30 | September | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Sep 30, 2016

ECS Liva One: Mini PC Berkinerja PC Besar

ecs-liva-one-utama-revisi

Banyak keunggulan yang ditawarkan sebuah mini PC. Di antaranya bentuk yang ringkas sehingga mudah dibawa atau ditempatkan di mana pun. Begitu pula dengan konsumsi daya listrik yang rendah. Apalagi bila spesifikasi yang digunakan cukup terdepan yang disesuaikan untuk urusan komputasi ringan sampai menengah. Keunggulan seperti inilah yang coba ditawarkan ECS Liva One.

ECS Liva One dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i3-6100T yang merupakan Skylake dual core. Prosesor ini adalah varian desktop, namun merupakan seri T yang menawarkan konsumsi daya lebih rendah. Meksipun begitu, kinerjanya lebih tinggi dibanding prosesor seri U atau prosesor seri H yang untuk notebook.

ECS Liva One memiliki dimensi 17,3 x 17,6 x 3,3 cm. Selain bisa diposisikan secara horizontal, Anda juga bisa memposisikannya secara vertikal menggunakan penyangga yang tersedia dalam paket penjualan. Dengan dimensi ini, ECS Liva One masih bisa di-upgrade meski hanya pada dua komponen, yaitu media penyimpanan berupa SSD (solid state drive) atau hard disk konvensional serta memori utama yang masih menggunakan jenis DDR3L.

Untuk menunjang aktivitas keseharian disediakan berbagai konektivitas terkini. Untuk tranfer data yang kencang terdapat empat port USB 3.0, ditambah dengan port anyar USB 3.1 Type-C. Untuk keluaran digital ke display tersedia port HDMI serta DisplayPort. Adanya koneksi ini memungkinkan Anda untuk menampilkan keluarannya dalam mode multi-monitor.

Melihat kinerjanya, mini PC ini sudah cukup mumpuni untuk segala kebutuhan komputasi modern seperti multitasking, multimedia ringan, dan aplikasi office. Hal ini terlihat dari hasil raihan skor pengujian yang biasa kami gunakan (lihat tabel).

Meski bukan ditujukan bagi gamer atau Anda yang ingin memainkan aneka game terbaru berbasis DirectX, kami tetap mencoba menjalankan beberapa game untuk melihat raihan skor fps (frame per second)-nya menggunakan aplikasi Fraps. Game yang kami coba di antaranya Pro Evolution Soccer 2015 dengan pilihan resolusi 1.280 x 800 pixel dengan detail Low. Hasilnya, ECS Liva One mampu menjalankan game ini secara lancar dengan pencapaian 60 fps. Beralih ke game yang lebih berat yaitu Grand Theft Auto V, pilihan resolusi otomatis terendah hanya mampu di 800 x 600 pixel dengan detail Low dan mode DirectX 11. Hasilnya, game ini berada pada skor antara 15 sampai 25 fps. Memang kurang ideal namun Anda tetap bisa memainkannya.

Multi-monitor Ketersediaan port D-Sub, HDMI, serta DisplayPort memungkinkan Anda untuk menggunakan lebih dari satu monitor.
Multi-monitor
Ketersediaan port D-Sub, HDMI, serta DisplayPort memungkinkan Anda untuk menggunakan lebih dari satu monitor.

 

Konektivitas Port depan menyediakan selot untuk kartu memori jenis micro-SDXC serta port USB 3.1 Type-C.
Konektivitas
Port depan menyediakan selot untuk kartu memori jenis micro-SDXC serta port USB 3.1 Type-C.

Hasil uji

PengujianECS Liva One
3DMark Pro Edition 1.2.250 – Fire Strike 566
3DMark Pro Edition 1.2.250 – Cloud Gate 4921
3DMark Pro Edition 1.2.250 – Ice Storm 44845
PCMark 8 Pro Edition 2.0.204 – Home Accelerated 3102
PCMark 8 Pro Edition 2.0.204 – Creative Accelerated 3672
PCMark 8 Pro Edition 2.0.204 – Work Accelerated 4521
SiSoft Sandra 2013.SP4 – Aggregate Arithmetic 10,84 GOPS
Cinebench R15 – CPU 340 cb
S.T.A.L.K.E.R.: Call of Pripyat Benchmark 1.6 (average) 21,8 fps
Encoding video (Expression Encoder 4 SP2)** 16 menit 12 detik
Encoding audio (Lame Front-End 1.8)** 1 menit 15 detik

** makin cepat makin bagus

Plus: Fisik mungil, kinerja baik, bisa multi-monitor, konsumsi daya hanya 35 watt, bisa upgrade memori utama dan media simpan.

Minus: Hanya dukung DDR3L, relatif berat.

SpesifikasiECS Liva One
Prosesor Intel Core i3-6100T (dual core HT 3,2 GHz, 3 MB SmartCache)
RAM 4 GB DDR3-1600
Chipset Intel H110
Kartu grafis Intel HD Graphics 530
Kartu suara Realtek ALC662
Media simpan SSD 256 GB SATA 6 Gbps
LAN 10/100/1000 Mbps
Dukungan nirkabel 802.11 ac, Bluetooth 4.0
Konektivitas lain USB 3.0 (4), USB 3.1 Type-C, HDMI, D-Sub, DisplayPort, audio (combo)
Dukungan sistem operasi Windows 7/8.1/10, Ubuntu 14.04 LTS
Kelengkapan Adapter, kabel power, DVD driver, buku manual, bracket VESA + mur
Dimensi 17,3 x 17,6 x 3,3 cm
Bobot 440 gr
Garansi 1 Tahun
Situs www.ecs.com.tw
Harga kisaran* Rp5,7 juta

Bagaimana Mencegah Videotron dan Perangkat Terhubung Lainnya dari Serangan Hacker?

Videotron di perempatan Mabua, Kebayoran Baru yang dimatikan setelah terlihat menayangkan film porno, Jumat (30/9/2016)..
Videotron di perempatan Antasari, Jakarta Selatan yang dimatikan setelah terlihat menayangkan film porno, Jumat (30/9/2016).

Insiden videotron di Jakarta Selatan yang tiba-tiba menayangkan film porno diklaim oleh pihak pengelola, PT Transito Adiman Jaya, sebagai ulah hacker yang berhasil mengambil alih kontrol videotron melalui kiriman virus.

Apabila klaim itu benar adanya, artinya videotron di bilangan Antasari, Kebayoran Baru, itu memang terhubung ke internet atau online. Modus pengiriman virus itu dianggap Yudhi Kukuh (Technical Consultant, PT Prosperita-ESET Indonesia) sangat masuk akal.

“Menurut saya, ada kemungkinan akses remote-nya (biasanya pekerjaan operator videotron seperti ini dilakukan dari jarak jauh) bisa dikuasai orang lain, atau ada malware yang menyebar di jaringan operatornya,” ujar Yudhi.

Untuk mencegah dan mengantisipasi ulah hacker iseng lainnya, Yudhi memberi saran kepada para pengelola videotron agar sebaiknya tetap memantau komputer yang digunakan pada videotron ataupun perangkat elektronik lainnya yang terhubung ke internet. Keamanan komputer ini harus diperhatikan secara cermat, layaknya komputer yang berada di dalam sebuah ruangan kerja.

“Langkah antisipasi lainnya dengan selalu meng-update OS, meng-update aplikasi, dan menggunakan aplikasi anti-malware yang dilengkapi firewall dan host-based intrusion prevention system,” imbuh Yudhi.

Ancaman Keamanan di Era IoT

Memasuki era Internet of Things (IoT), kasus pembajakan videotron seperti ini bukan tidak mungkin lebih sering terjadi.

Ancaman keamanan bukan hanya membayangi videotron, melainkan semua perangkat elektronik yang terhubung ke internet. Bisa berupa kamera CCTV, lampu penerangan jalan cerdas (smart lamp), sensor elektronik, mobil cerdas (smart car), dan juga aneka perangkat wearable.

Beberapa hari lalu, terjadi serangan DDoS berskala sangat besar yang menghabiskan bandwidth hampir 1 Tbps kepada perusahaan hosting asal Perancis, OVH. Serangan ini menyasar server Minecraft yang berada di jaringan OVH. Yang mengejutkan, serangan ini bersumber dari botnet yang dihimpun dari 145.607 unit perekam video digital dan IP camera.

