Berita Studi Psikologi: Kehilangan Smartphone Sama Menakutkan dengan Ancaman Teroris

Studi Psikologi: Kehilangan Smartphone Sama Menakutkan dengan Ancaman Teroris

Ilustrasi kehilangan smartphone.

Kehilangan smartphone ternyata dianggap sebagai faktor penyebab stres yang sama tingginya dengan ancaman teroris. Setidaknya, itulah hasil studi psikologi yang dilakukan Physiological Society belum lama ini.

Lembaga psikologi asal London itu mengajukan pertanyaan kepada 2.000 orang di Inggris mengenai faktor-faktor penyebab stres berdasarkan skala 0 – 10. Skala 0 menunjukkan “Tidak menyebabkan stres sama sekali” dan 10 menunjukkan “Sangat menyebabkan stres”.

Dari hasil perhitungan, kehilangan smartphone menghasilkan skala rata-rata 5,79 atau hanya berselisih 0,05 poin lebih rendah dibandingkan ancaman teroris. Bisa disimpulkan, sebagian besar orang–dalam hal ini orang Inggris–menganggap kehilangan smartphone sama menakutkan dengan ancaman teroris.

Bahkan, faktor penundaan jadwal kereta komuter menempati posisi sedikit lebih menakutkan daripada ancaman teroris, dengan skala rata-rata 5,94.

Sedangkan untuk delapan faktor penyebab stres paling tinggi adalah kematian pasangan, saudara, atau teman; hukuman penjara; bencana banjir atau kebakaran; terkena penyakit; dipecat; bercerai; pencurian identitas; dan masalah finansial.

Hasil studi juga menemukan bahwa kaum perempuan cenderung lebih rentan terkena stres akibat faktor-faktor ini daripada laki-laki.

“Dunia modern menghadirkan faktor penyebab stres yang tidak kita bayangkan 50 tahun lalu, seperti media sosial dan smartphone,” ujar Dr. Lucy Donaldson (Ketua Komisi Kebijakan, The Physiological Society) seperti dilansir Digital Trends.

“Sayangnya, pada setiap faktor penyebab stres, perempuan dilaporkan mengalami tingkat stres yang lebih tinggi daripada laki-laki. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan perempuan,” imbuhnya.

Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply