25 | November | 2016 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Nov 25, 2016

Di Konser Oppo Selfie Fest 2016, Raisa Andriana Didapuk Jadi Brand Ambassador Oppo

Raisa Andriana resmi didapuk menjadi brand ambassador terbaru Oppo Indonesia.
Raisa Andriana resmi didapuk menjadi brand ambassador terbaru Oppo Indonesia.

Raisa Andriana resmi didapuk menjadi brand ambassador terbaru Oppo Indonesia. Dengan demikian, Raisa akan menemani duta-duta Oppo lainnya di tanah air, seperti Isyana Sarasvati, Rio Haryanto, Reza Rahardian, dan Chelsea Islan.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk kesinambungan atas kerja sama strategis yang telah terjalin sebelumnya melalui tur musik Raisa keliling Indonesia dalam “OPPO Raisa Handmade Tour 2016”. Ke depannya, kemitraan dengan Raisa tidak sebatas sebagai duta merek Oppo, tetapi Oppo juga akan menghadirkan sebuah kejutan kecil di penghujung tahun sebagai tanda kerja sama ini.

Diumumkannya Raisa selaku duta Oppo merupakan salah satu highlight dalam acara konser musik Oppo Selfie Fest 2016 yang digelar di ICE BSD, Serpong, pada Kamis malam (24/11) kemarin.

Konser itu menghadirkan bermacam musisi berbakat dari Indonesia, seperti Maliq & d’Essentials, Cakra Khan, Geisha, serta tentu saja dua duta Oppo, Isyana Sarasvati dan Raisa. Selain itu, hadir pula musisi internasional asal Korea Selatan, PSY, yang pernah mendunia lewat lagu hitsnya, “Gangnam Style”.

Penampilan Maliq & d'Essentials di konser Oppo Selfie Fest 2016.
Penampilan Maliq & d’Essentials di konser Oppo Selfie Fest 2016.

Konser tersebut merupakan momen perayaan ulang tahun ketiga kehadiran Oppo di pasar Indonesia. Awal kehadiran produsen camera phone yang dikenal dengan jargon “Selfie Expert” ini dimulai pada pertengahan April 2013, ditandai dengan peluncuran OPPO Find 5, smartphone pertama dengan layar Full HD di Indonesia.

“Kami sangat berterimakasih atas respons baik konsumen Indonesia terhadap produk-produk Oppo. Apalagi persepsi masyarakat Indonesia terhadap smartphone selfie sudah melekat melalui Oppo F1 Series yang kami keluarkan,” ujar Ivan Lau (CEO, Oppo Indonesia).

Tiga tahun keberadaan Oppo di Indonesia telah memiliki rangkaian pencapaian seperti 20.000 jumlah karyawan yang semuanya berada dalam naungan PT Indonesia Oppo Electronics, 81 pusat layanan purnajual, dan 36 model yang sudah dipasarkan. Yang lebih membahagiakan lagi tentunya adalah market share Oppo di Indonesia pada kuartal kedua 2016 menunjukkan perusahaan ini berada di urutan kedua, menurut survei IDC.

“Bagi kami, konsumen adalah prioritas teratas. Kami selalu berusaha untuk memahami konsumen Indonesia dan memenuhi permintaannya. Terima kasih sudah mengiringi perjalanan kami selama 3 tahun ini,” tutup Ivan.

Sebanyak 45 Daerah di Indonesia Bertarung Jadi Juara Indonesia Smart Nation Award 2016

Penghargaan Indonesia Smart Nation Award 2016.
Penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2016.

Sebanyak 45 daerah di Indonesia siap bertarung memperebutkan penghargaan bergengsi Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2016. Acara yang digelar untuk kedua kalinya ini akan memberi apresiasi kepada daerah-daerah dengan raihan nilai indeks tertinggi pada Indonesia Smart Nation Index 2016 (Indeks Daerah Pintar 2016).