Sebelumnya, situs pribadi milik Brian Krebs, jurnalis cybersecurity, juga mengalami serangan DDoS yang membebani bandwidth sampai 620 Gbps. “Serangan ini terindikasi dilancarkan oleh botnet yang ‘membajak’ sejumlah besar perangkat IoT, seperti router, IP camera, dan perekam video digital, yang terekspos ke internet dan tidak dilindungi password yang kuat,” kata Krebs.

Symantec juga telah merilis laporan yang memperingatkan bahwa perangkat IoT semakin rentan dibajak untuk digunakan sebagai sumber daya serangan DDoS.

Penyebab Kasus Videotron dan Film Porno, Ulah Hacker Atau Kelalaian Operator?

Videotron di perempatan Mabua, Kebayoran Baru yang dimatikan setelah terlihat menayangkan film porno, Jumat (30/9/2016)..
Videotron di perempatan Antasari, Jakarta Selatan, yang dimatikan setelah terlihat menayangkan film porno, Jumat (30/9/2016).

Masyarakat ibukota pada sore ini (30/9) dihebohkan dengan kasus videotron di Jakarta Selatan yang tiba-tiba menayangkan video atau film porno selama 40 menit. Insiden ini berhasil direkam oleh sejumlah orang dan ramai dibagikan di media sosial. Bahkan, tagar #videotron sempat memuncaki trending topic di Twitter.

Apakah penyebab terjadinya insiden videotron dan film porno ini?

Menurut Yudhi Kukuh (Technical Consultant, PT Prosperita-ESET Indonesia), ada dua kemungkinan penyebab insiden videotron ini.

Pertama, physical security atau keamanan fisik dari videotron itu. “Ada kemungkinan orang [operator videotron. Red] bersinggungan langsung dan memutar film itu [secara langsung. Red],” ucapnya melalui pesan teks.

Kemungkinan kedua adalah ulah hacker yang bisa saja terjadi apabila videotron sudah tersambung ke jaringan internet. Jika benar demikian, artinya ada kelemahan dalam pengamanan videotron oleh pengelolanya. Kasus ini biasanya terjadi karena keamanan jaringan dianggap sebagai hal yang kurang atau malah tidak penting.

“Seharusnya CPU pada videotron ini dianggap penting layaknya komputer pada mesin ATM dan terkoneksi ke jaringan internet, sehingga tetap diamankan. Biasanya [diamankan] dengan antivirus yang sangat ringan karena spesifikasi CPU-nya yang rendah,” papar Yudhi.

Di luar dua kemungkinan itu, ada lagi penyebab kelalaian teknisi di lokasi seperti yang terjadi di Tiongkok pada tahun 2013. Saat itu, teknisi lupa mematikan dan menghapus file pribadi ketika melakukan maintenance.

Pernyataan Pengelola Videotron

PT Transito Adiman Jati selaku pengelola videotron di Jakarta Selatan itu telah merilis pernyataan resmi kepada media.

Dikutip dari Kompas.com, Adrian Wiedarta (Manajer PT Transito Adiman Jati) mengatakan bahwa videotron itu diduga telah menjadi korban hacker usil.

“Kami sempat deteksi, ternyata [videotron] diambil alih oleh yang ngirim virus. Ada yang menyabotase, ngehack,” ujarnya.

Adrian menceritakan, penyusupan itu dilakukan dengan cara mengirim virus ke aplikasi yang terdapat di videotron. Virus tersebut kemudian menyambungkan ke situs yang menampilkan video porno.

“Kami tidak bisa ambil alih karena password juga dikuasai oleh yang ngehack,” ucap Adrian.

Dassault Systèmes Perkenalkan Solidworks 2017

Ba-Thong Phan (Senior Technical Manager, Professional Channel AP South, Dassault Systèmes) bersama Benjamin Tan (Director, Professional Channel AP South, Dassault Systèmes) saat memperkenalkan Solidworks 2017 di Jakarta, Kamis (29/9).
Ba-Thong Phan (Senior Technical Manager, Professional Channel AP South, Dassault Systèmes) bersama Benjamin Tan (Director, Professional Channel AP South, Dassault Systèmes) saat memperkenalkan Solidworks 2017 di Jakarta, Kamis (29/9).

Dassault Systèmes, Perusahaan yang bergelut di bidang software desain 3D, 3D Digital Mock Up dan solusi Manajemen Siklus Hidup Produk/Product Lifecycle Management (PLM) mengumumkan peluncuran produk teranyarnya Solidworks 2017.

