Berita Wmotion Gunakan Microsoft Dynamics 365 untuk Kembangkan Solusi Enterprise Mobility

Wmotion Gunakan Microsoft Dynamics 365 untuk Kembangkan Solusi Enterprise Mobility

Wmotion mengembangkan aplikasi mobile bagi lima industri vertikal yang berbasis teknologi Microsoft Dynamics 365, yaitu industri kontraktor, peternakan, akademis, properti, dan kuliner.

Dalam studi New World of Work (NWoW) yang dilakukan Microsoft pada tahun 2016, sebanyak 92% pekerja di Indonesia telah memosisikan diri sebagai mobile worker. Akan tetapi, hanya 29% di antaranya yang telah merasa terfasilitasi untuk menjadi mobile worker.

Berangkat dari kenyataan tersebut, Wmotion–sebuah vertical solutions provider (VSP) dari PT Wahana Cipta Sinatria (WCS)–sejak Desember 2016 lalu mengembangkan aplikasi mobile berbasis teknologi Microsoft Dynamics 365 bagi lima industri vertikal, yaitu industri kontraktor, peternakan, akademis, properti, dan kuliner.

Hadirnya aplikasi-aplikasi mobile ini memungkinkan Dynamics 365 untuk turut digunakan oleh tim yang bekerja di area front-end (sales dan marketing) dan middle-end (field operation), bukan hanya back-end (finance, human resource, dan procurement) seperti yang selama ini terjadi.

“Produktivitas, yang didukung dengan mobilitas, merupakan kunci agar organisasi dapat menjaga daya saing mereka. Oleh karena itu, kami di Wmotion berusaha menghadirkan sebuah solusi yang dapat mendorong sistem kerja mobile organisasi,” ujar Ariyandi Chaniago (Business Lead, PT Wmotion Digitalindo Teknologi) dalam keterangan pers.

Meskipun aplikasi mobile membantu para pelaku usaha dalam menjawab kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, proses implementasi sistem baru ini bukanlah tanpa tantangan.

Salah satu tantangan terbesar dalam meyakinkan organisasi-organisasi di Indonesia untuk mulai menggunakan aplikasi mobile adalah kurangnya dukungan dari jajaran yang lebih tinggi dalam organisasi itu sendiri.

Dewan direksi dan kepemimpinan eksekutif memainkan peranan yang begitu vital dalam menetapkan kerangka transformasi digital organisasi karena mereka pembuat strategi, pengambil keputusan, dan influencer internal terkuat.

“Jika semua pihak dapat sepakat dan bersinergi, baik pelaku usaha maupun pelanggan dapat memperoleh manfaat terbaik dari transformasi digital,” sebut Ariyandi.

Dalam tiga bulan, Wmotion telah berhasil meyakinkan lima organisasi dari lima industri vertikal di Indonesia untuk melakukan transformasi digital. Respons positif sejauh ini memacu semangat Wmotion untuk menargetkan sedikitnya lima pelanggan baru per bulan yang mampu melakukan proses transformasi digital di tahun 2017.

Dalam tiga bulan, Wmotion telah berhasil meyakinkan lima organisasi dari lima industri vertikal di Indonesia untuk melakukan transformasi digital.

Bagaimana studi kasus penerapan aplikasi mobile besutan Wmotion oleh para pelanggannya? Inilah kisahnya:

  1. Project Information Management System (PIMS): Salah satu BUMN di bidang kontraktor di Indonesia telah memanfaatkan teknologi Dynamics 365 sebagai platform Enterprise Resource Planning (ERP) untuk membawa permasalahan yang terjadi di site sehingga dapat diterima secara real-time dan diselesaikan secepatnya oleh pihak terkait di kantor pusat. Dengan fasilitas Power BI yang terdapat di kantor pusat, para pengambil keputusan dapat melihat hasil analisis masalah dan menemukan solusi terbaik. Selain waktu dan biaya yang dapat dipangkas, PIMS juga memberikan perusahaan kilasan arus kas, analisis profitabilitas, serta perbandingan anggaran dengan realisasi biaya
  2. Livestock Information Management System (LIMS): Sebuah BUMN yang salah satu unit usahanya bergerak di bidang peternakan, telah memanfaatkan LIMS berbasis Dynamics XRM untuk mendapatkan dan menganalisis data ternak secara real-time. Melalui fitur yang ada dalam LIMS, pekerja cukup melakukan scan pada tag yang telah dipasangkan di setiap hewan ternak untuk mengetahui beragam info ternak, mulai silsilah peranakan ternak (usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan), mengidentifikasi pakan ternak yang sesuai, hingga cara mengantisipasi jika kesehatan hewan ternak melemah.
  3. Student Information Management System (SIMS): Wmotion memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk membangun aplikasi yang dapat membantu orang tua memantau aktivitas dan perkembangan edukasi anak. Orang tua dapat mengetahui posisi anak sejak berangkat sekolah, update prestasi, serta informasi administratif sekolah secara real-time. Siswa pun berkesempatan mendapat akses materi secara online, jadwal terbaru, serta kegiatan sekolah lainnya melalui SIMS. Saat ini uji coba SIMS akan disediakan oleh salah satu sekolah swasta di Surabaya.
  4. Real Estate Developer System (REDS): Salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia memanfaatkan aplikasi REDS, bagian dari ERP yang berperan sebagai end-to-end IT solution dalam menyediakan informasi dasar properti dan ketersediaan unit secara real-time. Walhasil, tim sales dari perusahaan pengembang properti bisa bekerja secara integratif dan terhubung dengan fungsi backend lainnya di kantor pusat, serta tidak lagi disibukkan dengan kendala administratif sehingga dapat berperan lebih proaktif dalam melayani pelanggan dan calon pembeli.
  5. Restaurant Order Taking System (ROTS): Wmotion menawarkan ROTS yang dapat memangkas proses order yang selama ini dilakukan oleh restoran. Pengunjung dapat memilih menu yang ada di device yang sudah disiapkan dan pesanan tersebut akan langsung masuk ke monitor yang ada di dapur. Proses ini akan menghemat jauh lebih banyak waktu dan tentunya menjadi keuntungan bagi pihak restoran ketika dapat melayani lonjakan pelanggan pada satu waktu.

Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply