Arsip Harian: Nov 24, 2016

Facebook Buat Alat Sensor Konten Newsfeed agar Masuk Tiongkok

Ilustrasi Facebook di Tiongkok
Ilustrasi Facebook di Tiongkok

Facebook yang memiliki 1,8 miliar pengguna aktif secara agresif ingin menambah jangkauan penggunanya dan Facebook sangat membutuhkan pasar Tiongkok karena jumlah penggunanya yang besar dan berpotensi meningkatkan jumlah pendapatan iklan Facebook.

Bahkan, Mark Zuckerberg (CEO, Facebook) membangun relasi dengan para petinggi Tiongkok, termasuk Presiden Xi Jinping. Zuckerberg juga belajar bahasa Mandarin dan berulang kali pergi ke Tiongkok.

“Kami sedang menghabiskan waktu untuk mempelajari dan memahami Tiongkok lebih baik,” kata Juru Bicara Facebook seperti dikutip The Verge.

Karena itu, Facebook akan membuat alat penyensoran konten-konten yang dilarang oleh pemerintah Tiongkok sekaligus menjadi salah satu upaya Facebook untuk bisa masuk pasar Tiongkok, setelah mengalami pelarangan beroperasi oleh pemerintah negeri Tirai Bambu tersebut.

Alat sensor itu dapat mencegah posting tertentu yang muncul di news feed pengguna Facebook yang berada di Tiongkok.

Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Propaganda Tiongkok Liu Yunshan di Tiongkok untuk membahas penggunaan Internet.
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Propaganda Tiongkok Liu Yunshan di Tiongkok untuk membahas penggunaan Internet.

Sebelumnya, Tiongkok memblokir akses Facebook sejak 2009. Pemerintah Tiongkok memang mengontrol dan menyensor aktivitas warganya di Internet secara ketat.

Karena itu, Facebook akan menggandeng pihak ketiga lokal untuk membuat alat penyensoran tersebut sehingga dapat mencegah kehadiran konten yang melanggar peraturan pemerintah dengan lebih baik.

Nantinya, pihak ketiga itu akan memutuskan apakah sebuah konten bisa muncul di news feed pengguna Facebook (di Tiongkok) atau tidak.

Sayangnya, beberapa karyawan Facebook yang terlibat dalam proyek tersebut mundur tanpa alasan karena kebijakan Facebook yang membuat alat sensor itu sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai keterbukaan dan transparansi internet.

Hingga saat ini, Facebook belum menawarkan alat penyensoran itu kepada pihak pemerintah Tiongkok ataupun mengungkapkan spesifikasi alat kerja tersebut. Kebijakan Facebook membuat alat penyensoran khusus untuk Tiongkok, menyusul banyaknya berita palsu yang beredar di Facebook.

Indosat Ooredoo dan Modalku Kemas Layanan Keuangan di Aplikasi Mobile

Ilustrasi aplikasi mobile. [Kredit: marketingland.com]
Ilustrasi aplikasi mobile. [Kredit: marketingland.com]
Indosat Ooredoo dan Modalku mengumumkan kerja sama dalam rangka memberikan pengguna Indosat akses yang lebih luas terhadap produk keuangan berbasis teknologi digital.

Langkah ini didukung dengan data statistik terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta penduduk.

Alexander Christian (Director of Digital Marketing, Modalku) menuturkan, data tersebut menunjukkan bahwa hampir 73% dari traffic internet Indonesia sekarang dilakukan lewat mobile device dan tablet, sedangkan laptop dan desktop hanya mendapatkan bagian sekitar 28%. Otomatis, layanan keuangan pun harus mengikuti perkembangan teknologi karena tren yang ada menunjukkan bahwa masyarakat ingin melakukan segalanya secara digital, termasuk transaksi keuangan.

Reynold Wijaya (CEO, Modalku) memercayai jika kerja sama dengan Indosat akan memaksimalkan kegiatan peer-to-peer lending Modalku di Indonesia. “Rencana kami ke depannya adalah memperbanyak pengguna produk teknologi finansial,” ujarnya.

Reynold pun menyebutkan jika potensi pemanfaatan teknologi finansial di pasar Indonesia sangat besar. Produk peer-to-peer lending Modalku dapat mengisi kebutuhan para pencari alternatif investasi yang merasa bahwa instrumen yang ada kurang cocok bagi mereka. Dengan membuka akses layanan keuangan bagi lebih banyak penduduk Indonesia, Modalku dan Indosat berharap dapat mendorong inklusi keuangan di negara ini.

Sementara itu, Randy Pangalila (Group Head Mobile Financial Services, Indosat Ooredoo) menyebut jika Indosat telah meningkatkan user experience pelanggan Dompetku dan memperluas early adopter pengguna eMoney di Indonesia dengan terus berinovasi melalui kerja sama dengan perusahaan terkemuka di industrinya, seperti Modalku yang merupakan perusahaan terkemuka peer-to-peer lending di Indonesia. Sekarang pelanggan Dompetku bisa melakukan layanan keuangan dengan nyaman, cepat, dan, aman hanya melalui ponsel mereka.

Modalku merupakan salah satu platform peer-to-peer lending (pinjam meminjam langsung) terbesar di Asia Tenggara dan telah beroperasi di Singapura, Indonesia, dan Malaysia. Berkat Modalku, UKM Indonesia dapat menerima pendanaan secara langsung dari pemberi pinjaman, baik individu maupun lembaga keuangan.

Sejak diluncurkan Januari 2016, Modalku telah memfasilitasi pinjaman jangka pendek sekitar Rp30 miliar bagi hampir 100 UKM Indonesia, sekaligus menawarkan tingkat pengembalian di atas bunga deposito ataupun obligasi bagi para pemberi pinjaman. Sampai dengan saat ini, Modalku mampu mempertahankan rekor pembayaran cicilan seratus persen dan tingkat kredit macet nol persen.

Ke depannya, kedua pihak akan menawarkan produk layanan finansial kepada pelanggan untuk memudahkan transaksi keuangan. Secara makro, kerja sama ini diharapkan dapat memajukan teknologi finansial di Indonesia dan membentuk dunia keuangan yang lebih inklusif.

Melunak, Google akan Bayar Utang Pajak ke Indonesia

Ilustrasi Google Tolak Pajak
Ilustrasi Google Tolak Pajak

Google menghadapi permasalahan pajak di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena Google terbukti mengemplang pajaknya di Indonesia. Namun, Google pun melunak dan akan membayar tunggakan pajaknya ke pemerintah Indonesia dalam beberapa minggu ke depan.

Sumber Reuters mengungkapkan Google akan membayar utang pajak dan dendanya serta menyetujui perhitungan mengenai profit yang dihasilkan di Indonesia.

“Google juga akan menyetujui perhitungan baru keuntungan Google di Indonesia. Jika kesepakatan penyelesaian pajak itu rampung, akan membuka jalan bagi negara-negara lain di dunia untuk mengejar pajak perusahaan internet seperti Google,” kata sumber seperti dikutip Reuters.

Apabila Google membayar pajak ke Pemerintah Indonesia, Pemerintah Indonesia bisa gencar mengejar utang pajak dari perusahaan teknologi lain seperti Facebook dan Twitter.

“Saya pikir negara-negara lain yang memiliki populasi signifikan akan mencoba mengejar pajak Google,” kata Yustinus Prastowo (Direktur Eksekutif Pusat Analisis Perpajakan Indonesia).

Indonesia memiliki demografi penduduk muda yang akrab dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Ditjen Pajak menyatakan sebagian besar pendapatan yang dihasilkan Google di Indonesia dialihkan di kantor pusat Asia Pasifik di Singapura. Pada 2015 saja, tagihan pajak Google mencapai lebih US$ 400 juta.

Berdasarkan perkiraan Ditjen Pajak, pendapatan iklan Google dapat mencapai Rp 5 triliun. Dengan asumsi margin 35 persen dari total pendapatan, maka laba kena pajak Google adalah sebesar Rp1,75 triliun. Dengan demikian, 25 persen dari Rp 1,75 triliun diperkiraan pajak perusahaan Google bisa mencapai Rp 437,5 miliar.

Selama ini Google Indonesia hanya membayar pendapatan iklan sebesar 4 persen dari pendapatan iklan di Indonesia, yang disebut sebagai fee.

Tax Settlement

Sementara itu, Muhammad Haniv (Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta) mengatakan permasalahan Google akan selesai sebelum akhir 2016. DJP menawarkan penyelesaian pajak (tax settlement) berupa angka yang sepakat dibayar oleh Google, bukan nilai dari keseluruhan pajak tertunggak.

“Perkembangannya positif, namun belum mencapai kesepakatan yang diinginkan. Tapi ada tax settlement, yang berbeda dengan pemeriksaan biasa. Jadi total pajak tidak dihitung secara rinci, tapi hanya jumlah pembayaran pajak,” ujar Haniv.

Namun, bila tawaran “tax settlement” tidak disetujui oleh Google, DJP akan melakukan proses pemeriksaan penuh.

“Kalau kita full investigation angkanya Rp 5,5 triliun, itu berasal dari prediksi pajak Rp 1 triliun dan denda Rp 4 triliun, karena denda 400 persen. Tapi kalau tax settlement, kita lupakan jumlah dari sanksi,” kata Haniv seperti dikutip Kompas.com.

Menurut Haniv, saat ini proses pemeriksaan terhadap Google sedang berhenti karena proses negosiasi masih berjalan dan raksasa internet tersebut juga melunak. Tidak disebutkan berapa jumlah tax settlement yang diminta pemerintah dari Google.

Januari lalu, Google diketahui sepakat membayar tax settlement senilai 130 juta poundsterling untuk menyelesaikan permasalahan pajak di Inggris. Jumlah tersebut dinilai sejumlah pihak terlalu kecil dibandingkan pendapatan Google di negeri itu, yang mencapai miliaran poundsterling dalam 10 tahun terakhir.

Alfacart.com Bagi-bagi Diskon 90 Persen di Festival Belanja Online

catherine-hindra-ceo-alfacart-1

Alfacart.com memberikan diskon hingga 90 persen pada Festival Belanja Online dari 25 – 30 November 2016. Para pelanggan Alfacart.com dapat memilih barang-barang idamannya dengan diskon istimewa hingga 90 persen untuk dapat melakukan pembayaran dan penerimaan barang mudah di Toko-Toko Alfamart.

Catherine Hindra Sutjahyo (CEO Alfacart.com) mengatakan layanan O2O Alfacart.com menawarkan keunikan khususnya melakukan pembayaran serta penerimaan barang belanjanya. Saat ini Alfamart memiliki lebih dari 8000 toko di hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Besarnya diskon hingga 90 persen akan mampu memikat konsumen untuk bertrasaksi di Alfacart.com dan menemukan pengalaman berbelanja online baru,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.

Sebanyak 57,7 persen konsumen di Indonesia mengkhawatirkan metode pembayaran online di Indonesia. Dengan layanan Pay at Store, pelanggan Alfacart.com yang ingin berbelanja produk-produk di Festival Belanja Online ataupun di luar masa promosi tidak perlu lagi merasa ragu dalam melakukan pembayaran

“Layanan ini kami hadirkan sebagai solusi pembayaran untuk setiap transaksi online di Alfacart.com bagi siapapun yang belum memiliki akun perbankan. Seperti diketahui, jumlah masyakarat Indonesia yang memiliki akun perbankan masih rendah sekitar 36 persen,” kata Catherine.

Saat ini, dari 132,7 juta pengguna internet di Indonesia, tercatat baru 13 persen yang melakukan transaksi online. Kegiatan-kegiatan atraktif seperti Festival Belanja Online mampu mendorong peningkatan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap e-Commerce.

Melalui Festival Belanja Online, Alfacart.com menawarkan beberapa promo menarik di antaranya adalah diskon hingga persen untuk produk-produk gadget, elektronik, groceries, dan fashion. Untuk produk pilihan, pelanggan dipersilakan untuk menggunakan Kode Voucher GALAKSI untuk mendapat tambahan diskon 33 persen.

Khusus di tanggal 25 November 2016, pelanggan Alfacart.com juga bisa mengikuti program Flash Sale yang menghadirkan diskon hingga 90 persen tanpa berlaku minimum pembelajaan apapun. Pelanggan bisa menggunakan Kode Voucher FBOKUPON16 untuk mendapat potongan harga 12 persen maksimum Rp 100.000 untuk semua kategori kecuali makanan dan minuman.

LG V20 Resmi Masuk di Indonesia dengan Banderol Rp9,5 Juta

LG V20 hadir di Indonesia
LG V20 hadir di Indonesia

Akhirnya, LG Mobile Communications Indonesia resmi meluncurkan smartphone LG V20 di Indonesia dan menjadi smartphone pertama yang mengusung sistem operasi Android 7.0. LG membanderol smartphone LG V20 dibanderol Rp9,5 juta di Indonesia.

LG V20 menawarkan pengalaman multimedia yang tinggi terutama melalui keistimewaan fitur audio, kamera, dan video di dalamnya. LG ingin memperkenalkan pengalaman multimedia ke tahap lebih tinggi dan menghadirkan berbagai fitur unggulan yang tersemat di dalamnya.

“Kami membawa seluruh keistimewaan ini dengan penawaran istimewa bagi masyarakat Indonesia,” kata Hee Gyun Jang (Head of LG Mobile Communications Indonesia) dalam siaran persnya, Kamis (24/11).

LG V20 mengusung chipset Snapdragon 820, RAM 4 GB, memori internal 64 GB, Steady Record 2.0, Hi-Fi Quad DAC, dan HD Audio Recorder lengkap dengan paket earphone dari B&O Play pada paket penjualannya.

LG V20 menjadi smartphone pertama di dunia yang mengusung kemampuan 32-bit Hi-Fi Quad DAC (Digital to Analog Converter) sehingga memberikan kekuatan amplifier headphone dan gangguan noise yang jauh lebih rendah.

“LG V20 mampu menghasilkan suara dengan meminimalisir distorsi dan noise dari lingkungan sekitar hingga 50 persen dan kelengkapan level suara hingga 75 tingkat,” ucapnya.

LG menggandeng pabrikan audio B&O Play dalam pengaturan (tuning) keluaran audio LG V20. Tak berhenti disana, LG bahkan melengkapi LG V20 dengan earphone khusus hasil kolaborasi dengan B&O Play.

LG V20 memiliki kemampuan perekaman audio dalam resolusi tinggi melalui keberadaan HD Audio Recorder. Fitur itu membuat penggunanya memiliki kemampuan menangkap audio dalam kualitas studio dengan rentang frekuensi lebih dinamis melalui tiga mikropon AOP.

Tak hanya kemampuan audio, smartphone itu mengusung kemampuan kamera yang terbilang mumpuni. LG V20 memiliki dua kamera belakang yang memiliki fungsi berbeda. Perusahaan asal Korea Selatan itu mengandalkan kamera bersensor 8MP dengan lensa 135 derajat dan kamera utama bersensor 16MP dengan kelebaran lensa 75 derajat. Sementara kamera depan LG V20 memiliki sensor 5MP dengan lensa 120 derajat.

“LG V20 menjadi smartphone pertama dengan lensa wide-angle pada kamera depan dan belakang,” ujar Rexy Saddam (Product Specialist LG Mobile).

Periode pemesanan LG V20 secara pre-order dapat dilakukan mulai 25 November hingga 4 Desember 2016. Adapun pemesanan pre-order dapat dilakukan melalui kanal eCommerce, seperti Blibli.com, Lazada, Mataharimall, JD.id, dan lainnya. Sementara untuk kanal offline dapat dilakukan melalui Apollo, Dukomsel, Erafone, Fonel, Megafon, Telesindo, SUD, serta TAM.

Manfaat Transformasi Digital, dari Tingkatkan Keuntungan Perusahaan hingga Evakuasi Warga

Ketua Penyelenggara TOP IT & TELCO 2016 M. Lutfi Handayani (kiri) dan Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin MSc. MEng. (tengah) mendampingi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang mendapat penghargaan TOP IT & TELCO 2016 di Jakarta, Rabu (23/11).
Ketua Penyelenggara TOP IT & TELCO 2016 M. Lutfi Handayani (kiri) dan Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin MSc. MEng. (tengah) mendampingi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang mendapat penghargaan TOP IT & TELCO 2016 di Jakarta, Rabu (23/11).

Itech kembali menggelar ajang penghargaan TOP IT & TELCO 2016 di Jakarta untuk mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan teknologi digital di dalam perusahaannya.

Lutfi Handayani (Ketua Penyelenggara TOP IT & TELCO 2016) mengatakan perusahaan-perusahaan di Indonesia harus melakukan transformasi bisnis dari sistem tradisional ke arah bisnis digital dalam rangka peningkatan pendapatan perusahaan, sekaligus menjadi momentum penting untuk membangunan daya saing nasional dan mendorong terciptanya pengelolaan manajemen bisnis menjadi lebih efisien, efektif, profesional, dan berdaya saing tinggi.

“Dari segi segmen pasar, swasta dan pemerintahan termasuk BUMN sudah melakukan transformasi digital. Karena itu perusahan harus sadar kalau tidak melakukan transformasi digital, mereka akan ketinggalan atau gulung tikar,” katanya dalam ajang penghargaan TOP IT & TELCO 2016 di Balai Kartini, Selasa (22/11).

“Untuk melakukan transformasi digital, perusahaan harus mengubah model bisnisnya, menyusun strategi efektif untuk menghadirkan nilai teknologi yang tepat,” ujarnya.