Indonesia sendiri menjadi negara kelima peluncuran Solidworks 2017, setelah diperkenalkan untuk pertama kalinya di Amerika Serikat pada Selasa (27/9) lalu. Benjamin Tan (Director, Professional Channel AP South, Dassault Systèmes) di awal presentasinya mengungkapkan jika peluncuran ini sesuai dengan misi Solidworks untuk membuat desain yang baik, mumpuni, dan dapat diandalkan.

Sementara itu Ba-Thong Phan (Senior Technical Manager, Professional Channel AP South, Dassault Systèmes) menyebut jika seri anyar Solidworks ini memiliki beberapa keunggulan, terutama untuk mendesain, memvalidasi, berkolaborasi, membangun dan mengelola proses pengembangan produk dengan aplikasi yang terintegrasi.

Solidworks 2017 juga diklaim mampu membantu proses desain yang cepat dan memperbaiki bagian yang sangat teknis. Ba-Thong Phan mengklaim Solidworks 2017 memiliki kecepatan mengolah desain lima kali lebih cepat dibanding Solidworks 2016.

solidworks-2017
Lengan elektrik MyoPro yang diklaim dapat membantu pasien difabel untuk mengaktifkan kegiatan fungsional lengan yang lemah.

Pria berdarah Vietnam ini juga menampilkan desain MyoPro—yang dikembangkan desainer Myomo—, yakni perangkat penjepit yang digunakan pasien difabel untuk mengaktifkan kegiatan fungsional lengan yang lemah. Berkat Solidworks 2017, para desainer Myomo juga mampu merancang lengan elektronik, mulai dari proses desain hingga memperbaiki bagian-bagian yang sangat teknis dapat dilakukan dengan sangat akurat.

Tak heran bila lebih kurang 3,1 juta pengguna, meliputi startup kecil hingga organisasi global dapat menciptakan pengalaman multisensori melalui desain produk yang inovatif dengan akses mudah ke aplikasi desain 3D kapan saja, di mana saja, dan pada perangkat apapun.

Selain membantu di bidang kesehatan, beberapa bidang industri yang saat ini telah mengaplikasikan Solidworks di antaranya industri otomotif dan aerospace.

Forca ERP, Solusi ERP Lokal Bercitarasa Global

CEO PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) Adel Rahadi (duduk) bersama COO PT SISI Handoyo Pudji sedang mengamati aplikasi software Foca ERP buatan PT SISI.
CEO PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) Adel Rahadi (duduk) bersama COO PT SISI Handoyo Pudji sedang mengamati aplikasi software Foca ERP buatan PT SISI.

Siapa bilang solusi Enterprise Resource Planning (ERP) harganya mahal dan hanya untuk perusahaan skala besar? PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (PT SISI) menawarkan Forca ERP, alternatif solusi ERP berharga terjangkau untuk bisnis skala menengah.

Di tengah dinamika bisnis yang mengharuskan perusahaan mampu mengumpulkan, mengatur, menganalisis dan menginterpretasi data yang diperoleh dalam proses bisnis, ERP adalah solusi yang tepat untuk melakukan hal tersebut secara efisien. Namun kendala biaya kerap membuat para pelaku dunia usaha berpikir dua kali untuk menerapkan ERP dalam strategi bisnisnya.

“Saat ini 95 persen pasar ERP masih dikuasai oleh produk asing dan mahal,” ungkap Adel Rahadi, CEO PT SISI. Walhasil hanya perusahaan-perusahaan berskala besar yang mampu mengimplementasikannya. Padahal, menurut Adel, 70 persen perekonomian Indonesia digerakkan oleh sektor usaha kecil menengah atau UKM.  Dan seperti halnya sektor enterprise, UKM pun menginginkan proses bisnis berjalan lebih efisien dan didukung informasi yang tepat agar lebih mampu bersaing di era global.

Berbekal pengalaman mengatur proses bisnis Semen Indonesia Group menggunakan beberapa solusi ERP top dunia, PT SISI mengembangkan Forca ERP, sebuah solusi  ERP yang lebih dapat diterima oleh pelaku usaha di tanah air. Menurut Adel Rahadi, Forca ERP menyasar perusahaan skala menengah, tetapi secara kemampuan Forca ERP juga  mampu melayani kebutuhan bisnis skala besar.

Solusi yang mengusung tagline Your Business Information Capital ini membekal modul yang komprehensif untuk mendukung berbagai tipe bisnis dan mengadopsi teknologi terkini. Solusi hasil karya anak bangsa ini juga dikembangkan dengan mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia.

Forca ERP datang dengan beberapa modul utama, yakni Quote to Invoice, Requisition to Invoice, Financial Accounting, Manufacturing & Quality Management, Asset & Maintenance Management, HO, Project Management, dan Performance Dashboard.

Ditawarkan sebagai solusi berbasis cloud managed service, Forca ERP membebaskan pengguna dari beberapa kebutuhan investasi, seperti data center, disaster recovery center (DRC), jaringan, dan sumber daya manusia. Pengguna cukup membayar biaya langganan per user per bulan dan biaya implementasi. Adel Rahadi mengestimasi biaya implementasi Forca ERP tidak sampai sepuluh persen dari biaya implementasi solusi ERP keluaran vendor global.

Saat ini selain PT SISI sendiri, ada dua perusahaan yang sudah go live dengan Forca ERP. “Sedang dalam proses implementasi, empat perusahaan. Dan ada tiga perusahaan sedang dalam tahap persiapan,” papar Adel di sela-sela peluncuran Forca ERP di Jakarta beberapa waktu lalu. Sampai dengan tahun depan, PT SISI menargetkan solusinya terpasang di 50 perusahaan.

Pelanggan Indosat Paling Suka Nonton Video Streaming

Alexander Rusli (Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo) mengumumkan kerjasama strategis antara IM3 Ooredoo dan  iflix
Alexander Rusli (Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo) mengumumkan kerjasama strategis antara IM3 Ooredoo dan iflix

Alexander Rusli (CEO Indosat, Ooredoo) mengatakan masyarakat Indonesia sangat menyukai konten video, terlihat dari konsumsi datanya yang besar. Bahkan, pelanggan Indosat menghabiskan kuota data untuk memutar sebuah video online.

“Pelanggan di Indonesia paling suka konten Video terlihat dari peak hour baik siang atau malam, selalu ada video,” katanya di sela-sela acara Indosat dengan Iflix, Kami (29/9/2016).

Alex mengatakan tingkat pemakaian layanan data Indosat mengalami kenaikan hingga lebih dari 25 persen antara Maret hingga Agustus 2016. Bahkan, pemakaian data khusus untuk video juga naik hingga lebih dari 59 persen pada waktu yang sama

“Penggunaan layanan data sangat tinggi. Indosat sempat mencatat ratusan terabyte konsumsi data khusus untuk konten video. Kemarin saja, kira-kira ada 613 TB data habis buat video streaming. Itu cuma kemarin saja, satu hari. Kalau hari ke harinya ya variatif,” ucapnya.

“Karena itu Indosat Ooredoo memberi paket yang membebaskan streaming video. Hanya tinggal nonton kapan saja, di mana saja,” pungkas Alex.

Indosat baru saja meluncurkan paket Stream On yang berupa kuota bonus sebesar 10 GB khusus untuk pengguna paket Freedom pra bayar, Freedom pasca bayar dan Super Plan. Kuota tersebut hanya untuk mengakses layanan streaming video melalui platform Iflix dan audio melalui platform Spotify.

Mau Jalan-jalan ke Mars? Siapkan Uang Rp1,3 Miliar

Ilustrasi roket SpaceX Interplanetary Mission
Ilustrasi roket SpaceX Interplanetary Mission

SpaceX berencana membawa manusia terbang jalan-jalan ke Mars di luar angkasa pada 2024.

Elon Musk (CEO dan Pendiri SpaceX) mengatakan SpaceX telah mengembangkan sebuah pesawat antariksa bernama Interplanetary Transport System (ITS) yang merupakan gabungan dari roket terkuat yang pernah ada dengan pesawat luar angkasa untuk membawa 100 orang ke Planet Mars untuk setiap penerbangan.

“Apa yang ingin saya inginkan adalah jalan-jalan ke Mars,” kata Musk saat berbicara di International Astronautical Congress di Kota Guadalajara, Meksiko) seperti dikutip dari laman Space.com.

Roket ITS sendiri merupakan pengembangan roket dari Falcon 9 dengan ktinggian mencapai 70 meter. Sama seperti pendahulunya, roket ITS dapat digunakan berulang kali dan berfungsi sebagai pendorong untuk pesawat luar angkasa.

Ketika ITS tiba Mars, bahan bakar pesawat dapat diperoleh dari karbondioksida dan es di permukaan Mars yang dapat metana dan oksigen. Elon mengatakan SpaceX akan kargo atau astronot ke International Space Station.

Pesawat antariksa itu akan memiliki sebuah restoran, kabin-kabin, permainan gravitasi nol dan film. “Perjalannya harus menyenangkan atau menarik. Tidak boleh terasa sempit atau membosankan,” katanya dilansir kantor berita AFP.

“Kami menginginkan perjalanan ini terjangkau bagi semua orang dan menurunkan harga tiket menjadi 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,29 miliar). Kamu tidak bisa menciptakan peradaban yang bisa bertahan hidup secara mandiri di Mars, jika harga tiketnya 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp129,3 triliun perorang,” ucapnya.

SpaceX akan mengirimkan kapsul kargo tak berawak ke Mars secepat-cepatnya pada awal 2018 dan mempersiapkan misi manusia yang akan meninggalkan Bumi pada 2024 dan tiba di Planet Merah pada selanjutnya.

Di Mata Konsumen, Brand Ambassador Lebih Menarik Ketimbang Iklan

brandingConnected Life—survei yang dilakukan terhadap 70 ribu konsumen oleh konsultan riset global, Kantar TNS—menyebutkan jika penggunaan platform media sosial Instagram dan Snapchat telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2014.

Pertumbuhan dari kedua platform tersebut tentunya menyediakan berbagai peluang baru bagi para pemasang iklan. Namun pemilik brand juga perlu memerhatikan perubahan sikap dari konsumen seiring dengan semakin pintarnya mereka dalam memanfaatkan media sosial yang semakin beragam.

Menurut Connected Life, satu dari lima (19%) connected consumers di Indonesia secara aktif menolak posting atau konten dari suatu brand. Dalam bisnis perlu untuk menghindari invasif karena sepertiga dari responden (30%) merasa bahwa mereka ‘terus diikuti’ oleh iklan online.

Penelitian dari Kantar TNS ini juga menemukan bahwa influencer dan selebriti merupakan kunci penghubung dengan konsumen. Hampir separuh dari mereka yang berusia 16 – 24 tahun (43%) mengatakan bahwa mereka lebih percaya kepada apa yang orang katakan tentang suatu brand secara online dibandingkan dengan sumber resmi seperti koran, website resmi brand atau iklan TV.

BASE, Cara Cloudera Atasi Kelangkaan Ilmuwan Data

cloudera-base

Sebagai salah satu negara terpadat di dunia, Indonesia secara logika memiliki data dalam jumlah besar karena manusia adalah salah satu penghasil data. Dan ketika data disebut sebagai the new oil, apakah Indonesia memiliki ilmuwan data dalam jumlah dan skill yang memadai sehingga kita mampu memperoleh nilai dari data dalam jumlah besar tadi?

Tak sedikit negara yang masih mengalami kelangkaan ilmuwan data alias data scientist. Data science terhitung disiplin ilmu baru dan umumnya dikuasai mereka yang berusia muda. Sementara kemampuan analisis data tidak bisa  mengandalkan ilmu semata, tapi harus dibarengi dengan pengalaman.  “Nah bagian ini dikuasai oleh mereka yang lebih senior,” kata Daniel Ng (Senior Director, APAC Cloudera).  Bagaimana kita dapat memperoleh keduanya?

Hal itulah yang melatarbelakangi peluncuran inisiatif Big Analytics Skills Enablement (BASE) di beberapa negara, termasuk Indonesia, beberapa waktu lalu. Daniel Ng memaparkan tujuh elemen BASE yang harus dilihat secara integratif, sebagai sebuah ekosistem.

Sebagai strategi jangka panjang untuk menghasilkan ilmuwan-ilmuwan data, Cloudera menyiapkan Cloudera Academic Program (CAP). Menyasar institusi pendidikan tinggi nirlaba, CAP mengemaskan empat komponen: kurikulum untuk pengajar, kurikulum untuk mahasiswa, diskon 50 persen untuk pelatihan pengajar, dan free software.

