G terbarunya yaitu S12 Mercury dan S9 Neptune untuk memenuhi tuntutan konsumen yang produktif dan menyediakan smartphone dengan harga terjangkau.

Raymond Tedjokusumo (Chief Operating Officer, SPC Mobile) mengatakan saat ini konsumen membutuhkan perangkat yang sesuai dengan gaya hidup dan anggaran mereka. “S12 Mercury dan S9 Neptune memiliki spesifikasi canggih dengan harga terjangkau sehingga menjadi pililhan menarik untuk konsumen,” katanya dalam siaran persnya, Jumat.

S12 Mercury memiliki desain yang ramping dan tipis dengan layar kaca lengkung serta semi metal yang elegan sehingga terlihat eksklusif.

S12 Mercury mengusung prosesor Quad Core 1,3 GHz Cortex-A7 dan 1G RAM + 8G ROM dengan memori eksternal hingga 32 GB dan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow terbaru. Untuk kamera, S12 Mercury memiliki kamera utama 8 megapixel dengan auto focus dan kamera depan 5 megapixel.

SPC Mobile membanderol S12 Mercury senilai Rp800 ribu-an dan tersedia dalam tiga pilihan warna menarik yaitu Gold, Silver, dan Gray.

Sementara itu S9 Neptune mengusung layar 4 inci prosesor Quad Core 1,2 GHz Cortex-A7, sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dan kamera depan senilai 2 megapixel serta kamera belakang senilai 5 megapixel. S9 Neptune dibanderol dengan harga Rp500 ribu-an dan tersedia dalam warna Hitam dan warna Putih.

S9 Neptune
S9 Neptune

Nada Kita

Kedua smartphone itu telah memiliki aplikasi musik Nada Kita untuk memberikan pengalaman hiburan terbaik dan terjangkau di pasar lokal. Nada Kita memiliki berbagai kanal musik yang telah dikurasi oleh editor musik lokal.

Dengan menawarkan akses hukum untuk streaming musik tanpa batas, Nada Kita dan SPC Mobile menghadirkan musisi lokal untuk para fans yang mendukung mereka dan melawan pembajakan.

Aplikasi ini juga memiliki konten video eksklusif musisi Indonesia, ditambah rilis musik baru setiap bulan secara eksklusif di Nada Kita. Musik, Nggak Pake Ribet adalah tagline yang dipilih oleh Nada Kita.

“Dengan menambahkan aplikasi musik streaming, SPC Mobile menawarkan pengalaman yang tak terlupakan untuk pelanggan yang menyukai musik. Aplikasi musik itu telah di-preinstall pada S12 Mercury dan S9 Neptune,” kata Con Raso (Managing Director dari Tuned Global) dalam siaran persnya.

Hingga saat ini, produk-produk SPC Mobile telah terdistribusi di sebagian besar kota-kota besar di Indonesia hingga ke tingkat kabupaten dan kotamadya. Selain itu, SPC Mobile telah memiliki 9 service center di 8 kota besar di Indonesia: Jakarta, Bandung, Garut, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, dan Cibinong.

VMware Berikan Lisensi Software VMware Virtualisasi kepada Universitas

Kerjasama VMware dan APTIKOM
Kerjasama VMware dan APTIKOM

VMware menggandeng APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia) untuk memberikan pembekalan dan pengetahuan serta kecakapan teknis virtualisasi dan cloud kepada mahasiswa dan staf pengajar dari 99 universitas dan perguruan tinggi di Indonesia.

Adi Rusli (Senior Director & Country Manager, VMware Indonesia) mengatakan VMware adalah pionir sebuah perusahaan berkolaborasi dengan APTIKOM untuk merancang sebuah kurikulum dan memberikan pelatihan kepada mahasiswa maupun dosen untuk memberdayakan dan menyiapkan angkatan kerja digital untuk generasi masa depan Indonesia.

“Seiring dengan kemajuan Indonesia dalam rangka mengembangkan ekonomi digital, kami merasa terhormat dan bangga dapat bermitra dengan APTIKOM bersama 99 universitas di Indonesia,” katanya di Jakarta, Kamis (22/9).

VMware akan menyediakan lisensi software dan langganan akademik gratis bagi universitas-universitas yang terlibat sehingga memungkinkan staf pengajar dan mahasiswa mencoba dan memahami teknologi-teknologi VMware.