Indeks tersebut diterbitkan oleh Citiasia Center for Smart Nation dan mengukur kondisi seluruh daerah di Indonesia (34 provinsi, 412 kabupaten, dan 93 kota) berdasarkan data terpublikasi dari berbagai sumber (data kementerian/lembaga, statistik wilayah seluruh Indonesia, web resmi Pemda) serta analisis 72 media cetak nasional dan lokal serta 100 media online.

Indonesia Smart Nation Index sendiri tersusun dari indeks kesiapan menuju daerah pintar (Smart Readiness Index) dan indeks kinerja daerah pintar (Smart Region Index).

Di dalam Smart Readiness Index, terdapat lima dimensi yang diukur, yaitu sumber daya alam (nature), struktur, infrastruktur, suprastruktur, dan kultur sebuah daerah. Sedangkan pada Smart Region Index, terdapat enam dimensi yang diukur, yaitu dimensi smart governance, dimensi smart branding, dimensi smart living, dimensi smart society, dan dimensi smart environment.

Menurut Dr. Cahyana Ahmadjayadi (Founder & Chairman, Citiasia), studi ini memiliki kelebihan dibandingkan studi pemeringkatan daerah lainnya karena telah memanfaatkan metode big data analytics yang dikembangkan oleh Citiasia, Inc. yang disebut Big CAT (Citiasia Tools for Big Data Analytic). Alat ini memungkinkan diolahnya data yang berskala masif dan beragam secara cepat dan akurat.

Sedangkan Farid Subkhan (CEO Citiasia Inc.) menyatakan bahwa pemeringkatan ini bertujuan untuk melihat posisi kinerja daerah dan membantu meningkatkan daya saingnya secara nasional dan internasional. Terutama dalam membangun kesiapan daerah pintar dan membangun daerah pintar yang maju, kreatif, dan berkelanjutan.

Proses Seleksi dan Penjurian

Prof. Dr. Marsudi W. Kisworo (Ketua Dewan Juri ISNA 2016) menegaskan bahwa indeks ini berguna untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi suatu kota, kabupaten, dan provinsi dalam sebuah ukuran yang mudah untuk dipahami.

Tujuan dari disusunnya indeks ini adalah untuk menjadi salah satu acuan kondisi daerah-daerah untuk menuju Indonesia Smart Nation. Sedangkan manfaat bagi daerah adalah sebagai alat ukur untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pembangunan di daerahnya agar dapat menjadi daerah pintar (Smart Region).

Para dewan juri yang terlibat dalam pengukuran indeks ini adalah:

  • Prof. Dr. Marsudi W. Kisworo (Rektor Perbanas Institute)
  • Prof. Dr. Eko Indrajit (Pakar ICT Indonesia)
  • Diah Indrajati (Dirjen Bina Bangda – Kemendagri)
  • Hayu Parasati, MPS (Direktorat Perkotaan – Bappenas)
  • Dr. Ashwin Sasongko S (Peneliti LIPI)
  • Dr. Cahyana Ahmadjayadi (Founder dan Chairman Citiasia, Inc.)
  • Eko B. Supriyanto (Pemred Majalah Infobank)
  • Farid Subkhan (CEO Citiasia, Inc.)

Ajang Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2016 akan dilakukan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa, 29 November 2016. Dalam acara ini, Citiasia Inc. juga akan melakukan peluncuran buku yang berjudul “New Indonesia: Melesat Atau Kandas, Dari Smart City Menuju Smart Nation”.

Berikut ini daftar daerah (urut abjad) yang menjadi unggulan peraih penghargaan Indonesia Smart Nation Award 2016 yaitu daerah dengan raihan nilai tertinggi Indonesia Smart Nation Index.

nominasi-isna-2016-640x459
Daftar unggulan peraih penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2016.

Shopee Luncurkan Kampanye “Paling Murah” dengan Diskon 95 Persen

Rainal Lu (Regional Managing Director Shopee Indonesia)
Rainal Lu (Regional Managing Director Shopee Indonesia)

Shopee mengumumkan total nilai transaksi penjualannya sebesar USD 1,8 miliar dan pertumbuhannya naik 43 persen setiap bulannya dalam kurun waktu satu tahun. Pencapaian ini mewarnai perayaan ulang tahun pertama Shopee di Indonesia yang berhasil menunjukkan kinerja bisnis yang signifikan.

“Di Indonesia sendiri, kami optimistis dapat mencapai target dan berkembang dengan pesat. Aplikasi Shopee telah diunduh sebanyak tujuh juta kali di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun,” kata Rainal Lu (Regional Managing Director, Shopee) dalam siaran persnya.

Shopee juga mengungkapkan rata-rata pengguna di Indonesia mengakses aplikasi sebanyak 26 kali dalam sebulan dengan waktu 31 menit dalam sehari. “Angka ini menempatkan pengguna Indonesia sebagai pengguna yang paling aktif dibandingkan dengan enam pasar lainnya di Asia Tenggara dan Taiwan,” ucapnya.

Shopee pun mengapresiasi penggunanya dengan menghadirkan kampanye “Paling Murah” yang menawarkan diskon hingga 95 persen, lebih heboh daripada Harbolnas, untuk aneka produk unggulan. Kampanye ini diselenggarakan selama dua minggu pada 1 – 14 Desember 2016.

Selama kampanye berlangsung, Shopee menawarkan harga terbaik untuk berbagai produk bermerek dan terpopuler dengan harga yang jauh lebih murah daripada Harbolnas.

Selain itu, Shopee berinisiatif memberi penghargaan bagi penjual dan pembeli terbaik.

Shopee membagi program penghargaan ini ke dalam beberapa kategori, yaitu Top Three Seller dan Seller of The Year yang diperuntukkan bagi para penjual, serta Shopee Expert, Shopee Breaks the Boundaries, dan Shopee Mission Impossible bagi para pembeli. Saat ini, Shopee tengah melakukan pemilihan untuk kategori penjual dan pembeli terbaik.

“Kami optimistis dapat memperoleh hasil yang baik pada 2017. Kami juga akan terus berupaya mengoptimalkan kualitas produk, meningkatkan kepuasan pengguna, dan memberdayakan para pengusaha untuk memperluas dan mengembangkan bisnis online mereka bersama Shopee,” tutup Rainal.

Ditto, Monster Baru Pokemon Go yang Mampu Berubah Bentuk

Monster Pokemon Go Ditto
Monster Pokemon Go Ditto

Niantic kembali memperbarui karakter pengguna Pokemon Go dengan menghadirkan monster baru Ditto untuk meningkatkan popularitas Pokemon Go yang meredup. Ditto adalah monster Pokemon yang mampu mengubah diri ketika bertarung dan memiliki serangan yang sama dengan Pokemon yang menjadi lawannya.

Para trainer Pokemon yang berasal dari Swedia, Australia, hingga Amerika Serikat berhasil menangkap monster lucu nan imut tersebut di dalam Pokemon Go.

Saat ini, Niantic masih menolak berkomentar terhadap kabar tersebut. Tapi, Anda pun bisa menangkap monster Ditto tersebut. Jika monster itu adalah Ditto yang sedang menyamar, Ditto akan menampakkan dirinya.

Dalam video tersebut, Niantic memperlihatkan adegan saat trainer menangkap sebuah Pidgey yang kemudian berubah menjadi Ditto setelah ditangkap.

Uniknya, Ditto yang dipakai untuk bertarung di gym dapat berubah bentuk menjadi Pokemon pertama yang dihadapi di gym tersebut. Tak cuma bentuknya, ia akan mempunyai skill yang dimiliki pokemon tersebut.

Pokemon Go sudah beberapa kali meluncurkan pembaruan untuk membuat pemainnya bertahan atau kembali ke permainan. Salah satu yang terbaru, Niantic berjanji untuk mengurangi frekuensi monster Pokemon pasaran seperti Rattata, Zubat, dan Pidgey.

Video Monster Ditto di Pokemon Go:

https://www.youtube.com/watch?v=Z65GaP04lOQ

AirSelfie, Drone Imut Seukuran Telapak Tangan untuk Foto Selfie

Drone AirSelfie
Drone AirSelfie

Pabrikan drone terus mengembangkan kemampuan drone-nya baik dari sisi performa dan dimensi. Sebuah startup asal London, Inggris memperkenalkan drone AirSelfie yang memiliki ukuran imut berukuran telapak tangan dan memungkinkan Anda menggunakannya untuk foto dan video selfie.

Dalam dua hari, startup yang memproduksi AirSelfie telah menerima dana dengan jumlah 200 persen lebih dari yang ditargetkan melalui penggalangan dana di situs crowdfunding Kickstarter.

Respon yang muncul untuk proyek itu juga terbilang sangat besar. Laman Kickstarter AirSelfie telah mencatat pengumpulan dana sebesar 110 ribu euro atau sekitar Rp1,57 miliar dalam tiga hari, padahal targetnya hanya 45 ribu euro atau sekitar Rp643 juta.

AirSelfie memiliki bodi seukuran smartphone dengan bobot hanya 52 gram, lengkap dengan case pelindung yang juga berfungsi sebagai charger untuk drone. Startup perancang AirSelfie itu mengklaim drone besutan mereka sangat aman dan cocok untuk di dalam ruangan.

Drone AirSelfie
Drone AirSelfie

AirSelfie memiliki casing khusus untuk drone tersebut. Casing itu juga bisa digunakan untuk iPhone 6 atau Samsung Galaxy S7/S7 Edge, mengingat dimensi AirSelfie sama dengan kedua smartphone tersebut, seperti dikutip Phone Arena.

Drone itu memiliki kamera built-in 5 megapixel yang cocok untuk mengambil foto selfie dan bisa merekam video HD 1280×720 pixel. Sayangnya, kapasitas baterainya saja sangat boros dan bisa bertahan hanya dalam waktu tiga menit.

Namun durasi itu cukup ideal untuk memotret foto selfie berkelompok dalam jumlah besar. AirSelfie mampu mengudara dengan ketinggian maksimal 20 meter karena fungsi utamanya memang hanya untuk keperluan ber-selfie-ria, bukan seperti layaknya drone standar yang saat ini beredar di pasaran.

Para pengguna pun bisa mengendalikannya dengan smartphone berbasis Android maupun iOS. Rencananya, AirSelfie akan hadir Februari 2017 dengan banderol Rp2,5 juta.

Perbedaan Karakter Pengguna iPhone dan Android, Pengguna iPhone Lebih Emosional

Perbedaan karakter pengguna Android dan iPhone
Perbedaan karakter pengguna Android dan iPhone

Smartphone yang Anda gunakan bisa mewakili karakter Anda. Peneliti dari University of Lincoln dan Lancaster University melakukan penelitian terhadap ratusan orang dan hubungannya dengan smartphone milik mereka.

Hasilnya, pengguna smartphone berbasis Android jauh lebih jujur dan rendah hati daripada pengguna iPhone. Sedangkan, karakter pengguna iPhone lebih cenderung terbuka dan memandang telepon genggam mereka sebagai obyek status.

Para pengguna Android kebanyakan berusia lebih tua, lelaki, jujur, dan penurut serta kecil kemungkinan mereka melanggar aturan untuk kepentingan sendiri. Pengguna Android juga tidak terlalu mementingkan kekayaan dan status sosial, seperti dilansir The Next Web.

Sementara itu, pengguna iPhone umumnya lebih berusia muda dan memiliki jenis kelamin perempuan.

“Ini merupakan penelitian pertama yang mengungkapkan hubungan antara kepribadian seseorang dan jenis telepon genggam yang mereka pilih. Meski sangat sama dari segi fungsi, pengguna iPhone dan Android memiliki perbedaan individu,” tulis Ellis di jurnal Cyberpsychology, Behaviour, and Social Networking.