Meski ini program jangka panjang, BASE disebut Daniel dapat memangkas waktu dari tujuh menjadi dua tahun saja bagi institusi pendidikan untuk meluluskan seorang data administrator dan data analyst.

Elemen berikutnya adalah program magang (internship) sebagai wadah mahasiswa mempraktekkan ilmu yang sudah didapat. Program ini bisa berlangsung di perusahaan mitra Cloudera atau perguruan tinggi. Cloudera juga menggandeng perusahaan pencari pekerja dan pemberi pelatihan untuk melengkapi siklus pengembangan keahlian big data analytics.

BASE juga merangkul komunitas IT professional. “Komunitas adalah strategi jangka pendek untuk bisa memperoleh keahlian data science dalam waktu yang lebih singkat, karena komunitas ini terdiri dari ready-made professional,” jelas Daniel Ng.

Inisiatif BASE juga menggandeng pemerintah. Mengapa pemerintah? Karena pemerintah berperan penting dalam menentukan kebijakan, memberi insentif, dan membuat program yang secara keseluruhan mendukung tumbuhnya keahlian big data analytics.

Setiap pemerintahan memiliki inisiatif yang berbeda. Misalnya di Malaysia, sepuluh universitas yang pertama mendaftar program CAP akan memperoleh pelatihan pengajar secara gratis, karena biaya training diberi potongan 50 persen oleh Cloudera dan sisanya ditanggung oleh pemerintah Malaysia.

Di Singapura, pemerintah mengadakan program reskilling dengan mengucurkan bantuan dana sebesar 120 juta dolar Singapura untuk mendorong profesional TI mempelajari big data analytics.

Dan elemen terakhir yang tak kalah pentingnya adalah perusahaan yang akan memanfaatkan keahlian analisis data. “Bagaimana kami terhubung dengan perusahaan-perusahaan ini? Melalui program executive search. Apakah perusahaan ini akan memperoleh manfaat dari insentif pemerintah? Mungkin saja. Ketika perusahaan ini ingin mengirim karyawannya untuk pelatihan big data analytics, BASE menyediakan mitra pelatihan,” papar Daniel Ng.

Singkatnya, BASE adalah sebuah ekosistem lengkap dan cara Cloudera mendorong pertumbuhan keahlian dan sumber daya di bidang analisis data.

Fitur Berbagi Foto Tingkatkan Jumlah Pengguna Instagram dan Snapchat di Indonesia

instagram-snapchatBerdasarkan data terkini dari Connected Life—survei yang dilakukan terhadap 70 ribu konsumen oleh konsultan riset global, Kantar TNS—penggunaan platform media sosial Instagram dan Snapchat telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2014.

Perkembangan teknologi mobile diklaim sebagai salah satu pendorongnya. Jumlah pengguna smartphone di seluruh kawasan Asia Pasifik saat ini saja sudah menembus lebih dari satu miliar, di mana 65 juta-nya berada di Indonesia. Hal ini didukung dengan kemampuan kamera smartphone yang semakin memudahkan berbagi foto secara instan.

Untuk Instagram, Indonesia merupakan negara paling aktif keempat di wilayah ini, dengan jumlah pengguna sebesar 54% dari keseluruhan jumlah pengguna internet. Malaysia berhasil merajai pengguna paling aktif di Instagram, dengan jumlah pengguna 73%. Hongkong dan Singapura menyusul dengan porsi masing-masing sebanyak 70% dan 63%.

Sementara itu untuk Snapchat, di Indonesia masih belum populer. Pengguna Snapchat di Indonesia menduduki posisi kesepuluh di wilayah ini dengan jumlah sebesar 13%. Hongkong menjadi pasar Snapchat yang paling aktif dengan hampir separuh (46%) dari pengguna internet menggunakan platform tersebut.

Hansal Savla (Direktur Senior, Kantar TNS, Indonesia) menuturkan jika peningkatan pengguna Instagram dan Snapchat di Indonesia terjadi terutama karena para pengguna di Indonesia ingin mengabadikan dan membagikan momen mereka dengan orang lain.

“Mereka ingin membagikan hal tersebut dengan cepat, mendeskripsikan pengalaman mereka, dan merasakan kebanggaan akan hal tersebut,” pungkasnya.

Review Smartphone