Arsip Harian: Mar 18, 2017

Kalahkan Facebook, Snapchat Jadi Aplikasi Favorit Generasi Millennial

(iStockphoto) Berlin, Germany – May 28, 2016: Apple iPhone 6s screen with social media applications Facebook, Instagram, Snapchat, Google, Youtube, Twitter, Vimeo, LinkedIn, Pinterest, Tumblr etc.

Ternyata, generasi millennial yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa lebih memilih membuka aplikasi Snapchat terlebih dahulu dibanding aplikasi media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, dan LinkedIn.

“Membuka Snapchat telah menjadi ritual bagi sebagian generasi millennial, demografi dambaan hampir semua perusahaan yang ada saat ini,” kata LendEdu seperti dikutip Digital Trends.

LendEdu, sebuah data marketplace daring untuk pembiayaan pinjaman mahasiswa, mengungkapkan sebesar 58 persen mahasiswa membuka Snapchat ketika baru bangun tidur atau pertama kalinya beraktivitas.

Sedangkan, 27 persen koresponden mahasiswa lainnya memilih Instagram, 13 persen membuka Facebook, dan hanya dua persen yang memilih membuka LinkedIn.

“Cukup mengesankan karena Snapchat memiliki 158 juta pengguna harian, jauh lebih kecil dibandingkan Facebook yang mempunyai sampai 1,8 miliar pengguna,” ujarnya.

Formula sukses Snapchat menjaring minat generasi millennial inilah yang lantas ditiru oleh Facebook dan WhatsApp dengan menanamkan fitur-fitur ala Snapchat di platform mereka.

Fitur Messenger Day di Facebook, Instagram Stories, dan WhatsApp Status terbaru sangat mirip dengan ciri khas Snapchat, yaitu memungkinkan pengguna untuk mengunggah foto dan video yang otomatis hilang dalam waktu 24 jam.

Sony Kembangkan Teknologi Transfer Daya Nirkabel Antar-Smartphone

Sony mengembangkan teknologi yang memungkinkan sebuah smartphone bisa memindahkan daya baterai kepada smartphone lainnya

Sony sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan sebuah smartphone bisa memindahkan daya baterai kepada smartphone lainnya, tetapi tanpa menggunakan kabel.

Saat ini teknologi pengisian daya smartphone baru melalui kabel ke daya listrik, perantara kabel USB, dan wireless charging.

Mekanisme yang dikembangkan Sony bisa melakukan pengisian daya dan pertukaran data di antara perangkat elektronik seperti smartphone dan komputer secara nirkabel. Teknologi Sony itu mengandalkan sistem antena khusus dan sebuah aplikasi yang memandu pengguna dalam menjalankan proses koneksi dan transfer daya wireless.

Teknologi itu juga memungkinkan pengguna untuk tidak perlu lagi repot-repot membawa power bank, seperti dikutip BGR.

Anda hanyalah perlu mencari teman yang siap menjadi pendonor daya listriknya. Kemudian, Anda bisa mendekatkan kedua perangkat smartphone tersebut untuk saling berbagi kapasitas baterai.

Tentunya, kehadiran teknologi Sony itu menghadirkan pro dan kontra di mata netizen. Netizen yang pro melihat teknologi itu bisa menjadi sarana tolong menolong dan mempertemukan beberapa pengguna perangkat elektronik untuk berinteraksi di dunia nyata.

Sedangkan yang kontra, netizen melihat teknologi itu untuk mencuri kapasitas baterai smartphone lainnya yang sedang berada di dekat dengan smartphone.

Hebatnya, bukan hanya smartphone lain yang bisa dijadikan sumber pengisian daya, melainkan juga semua perangkat elektronik, misalnya kulkas, microwave, sampai mesin cuci. Syaratnya, perangkat elektronik itu harus membenamkan teknologi nirkabel yang sama dengan smartphone yang akan diisi dayanya.

Jadi, Anda tidak perlu lagi mencolokkan smartphone ke sumber listrik untuk mengisi ulang energi karena pada dasarnya, baterai smartphone Anda akan selalu dalam kondisi terisi (charged), baik saat sedang di dapur, ruang keluarga, maupun kamar tidur.

Sedang Diservis, iPhone 6 Plus Mendadak Meledak

Sang pemilik tidak menekan bagian layar terlalu kuat, ponsel tetap meledak.

Kasus ledakan iPhone 6 Plus terjadi di Queensland, Australia. Sebuah pasangan asal Australia mengunjungi sebuah pusat reparasi iPhone di Queensland untuk memperbaiki iPhone 6 Plus yang rusak akibat keretakan pada layar dan permasalahan pada daya tahan baterai.

Teknisi yang memperbaiki iPhone 6 Plus tersebut mengungkap insiden ini terjadi setelah ia memindahkan casing Otterbox dari smartphone tersebut dan bersiap untuk memeriksa perangkat dengan lebih saksama.

Kemudian pemilik smartphone itu mengambil iPhone 6 Plus dan menekan bagian layar. Meskipun sang pemilik tidak menekan bagian layar terlalu kuat, smartphone tetap meledak. Ledakan itu membuat layar terlepas dari iPhone 6 Plus.

Ilustrasi iPhone 6 Plus yang meledak 1

Pasangan itu cukup beruntung karena mereka bisa menghindari bahaya ledakan ponsel ketika berada di tangannya, seperti dikutip Telegraph.

Akhirnya, pemilik pusat reparasi itu harus memanfaatkan pemadam api untuk meredam asap dari smartphone tersebut dan mengevakuasi pegawainya serta menutup toko mereka sepanjang hari.

Apple akan meluncurkan iPhone 8 pada pertengahan tahun ini dengan banderol USD1.000 atau Rp13 juta. Apple juga mempertimbangkan akan kembali menggunakan bahan kaca sebagai rangka iPhone 8, mengingat penggunaan bahan metal kurang kompatibel dengan teknologi pengisian daya nirkabel.

Mata-mata Rusia Dituduh Bobol dan Curi 500 Juta Akun Yahoo

Ilustrasi Mata-mata Rusia Bobol Akun Yahoo

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendakwa dua agen intelijen Rusia dan dua hacker profesional atas tuduhan meretas dan mencuri 500 juta akun Yahoo pada 2014 sekaligus menjadi yang pertama kalinya pemerintahan AS mendakwa mata-mata Rusia atas tuduhan kejahatan siber.

Sebelumnya, Badan Intelijen AS (CIA) menuduh Rusia juga terlibat dalam aksi kejahatan siber yang terjadi saat pemilihan presiden AS yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump.

Departemen Hukum AS mencatat ada 47 pelanggaran terhadap ke-4 orang itu yaitu konspirasi, penipuan, spionase ekonomi dan lain sebagainya. Dalam dakwaan tersebut, Badan Intelijen Rusia Federal Security Service (FSB) bekerja sama dengan para penjahat siber.

Dakwaan itu diresmikan di Washington pada Rabu, 15 Maret 2017, seraya menambahkan bahwa ini adalah peretasan terbesar yang dilakukan oleh Rusia sepanjang sejarah.

Departemen Kehakiman menyebut aksi mereka dilakukan untuk kegiatan intelijen dan mencari keuntungan finansial.

Ilustrasi Mata-mata Rusia Bobol Akun Yahoo 1

Dua orang agen FSB yang didakwa itu adalah Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin yang keduanya berada di Rusia. Menurut kantor berita Rusia Interfax, Dokuchaev ditangkap pada Desember lalu atas tuduhan berkhianat pada negara seperti dilansir Reuters.

Dokuchaev adalah petugas di FSB Center for Information Security atau terkenal dengan sebutan ‘Centre 18’, yang bertugas untuk menginvestigasi peretasan dan kontak penting FBI di Moskow untuk kejahatan siber.

Sementara itu hacker-nya adalah Alexsey Belan, yang masuk ke dalam daftar most wanted penjahat siber milik FBI, dan pernah ditangkap di Eropa pada Juni 2013, namun bisa kabur ke Rusia sebelum bisa diekstradisi ke AS.

Hacker lainnya adalah Karim Baratov, pria kelahiran Kazakhstan yang memegang kewarganegaraan Kanada. Menurut Kepolisian Toronto, Baratov berhasil ditangkap di Kanada pada Selasa kemarin.

“Dua petugas itu melindungi, memberi arahan, memfasilitasi, dan membayar hacker kriminal untuk mencari informasi lewat pengacauan komputer di AS dan manapun. Mereka membayar hacker Alexsey Belan dan Karim Baratov untuk melakukan serangan itu,” kata Mary McCord (Wakil Jaksa Agung AS).

McCord mengatakan para penjahat siber itu menargetkan pejabat pemerintah AS dan Rusia termasuk mereka yang bekerja untuk keamanan siber, diplomatik, dan anggota militer.

“Mereka juga menargetkan sejumlah wartawan Rusia, beberapa pekerja yang bisa ditarik keuntungan, pekerja di bidang keuangan dan perdagangan,” ujar wakil jaksa agung itu.

Yahoo sendiri sudah pernah menyebut kalau aksi peretasan terhadap jaringannya didukung oleh sebuah negara.

Aiskindo Tingkatkan Edukasi CCTV dan Perangkat Keamanan di Indonesia

Stefanus Ronald Juanto (Pendiri Aiskindo) membeberkan visi dan misi Aiskindo di Indonesia

Maraknya aksi kejahatan menggugah para pelaku industri sistem keamanan untuk berbuat membantu perusahaan atau instansi pemerintahan dalam meningkatkan layanan sistem keamanan dan teknologinya.

Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (Aiskindo) kembali menggelar sosialisasi Aiskindo sebagai wadah komunikasi di antara sesama pelaku industri sistem keamanan di Medan.

Aiskindo berdiri pada 28 Desember 2016 di Jakarta dan memiliki anggota Aiskindo sebanyak 300 perusahaan atau orang. Aiskindo memiliki visi untuk meningkatkan layanan dan teknologi sistem keamanan di Indonesia dan misinya menjadi wadah komunikasi pelaku sistem keamanan dengan lembaga dan pemerintah, menaungi inspirasi dan aspirasi anggota, dan meningkatkan profesionalisme melalui pelatihan dan standardisasi.

Stefanus Ronald Juanto (Pendiri Aiskindo) mengatakan Aiskindo ingin menjaring pelaku yang bergerak di industri, membuat event atau gathering antar anggota di seluruh Indonesia, mengadakan pelatihan dan sertifikasi baik internal maupun eksternal, dan audiensi dengan berbagai lembaga dan instansi pemerintah.

“Rasa prihatin terhadap persaingan harga di industri sistem keamanan tanpa memperhatikan layanan menjadi suatu masalah besar yang di hadapi saat ini seperti kabel yang digunakan pun untuk Closed Circuit Television (CCTV) kualitasnya rendah, harga murah tanpa ada layanan yang bagus,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu.

Aiskindo pun hadir untuk menjadi wadah dalam mengklasifikasikan dan sertifikasi tentang pemasangan sistem keamanan di level tertentu. Tujuannya untuk meningkatkan sistem keamanan mulai dari alarm, access control, dan surveillance.

Aiskindo akan berkontribusi kepada pemerintah terutama dalam pengembangan dalam system keamanan infrastruktur seperti di Pelabuhan, Bandara, Stasiun, bahkan Jalan Tol. Karena keamanan pada infrastruktur transportasi sangat kritikal untuk mencegah terorisme yang dapat mencelakai orang banyak.

Darwin Lestari Tan (Dewan Penasihat Aiskindo) mengatakan penggunaan CCTV meningkat pesat pada saat tumbuhnya teknologi Internet dan para pengguna kini dapat mengakses perangkat CCTV melalui ponsel.

“Kami sadar betapa pentingnya sistem keamanan ini untuk membantu membangun Indonesia yang aman. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa tugas mengamankan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas kita bersama. Misal memasang kamera di depan rumah. Hampir semua tingkatan criminal akhirnya terungkap dari security sistem ini,” ujarnya.

Jaket Pintar Google dan Levi’s Dijual Rp4,6 Juta

Jaket Pintar Levis

Wearable gadget tak hanya smartwatch, fitness tracker, atau kacamata pintar. Google dan Levi’s membuat konsep jaket pintar Project Jacquard yang bisa dikendalikan melalui smartphone.

Levi’s menyebut jaket pintarnya itu dengan nama Commuter Trucker. Anda akan menemukan sebuah panel sentuh tipe kapasitif di bagian lengan kiri jaket yang bisa merespons perintah berupa ketukan atau usapan di permukaanya.

Jaket Pintar Levis 2

Panel sentuh itu memiliki baterai yang dapat diisi ulang dan dapat bertahan hingga dua hari dalam sekali pengisian. Panel sentuh itu hanya bisa dipakai menjalankan aplikasi tertentu di smartphone seperti memulai atau menghentikan aplikasi musik, menjawab panggilan telepon, membaca pesan teks, dan menjalankan aplikasi Google Maps dan Calendar.

“Anda harus mengunduh aplikasi terlebih dahulu untuk menyambungkan panel dengan smartphone sekaligus memanfaatkan berbagai fitur. Untuk mengatur, ada dua ketukan di panel sentuh untuk menyalakan aplikasi musik,” kata Ivan Poupyrev (Leader of Project Jacquard di Google) seperti dikutip CIO.com.

Google pun akan mendesain jaket pintar Project Jacquard untuk bisa digunakan oleh berbagai aplikasi pihak ketiga. Sayangnya, jaket Commuter Trucker hanya bisa berfungsi pada smartphone Android.

Goole pun telah memamerkan jaket ini pada konferensi I/O tahun 2016. Rencananya, Levi’s akan menjual jaket Commuter Trucker tersebut dengan pilihan ukuran untuk pria dan wanita.

Harga Commuter Trucker dibanderol 350 dollar AS atau sekitar Rp 4,6 juta.

Review Smartphone