Arsip Harian: Nov 11, 2016

Apa Saja Keunggulan Belajar Online di HarukaEdu?

HarukaEdu, portal pendidikan yang memungkinkan Anda mengikuti berbagai macam pendidikan formal maupun informal secara online, kelas online dan kuliah online.
HarukaEdu, portal pendidikan yang memungkinkan Anda mengikuti berbagai macam pendidikan formal maupun informal secara online, kelas online dan kuliah online.

HarukaEdu adalah portal pendidikan yang memungkinkan Anda mengikuti berbagai macam pendidikan formal maupun informal secara online, kelas online dan kuliah online.

Novistiar Rustandi (Co-founder & CEO HarukaEdu) mengatakan pendidikan e-learning atau online teaching akan memegang peranan penting di dunia pendidikan pada masa depan. Novistiar yang kerap disapa Novis menggambarkan ada dua miliar pekerjaan yang akan berubah menjadi otomatis atau melalui Internet pada 2030.

“Jika kita ke mall ambassador, banyak-banyak kios yang tutup lantaran semua pedagang sudah beralih ke e-commerce. Semuanya jualan online. Tren ini bisa beralih ke dunia pendidikan,” katanya di Jakarta, Kamis.

Novis melihat saat ini Indonesia memiliki 4000 institusi pendidikan dan hanya ada 200 institusi pendidikan yang sudah mendapatkan akreditasi bagus. Hal itu berarti masih banyak orang Indonesia yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan universitas dan tenaga pengajar yang bagus.

Tentunya, permasalahan itu bisa diselesaikan dengan e-learning karena sistem itu tidak membutuhkan kehadiran guru dan murid secara langsung serta memungkinkan murid berdiskusi interaktif dengan tenaga pengajar melalui online.

“Indonesia kekurangan dosen yang berkualitas karena semua terpusat di Jawa. HarukaEdu menjadi solusinya untuk menyebarkan pendidikan berkualitas yang merata,” ucapnya.

“Dengan e-learning, semua pelajar dan mahasiswa bisa mendapatkan pelajaran berkualitas dari pengajar yang sudah kredibel. Saat ini hampir setiap orang memiliki smartphone untuk langsung terhubung ke Internet dan belajar,” ujarnya.

Permasalahan lainnya, Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang rendah dibandingkan negara tetangga. Saat ini ada 9 juta orang Indonesia yang usia produktif atau muda yang mendapatkan gelar S1. Sedangkan, ada 31 orang sisanya berpendidikan setingkat SMA. Hal itu membuat Industri sangat sulit untuk mencari tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Belum lagi, kondisi jalan di kota besar Jakarta yang macet dan membuat waktu pekerja atau mahasiswa terbuang sia-sia. Saat ini banyak pekerja yang kuliah malam selepas bekerja. Sayangnya, hal itu tidak efektif karena kondisi badan dan pikiran sudah lelah untuk datang ke kampus.

“Berbeda dengan e-learning, orang bisa belajar melalui smartphone dimana saja dan kapan saja. Bisa dalam perjalanan pulang ke kantor, dan Anda bisa mengulang konten pelajarannya berkali-kali,” pungkasnya.

Indonesia belum memiliki website pendidikan e-learning yang bagus dan HarukaEdu menawarkan pembelajaran online yang berkualitas, terjangkau, mudah diakses dan sosial online.

“Saat ini HarukaEdu sudah menggandeng dua universitas yaitu London School Public Relation (LSPR) dan Universitas Wirausaha Indonesia (UWIN). Dari dua kampus itu, sudah ada 800 mahasiswa yang mempelajari HarukaEdu,” ujar Gerald Ariff (Co-Founder HarukaEdu).

“Tahun depan, tambah lagi President University yang berada di Jababeka, Cikarang. Kami akan terus membangun ekosistem pendidikan online ini,” pungkasnya.

Composable Infrastructure: Untuk Semua Jenis Aplikasi

https://www.youtube.com/watch?v=sr_jBJjjxPs

Dalam sebuah survei yang dilakukan Forrester Research, eksekutif dari berbagai perusahaan memperkirakan 47% dari total pendapatan perusahaan mereka akan diperoleh via digital pada tahun 2020 nanti. Angka ini menunjukkan, setiap perusahaan kini dituntut mengembangkan bisnisnya ke ranah digital. Dengan kata lain, transformasi digital kini menjadi faktor krusial yang akan menentukan kemampuan perusahaan dalam bersaing di era Idea Economy yang akan kita jalani.

