28 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 28, 2016

ZTE Blade S7: Sensor Sidik Jari dan Retina

utama

Sesuai namanya, ZTE Blade S7 merupakan versi yang lebih baru dibanding pendahulunya yaitu ZTE Blade S6. Banyak pembaruan yang hadir di S7, di antaranya desain keren menggunakan material berkualitas sehingga memberikan kesan premium.

ZTE Blade S7 menggunakan desain unibody yang dilapisi dengan plastik kokoh yang lapisan pinggirnya menggunakan bahan yang lebih kuat. Seluruh bodinya menggunakan motif glossy sehingga terkesan seperti terbuat dari kaca. Layarnya memiliki ukuran lima inci dengan resolusi Full HD. Layar berjenis TFT ini sayangnya belum dilengkapi dengan lapisan pelindung anti gores seperti Gorilla Glass atau lainnya. Layarnya itu sudah mendukung sampai sepuluh titik sentuhan dan ZTE Blade S7 sendiri meyediakan sampai enam belas jenis sensor. Jajaran sensor ini termasuk gyroscope yang biasa menjadi salah satu syarat untuk menjalankan aplikasi berbasis virtual reality.

Berbasis sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop, ZTE menggunakan launcher dengan nama MiFavor. Tampilan ini tidak menyertakan app drawer sehingga aplikasi yang terpasang akan langsung memenuhi home screen yang secara default disediakan empat halaman. Launcher ini terbilang ringan dan responsif saat mengakses menu maupun aplikasi yang terpasang, serta tidak memiliki banyak bloatware.

Fitur keamanan juga menjadi salah satu keunggulan dari ZTE Blade S7. Oleh karenanya disematkan fitur otentikasi berupa pemindai sidik jari serta sensor retina.  Untuk memindai sidik jari dilakukan melalui tombol Home setelah sebelumnya diaktifkan terlebih dahulu. Begitu pula dengan sensor retina yang akan memindai mata penggunanya. Khusus untuk sensor sidik jari telah dilengkapi dengan fitur One Press Launch yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan lima aplikasi tertentu menggunakan lima jari berbeda.

Kecepatan respon keduanya ternyata berbeda. Sensor sidik jari mampu bekerja cepat dalam hitungan sepersekian detik. Untuk membuka kunci layar, Anda tidak bisa langsung menggunakan sidik jari, tetapi hari membangunkan layar terlebih dahulu. Sedangkan fitur sensor retina dengan nama Sky Eye ini lebih lambat dalam mengenali mata serta membutuhkan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding sidik jari.

ZTE Blade S7 memiliki resolusi yang sama besar pada kamera utama dan depan, yaitu sebesar tiga belas megapixel. Begitu pula dengan fitur autofocus dan lampu kilat. Untuk fitur autofocus, keduanya bekerja cukup cepat dan mampu mendapatkan gambar dengan tajam secara otomatis. Selain itu, aplikasi kamera ZTE memiliki fitur serta pengaturan yang lengkap. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi kemampuannya dengan lebih luas.

Bagaimana kinerjanya? ZTE Blade S7 dipersenjatai dengan chip Snapdragon 615 yang memang biasa digunakan pada smartphone kelas menengah. Ditandem dengan RAM 3 GB serta adanya grafis Adreno 405 yang terintegrasi, kemampuannya cukup mumpuni untuk menjalankan aplikasi yang ada di Play Store. Hasil benchmark-nya juga terbilang bagus dan setara dengan kompetitor yang sebanding.

Pemindai sidik jari Tombol Home juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari untuk membuka kunci layar yang juga telah dilengkapi dengan fitur One Press Launch.
Pemindai sidik jari
Tombol Home juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari untuk membuka kunci layar yang juga telah dilengkapi dengan fitur One Press Launch.

 

Mirip iPhone  Desain cover belakang serta tagline dengan tulisan “Designed by ZTE in Munich. Assembled in China” membuatnya sekilas mirip dengan iPhone.
Mirip iPhone
Desain cover belakang serta tagline dengan tulisan “Designed by ZTE in Munich. Assembled in China” membuatnya sekilas mirip dengan iPhone.

 

Selot hybrid Selot kartu SIM pertama mendukung jenis kartu nano, sedangkan selot kedua digunakan bergantian antara nano-SIM dan micro-SD.
Selot hybrid
Selot kartu SIM pertama mendukung jenis kartu nano, sedangkan selot kedua digunakan bergantian antara nano-SIM dan micro-SD.

 

Kamera utama Kamera utama pada kondisi outdoor di siang hari mampu menghasilkan gambar yang tajam dan detail.
Kamera utama
Kamera utama pada kondisi outdoor di siang hari mampu menghasilkan gambar yang tajam dan detail.

 

Picture-in-picture Apliksi videonya memiliki fitur picture-in-picture sehingga Anda tetap bisa menjelajahi smartphone sambil menampilkan video yang sedang diputar.
Picture-in-picture
Apliksi videonya memiliki fitur picture-in-picture sehingga Anda tetap bisa menjelajahi smartphone sambil menampilkan video yang sedang diputar.

Hasil uji

PengujianZTE Blade Z7
Antutu Benchmark 6.1.437614
PCMark – Work Performance3380
3Dmark - Ice Storm 9576
3Dmark - Ice Storm Extreme5549
3Dmark - Ice Storm Unlimited8227
GeekBench 3 - Single Core 710
GeekBench 3 - Multi Core3007

PLUS: Desain premium, resolusi tiga belas megapixel pada kedua kamera, dilengkapi fitur sensor sidik jari dan pemindai mata, MiFavor yang ringan dan minim bloatware.

MINUS: Tanpa NFC, tidak dukung USB-OTG, selot SIM 2 bergantian dengan micro-SD.

Spesifikasi ZTE Blade S7
Chip prosesor Qualcomm Snapdragon 615 (dual quad core, 1,5 GHz dan 1 GHz)
RAM 3 GB
Chip grafis Adreno 405
Selot SIM Dual nano-SIM
Kapasitas memori internal 32 GB
Dukungan koneksi Bluetooth 4.0 A2DP, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Hotspot, GPS, A-GPS, jack audio 3,5 mm, micro-USB
Kamera Belakang: 13 MP, LED flash, video 1080p; Depan: 13 MP, video 1080p
Layar 5ʺ LTPS TFT Full HD 1.920 x 1080 pixel @ 480 ppi
Kapasitas baterai Non-removable Li-ion 2.500 mAh
Dimensi/bobot 14,2 x 6,7 x 0,72 cm/131 gr
Jaringan seluler GSM/HSPA/LTE
Sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop (MiFavor UI)
Situs web www.myzte.co.id
Garansi 1 tahun
HargaRp3.499.000

Metode Biometrik di ATM Jadi Celah Keamanan Baru Bagi Hacker

Kredit: www.endtimestruth.com
kredit: www.endtimestruth.com

Para ahli Kaspersky Lab baru-baru ini menyelidiki bagaimana penjahat siber memanfaatkan teknologi otentikasi terbaru ATM yang rencananya akan dipergunakan oleh perbankan. Disaat banyak organisasi keuangan mempertimbangkan solusi berbasis biometrik menjadi salah satu teknologi tambahan paling menjanjikan dari metode otentikasi yang ada saat ini, atau bahkan dianggap sebagai teknologi pengganti dari metode yang ada, sebaliknya penjahat siber melihat biometrik sebagai peluang baru untuk mencuri informasi sensitif.

Sudah bertahun-tahun ATM menjadi incaran para penipu yang memburu data kartu kredit. Semuanya itu dimulai dengan skimmer primitif, sebuah perangkat buatan sendiri yang melekat pada ATM, yang mampu mencuri informasi dari strip magnetik kartu dan kode pin dengan bantuan  ATM pin pad palsu atau kamera web. Seiring berjalannya waktu, desain perangkat tersebut telah ditingkatkan agar tidak mudah terdeteksi.

Dengan penerapan yang jauh lebih sulit, tetapi bukan tidak mungkin untuk mengkloning chip dan pin dari kartu pembayaran, perangkat dikembangkan menjadi apa yang disebut sebagai ‘skimmer’, sebagian besar fungsi masih sama, namun mampu mengumpulkan informasi dari chip kartu, memberikan informasi yang cukup untuk melakukan serangan relay online. Industri perbankan menanggapi isu ini dengan  solusi otentikasi terbaru, beberapa di antaranya berdasarkan pada biometrik.

Menurut penyelidikan Kaspersky Lab terhadap kejahatan siber underground, sudah ada setidaknya dua belas penjual menawarkan skimmer yang mampu mencuri sidik jari korban. Dan setidaknya tiga penjual underground sudah meneliti perangkat yang mampu secara illegal memperoleh data dari urat nadi telapak tangan dan sistem identifikasi iris mata.
Gelombang pertama dari skimmer biometrik diamati melalui “presale testing” di bulan September 2015.

Bukti yang dikumpulkan oleh peneliti Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa selama pengujian awal, pengembang menemukan beberapa bug. Namun, masalah utama adalah penggunaan modul GSM untuk transfer data biometrik, modul tersebut terlalu lambat  untuk mentransfer besarnya volume  dari data yang diperoleh. Akibatnya, versi terbaru dari skimmer akan menggunakan teknologi transfer data lainnya yang lebih cepat.

Ada juga pembicaraan dalam diskusi yang sedang berlangsung di komunitas underground mengenai pengembangan aplikasi mobile untuk membuat cetakan dari wajah manusia. Dengan aplikasi tersebut, penyerang dapat mengambil foto seseorang yang di-posting di media sosial dan menggunakannya untuk mengelabui sistem identifikasi wajah.

“Masalah utama dengan biometrik adalah, tidak seperti password atau kode pin yang dapat dengan mudah dimodifikasi, mustahil untuk mengubah sidik jari atau iris mata Anda. Oleh karena itu, jika data Anda diretas sekali saja, maka tidak akan aman untuk menggunakan metode otentikasi biometrik lagi. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga data tersebut tetap aman dan mengirimkannya dengan cara yang aman”, kata Olga Kochetova, ahli keamanan di Kaspersky Lab.

“Data biometrik juga dicatat dalam paspor modern yang  disebut e-paspor serta visa. Jadi, jika seorang penyerang mencuri e-paspor, mereka tidak hanya memiliki dokumen, tetapi juga data biometrik orang itu. Mereka telah mencuri identitas seseorang,” tambahnya.

Penggunaan alat-alat yang mampu membahayakan data biometrik bukan satu-satunya ancaman siber potensial terhadap ATM. Hacker akan terus melakukan serangan berbasis malware, serangan blackbox dan serangan jaringan untuk merebut data yang nantinya dapat digunakan untuk mencuri uang dari bank dan nasabahnya.

Microsoft Office 365 Punya Teknologi AI

Microsoft Office 365
Microsoft Office 365

Microsoft akan mengintegrasikan Microsoft Office 365 dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Nantinya, Microsoft yang sudah terintegrasi dengan AI dapat menunjukan data dan membantu tim penjualan dalam pengambilan keputusan.

Microsoft juga akan menawarkan layanan intelijen berbasis cloud ke dalam Office 365. Pengguna pun dapat menggunakan QuickStarter untuk PowerPoint dan Sway untuk membuat outline presentasi Anda. Microsoft Excel juga dapat mengubah data geografis dan menjadi peta berbasis Bing.

Microsoft Word dan Outlook juga memiliki fitur Tap yang memudahkan Anda mencari konten dokumen yang ingin Anda buat. Selain itu, Microsoft Office 365 juga dapat terintegrasi dengan Microsoft MyAnalytics untuk meningkatkan produktvitas Anda seperti dikutip TechCrunch.

Microsoft MyAnalytics memungkinkan Anda mempelajari kebiasaan Anda di depan komputer seperti berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk membalas email, menggunakan panggilan Skype dan mengubah dokumen dan lain.

Secara internal, Microsoft juga menggunakan agen virtual dengan teknologi AI pada call center untuk membantu para pekerjanya menjawab pertanyaan dari para pelanggan.

Google Kenalkan Aplikasi YouTube Go

(ilustrasi: www.youtube.com)
(ilustrasi: www.youtube.com)

Google memperkenalkan aplikasi YouTube Go di India yang memanjakan pengguna dengan konektivitas data kurang stabil. Google akan meluncurkan YouTube Go di India terlebih dahulu sebelum meluncur secara global.

“Google mengatakan seharusnya konektivitas tidak menjadi halangan untuk menikmati konten video di YouTube,” kata Google seperti dilansir Phone Arena.

YouTube Go memiliki daftar video populer pada halaman home dan menawarkan preview video sebelum pengguna menyimpan atau menonton video tersebut. Pengguna juga dapat memilih resolusi ketika ingin menyimpan atau menonton video.

Para pengguna juga dapat membagikan video kepada pengguna lainnya tanpa menggunakan konektvitas data.

Sayangnya, Google belum akan meluncurkan YouTube Go tahun ini karena Google masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan aplikasi itu dan mendapatkan feedback dari pengguna.

Aplikasi YouTube Go merupakan hasil karya (Johanna Wright) BP YouTube Product Management YouTube, beserta tim insinyur, desainer dan peneliti di India setelah mengumpulkan ide dan menguji prototipe ratusan orang.

Sebelumnya, Google juga mengembangkan fitur komunitas untuk mempererat hubungan antara kreator konten YouTube dengan penggemar mereka. Tampaknya, fitur itu juga dilirik oleh Facebook dan Twitter yang sedang mengembangkan model bisnis baru.

Pertumbuhan Bisnis E-Commerce Dorong Investasi Teknologi Warehousing

zebra.com
zebra.com

Warehousing atau pergudangan menjadi bagian penting dari bisnis. Sebagian besar pekerjaan yang berlangsung di sana memang nyaris tak terlihat, tetapi pekerjaan tersebut memainkan peran penting bagi bisnis, terutama dalam hal kecepatan perusahan memenuhi permintaan dan penawaran pasar yang semakin dinamis.

Bisnis e-commerce yang diprediksi tumbuh sangat pesat di kawasan Asia Pasifik tentunya membutuhkan sistem pergudangan yang andal dan efisien.

Untuk lebih memahami apa yang sedang terjadi di dunia pergudangan, Zebra Technologies Corporation (Zebra) telah melakukan suatu survei global yang mencakup 1.000 responden di bidang TI dan operasional pergudangan dari wilayah Asia Pasifik. Studi ini meneliti status pergudangan di kawasan tersebut dan telah menemukan beberapa tren masa depan dalam pergudangan.

Penelitian berjudul Warehouse Vision Study tersebut mengungkapkan bahwa 74 persen dari responden dalam lima tahun ke depan berencana memfasilitasi staf gudangnya dengan teknologi, khususnya di area Internet of Things (72%), pemindaian barcode (70%), komputer tablet (69%), big data/analisis data (67%), dan pergudangan/otomatisasi bongkar-muat truk (64%).

Separuh dari responden mengatakan bahwa investasi pergudangan terutama didorong oleh tuntutan untuk mengurangi biaya transportasi. Sementara 41% menginginkan waktu pengiriman yang lebih singkat dan 38% melihat adanya kebutuhan untuk mengakomodasi pemasok dan lokasi mitra usaha baru. Faktor-faktor pendorong lainnya, seperti perubahan kebijakan inventaris (33%), kurangnya bakat/keterampilan (28%), dan tekanan omni-channel (21%).

Solusi Total Zebra

Menjawab kebutuhan dan tren pasar di sektor pergudangan, tahun ini Zebra telah meluncurkan berbagai produk untuk menghadirkan visibilitas operasional dalam pergudangan. Peluncuran terbaru adalah Total Wearable Solutions yang diklaim Zebra menawarkan keuntungan dua digit dalam produktivitas.

Solusi ini mencakup tiga komponen: Industrial Wearable Computer WT6000, Wearable Ring Scanner RS6000, dan headset nirkabel HS3100.

  1. WT6000 Industrial Wearable Computer menampilkan layar sentuh dan teknologi NFC tap-to-pair yang aman untuk memudahkan konektivitas dengan RS6000 Wearable Ring Scanner dan HS3100 Headset, serta printer Bluetooth Zebra untuk meningkatkan produktivitas. Gelang WT6000 terbuat dari bahan yang mampu mengeluarkan udara lembab dan mempunyai tingkat higienitas yang lebih tinggi saat dikenakan di lengan.
  2. RS6000 Wearable Ring Scanner menyediakan peningkatan kecepatan pemilihan dan akurasi dengan warna LED line-of-sight untuk mengarahkan aktivitas pengguna serta meningkatkan jangkauan dan keleluasan ruang gerak, bahkan ketika pekerja atau aset sedang bergerak.
  3. Headset nirkabel HS3100 memampukan pengguna memberi perintah suara dan komunikasi suara bersama dengan teknologi pengurang kebisingan terbaik.

“Dengan lonjakan aktivitas e-commerce di Asia Pasifik dalam beberapa tahun terakhir, yang dipimpin oleh Tiongkok dan India, wilayah tersebut telah menjadi ‘gudang dunia’. Para pengambil keputusan TI dan operasional di bidang pergudangan dan pusat distribusi secara konsisten perlu menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya agar tetap kompetitif,” ujar Ryan Goh (Vice President & General Manager, Sales, Zebra Technologies Asia Pacific).

“Hampir tiga perempat dari responden Warehouse Vision Study Zebra memiliki rencana untuk memfasilitasi staf gudang mereka dengan teknologi dalam lima tahun ke depan. Zebra menyediakan teknologi, produk, dan solusi tepat yang menawarkan peningkatan visibilitas operasional untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh para pelanggan kami. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjadi lebih gesit dan lincah,” pungkas Goh.

