Arsip Harian: Nov 2, 2016

Moley Robotics, Robot Koki Rumahan Ini Bisa Masak 100 Makanan Sekaligus

Moley Robotics Kitchen
Moley Robotics Kitchen

Keterbatasan waktu dan padatnya aktivitas membuat masyarakat milenial saat ini sangat sulit untuk membuat masakan di rumahnya. Karena itu, perusahaan robot berbasis di Inggris, Moley Robotics, meluncurkan robot chef (koki) bernama Moley Robotics Kitchen yang mampu melakukan berbagai kegiatan masak-memasak, bahkan memasak 100 makanan sekaligus.

Moley Robotics Kitchen hadir dengan satu set peralatan dapur yang terdiri dari seperangkat oven, kompor, unit layar sentuh, serta lengan dan tangan robotik. Lengan robotnya memiliki sensor peraba yang mampu memotong, mengaduk, menuang, menggunakan blender, perkakas dapur, hingga menyalakan dan mematikan kompor.

Nantinya, pengguna dapat menggerakkan robot itu melalui layar sentuh yang terpasang dan dengan dukungan aplikasi smartphone. Bahkan, pengguna dapat memilih lebih dari 2.000 resep di seluruh dunia pada iTunes.

Mark Oleynik (Pendiri Moley Robotics) mengharapkan Moley Robotics bisa menyelesaikan semua urusan dapur, mulai dari menyiapkan bahan masakan, membersihkan dapur, dan bisa berfungsi sebagai lemari es dan pencuci piring.

“Makanan adalah dasar dari kualitas hidup yang baik dan Anda membutuhkan nutrisi yang layak,” kata Oleynik seperti dilansir Forbes.

Moley Robotics Kitchen
Moley Robotics Kitchen

Untuk membuat robot prototipe itu, Moley Robotics merekam teknik memasak Tim Anderson, salah satu pemenang MasterChef, ke dalam sebuah video 3D. Kemudian, video 3D diubah itu menjadi sekumpulan kode yang menjadi bagian dari sang robot koki sehingga ia dapat meniru gerakan Anderson.

“Anda tinggal menyiapkan bahan makanannya dan robot ini dapat mengerjakannya dari awal hingga akhir,” kata Tim Anderson (Chef dan instruktur yang melatih robot tersebut) kepada BBC.

Robot koki itu mempunyai 20 motor, 24 rangkaian, dan 129 sensor. Robot itu bisa langsung belajar memasak dengan cara menonton seorang chef yang memasak. Gerakan chef bisa menjadi sebuah perintah yang akan menggerakan tangan robot. Robot itu juga mampu memutuskan kapan berhenti untuk mengocok telur.

Rencananya, Moley Robotics Kitchen akan hadir pada 2017. “Ini bukan alat untuk industri. Ini juga bukan alat yang akan bekerja 10 kali lebih cepat. Ini adalah alat yang bergerak seperti ketika Anda bergerak, dan kecepatannya sama dengan kecepatan gerakan Anda,” ujar Oleynik.

Moley Robotics Kitchen membanderol robot itu senilai Rp180 juta.

Tips Rekrut Anggota Tim untuk Rintis Startup, Jangan Cari yang Pintar

Calvin Kizana (CEO PicMix) berbagi pengalaman tentang membangun startup di IWIC 10.
Calvin Kizana (CEO PicMix) berbagi pengalaman tentang membangun startup di IWIC 10.

Sebuah startup yang sukses tidak dibangun dalam semalam dan membutuhkan tim yang solid serta ide-ide yang brillian untuk mewujudkan. Tanpa ada tim yang kompak mustahil sebuah startup bisa sukses dan bertahan. Tak heran, banyak startup yang mampu bertahan seumur jagung di Indonesia.

Layaknya sebuah perusahaan besar, sebuah startup memiliki persyaratan formal yang mengedepankan nilai akademisi, psikologi, dan prestasi karyawan tersebut.

Calvin Kizana (CEO & Founder, PicMix) mengatakan membentuk tim yang solid memang gampang-gampang susah dalam sebuah startup. Carilah karyawan yang mau berjuang dari bawah dan memiliki visi yang sama dengan perusahaan.

“Karyawan saya memiliki passion yang sama dengan saya dan mereka sudah bekerja dengan saya dari lama sehingga loyalitasnya sudah terbentuk. Mereka mau berjuang dari nol dengan gaji yang kecil. Memang susah-susah gampang,” katanya dalam ajang Developer Conference IWIC 10 di Jakarta, Rabu (2/11).

Calvin melanjutkan, janganlah terlalu terpaku dengan mencari karyawan yang pintar dan memiliki nilai akademisi yang bagus. Tapi, carilah karyawan atau tim yang mau belajar dan bekerjasama. Meskipun kemampuan akademis dan pengalaman kerja dalam sebuah persyaratan kerja adalah keniscayaan.