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) mengatakan saat ini perusahaan dan pemerintah harus berani menggunakan teknologi informasi sebagai alat untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Kuncinya, bukan kecanggihan bisnis tetapi penguasaan bisnis dan berani menggunakan teknologi dalam proses bisnisnya sehingga proses produksi menjadi lebih cepat.

“Orientasi tidak hanya laba saja tetapi berani menggunakan TIK sebagai tools melakukan perubahan digital,” ujarnya.

Muhammad Dimyati (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti) mengatakan, “Saat ini kita hidup di era transformasi digital dan kita bisa menikmati sesuatu tanpa harus memilikinya. Misal, kita tidak harus beli mobil karena sudah ada Go-Jek dan Grab. Nanti, ada mobil yang berjalan sendiri bahkan ada robot yang bisa menjadi pasangan hidup.”

Dimyati mengatakan Indonesia harus mempersiapkan diri menuju era digital dengan mempersiapkan sumber daya manusianya. Karena, kualitas SDM Indonesia masih rendah dan belum bisa bersaing dengan SDM luar negeri.

“Indonesia baru memiliki 1.071 peneliti, sedangkan Korea Selatan sudah memiliki 8.000 peneliti. Kita masih kalah jauh. Di luar negeri, swasta lebih berperan sedangkan Indonesia semuanya masih bergantung kepada pemerintah,” ucapnya.

Evakuasi Warga

Dalam kesempatan itu, Kementerian Luar Negeri RI mendapatkan dua penghargaan TOP IT & TELCO 2016 sebagai instansi pemerintah yang sudah menggunakan e-Government. Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri RI) mengatakan teknologi sangat penting membantu pemerintah Indonesia untuk menjalankan misinya terutama masalah kewarganegaraan di luar negeri.

“Teknologi informasi dapat mendeteksi apa yang terjadi dengan warga negara kita di luar negeri karena ketika Indonesia sedang tidur, benua AS dan Eropa baru bangun. Kalau terjadi sesuatu di luar negeri, maka kecepatan informasi sangat membantu kita menyelesaikan masalah,” ujarnya.

“Terbukti, dengan teknologi informasi, Indonesia berhasil mengevakuasi 2.000 warna negara Indonesia yang sedang berada di Yaman dalam waktu singkat. Saat itu Yaman sedang panas dan konflik, walau sulit kami bisa mengevakuasi warga dengan bantuan teknologi,” ucapnya.

Barometer Penilaian Juri

Laode M. Kamaluddin (Ketua Dewan Juri TOP IT & TELCO 2016) mengatakan ada empat metode penilaian. Pertama, para peserta harus melakukan pengisian kuesioner dan wawancara penjurian untuk mengidentifikasi dan menyeleksi perusahaan-perusahaan yang berhasil dalam implementasi dan pemanfaatan IT-nya serta mengetahui apakah instansi pemerintahan memiliki peringkat e-Government (PEGI) terbaik pada kelompok Kementerian/ Lembaga dan Pemerintahan Daerah.

Kemudian, dewan juri menetapkan ada 41 perusahaan dan 14 instansi pemerintahan yang mendapatkan penghargaan TOP IT TELCO 2016 dari 100 perusahaan dan instansi pemerintahan yang mengikuti ajang penghargaan tersebut.

“Kriteria utama pemenang adalah perusahaan atau instansi pemerintahan harus mengimplementasikan TI dan Telco di perusahaannya dan mampu meningkatkan kinerja, daya saing,dan layanannya,” kata Loode.

Penghargaan itu diberikan untuk sektor bisnis yaitu sektor usaha Bank, BPD, Multifinance, Asuransi, E-Commerce, IT & Telekomunikasi, Energi Pertambangan, Pelabuhan dan Bandar Udara, Infrastruktur, Transportasi, Agro industri, PDAM, dan Hospitality. Untuk instansi pemerintahan terdiri dari Kementerian, Lembaga, Pemerintahan Provinsi, Pemerintahan Kota, dan Pemerintahan Kabupaten.

“Dewan juri juga memberikan penghargaan kepada Direktur/Manajer TI sebagai pimpinan operasional ICT sebagai wujud apresiasi atas kerja kerasnya dalam mengkoordinasikan implementasi dan pemanfaatan ICT di lingkungannya,” ujar Laode.

“Penghargaan ini adalah kesenangan yang sebentar karena ada tanggung jawab yang besar setelah ini,” tutup Rudiantara.

Review Smartphone