February | 2017 | InfoKomputer Online
Beranda 2017 February

Arsip Bulanan: February 2017

Keren! Desain Toilet Apple Park Terinspirasi dari iPhone

Apple Park terinspirasi dari bahasa desain produk Apple

Apple akan memindahkan sebanyak 14 ribu karyawannya secara bertahap ke markas barunya, Apple Park, yang berbentuk piring terbang di Cupertino, California. Pembangunan Apple Park itu melibatkan sebanyak 13 ribu kontraktor dan menghabiskan investasi senilai USD 5 miliar.

Reuters melaporkan markas baru Apple Park memiliki desain yang unik dan estetik di setiap aspeknya, terlihat dari gedung utamanya tidak memiliki satu pun kabel atau pipa listrik, atapnya menggunakan panel solar matahari, dan semua dindingnya menggunakan kaca.

Tampilan Apple Park sangat minimalis dan futuristis, mirip dengan desain iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang bersih, berkotak putih, dan tanpa debu. Hal itu akan meninggalkan pengalaman yang berkesan di mata masyarakat.

Desain toilet Apple Campus 2

Desain Apple Park berbentuk lingkaran mirip dengan donat dengan tepian kaca yang melengkung.

“Ini bukan masalah memaksimalkan ruang terbuka tetapi menciptakan simbol dan ikon untuk perusahaan,” kata Louise Mozingo (Kepala Arsitektur dan Lingkungan, Universitas Berkeley California) seperti dikutip Quartz.

German de la Torre (Arsitek Apple Park) mengatakan Apple menerapkan bahasa desain produknya ke dalam pembangunan Apple Park hingga ke toiletnya. Misal, tombol lift gedung Apple Park mirip dengan tombol home iPhone. Bahkan, desain kloset pada toilet di bangunan Apple Park mirip dengan desain iPhone.

“Membangun markas besar Apple seperti membangun karya seni. Para pekerja konstruksi pun harus memakai sarung tangan agar tidak meninggalkan sidik jari dan bekas pada barang-barang,” ucapnya.

“Ini seperti lukisan yang Anda tidak boleh sentuh, hanya boleh dilihat,” kata Brett Davis (Kepala Asosiasi Tukang Cat) yang dipekerjakan Apple.

Spesifikasi Apple Park

Apple Park akan menempati lahan seluas 70 hektar dan bangunan sebesar 260 ribu meter per segi. Di dalam kompleks ini, akan terdapat sebuah teater yang dinamakan Steve Jobs Theater, kemungkinan akan digunakan untuk acara-acara seremonial Apple. Terdapat pula visitor center yang dilengkapi Apple Store dan kafe yang terbuka untuk umum.

Apple Park dirancang oleh Apple bekerjasama dengan konsultan Foster + Partners dan dihuni oleh lahan rumput yang sangat luas serta lebih dari 9.000 pohon. Seluruh kompleks bakal ditenagai oleh 100% energi terbarukan yang berasal dari panel surya dengan pasokan daya 17 megawatt.

Dengan demikian, Apple Park akan menjadi salah satu pemilik instalasi energi matahari terbesar di dunia serta bangunan terluas dengan ventilasi alami.

MWC 2017: Moto G5 dan G5 Plus, Smartphone Hemat dengan Fitur Berkilat

Moto G5.

Kendati bisnis mobile-nya mengalami kerugian US$112 juta pada kuartal lalu, Lenovo tidak lantas absen dari pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, Spanyol.

Pada tahun ini, Lenovo melalui merek Motorola menghadirkan dua smartphone teranyar, Moto G5 dan G5 Plus. Seperti pendahulunya, Moto G4, kedua smartphone itu menyasar segmen menengah dengan harga terjangkau, mulai dari US$199 (sekitar Rp2,6 juta) sampai US$299 (sekitar Rp4 juta).

Perbedaan Moto G5 dan G5 Plus antara lain terletak pada ukuran layar, jenis prosesor, dan kapasitas memori.

Moto G5 dibekali layar 5 inci (1.920 x 1.080 pixel), prosesor Snapdragon 430 1,4 GHz, RAM hingga 3 GB, memori internal hingga 32 GB, serta baterai 2.800 mAh. Sedangkan Moto G5 Plus mengandalkan layar 5,2 inci (1.920 x 1.080 pixel), prosesor Snapdragon 625 2.0 GHz, RAM hingga 4 GB, memori internal hingga 64 GB, serta baterai 3.000 mAh.

Meski mengusung spesifikasi khas smartphone “hemat”, Motorola merancang Moto G5 dan G5 Plus dengan rasa premium. Hal ini terlihat dari desain bodi yang sebagian besar terbuat dari bahan metal. Selain itu, terdapat sensor pemindai sidik jari di bagian depan ponsel serta fitur NFC.

Moto G5 Plus.

Motorola juga membanggakan kualitas kamera utama pada kedua smartphone ini. Moto G5 mengusung kamera 13 MP f/2.0 dengan 1,1 micron pixel dan Moto G5 Plus menyematkan kamera 12 MP f/1.7 dengan 1,4 micron pixel serta dilengkapi fitur dual autofocus guna menyajikan foto yang lebih tajam.

Menariknya, Moto G5 Plus diklaim tahan terhadap percikan air. Konsekuensinya, casing belakang dan baterai G5 Plus tidak bisa dilepas-pasang, berbeda dengan Moto G5.

Baik Moto G5 maupun G5 Plus mengemas sistem operasi Android 7.0 Nougat yang diperkaya aplikasi custom dari Motorola. Aplikasi Google Assistant juga akan menyambangi ponsel ini dalam waktu dekat.

Zalora Bantah Akan Jual Bisnis di Indonesia kepada MAP

Zalora membantah kabar yang menyebutkan bahwa mereka akan menjual bisnisnya di Indonesia kepada MAP Group.

Dalam pernyataan klarifikasi yang dilansir e27, Parker Gundersen (CEO, Zalora Group) menyatakan pihaknya tidak akan menarik diri dari pasar Indonesia yang dipandang sebagai salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara untuk beberapa tahun mendatang. “Laporan yang menyebut Zalora Filipina dan Indonesia akan tutup tidaklah benar,” tukasnya.

Sebelumnya, TechCrunch melaporkan bahwa Zalora, di bawah bendera Global Fashion Group (GFG), sedang berdiskusi dengan MAP Group untuk melepas saham mayoritas atau menjual kepemilikan Zalora Indonesia. Zalora juga dikabarkan telah melepas kendali operasionalnya di Filipina kepada Ayala Corporation. Langkah ini menyusul keputusan Zalora yang menjual bisnisnya di Vietnam dan Thailand kepada Central Group pada tahun 2016.

“Fokus Zalora sekarang adalah menumbuhkan pasar-pasar kunci kami. Kami memang menjual bisnis di Thailand dan Vietnam, tapi situasinya berbeda dengan Indoensia dan Filipina,” ujar Gundersen. “Kami lebih berkomitmen di Filipina dan saya rasa juga di Indonesia,” sambungnya.

Gundersen menjelaskan bahwa Zalora Indonesia selama ini telah menjalin kerja sama dengan MAP Group sebagai pemasok. Kedua pihak memang sedang berdialog mengenai kemungkinan penambahan portofolio merek-merek busana dari MAP Group yang akan dijual di Zalora. Tetapi, tidak ada pembicaraan soal investasi.

Sedangkan mengenai investasi Ayala Corporation di Filipina, Gundersen memaparkan bahwa investasi itu justru digunakan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis Zalora di negara tersebut.

“Investasi ini akan menghadirkan sinergi [Zalora] dengan perusahaan-perusahaan milik Ayala guna memperluas jangkauan kami terhadap konsumen di Filipina. Kami menjalin kemitraan dengan Ayala sekaligus mendapatkan dana untuk Zalora Filipina. Inilah bukti komitmen kami di Filipina,” papar Gundersen.

Saingi Televisi, YouTube Ditonton 1 Miliar Jam Setiap Hari

Ilustrasi YouTube

Pamor YouTube kian mengancam televisi. Pada hari Senin (27/2), YouTube mengumumkan bahwa setiap hari, video-video di YouTube ditonton selama 1 miliar jam oleh para pengguna internet di seluruh dunia.

Sebagai perbandingan, siaran televisi di Amerika Serikat ditonton selama 1,25 miliar jam setiap hari, berdasarkan riset Nielsen. Namun, durasi itu terus berkurang setiap tahun. Sedangkan statistik durasi tontonan YouTube malah selalu mencatat kenaikan.

“Satu miliar jam menonton YouTube sama dengan lebih dari 100 ribu tahun. Bayangkan, 100 ribu tahun yang lalu, leluhur kita masih berada di zaman batu dan hidup berdampingan dengan mammoth dan mastodon (hewan purbakala),” kata Cristos Goodrow (VP of Engineering, YouTube) seperti dilansir IBTimes.

YouTube mengungkapkan bahwa angka satu miliar jam tontonan setiap hari itu telah diraih pada tahun lalu. Jadi, bisa saja tahun ini angka itu akan meningkat, seiring makin banyaknya para pembuat video yang mengunggah konten menarik di situs video online itu. Ditambah lagi adanya fitur live streaming yang baru diperluas ke aplikasi mobile beberapa waktu lalu.

Namun, dari sisi kontribusi bagi bisnis Alphabet secara keseluruhan, YouTube belum memberi porsi yang signifikan. YouTube memang diperkirakan menghasilkan pemasukan kotor lebih dari US$9 miliar per tahun. Tetapi, nilai tersebut masih harus dibagi kepada para pembuat video, sekitar US$5 miliar. Artinya, YouTube “hanya” menyumbang pemasukan US$4 miliar kepada Alphabet.

Bandingkan dengan bisnis iklan yang menyumbang US$22 miliar, hanya dalam satu kuartal, yaitu kuartal keempat tahun 2016.

Apa Saja Manfaat dan Hambatan Transformasi Digital di Indonesia?

(Dari kiri ke kanan) Peter Sutiono, Public Sector Director, Microsoft Indonesia; Iwan Djuniardi, Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia; AKBP Akhmad Yusep Gunawan, Wakil Kepala Direktur Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya; Richard Tirtadji, IT Director, KiOSTiX; Denny Permana, Vice President Information Technology, Garuda Indonesia; Andreas Diantoro, President Director, Microsoft Indonesia.

Para pemimpin bisnis di Indonesia sepakat pengadopsian transformasi digital sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perusahaan. Hal itu terungkap dari studi bertajuk “The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise”.

Sayangnya, perusahaan yang memiliki strategi transformasi digital secara menyeluruh hanya 27 persen dan 51 persen masih merencanakan proses transformasi digital dan sebanyak 22 persen belum memiliki strategi apapun.

Andreas Diantoro (President Director, Microsoft Indonesia) mengatakan perusahaan dan organisasi yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi kurang kompetitif.

“Microsoft mendorong setiap organisasi untuk segera melakukan transformasi digital di era berbasis teknologi sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan, baik perubahan internal maupun eksternal,” katanya di Jakarta, Selasa (28/2).

