Arsip Bulanan: April 2017

HOOQ Luncurkan Lima Film Asia Produksi Orisinil

Layanan Video on Demand terbesar di Asia Tenggara HOOQ akan melipatgandakan konten Asia dengan memproduksi konten orisinil di Asia. HOOQ akan mengumumkan lima film orisinil terbaru yang akan menambah daftar film Asia yang tersedia lengkap di HOOQ.

Kelima film itu diproduksi di seluruh Asia dan akan diumumkan saat acara APOS minggu ini. Film itu akan terdiri dari 3 film dan 5 episode pertama serta 2 serial beberapa episode. Film-film itu juga mencakup beberapa genre seperti percintaan, komedi dan drama.

Peter Bithos (Chief Executive Officer HOOQ) mengatakan kelima film itu akan memenuhi permintaan Anda akan tayangan drama, percintaan dan komedi. HOOQ akan terus berusaha keras untuk berkembang dan menjaga komitmen untuk menghadirkan konten yang unik dan menarik.

“Kami mendapatkan permintaan yang tinggi untuk memproduksi film-film Asia berkualitas berdasarkan perspektif orang Asia. Kami berusaha untuk memuaskan pelanggan dengan produksi orisinil HOOQ ini,” katanya dalam siaran persnya, Minggu.

Kelima produksi orisinil tersebut diawali dengan film orisinil pertama HOOQ yaitu On The Job. Episode perdananya akan dirilis sebagai film berdurasi penuh dan dilanjutkan sebagai serial 5 episode dalam Season 1. Film berdurasi penuh ini akan dirilis pada Agustus 2017 dan diikuti dengan episode season 1 selanjutnya enam minggu kemudian.

Kemudian ada juga film T Party, Marlina Si Pembunuh dalam Empak Babak, Sweet 20

Cara Berlangganan HOOQ. Pelanggan cukup mengunduh aplikasi HOOQ dari Apple Store atau Google Play, daftar atau masuk, untuk mengakses koleksi konten terbaik Hollywood dan Asia dari HOOQ.

Hacker Gunakan Bug untuk Retas Microsoft Word

Ilustrasi MS Word dengan Bug

Hacker berhasil menanamkan sebuah bug di Microsoft Word selama sebulan. Sebelum, akhirnya Microsoft memperbaikinya.

Bug itu memungkinkan hacker mengontrol sebuah komputer hanya melalui sebuah file dokumen yang sudah memiliki malware.

Pengamat keamanan Ryan Hanson (Optiv) menemukan masalah itu pada Juli 2016 seperti dikutip BBC.

Microsoft harus memperingkatkan pelanggannya untuk mengganti pengaturan MS Word sehingga bisa menutupi celah keamanannya. Selain itu, Microsoft juga harus mengeluarkan peringatan untuk konsumennya.

Para hacker sukses memanfaatkan kesempatan untuk meretas Windows ketika Microsoft sibuk menutup celahnya.

Maret lalu, perusahaan keamanan FireEye memperingatkan software keuangan Microsoft telah terserang bug. McAfee menemukan kasus yang sama pada Windows

Proofpoint menemukan celah keamanan yang dilakukan oleh scammer untuk mendistribusikan malware Dridex yang akan menyerang komputer pengguna sebelum membuka akun banknya.

Scammers itu berhasil ditangkap ketika sedang menginfeksi komputer pengguna dengan malware. “Idealnya, setiap ada celah langsung diperbaiki,” kata Graham Cluley (Pengamat Keamanan).

“Ada tantangan besar karena perusahaan ingin menutupi celah keamanan softwarenya,” pungkasnya.

Inilah 5 Pabrikan Smartphone Terbesar Dunia, Siapakah Juaranya?

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Lembaga riset International Data Corporation (IDC) kembali melaporkan data pengapalan smartphone global pada kuartal pertama 2017.

Pada kuartal pertama tahun ini, para vendor smartphone di seluruh dunia mengirimkan smartphone sebanyak 347 juta unit dan tumbuh 4,3 persen. Padahal, IDC hanya memprediksi pengiriman smartphone akan tumbuh 3,6 persen.

“Hasil kuartal pertama membuktikan bahwa industri smartphone belum mati dan masih terus tumbuh,” kata Ryan Reith (Program Vice President ID Worldwide Quarterly Mobile Device Trackers) seperti dikutip Venture Beat.

Reith mengatakan pengiriman smartphone mengalami penurunan pada tahun lalu. Untungnya, kondisi itu tidak berlanjut dan mengalami peningkatan pada awal tahun ini. IDC lantas yakin pengapalan smartphone global akan terus meningkat pada tahun ini.

Salah satu faktor penguatan permintaan smartphone yaitu peluncurkan Galaxy S8 dan P10.

“Peluncuran Huawei P10 dan Samsung dengan Galaxy S8 menunjukkan inovasi di pasar ini. Apalagi, pelanggan menunggu ke menunggu kehadiran ponsel iPhone terbaru yang konon membawa banyak perubahan dari dua generasi sebelumnya.

Pengiriman smartphone di seluruh dunia tampaknya mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal ini terungkap dalam laporan riset terbaru oleh IDC.

Pada kuartal pertama 2017, Samsung berhasil mempertahankan tahtanya sebagai produsen dengan pengiriman smartphone terbanyak.

Menurut IDC, Samsung memegang pangsa pasar sebanyak 22,8 persen, dibanding pangsa pasarnya 23,8 persen di periode yang sama tahun lalu. Namun, pangsa pasar Samsung saat ini turun 1 persen karena smartphone yang dikirimkan tidak mengalami peningkatan dari tahun lalu, masih di angka 79,2 juta unit.

Sedangkan, Apple memiliki market share 14,9 persen pada kuartal pertama 2017 dari 15,4 persen market share kuartal pertama tahun lalu. Kemudian, Huawei berada di posisi tiga dengan market share sebanyak 9,8 persen dari 8,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.

IDC mencatat pertumbuhan pengiriman kuartal pertama tahun ini sebagian besar didorong oleh pabrikan smartphone asal Tiongkok termasuk Huawei, Oppo dan Vivo, yang masing-masing melampaui pertumbuhan pasar secara keseluruhan.

Pangsa pasar Oppo dan Vivo mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Masing-masing market share dua vendor yang berada di bawah naungan BBK Electronics tersebut, adalah 7,4 persen dan 5,2 persen.

IBM dan ABB Kembangkan Teknologi AI dan IoT

IBM Watson

ABB menggandeng International Business Machines (IBM) untuk mengembangkan teknologi digital dan internet of things (IoT). ABB akan mengombinasikan data digital seperti machine learning dan keahlian IBM dalam kecerdasan buatan seperti software data analitik Watson.

Kedua perusahaan itu akan bekerjasama mengembangkan dan menjual sebuah produk terbaru.

“Duet maut ini akan membawa industri teknologi ke level yang baru dan melewati sistem konektivitas saat ini. Penggunaan machine learning dapat menganalisa dan mengoptimalisasi,” kata Ulrich Spiesshofer (Chief Executive ABB) seperti dilansir Reuters.

Misal, dalam inspeksi mesin secara manual, ABB dan IBM akan memanfaatkan kecerdasan buatan Watson untuk menemukan kelemahan yang ada di dalam data dan menganalisanya menggunakan IBM Watson.

ABB telah mengidentifikasikan teknologi digital yang memungkinkan mesin berhubungan dengan pusat kontrol untuk meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan waktu. Saat ini 55 persen penjualan produk ABB sudah Digital.

ABB juga menggande Microsoft tahun lalu dan menggulirkan produk digital untuk konsumer yaitu robot, mobil listrik, energi terbarukan dan kelautan. ABB juga menggandeng Cicso untuk memasarakan produk-produknya.

Tangkis Berita Palsu, Facebook Lakukan Cara ini

Facebook akan memberlakukan “operasi informasi” untuk menangani aktor jahat yang menggunakan platformnya untuk menyebarkan berita dan propaganda palsu. Facebook pun menambahkan teknologi baru yang dapat mencari dan mendeteksi akun penyebar berita hoax.

Saat ini Facebook berjuang melawan penyebaran berita politik termasuk grup palsu, konten kekerasan dan rasis.

Kini sistem keamanan Facebook juga dapat melindungi penggunanya dari bentuk penyalahgunaan konten yang halus dan berbahaya seperti penyebaran informasi yang tidak akurat.

Facebook juga akan meningkatkan sistem keamanannya terhadap peretasan data dan berita palsu. Sebelumnya Facebook sukses menghapus 30 ribu akun palsu di Perancis sejak 13 April.

“Kami tahu ada beberapa grup dan individu yang mencoba menyalahgunakan Facebook dan menyebarkan informasi palsu atau memanipulasi hasil diskusi. Karena itu, kami memberikan percakapan yang asli, tetap terbuka menerima informasi dan menggandeng beberapa komunitas,” kata Alex Stamos (Chief Security Officer Facebook) seperti dikutip CNBC.

Facebook juga akan menambahkan fitur keamanan dan privasi termasuk menghadirkan dua cara otentikasi untuk mencegah peretas mendapatkan informasi berharga. Fitur itu juga memberikan notifikasi kepada pengguna bahwa mereka sedang diincar oleh peretas dan memberikan rekomendasi langkah apa yang pengguna harus lakukan.

Tentunya, Facebook juga akan menggandeng pemerintah untuk memberikan edukasi kepada individu yang menduduki jabatan penting dan rentan diserang hacker.

“Facebook adalah tempat orang untuk bisa berkomunikasi termasuk topik-topik politik,” ujarnya.

Sosial media telah menjadi alat untuk menyebarkan propaganda palsu seperti pemuatan artikel yang tidak benar dengan akun palsu. Pengguna kata berita palsu merujuk kepada artike yang tidak akurat berdasarkan opini, rumor pelecehan dan penyalahgunaan pernyataan publik.

Malaysia Ancam Penjarakan Admin Grup WhatsApp yang Sebar Hoax

Pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas terhadap penyebaran berita palsu. Malaysia akan memenjarakan admin grup WhatsApp, jika gagal menghentikan dan menyebarkan berita palsu.

Johari Gilani (Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia) mengatakan admin grup WhatsApp bisa masuk penjara berdasarkan Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998. Berdasarkan aturan itu, sejumlah tindakan seperti menyebarkan berita palsu, memfitnah, penipuan, dan mengungkap informasi rahasia merupakan tindakan pidana.

“Jika admin WhatsApp itu terlibat secara langsung menyebarkan dan membiarkan berita palsu, dia akan dihukum. Apalagi, jika mengancam keamanan nasional,” katanya seperti dikutip CNET.

Karena itu, Johari menekankan para admin WhatsApp sebagai penjaga pintu grup untuk menyaring berita maupun informasi yang akan disebarkan kepada para anggotanya walaupun yang menyebarkan berita hoax adalah anggotanya.

Mohd Yusof Abdul Rahman (Wakil Presiden Asosiasi Konsumen Malaysia) mengatakan penetapan hukuman terhadap admin sebuah grup WhatsApp harus segera dilaksanakan karena berita palsu menimbulkan keresahan masyarakat dan mengancam keamanan nasional.

“Di India, aturan yang sama juga telah diterapkan,” ujar Yusof.

Yusof pun menyarankan agar tidak menghukum berat admin grup WhatsApp malah diberi teguran terlebih dulu secara tegas.

Polisi Akan Pasang Teknologi Pengenal Wajah di Final Liga Champions 2017

Principality Stadium, stadion perhelatan final Liga Champion 2017

Kepolisian Wales, Inggris berencana menggunakan teknologi pengenal wajah pada final Liga Champion di Cardiff pada 3 Juni.

Polisi akan memindai wajah penonton atau penggemar yang datang di Principality Stadium dan stasiun besar kereta api Cardiff.

Kepolisian pun bisa mencocokan sekitar 500,000 foto yang tersimpan di server kepolisian setempat. Kepolisian South Wales mengonfirmasi penggunaan teknologi itu terbilang unik dan baru pertama kalinya.

Sekitar 70,000 penggemar sepak bola akan memenuhi stadion dan pemerintah kota harus mempersiapkan diri karena ada sekitar 100,000 orang yang mengunjungi Cardiff dalam sehari.

Rencananya, alat pengenal wajah itu akan dipasang di sekitar Principality Stadium and stasiun besar kereta api Cardiff pada hari final Liga Champion (UCL). Meskipun, media lokal BBC paham kepolisian setempat akan memasang alat itu di beberapa lokasi.

Nilai kontrak pengadaan alat pemindai wajah itu senilai £177,000 atau sekitar Rp3 miliaran dan Kepolisian South Wales telah mendapatkan kucuran dana itu dari Home Office.