Namun bagi banyak perusahaan, transformasi digital memiliki banyak tantangan, termasuk soal infrastruktur TI. Di satu sisi, perusahaan harus tetap menjalankan legacy application yang saat ini mereka gunakan di backend. Di sisi lain, perusahaan juga harus menyambut datangnya teknologi baru seperti big data, mobility, sampai cloud.

Dua hal tersebut membutuhkan infrastruktur dengan karakteristik berbeda. Legacy application membutuhkan infrastruktur yang stabil dan menitikberatkan pada standar dan pengawasan yang kuat. Sementara cloud, big data, dan mobility membutuhkan infrastruktur yang lincah dan scalable secara cepat.

Dilema inilah yang kini dihadapi divisi TI di tiap perusahaan. Mereka harus menyediakan infrastruktur yang stabil untuk legacy application sambil tetap beradaptasi dengan datangnya teknologi baru. Tantangan semakin besar karena perusahaan harus bisa menjawab dilema tersebut secara cepat agar tetap kompetitif di era seperti sekarang.

Kebutuhan inilah yang kemudian dijawab HP Enterprise dengan platform baru yang disebut Composable Infrastructure.

Luwes dan Cepat

Composable infrastructure pada dasarnya adalah framework yang menjadikan semua kapasitas server, storage, dan network sebagai satu pool alias kesatuan. Ketika ingin membuat sebuah aplikasi baru, administrator tidak perlu secara manual mengkonfigurasi hardware yang dibutuhkan. Mereka hanya perlu menentukan konfigurasi yang dibutuhkan lalu memasang profile di atas konfigurasi tersebut. Hanya dalam hitungan detik, aplikasi baru tersebut sudah terpasang dan siap digunakan.

Yang lebih istimewa, kecepatan juga dirasakan jika perusahaan ingin mengurangi atau membuang aplikasi lama. Seluruh kapasitas server, storage, dan network yang tersisa akan kembali ke dalam pool dan siap dimanfaatkan untuk aplikasi lain.

Keluwesan composable infrastructure ini mirip seperti converged atau hyperconverged infrastructure yang kami bahas di sini. Namun implementasi converged infrastructure terbatas pada workload virtualisasi. Pada composable infrastructure, workload yang bisa ditangani mencakup virtualisasi, container, sampai physical.

Dengan kata lain, composable infrastructure mampu menangani kebutuhan perusahaan terkait tradisional apps maupun modern apps. Anda bisa memasang enterprise apps (seperti ERP, DB), hybrid cloud (Iaas, bare metal portal), Big Data, Cloud Native Apps, bahkan menjadi hyper-converged infrastructure.

Dengan fleksibilitas seperti itu, Anda memiliki kemampuan melayani semua tipe kebutuhan infrastruktur TI yang diinginkan perusahaan.

Hitungan Detik

Secara fisik, composable infrastructure hadir dalam bentuk frame yang disebut HP Enterprise Synergy. Synergy ini sendiri memiliki dua komponen utama yaitu Composer dan Image Streamer. Composer berfungsi sebagai manajemen operasional, sementara Image Streamer menyimpan server profiles yang telah Anda siapkan sebelumnya.

Ketika Anda ingin memasang salah satu profile, Composer akan memerintahkan Image Streamer untuk memasang profile tersebut ke dalam compute modul yang tersedia. Hanya butuh 15 detik bagi composable infrastructure untuk membuat server siap digunakan.

composable-infrastructure-hpe
HPE Synergy Composable Infrastructure.

Compute module sendiri terdiri atas blade server, storage, dan network (di sisi belakang). Dalam satu frame composable infrastructure, tersedia 10 selot untuk blade server dan satu selot untuk storage (bisa menampung 40 drive). Akan tetapi, komposisi ini sendiri fleksibel dan bisa diatur sesuai kebutuhan. Jika kebutuhan perusahaan banyak melibatkan penyimpanan data, Anda bisa mengurangi porsi server dan menambah storage sampai 200 drive. Hal ini menjadi keuntungan lain composable infrastructure jika dibandingkan hyper-converged yang memiliki rasio tetap.

Tentu saja, composable infrastructure harus bekerja sama dengan komponen lain di sebuah data center. Karena itu HP Enterprise merancang API yang kompetibel dengan berbagai solusi terkemuka seperti Eaton, Emerson, Schneider Electric, Microsoft, dan F5. HP Enterprise juga menjalin kerja sama melalui Project Synergy untuk membangun ekosistem composable infrastructure dengan Ansible, Docker, OpenStack, dan VMware.

Inspirasi untuk pembaca InfoKomputer:

  • Setiap perusahaan kini harus melakukan transformasi digital agar tetap bisa bersaing di era Idea Economy
  • Transformasi digital seringkali membutuhkan kemampuan infrastruktur TI yang bisa menjalankan aplikasi tradisional sekaligus aplikasi baru.
  • Agar luwes dan cepat dalam menjalankan aplikasi tradisional maupun baru, perusahaan bisa memanfaatkan composable infastructure yang sejak awal dirancang untuk melayani semua jenis aplikasi.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai solusi-solusi Hewlett Packard Enterprise di bidang infrastruktur cloud-ready, jangan lewatkan artikel edukasi selanjutnya di rubrik Inspirasi Transformasi Teknologi.

Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut mengenai solusi Composable Infrastructure dari Hewlett Packard Enterprise? Kirim pertanyaan Anda ke alamat: redaksi@infokomputer.com, lengkap dengan nama, jabatan, dan perusahaan, atau isi formulir pertanyaan di bawah ini. Kami menyediakan hadiah menarik bagi respons terbaik.

*
*
*

Trump Menang, Banyak Warga AS Ingin Pindah ke Selandia Baru dan Kanada

Ilustrasi Selandia Baru
Ilustrasi Selandia Baru

Situs Immigration New Zealand (INZ) menunjukan peningkatan trafik yang luar biasa setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru. Menurut pejabat INZ, ada sebanyak 56.000 orang yang mengunjungi website INZ dalam waktu 24 jam sejak hasil Pemilu Presiden AS diumumkan.

Hal itu berarti ada peningkatan lebih dari 2.500 persen kerena situs INZ hanya menerima 2.300 kunjungan setiap harinya. Situs imigrasi Selandia Baru memberikan informasi tentang bagaimana cara untuk tinggal, bekerja, sekolah, atau berinvestasi di negara tersebut.

“Dalam waktu 24 jam mulai pukul 09.00 pada Rabu 9 November, laman NIZ menerima 70.500 pengunjung dari AS. Padahal biasanya hanya 1.500 kunjungan,” kata George Forsythe (Manajer Pemasaran NIZ) seperti dikutip BBC.

Forsythe menambahkan ada 7.287 pendaftaran dari warga AS dalam 24 jam. Padahal, biasanya hanya mencapai 3.000 pendaftaran. Angka tersebut adalah “ketertarikan untuk mendaftar [untuk tinggal]” dan bukan sekadar aplikasi visa kunjungan.

Selama 12 bulan terakhir, sekitar 1.250 orang Amerika telah diberikan izin tinggal oleh pemerintah Selandia Baru. Sementara itu, 8.876 warga AS juga telah mendapat persetujuan visa kerja oleh otoritas Selandia Baru.

Komentar Trump
Komentar atas kemenangan Trump.

Sementara itu, kunjungan ke situs New Zealand Now dari Amerika Serikat juga naik hampir 80 persen menjadi 41.000 dari 7 Oktober sampai 7 November, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Rod Drury (Kepala Eksekutif Xero) mengatakan warga AS sangat mengkhawatirkan jika Trump terpilih jadi presiden. Selandia Baru dan perusahaan-perusahaan teknologi non-AS lainnya akan mendapat keuntungan jika Trump menang.

“Saya mendapat banyak pesan tentang lowongan pekerjaan di Selandia Baru, dan kami mengatakan ‘ya, anda bisa’,” ujar Drury.

Sebelumnya, diketahui bahwa situs imigrasi Kanada juga melaporkan terjadinya kenaikan trafik dari Amerika Serikat ke situsnya menjelang Pemilu Presiden AS. Bahkan, situs tersebut sempat down akibat kewalahan menangani peningkatan kunjungan itu.

Komentar atas kemenangan Trump.
Komentar atas kemenangan Trump.

Kunci Kesuksesan Startup Adalah Membangun Networking yang Kuat dan Luas

Ilustrasi Startup
Ilustrasi Startup

Economist Intelligence Unit mengungkapkan bahwa mengikuti jaringan profesional dan komunitas-komunitas sangat penting untuk kesuksesan sebuah startup daripada langkah-langkah formal seperti bergabung dengan inkubator dan akselerator. Hal itu terungkap dari penelitian terbaru berjudul “Informal Innovation: Entrepreneurship and Informal Communities”.

Penelitian yang disponsori Infocomm Media Development Authority yang berasal di Singapura menyurvei sekitar 1,000 wirausahawan di Asia (Hongkong, Shanghai, Singapore, Taipei, Ho Chi Minh City, dan Seoul), dua di Eropa (London dan Tel Aviv), dan dua di AS (New York dan San Francisco).

Setengah dari koresponden memiliki jejaring sosial untuk bisnis seperti Facebook atau LinkedIn. Wirausaha dari Ho Chi Minh City sangat produktif dengan skor 39 persen, sedangkan wirausaha asal Singapura dan San Francisco juga cukup aktif dengan skor masing-masing sekitar 34 persen dan 32 persen.

Permasalahan pengusaha startup yaitu kekurangan dana, regulasi yang rumit, kurangnya dukungan pemerintah, dan takut gagal. Karena itu, startup sangat membutuhkan bantuan mentor yang berpengalaman untuk memberikan pengarahan tentang model bisnis terbaik, pemilihan teknologi terbaik, dan mencari pelanggan yang potensial.

Tak hanya itu, ilmu yang berasal dari teori buku dan internet belum cukup membantu permasalahan pasar di tingkat komunitas. Sementara itu, Singapura tetap menjadi surga para pengusaha saat ini untuk berbisnis dan menjalin hubungan.

Secara umum, jaringan bisnis yang aktif memiliki dampak yang positif kepada performa, demikian Forbes melaporkan.

Gara-gara Baterai, GoPro Tarik Kembali Drone Karma dari Pasar

Nick Woodman (CEO, GoPro) memamerkan drone Karma dalam acara launching.
Nick Woodman (CEO, GoPro) memamerkan drone Karma dalam acara launching.

Sial memang nasib drone GoPro Karma. Baru 16 hari beredar, GoPro sudah menarik drone pertamanya itu dari pasar gara-gara masalah baterai. GoPro pun menawarkan pengembalian dana secara penuh lewat dan belum ada opsi untuk menukar Karma dengan unit baru yang sudah diperbaiki.

Drone Karma kehilangan daya secara tiba-tiba ketika sedang beroperasi dan membuat drone ini akan langsung meluncur jatuh ke tanah ketika tiba-tiba mesin mati. GoPro pun memutuskan untuk menarik kembali Karma,” kata Nick Woodman (CEO, GoPro) seperti dilansir Arstechnica.

Ironisnya, kebijakan penarikan Karma terjadi setelah GoPro mengumumkan penurunan penjualan pada kuartal III 2016, sebanyak 40 persen dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Tentunya, kebijakan itu membuat harga saham GoPro turun 8 persen.

“Kami sangat menyesal dan membuat para pelanggan kami tidak nyaman. Kami akan melakukan proses pengembalian dan refund secepat mungkin,” ujarnya.

Drone Karma dan controller-nya yang dilengkapi layar sentuh.
Drone Karma dan controller-nya yang dilengkapi layar sentuh.

Sejauh ini, GoPro belum mendapatkan laporan cedera atau kerusakan properti akibat malfungsi baterai Karma. Namun, GoPro memutuskan untuk menarik kembali (recall) Karma sebanyak 2.500 unit yang terjual sejak 23 Oktober.

“Manajemen GoPro terlalu terburu-buru meluncurkannya. Mereka ingin Karma sudah dipasarkan sebelum akhir tahun ini,” ujar Andrew Uerkwitz (Analis Oppenheimer & Co).

“Mereka yang membeli Karma adalah penggila GoPro. Mungkin sangat sulit untuk mengembalikan kepercayaan mereka,” lanjut Uerkwitz.

Samsung Galaxy X, Smartphone Lipat Samsung di Masa Depan

Ilustrasi Samsung Galaxy X
Ilustrasi Samsung Galaxy X

Saat ini inovasi layar smartphone baru memasuki layar melengkung di bagian tepi untuk smartphone kelas high-end. Samsung pun sudah menjual Samsung Galaxy S6 Edge dan S7 Edge dengan tepian melengkung.

Tampaknya, Samsung akan kembali menjadi pionir di bidang inovasi layar dengan menghadirkan smartphone berlayar lipat atau foldable hingga 180 derajat.

Samsung Galaxy X
Samsung Galaxy X

Samsung sedang mengembangkan teknologi Project Valley yang memungkinkan smartphone bisa dilipat, tetapi desainnya bukan model clamshell yang sudah ada di pasaran. Desain engselnya mengingatkan pengguna dengan laptop Surface Book.

Sayangnya, saat ditekuk, masih terdapat celah di antara kedua sisi layar sehingga bentuknya tampak aneh, mirip dompet atau cangkang kerang yang tertutup. Hal ini dikarenakan layar OLED yang dipakai masih belum bisa dilipat sempurna.

Samsung pun sudah mematenkan desain Galaxy X dan memperlihatkan 4 gambar yang memperlihatkan bentuk smartphone tersebut. Rencananya, Samsung akan memperkenalkan Samsung Galaxy X pada 2017 mendatang, seperti dilansir Slashgear.

Samsung Galaxy X
Samsung Galaxy X

Desain Samsung Galaxy X mirip dengan smartphone pada umumnya dan ada engsel di bagian tengah yang memungkinkan Galaxy X terlipat serta layar Galaxy X memiliki aspek rasio 21:9. Dari sketsa, handset itu menampilkan fitur klasik dengan tombol Home yang terletak di tombol Back di sebelah kanan dan tombol menu di sebelah kiri.

Namun, Samsung belum membocorkan spesifikasi smartphone tersebut, baik chipset, ukuran layarnya, maupun kamera yang diusung.

Robot Ini Selesaikan Rubik Kurang dari 1 Detik

Robot Rubik Sub1 Reloaded
Robot Rubik Sub1 Reloaded

Butuh waktu berapa lama Anda menyelesaikan permainan rubik yang rumit? 5 menit, 30 menit bahkan 1 jam?

Namun, sebuah robot Sub1 Reloaded yang supercerdas mampu mencetak rekor baru dengan menyelesaikan permainan Rubik kurang dari 1 detik.

Sub1 Reloaded yang mengusung chip Infineon mampu menyelesaikan rubik hanya dalam waktu 0,637 detik di Pameran Electronica di Munich, Jerman pada Minggu (6/11) lalu.

Robot Sub1 Reloaded memiliki bentuk desain menarik dengan kubus pada tiga sumbu yang dapat berputar. Robot itu seperti bola berwarna krom dan terdapat ruang tengah dengan tiang besi bulat menempel di tempat rubik.

Tak hanya itu, robot itu memiliki dua webcam untuk mengidentifikasi konfigurasi dan menggunakan algoritma untuk menyelesaikan rubiknya, seperti dilansir Digital Trends.

Pengaturan algoritma itu berdasarkan Two Phase Method oleh Herbert Kociemba yang terdiri dari dua fase yang dapat memecahkan konfigurasi rubik dalam 20 langkah atau kurang.

Pengoperasian robot pun itu sangat sederhana, Anda hanya menekan tombol maka robot akan menyelesaikan rubik sesuai dengan warnanya secara otomatis.

Pencapaian Sub1 diharapkan Infineon, sang pembuat chip, dapat mendorong penggunaan robot ini di industri mobil swakemudi (self-driving) dan mobil otonom. “Microcontroller ini bisa bereaksi dalam waktu yang singkat terhadap kejadian tiba-tiba; hal yang sangat penting dalam industri otomotif,” kata Peter Schaefer (VP & GM, Infineon).

Di sisi lain, rekor dunia manusia dalam menyelesaikan rubik dipegang Lucas Etter dengan waktu 4,90 detik pada tahun lalu. Namun, beberapa hari lalu, Mats Valk telah memecahkan rekor Etter dengan waktu 4,74 detik.

Sayangnya, robot Sub1 belum mendapatkan pengakuan dari Guinness World Records.

Video Robot Sub1 Reloaded dalam memecahkan rekor dunia penyelesaian rubik:

https://www.youtube.com/watch?v=qMnUsCGfT30

Review Smartphone