“Jangan cari yang pintar. Biasanya orang yang pintar sok dan belagu. Carilah yang mau belajar dan mau diarahkan,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Gerry Mangentang (Vice President Product, Qlue). “Jangan terlalu fokus mencari karyawan yang harus pintar. Namun, karyawan itu juga harus paham teknis. Jadi tidak bodoh-bodoh amat.”

Joshua Kevin (CEO dan Founder, Talenta Digital) menguraikan sebuah tim startup yang solid harus bisa menutupi masing-masing kekurangan setiap karyawannya.

“Saya mencari orang yang bisa menutupi kelemahan saya dan paham di bidang tersebut. Jadi, kami saling melengkapi,” ucap Joshua.

“Kami sadar, kami punya kekurangan. Karena itu, kami menggaji orang utuk menutup kekuarangan kami,” pungkasnya.

Aneka Promo BRI di Indocomtech 2016, dari Cashback sampai Lelang Gadget

RI Indocomtech 2016 akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 2 - 6 November 2016 di Jakarta Convention Center.
BRI Indocomtech 2016 akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 2 – 6 November 2016 di Jakarta Convention Center.

Gelaran pameran komputer, gadget, dan teknologi BRI Indocomtech 2016 telah resmi dibuka. Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, pada tanggal 2 – 6 November 2016.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai sponsor utama BRI Indocomtech 2016 mempersembahkan program-program sponsorship yang menarik, seperti cashback sampai dengan Rp1 juta dan lucky dip untuk transaksi dengan Kartu Kredit BRI serta pembukaan aplikasi Kartu Kredit BRI berhadiah gadget menarik.

Pengunjung juga dapat merasakan e-Banking BRI Experience yang menawarkan lelang gadget spektakuler hanya dengan melakukan transaksi minimal Rp10.000. Tidak ketinggalan, BRI juga menawarkan kesempatan terbang gratis bagi nasabahnya melalui promo redeem BRI Point pada Kartu Kredit BRI.

Para pengunjung dapat merasakan experience yang berbeda pada pagelaran BRI Indocomtech 2016. “Dimulai dari entry gate, BRI menyediakan fast track berupa mesin tap untuk kartu BRIZZI,” urai Hari Siaga (Corporate Secretary, BRI). BRIZZI merupakan uang elektronik BRI yang dapat digunakan sebagai alat belanja nontunai di berbagai merchant yang telah bekerjasama dengan BRI dan dapat diisi ulang di seluruh jaringan e-channel BRI.

Selain untuk fast track, kartu BRIZZI wajib digunakan pengunjung yang ingin membeli makanan dan minuman pada food court yang berada di dalam venue. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi pengunjung dalam menjalankan gerakan cashless society.

“Segala inovasi dan hal baru yang ditampilkan oleh BRI pada pagelaran BRI Indocomtech 2016 menjadi sebuah penegasan untuk memperkuat posisi Bank BRI sebagai bank yang hi-tech dan menggunakan teknologi terkini dalam melayani nasabah,” tutur Hari.

“Kami berterimakasih kepada BRI yang selama beberapa tahun setia untuk mendukung terlaksananya Indocomtech sebagai sponsor utama, yang tahun ini kembali menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung perkembangan teknologi di tanah air,” imbuh Chris Irwan Japari (Dewan Pembina Yayasan Apkomindo).

Pameran BRI Indocomtech 2016 dibuka dengan harga tiket masuk Rp15.000 per orang untuk hari Rabu – Jumat dan Rp20.000 pada hari Sabtu dan Minggu.

BRI Indocomtech 2016 Resmi Dibuka, Diramaikan 300 Peserta Pameran

Ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi, BRI Indocomtech 2016, resmi dibuka oleh Bapak Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dan didampingi oleh Dewan Pembina Yayasan APKOMINDO Chris Irwan Japari, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, serta Direktur Konsumer Bank BRI Sis Apik Wijayanto.
Ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi, BRI Indocomtech 2016, resmi dibuka oleh Bapak Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan didampingi oleh Dewan Pembina Yayasan APKOMINDO Chris Irwan Japari, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, serta Direktur Konsumer Bank BRI Sis Apik Wijayanto.

Gelaran pameran komputer, gadget, dan teknologi BRI Indocomtech 2016 telah resmi dibuka pada hari Rabu (2/11). Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, pada tanggal 2 – 6 November 2016.

Acara pembukaan BRI Indocomtech 2016 dihadiri langsung oleh Menkominfo Rudiantara, Chris Irwan Japari (Dewan Pembina Yayasan Apkomindo), Asmawi Syam (Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia/BRI), dan Sis Apik Wijayanto (Direktur Konsumer, BRI).

