October | 2016 | InfoKomputer Online
Beranda 2016 October

Arsip Bulanan: October 2016

Blibli.com Lahirkan Creativepreneur Lokal Berkualitas, Umumkan Juara The Big Start Indonesia

Para pemenang kompetisi creativepreneur The Big Start Indonesia - Blibli.com.
Para pemenang kompetisi creativepreneur The Big Start Indonesia – Blibli.com.

Blibli.com sukses melahirkan tiga creativepreneur lokal paling berkualitas melalui ajang The Big Start Indonesia. Ketiga pengusaha kreatif lokal itu ialah Arlin Chondro, Dhamar Perbangkara, dan Rowland Asfales yang masing-masing-masing meraih juara pertama, kedua, dan ketiga dalam kompetisi yang sudah digelar sejak Juli lalu.

Pada babak grand final yang diadakan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10) lalu, Arlin Chondro dengan brand Peek.Me yang membuat produk dari bahan alami dan organik berhasil berhasil lolos menjadi juara pertama setelah mengungguli Dhamar Perbangkara, founder Gauri Art Division, dan Rowland Asfales, founder Pijakbumi.

Ketiga finalis ini telah melewati tantangan terakhir dari Dewan Juri yang terdiri dari Hari Sungkari (Deputi Infrastruktur BEKRAF); Daniel Mananta (Founder & CEO DAMN! I Love Indonesia); Renitasari Adrian (Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation); Stephanie Yoe (Babson Global Ambassador for Indonesia & Business Development Manager Blibli.com); serta Henry C. Widjaja (Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra).

Berkat kemenangan ini, Arlin Chondro memboyong hadiah modal bisnis sebesar Rp500 juta, sedangkan Dhamar Perbangkara dan Rowland Asfales masing-masing membawa pulang hadiah modal bisnis sebesar Rp300 juta dan Rp200 juta.

Menanggapi kemenangannya, Arlin Chondro menyatakan, “Seneng banget jadi juara pertama. Ke depannya saya mau mengembangkan bisnis supaya memajukan entrepreneur Indonesia. Pengalaman saya selama mengikuti program ini akan membantu saya semakin mengembangkan Peek.Me Naturals. Saya berharap Blibli.com akan terus mempertahankan program The Big Start Indonesia sehingga akan lebih banyak pengusaha perintis yang mendapat manfaatnya.”

Walau baru pertama kali diadakan di Indonesia, kompetisi ini mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat.

Selama satu bulan periode tayang 11 episode web series, The Big Start Indonesia telah menarik lebih dari 10 juta penonton (viewer) dan mendapat lebih dari 4.000 subscriber pada kanal Youtube. Selain itu, The Big Start Indonesia berhasil mencapai 180 juta reach dengan lebih dari 35.000 like pada akun Facebook-nya dan akun Instagram memperoleh 5.400 penggemar dalam kurun waktu yang sama.

“Selamat kepada para juara The Big Start Indonesia yang telah melalui proses yang penuh tantangan dan memacu kreativitas. Kami berharap kompetisi ini bisa turut serta memberdayakan dan memajukan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Kusumo Martanto (CEO, Blibli.com).

Finalis IWIC 10 Diumumkan, Siap Ikuti Bootcamp dan Developer Conference di Jakarta

Awarding Night dan Developer Conference IWIC 10.
Awarding Night dan Developer Conference IWIC 10.

Ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10 telah memasuki babak akhir. Setelah pendaftaran ditutup pada akhir September lalu, proses penjurian pun dilakukan terhadap 3.592 proposal dan menghasilkan para finalis IWIC 10 untuk seluruh kategori.

Menariknya, para finalis datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Misalnya saja Hamdan Fajri asal Aceh dan Rohhaji Nugroho asal Yogyakarta yang masuk final di kategori University Students & Public, Desi Purnamasari asal Bengkulu dan Siti Aisyiah asal Sidoarjo yang menjadi finalis di kategori Women & Girls, serta Catur Sigit Nugroho asal Kebumen dan Ade Ismail asal Balikpapan yang muncul sebagai finalis di kategori Disabled.

Dari kategori Kids, muncul antara lain nama Muhammad Arya Bimasena dari Bogor, Aby Jenaki dari Serang, dan Aisha Dinar Farahita dari Pekanbaru. Sedangkan dari kategori Teens, ada nama Septi Rachmawati asal Depok, Nadiela Septiani asal Bogor, dan Alif Akbar asal Tangerang.

Tapi, para peserta asal kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung pun tidak kalah unjuk gigi, antara lain diwakili oleh Agil Julio di kategori University Students & Public, Adam Ardisasmita di kategori Developer, dan Benedictus Harris di kategori Teens.

Namun, yang paling istimewa adalah kehadiran tiga finalis asal luar Indonesia, yakni Hiroko Aoki asal Jepang, Thet Mon Aye asal Myanmar, dan Rianna Patricia Cruz yang berkebangsaan Filipina. Keberadaan mereka sekaligus membuktikan semangat go global IWIC 10 yang menantang para pengembang aplikasi di seluruh dunia untuk bertanding dengan pengembang-pengembang berbakat asal Indonesia.

Daftar finalis IWIC 10 selengkapnya dapat dilihat di laman ini.

Bootcamp dan Developer Conference

Sebagaimana jadwal semula, seluruh finalis IWIC 10 telah diundang ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan bootcamp atau pemusatan dan pembekalan finalis yang dilaksanakan di Kantor Pusat Indosat Ooredoo di bilangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Proses penjurian untuk memilih finalis IWIC 10.
Proses penjurian untuk memilih finalis IWIC 10.

Bootcamp ini digelar selama dua hari, 31 Oktober – 1 November 2016, dan menghadirkan bermacam pembicara dari praktisi startup, developer aplikasi, investor, dan lainnya. Tujuan bootcamp ini adalah mematangkan ide-ide dan aplikasi karya finalis untuk dipresentasikan kepada dewan juri yang akan menentukan siapa saja juara IWIC 10 ini.

Pengumuman para pemenang IWIC 10 bakal dilakukan pada hari Rabu, 2 November 2016, di Auditorium Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta.

Pada hari yang sama, akan digelar pula acara Developer Conference yang mengundang para pengembang aplikasi dan startup lokal untuk menggali ilmu soal memulai bisnis, meraih investasi, dan berpartisipasi di komunitas.

Keseluruhan acara Awarding dan Developer Conference IWIC 10 rencananya dihadiri pula oleh Rudiantara (Menkominfo RI), Alexander Rusli (Presiden Direktur & CEO, Indosat Ooredoo), dan Muhammad Neil El Hilman (Direktur Infrastruktur TIK Bekraf).

Informasi dan pendaftaran acara Developer Conference IWIC 10 dapat dilakukan di alamat ini.

Welcome Finalists IWIC10 Boothcamp IWIC10 #ChangeTheWorld #IWIC10

A photo posted by IWIC Indosat Ooredoo (@indosatooredooiwic) on

Tiga Syarat Bisnis Wirausaha Sukses dari LinkedIn

linkedin office

Kewirausahaan merupakan salah satu pendorong perekonomian Indonesia karena mampu menciptakan peluang bisnis dan lapangan pekerjaan di Indonesia. Apalagi, Indonesia memiliki‎ segudang potensi dari sumber daya alam, hingga manusia yang masih berusia produktif.

Baru-baru ini, LinkedIn mengadakan acara diskusi panel untuk membahas seluk beluk kewirausahaan bersama dengan Danny D. Kosasih (Wakil Ketua Komite Tetap Inovasi Industri Tradisional Berbasis Budaya, KADIN).

“Pola pikir dan ekosistem adalah dua tantangan yang di hadapi Indonesia untuk mencetak entrepreneur. ‎Pola pikir yang tepat dibutuhkan untuk mendorong ide inovatif menjadi sesuatu yang dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas,” katanya.