Para peneliti melakukan survei kepada 500 orang yang berisi sejumlah pertanyaan seputar diri mereka dan sikap mereka terhadap smartphone-nya. “Perbedaan mendasar, para pengguna iPhone gampang berbohong dan emosional,” ujarnya.

“Tentu kita tidak suka, jika smartphone kita digunakan orang lain karena smartphone bisa mengungkapkan rahasia dan banyak hal tentang diri kita,” pungkasnya.

Berapa Nilai Transaksi Industri Fintech di Indonesia pada Tahun 2017?

ilustrasi truemoney
ilustrasi truemoney

Industri fintech atau pembiayaan yang memanfaatkan teknologi akan tumbuh subur di Indonesia. Bahkan data Bank Indonesia mengungkapkan nilai transaksi fintech bisa mencapai US$1,9 miliar atau sekitar Rp25 triliun pada tahun 2017.

Data Bank Indonesia mengungkapkan hanya 60 juta orang Indonesia yang memiliki rekening perbankan pada 2015. Diperkirakan satu orang Indonesia memiliki 2 sampai 3 rekening. Jadi jumlah pemegang rekening di bank sekitar 20 juta orang. Padahal, jumlah penduduk di Indonesia lebih dari 250 juta jiwa.

Joedi Wisoeda (Country Manager, TrueMoney Indonesia) mengatakan para pelaku industri fintech akan fokus menyasar pasar yang belum tersentuh oleh layanan perbankan atau unbankable.

“Bila ada sekitar 270 juta penduduk Indonesia, setengah populasi memiliki pendapatan atau sekitar 135 juta, tetapi yang punya rekening hanya 20 juta orang. Jadi yang belum punya rekening di bank sekitar 115 juta orang,” katanya dalam acara Indonesia Internet Expo and Summit (IXS) 2016 di Jakarta, Kamis (24/11).

“Salah satu alasan tingginya angka kelompok unbankable di Indonesia lantaran mereka tidak teredukasi dengan lembaga keuangan hingga penghasilan kecil yang membuat masyarakat enggan menabung di bank,” ujarnya.

Karena itu, TrueMoney akan memanfaatkan celah tersebut dengan mulai memperkenalkan layanannya melalui agen di seluruh Indonesia yang kini jumlahnya mencapai 18.000 agen.

Joedi melihat ada lima tren layanan finansial yang akan berkembang pada 2017 yaitu customer experience atau pengalaman konsumen dalam menggunakan layanan e-Money, kemampuan big data analytics yang dimiliki perusahaan fintech, cashless society, automated financial mobile service, dan penggunaan biometrik untuk keamanan.

“Lima tren ini akan sukses jika didukung oleh empat hal: regulasi, distribusi massa, kemitraan antarpenyedia layanan, dan teknologi yang mendukung. Dari sisi regulasi, harus ada integrasi antara e-Money satu dengan e-Money lainnya,” tuturnya.

Untuk mewujudkannya, TrueMoney mulai bekerjasama dengan e-Money milik Indosat, Telkomsel, dan XL. “Empat poin ini harus dilakukan agar financial technology sukses berkembang dan menjadi tren pada 2017 nanti,” tutupnya.

Rayakan Kiprah 25 Tahun di Industri Printing, HP Luncurkan DesignJet T830 MFP dan DesignJet Z5600 & Z2600 PostScript

HP DesignJet T830 MFP
Dari kiri ke kanan: Aries Januar Rizky (HP Designjet MID Value Partner Manager), Lydia Budianto (Market Development Manager DesignJet, HP Inc.), Alberto Hevia-Campomanes (South East Asia Designjet Manager HP Inc.), dan Margareth (Marketing Communication Manager (APG) HP Inc.). 

Tanpa terasa, HP DesignJet telah berkiprah selama 25 tahun di industri Large Format printing. Untuk menandai hal tersebut, HP meluncurkan dua seri printer terbarunya, HP DesignJet T830 Multifunction Printer dan HP DesignJet Z2600/Z5600 PostScript.