Go-Jek Beli Startup Asal India di Bidang Layanan Kesehatan

gojek-kolase

Go-Jek membeli start-up marketplace asal India yang bergerak di bidang kesehatan yaitu Pianta. Pianta didirikan oleh mantan petinggi Ola and Flipkart, Swaminathan Seetharaman, Ganesh Subramanian, dan Nitin Agarwal pada tahun lalu.

“Tim inti Pianta berasal dari Ola dan Flipkart. Mereka ahli di bidang logistik dan pembayaran, sejalan dengan tujuan dan rencana kami untuk mencapai target kuartal selanjutnya,” kata Sidu Ponnappa (Managing Director Engineering Go-Jek, India) seperti dilansir Tech in Asia.

The Economic Times of India melaporkan Pianta memfasilitasi konsumen dan penyedia layanan kesehatan untuk melakukan kunjungan ke rumah (home visit). Pianta menawarkan beberapa layanan kesehatan yaitu terapi fisik, perawatan, serta pengumpulan sampel laboratorium.

“Go-Jek akan meluncurkan produk kesehatan on-demand untuk menyelesaikan masalah pengantaran dan logistik produk kesehatan, yang merupakan kelebihan Pianta,” kata Sidu Ponnappa.

Go-Jek sendiri telah tumbuh menjadi salah satu startup raksasa di Indonesia untuk layanana transportasi roda dua atau ojek. Kini Go-Jek merambah layanan lainnya seperti penyedia asisten kebersihan, jasa pijat, asisten belanja, dan pembayaran non-tunai melalui Go-Pay.

Go-Jek yang didukung oleh Sequoia Capital dan DST Global juga menawarkan jasa pengantaran makanan dengan Go-Food dan barang sehari-hari dengan Go-Mart. Pada Agustus kemarin, Go-Jek mendapatkan investasi sebesar USD550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dan menjadikannya startup unicorn pertama di Indonesia.

Sebelum Pianta, Go-Jek juga mengakuisisi dua startup asal India untuk meningkatkan teknologinya.

Setelah diakuisisi, Pianta menghentikan layanannya di negara asalnya, terlihat dari dalam laman resmi perusahaan yang menyebut akuisisi telah resmi dilakukan.

“Kami sekarang adalah bagian dari keluarga Go-Jek,” demikian tulis Pianta dalam laman yang sudah dinonaktifkan itu.

Xiaomi Resmi Luncurkan Mi 5s dan Mi 5s Plus

Xiaomi Mi 5s 1
Xiaomi Mi 5s 1

Akhirnya, Xiaomi meluncurkan duet maut smartphone terbarunya Mi 5s dan Mi 5s Plus yang merupakan seri penerus Mi 5 di Tiongkok dengan desain yang mirip pendahulunya dan fitur yang canggih.

Xiaomi Mi 5s menggunakan layar 5,1 inci dengan dukungan resolusi 1080p dan kecerahan hingga 600 nits. Layar Xiaomi Mi 5s menggunakan teknologi Synaptics yang membedakan tekanan dan jari, mirip iPhone 7.

Xiaomi Mi 5s mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 821. Xiaomi Mi 5s merupakan perangkat kedua yang menggunakan chipset terbaru Qualcomm setelah Asus Zenfone 3 Deluxe Special Edition.

Xiaomi Mi 5s mengusung RAM 4 GB dengan dua pilihan media penyimpanan yaitu 64 GB atau 128 GB. Xiaomi Mi 5s mengusung sensor kamera Sony IMX378 dengan resolusi 16 megapixel di bagian belakang dan kamera 13 megapixel pada bagian depan.

Xiaomi Mi 5s
Xiaomi Mi 5s

Mi 5s menggunakan teknologi pemindai sidik ultrasonic sense ID untuk mendeteksi sidik jari. Xiaomi Mi 5s menggunakan baterai berkapasitas besar yaitu 3.200 mAh.

Sedangkan, Xiaomi Mi 5s Plus menggunakan bentang layar 5,7 inci. Sama seperti Mi 5s, Mi 5s Plus juga menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 821 dengan dua pilihan RAM dan media penyimpanan. Mi 5s Plus mengusung RAM 4 GB dan media penyimpanan 64 GB serta RAM 6 GB dengan media penyimpanan 128 GB.

Sama seperti iPhone 7 Plus, Mi 5s Plus mengusung kamera ganda. Sayangnya, Xiaomi tidak menyertakan Mi 5s Plus dengan sensor pemindai jari yang sama dengan Mi 5s. Xiaomi Mi 5s Plus memiliki kapasitas baterai yang besar yaitu 3.800 mAh.

Xiaomi Mi 5s dan Mi 5s Plus mengusung bodi berbahan logam secara keseluruhan dan empat pilihan warna yaitu dark gray, silver, gold, dan rose gold seperti dilansir Phone Arena.

Xiaomi Mi 5s 3
Xiaomi Mi 5s 3

Xiaomi membanderol duo Mi 5s dengan harga relatif murah. Xiaomi membanderol Xiaomi Mi 5s dengan RAM 4 GB dan ROM 64 GB senilai 300 dollar AS atau berkisar Rp3,8 juta dan Xiaomi Mi 5s mengusung RAM 4 GB dan ROM 128 GB senilai 345 dollar AS atau berkisar Rp4,4 juta.

Sementara itu, Xiaomi Mi 5s Plus RAM 4 GB dan ROM 64 GB dijual 345 dollar AS atau berkisar Rp4,4 juta. Sedangkan, Xiaomi Mi 5s versi RAM 6 GB dan ROM 128 GB dijual 389 dollar AS atau berkisar Rp 5juta.

Xiaomi pun sudah membuka pendaftaran untuk membeli kedua smartphone tersebut dan sudah ada 1,82 juta pendaftar yang berminat membeli ponsel jagoan Xiaomi tersebut.

Produk Elektronik Terbaru Midea Manjakan Pasangan Muda

Ilustrasi Perangkat Midea
Ilustrasi Perangkat Midea

Produsen peralatan elektronik rumah tangga, Midea meluncurkan produk terbarunya di Indonesia bertajuk “Suprisingly Friendly Solution” meliputi peralatan rumah tangga yang ada di dapur, ruang keluarga, kamar tidur, hingga ruang mencuci.

Midea meluncurkan lima produk terbaru yakni AC Midea Kid Star, Midea Blanc series, kulkas Midea Urbane series tipe HS 196L dan HS 235L (1 pintu), Midea Urbane series tipe HD 255 FWE dan HD 294 FWE (2 pintu) serta mesin cuci Midea Vandelo series.

Jino Sugianto, Presiden Direktur Midea Electronics Indonesia megatakan Midea selalu mendengar masukan dari pelanggan dan melakukan inovasi produk untuk menciptakan momen bahagia dalam setiap keluarga.

“Kami bangga memperkenalkan komitmen brand kami suprisingly friendly sebagai solusi yang inovatif untuk menjawab kebutuhan dari kebanyakan pasangan muda Indonesia terhadap peralatan elektronik rumah tangga,” ujarnya saat acara peluncuran lima produk baru Midea di Jakarta, Selasa.

Sophie Shao (Vice President, Midea) mengatakan Midea berkembang sangat pesat di global maupun di Indonesia dan produk-produk Midea memiliki rentang produk rumah tangga yang beragam. Produk-produk terbaru Midea berupa pendingin udara, lemari es, produk memasak, peralatan dapur, pemanas air dan perawatan lantai.

“Midea terinspirasi dari kesulitan yang dialami oleh banyak pasangan muda untuk mewujudkan rumah ideal mereka. Pasangan muda sangat bergantung pada peralatan elektronik untuk menyelesaikan segala pekerjaan rumah tangga, menyusul pekerjaan yang padat dan minimnya waktu berkualitas dengan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Midea memperkenalkan mesin cuci dengan fitur water magic cube yang hemat energi dan air serta dapat membuat bahan atau serat pakaian tidak cepat rusak.

Adapun untuk produk AC terbarunya, Midea meluncurkan dua model yaitu Midea Kid Star yang dibanderol mulai dari Rp7,999 juta. Produk ini mengusung inovasi baru yang mengedepankan thermal sensor infra merah yang dikenal sebagai intelligence eye.

Sementara untuk AC Blanc series dibanderol mulai dari Rp2,999 juta. Produk ini mengusung inovasi produk AC baru dengan fungsi supercool yang khas dengan aliran udara 3D (3D air flow) untuk pendinginan lebih cepat dan penyebaran dingin yang lebih merata.

Untuk produk kulkas, Midea juga meluncurkan 2 tipe yakni Urbane series tipe HS 196L dan HS 235L (1 pintu) yang dibanderol mulai dari Rp2,250 juta. Sedangkan, Urbane series tipe HD 255 FWR dan HD 294 FWE (2 pintu) dibanderol mulai dari Rp3,1 juta.

Tips Bangun Startup Agar Cepat Sukses

Yayasan Cedikia Millenia gelar ajang workshop dirikan perusahaan start up
Yayasan Cedikia Millenia gelar ajang workshop dirikan perusahaan start up

Indonesia diprediksi menjadi negara  dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020 dan berpotensi menciptakan 1000 start -up dari generasi milenial yang memiliki jiwa entrepreneur dan pengetahuan tentang dunia digital.

Yayasan Cendekia Milenia (YCM) bersama dengan Cody’s App Academy menyelenggarakan Workshop Digital bertema “How to Build Start Up”. ‎Ripy Mangkoesoebroto (Chairperson Yayasan) mengatakan ‎‎YCM ingin berperan aktif menyiapkan milenial yang lebih handal dan kompeten sehingga dapat menjadi motor penggerak  dunia telekomunikasi dan ekonomi digital Indonesia sesuai dengan visi besar pemerintah.
“Tiga elemen penting dalam membangun start-up adalah tim, mentor, produk, dan pembiayaan,” katanya dalam siaran pers, Rabu.
‎Ripy mengatakan keberadaan mentor sangat diperlukan untuk membangun tim yang solid. Selain tim dan mentor, elemen yang tidak kalah penting adalah produk. Perusahaan start-up harus mencari produk yang tepat untuk  pasar dengan mencoba hal baru. Meski ‎belum sempurna, Anda harus segera memperbaiki kekurangannya.
‎”Jangan pernah menyerah jika menemukan kegagalan. ‎Jika menemukan kejenuhan, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyegarkan kembali pikiran kita, salah satunya dengan rekreasi,” ucapnya.
Ajang itu juga menghadirkan‎ dua pembicara muda untuk membagikan pengalaman langsung di depan sekitar 160 peserta  workshop yang sebagian besar adalah mahasiswa. Fauzan Helmi, Co – Founder temanjalan.com saat ini masih berkuliah namun sudah merintis start up.
Temanjalan adalah carpool platform untuk pelajar dan pekerja di Jakarta. Forum itu dibentuk untuk mempertemukan pengguna kendaraan dengan teman seperjalanan agar bisa berbagi tumpangan. Tentunya, aplikasi itu akan mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta.
“Masa terbaik untuk menemukan tim yang tepat adalah saat kuliah. Banyak menghadiri event dan mengikuti kompetisi, kita bisa menemukan banyak sekali teman yang memiliki talenta luar biasa,” ujar Fauzan.
‎Fauzan juga mengupas masalah pembiayaan. Umumnya, start up dapat dibangun dengan dana yang efisien dan ekonomis.  “Biaya bukanlah penghambat untuk membangun start up, mulai lah membangun start up,” pungkasnya.
‎Sementara itu, workshop itu juga menghadirkan Firman Nugraha. Firman adalah Co-Founder Teknojurnal, perusahaan media online dan developer agency. TeknoJurnal telah bekerja sama dengan banyak perusahaan untuk membuat berbagai program yang ditujukan untuk pengembang aplikasi seperti Startup Asia Jakarta, Startup Asia Bandung, XL GameHack 2013, Blaast, dan banyak lainnya.
“Ada masa dimana usaha saya mengalami banyak tantangan. Berpisah dengan Co-Founder, anggota tim andalan dibajak, masalah keuangan mendera, dikhianati teman bisnis, kantor mendadak sepi adalah tantangan yang pernah saya hadapi,” urai Firman.
Selanjutnya Firman membagikan tips menghadapi berbagai tantangan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Firman juga mengajak peserta untuk tidak takut memulai start up.  Untuk‎ membangun bisnis, Anda memerlukan visi dan misi yang jelas, manajemen komunikasi dan tim, aktif di komunitas, pikirkan growth strategy, monetisasikan bisnisnya, be open.
“Anda harus memperluas networking dengan cara aktif mengikuti berbagai forum di bidang digital, aplikasi ataupun segala hal yang ditujukan untuk developer muda,”katanya.

Aneka Aplikasi Asal Indonesia yang Sukses Mendunia (Bagian I)

mobile-apps-lokal

Kini sudah makin banyak pengembang lokal yang menghasilkan aplikasi menarik. Kreativitas mereka selayaknya patut diapresiasi karena mampu bersaing dan tidak kalah dengan pengembang asing. Bahkan, beberapa di antaranya telah menghasilkan aplikasi yang mendapatkan penghargaan pada kompetisi bertaraf Internasional.

