01 | March | 2017 | InfoKomputer Online

Arsip Harian: Mar 1, 2017

Layanan Cloud Computing, Bukan Solusi Tanpa Masalah

Ketika ada banyak kisah sukses komputasi awan (cloud computing) di balik kejayaan bisnis, pemanfaatan layanan ini justru menjadi sebuah cerita pahit bagi Fitinline.com.

Cerita pahit itu berawal dari proses re-booting server yang dilakukan penyedia cloud yang dipakai Fitinline.com, tentu saja atas sepengetahuannya. Re-booting harus dilakukan karena, menurut penyedia cloud, ada masalah dengan node fisik di mana situs Fitinline ditempatkan. “Namun, di situ disebutkan tidak ada yang perlu dilakukan di sisi kami,” tulis Istofani Api Diany (Founder & CEO Fitlinline.com) di blog-nya.

Singkat cerita, proses re-booting tersebut berujung pada nonaktifnya server dan pengunjung pun praktis tidak bisa mengakses situs web itu. Padahal sejak sebulan sebelumnya, Fitinline.com sedang menikmati peningkatan traffic yang cukup pesat.

Setelah enam belas jam diupayakan, penyedia cloud tidak berhasil memulihkan (recover) apapun dari situs Fitinline.com. “Dan lebih buruknya lagi adalah backup yang kami miliki tidak up to date sehingga proses recovery akan menjadi proses yang painful,” cerita Istofani seperti dikutip dari blog pribadinya.  

Ada sebuah pelajaran berharga di balik kisah pahit ini, bahwa komputasi awan belum tentu seindah yang dibayangkan. Ternyata aplikasi, sistem, sumber daya komputasi tidak bisa “dilempar” begitu saja ke awan dan selesailah urusan pengguna.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan layanan di awan?

Tren Komputasi Awan Meningkat

Komputasi awan sebenarnya bisa memudahkan bisnis. Terlepas dari belum siapnya bisnis menggunakan komputasi awan, berbagai prediksi tentang cloud computing yang disampaikan sejumlah firma riset global baru-baru ini menggambarkan masa depan cerah komputasi awan.

Pertama, International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa pengeluaran (spending) untuk layanan public cloud secara global akan tumbuh dengan Compound Annual Growth (CAGR) rate sebesar 19,4 persen, beranjak dari angka US$70 miliar di tahun 2015 menjadi US$141 miliar di tahun 2019.

Dalam laporan yang bertajuk “Worldwide Semiannual Public Cloud Services Spending Guide” tersebut, IDC juga menyebutkan bahwa Software as a Service (SaaS) masih mendominasi jenis public cloud yang banyak diadopsi pengguna. Namun pengeluaran untuk Infrastructure as a Service (IaaS) dan Platform as a Service (PaaS) akan tumbuh lebih cepat lagi, dengan CAGR masing-masing sebesar 27 persen dan 30,6 persen.

Data lainnya datang dari Microsoft Cloud Landscape Update 2015. Dari sisi pendapatan, public IT cloud services akan meraup hingga US$127 miliar di tahun 2018. Pangsa pasar terbesar untuk public IT cloud services dalam kurun waktu dua tahun mendatang ada di pasar berkembang atau emerging markets yang menguasai 21 persen dari pangsa pasar global.

Mengeluarkan laporan berjudul “2016 State of The Cloud Report”, Right Scale juga mencatat pertumbuhan adopsi hybrid cloud yang cukup pesat dalam kurun waktu dua belas bulan. Hal ini terutama karena makin banyak pengguna public cloud yang menambahkan private cloud resource pool ke dalam lingkungan cloud-nya. Dari 1.060 responden yang berasal dari seluruh dunia, sejumlah 77 persen di antaranya mengadopsi private cloud atau terjadi kenaikan sebesar empat belas persen dari tahun lalu.

Paralel dengan tren tersebut, makin banyak workload enterprise yang dialihkan ke private cloud. Persentase perusahaan yang menjalankan lebih dari seribu virtual macine di public cloud mengalami peningkatan sebesar 4 persen saja, dari 13 menjadi 17 persen. Tetapi perusahaan yang menjalankan lebih dari seribu mesin virtual di lingkungan private cloud tumbuh dari 22 persen menjadi 31 persen.

Secara keseluruhan, laporan dari Right Scale menyebutkan bahwa sebanyak 95 persen responden telah memanfaatkan cloud,  89 persen mengadopsi public cloud, 77 persen menggunakan private cloud, dan pengguna hybrid cloud di tahun 2016 ini mencapai 71 persen dari jumlah total responden.

Janji Manis Komputasi Awan

Masa depan cerah siap menyongsong cloud karena komputasi awan dipandang dapat menjawab kebutuhan bisnis dewasa ini, yakni efisiensi biaya dan fleksibilitas.

Sejak awal diperkenalkan, cloud computing dipandang memiliki keunggulan dalam hal efisiensi dan penghematan biaya. Kemampuan melakukan heavy lifting terhadap infrastruktur, sistem, dan aplikasi memberi lebih banyak ruang, waktu, dan energi bagi divisi TI untuk berinovasi.

Model berlangganan pay as you go juga mengeliminasi ketidakpastian biaya. Perusahaan terhindar dari investasi besar di awal dan dapat menyelaraskan biaya dengan pertumbuhan kebutuhan komputasi.

Keunggulan cloud computing yang lebih dari sekadar biaya dan kenyamanan dirasakan khususnya oleh organisasi atau perusahaan berskala besar. Cloud memampukan mereka menerapkan business agility.

Misalnya, ketika ingin memperluas jangkauan pasar ke kawasan lain, perusahaan dapat melakukan tes pasar dulu atau langsung menggelar infrastruktur, sistem, dan aplikasi secara cepat menggunakan cloud. Kemudian, perusahaan dapat melakukan scale up dan scale down sesuai perkembangan pasar.

Kemudahan akses dan kesegeraan (immediacy) solusi berbasis cloud juga memudahkan perusahaan yang baru diakuisisi segera beroperasi dengan sistem dan aplikasi sesuai standar perusahaan induknya. Bayangkan jika solusi on premise yang digunakan, perusahaan induk harus berinvestasi pada infrastruktur dan menghabiskan waktu lebih lama untuk menyiapkannya.

Perkembangan cloud juga memicu kemunculan aplikasi generasi baru yang secara khusus ditulis untuk cloud. Aplikasi-aplikasi tersebut umumnya menawarkan aneka fitur yang lebih canggih daripada aplikasi legacy. Misalnya kemampuan analytics dan business intelligence yang dulu ditawarkan sebagai software terpisah.

Dengan kemampuan tersebut tertanam dan terintegrasi erat pada aplikasi, misalnya aplikasi keuangan berbasis cloud, kompleksitas berkurang dan perusahaan akan lebih mudah menganalisis kinerja bisnis dalam satu lingkungan yang sama.

Cermat Memahami SLA

Saat berlangganan layanan cloud, tentunya kita akan berharap bahwa layanan yang kita pakai ini tidak mengalami masalah. Akan tetapi, karena produk buatan manusia memiliki kelemahan, tidak mungkinlah jika layanan komputasi awan ini akan bisa tersedia seratus persen. Karena itu, para penyedia layanan komputasi awan pun menampilkan ketersediaan terbaik yang mereka miliki dalam lembar SLA (Service Level Agreement)-nya.

Lantas, bagaimana cara mengetahui berapa jam sebuah layanan komputasi awan boleh padam (down)? Berikut ini disajikan cara praktis menghitungnya.

Katakanlah, Anda berlangganan layanan komputasi awan pada penyedia layanan yang memberikan SLA sebesar 98%. Artinya, penyedia layanan menjamin bahwa selama 98% waktu dalam setahun itu, layanan mereka akan tetap tersedia. Sementara, sisa dua persen waktunya membolehkan mereka menonaktifkan layanannya misalnya untuk kepentingan pemeliharaan sistem atau penggantian perangkat.