‎Menurut LinkedIn, ‎entrepreneur Indonesia sangat aktif membangun jaringan di LinkedIn dan memiliki koneksi 25 persen lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata seluruh pengguna LinkedIn di Indonesia. LinkedIn memiliki tujuan untuk membantu profesional (termasuk entrepreneur) agar lebih produktif.

Danny mengatakan ada tiga rahasia atau pakem yang harus dipegang teguh oleh wirausaha agar sukses. Ketiga pakem itu yaitu‎ Ideas, Informed, dan Investor. Pertama adalah Ideas (ide) yang menjadi fondasi dari sebuah usaha. Ide merupakan energi dan menjadi modal awal dalam berbisnis.

Entrepreneur dapat memanfaatkan LinkedIn untuk memberdayakan dan memvalidasi ide-ide dengan para profesional dari berbagai bidang di seluruh dunia guna mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

‎Pakem kedua, Informed (terinformasi). Seorang entrepreneur harus mengetahui berbagai informasi seputar industri yang digeluti. Salah satu caranya, wirausaha dapat berinteraksi dengan komunitas, influencer, dan profesional lainnya, membaca posting serta presentasi yang mereka bagikan.

“Ini membuat entrepreneur dapat belajar berbagai sudut pandang baru dalam berbisnis,” ucapnya.

Terakhir, Investor. Investor memiliki segudang pengalaman dalam menerima ide bisnis. Karena itu, entrepreneur dapat berdiskusi lebih lanjut untuk mematangkan ide mereka dan mendapatkan suntikan modal di masa mendatang.

Alasan Rusia Berencana Blokir LinkedIn

Ilustrasi Rusia Blokir LinkedIn
Ilustrasi Rusia Blokir LinkedIn

Pemerintah Rusia berencana memblokir LinkedIn di negaranya karena LinkedIn telah melanggar peraturan keamanan data. Badan Regulasi Telekomunikasi dan Informasi Rusia Roskomnadzor menduga LinkedIn telah mengirimkan data warga Rusia ke Amerika Serikat tanpa persetujuan.

LinkedIn pun tidak menyimpan data penggunanya di Rusia, mengingat LinkedIn tidak memiliki data center di Rusia. Menurut regulasi yang berlaku di Rusia, semua perusahaan asing yang menangani data warga Rusia, harus menyimpan informasi pada data center yang berlokasi di Rusia.

LinkedIn pun siap terbuka untuk melakukan diskusi lebih lanjut dengan pemerintah Rusia tetapi LinkedIn menolak berkomentar karena penyelidikan sedang berjalan.

Sumber internal Roskomnadzor mengatakan Rusia mewajibkan perusahaan asing memiliki data center lokal di Rusia, menyusul fakta yang dibeberkan Edward Snowden (Mantan Karyawan NSA dan CIA). Snowden mengungkapkan NSA melakukan aksi mata-mata besar-besaran dengan memanfaatkan data center sejumlah perusahaan teknologi yang berasal dari AS.

Facebook, Google, Microsoft, Twitter, dan jejaring sosial lainnya juga tidak tunduk pada peraturan Rusia untuk membuat data center di Rusia. Sialnya, pemerintah Rusia memilih LinkedIn sebagai sasaran pertamanya menerapkan hukum baru.

“Tidak hanya LinkedIn, pemerintah Rusia sudah memberikan ultimatum ke sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat,” ujar German Klimenko (Penasihat Isu Internet, Kepresidenan Rusia) seperti dikutip Fortune.

Berbeda dengan Rusia, Tiongkok tidak memblokir LinkedIn karena LinkedIn patuh pada peraturan pemerintah setempat.

Cooler Master Sentinel III: Meningkatkan Kenyamanan Gaming

cooler
Memainkan sebuah game di PC atau notebook akan terasa lebih asyik jika dilengkapi dengan pelengkap mumpuni berupa mouse dan keyboard. Keberadaan mouse ini memang tetap diperlukan meskipun kini makin banyak produk gaming yang telah dilengkapi dengan layar sentuh. Dibandingkan dengan penggunaan layar sentuh, penggunaan mouse untuk mengendalikan permainan memang masih memiliki tempat tersendiri di hati para gamer.

