26 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 26, 2016

Nokia Akan Pamerkan Jaringan Fiber Optic dengan Kecepatan 1 Tbps

internet-broadband

Layanan Google Fiber tercatat sebagai salah satu layanan internet rumahan dengan kecepatan paling tinggi di Amerika Serikat, atau bahkan di dunia, yakni 1 Gbps (gigabit per second).

Namun, angka ini bisa saja dikalahkan oleh teknologi yang sedang dikembangkan oleh Nokia Bell Labs, Technical University of Munich, dan Telekom Innovation Laboratories di Jerman.

Dilansir ZDNet, Nokia Bell Labs menjadwalkan uji coba layanan internet fiber optic dengan kecepatan 1 Tbps atau 1.000 Gbps alias 1.000 kali lebih cepat daripada Google Fiber. Hebatnya, kecepatan ini diklaim sebagai kecepatan yang dicetak pada kondisi real-life atau kehidupan nyata, bukan sekadar angka teoretis.

Sebagai gambaran, dengan kecepatan semacam ini, kita bisa mengunduh seluruh episode serial “Game of Thrones” dalam format High Definition dari musim pertama sampai terakhir, hanya dalam waktu satu detik!

Teknologi PCS

Untuk menghasilkan kecepatan internet yang istimewa ini, Nokia Bell Labs mengambil pendekatan modulasi bernama Probabilistic Constellation Shipping (PCS) yang menggunakan format quadrature amplitude modulation (QAM) untuk mencapai kapasitas transmisi yang lebih tinggi pada sebuah kanal.

“Hasilnya, terjadi peningkatan efisiensi spektral pada komunikasi optis,” kata juru bicara Nokia.

Nokia menambahkan bahwa teknologi PCS ini menghasilkan transmisi sinyal yang lebih tangguh terhadap noise dan jenis gangguan lainnya.

Sebelumnya, para peneliti di University College London berhasil mengetes layanan internet berbasis serat optik dengan kecepatan sedikit lebih tinggi, 1,25 Tbps. Pada tahun 2013, operator Comcast di AS juga telah menguji jaringan fiber dengan kecepatan 1 Tbps.

Jadi, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita bisa menyaksikan jaringan internet ultracepat ini diluncurkan secara komersial dalam bentuk layanan fiber-to-the-home (FTTH).

Tingkatkan Keamanan, Sopir Uber Wajib Unggah Foto Selfie

Ilustrasi sopir Uber. [Kredit: Dallasnews.com]
Ilustrasi sopir Uber. [Kredit: Dallasnews.com]
Demi meningkatkan keamanan, Uber mengumumkan kebijakan yang mewajibkan sopir-sopirnya untuk melakukan foto selfie sebelum mengantar penumpang ke tempat tujuan.

Mekanismenya seperti ini. Sebelum sopir Uber menekan tombol memulai perjalanan untuk mengantar penumpang, ia harus mengunggah foto selfie dengan ponselnya. Foto itu lalu akan dicocokkan dengan foto profil pengemudi. Jika cocok, perjalanan dilanjutkan. Jika tidak cocok, akun sopir bakal diblokir sementara Uber melakukan investigasi.

Tujuan dari fitur keamanan yang diberi nama Real-Time ID Check ini adalah meyakinkan penumpang bahwa sopir Uber yang membawanya sesuai dengan profil pengemudi yang menerima pesanannya. Fitur ini juga melindungi sopir Uber dari “pembajakan” mobil dan risiko peretasan akun.

Untuk mencocokkan foto selfie dan foto profil sopirnya, Uber mempergunakan teknologi Microsoft Cognitive Services.

Selama masa uji coba, Uber menemukan bahwa lebih dari 99 persen sopirnya berhasil memenuhi verifikasi kesesuaian foto. Pada beberapa kasus kegagalan verifikasi, alasannya adalah foto profil dianggap kurang jelas.