Karena dalam 1 hari ada 24 jam dan dalam setahun ada 365 hari, waktu dalam setahun adalah 24 jam x 365 hari = 8.760 jam. Namun karena penyedia layanan hanya mampu aktif selama 98% dari 8.760 jam ini, artinya layanan mereka hanya aktif selama 98 % x 8.760 jam = 8.413,104 atau dibulatkan menjadi 8.413 jam. Sisa waktu yang ada (8.760 jam – 8.413 jam) yakni sebesar 347 jam merupakan saat di mana layanan komputasi awan tidak aktif/tidak bisa diakses.

Sebagai alternatif, kita juga bisa menggunakan kalkulator untuk menghitung uptime secara otomatis. Kalkulator ini banyak tersedia di internet. Salah satunya di alamat www.hostingmanual.net/uptime-calculator. Di situs ini, kita tinggal memasukkan parameter yang diperlukan, dan menekan tombol Calculate untuk mendapatkan hasilnya dengan cepat.

Tentunya sebagai pengguna kita ingin agar ada pengurangan biaya yang diberikan saat layanan penyedia komputasi awan tidak aktif (down). Karena itu, setiap penyedia layanan komputasi awan memiliki bermacam ketentuan soal ini. Dan hal ini sudah tentu disebutkan dalam SLA sebelum pengguna melakukan persetujuan penggunaan layanan.

Karena itu, silakan rujuk kembali SLA layanan komputasi awan yang akan dipakai. Tujuannya, agar Anda memiliki gambaran tentang mekanisme kompensasi yang akan diterima jika layanan komputasi awan mengalami masalah atau gangguan.

Video Pertengkaran dengan Sopir Uber Tersebar, Bos Uber Minta Maaf

Travis Kalanick (CEO, Uber).

Masalah seakan-akan tidak berhenti merundung Uber di awal tahun 2017. Mulai diprotes pembenci Donald Trump, dilanda kasus pelecehan seksual, sampai digugat Waymo atas pelanggaran hak paten. Puncaknya, kali ini Travis Kalanick (CEO, Uber) yang tertimpa kontroversi.

Pada hari Selasa (28/2), Bloomberg mengunggah video yang berisi rekaman pertengkaran Travis Kalanick (CEO, Uber) dengan seorang sopir Uber bernama Fawzi Kamel di San Francisco, AS.

Video yang diambil dari kamera dashboard mobil ini direkam di sebuah mobil Uber Black (layanan mobil mewah dari Uber), pada suatu akhir pekan di bulan Februari 2017, bertepatan dengan final Super Bowl 2017.

Kalanick terlihat duduk di kursi belakang dan mengobrol santai bersama dua orang perempuan. Ketika sudah sampai di tempat tujuan, kedua perempuan itu keluar lebih dulu.

Fawzi Kamel, sang pengemudi, memanfaatkan momen Kalanick tinggal sendirian di mobil ini untuk memprotes kebijakan Uber kepada Kalanick.

Kamel mempertanyakan penurunan tarif Uber Black yang ia klaim berdampak pada berkurangnya pendapatan para sopir Uber. Kamel sendiri menjelaskan bahwa ia kehilangan pemasukan sebesar US$97.000 akibat kebijakan Uber itu sehingga jatuh bangkrut. “Anda menaikkan standar [layanan] tetapi menurunkan harga [layanan],” kata Kamel.

Kalanick langsung membantah pernyataan Kamel dan menyebut bahwa Uber tidak menurunkan tarif pada layanan Uber Black. Ketegangan pun terjadi di antara Kalanick dan Kamel karena keduanya saling mempertahankan pendapat.

Hingga akhirnya, Kalanick menyuruh Kamel berhenti menyalahkan Uber dan berkata dengan nada tinggi, “Beberapa orang tidak mau bertanggungjawab atas kesalahan mereka sendiri. Mereka menyalahkan orang lain atas semua yang terjadi dalam hidup mereka.” Ia lantas keluar dari mobil dan menutup pintu sambil berseru, “Semoga beruntung!”

Kamel pun membalas, “Semoga Anda juga beruntung. Tapi, saya tahu [Anda tidak akan] melangkah terlalu jauh.”

Minta Maaf

Setelah mengetahui bahwa tingkahnya tersebar di media massa, Kalanick membuat surat permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku bersalah dan merasa malu atas perilaku buruknya.