Jika Anda memiliki ide aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat, segera ikuti kompetisi Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10. Informasi lebih lanjut, kunjungi http://iwic.indosatooredoo.com

Sebagai pengguna, kita pun perlu mendukung karya mereka. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi tersebut. Dari sekian banyak aplikasi asal Indonesia yang sudah mendunia, berikut adalah sebagian di antaranya yang termasuk kategori aplikasi penyunting foto (photo editor):

PicMix (http://picmix.it)

Pengembang: Inovidea Magna Global

Sistem: Android, BlackBerry, Windows Phone, iOS

Saat pertama kali muncul, PicMix langsung menarik perhatian karena sengaja menyasar pasar pengguna BlackBerry. Pada waktu itu, belum ada aplikasi fotografi yang mumpuni di BlackBerry seperti halnya di iOS/Android.

PicMix disukai banyak orang karena punya fitur yang sangat lengkap. Tidak hanya memberi efek filter dan berbagi foto dengan teman, aplikasi ini juga bisa memuat beberapa foto dalam satu bingkai. Berbagai stiker lucu juga disediakan secara gratis. Versi terbaru PicMix bahkan sudah mendukung editing video. Selain itu, sering diadakan kontes berhadiah menarik dengan aplikasi ini.

Saat artikel ini ditulis, lebih dari 26 juta pengguna PicMix sudah terdaftar dari seluruh dunia.

PicStory (http://ristomobile.com)

Pengembang: Risto Mobile

Sistem: Blackberry, Android

Tingginya pengguna BlackBerry di tanah air rupanya menjadi salah satu alasan Risto Mobile, pengembang asal Jakarta, untuk menghadirkan aplikasi penyunting foto ini.

PicStory memiliki konsep di mana pengguna bisa membuat cerita dari kumpulan gambar atau foto yang ada di gallery. Dengan segala kelebihannya, PicStory berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi BlackBerry Hackathon 2011 di Jakarta. Untuk meluaskan pengguna, Risto Mobile kemudian juga menghadirkannya untuk platform Android.

cupslice feature
Fitur aplikasi lokal Cupslice.

Cupslice (http://www.cupslice.com)

Pengembang: Abdur Rabbi Arrasul Sayaf

Sistem: Android

Satu lagi aplikasi karya anak bangsa yang mencuri perhatian publik global. Cupslice, aplikasi editor foto yang berada di bawah inkubator Ideabox dari Indosat Ooredoo, berhasil menjadi satu dari lima belas aplikasi Android terbaik untuk mengedit foto berdasarkan situs Android Authority.

Dikembangkan oleh Abdur Rabbi Arrasul Sayaf atau dipanggil Aif, Cupslice adalah aplikasi editor foto yang dapat mempercantik hasil foto lewat smartphone dengan berbagai fitur. Bukan hanya filter, melainkan juga ratusan stiker dekorasi dan tipografi berisi ungkapan-ungkapan yang populer dan up-to-date.

Ada juga beberapa alat pengaturan foto dasar seperti bingkai, warna dan penyesuaian saturasi, hitam dan putih, kolase, serta kecerahan dan kontras.

Meme Lens (http://www.creacle.com/portfolio/meme-lens/)

Pengembang: Creacle Studio

Sistem: Windows Phone

Meme Lens merupakan aplikasi besutan pengembang asal Yogyakarta yang dipromosikan langsung oleh Nokia. Aplikasi ini merupakan salah satu pemenang Lumia Apps Olympiad di tahun 2012.

Aplikasi unik dan lucu ini memungkinkan penggguna memotret seseorang dan mengganti wajah (kepala) orang tersebut dengan tampilan bernuansa komik meme dengan memanfaatkan teknologi Face Recognition di perangkat mobile.

Aplikasi ini banyak diminati dan telah diunduh oleh 500 ribu pengguna sejak dirilis di Windows Phone Store pada awal 2013. Tapi, berdasarkan informasi di situsnya, aplikasi ini sedang dikembangkan lebih lanjut. Mungkin untuk dipublikasikan di platform selain Windows Phone.

Creacle sendiri telah merilis berbagai aplikasi lainnya, seperti Sambung Kata, Mad Race, dan Virtual Pet.

Jika Anda memiliki ide aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat, segera ikuti kompetisi Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10. Informasi lebih lanjut, kunjungi http://iwic.indosatooredoo.com

Review Smartphone