“Kasus pencurian akun pengemudi atau kasus sopir-sopir yang berbagi satu akun Uber yang sama memang masih jarang ditemui saat ini. Tapi, jika hal itu terjadi, akan sangat berbahaya bagi kami. Oleh karena itu, kami melakukan pencegahan dini dengan fitur keamanan terbaru ini sekaligus menjaga kepercayaan 100 persen dari pelanggan,” ujar Joe Sullivan (Chief Security Officer, Uber) seperti dikutip dari USA Today.

Pada tahap awal, fitur Real-Time ID Check ini baru diwajibkan Uber kepada sopir-sopir di sejumlah kota di Amerika Serikat. Belum ada kepastian mengenai ekspansi fitur ini ke negara-negara operasional Uber lainnya.

Kalahkan Facebook Messenger, Google Allo Tembus 1 Juta Unduhan

Ilustrasi Google Allo
Ilustrasi Google Allo

Google mengabarkan lebih dari satu juta pengguna telah mengunduh aplikasi pesan instan Allo melalui perangkat berbasis Android dan belum termasuk unduhan pada platform iOS. Pencapaian Google Allo itu telah melampaui Facebook Messenger dan Google Duo.

Sejumlah pihak memperkirakan angka unduhan Allo lebih tinggi dari satu juta unduh sedangkan aplikasi lainnya Allo yaitu Duo telah diunduh oleh lima juta pengguna, dalam kurun waktu 10 hari sejak tersedia di Play Store seperti dikutip Phone Arena.

Jika Allo yang memungkinkan pengguna berkomunikasi melalui teks sedangkan Duo lebih fokus pada kemampuan komunikasi via video. Kehadiran aplikasi karya Google ini juga dinilai terlambat oleh sejumlah pihak dan diperkirakan akan sulit bersaing di ranah yang memiliki kompetisi ketat ini.

Sangat wajar jika aplikasi terbaru Google langsung diunduh lebih dari satu juta karena Google sudah memiliki layanan ekosistem yang mapan dan pendaftarannya cukup praktis karena Pengguna dapat langsung mensinkronkannya dengan akun Google.

Sebagai pemain baru, Allo sukses meraih hati pelanggan yang sudah lama mengandalkan aplikasi chatting populer semacam WhatsApp, Line, WeChat, Facebook Messenger, hingga iMessage.

Sangat Rentan Keamanan

Edward Snowden (Mantan Pegawai NSA dan buronan Pemerintah AS) kurang antusias dengan aplikasi pesan instan terbaru Google yaitu Google Allo karena aplikasi itu bisa memata-matai perilaku pengguna.

“Gratis untuk diunduh hari ini: Google Mail, Google Maps, dan Google Surveillance (pengawas). Itu adalah Allo. Jangan gunakan Allo,” tulis Snowden dalam akun twitternya seperti dikutip dari laman The Next.

Snowden menilai Google telah mengubah versi Allo versi terbaru dengan Google Allo yang hadir pada saat pertama kali diperkenalkan pada gelaran Google I/O.

Google turut membenamkan fitur enkripsi end-to-end dari Open Whisper Systems yang mampu mencegah percakapan disadap oleh siapa pun termasuk agen pemerintah. Namun, enkripsi itu tidak bisa diaktifkan secara default seperti WhatsApp.

Karena itu, pengguna harus masuk terlebih dahulu ke mode “Incognito”. Anda bisa mengakses mode Incognito melalui menu pesan atau message yang ada di pojok kanan bawah.

“Google membuat keputusan berbahaya dengan mematikan enkripsi end-to-end secara default. Aplikasi chatting ini (Allo) tidak aman, hindarilah untuk sementara waktu,” tulis Snowden.

 

500 Juta Akun Password Yahoo Bocor, Pengguna Yahoo Cepat Lakukan Hal Ini

Ilustrasi kebocoran data pengguna yahoo
Ilustrasi kebocoran data pengguna yahoo

Yahoo telah menjadi korban serangan hacker yang mengakibatkan bocornya data-data pribadi sekitar 500 juta pengguna layanan-layanan internet perusahaan tersebut. Data yang tercuri adalah nama pengguna, alamat e-mail, nomor telepon, tanggal lahir, password yang terproteksi, dan security question berikut jawabannya.

Kasus itu terungkap seorang kriminal siber bernama “Peace” yang menjual data 200 juta pengguna Yahoo di dark web alias pasar gelap internet.

“Penyelidikan kami menyimpulkan informasi yang dicuri tidak termasuk password tanpa enkripsi, data kartu pembayaran atau informasi rekening bank,” kata Yahoo, seperti dirangkum Recode.

Yahoo pun digugat oleh penggunanya atas tuduhan lalai berselang satu hari setelah Yahoo menyatakan data pelanggannya telah dibobol. Ronald Schwartz (Warga New York) mengatasnamakan semua pengguna Yahoo di Amerika Serikat dan menggugat Yahoo di pengadilan federal San Jose, California.

Jika Anda adalah salah satu pengguna layanan Yahoo seperti Yahoo Mail, Tumblr, Flickr, atau Fantasy Football. Anda harus melakukan langkah berikut sebagai bentuk pertolongan pertama, seperti dikutip Mashable.

1. Perbarui kata password akun Yahoo Anda

Jika Anda menggunakan password yang sama dengan yang Anda gunakan untuk akun Yahoo atau memiliki pertanyaan keamanan yang serupa dengan akun Yahoo pada layanan lainnya. Kemungkinan besar, informasi akun Yahoo Anda telah bocor.

Anda harus memperbarui password akun Yahoo Anda, terutama jika Anda tidak pernah menggantinya sejak tahun 2014 ketika aksi peretasan itu terjadi.

2. Gunakan aplikasi password manager

Sebaiknya, Anda menggunakan password yang berbeda untuk setiap layanan internet dan media sosial. Anda bisa menggunakan aplikasi password manager seperti LastPass, 1Password, atau Dashlane sehingga Anda hanya perlu mengingat satu password.

Aplikasi Password Manager akan menyarankan, menyimpan, dan mengenkripsi password yang Anda gunakan di layanan atau situs lain.

3. Gunakan Yahoo Account Key

Yahoo menawarkan layanan Account Key yang memudahkan Anda tidak perlu lagi mengingat password yang Anda gunakan. Sebagai gantinya, Anda akan menerima notifikasi pada smartphone dan dapat ketuk “ya” untuk masuk ke akun.

4. Pertimbangkan layanan e-mail lainnya

Peretasan 500 juta pengguna akun Yahoo sudah terjadi pada tahun 2014 dan Yahoo tidak berani mengakuinya setelah ada tim investigasi yang menyelidikinya. Anda pun dapat mempertimbangkan penyedia layanan e-mail atau storage lainnya selain Yahoo.

Rahasia Kesuksesan Bisnis Iklan Instagram

Instagram Stories
Instagram Stories

Instagram mulai memperlihatkan taringnya sejak terjun ke bisnis iklan digital setelah diakuisisi Facebook. Hal itu terlihat dari jumlah pengiklan yang terus bertambah dan fitur-fitur terbaru Instagram. Bayangkan, jumlah pengguna Instagram terus tumbuh dua kali lipat dalam enam bulan terakhir menjadi 500 juta pengguna seperti dilansir Reuters.

Apa saja rahasia keunggulan dari bisnis digital Instagram?. Pertama, Instagram menargetkan audiens secara spesifik sehingga sukses menarik perhatian agensi iklan dan menggunakannya untuk menggelar kampanye di media sosial

Kedua, Business Tools Instagram yang mempromosikan posting-an dan menyesuaikan profil di Instagram sehingga pembeli potensial bisa menghubungi mereka melalui ponsel, email dan pesan singkat. Tak hanya itu, ada sekitar 1,5 juta pebisnis yang pindah ke Business Tools Instagram dalam dua bulan terakhir.

Tool itu juga memungkinkan akun bisnis di Instagram memiliki antarmuka profil yang lebih interaktif untuk dihubungi oleh calon pelanggan. Selain itu ada juga fitur analitik dan pengubah konten otomatis dari postingan biasa menjadi iklan.

Perusahaan yang dibeli Facebook senilai US$ 1 miliar pada 2012 itu diprediksi bisa mengantongi pendapatan iklan sebesar US$ 1,5 miliar pada tahun ini. Instagram pun memiliki 200.000 pengiklan aktif bulanan alias monthly active advertisers (MAA) pada Februari 2016 dan naik menjadi 500.000 MAA atau lebih dari dua kali lipat dalam tujuh bulan.

“Yang paling penting adalah pebisnis tidak cuma mengandalkan kesuksesan berdasarkan jumlah followers atau likes, tapi juga lewat aksi pemasaran nyata,” kata VP & GM of Monetization Instagram, (James Quarles) seperti dilansir TechCrunch.

Kerentanan Sistem Keamanan Google Allo

Ilustrasi Google Allo
Ilustrasi Google Allo

Edward Snowden (Mantan Pegawai NSA dan buronan Pemerintah AS) kurang antusias dengan aplikasi pesan instan terbaru Google yaitu Google Allo karena aplikasi itu bisa memata-matai perilaku pengguna.

“Gratis untuk diunduh hari ini: Google Mail, Google Maps, dan Google Surveillance (pengawas). Itu adalah Allo. Jangan gunakan Allo,” tulis Snowden dalam akun twitternya seperti dikutip dari laman The Next.

Snowden menilai Google telah mengubah versi Allo versi terbaru dengan Google Allo yang hadir pada saat pertama kali diperkenalkan pada gelaran Google I/O.

Google turut membenamkan fitur enkripsi end-to-end dari Open Whisper Systems yang mampu mencegah percakapan disadap oleh siapa pun termasuk agen pemerintah. Namun, enkripsi itu tidak bisa diaktifkan secara default seperti WhatsApp.

Karena itu, pengguna harus masuk terlebih dahulu ke mode “Incognito”. Anda bisa mengakses mode Incognito melalui menu pesan atau message yang ada di pojok kanan bawah.

“Google membuat keputusan berbahaya dengan mematikan enkripsi end-to-end secara default. Aplikasi chatting ini (Allo) tidak aman, hindarilah untuk sementara waktu,” tulis Snowden.

Google beralasan mengapa mematikan enkripsi Allo secara default karena untuk meningkatkan kinerja kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) Google Assistant. Google Assistant bekerja dengan menganalisis isi pesan pengguna dan membantu melakukan berbagai macam hal, antara lain memberi saran soal balasan seperti apa yang biasa dilakukan, atau memesan tempat di restoran untuk pengguna dan lawan bicara.

Jika, Google mematikan fitur enkripsi, maka otomatis Google Assistant kecerdasan tidak bisa membaca pesan pengguna dan tidak mampu berfungsi.

Penyebab Netflix Gagal Bersaing di Pasar Tiongkok

Reed Hastings (CEO Netflix). [Kredit: capital.cl]
Reed Hastings (CEO Netflix). [Kredit: capital.cl]
Saat ini layanan Netflix sudah tersedia di lebih dari 190 negara tetapi belum bisa merambah pasar Tiongkok yang memiliki prospek pasar yang besar dan jumlah populasi penduduk yang banyak. Faktanya, pasar Tiongkok tidak seindah yang dibayangkan Netflix, ada satu alasan kenapa Netflix belum bisa masuk ke pasar Tiongkok.

Hastings mengatakan Netflix menemui jalan buntu untuk memenuhi persyaratan dan Netflix sedang melakukan proses pendekatan dan pembentukan hubungan dengan pemerintah Tiongkok.

“Permasalahan sama, proses perizinannya sangat sulit. Kami harus memiliki lisensi khusus di Tiongkok dan kami akan terus berupaya memenuhi peraturan pemerintah disana,” kata Reed Hastings (Founder dan Chief Executive Netflix)

Tidak hanya Tiongkok, Netflix pun menghadapi kendala ketika ingin masuk Indonesia, salah satunya akibat ketidaksetujuan sejumlah operator penyedia layanan seluler di Indonesia dan dapat menghadirkan persaingan dengan perusahaan stasiun televisi di Indonesia.

Selain Netflix, perusahaan asal Amerika Serikat itu yang susah bersaing di Tiongkok adalah Uber seperti dikutip Fortune.

Akhirnya, Uber menjual aset wilayah Tiongkok kepada pesaing utamanya, Didi Chuxing. Netflix menawarkan keunggulan berupa tayangan tanpa iklan yang menjadi daya tarik dan memungkinkan layanan itu menarik lebih banyak konsumen, terutama konsumen penikmat tayangan dari stasiun televisi.

Kacamata Ini Bisa Rekam dan Unggah Video Snapchat

spectacles-kacamata-snapchat
Kacamata Spectacles dapat digunakan untuk merekam dan mengunggah video Snapchat.

Jika selama ini para pengguna Snapchat harus merekam dan mengunggah video dengan smartphone-nya, dalam waktu dekat mereka bisa melakukan kegiatan itu melalui sebuah kacamata.

Ya, Snapchat baru saja mengumumkan perilisan produk kacamata bermerek Spectacles. Kacamata tersebut dapat digunakan untuk merekam video dengan durasi maksimal 30 detik, lalu otomatis mengunggahnya ketika terhubung secara nirkabel dengan smartphone.

Cara merekam video pun sangat simpel. Pengguna cukup menekan sebuah tombol di dekat bingkai kacamata dan otomatis kamera mungil yang terintegrasi di dalamnya akan memulai perekaman. Rekaman video dibatasi selama 10 detik. Jika kurang, pengguna bisa menambahnya hingga maksimal 30 detik, gabungan tiga video dengan durasi 10 detik.

Ketika perekaman berlangsung, lampu di bagian luar bingkai bakal menyala. Hal ini tampaknya dimaksudkan agar kacamata ini tidak digunakan untuk merekam video secara sembunyi-sembunyi yang berpotensi melanggar privasi orang lain.

Lensa kamera pada Spectacles sendiri bakal menghasilkan video dengan tampilan circular (sejenis fish-eye) yang menyerupai cara mata manusia melihat. Video hasil rekaman dapat dilihat dengan mode portrait ataupun landscape. Tapi, tidak disebutkan mengenai kualitas resolusi video.

Kacamata ini ditenagai baterai yang tidak disebutkan secara rinci kapasitasnya. Tapi, daya tahannya diklaim mampu merekam video aktivitas selama satu hari untuk satu kali isi ulang penuh.

spectacles-kacamata-snapchat-warna
Kacamata Spectacles akan tersedia dalam tiga warna (black, teal, dan coral) serta dibanderol pada harga US$129,99 (sekitar Rp1,7 juta).

Sebagai konsekuensi dari peluncuran kacamata Spectacles, Evan Spiegel (Pendiri dan CEO, Snapchat) memutuskan untuk mengganti nama perusahaan dari Snapchat menjadi Snap Inc.

“Karena sekarang kamu sudah mengembangkan produk selain Snapchat, seperti Spectacles, kami perlu nama yang mewakili lebih dari satu produk,” kata Spiegel. Pada situs resminya, Snap Inc. sendiri dijelaskan sebagai sebuah perusahaan kamera.

Snap Inc. belum mengumumkan kapan Spectacles mulai bisa dipesan dan dibeli oleh masyarakat luas “Kami akan meluncurkannya secara bertahap. Kami ingin mengetahui apakah kacamata ini sesuai dengan kebutuhan konsumen dan seberapa besar mereka menyukainya,” ujar Spiegel kepada The Wall Street Journal.

Snap Inc. hanya menyebutkan bahwa kacamata Spectacles akan tersedia dalam tiga warna (black, teal, dan coral) serta dibanderol pada harga US$129,99 (sekitar Rp1,7 juta).

Review Smartphone