Dalam sambutannya, Rudiantara menyatakan optimismenya terhadap industri TIK Indonesia. “Pasar TIK Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial dan harus kita maksimalkan. Untuk itu, Kemkominfo fokus mendorong sektor telekomunikasi di Indonesia dengan fokus utama pada pengembangan jaringan broadband di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Mengambil tema “Gadget is Everywhere”, pameran yang digawangi oleh Yayasan Apkomindo bekerjasama dengan PT Amara Pameran Internasional (API Events) ini mencerminkan keberadaan gadget serta kebutuhan dan ketergantungan manusia akan dukungan gadget dalam aspek-aspek penting kehidupannya

Salah satu topik menarik yang dihadirkan di dalam pameran tersebut adalah mengenai perkembangan Smart City dan Smart Home. Bekerjasama dengan Qlue, BRI Indocomtech 2016 menghadirkan sebuah experience area yang memberikan edukasi akan konsep Smart City dengan cara yang seru dan interaktif.

BRI Indocomtech 2016 juga bekerjasama dengan MNC Play Smart Home intuk menghadirkan sebuah smart home yang akan memberikan gambaran dan edukasi sebuah rumah yang telah terkoneksi dengan teknologi internet.

Terselenggara di area seluas 17.000 meter persegi, BRI Indocomtech 2016 diikuti oleh 300 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris.

Tidak hanya menghadirkan peserta dari dalam negeri, pameran ini juga akan memfasilitasi pertemuan antara para pengusaha TIK Indonesia dengan para pemain industri dari luar negeri. Sebanyak 100 peserta dari Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong akan hadir di area khusus Hall B. Program business matching juga akan diselenggarakan untuk membangun jaringan bisnis antara pengusaha lokal dan para pengusaha internasional tersebut.

Pameran BRI Indocomtech 2016 dibuka dengan harga tiket masuk Rp15.000 per orang untuk hari Rabu – Jumat dan Rp20.000 pada hari Sabtu dan Minggu.

Menyimak 5 Kisah Inspiratif dari Pemenang IWIC 10, dari Bocah SD sampai Penyandang Difabel

Para pemenang IWIC 10.
Para pemenang IWIC 10.

Indosat Ooredoo kembali melahirkan anak muda berbakat dalam bidang aplikasi mobile melalui ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10. Sebanyak 34 peserta menjadi juara IWIC 10 dari total 3.592 proposal yang diterima dalam bentuk ide atau aplikasi.

Dari enam kategori utama yang masing-masing dibagi menjadi dua subkategori (Ideas dan Apps), lahirlah 34 juara dengan tiga pemenang untuk setiap kategori, kecuali Special Category – Youth With Disabilities – Apps.

Salah satu yang menarik dari pagelaran IWIC 10 adalah hadirnya juara asal luar negeri untuk pertama kalinya, yakni Rianna Patricia Cruz asal Filipina yang memboyong gelar juara pertama di kategori Women & Girls Ideas.

Daftar pemenang IWIC 10 secara lengkap bisa dilihat di sini.

Seusai acara pengumuman pemenang, InfoKomputer sempat mewawancarai lima orang peserta IWIC 10 yang sukses menjadi juara pertama di sejumlah kategori. Inilah kisah mereka dalam mengembangkan ide dan aplikasi yang diikutsertakan di kompetisi ini. Semoga bisa menginspirasi Anda, khususnya yang tertarik membuat aplikasi.

Rianna Patricia Cruz.
Rianna Patricia Cruz.

Rianna Patricia Cruz

Berasal dari Filipina, Patricia sukses menyabet juara I untuk kategori khusus Women & Girls – Idea. Patricia yang merupakan mahasiswi Tokyo Institute of Technology itu memperkenalkan sebuah ide brillian tentang Mighty Her. Mighty Her adalah aplikasi yang membantu perempuan ketika dalam situasi bahaya atau terdesak.

Mirip dengan “Panic Button”, aplikasi Mighty Her akan mengirimkan sinyal atau pesan kepada orang terdekat kita apabila kita dalam bahaya. Apalagi, Jakarta dan Manila memiliki kasus kriminal terhadap perempuan yang tinggi.

“Aplikasi ini lebih menyasar perempuan karena perempuan lebih rentan dengan pelecehan seksual dan kekerasan. Aplikasi ini dapat mengirimkan pesan kepada orang terdekat untuk meminta pertolongan,” katanya.

Harapannya, aplikasi ini akan membuat perempuan merasa nyaman di mana saja mereka berada dan tidak ada lagi orang yang tidak dikenal berani menyentuh dan mengganggu perempuan.

Patricia sangat mengapresiasi ajang IWIC 10 karena dapat meningkatkan potensi developer lokal dan memperkenalkan developer Indonesia di ajang internasional. Ia sendiri mengetahui acara IWIC dari konferensi Tech In Asia yang sempat hadir di Tokyo.

Fara Alifa Iswadhani.
Fara Alifa Iswadhani.

Fara Alifa Iswadhani

Fara Alifa Iswadhani sukses menyabet juara I untuk kategori Teens – Apps. Fara yang duduk di kelas VIII atau II SMP sukses membuat aplikasi Ordinary TeenBoy. Aplikasi itu memungkinkan pengguna untuk menceritakan keluh kesah di setiap aktivitasnya, mirip seperti sebuah buku harian atau diary.

“Idenya dari baper ya (bawa perasaan. red). Banyak anak-anak yang baper dan bingung untuk mencurahkan masalahnya,” ujarnya.

“Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan segala uneg-uneg dan antar-user bisa memberikan solusi mengenai permasalahan tersebut,” pungkasnya.

Fara mengaku akan menggunakan uang hadiahnya sebesar Rp12 juta untuk membeli Nintendo Switch.

Ahmad Danesh.
Ahmad Danesh.

Ahmad Danesh

Ahmad Danesh baru duduk di kelas IV SD Pondok Jagung, Serpong, dan sukses menyabet juara I untuk kategori Kids – Apps. Jangan lihat posturnya yang imut dan kecil karena Danesh berhasil membuat game petualangan bertajuk Adventure of Revi.

Danesh mengatakan game-nya masih versi beta dan masih membutuhkan banyak pengembangan. Cara mainnya, pengguna harus memainkan monster bernama “Revi” dan memburu makanan keju (cheese). Di tengah permainannya, pengguna akan mendapatkan perlawanan dari Naga (Dragon).

Game ini sih mirip Flappy Bird. Semakin banyak keju yang dimakan, semakin tinggi skornya,” ucap bocah yang menyukai klub sepak bola Arsenal FC itu.

Danesh yang ditemani ayahnya ketika mendapatkan penghargaan memang sangat menyukai dunia komputer. Kemampuannya dalam coding berasal dari ayah dan ibunya. Ayah Danesh berprofesi sebagai Network Engineer dan ibunya adalah programmer. Tidak heran jika Danesh sangat menyukai komputer.

“Saya juga mengursuskan Danesh komputer sejak kelas II SD. Memang dari kecil, dia lebih suka main game di komputer. Bahkan, kalau nangis atau rewel, dikasih game komputer bisa diam dia,” ujar ayah Danesh.

“Saya senang menjuarai ini dan akan kembali membuat game yang seru lagi dan lebih serius pada akhir tahun ini,” pungkas Danesh.

Adrian Naufal R.
Adrian Naufal R.

Adrian Naufal R.

Satu hal yang unik dari ajang IWIC 10 karena menghadirkan kategori spesial Youth With Disabilities – Apps yang menyertakan kaum difabel atau berkebutuhan khusus. Pasalnya, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk membuat game atau mempelajari coding.

Adrian duduk di atas kursi roda tetapi tidak mengurangi semangatnya untuk membuat game. Adrian membuat game “The Prototype” yaitu game side scrolling shooter yang mengajak pengguna untuk menembak beberapa target tertentu.

“Cari game yang simpel-simpel saja dan juga coding harus sabar karena banyak tantangannya,” ucapnya.

“Saya membuat game ini sekitar setengah bulan dan game ini baru bisa berjalan di mobile. Saya akan membuat game yang bisa berjalan di semua perangkat,” ujarnya.

Rohhaji Nugroho.
Rohhaji Nugroho.

Rohhaji Nugroho

Rohhaji Nugroho menyabet juara I untuk kategori University Students & Public – Idea. Rohhaji sukses memberikan ide keren tentang Owis (Ojek Wisata). Rohhaji sendiri adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Kebijakan Pendidikan.

Rohhaji melihat Yogyakarta memiliki potensi wisata yang besar dan banyaknya turis yang datang setiap tahunnya. Sayangnya, para turis kurang dimanjakan dengan moda transportasi yang ada. “Tidak semua turis yang datang itu rombongan dan mampu menyewa mobil. Ada turis yang datang sendiri dan tidak membutuhkan mobil untuk jalan-jalan,” kata dia.

Rohhaji menceritakan para turis bisa mengeluarkan biaya yang jauh lebih murah dengan naik ojek daripada harus menyewa mobil. Owis pun telah memiliki 15 mitra ojek yang siap mengantarkan turis ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta.

“Saya dulu pernah jalan-jalan ke Lombok, Bali, dan Bandung. Susah sekali cari ojek untuk mengantar ke tempat-tempat wisata,” katanya.

“Layanan Owis ini berbeda Go-Jek karena Owis lebih ke tempat wisata sedangkan Go-Jek bisa ke tempat-tempat lainnya,” ujarnya.

Owis sudah memiliki akun resminya di Instagram yaitu ojek_wisata2016. “Dalam seminggu ada 3 – 10 turis yang menggunakan jasa kami,” pungkasnya.

Biayanya, turis bisa menyewa Owis untuk 8 jam dengan membayar Rp150 ribu untuk wilayah Yogyakarta. Untuk mobil, Owis menawarkan harga Rp400 ribu untuk 10 jam dengan tambahan biaya Rp25 ribu per jam, jika jamnya sudah melewati.

“Dana dari hadiah akan saya gunakan untuk mengembangkan website yang ada,” pungkasnya yang telah memiliki tim terdiri dari 3 orang.

Tokopedia, Bukalapak, dan OLX Buka Suara Soal Pengumpulan Data Pengguna

Ilustrasi analisis dan pelacakan di bisnis e-commerce. [Kredit: ducttapemarketing.com]
Ilustrasi analisis dan pelacakan di bisnis e-commerce. [Kredit: ducttapemarketing.com]
Tiga nama besar dalam industri e-commerce Indonesia, yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan OLX, buka suara soal hasil riset Opera yang menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi belanja online mengumpulkan data dan informasi pengguna dengan pelacak (tracker).

Dikutip dari Kompas Tekno, William Tanuwijaya (CEO, Tokopedia) memastikan bahwa data pribadi pengguna Tokopedia dijamin aman dan dirahasiakan. Tak ada satu pun data yang dioper ke pihak ketiga, seperti risiko yang disebutkan dalam riset tersebut.

“Tokopedia pastinya menjaga kerahasiaan data pengguna karena buat kami, bisnis kami adalah bisnis reputasi dan bisnis kepercayaan,” kata Wiliam.

Sementara itu, Achmad Zaky (CEO, Bukalapak) menyatakan bahwa situs dan aplikasi Bukalapak telah menggunakan protokol HTTPS sehingga setiap data yang dikirim oleh pengguna sudah dienkripsi. Cara tersebut membuat data tidak bisa dibaca oleh pihak lain, baik melalui jaringan seluler atau Wi-Fi publik.

Di samping itu, Bukalapak bekerjasama dengan payment gateway yang menerapkan keamanan sesuai ketentuan Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS). Semuanya demi menjamin agar data pribadi atau data pembayaran tidak bocor ke pihak lain.

“Bukalapak selalu mengutamakan keamanan pengguna sehingga pernyataan bahwa Bukalapak melakukan pembocoran data tidaklah benar,” ujar Zaky.

Penjelasan terakhir disampaikan oleh OLX Indonesia melalui juru bicaranya.

“Sekitar lima bulan yang lalu, kami menggunakan HTTPS/TLS pada seluruh platform OLX.co.id. Dalam waktu dua bulan, kami melihat adanya penurunan pengguna yang cukup signifikan karena ada kendala pada saat pemasangan iklan. Hal ini terjadi terutama pada platform mobile. Dari penyelidikan kami, ditemukan beberapa isu dari operator saat melayani traffic menggunakan HTTPS,” tulis juru bicara OLX dalam pernyataan pers.

aplikasi-belanja-bocor-identitas-pelacak

Mengenai informasi yang dikumpulkan oleh tracker, pada platform OLX.co.id informasi tersebut sebagian besar adalah informasi yang terbuka dari pengguna internet saat mereka browsing ke situs OLX. Informasi ini yang digunakan oleh OLX untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna saat berjual beli di platform kami, seperti yang lumrah diterapkan di industri ini,” lanjutnya.

Hal yang paling penting adalah OLX menekankan bahwa mereka tidak pernah membagikan informasi pribadi pengguna kepada pihak lain.

Hal Lumrah di E-Commerce

Dari pernyataan-pernyataan di atas, khususnya yang disampaikan perwakilan OLX Indonesia, bisa disimpulkan bahwa beberapa situs e-commerce memang benar mengumpulkan data-data pengguna lewat pelacak atau tracker. Tapi, tujuannya hanya untuk kepentingan internal di bidang digital marketing dan promosi.

Sumber anonim dari Kompas Tekno mengatakan bahwa semua e-commerce dapat dipastikan mengumpulkan data penggunanya. Proses pengumpulan ini tidak semuanya dilakukan diam-diam, melainkan atas persetujuan pengguna.

“Hampir semua aplikasi pasti memasang semacam tracker untuk keperluan aplikasinya sendiri, misalnya untuk keperluan membuat rekomendasi yang tepat atau retargeting marketing. Misalnya, habis liat produk A, kalau tidak checkout dalam tiga hari maka akan dikirim reminder,” sumber tersebut menjelaskan.

Bukalapak pun mengakui bahwa ada data yang dikumpulkan. Namun dengan catatan, data tersebut sudah dipastikan kerahasiaannya dan tidak mengandung informasi sensitif, seperti kartu kredit atau rekening bank.

“Bukalapak menerapkan data driven experience. Kami kumpulkan data pengalaman pengguna belanja di Bukalapak, baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga. Data digunakan secara internal untuk meningkatkan pelayanan,” pungkas Zaky.

Riset Opera: Banyak Aplikasi Belanja Hobi Kumpulkan Informasi Pribadi Pengguna

opera-max

Pada akhir September 2015 lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 dan 2015, kejahatan dunia maya di Indonesia meningkat secara dramatis menjadi 389 persen dan sebagian besar serangan ini berada di sektor bisnis e-commerce.

Fakta ini perlu diperhatikan oleh penggiat maupun pengguna aplikasi e-commerce di Indonesia. Opera telah melakukan penelitian kepada 60 aplikasi belanja peringkat teratas di Android dan menemukan bahwa lebih dari setengahnya mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak (tracker).

Temuan ini berasal dari penilaian risiko privasi di Opera Max, aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Opera meneliti 60 aplikasi belanja online di sepuluh negara, yakni Brazil, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Rusia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Vietnam

Sebanyak 60 aplikasi belanja paling populer ditinjau menggunakan modus privasi di aplikasi ini. Penelitian lain menunjukkan bahwa informasi pribadi pengguna, seperti nama, alamat e-mail, lokasi, istilah pencarian, dan nomor telepon dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak.

Beberapa aplikasi belanja yang paling “bocor”, seperti Amazon, BestBuy, JC Penney dan Newegg, mengirimkan pelacak dalam jumlah yang relatif tinggi. Sedangkan untuk Indonesia, dua situs e-commerce populer yaitu Bukalapak dan OLX masuk dalam daftar 12 aplikasi belanja online dengan jumlah pelacak terbesar.

aplikasi-belanja-bocor-identitas-pelacak

Penelitian juga menunjukkan sebanyak 96% dari aplikasi belanja tidak menggunakan enkripsi penuh untuk menghubungkan aplikasi ke server mereka. Hal ini menimbulkan risiko privasi untuk pembeli online ketika mereka menggunakan aplikasi ini.

Data pribadi dapat dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak pada aplikasi belanja atau koneksi HTTP yang tidak terenkripsi melalui koneksi operator seluler. Sementara itu, data sensitif seperti nomor rekening bank dan informasi keuangan lainnya yang disimpan di rekening pengecer atau aplikasi belanja online, dapat dicegat dan dibaca oleh pencuri identitas melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman.

“Kebanyakan orang tidak akan memberitahukan informasi rinci kartu kredit mereka atau nama lengkap dan alamat mereka kepada karyawan di sebuah toko tempat mereka berbelanja atau melihat-lihat produk. Tapi, ketika menggunakan aplikasi belanja online, orang melakukan hal ini dan tidak menyadari bahwa informasi-informasi seperti ini dapat dibagikan ke pihak lain,” tegas Sergey Lossev (Head of Product, Opera Max).

Inilah Daftar Pemenang IWIC 10, Wanita Filipina Jadi Salah Satu Juara Pertama

iwic-10-daftar-pemenang
Seluruh pemenang IWIC 10.

Para pemenang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10 telah diumumkan hari ini (2/11) dalam acara di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta. Salah satu finalis IWIC 10 asal Filipina, Rianna Patricia Cruz, berhasil menggondol salah satu gelar juara pertama, yaitu pada kategori Women & Girls Idea.

Sebagaimana diketahui, IWIC 10 melombakan enam kategori utama, yaitu Kids, Teens, University Students & Public, Developer, Special Category – Youth with Disabilities, dan Special Category – Women & Girls. Setiap kategori dibagi lagi menjadi dua subkategori, yakni Ideas (ide aplikasi) dan Apps (aplikasi yang sudah jadi), kecuali kategori Developer yang dibagi menjadi Apps dan Mobile Web.

Dari total 3.592 proposal ide dan aplikasi yang diterima pada penyelenggaraan IWIC 10 ini, panitia telah menyeleksi secara ketat dan menghasilkan 34 finalis yang kemudian diundang ke Jakarta untuk mengikuti bootcamp dan babak penjurian. Di antara 34 orang itu, terdapat tiga finalis yang datang dari luar Indonesia, yaitu Hiroto Aoki (Jepang), Rianna Patricia Cruz (Filipina), dan That Mon Aye (Myanmar).

Dewan juri yang terdiri dari perwakilan Indosat Ooredoo, Kompas Gramedia, Tech In Asia, Dicoding, dan HarukaEdu akhirnya memutuskan daftar pemenang IWIC 10 sebagai berikut:

Kategori Kids Idea:
Juara 1 Aisha Dinar Farahita (Pekanbaru) dengan ide aplikasi Let’s Find Alternative Energy
Juara 2 Muhammad Arya Bimasena (Bogor) dengan ide aplikasi Envy Troops
Juara 3 Aby Jenaki (Serang) dengan ide aplikasi Aby Go Clean

Kategori Kids Apps:
Juara 1 Ahmad Danesh (Serpong) dengan aplikasi Adventure of Revi
Juara 2 IGM Andhika Rai (Jakarta) dengan aplikasi Superhero Ball Fight
Juara 3 Nikeisha Ardhiona Dinari (Tangerang) dengan aplikasi Music Star

Pemenang IWIC 10 pada kategori Kids.
Pemenang IWIC 10 pada kategori Kids.

Kategori Teens Idea:
Juara 1 Nadiela Septiani (Bogor) dengan ide aplikasi Smart Vertical Garden
Juara 2 Septi Rachmawati (Depok) dengan ide aplikasi My Sensuss
Juara 3 Risma Nadia (Tangerang) dengan ide aplikasi Sampah? Capture!

Kategori Teens Apps:
Juara 1 Fara Alifa Iswandhani (Tangerang) dengan aplikasi Ordinary TeenBoy
Juara 2 Alif Akbar (Tangerang) dengan aplikasi Falling Ball
Juara 3 Benedictus Harris (Jakarta) dengan aplikasi Kegunaan Teknologi

Kategori University Student & Public Idea:
Juara 1 Rohhaji Nugroho (Yogyakarta) dengan ide aplikasi Owis (Ojek Wisata)
Juara 2 Hiroto Aoki (Jepang) dengan ide aplikasi Space Magical
Juara 3 Hamdan Fajri (Aceh) dengan ide aplikasi Meuge

Kategori University Student & Public Apps:
Juara 1 Fitrah Akbar Budiono (Serpong) dengan aplikasi FoodGasm
Juara 2 Taufan Arfianto (Tangerang) dengan aplikasi Pegi Haji
Juara 3 Agil Julio (Bandung) dengan aplikasi AR Belajar Binatang

Kategori Developers Mobile Web:
Juara 1 Mohammad Iqbal (Bandung) dengan web Bandros.co.id
Juara 2 That Mon Aye (Myanmar) dengan web Star Ticket
Juara 3 Ria Afrayani (Bekasi) dengan web Pembantu.com

Kategori Developers Apps:
Juara 1 Adam Ardisasmita (Bandung) dengan aplikasi Pippo Belajar Dinosaurus
Juara 2 Arrival Dwi Sentosa (Bandung) dengan aplikasi Uangku
Juara 3 Rudi Hartono (Bandung) dengan aplikasi Project Tarakan

Para pemenang IWIC 10 pada kategori khusus Youth with Disabilities atau kaum difabel.
Para pemenang IWIC 10 pada kategori khusus Youth with Disabilities atau kaum difabel.

Special Category – Youth with Disabilities Idea:
Juara 1 Fakhry Muhammad Rosa (Depok) dengan ide aplikasi Object Identifier
Juara 2 Ade Ismail (Balikpapan) dengan ide aplikasi Gobrak
Juara 3 Catur Sigit Nugroho (Kebumen) dengan ide aplikasi Aksesibilitas

Special Category – Youth with Disabilities Apps:
Juara Adrian Naufal R. (Tangerang) dengan aplikasi The Prototype

Special Category – Women & Girls Idea:
Juara 1 Rianna Patricia Cruz (Filipina) dengan ide aplikasi Mighty Her
Juara 2 Kurrotha A’yun Al-Ahdiyah (Depok) dengan ide aplikasi Meetink
Juara 3 Meike Rachmana (Bengkulu) dengan ide aplikasi Triviguide

Special Category – Women & Girls Apps:
Juara 1 Tiara Freddy Andika (Bandung) dengan aplikasi Twinniesamu
Juara 2 Siti Aisyah (Sidoarjo) dengan aplikasi Nutrikids Mobile Order
Juara 3 Inggrid Daneilla W. (Medan) dengan aplikasi Qoin

Para pemenang IWIC 10 kategori khusus wanita. Rianna Patricia Cruz (kiri) asal Filipina berhasil memboyong juara pertama.
Para pemenang IWIC 10 kategori khusus wanita. Rianna Patricia Cruz (kiri) asal Filipina berhasil memboyong juara pertama.

Indosat Ooredoo Umumkan Para Pemenang IWIC 10 yang Raih Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Para pemenang IWIC 10.
Para pemenang IWIC 10.

Indosat Ooredoo kembali melahirkan bakat-bakat baru di industri pengembangan aplikasi mobile setelah mengumumkan para pemenang ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10 pada hari Rabu ini (2/11).

Sebanyak 34 peserta berhasil menjadi juara pada IWIC 10 setelah menyingkirkan pesaing-pesaing lainnya yang mengirimkan total 3.592 proposal dalam kompetisi ini. Daftar lengkap pemenang bisa dilihat di sini.

Angka ini sekaligus menunjukkan peningkatan partisipasi yang konstan dibandingkan IWIC-IWIC sebelumnya. Contohnya, IWIC 9 yang menerima 3.173 proposal, IWIC 8 yang “hanya” menerima 1.738 proposal, dan IWIC 7 dengan 667 proposal saja. Total proposal ide yang telah diterima IWIC selama sepuluh tahun penyelenggaraannya berjumlah 10.703 ide dan aplikasi.

Hebatnya, para peserta yang menjadi juara tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, antara lain Filipina, Jepang, dan Myanmar. Mereka berhak membawa pulang hadiah uang tunai puluhan juta rupiah, smartphone 4G, rekening Dompetku, dan voucher Cipika.

“Dengan hadirnya peserta dari luar negeri, otomatis memberi kesempatan bagi para developer muda terbaik Indonesia untuk bersaing secara global. Kami berharap hal ini akan dapat meningkatkan daya saing talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Alexander Rusli (President Director & CEO, Indosat Ooredoo).

Alex juga menyoroti peningkatan jumlah proposal ide dan aplikasi pada kategori khusus Women & Girls dibandingkan tahun lalu. “Ini merupakan indikasi bahwa wanita juga mampu berperan dalam pengembangan dunia digital,” kata dia.

Pidato Alexander Rusli (President Director & CEO, Indosat Ooredoo).
Pidato Alexander Rusli (President Director & CEO, Indosat Ooredoo).

Sementara itu, Triawan Munaf (Kepala BEKRAF) menyatakan apresiasi kepada dedikasi Indosat Ooredoo yang secara konsisten menyelenggarakan IWIC selama satu dekade sebagai kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility).

“Dengan program ini, kita bisa memperbanyak talent pool untuk pengembang aplikasi berbakat. Tema Change The World yang diusung kali ini juga sangat relevan supaya anak-anak muda bisa peduli dengan masalah-masalah di sekelilingnya, lalu mencari solusi digitalnya,” tukas Triawan.

Sejak dimulai pada April lalu, IWIC 10 telah melewati serangkaian acara, di antaranya roadshow ke berbagai kampus dan gathering komunitas pengembang aplikasi di sejumlah daerah. Ada pula kegiatan Kids & Teens Hackathon, Developers Hackathon, Developers Challenge, dan Entrepreneurship Bootcamp selama dua hari.

Acara pengumuman pemenang hari ini pun diikuti oleh kegiatan Developer Conference berisi diskusi panel yang mendatangkan beragam pembicara dari dunia startup dan aplikasi mobile, seperti Qlue, PicMix, Talenta, Bukalapak, Ruangguru, serta aneka komunitas pengembang di daerah, yaitu Subali, SUWEC, Stasion, dan Bancakan 2.0.

Para peserta juga dapat mengikuti sesi Smart Pitching untuk mempresentasikan ide-ide bisnis mereka kepada para perwakilan investor yang hadir, antara lain Skystar Ventures, Mountain Kejora Ventures, Ideabox, dan Ideosource.

MultiBrainStorm

multibrainstorm_resize
Produk Dicolab yang disebut dengan MultiBrainStorm ini adalah aplikasi untuk memudahkan pengguna melakukan brainstorming. MultiBrainStorm memungkinkan beberapa orang berkolaborasi menggunakan satu perangkat, misalnya PC dengan Windows 10 yang terhubung ke layar besar di ruang rapat.

Untuk mencapai tujuannya itu, MultiBrainStorm mendukung penggunaan lebih dari satu mouse dan keyboard. Pengguna yang pertama kali menggerakan mouse-nya akan menjadi moderator yang memiliki kemampuan lebih tinggi layaknya administrator. Sementara, pengguna lainnya akan menjadi pengguna biasa.

Ide-ide yang muncul ditampilkan dalam bentuk sticky note. Warna dari sticky note ini ditentukan oleh moderator, sedangkan isi dari sticky note tersebut bisa diketik oleh pengguna mana saja. Begitu pula untuk pembuatan grup yang hanya bisa dilakukan oleh moderator. Namun, setelah grup dibuat, para pengguna lain bisa memindahkan sticky note yang ada ke grup yang dinilai sesuai.

Secara default, setiap pengguna akan mendapatkan lima vote yang bisa digunakan untuk memilih ide alias sticky note yang dikehendaki. Jadi bila ada banyak ide, moderator bisa meminta para pengguna untuk melakukan voting akan ide mana yang akan dilaksanakan.

Versi Pro dari MultiBrainStorm dihargai sebesar US$69,95. Tersedia juga versi Lite-nya yang bisa dicoba terlebih dahulu di www.dicolab.com/getfreembsform.html.

Review Smartphone