“Jelas sudah bahwa video ini adalah cerminan pribadi saya–dan kritik yang kami terima adalah pengingat bahwa saya harus melakukan perubahan secara mendasar selaku pemimpin dan harus tumbuh lebih dewasa,” ujarnya.

“Ini pertama kalinya saya mengakui bahwa saya membutuhkan pertolongan [di bidang] kepemimpinan dan saya berniat untuk mendapatkannya,” lanjut Kalanick.

Kalanick pun meminta maaf kepada para karyawan Uber. “Tugas saya sebagai pemimpin kalian adalah untuk memimpin… dan itu dimulai dengan perilaku yang membanggakan kita semua. Bukan itu yang saya lakukan dan saya tidak bisa memungkirinya,” tuturnya.

Terakhir, Kalanick memohon maaf kepada Fawzi Kamel dan seluruh komunitas pengemudi Uber atas tingkah lakunya.

Berdasarkan riset Bloomberg, protes Kamel sangat beralasan. Uber memang menurunkan tarif Uber Black di San Francisco dari US$4,90 per mil dan US$1,25 per menit pada tahun 2012 menjadi US$3,75 per mil dan US$0,65 per menit pada tahun 2017. Di satu sisi, tarif ini menguntungkan pelanggan Uber, tetapi di sisi lain, sopir Uber memperoleh pemasukan yang lebih sedikit.

Secara bisnis, Uber pun terus mengalami kerugian. Pada tahun 2016, Uber diperkirakan telah merugi sekitar US$3 miliar (sekitar Rp39 triliun) atau naik dari angka US$2 miliar pada tahun 2015.

Video pertengkaran Travis Kalanick dan sopir Uber

https://www.youtube.com/watch?v=gTEDYCkNqns

Teknologi “5x Dual-Camera Zoom” Oppo Terinspirasi dari Kapal Selam

OPPO perkenalkan fitur 5x Dual-Camera Zoom, sebuah teknologi dual-camera smartphone yang menggunakan struktur periskop dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017.

Oppo memperkenalkan fitur 5x Dual-Camera Zoom, sebuah teknologi dual-camera smartphone yang menggunakan struktur periskop dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017.

Teknologi itu menawarkan kemampuan kamera lossless zoom 5x yang menawarkan standar lebih tinggi dibandingkan fungsi zoom 2x. Pengguna juga dapat menikmati kemampuan image stabilization yang belum pernah ada sebelumnya dengan tampilan perangkat yang tetap tipis dan ramping.

Oppo bekerja selama hampir satu tahun untuk mengembangkan terobosan teknologi dual-camera berstruktur periskop tersebut. Saat ini, sudah lebih dari 50 paten yang telah diajukan untuk teknologi ini.

“Fitur “5x Dual-Camera Zoom” telah membuka ranah baru dalam bidang fotografi dan menjawab kebutuhan dan keinginan konsumen untuk mendapatkan hasil gambar yang indah dan jelas,” kata Sky Li (Vice President and Managing Director, Oppo International Mobile Business) dalam siaran persnya, Rabu (1/3).

Teknologi “5x Dual-Camera Zoom” terinspirasi dari periskop yang terdapat pada kapal selam. Dual-camera terbaru itu menggunakan wide-angle dan lensa telephoto. Sedangkan, kerangka lensa telephoto menggunakan struktur periskopnya.

Prisma berstruktur periskop akan mengarahkan jalur cahaya yang masuk pada kamera melalui sudut 90 derajat dan meneruskan gambar melalui lensa telephoto ketika pengguna memperbesar subjek atau objek foto.

“Dengan menggeser sudut lensa telephoto sebanyak 90 derajat, lensa akan memiliki ruang untuk zoom secara mendalam,” ujarnya.

Oppo berusaha untuk mencapai kemampuan zoom 5x yang memungkinkan pengguna dapat mengambil gambar seutuhnya termasuk gambar landscape, portrait, close-up, dan semua bentuk gambar standar yang biasanya tertangkap pada kamera digital.

“Teknologi ini telah mengubah standar solusi dual-camera yang mampu melakukan zoom sebanyak 2x, sebuah fitur yang masih mengecewakan pengguna ponsel saat ini,” pungkasnya.

Melalui teknologi OIS, prisma dan lensa telephoto mampu menangkap getaran secara menyeluruh dan langsung mengatasinya sekaligus meningkatkan performa smartphone sebanyak 40 persen.

Optical Image Stabilization

Pada umumnya, ketika faktor zoom meningkat pada pengambilan gambar, getaran terkecil pun dapat berpengaruh besar terhadap kejelasan gambar. Terobosan Oppo itu telah mengadopsi solusi Optical Image Stabilization (OIS) pada lensa wide-angle.

Melalui teknologi OIS, prisma dan lensa telephoto mampu menangkap getaran secara menyeluruh dan langsung mengatasinya sekaligus meningkatkan performa smartphone sebanyak 40 persen.

Menurut riset IDC, saat ini Oppo merupakan brand smartphone nomor 1 di Tiongkok dengan pangsa pasar 16,8 persen dan menempati posisi keempat sebagai brand smartphone terlaris di dunia.

Oppo telah berkembang dengan pesat secara global, dengan total 28 pasar global. Di Indonesia sendiri, Oppo berhasil mempertahankan posisi kedua pada Q2 & Q3 2016 dengan pangsa pasar sebesar 19 persen dan 16,7 persen.

Bocoran Foto dan Spesifikasi BlackBerry Merah Putih “Made in Indonesia”

Bocoran foto BlackBerry yang diduga sebagai BBC100-1 buatan Indonesia. [Kredit: CrackBerry]
BlackBerry “made in Indonesia” tampaknya akan beredar di pasaran tidak lama lagi. Hal ini diketahui setelah sejumlah bocoran mengenai wujud fisik dan spesifikasi BlackBerry yang diproduksi oleh BB Merah Putih ini beredar di media sosial.

Akun @krispitech yang pertama kali membocorkan informasi sertifikat TKDN yang diterima oleh BB Merah Putih pada 25 Januari 2017. Sementara itu, CrackBerry menerbitkan foto pertama yang memuat wujud fisik BlackBerry yang diduga sebagai BBC100-1.

Di dalam bocoran itu, diketahui bahwa BB Merah Putih akan membuat smartphone BlackBerry yang diberi kode BBC100-1. Spesifikasinya meliputi layar HD 5,5 inci, prosesor Snapdragon 425 quad-core 1,4 GHZ, RAM 4 GB, memori internal 32 GB, selot microSD hingga 64 GB, kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP, dual SIM, dukungan koneksi 4G LTE, serta baterai 3.000 mAh.

Akun @krispitech menyebutkan bahwa BlackBerry perdana buatan Indonesia ini akan dijual dengan harga di kisaran Rp2 juta. Sedangkan pengamat gadget Herry SW dalam akunnya @herrysw menyebut perkiraan harga yang melebihi Rp3 juta.

Sebagaimana diketahui, BB Merah Putih merupakan perusahaan hasil kerja sama antara BlackBerry dan TiPhone. Smartphone yang mereka produksi bakal dibuat di pabrik TiPhone di Cikarang dan hanya akan dipasarkan di Indonesia.

Kerja sama serupa dengan pabrikan lokal juga telah dilakukan BlackBerry bersama perusahaan Optiemus asal India untuk memproduksi BlackBerry di India untuk pasar India, Bangladesh, Srilanka, dan Nepal.

Sedangkan untuk pasar global, BlackBerry menggandeng TCL Communications asal Tiongkok. Produk terbarunya adalah BlackBerry KEYone yang baru saja dirilis di ajang MWC 2017 Barcelona, Spanyol. TCL juga berencana memasarkan tiga perangkat BlackBerry lainnya sepanjang tahun ini.

Nvidia Perkenalkan Kartu Grafis GTX 1080 Ti dengan 3.584 CUDA Core dan Memori 11 GB

Nvidia memperkenalkan kartu grafis generasi terbaru, GeForce GTX 1080 Ti, yang berkekuatan 3.584 CUDA core dan memori 11 GB GDDR5X dalam ajang Game Developer Conference (GDC) 2017 di San Francisco, AS, Selasa (28/2).

Jen-Hsun Huang (CEO, Nvidia) mengklaim bahwa kartu grafis berbasis arsitektur Pascal ini merupakan kartu grafis tercepat yang pernah diproduksi Nvidia.

Kartu grafis GTX 1080 Ti ditujukan bagi pehobi game kelas atas dan menunjukkan peningkatan kinerja hingga 35 persen ketimbang pendahulunya, GTX 1080. Sebagai perbandingan, GTX 1080 “hanya” mengemas 2.560 CUDA core dan memori 8 GB.

GTX 1080 Ti akan tersedia mulai 10 Maret 2017 di seluruh dunia dengan harga US$699 (sekitar Rp9,3 juta). Bersamaan dengan itu, Nvidia juga mengumumkan penurunan harga GTX 1080 dari US$599 menjadi US$499 (Rp6,7 jutaan).

Pada acara GDC 2017 ini, Nvidia beradu pamor dengan saingan terberatnya, AMD, yang juga baru memamerkan kartu grafis Radeon RX Vega yang berbasis arsitektur AMD Vega.

Selain meluncurkan produk kartu grafis, Nvidia juga menghadirkan Gameworks DX12, paket perangkat lunak yang dikhususkan bagi para pengembang game yang ingin mengoptimalkan game-nya dengan DirectX 12. Bermodalkan perangkat lunak ini, pengembang dapat merancang simulasi grafis yang terlihat lebih nyata pada tampilan game.

Video perkenalan Nvidia GTX 1080 Ti di GDC 2017:

https://youtu.be/7_h9UfG7aAg?t=49m6s

Singkirkan Lightning, iPhone 8 Akan Pakai Konektor USB Type-C

Apple dikabarkan akan mengganti porta Lightning pada iPhone generasi terbaru–mungkin diberi nama iPhone 8 atau iPhone X–dengan koneksi USB Type-C. Dengan demikian, iPhone 8 bakal lebih kompatibel dengan perangkat Apple lainnya, seperti MacBook dan MacBook Pro.

Kabar tersebut dilansir oleh Wall Street Journal pada hari Selasa (28/2) yang mengutip sumber yang dirahasiakan namanya.

“Apple akan memperkenalkan pembaruan pada iPhone, termasuk sebuah porta USB-C untuk mengisi ulang baterai dan keperluan koneksi lainnya, ketimbang mempergunakan konektor Lightning. iPhone terbaru juga tidak akan menyematkan tombol home fisik,” tulis WSJ. “Pembaruan itu akan melengkapi iPhone dengan fitur yang sudah ada di smartphone lainnya,” lanjutnya.

Saat ini, iPhone memang menggunakan porta Lightning untuk keperluan pengisian ulang daya baterai dan transfer data. Sementara itu, perangkat komputasi Apple seperti MacBook sudah memakai porta USB Type-C. Walhasil, pengguna membutuhkan kabel adaptor untuk menghubungkan iPhone ke MacBook atau sebaliknya.

Rumor lain juga menyebutkan bahwa Apple akan memasarkan aksesoris charger nirkabel yang mendukung iPhone generasi terbaru.

Apple pun telah mengonfirmasi kepada CNBC bahwa mereka sudah bergabung dengan Wireless Power Consortium untuk berpartisipasi dan berkontribusi kepada pengembangan standar charging nirkabel di masa depan.

Terkait iPhone 8, inilah beberapa rumor yang sudah beredar selama ini:

  • iPhone tahun 2017 akan terdiri dari tiga model. Dua model menjadi pembaruan dari iPhone yang sudah ada sekarang (iPhone 7s dan 7s Plus) dan satu model menjadi iPhone generasi baru (iPhone 8/iPhone X).
  • iPhone 8/X akan mengusung layar OLED berukuran 5,8 inci yang hadir nyaris tanpa bingkai (bezel-less).
  • Ketiga iPhone itu akan dilengkapi fitur wireless charging.
  • iPhone 8 akan menghilangkan tombol home fisik dan membenamkan tombol home serta sensor sidik jari ke bawah lapisan layar.
  • Kamera iPhone 8 bakal menggunakan lensa ganda, seperti halnya iPhone 7 Plus.
  • iPhone 8 mungkin menggunakan teknologi pemindai wajah 3D.
  • Apple dijadwalkan merilis ketiga iPhone terbaru mulai September 2017.