Microsoft mengungkapkan ada lima teknologi yang dapat mendorong proses transformasi digital dalam 12 – 18 bulan ke depan:

  1. Internet of Things (IoT): Sebuah perangkat canggih yang memiliki sensor untuk mengumpulkan atau mengendalikan data dari jauh, seperti gedung pintar, mobil pintar, dan perangkat rumah pintar.
  2. Teknologi wearable: Teknologi elektronik dan komputasi canggih yang diintegrasikan ke dalam pakaian, perangkat, atau tubuh, seperti jam tangan pintar.
  3. Artificial intelligence: Mesin-mesin atau peranti lunak cerdas yang sanggup belajar dan melakukan berbagai tugas secara independen, seperti robot, chatbots, dan mobil yang bisa berjalan sendiri.
  4. Komputasi kuantum: Komputer masa depan yang menggunakan sistem komputasi berbeda untuk menyelesaikan persamaan data dengan lebih cepat.
  5. Virtual/augmented/mixed reality: Teknologi yang menggabungkan dunia maya dan dunia nyata ke dalam pengalaman yang tak terlupakan.

Dalam studi itu, Microsoft juga mengungkapkan hambatan transformasi digital di Asia Pasifik.

Ada lima hambatan transformasi digital yaitu masalah keamanan dan serangan siber, kurangnya tenaga kerja yang memiliki keahlian digital, tidak adanya mitra teknologi yang tepat, gonjang-gajing iklim investasi dan ekonomi, dan kurangnya kebijakan pemerintah dan infrastruktur teknologi informasi & komunikasi.

Contoh Transformasi Digital

Di Indonesia, ada beberapa perusahaan ternama yang mengadopsi proses transformasi digital bersama Microsoft meliputi Direktorat Jenderal Pajak (pemerintah), Kepolisian Resor Kediri (sektor publik), Garuda Indonesia (korporasi), dan KiOSTiX (bisnis online).

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memanfaatkan Microsoft SQL Server Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data. Dengan solusi itu, DJP dapat menghubungkan lebih dari 500 unit kantor operasional dan 32.000 pegawai yang tersebar di Indonesia.

Pada Desember 2016, Polres Kediri menggandeng PT Trimaxindo Abadi dan Microsoft Indonesia untuk penerapan e-tilang, sistem tilang digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi auto scale Azure untuk mengelola pengaksesan aplikasi dari jutaan warga Kediri.

Pada pertengahan 2015, penjualan tiket online Garuda Indonesia melesat sebanyak 200 persen setelah situs penjualan tiket online Garuda direstrukturisasi dengan teknologi Microsoft Azure.

MWC 2017: Xiaomi Mi 5c Jadi Smartphone Pertama dengan Prosesor “Pinecone” Surge S1

Xiaomi Mi 5C, smartphone pertama dengan prosesor Surge S1.

Xiaomi meramaikan pagelaran Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, Spanyol, dengan mengumumkan Xiaomi Mi 5c, smartphone pertama yang dibekali prosesor Surge S1 atau sebelumnya dikenal dengan nama sandi Pinecone.

Sebagaimana diketahui, Surge S1 atau Pinecone merupakan prosesor yang dirancang sendiri oleh Xiaomi. Dengan mengemas prosesor buatan sendiri, Xiaomi berharap bisa menekan harga komponen dan smartphone-nya serta mempercepat adopsi teknologi terbaru, seperti yang dilakukan Apple dan Huawei.

Berbicara soal spesifikasi, Xiaomi Mi 5c adalah versi lebih terjangkau dari smartphone flagship Mi 5 yang dirilis tahun lalu. Ponsel yang menyasar pasar menengah ini diperkuat layar 5,15 inci, RAM 3 GB, memori internal 64 GB, kamera utama 12 MP dan kamera depan 8 MP, serta baterai 2.860 mAh. Sistem operasinya Android 7.1 Nougat.

Mi 5c juga dilengkapi fitur fast charging dan pemindai sidik jari di bagian depan. Bodinya terbalut bahan metal dan tersedia dalam tiga pilihan warna: rose gold, gold, dan black.

Xiaomi akan memasarkan Mi 5c di Tiongkok mulai 3 Maret 2017 dengan harga 1.499 yuan atau sekitar Rp2,9 juta.

Keunggulan Prosesor Surge S1

Xiaomi mulai merancang prosesor Surge S1 atau Pinecone sejak tahun 2014 dan menempuh proses panjang selama 28 bulan untuk mematangkan desain, membuat engineering sample, mencetak prototipe, menempuh sertifikasi, hingga memasuki fase produksi.

Prosesor Surge S1 besutan Xiaomi.

Prosesor ini mengusung misi untuk menyeimbangkan antara kekuatan kinerja dan efisiensi tenaga serta sanggup diproduksi dalam skala besar. Sayangnya, prosesor ini masih dibuat dengan manufaktur 28 nm, di saat pabrikan lainnya sudah mampu menerapkan manufaktur 10 nm.

Prosesor Surge S1 memiliki delapan inti dengan kecepatan maksimal 2,2 GHz, didukung GPU Mali-T860 empat inti. Prosesor ini juga sudah mendukung teknologi VoLTE yang menghasilkan komunikasi suara yang lebih jernih. Sedangkan 14-bit dual ISP dan algoritma Surge ISP meningkatkan kemampuan pengolah gambar dan sensitivitas lampu kamera hingga 150%.

Xiaomi mengklaim bahwa Surge S1 dapat mencapai kinerja lebih baik daripada Snapdragon 625 dan MediaTek P10 dalam uji GeekBench 4.0 dan hanya kalah dari MediaTek P20. Namun, kinerja GPU Surge S1 sanggup melampaui ketiga prosesor saingannya.

MWC 2017: Huawei Resmi Luncurkan Dua Varian Huawei Watch 2

Huawei luncurkan smartwatch Huawei Watch 2 dalam ajang MWC 2017

Pabrikan komputer Huawei meluncurkan smartwatch terbarunya Huawei Watch 2 dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol.

Smartwatch itu terdiri dari dua varian yaitu Huawei Watch 2 dan Huawei Watch 2 Classic. Keduanya, menawarkan sejumlah fitur menarik yaitu jaringan LTE, GPS, sensor detak jantung, NFC untuk pembayaran elektronik, dan Android Pay.

Huawei Watch 2 terdiri dari dua buah tombol yang terdiri dari mikrofon dan speaker. Huawei pun mengklaim Huawei Watch 2 memiliki baterai 420 mAh yang mampu bertahan hingga dua hari seperti dikutip Phone Arena.

Selain itu, Huawei Watch 2 menawarkan fitur Watch Mode yang mengaktifkan dua fungsi saja yaitu pemberitahuan jam dan menghitung langkah. Berkat fitur, jam pintar itu dapat bertahan selama 25 hari.

Selain model LTE, Huawei juga menyiapkan model Wi-Fi Only. Asyiknya, Anda bisa mengganti strap jam tangan yang terbuat dari metal tersebut.

Huawei membanderol jam tangan itu senilai USD 347 atau sekitar Rp4,6 jutaan tergantung fitur dan modelnya.

Road to CTI Summit 2017: Manfaat Machine Learning dalam Sektor Pemerintahan

Menkominfo Rudiantara.

Meski memiliki sistem transportasi publik terbaik di dunia, Singapura tetap memiliki tantangan dalam mengatur pergerakan warga. Salah satunya adalah tingginya pergerakan pekerja dari dan ke pusat bisnis (seperti kawasan Marina Bay), utamanya pada jam sibuk. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Singapura mengeluarkan program regional center yang diharapkan akan berfungsi pada tahun 2030.

Melalui program ini, akan dibangun beberapa regional center yang tersebar di negara pulau tersebut. Pelaku bisnis di industri yang sama akan didorong menempati regional center yang tertentu. Dengan begitu, kegiatan bisnis akan tersebar dan tidak lagi terpusat di kawasan bisnis yang ada saat ini.

Namun untuk bisa menentukan lokasi regional center yang tepat, Pemerintah Singapura membutuhkan data pergerakan warganya. Untuk itu, A*STAR (Agency for Science, Technology and Research) mencoba menganalisis pergerakan warga berdasarkan data yang ada. Data tersebut berupa sistem smart card yang digunakan warga saat naik angkutan umum, data peruntukan lahan (bisnis atau tempat tinggal), serta lokasi fasilitas umum (amenities).

Untuk menganalisis data yang demikian besar tersebut, tim A*STAR pun menggunakan pendekatan machine learning. Mereka mencoba tiga tipe machine learning, sampai akhirnya menemukan pendekatan machine learning berbasis decision tree model yang memberikan data paling akurat.

“Hasil analisis menunjukkan, peningkatan fasilitas sampai 55% akan meningkatkan jumlah penggunaan angkutan umum,” ungkap Christopher Monterola dari A*STAR. Di atas angka tersebut, penggunaan angkutan umum akan menurun. “Dan hal ini logis karena ketika lokasi fasilitas umum relatif dekat, warga akan memilih berjalan kaki,” tambah Christopher.

Contoh di atas adalah sedikit gambaran bagaimana machine learning bisa digunakan di sektor pemerintahan. Hal ini pun disadari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, salah satu keynote speaker di acara CTI IT Infrastructure Summit 2017, konferensi di bidang TI yang diselenggarakan setiap tahun oleh CTI Group.

“Selama ini di korporasi, pemanfaatan machine learning kebanyakan di internal,” ungkap Rudiantara. Jika pemanfaatan machine learning juga ditujukan untuk melayani publik, diharapkan masyarakat akan mendapatkan manfaat yang lebih besar. “Akhirnya di sisi pasokan teknologinya juga akan berkembang,” tambah Rudiantara.

Rudiantara adalah salah satu dari banyak pembicara ahli yang akan hadir di acara CTI IT Infrastructure Summit 2017. Jika Anda tertarik, silakan daftarkan diri Anda menjadi peserta konferensi teknologi tahunan ini di alamat www.itinfrastructuresummit.com.

Tinggal.com Tawarkan Pemesanan Hotel Bujet Online dengan Harga Mulai Rp125 Ribu

Tinggal.com menjanjikan akomodasi hemat biaya mulai Rp125.000/malam dengan kamar yang bersih, tempat tidur yang nyaman, AC yang dingin, Wi-Fi gratis, dan kamar mandi dalam.

Tingginya minat traveling di Indonesia saat ini, terutama di kalangan generasi muda, memacu pertumbuhan hotel bujet (budget hotel) atau tipe akomodasi/penginapan dengan harga terjangkau, tetapi menyediakan fasilitas komplet.

Saat ini, ada sekitar 40.000 hotel bujet di Indonesia yang diharapkan akan tumbuh sebesar 30% dalam 2 – 3 tahun ke depan. Melihat perkembangan itu, Tinggal.com ingin menawarkan sarana pemesanan online khusus untuk hotel bujet di kota-kota tujuan utama wisata di Indonesia, seperti Bali, Jakarta, Surabaya, Bandung, Lombok, Bogor, Manado, Yogyakarta, dan Malang.

Arjun Chopra (Co-Founder, Tinggal.com) mengklaim, “Tinggal dapat memberikan peningkatan pemesanan sebanyak 40% setiap bulannya bagi mitra hotel kami.”

“Kami bekerjasama dengan mitra hotel untuk membantu mereka meningkatkan standar hotelnya. Caranya dengan memastikan adanya kontrol kualitas, memaksimalkan penggunaan wadah kami, membuat konten berkualitas tinggi, dan menjangkau konsumen yang tepat, sehingga mitra hotel dapat menawarkan dan memberikan pengalaman menginap terbaik,” papar Arjun.

Tinggal.com menjanjikan akomodasi hemat biaya mulai Rp125.000/malam dengan kamar yang bersih, tempat tidur yang nyaman, AC yang dingin, Wi-Fi gratis, kamar mandi dalam, dan layanan pelanggan 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Saat ini, Tinggal menawarkan lebih dari 400 hotel dengan 3.000 pilihan kamar di 16 kota di tanah air.

Arjun menambahkan, “Tinggal memberikan akses berupa sarana kepada semua mitra hotel kami untuk membantu mengelola bisnisnya, mulai dari segi penjualan, pemasaran, pendapatan, dan manajemen pemesanan untuk membantu mereka meninjau dan mengelola ketersediaan kamar serta harga.”

Selain itu, Tinggal menggunakan teknologi VR (Virtual Reality), gambar berkualitas tinggi, serta konten yang disesuaikan dengan informasi tren penginapan terkini sehingga pemilik hotel bujet memiliki kesempatan untuk memamerkan properti mereka secara kompetitif.

Tinggal telah bekerjasama dengan beberapa mitra seperti Bank Permata, PegiPegi, Booking.com, Expedia, LINE, dan MatahariMall untuk memberi penawaran lebih menarik kepada penggunanya. Tinggal juga menjadi label utama pada kategori travel di Qoo10 Indonesia yang menawarkan hotel berkualitas tinggi dan paket eksklusif.

Kini Smartphone Android Marshmallow dan Nougat Sudah Bisa Unduh Google Assistant

Ilustrasi Google Assistant

Google mengumumkan asisten virtualnya Google Assistant sudah bisa beroperasi pada smartphone yang berbasis Android Marshmallow dan Nougat. Sebelumnya, hanya Google Pixel yang bisa merasakan Google Assistant.

Google akan menggulirkan Google Assistant secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Untuk tahap pertama, Google akan menggulirkan update Google Assistant melalui sistem Over-The-Air (OTA) di beberapa negara saja.

“Google Assistant baru bisa digunakan untuk pengguna berbahasa Inggris di Amerika Serikat, disusul Australia, Kanada, dan Inggris,” kata Google seperti dikutip The Verge.

Namun, tidak semua smartphone bisa menggunakan fitur Google Assistant lantaran Google menyebutkan pembaruan Google Assistant akan hadir pada perangkat yang sesuai tanpa menyebut spesifikasinya.

Sebelumnya, beberapa pengembang menemukan pembaruan asisten virtual Google Assistant pada versi alpha dari aplikasi Google Now (versi 6.13).

Google Assistant

Google Assistant sendiri merupakan pembaruan Google Now yang mendukung percakapan dua arah dan pencarian lebih akurat. Fitur itu memungkinkan pengguna Pixel membuat janji, bertanya soal informasi apa pun, termasuk terhubung dengan perangkat Google lain seperti Google Home.

“Google Assistant merupakan asisten virtual yang dirancang begitu conversational, yang benar-benar bisa merespons dialog dengan baik antara penggunanya dengan Google. Ia juga dapat membantu menyelesaikan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari,” Sundar Pichai (CEO Google Pichai).

Contoh, ketika pengguna bertanya ke Google Assistant ‘siapa yang menjadi sutradara film The Revenant?’, Google Assistant akan menjawab siapa sutradaranya. Nah, di saat yang bersamaan, akan muncul pertanyaan komplemen seperti ‘film apa saja yang sutradara itu buat selain The Revenant?’, atau ‘kapan film tersebut dirilis?’.

Kecerdasan Google Assistant tak sampai di situ. Pichai menjelaskan Google Assistant juga dapat merespons konteks dari permintaan penggunanya. Google Assistant akan hadir di semua layanan Google yang Anda gunakan, seperti Gmail, Google Calendar, hingga layanan pesan instan terbaru Google, Allo dan Duo.

Untuk melengkapi pengalaman menggunakan Google Assistant, Google juga menawarkan perangkat Google Home speaker agar pengguna bisa memberikan instruksi lebih praktis di rumah.

Review Smartphone