“Final UCL di Cardiff akan memberikan kami kesempatan unik untuk menguji coba konsep teknologi ini di dalam kehidupan sehari-sehari sekaligus membuktikan manfaat teknologi ini untuk kepolisian,” kata Kepolisian setempat seperti dikutip BBC.

Pada 2015, Polisi di Leicestershire juga menggunakan alat pengenal wajah untuk pengunjung yang datang ke festival musik Download. Hal itu mendapatkan penolakan dari advokasi swasta.

“Rencana pemasangan teknologi pengenal wajah pada final UCL sangat mengkhawatirkan karena tidak hanya di sekitar stadion tetapi juga stasiun dan pusat kota,” kata Paul Bernal (Dosen University of East Anglia).

Bernal pun mempertanyakan apa yang akan polisi lakukan terhadap kumpulan data foto yang terkumpul setelah pertandingan final UCL tersebut.

“Sangat mengkhawatirkan. Jika kita pindah ke situasi dimana setiap data biometri telah tersimpan. Kita membutuhkan pengawasan terhadap data-data tersebut,” pungkasnya.

Serangan Ransomware Meningkat 50 Persen, Paling Banyak Mengincar?

Ilustrasi ransomware.

Serangan ransomware meningkat 50 persen di seluruh dunia pada tahun ini. Sebanyak 51 persen malware yang menyebabkan insiden tersebut, berdasarkan laporan tahunan Verizon.

Laporan itu menganalisa 2,000 kasus pembobolan oleh maling siber. Laporan itu juga mengungkapkan para hacker mengincar perusahaan setelah perusahaan itu melakukan pembayaran.

Marc Spitler (Senior Manager Peneliti Keamanan Verizon) mengatakan Verizon sudah memprediksi kasus malware akan merajalela karena banyak grup hacker yang menggunakan cara sama dalam melancarkan aksinya.

Ransomware adalah bagaimana cara mereka mendapatkan uang dari satu perangkat yang diretasnya,” katanya seperti dikutip BBC.

Sebuah laporan terpisah dari perusahaan keamanan Symantec mengungkapkan jumlah tebusan yang harus dibayarkan korban meningkat $1,077 atau sekitar Rp15 jutaan.

Spitler mengatakan ada dua pola serangan ransomware. Ketika menyerang pelanggan, tipe serangan ransomware bersifat langsung. Namun, ketika menyerang pengusaha, serangan ransomware bersifat halus dan tersembunyi.

Hacker harus masuk ke dalam sistem infrastruktur perusahaan terlebih dahulu untuk mencari kunci database. Setelah itu, baru mereka memberikan uang tebusan,” pungkasnya.

Serangan ransomware pada umumnya, para hacker akan menyelipkan malware pada email korban atau perusahaan.

Darren Thomson (Kepala Teknologi Symantec di Eropa) mengatakan satu dari 131 surat elektronik terjangkit ancaman siber.

“Biasanya, serangan itu berasal dari dokumen Word dan Excel. Anda pun akan mendapatkan dokumen yang banyak dalam sehari,” ujarnya.

Verizon melihat terjadi pergeseran target serangan siber dengan 61 persen korban adalah perusahaan yang memiliki jumlah karyawan di bawah 1,000 orang. Berita bagusnya, beberapa industri yang pernah menjadi korban kini sudah melek dan meningkatkan sistem keamanan digitalnya.

 

Sempat Molor, Apple Store Pertama di Asia Tenggara akan Dibuka Bulan Depan

Apple Store 1

Kabar ini akan membuat penggemar Apple berbahagia karena Apple Store pertama di Asia Tenggara akan buka di Singapura pada Mei 2017, berdasarkan sumber CNBC. Saat ini Apple masih merahasiakan peresmian Apple Store tersebut.

Dua tahun lalu, pembangunan Apple Store itu bocor ketika Pure Fitness mengirimkan email kepada kliennya yang menyisakan lahan mall di Orchard Road.

Pembangunan Apple Store itu pun tidak berjalan mulus karena terbentur dengan permasalahan kontruksi dengan pemerintah Singapura. Peresmiannya pun terus molor yang tadinya akan diresmikan pada 31 Oktober 2016, mundur pada 30 Januari tahun ini hingga bulan depan.

Keterlambatan peresmian Apple Store itu juga disebakan Kementerian Tenaga Kerja Singapura yang meminta kontraktor Legend Interiors untuk menghentikan pembangunannya. Hal itu disebabkan permasalahan lalu lintas, bangunan, pemasangan listrik dan lift.

Apple Store 2

Selain itu Legend Interiors yang memiliki klien Dolce & Gabbana, Christian Dior, Marriott, Credit Suisse, and Cathay Pacific tidak nyaman menjawab pertanyaan tentang Apple Store.

Apple bungkam jika terkait produk, proyek dan mitranya. Pekerja DP Architects PTE juga menolak konfirmasi CNBC. Sumber CNBC mengataka permasalahan dengan hotel Grand Royal Orchard Singapore hotel yang mempermasalahkan urusan logistik dan ijin konstruksi.

“Saya pikir semuanya legal dan semua masalah telah selesai. Apple Store akan dibuka Mei bulan depan,” kata seorang manajer toko ritel kepada CNBC.

Elaine Heng (Assistant Director of Marketing Communications Hotel Group) bungkam terkait isu tersebut.

“Apple biasanya sangat rahasia terkait produknya. Jadi, saya juga tidak terkejut ketika Apple bungkam tentang pembangunan dan penambahan toko ritelnya,” kata Bryan Ma (Vice President IDC Asia Pacific).

Apple Store 3

Ma mengatakan Apple wajib hadir di pasar Asia Tenggara untuk meningkatkan penjualan produk dan pemasarannya.

“Ada banyak alasan, Apple Stores banyak menarik pengunjung dan memungkinkan pengunjung merasakan dan memegang produk Apple. Singapura banyak menarik turis dan sangat penting Apple untuk membuka Apple Storenya disini,” pungkasnya.

Katrina Tran (Kepala Komunikasi untuk Asia Tenggara dan India) menolak mengomentari permasalah dan keterlambatan peresmia Apple Store.

“Semua (pembangunan Apple Store) berjalan sesuai rencana. Apple tidak pernah memberikan tanggal peluncurannya,” ujarnya seperti dikutip CNBC.

“Wasit” Video Akan Hadir di Piala Dunia 2018

Penggunaan teknologi VAR dalam sebuah pertandingan olahraga

Presiden FIFA Gianni Infantino mengonfirmasi FIFA akan menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada Piala Dunia 2018 di Rusia. VAR akan membantu wasit dan mengawasai permainan yang berkaitan dengan gol, kartu merah, kesalahan mengenali pemain, dan keputusan penalti.

“Kami akan menggunakan wasit video karena kami selalu menerima tanggapan positif sejauh ini,” kata Gianni Infantino seperti dikutip Pocket-Lint.

Sebelumnya, FIFA telah menggunakan teknologi video di Piala Dunia Antarklub di Jepang pada Desember tahun lalu untuk pertama kalinya.

Teknologi itu juga digunakan untuk memperbaiki dua keputusan saat Spanyol mengalahkan Prancis dalam pertandingan persahabatan bulan lalu dan pertandingan persahabatan Perancis melawan Italia pada September 2016.

Sistem itu juga telah diuji di beberapa liga domestik seperti A-League Australia yang menjadi kompetisi tingkat nasional yang menggunakan teknologi itu pada awal bulan ini.

Rencananya, Liga Premier Inggris juga akan menggunakan teknologi VAR pada Agustus mendatang. FA pun akan mengujicoba teknologi itu dalam Piala FA pada Januari 2018 dan babak pertama Piala EFL.

Banyak pihak yang menginginkan “wasit” video karena kelemahan wasit dalam memutuskan hasil pertandingan. Apalagi, setelah klub raksasa Jerman Bayern Munich disingkirkan Real Madrid di babak perempat final Liga Champions dengan agregat 6-3.

Pada pertandingan leg kedua di Stadion Santiago Bernabeu, Bayern Munich kebobolan oleh dua gol offside Cristiano Ronaldo.

Carlo Ancelotti (Pelatih Bayern Munich) mengatakan teknologi video harus segera diterapkan karena timnya dirugikan oleh kesalahan wasit di pertandingan tersebut.

Teknologi video telah lama diterapkan di olahraga lain, seperti basket di Amerika Serikat. Di sana wasit bisa memantau dari rekaman tayangan ulang sebelum membuat keputusan krusial yang bisa mengubah jalannya pertandingan.

Review Smartphone