AMD Siap Pamer Prosesor Ryzen dan GPU Vega di GDC 2017

Ilustrasi AMD Vega

AMD menggelar acara tahunan kedua “Capsaicin & Cream Live” dalam ajang Game Developer Conference (GDC) 2017 di San Francisco, AS, Rabu (1/3) ini.

Pada acara ini, AMD memamerkan perkembangan kartu grafis generasi terbaru, Vega, serta menjelaskan lebih rinci mengenai prosesor paling anyar mereka, AMD Ryzen. Menariknya, acara ini disiarkan secara live melalui kanal YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=ZVKDNeyfpAo.

Siaran yang berlangsung selama satu jam itu menunjukkan kepada para penggemar game PC dan pengembang di seluruh dunia sebuah preview dari kartu grafis dan teknologi prosesor terbaru AMD.

Raja Koduri (Group Senior Vice President and Chief Architect, Radeon Technologies) ikut bergabung merayakan PC gaming, teknologi masa depan, dan para pengembang yang bekerja tanpa lelah dalam mengubah imajinasi mereka menjadi game kelas AAA berikutnya.

“Ajang ini membangkitkan keajaiban dari game dan pengembang VR untuk mengubah kode mentah menjadi pengalaman menarik, mudah diingat, dan adiktif,” ucap Koduri dalam siaran persnya.

Siaran video secara real-time dari acara tersebut dapat diakses pada Radeon.com. Siaran ulang dari webcast dapat diakses beberapa jam setelah acara live di saluran YouTube AMD.

Tantang Pinterest, Mozilla Akuisisi Pocket

Ilustrasi Pocket

Mozilla telah mengakuisisi Pocket yang merupakan start-up pengembang aplikasi untuk menyimpan artikel dan konten lainnya. Pocket pun akan menjadi bagian dari proyek open-source Mozilla.

Sayangnya, Mozilla tidak mengungkapkan nilai akuisisi tersebut.

Pocket akan menjadi bagian dari upaya open source Mozilla, tetapi akan beroperasi sebagai anak perusahaan dari Mozilla Corporation. Nate Weiner (Pendiri Pocket) akan terus bertanggung jawab atas Pocket dan timnya yang terdiri dari sekitar 25 orang.

“Pocket akan menjadi portofolio terbaru Mozilla setelah browser web Firefox yang akan mempromosikan penemuan dan aksesibilitas web content berkualitas tinggi,” kata Denelle Dixon (Chief Business and Legal Officer Mozilla).

Pocket, yang sebelum ini dikenal sebagai Read It Later, memungkinkan penggunanya untuk menandai artikel, video dan konten lain untuk dibaca atau ditonton kemudian, baik pada web atau perangkat mobile.

“Pocket sangat cocok untuk menyimpan artikel offline untuk kemudian dibaca dalam pesawat atau dalam kereta atau di tempat lain ketika sinyal Internet tidak stabil,”
ujarnya seperti dikutip Recode.

Pocket juga memungkinkan Anda menandai konten dari web dan kemudian menyikronisasikan dengan segala macam perangkat, bahkan ketika perangkat itu sedang offline. Pocket juga akan memperluas kemampuan dengan memberikan rekomendasi sosial dan bahkan kemampuan browser.

Mozilla mengatakan 10 juta orang merupakan pengguna aktif Pocket.

“Pocket akan meningkatkan kualitas konten web kami,” tulis Mozilla.

Bulan Agustus lalu, Pinterest membeli saingan lama Pocket, Instapaper. Sejauh ini, Pocket telah berhasil mendapatkan pendanaan senilai USD14.5 juta atau sekitar
Rp196,4 miliar termasuk USD7 juta atau Rp93,5 miliar yang mereka dapatkan pada 2015.

MWC 2017: Lenovo Resmi Luncurkan Tab 4 dengan Harga Terjangkau

Ilustrasi Lenovo Tab 4

Lenovo meluncurkan empat varian tablet terbaru yang terbagi ke dalam dua tipe yaitu standar dan plus dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol. Tipe standar yaitu Lenovo Tab 4 8 dan Lenovo Tab 4 10. Sedangkan, tipe plus yaitu Lenovo Tab 4 8 Plus dan Lenovo Tab 4 10 Plus.

