Profil IT Leader Marcy Klevorn: Teknologi Adalah “People Business”

Marcy Klevorn: Teknologi Adalah “People Business”

Marcy Klevorn (VP & CIO, Ford).

Pernahkah Anda membayangkan apa jadinya kalau produsen mobil ternama Ford mencoba memasuki layanan cloud dan robotika?

Jawabannya ada di kepala Chief of Information Officer (CIO) sekaligus Wakil Presiden Ford, Marcy Klevorn. Wanita berusia 57 tahun ini yakin Ford akan bertahan dengan masuk ke dua sektor itu, tanpa melupakan mobil sebagai produk utamanya. “Teknologi informasi mengantar Ford kepada business values,” kata Marcy.

Keputusan Marcy tentu saja didasarkan atas pertimbangan matang, setidaknya menyadari kenyataan pahit, bahwa persaingan di industri otomotif saat ini tidaklah mudah. Ia juga memahami keruhnya pasar mobil yang disebabkan oleh kemerosotan ekonomi global sejak tahun 2000, hingga mencapai puncaknya pada 2008-2010.

Krisis industri otomotif adalah bagian dari lesunya situasi keuangan global. Krisis ini menghantam produsen mobil di Eropa dan Asia. Namun yang sangat terpukul adalah produsen Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Industri otomotif juga diperlemah oleh naiknya harga bahan bakar minyak, yang terkait dengan krisis energi 2003-2008. Hal tersebut berdampak pada turunnya angka penjualan mobil jenis SUV (sport utility vehicles) dan truk pickup yang haus bahan bakar.

Masalahnya, General Motors, Chrysler, termasuk Ford sangat sedikit membuat mobil-mobil berharga murah sekaligus hemat bahan bakar. Akhirnya Pemerintah AS menggelontorkan dana talangan (bailout) bagi beberapa perusahaan mobil AS, namun tidak untuk Ford. Ford sendiri menjatuhkan keputusannya dengan menerima dana pinjaman (loan) dari Pemerintah AS untuk memulihkan dirinya.

Bertahannya Ford dari guncangan, bagi Marcy, sesungguhnya bertumpu pada keberaniannya dalam mengubah budaya dan cara pandang perusahaan, termasuk tentu saja para karyawannya. Baginya itu yang teramat penting, bukan terobosan teknologinya.

CIO Non-Programer

Walaupun menjabat sebagai CIO sejak Januari 2015, latar belakang pendidikan Marcy bukanlah sistem informasi. Marcy lulus dari Universitas Michigan di bidang administrasi bisnis dan memulai berkiprah di perusahaan telekomunikasi AS, AT&T sebagai tenaga penjualan. Uniknya, selama bekerja di sana ia kerap bersentuhan dengan Ford. Maklumlah, Ford adalah salah satu konsumen AT&T.

Marcy sebenarnya memiliki ketertarikan amat kuat terhadap teknologi komputer. Itulah sebabnya ketika kuliah, ia mengambil kursus ilmu komputer dan meminati bidang pemrograman. Ketika bekerja di AT&T, ia juga mengikuti kursus singkat telekomunikasi selama enam bulan. Selama belajar itu, ia justru merasa bahwa bidang pemasaran kurang menantang jika dibandingkan cara mencapai solusi bisnis melalui penerapan teknologi tepat guna.

Tatkala “ditarik” oleh Ford pada tahun 1983, ia ditempatkan di divisi layanan telekomunikasi. Kemudian pada 2003-2006, Marcy bertanggung jawab menangani soal manajemen informasi data untuk kepentingan manajerial dan kepemimpinan, manajemen perputaran produk, serta divisi infrastruktur dan strategi untuk lingkup AS dan Eropa. Pada tahun 2006 itulah, Marcy berperan besar dalam perubahan infrastruktur manajemen teknologi informasi Ford.

Marcy diangkat sebagai Direktur TI Ford Eropa pada 2011. Baru pada tahun 2015, Marcy diangkat sebagai CIO menggantikan Nick Smither. Dialah CIO wanita pertama di Ford yang menakhodai lebih dari 11 ribu karyawan. Sebagai catatan, dari hasil penelitian Korn/Ferry International seperti dikutip dari Wall Street Journal, hanya ada sembilan belas persen wanita yang menduduki posisi CIO di perusahaan-perusahaan kelas wahid di AS.

Walaupun awalnya Marcy merasa agak gamang mengurusi kompleksitas teknologi informasi, namun ia cepat mempelajari situasi dan beradaptasi. Sampai akhirnya, ia memahami bahwa sesungguhnya teknologi informasi adalah ilmu tentang relasi antarmanusia, membangun kepercayaan, dan mengutamakan mencari kesepahaman, hingga berubah menjadi pencarian solusi.

Cara berpikir seperti itu ia ramu dari pengalamannya sebagai staf pemasaran di AT&T, tidak peduli apakah masalah yang dihadapi kecil atau besar.

Kolaborasi Bersama Pivotal

Langkah baru Ford ke bisnis cloud dibuktikan dengan berkolaborasi dengan Pivotal pada Juni 2016, sekaligus menyuntikkan dana segar senilai US$182,2 juta. Dengan dana sebesar itu, Marcy ditempatkan sebagai salah satu anggota Dewan Komisaris Pivotal, sekaligus menginisiasi pendirian laboratorium penelitian baru di AS, seperti di Dearborn, Detroit, dan Ann Arbot, termasuk di luar negeri seperti di Inggris.

Pivotal sendiri adalah perusahaan asal AS yang didirikan oleh Paul Maritz dan kawan-kawan. Pivotal mengembangkan CloudFoundry, sebuah peranti lunak platform as a service (PaaS) open source yang menyediakan layanan cloud, developer framework, dan layanan aplikasi.

Pivotal yang berdiri pada tahun 1990-an mengembangkan metodologi baru yang turut memengaruhi budaya pengembangan peranti lunak bagi perusahaan seperti Google, Twitter, dan eBay. Pivotal mengklaim “mengubah arah” kebijakan perusahaan-perusahaan besar dunia untuk bermigrasi ke teknologi cloud, seperti Allstate, Comcast, Humana, Mercedes-Benz, General Electric, Lockheed-Martin, Bakrie Telecom, dan Ford.

Di BMW misalnya, Pivotal dibayar untuk membuat analisis big data dengan tujuan menghasilkan prediksi tentang rentang waktu perawatan mobil produksi perusahaan mobil asal Jerman itu. Berkat Pivotal pula, Mercedes-Benz berhasil mengembangkan aplikasi yang bisa saling menghubungkan antarmobil kelas mewah buatan perusahaan itu.

Aplikasi Cerdas FordPass

Kepada www.cio.com, Marcy mengatakan, di Ford ia sedang membangun bimodal of information technology. Ini merupakan sebuah konsep yang menangani dua model distribusi teknologi informasi yang terpisah. Satu model berfokus pada stabilitas dan satu model lagi berfokus pada kelincahan (agility).

Salah satu penerapan konkret Ford dalam memberikan nilai tambah pada perusahaan adalah dengan merilis FordPass. Ini merupakan sebuah aplikasi mobile, yang tersedia di Android dan iOS, bagi pengguna mobil buatan Ford dan non-Ford.

Diluncurkan pada April 2016, dengan berkolaborasi bersama Pivotal, FordPass memungkinkan pengguna mobil melihat peta tempat parkir yang tersedia, lengkap dengan informasi tarif, sistem reservasi, dan pembayaran otomatis. Kemudian, dari jarak jauh, pengguna dapat menghidupkan, mematikan, atau mengunci mobil. Aplikasi ini juga menyediakan fitur car-sharing. Tujuannya, meminjamkan mobil Anda kepada pengguna lain. Ya, mirip seperti Grab dan Uber saat ini.

Ilustrasi robot Ford.

Selain di Pivotal, Ford juga berinvestasi dalam pengembangan teknologi robotika, seperti iRobot Ava 500, yang terlihat dalam satu adegan wawancara dalam film Snowden (2016). Robot ini difungsikan khusus untuk melakukan komunikasi jarak jauh secara audio visual. Ketika diperintah dari jarak jauh, robot akan bergerak menemui orang yang ingin diajak berbincang.

Misalnya, Anda adalah seorang manajer yang sedang berada di luar kota, tetapi Anda perlu “bertemu” dengan karyawan Anda yang sedang berada di kantin kantor. Setelah Anda memilih lokasi kantin yang dimaksud pada ponsel Anda, robot akan menghampiri karyawan yang dimaksud dan menampilkan wajah Anda di layar monitor.

Di benak Marcy, versi iRobot Ava berikutnya akan memegang peranan penting untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experiences) dan para calon pembeli mobil Ford. Kelak Anda dapat melihat mobil keluaran terbaru Ford di dealer secara langsung dari rumah dengan mengendalikan iRobot. Atau lebih hebat lagi, secara virtual Anda bisa menyaksikan proses pembuatan mobil itu di pabriknya, layaknya Anda berjalan-jalan langsung di sana.

Marcy Klevorn membuktikan kepada dunia bahwa meskipun memiliki latar belakang ilmu nonteknis, ia berhasil menyuntikkan teknologi di Ford. Bagi Marcy, kunci pemberdayaan teknologi informasi perusahaan adalah melakukan komunikasi secara mendalam dengan para karyawan divisi TI. Tujuannya, mengetahui secara pasti bahwa memang merekalah orang dengan kompetensi untuk menjalankan tugas-tugasnya.

Marcy menyebut itu sebagai tindakan komunikasi yang intensif, sambil menyimpulkan bahwa TI sejatinya adalah sebuah people business.

Video demo kolaborasi antara Ford Robot dan DJ Yoda:

Comments

comments

NO COMMENTS

Leave a Reply