Sejak diluncurkan untuk pertama kali di tahun 1991, jajaran produk HP DesignJet telah berhasil menghadirkan beragam gebrakan baru di industri cetak CAD format lebar. Khususnya melalui suguhan portofolio produk printer format lebar yang terjangkau dan hemat biaya untuk produktivitas cetak yang optimal.

HP DesignJet pertama kali hadir dalam format monokrom dengan ukuran A0 dan dengan kualitas cetak hingga 300dpi. Kala itu, printer tersebut berhasil menorehkan rekor untuk kecepatan cetak tertinggi untuk printer format lebar di kelasnya. Printer tersebut mampu mencetak dokumen berukuran A1/D dalam mode cetak draft hanya dalam waktu empat menit saja.

Tak lama kemudian, hadir model printer warna untuk produk printer tersebut. Selanjutnya, teknologi line width diperkenalkan untuk pertama kalinya pada HP-GL/2 (HP Graphics Language). Bahkan, hingga saat ini, teknologi tersebut masih digunakan sebagai fitur bawaan standar industri untuk seluruh printer-printer HP DesignJet, sebagai jaminan untuk hasil line rendering yang akurat di industri cetak format lebar.

HP DesignJet T830 Multifunction Printer (MFP) mendukung produktivitas kerja tim meroket secara tajam, karena printer ini telah mendukung teknologi All-in-One Printer Remote App dan HP ePrint yang memungkinkan pengguna untuk dapat mencetak gambar teknis dari e-mail yang dikirimkan langsung ke alamat printer yang dituju ataupun melalui koneksi lokal nirkabel.

Tim yang bekerja di studio maupun di lokasi proyek dapat mengirimkan atau saling bertukar gambar desain teknis dengan cepat dalam sebuah kerja tim yang kolaboratif dari berbagai lokasi kerja yang berbeda-beda. Revisi yang ditorehkan di atas kertas gambar tercetak kemudian bisa dipindai menggunakan scanner tertanam yang terdapat pada printer tersebut agar langsung bisa dikirimkan kembali kepada tim di lokasi berbeda untuk perlakuan selanjutnya.

hp
Alberto Hevia-Campomanes (South East Asia Designjet Manager HP Inc) memberi pemaparan mengenai printer anyar HP.

“Sebagai praktisi di bidang desain arsitektural dan rancang bangun, memeriksa dan melakukan revisi pada gambar desain teknis akan terasa lebih mudah dan cepat bila dilakukan di atas gambar draft yang tercetak,” tutur Leonardo AK (Direktur PT Leonardo Architect Studio).

“Lokasi proyek yang jauh berada di luar daerah bukan lagi kendala bagi kami berkat teknologi dan kapabilitas yang dimiliki oleh printer tersebut. Biaya dan waktu terpangkas secara signifikan. Pekerjaan yang tadinya memakan waktu hingga 2 hari kerja, kini bisa selesai dalam waktu 3 jam saja,” imbuh Leo.

Sementara untuk seri printer Z5600 dan Z2600 PostScript, merupakan high-impact printer yang masing-masing berukuran 44 inci dan 24 inci. Printer HP DesignJet Z2600 PostScript telah dilengkapi dengan sistem pencetakan dengan enam tinta yang bisa memangkas biaya konsumsi tinta hingga 20 persen. Printer ini sesuai untuk digunakan di gerai-gerai cetak dan foto kopi, toko-toko ritel, kantor-kantor yang khususnya bergerak di bidang GIS, pun ideal untuk mencetak papan reklame ataupun poster di pusat-pusat belanja atau point of purchase (PoP).

Rayuan Maut Trump Supaya Apple Pindahkan Produksi ke AS

Ilustrasi Trump dan Apple
Ilustrasi Trump dan Apple

Salah satu janji kampanye Trump yaitu meminta Apple untuk membangun produksinya di Amerika Serikat dan memindahkan basis produksinya dari Tiongkok. Trump sudah menghubungi Tim Cook (CEO, Apple) untuk memintanya untuk memindahkan basis produksi iPhone ke AS.

“Tim, kamu tahu kan, menjadi prestasi nyata dan luar biasa bagiku jika Apple mau membangun pabrik besar di AS, atau beberapa pabrik sekaligus,” kata Trump kepada Cook melalui sambungan telepon.

Trump pun berjanji pemerintah AS akan memberikan insentif berupa potongan pajak yang besar dan regulasi yang mudah. Tak hanya itu, Trump juga menjanjikan deregulasi bagi Apple sehingga perusahaan tersebut lebih mudah memproduksi barang-barangnya di AS.

Trump juga mengajak Cook untuk membahas mengenai beberapa regulasi agar Apple mau memindahkan basis produksinya. “Saya pikir, kami akan memberikan insentif untukmu (Apple). Kami akan memangkas pajak korporasi dan Anda akan menyukainya,” rayu Trump kepada Cook.

Namun, Cook sendiri belum merespons ajakan Trump tersebut. “Aku mengerti itu,” timpal Cook dengan singkat seperti dikutip CNET.

Sebelumnya, Apple sudah meminta Foxconn dan Pegatron, dua perusahaan perakit iPhone yang saat ini berbasis di Tiongkok, untuk melakukan pertimbangan agar memindahkan proses produksi ke AS. Kedua perusahaan merespons permintaan Apple dengan tanggapan berbeda. Foxconn mengikuti permintaan Apple dan Pegatron langsung menolak kemungkinan tersebut.

“Apple meminta Foxconn dan Pegatron, dua perakit iPhone untuk mempertimbangkan memproduksi iPhone di AS. Foxconn menuruti (permintaan Apple) dan Pegatron menolak untuk memformulasikan rencana semacam ini karena masalah biaya,” kata sang sumber itu.

“Membuat iPhone di AS artinya biaya produksi akan lebih dari dua kali lipat,” ungkap sumber.

Rantai Pasokan

Tak hanya Trump, Presiden AS barack Obama juga pernah meminta Steve Jobs untuk memindahkan basis produksinya ke AS pada 2011. Namun, Jobs menolak permintaan Obama dan tetap membiarkan basis produksi Apple di Tiongkok.

Namun pemindahan ini sulit dilakukan. Selain regulasi, komponen-komponen iPhone dan perangkat Apple lainnya sebagian besar dibuat di Asia. Karena itu, sangat mudah untuk mempertahankan proses produk di negara-negara yang ada di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, keterampilan manufaktur juga menjadi alasan Apple belum berani memboyong produksinya ke AS. Belum lagi, upah buruh di negara-negara Asia yang jauh lebih murah dan memungkinkan biaya pembuatan iPhone lebih murah, sehingga harga iPhone bisa kompetitif dengan merek lainnya.

Untuk standar upah pekerja AS saja jauh lebih tinggi ketimbang pekerja di Tiongkok.

Ilustrasi karyawan Foxconn
Ilustrasi karyawan Foxconn

Para pengamat industri melihat Apple harus membangun sarana dan prasarana dari nol, jika ingin memindahkan basis produksinya ke AS. Saat ini Apple sangat bergantung pada rantai suplai besar dan infrastruktur pabrik yang amat solid di Shenzen, Tiongkok.

“Soal geografi ini penting. Di Shenzhen, jika Apple membutuhkan sebuah komponen, Apple bisa menemukan 10 pemasok dalam satu hari. Berbeda ketika Apple mimindahkan basis produksinya ke AS,” sebut Seungjin Whang (Profesor di Stanford Business School) seperti dikutip Guardian.

Apple membutuhkan waktu yang lama, jika ingin membangun basis suplai baru di AS. Hal itu bisa dimanfaatkan para kompetitor Apple, khususnya vendor asal Tiongkok dan Korea Selatan, untuk menghajar iPhone.

Belum lagi harga iPhone buatan AS pasti jauh lebih mahal dari iPhone buatan Tiongkok.

Review Smartphone