Lenovo Tab 4 8 inci dan 10 inci merupakan versi standar dan memiliki resolusi layar 1.200 x 800 pixel. Kedua tablet itu mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 425, RAM 2 GB, dan memori internal 16 GB atau 32 GB.

Kedua tablet itu juga memiliki kamera utama dengan resolusi 5 megapixel dan kamera depannya sebesar 2 megapixel seperti dikutip GSM Arena.

Sementara itu, Lenovo Tab 4 8 inci dan 10 inci versi Plus mengusung resolusi layar 1.920 x 1.200 pixel, prosesor Snapdragon 625, RAM 3 GB, dan memori internal 16 GB atau RAM 4 GB dengan ROM 64 GB. Kedua tablet itu mengusung kamera utama 8 megapixel dan kamera depannya 5 megapixel.

Tak hanya itu, Lenovo Tab 4 varian Plus mengusung USB port Type-C dan sensor sidik jari. Seluruh tablet Lenovo Tab 4 menawarkan speaker stereo Dolby Atmos, Android Nougat, model WiFi + LTE dan model WiFi only.

Selain itu, Lenovo Tab 4 juga menawarkan konten ramah anak dan parental control yang memungkinkan orang tua dapat membatasi berapa lama anak-anak dapat menggunakan tablet.

Lenovo juga menyertakan sejumlah aksesori Kid’s Pack dengan shock resistant bumper, blue-light filter, dan 3M sticker untuk melindunginya dari benturan. Ada juga Productivity Pack yang mengusung keyboard Bluetooth untuk mengubah Tab 4 10 dan 10 Plus menjadi perangkat notebook 2-in-1.

Lenovo membanderol Lenovo Tab 4 8 senilai Rp1,4 juta dan Lenovo Tab 4 10 senilai Rp2 juta. Untuk varian 8 inci dan 10 inci Plus masing-masing dilepas dengan harga Rp2,7 juta dan Rp3,4 juta.

Lenovo baru akan menjual Lenovo Tab 4 pada Mei 2017.

Sempat Terganggu Tiga Jam, Layanan Cloud AWS Sudah Pulih Kembali

Amazon Web Services (AWS) mengalami gangguan selama tiga jam pada hari Selasa (28/2) siang waktu Amerika Serikat. Gangguan pada AWS tentu saja berdampak pada banyak situs dan aplikasi yang menggunakan jasa penyedia layanan cloud terbesar di dunia itu.

Dikutip dari The Register, daftar situs dan aplikasi yang terkena dampak gangguan layanan AWS meliputi: Docker, Trello, GitHub, GitLab, Quora, Medium, Signal, Slack, Imgur, Twitch.tv, Razer, Adobe Cloud, Zendesk, Heroku, Coursera, Autodesk Cloud, Twilio, Mailchimp, Citrix, Expedia, Flipboard, Yahoo Mail, Salesforce, Xero, SiriusXM, dan Strava.

Selain itu, aplikasi smart home Nest dan situs-situs yang menaruh arsip gambar dan dokumen lainnya di Amazon S3 (Simple Storage Service, layanan cloud storage dari Amazon) juga ikut terpengaruh. Sedangkan The Verge melaporkan bahwa ironisnya, situs pemantau gangguan internet IsItDownRightNow.com juga tidak bisa diakses.

Yang paling parah, Amazon sendiri tidak dapat memperbarui status dashboard AWS yang menandakan ketersediaan (availability) layanan cloud tersebut.

Amazon belum menjelaskan secara rinci mengenai sebab-musabab gangguan itu. Namun, mereka menyebutkan bahwa sumber masalah terletak pada salah satu data center Amazon S3, yaitu US-EAST-1, yang berlokasi di Virginia Utara, AS.

Gangguan pertama kali terjadi pada pukul 09.45 pada Selasa pagi dan direspons Amazon pada pukul 10.33 yang mengakui masalah pada data center Amazon S3 di US-EAST-1. Proses pemulihan berlangsung secara bertahap dan rampung pada pukul 14.08 pada Selasa siang.

Review Smartphone