Richardus Eko Indrajit (Ketua Dewan Penasehat, APTIKOM) mengatakan kemitraan ini akan membekali angkatan kerja generasi masa depan yang cakap. “Kami sangat antusias menyambut program ini,” ujarnya.

VMware dan APTIKOM juga akan memfasilitasi pembangunan lima Pusat Riset Virtualisasi dan Cloud yaitu Palembang, Jakarta, Makassar, Bali, serta Banjarmasin. Solusi VMware software-defined data centre dan solusi-solusi VMware berbasis cloud akan di-host di kampus-kampus yang berlokasi di universitas dan perguruan tinggi.

Institusi juga akan diberikan akses ke material dan peranti yang diciptakan oleh para insinyur dari VMware melalui VMware IT Academy Program dan dibekali pula dengan modul dan aktivitas pelatihan, seperti webinars, diskusi teknis yang komprehensif dan mendalam. VMware akan menyediakan lisensi untuk masing-masing pusat riset tersebut.

Raffi Ahmad dan Bambang Pamungkas Jadi Penulis Konten di UC News

Tiga Seleb ini Jadi Konten
Tiga Seleb ini Jadi Konten

UC News, distributor konten UCWeb, menggandeng tiga selebriti Indonesia yaitu Raffi Ahmad, pesepakbola nasional “Bepe” Bambang Pamungkas dan artis serba bisa Fitri Tropica (Fitrop). Ketiga selebritis itu akan menjadi kontributor eksklusif di UC News pada kolom Hiburan, Bola, dan Unik & Seru.

“Kami berharap dengan kerja sama ini. UC News dapat memberikan berita eksklusif kepada para pengguna untuk mengembangkan wawasan mereka melalui apa yang mereka baca,” kata Kenny Ye (General Manager of Overseas Business, UCWeb, Alibaba Mobile Business Group) dalam siaran persnya.

Raffi, Bepe, dan Fitrop dikenal sebagai pembawa acara televisi, pemain sepakbola nasional Indonesia, dan komedian populer. Kebanyakan berita yang kita baca tentang mereka adalah mengenai kehidupan pribadi, tapi hanya sedikit cerita tentang peran lain mereka.

“Tiga selebritis ini merupakan idola masyarakat Indonesia yang akan membuat perbedaan dengan peran mereka. Mereka adalah orang-orang multi talenta dan ekspresif. Kami mengharapkan kerjasama ini dapat membawa aspek-aspek terpendam dan juga pemikiran mereka yang jarang diketahui,” ucapnya.

Faktanya, Raffi bukan hanya seorang artis, ia juga seorang suami, ayah dan pebisnis yang mencari nafkah untuk keluarganya. Bepe mempunyai peran sebagai “sportivator” atau sport motivator, seorang figur publik yang memberi semangat untuk membuat perbedaan dalam hal yang positif dan juga menjalani hidup sehat. Fitrop adalah seorang komedian dan juga sosok wanita yang mempunyai pemikiran modern.

“Kami melihat ketiga selebritis ini dapat membuat berita dan cerita menarik dan mengundang mereka untuk menjadi penulis untuk kolom Hiburan, Bola, dan Unik & Seru sehingga pengguna dapat mengenal lebih banyak tentang idola mereka yang tersedia eksklusif di UC News,” pungkasnya.

Ada Apa dengan Google dan Pajak?

Ilustrasi Google Tolak Pajak
Ilustrasi Google Tolak Pajak

Lagi, Google tersandung permasalahan pajak di Indonesia, mengingat Google juga berbuat masalah yang sama di beberapa negara lainnya. Muhammad Haniv (Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus) menduga Google hanya membayar 0,1 persen dari total pajak pendapatan dan pertambahan nilai yang menjadi kewajibannya.

Apabila terbukti bersalah, Google terancam harus membayar empat kali lebih besar dari jumlah tagihan pajak maksimum hingga bisa mencapai angka Rp5,5 triliun untuk tahun 2015.

“Argumen Google adalah perencanaan pajak dan perencanaan pajak tersebut sah. Namun, jika negara yang menghasilkan pendapatan tersebut tidak mendapatkan apa pun dari hasil pendapatan tersebut, hal itu tidak sah,” kata Haniv.

Pemerintah Indonesia terus mengejar Google lantaran menunggak pembayaran pajak selama lima tahun. Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mendorong Google untuk membayar pajak di Indonesia dan memberlakukan kesetaraan pajak dengan sejumlah negara lain dimana perusahaan tersebut membuat badan usaha tetap.

“Kami telah sampaikan kepada Google untuk memperlakukan tax (pajak) yang setara di Indonesia. Transaksi yang masuk ke revenue (pendapatan) Google yang berasal dari Indonesia dan ads (iklan) yang ditujukan, targeted untuk Indonesia,” kata Noor Iza (Plt Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika) dalam situs Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Kami cek di India, Google menempatkan permanent establishment di India sehingga transaksi dari India masuk ke Google yang di India,” ucapnya

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) meminta Google mematuhi kewajiban membayar pajak.

“Sekarang pun saya komunikasi dengan Google karena saya ingin mereka bayar pajak. Jadi saya buka komunikasi. Cuma, kalau mereka menolak bayar pajak, itu yang nggak benar. Saya dorong orang-orang buat bayar pajak. Ya sudah, kejar saja terus. Memang tujuannya supaya mereka bayar pajak kok,” ujar Rudiantara.

“Melunak atau nggak itu ukurannya susah. Tapi kan kalau playing field, ya sudah kita duduk bagaimana caranya menyelesaikan. Itu kan sudah langkah yang bagus. Mudah-mudahan sebentar lagi,” kata Rudi,

“Karena kita ingin menerapkan level playing field terhadap Over The Top (OTT) nasional. Jangan nantinya OTT nasional bayar pajak, yang OTT internasional nggak bayar pajak. Sekarang harus ada level playing field, makanya saya ingin yang asing bayar pajak agar ada level playing field,” pungkas Rudiantara.

Modus Google

Google sengaja memanfaatkan celah hukum agar bisa membayar pajak sekecil-kecilnya padahal telah meraup pendapatan sebesar-besarnya. Kantornya di Indonesia selama ini hanya bersifat sebagai perwakilan, bukan kantor tetap. Karena itu, transaksi bisnis Google yang terjadi di Tanah Air tidak berkontribusi pada pendapatan negara.

Padahal, transaksi bisnis periklanan digital (yang merupakan ladang usaha Google) pada tahun 2015 saja mencapai kisaran 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,6 triliun. Anehnya, Google Indonesia mengalihkan semua keuntungannya ke Google Asia Pacific yang berkantor di Singapura. Sayangnya, Google Asia Pacific menolak diaudit Juni lalu sehingga status penyelidikan pajaknya menjadi investigasi kriminal.

“Mereka menolak diperiksa dan ditetapkan sebagai Bentuk Usaha Tetap (BUT), kami akan melakukan langkah lebih keras,” kata Muhammad Haniv.

Tanggapan Google

Google Indonesia sendiri telah membantah tuduhan tersebut. Jason Tedjasukmana (Head of Corporate Communication, Google Indonesia) mengatakan PT Google Indonesia telah beroperasi sebagai perusahaan Indonesia sejak 2011 lalu dan Google telah menunaikan kewajibannya sesuai porsi.

“PT Google Indonesia telah beroperasi sebagai perusahaan Indonesia sejak tahun 2011. Kami telah dan akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia dan telah dengan taat membayar semua pajak yang berlaku di Indonesia,” ujar Jason seperti dikutip dari KompasTekno.

Di samping Google, perusahaan OTT asing lain yang tengah disorot oleh Pemerintah Indonesia soal pajak ini termasuk Yahoo, Facebook, dan Twitter. Ditjen Pajak juga berencana mengejar penyelenggara-penyelenggara layanan online lain (over the top/OTT) yang beroperasi di Indonesia seperti Facebook yang diduga juga menunggak pajak.

“Transaksi bisnis periklanan digital mencapai 830 juta dollar AS per tahun. Sebanyak 70 persen dari angka tersebut dikuasai oleh Facebook dan Google,” ujar Haniv.

Menunggak di Negara Lain

Pada awal tahun ini, Bloomberg melaporkan bahwa Google menghindari pajak senilai 2,4 miliar dollar AS (Rp31 triliun) pada 2014 dengan memindahkan pendapatan senilai 12 miliar dollar AS (Rp157 triliun) ke sebuah perusahaan penampung di Bermuda.

Jumlah itu lebih tinggi 16 persen dibanding tahun sebelumnya dan membuat berang negara-negara tempat Google mencari pendapatan yang seharusnya bisa menarik pajak dari Google.

Di Perancis saja, Google meraup 1,7 miliar Euro tiap tahun tetapi Google hanya mengaku memperoleh pendapatan 225 juta Euro. Akhirnya, Google cuma bayar pajak senilai 5 juta Euro.

Di Inggris, Google membayar pajak jauh lebih sedikit daripada yang semestinya. Google hanya membayar senilai 130 juta Poundsterling, angka itu terbilang kecil jika dibanding skala bisnis Google di negara tersebut. Google bisa memperoleh keuntungan senilai 8 miliar Poundsterling pertahun dan Google alihkan ke Irlandia.

Padahal, Google memiliki 5 kantor utama di Inggris dan yang kedua terbesar di luar Amerika Serikat. Google pun mendirikan kantor-kantor di Inggris dan merekrut 5.000 orang karyawan yang dana investasinya mencapai 1 miliar Poundsterling.

Selain di Indonesia, masalah pajak Google ternyata juga terjadi di negara-negara lain. Google disebut sengaja memanfaatkan celah hukum agar bisa membayar pajak sekecil-kecilnya padahal telah meraup pendapatan sebesar-besarnya.

Otoritas pajak Italia meminta Google membayar 300 juta euro atau setara Rp4,4 triliun pada awal 2016. Angka itu adalah kalkulasi pendapatan rata-rata Google selama enam tahun berbisnis di Italia Namun, Google melakukan manipulasi pajak dengan mengirimkan pendapatannya di Italia ke Irlandia. Karena itu, Googe menyetor pajak senilai jadi 2,2 juta euro atau Rp32 miliar pada 2015 lalu.

Canon Capai Produksi 120 Juta Unit Lensa EF

EF120Mposter_W_160801_O
Canon mengukuhkan posisinya dengan produksi lensa EF yang telah mencapai 120 juta unit per 26 Agustus 2016. Saat ini, Canon telah memiliki 97 model lensa EF, termasuk lensa sinema EF.

Lensa tukar pasang Canon EF untuk kamera SLR EOS mulai diproduksi tahun 1987 di Utsonomiya Plant. Selama bertahun-tahun, lensa EF telah mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para penggunanya, produksinya pun semakin meningkat. Canon menambah pabrik pembuatan lensanya di tiga tempat lainnya, yaitu Canon Inc. Taiwan, Canon Opto (Malaysia) Sdn. Bhd., dan Canon Inc. Oita, Jepang.

Produksi lensa EF Canon telah melampaui 10 juta unit pada tahun 1995, dan melewati angka 50 juta unit pada tahun 2009. Pada April 2014, Canon berhasil menorehkan prestasi sebagai perusahaan yang memproduksi lensa terbanyak di dunia dengan mencetak hingga 100 juta unit lensa tukar pasang EF, dan terakhir mencapai 120 juta unit pada Agustus 2016.

Selain itu, hal ini semakin mengukuhkan Canon sebagai pemimpin pasar global untuk lensa lepas tukar karena berdasarkan survei yang dilakukan Canon, lensa EF menguasai pasar global lensa lepas tukar selama 13 tahun berturut-turut sejak tahun 2003.

Sejak pertama kali diluncurkan, lensa Canon EF terus-menerus melakukan inovasi teknologi seperti Ultrasonic Motor (USM), teknologi Image Stabilizer (IS), elemen lensa DO (Optik Difraktif), dan lapisan khusus Subwavelength Structure Coating (SWC). Keberadaan lensa EF terbukti dengan varian lensa yang telah mencapai 97 model lensa, termasuk lensa sinema EF.

“Lensa EF merupakan salah satu keunggulan dan alasan pengguna memilih kamera DSLR Canon, termasuk pengguna di Indonesia. Teknologi dan kualitas lensa EF memberikan kepuasan untuk menghasilkan gambar yang tajam dari setiap bidikan. Banyaknya model memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk memilih sesuai kebutuhan,”  ujar Merry Harun (Direktur Divisi Canon, PT Datascrip).

“Tidak sampai di sini, Canon akan terus menghadirkan produk-produk berkualitas untuk berbagai kebutuhan, dari tingkat pemula hingga profesional, fotografi maupun videografi,” tutupnya.

Review Smartphone