Untuk membantu para gamer itulah, Cooler Master Sentinel III ini hadir. Dibuat bagi kepentingan gaming, produk ini memiliki desain ergonomis yang membuatnya nyaman digenggam dalam jangka waktu lama. Produk ini juga memiliki pencahayaan yang bisa diatur sesuai keinginan pengguna. Untuk membantu pengendalian secara lebih baik, fungsi tombol pada produk ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Ini akan membuat tombol-tombol mouse ini bisa berfungsi dengan baik sesuai situasi gaming, misalnya saat menembak, memilih sasaran, atau melakukan pemilihan persenjataan.

Produk ini juga memiliki kecepatan tracking 200 IPS, akselerasi 50 G, serta memori onboard sebesar 512 KB. Panjang kabelnya sendiri mencapai 1,8 meter sehingga akan bisa dipakai secara leluasa. Ketinggian produk ini juga bisa disesuaikan (dengan besaran < 2,1 mm). Selain itu, produk ini juga memiliki polling rate sebesar 1.000 Hz/1 ms.

Informasi:
Harga: Rp830.000
Astrindo Senayasa (021) 29382288

Mengapa Apple Belum Jual AirPods?

AirPods 1
AirPods 1

Pelanggan setia Apple yang sudah memiliki iPhone 7 atau iPhone 7 Plus harus bersabar untuk memiliki earbuds terbaru Apple, AirPods. Apple masih membutuhkan waktu lebih lama untuk meluncurkan earphone nirkabelnya AirPods ke publik.

Sebelumnya, Apple berjanji akan menjual AirPods pada bulan ini tetapi hingga saat ini earphone itu belum juga hadir di publik.

AirPods adalah perangkat yang benar-benar baru bagi Apple. Apple pun mengimplementasi chip wireless terbaru pada earphone tersebut dan akan menjadi aksesoris iPhone 7 dan 7 Plus lantaran Apple sudah tidak lagi menyertakan port audio 3,5 mm.

“Permintaan AirPods sangat luar biasa dan kami tidak mau gegabah menjual produk yang belum siap. Kami masih membutuhkan waktu lebih banyak untuk menjual AirPods kepada konsumen,” kata Apple seperti dilansir TechCrunch.

AirPods 2
AirPods 2

Apple tidak mau mengungkapkan permasalahan hardware atau software bahkan marketing yang menghambat penjualan AirPods. Namun, menurut sebagian media yang pernah me-review AirPods, AirPods mempunyai masalah kecil pada software.

Apple memperkenalkan AirPods pada bulan lalu, bersamaan dengan peluncuran iPhone 7. Apple berjanji akan mulai menjual AirPods pada akhir Oktober dengan harga 159 dolar atau sekitar Rp2 juta. AirPods akan menjadi perangkat yang lebih ringkas dan mudah digunakan karena pengguna tidak harus menggunakan kabel yang terhubung pada iPhone.

Perangkat itu menggunakan sebuah chip khusus rancangan Apple, sensor-sensor sentuhan, dan sensor-sensor inframerah yang berfungsi untuk mendeteksi saat AirPods terpasang di telinga.

Garap Perangkat IoT, Qualcomm Akuisisi Vendor Semikonduktor NXP Rp613 triliun

Ilustrasi Qualcomm Beli Perusahaan Semi Konduktor NXP
Ilustrasi Qualcomm Beli Perusahaan Semi Konduktor NXP

Qualcomm resmi membeli perusahaan semikonduktor NXP Semiconductors NV dengan nilai US$38 miliar atau sekitar Rp613 triliun dan menjadi pembelian terbesar dalam sejarah akuisisi di industri semikonduktor.

NXP merupakan perusahaan semikonduktor yang berbasis di Belanda dan menjadi salah satu produsen komponen elektronik terbesar di dunia setelah membeli Freescale Semiconductor asal Amerika Serikat.

Dengan akuisisi itu, Qualcomm tidak lagi bergantung kepada bisnis chip smartphone dan ikut mengembangkan sendiri chip untuk perangkat Internet of Things (IoT). Perusahaan riset Gartner mengungkapkan ada sekitar 21 miliar perangkat IoT yang akan aktif pada 2020.

“Inovasi dan investasi di bidang otomotif dan IoT akan terus bertambah. Kami melihat ini sebagai peluang yang menjanjikan,” kata Steven Mollenkopf (Chief Executive Qualcomm) seperti dikutip dari Reuters.

Seluruh proses akuisisi itu akan selesai pada akhir 2017 dan Qualcomm setuju membayar US$110 per saham NXP dengan premi 11 persen di atas harga penutupan terakhir pada Rabu (26/10).

Chip NXP
Chip NXP

Dengan akuisisi itu, Qualcomm diharapkan mampu mencetak pendapatan lebih dari US$30 miliar atau sekitar Rp391 triliun yang berasal dari berbagai bidang seperti ponsel, otomotif, IoT, keamanan, RF, dan jaringan.

Mollenkopf mengatakan Qualcomm ingin mendominasi dunia smartphone dengan chipset-nya dan ingin membuat pijakan kuat di dunia otomotif dan IoT di masa depan.

“Kami akan mengembangkan teknologi mobil otonom dan IoT, baik melalui riset dan pengembangan (R&D) secara mandiri atau mengambil alih teknologi dari pihak lain yang sudah menguasainya,” ujarnya.

Akusisi dengan nilai fantastis terjadi di dunia semikonduktor, mengingat besarnya pasar industri di masa mendatang. Juli lalu, Softbank berniat membeli desainer chip kenamaan, ARM Holdings, senilai US$ 32 miliar. Tahun lalu, Avago juga menyetujui mengakuisis Broadcom senilai US$37 miliar.

Intel juga telah mengambil alih produsen chip Altera sebesar US$ 16,7 miliar, bahkan NXP yang baru diambil alih Qualcomm sebelumnya juga mengakuisi Freescale Semiconductor senilai US$ 11,8 miliar.

Sebenarnya, NXP adalah perusahaan yang jauh lebih besar dibanding AMD untuk memasok komponen, bukan pemberi lisensi desain. Saat ini NXP memiliki karyawan sekitar 45.000 orang yang tersebar di 35 negara dan membuatnya menjadi pemasok chip terbesar kelima di dunia.

SAP Perkenalkan Dua Solusi IoT Terbaru

Print

SAP baru-baru ini mengumumkan peluncuran dua solusi Internet of Things (IoT) terbaru: software SAP Connected Goods dan server SAP Dynamic Edge Processing.

Melalui 2015 IDC Worldwide Internet of Things Forcast, IDC memproyeksikan kehadiran 30 miliar perangkat yang saling terhubung (connected device) di tahun 2020 nanti. Peluang pendapatan dari ekosistem perangkat Internet of Things (IoT) itu tak kalah besarnya, yakni US$ 1,71 triliun.

Perusahaan pun menyadari kehadiran megatrend ini dan menyongsongnya dengan rencana pemanfaatan teknologi IoT untuk mengumpulkan, memroses, dan menganalisa big data yang dihasilkan oleh berbagai perangkat tersebut.

SAP Connected Goods dan SAP Dynamic Edge Processing diharapkan dapat memampukan pengguna solusi SAP menghubungkan sejumlah besar perangkat IoT dan data dari sensor real-time  dengan proses bisnis utama.

“Dengan solusi IoT terbaru ini, kami memungkinkan tingkatan baru dari inovasi bisnis dan nilai operasional dari perangkat IoT di mana saja, bagi masyarakat umum, di seluruh industri,” kata Tanja Rueckert (Executive VP, Digital Asset & IoT, SAP).

“Dengan memperluas kemampuan digital dan kekuatan processing SAP hingga ke tingkat tertinggi, di mana sensor perangkat data berasal, perusahaan dapat meminimalkan hambatan, meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan untuk mengoptimalkan wawasan,” lanjut Tanja.

SAP Connected Goods

Sebuah studi yang dilakukan European Vending Association mencatat ada 3,74 juta mesin vending terdistribusi di daratan Eropa. Sedangkan mesin pendingin minuman yang tak kalah populer dari mesin vending, jumlahnya pun cukup menakjubkan.

Saat ini diperkirakan ada 14 juta mesin pendingin di seluruh dunia untuk setiap merek. Kedua mesin tersebut adalah aset yang bernilai miliaran dolar, terlebih lagi nilai barang-barang yang tersimpan di dalamnya.

Adalah sebuah tantangan besar bagi perusahan ketika mereka harus secara periodik mengaudit dan mengumpulkan data kondisi lokasi, serta kinerja perangkat-perangkat itu. Mungkin tidak ada yang tahu apakah suhu atau kelembaban perangkat benar-benar dijaga secara konsisten; apakah perangkat tersebut secara konsisten berkontribusi terhadap penjualan; bahkan mungkin perusahaan tidak tahu apakah perangkat tersebut masih ada atau tidak di tempatnya.

Inilah tantangan yang ingin dijawab oleh SAP Connected Goods. Solusi berbasis cloud yang berjalan di atas SAP HANA Cloud Platform ini dirancang untuk memaksimalkan value perangkat, seperti mesin pendingin, mesin vending, atau alat-alat bertenaga listrik lainnya.

Software SAP Connected Good akan melakukan pemantauan dan pengelolaan jarak jauh, serta kontrol terpusat terhadap perangkat-perangkat itu. Tujuannya adalah mengoptimalkan ketersediaan, penggunaan, dan kinerja perangkat, dengan cara memastikan stock level yang aman dan penyimpanan yang memadai.

SAP Connected Goods akan melihat tren dan pola penggunaan perangkat, menggunakan sistem peringatan untuk pengisian barang saat stok hampir habis, dan membuat dashboard yang terintegrasi dengan solusi SAP BusinessObjects Cloud.

Software ini dapat dimanfaatkan oleh aneka jenis outlet, seperti tempat pengisian bahan bakar, toko eceran, toko obat, lahan-lahan konstruksi. SAP Connected Goods juga menawarkan model bisnis baru, misalnya product-as-a-service (PaaS). Berbagai insight tentang preferensi penggunaan produk dan perilaku konsumen dapat dimanfaatkan untuk menarik minat pelanggan baru.

SAP Dynamic Edge Processing

Miliaran perangkat yang saling terkoneksi itu diprediksi akan membanjiri jaringan perusahaan dengan data bervolume besar, dan trennya terus meningkat. Hal itu dapat berdampak pada proses routing data ke pusat pemrosesan data.

Cara paling efektif untuk mengurangi biaya transmisi dan memperoleh real-time insight dari data-data tersebut adalah memroses data di tepi jaringan (edge), tempat di mana perangkat berada, yakni di luar pusat data.

Di sinilah SAP Dynamic Edge Processing berperan. Solusi server ini akan menjembatani perangkat-perangkat fisik dan bisnis melalu platform yang aman. SAP Dynamic Edge Processing mengkombinasikan algoritma, arsitektur tersinkronisasi dan teknologi database yang telah dioptimalisasikan untuk memampukan perusahaan memroses data IoT secara lokal atau di tempat data tersebut diciptakan dan perlu segera dikonsumsi.

Cara ini dapat mengurangi jumlah data dari sensor yang harus ditransmisikan via jaringan ke sistem bisnis, dan memungkinkan dijalankannya skenario di mana data dan insight dapat digunakan saat dibutuhkan di tempat yang membutuhkan.

Dengan memadukan SAP Connected Goods dan SAP Dynamic Edge Processing diharapkan efisiensi operasional dapat ditingkatkan dengan cara mendistribusikan pemrosesan data ke tepi jaringan dan solusi cloud tersentralisasi.

Kemampuan menganalisis data, menjalankan business rule di tepi jaringan, dan memicu aksi-aksi lanjutan dengan segera akan mengurangi arus lalu lintas data di jaringan secara keseluruhan, dan dapat meningkatkan kualitas data yang dikirim untuk pemrosesan oleh SAP Connected Goods. Dengan begitu proses monitoring aneka perangkat yang terhubung tadi juga dapat dilakukan dengan lebih baik.

Hacker Penyebar Foto Bugil Jennifer Lawrence Dipenjara 18 Bulan

Aktris Jennifer Lawrence ketika membintangi Hunger Games sebagai Katniss Everdeen
Aktris Jennifer Lawrence ketika membintangi Hunger Games sebagai Katniss Everdeen

Pada 2014, seorang hacker menyebarkan foto-foto bugil aktris Hollywood Jennifer Lawrence yang terkenal dalam trilogi film “Hunger Games” sebagai Katniss Everdeen.

Sang peretas dan pelaku Ryan Collins berhasil ditangkap pada Mei 2016 lalu. Collins adalah pria 36 tahun asal Lancester, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia sempat menjadi pegawai Google dan Apple dalam kurun waktu 2012 – 2014.

Akhirnya, pengadilan AS memvonis Collins dengan hukuman 18 bulan dan pengadilan AS tidak bisa membuktikan bahwa Collins yang menyebar foto-foto itu. Pengadilan cuma bisa mengonfirmasi bahwa Collins adalah pencuri foto-foto dewasa tersebut, seperti dilansir CNET.

Terbukti, Collins meretas akun iCloud para selebritas yang menyimpan file dan informasi bersifat pribadi termasuk foto bugilnya. Kemudian, foto-foto syur itu tersebar melalui forum online Reddit dan 4chan serta langsung beredar di jejaring maya.

Menurut jaksa penuntut, Collins menggunakan trik phishing untuk mengelabui target dengan mengirim sebuah e-mail yang didesain seakan-akan tampak berasal dari Apple atau Google.

E-mail itu berisi permintaan mengisi username dan password. Dengan begitu, target atau korban akan membalas dan memberikan informasi yang diminta.

Sekali saja target merespons, Collins sudah bisa mengakses semua informasi personal sang target. Selain itu, Collins juga menggunakan sebuah program di komputer untuk mengunduh semua konten dari akun iCloud korbannya.

Sudah ada lebih dari 100 akun Google dan Apple yang diretas oleh Ryan. Penyelidik menemukan lebih dari 600 korban yang di antaranya terdiri dari para selebriti seperti Jennifer Lawrence, Kate Upton, hingga Gabrielle Union.

Huawei AP007: Pasokan Daya di Perjalanan

huawei
Maraknya penggunaan komputer tablet dan smartphone membuat aneka perangkat pendukungnya laris dicari orang. Salah satu perangkat yang kini juga banyak dicari para pengguna smartphone dan komputer tablet adalah power bank. Dengan power bank, smartphone dan komputer tablet akan mampu bertahan di perjalanan meskipun jauh dari sumber listrik.

Produk Huawei ini merupakan perangkat semacam itu untuk memasok daya bagi smartphone atau komputer tablet. Produk dengan 13.000 mAh ini berbentuk mirip hard disk eksternal, pipih dengan kedua sisi kanan dan kiri yang membulat. Karena memiliki kapasitas yang besar, produk ini akan mampu mengisi beberapa perangkat secara bergiliran maupun bersamaan. Ini karena produk ini memiliki dua buah port pengisian, masing-masing dengan kuat arus dua ampere. Produk ini juga memiliki sebuah port pengisian dengan tegangan lima volt dan kuat arus masukan dua ampere.

Untuk membantu pengguna memantau daya yang tersisa dalam power bank, disediakan empat buah lampu indikator berbasis LED. Ini akan membantu pengguna memantau daya khususnya saat melakukan pengisian perangkat. Perangkat dengan dimensi 116 x 78 x 22 mm ini memiliki bobot 345 gram. Ukuran ini membuatnya cukup ringkas untuk dibawa ke mana saja.

Informasi:
Harga: Rp335.000
www.lazada.co.id (021) 80630200

Review Smartphone