Berita Dompet Elektronik Makin Disukai Masyarakat untuk Lakukan Pembayaran Digital

Dompet Elektronik Makin Disukai Masyarakat untuk Lakukan Pembayaran Digital

Makin banyak masyarakat di dunia yang menyukai dan membuka diri untuk menggunakan dompet elektronik (e-wallet) dalam melakukan pembayaran digital. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil Studi Pembayaran Digital oleh Mastercard dan PRIME Research untuk tahun 2017.

Diketahui bahwa topik mengenai dompet elektronik mendominasi lebih dari 3,5 juta percakapan di media sosial tentang cara baru untuk melakukan pembayaran. Di kawasan Asia Pasifik, sebanyak 83% masyarakat membicarakan dompet elektronik secara positif, lebih tinggi daripada persentase global di 188 negara sebesar 75%, di platform seperti Twitter, Facebook, Instagram, Google+, YouTube, Vkontakte, dan Weibo.

Di samping untuk alat pembayaran, masyarakat rupanya menginginkan dompet elektronik juga bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk kartu loyalitas (loyalty cards) dan alat pembayaran untuk sistem transportasi umum.

Menyusul dompet elektronik, teknologi-teknologi mutakhir seperti artificial intelligence dan smart home assistant merupakan topik pembayaran kedua yang paling banyak diperbincangkan selama tahun 2016.

Selain itu, wearables juga banyak disebut, didorong oleh pengumuman kemitraan dari para pengembang teknologi dan penyedia layanan pembayaran. Isu mengenai integrasi dompet elektronik dan wearables turut mendorong aktifnya percakapan.

Sedangkan topik mengenai Internet of Things (IoT) paling banyak diperbincangkan di Amerika Utara dan Eropa. Percakapan tersebut menyoroti peran IoT yang berkembang menjadi Internet of Payments, di mana pembayaran dapat dilakukan di perangkat apa pun yang telah terhubung.

“Teknologi membuat janji dan potensi terhadap terwujudnya kehidupan dengan aktivitas nontunai menjadi sebuah kenyataan bagi banyak orang setiap harinya,” sebut Marcy Cohen (VP of Digital Communications, Mastercard) dalam keterangan pers.

Password Makin Ditinggalkan

Studi Mastercard juga menyoroti soal sisi keamanan dan perlindungan dalam pembayaran digital. Ternyata, hampir setengah dari masyarakat di seluruh dunia (43%) dan Asia Pasifik (45%) menyatakan minat mereka terhadap biometrik dan bentuk autentikasi lainnya untuk memberikan keamanan yang terbaik, mengurangi penipuan, dan tidak lagi menggunakan password secara manual.

Metode autentikasi pengenalan wajah (facial recognition), sidik jari (fingerprint), dan sentuhan (touch) mendorong lebih dari setengah percakapan mengenai biometrik/autentikasi. Di Asia Pasifik, ketertarikan konsumen terhadap teknologi ini, terutama di India, mendorong sentimen positif terhadap percakapan mengenai keamanan dan keselamatan.

Di sisi lain, banyak konsumen yang berminat untuk menghapus penggunaan password. Alasannya, mereka mengeluhkan sulitnya aktivitas memasukkan password dan membuat ulang password jika mereka terlupa.

Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply