Arsip Harian: Apr 3, 2017

Kini, Username di Twitter Tak Lagi Dihitung dalam Batas 140 Karakter

Ilustrasi perubahan kebijakan batas 140 karakter di Twitter.

Twitter kembali memperbarui kebijakan pembatasan karakter dalam sebuah tweet. Kali ini, Twitter mengeluarkan @username (nama akun) dari perhitungan jumlah maksimal 140 karakter pada satu tweet apabila tweet itu ditujukan untuk membalas (reply) akun lain.

Perubahan kebijakan ini dimaksudkan agar para pengguna Twitter dapat berekspresi dan bercakap-cakap dengan pengguna lainnya secara lebih mudah dan leluasa. Sebelumnya, Twitter telah mengeluarkan alamat tautan (link), foto, dan video dari perhitungan batas 140 karakter.

Dengan pembaruan ini, percakapan di Twitter akan terlihat lebih sederhana karena @username dari tweet yang dibalas akan ditampilkan di bagian atas tweet, tidak lagi di dalam tweet tersebut, agar pengguna memiliki murni 140 karakter.

Dalam kondisi membalas tweet yang menyertakan beberapa @username sekaligus, pengguna dapat menekan tombol reply untuk melihat dan mengontrol siapa saja yang dapat tergabung dalam percakapan.

Sedangkan saat membaca sebuah percakapan di Twitter, pengguna akan dapat melihat balasan dari pengguna lain dengan lebih jelas, daripada melihat @username di awal sebuah tweet. Harapannya, pengguna Twitter lebih mudah untuk mengikuti sebuah percakapan sehingga mereka dapat lebih fokus terhadap topik yang sedang dibicarakan.

Sasank Reddy (Product Manager, Twitter) menyatakan, “Pembaruan yang kami lakukan adalah berdasarkan masukan dari pengguna serta riset dan eksperimen yang kami lakukan. Dalam beberapa tes yang kami lakukan untuk pembaruan ini; kami melihat bahwa pengguna menjadi lebih mudah bergabung dalam berbagai percakapan yang ada di Twitter.”

Pembaruan ini akan segera diimplementasikan untuk semua pengguna di Twitter versi web sekaligus aplikasi iOS dan Android. Pengguna harus lebih dulu memperbarui aplikasi Twitter mereka untuk dapat merasakan pembaruan ini.

GATES Indonesia ICT Reseller Summit 2017 Akan Beri Penghargaan Vendor Terbaik

GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017.

GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017 yang akan dilaksanakan di Bali, 2 – 4 Mei 2017. tidak hanya akan menyajikan sarana konferensi dan menjalin kerja sama antara penyedia solusi TI global dan mitra-mitra lokal, tetapi juga menggelar malam penghargaan terhadap vendor-vendor terbaik dan berprestasi di Indonesia.

Melalui anugerah ICT Industry Excellence Awards 2017, para vendor TI terbaik bakal dipilih secara langsung dengan mekanisme live voting oleh seluruh channel peserta konferensi yang hadir dalam malam penghargaan.

Pemilihan dilakukan terhadap daftar unggulan/nomine yang disusun oleh dewan juri VIP yang terdiri dari beberapa pemimpin retailer dan distributor TI papan atas di tanah air, ditambah pakar independen dari media massa dan lembaga penelitian.

Ada 11 kategori penghargaan umum yang diperebutkan dalam GATES ICT Industry Excellence Awards 2017, yaitu:

  1. Computing Vendor of the Year
  2. Tablets Vendor of the Year
  3. Smartphone Vendor of the Year
  4. PC & Mobile Accessories Vendor of the Year
  5. Imaging Vendor of the Year
  6. Storage Vendor of the Year
  7. Printing Vendor of the Year
  8. Display Vendor of the Year
  9. Home Networking Vendor of the Year
  10. Software Vendor of the Year
  11. Acoustics Vendor of the Year

serta empat kategori penghargaan khusus, meliputi:

  1. Most Innovative Vendor of the Year
  2. Hardware Startup Vendor of the Year
  3. Marketing Excellence Vendor of the Year
  4. Overall Outstanding Vendor Performance Vendor of the Year

“ICT Industry Excellence Awards sangat bergengsi karena para pemenang dipilih langsung oleh para channel, retailer, dan distributor yang berada di garda terdepan bisnis TI di Indonesia,” kata Ashish Kapahi (CEO, GATES APAC).

“Pemenang dipilih berdasarkan kinerja channel yang paling istimewa. Belum tentu vendor dengan merek terkenal atau anggaran pemasaran terbesar yang menang. Yang paling penting adalah strategi dan eksekusi channel yang cerdas serta kemitraan yang saling menguntungkan dengan para mitra,” lanjut Kapahi.

Sebagai informasi, GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017 untuk pertama kalinya akan dilaksanakan di Grand Mirage Resort & Thalasso, Bali, pada tanggal 2 – 4 Mei 2017.

Acara ini digelar oleh GATES, event organizer asal Singapura dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri teknologi, yang bermaksud mempertemukan vendor-vendor teknologi internasional dengan para pemain TI lokal di Indonesia yang bergerak di bidang distribusi, pemasaran, dan retail.

GATES telah mengundang sekitar 200 distributor, reseller, dan retailer lokal terpilih untuk menghadiri GATES Indonesia ICT Reseller Channel Summit 2017. Beberapa program yang dijadwalkan selama acara tersebut antara lain pertemuan “empat mata” antara vendor dan partner, penyampaian keynote inspiratif, serta pemaparan market insight, strategi bisnis, dan studi kasus.

Acara ini didukung oleh AiTI (Asosiasi Industri Teknologi Informasi) Indonesia yang mewakili para pengusaha lokal di bidang TI, InfoKomputer sebagai media partner resmi dan SPIRE Research & Consulting sebagai research partner.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ Microsoft Edition Tawarkan Cortana dan Bixby sekaligus

Samsung Galaxy S8 Microsoft Edition

Microsoft menggandeng Samsung untuk meluncurkan Galaxy S8 dan S8+ Microsoft Edition. Uniknya, Galaxy S8 dan S8+ Microsoft Edition memiliki dua asisten digital berbasis kecerdasan buatan (AI) sekaligus yaitu Microsoft Cortana dan Samsung Bixby.

Jadi, Galaxy S8 edisi spesial itu hadir dengan kustomisasi aplikasi bawaan Microsoft seperti aplikasi produktivitas Microsoft Office Suite, OneDrive, Outlook, Skype, dan MSN News.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ edisi khusus memastikan pengalaman pengguna Microsoft lebih optimal ketika menggunakan perangkat mobile, terutama peningkatkan produktivitas dengan menggunakan aplikasi Microsoft, seperti Office, OneDrive, Cortana, dan Outlook.

Namun, aplikasi-aplikasi Microsoft itu tidak dibundel dalam bentuk pre-install atau langsung tersedia di perangkat. Aplikasi buatan Microsoft itu baru bisa diunduh saat pengguna menyalakan smartphone Samsung Galaxy S8 atau S8+ edisi khusus dan terhubung ke WiFi.

Pengguna pun sudah bisa memesan Samsung Galaxy S8 dan S8+ edisi Microsoft mulai dari sekarang di toko resmi Microsoft di Amerika Serikat (AS) seperti dikutip Tech Crunch.

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Dari segi spesifikasi Samsung Galaxy S8 dan S8+ edisi Microsoft benar-benar serupa dengan edisi orisinal. Galaxy S8 dan S8+ mengusung “infinity display” Super AMOLED berukuran 5,8 inci dan resolusi 2.960 x 1.440 pixel. Sedangkan Galaxy S8+ mengusung layar lebih besar 6,2 inci dengan jenis layar dan resolusi yang sama.

Soal “otak” pemrosesan, kedua smartphone flagship itu mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4 GB, dan memori penyimpanan internal 64 GB. Keduanya sama-sama menjalankan sistem operasi Android 7.0 “Nougat”, kamera utama 12 megapixel dan kamera depan 8 megapixel.

Di Indonesia, pelanggan mulai bisa Galaxy S8 dan S8+ melalui sesi pre-order pada 8-18 April 2017 dan pemesan baru akan menerima produknya pada 5 Mei 2017.

Galaxy S8 sendiri bakal ditawarkan di angka Rp 10,5 juta, sementara Galaxy S8+ dibanderol di harga Rp 12 juta. Belum diketahui apakah akan ada perbedaan harga dengan Galaxy S8 dan S8+ versi Microsoft.

Tenang! Samsung Jamin Pasokan Galaxy S8 dan S8+ Tidak Molor

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Peminat Samsung Galaxy S8 dan S8+ sangat tinggi di seluruh dunia. Samsung Electronics pun menjamin produki, persediaan stok dan rantai pasokan yang aman dan tepat waktu untuk pengiriman kedua smartphone flagship itu kepada pemesannya.

Samsung pun tidak menginginkan penjualan Galaxy S8 dan S8+ Plus mengalami kegagalan seperti Galaxy Note 7 yang tersandung kasus recall produk.

DJ Koh (Head of Mobile Business Samsung Electronics) mengatakan Samsung berjanji tidak akan ada isu suplai Galaxy S8 dan S8+. Pelanggan pun akan mendapatkan kedua smartphone flagship itu sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Samsung.

“Kami sudah menyiapkan suplai tanpa hambatan, tidak akan ada isu penundaan suplai. Semuanya, aman!,” kata Koh seperti dikutip GSM Arena.

Untuk pemesanan awal, Samsung akan memproduksi sekitar 20 juta unit Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus sekaligus bersiap menghadapi kendala untuk mematahkan rekor penjualan Galaxy S7 dan S7 Edge pada tahun lalu.

Bocoran pilihan warna Samsung Galaxy S8. [Kredit: Evan Blass]
Ben Wood (Veteran Analis Industri Smartphone dari CCS) mengatakan Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus adalah harapan baru Samsung untuk meningkatkan angka penjualan dan memulihkan nama baik perusahaan setelah insiden Galaxy Note 7.

“Galaxy S8 adalah smartphone paling penting untuk Samsung dalam satu dekade ini. Setiap aspeknya akan selalu disorot, menyusul penarikan Note 7,” ucapnya.

Pernyataan DJ Koh itu mematahkan isu yang beredar sebelumnya bahwa jadwal pemasaran kedua smartphone flagship itu akan mundur lantaran Qualcomm sangat lambat dalam memproduksi dan mengirimkan chipset snapdragon 835 yang membuat pasokan Galaxy S8 dan S8+ bermasalah.

Setali tiga uang dengan Qualcomm, divisi Samsung yang memasok processor Exynos 8895 juga mengalami kendala dalam memenuhi order chipset tepat pada waktunya.

“Qualcomm kewalahan memenuhi jadwal produksi pesanan chipset Samsung dan akan menimbulkan masalah dalam sebuah rantai produksi,” kata sumber internal seperti dikutip The Verge.

Ilustrasi Samsung Galaxy S8 1

Vebbyna Kaunang (Marketing Director IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia) mengatakan Galaxy S8 akan dijual seharga Rp10,5 juta di Indonesia dan Galaxy S8+ dibanderol Rp12 juta, lebih mahal dibandingkan duo flagship sebelumnya, Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge, yang dijual Rp9 juta dan Rp10,5 juta.

“Tapi kapasitas memorinya lebih besar (dibanding Galaxy S7 dan S7 Edge) yaitu 64 GB sehingga pengguna bisa menyimpan lebih banyak data di Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus,” kata Vebbyna.

Samsung Electronics Indonesia langsung mengonfirmasi ketersediaan Galaxy S8 dan Galaxy S8+ di Indonesia yang akan masuk April 2017. “Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus mulai bisa dipesan melalui sesi pre-order pada 8-18 April 2017. Dan pemesan akan menerima produk pada 5 Mei 2017,” ujarnya.

Penemu dan Bos Oculus VR Angkat Kaki dari Facebook

“Awalnya saya mengira sudah ada perangkat VR di luar sana yang memenuhi impian saya” Palmer Luckey, penemu Oculus Rift.

Di dunia headset virtual reality (VR), nama Luckey Palmer merupakan sosok yang berpengaruh karena sukses memperkenalkan dan menjual headset VR Oculus Rift ke pasar.

Hingga akhirnya, Facebook pun mengakuisisi Oculus sebagai anak perusahaannya. Luckey bisa dianggap sebagai wajah dari industri VR, menyusul industri VR tumbuh dengan pesat setelah Rift hadir di pasar pada 2002.

Palmer Luckey (Pendiri Oculus dan Pencipta Headet VR Oculus Rift) memutuskan untuk meninggalkan perusahaan. Facebook mengatakan Luckey telah berjasa besar terhadap modernisasi dan revolusi industri virtual reality (VR) sekaligus menciptakan dan membesarkan Oculus.

“Kami berterima kasih untuk semua yang Palmer lakukan. Kami merindukannya dan mengharapkan yang terbaik untuknya,” katanya seperti dikutip The Verge.

Setelah hengkang dari posisinya, Facebook belum mengumumkan sosok yang akan menggantikannya. Sayangnya, Facebook tidak mengonfirmasi apakah dia meninggalkan perusahaan atas keinginannya sendiri.

Pria kelahiran 1992 itu menuai kontroversial setelah menyumbangkan dana kepada kelompok grup Internet troll yang mendukung Donald Trump. Sejak itu, Palmer jarang muncul di hadapan publik walaupun ia ikut serta membela Oculus di pengadilan ketikan dituntut oleh ZeniMax. Di persidangan, ZeniMax menang dan mendapatkan US$ 50 juta atau setara Rp 666,6 miliar.

Belum lama ini, salah satu pendiri Oculus yang lain, Brendan Iribe mengatakan bahwa Luckey masih bekerja secara aktif.

Hadir Bulan ini, Xiaomi Mi6 Usung Kamera 30 MP

Bocoran desain Xiaomi Mi6 Plus

Semua penggemar Xiaomi di seluruh dunia sedang menanti-nanti kelahiran smartphone flagship Xiaomi Mi6 pada tahun ini. Untungnya, Lei Jun (CEO Xiaomi) mengungkapkan Xiaomi akan meluncurkan Xiaomi Mi6 dan Mi6 Plus pada bulan ini.

“Bulan ini (April),” kata Lei Jun singkat kepada Mi Fans dalam acara live streaming tanya jawab bersama Mi Fans seperti dikutip dari laman Mydrives.

Menurut isu yang beredar, Xiaomi akan meluncurkan Mi6 pada 11 April 2017. Sekadar informasi, Mi6 akan hadir dalam dua versi yaitu Mi6 dan Mi 6 Plus.

Xiaomi Mi6 akan mengusung layar 5,15 inci dengan resolusi Full HD, prosesor Snapdragon 835 dengan kecepatan 2,45 GHz dan RAM 4 GB serta tiga pilihan kapasitas memori internal 32GB, 64GB dan 128GB. Untuk kapasitas baterainya, Xiaomi Mi6 mengusung baterai berkapasitas 3.200 mAh.

Kemudian, Mi6 Plus akan mengusung layar 5,7 inci dengan resolusi Full HD, Snapdragon 835 dengan RAM 6GB. Desain Xiaomi Mi6 Plus pun mengusung desain bezeless seperti Mi Mix. Untuk kapasitas baterainya, Xiaomi Mi6 Plus mengusung baterai berkapasitas 4.500mAh.

Rumornya, kedua smartphone itu akan mengusung kamera utama dengan resolusi 30 megapixel. Padahal, Sony saja menggunakan sensor kamera 24 megapixel pada lineup Z5.

Rumor lainnya, Xiaomi Mi6 dan Mi6 Plus akan mengusung kamera ganda dengan sensor 2X15 megapixel dengan fitur OIS dan LED Flash.

Selain itu, bodi smartphone itu tampak menarik dan keren serta mengkilap dengan tampilan yang cukup mempesona. Rencananya, Xiaomi Mi6 dijual mulai dari US$ 299 atau sekitar Rp4 jutaan.

Kompas Gramedia Jadi Perusahaan Media Indonesia dengan Jaringan Situs Mobile Terpopuler

Sebagian jaringan media elektronik dan digital yang dimiliki Kompas Gramedia.

Kompas Gramedia berhasil menjadi perusahaan media lokal dengan jaringan situs mobile yang terpopuler dan paling banyak dikunjungi oleh pengguna mobile internet di Indonesia.

Hal ini didasarkan pada hasil riset comScore yang mengukur lalu lintas internet di Indonesia secara lintas platform, baik desktop maupun mobile–mencakup situs dan aplikasi, sepanjang bulan Januari 2017.

Berdasarkan data dari MMX Multi-Platform, comScore melaporkan bahwa keseluruhan Populasi Digital di Indonesia mencapai 63,6 juta pengunjung/viewer unik pada Januari 2017. Sebanyak 21,2 juta pengunjung unik berasal dari desktop dan 51,7 juta pengunjung unik datang dari mobile. Selain itu, 14,8 persen dari populasi tersebut mengakses internet baik dari desktop maupun mobile.

comScore kemudian mengungkapkan bahwa ada tiga properti situs mobile tertinggi di Indonesia yang menjangkau lebih dari setengah dari keseluruhan jumlah audiens.

Situs mobile yang paling banyak dikunjungi di Indonesia adalah Google Sites dengan 35,5 juta pengunjung unik, setara dengan 87,7 persen populasi keseluruhan. Facebook menyusul dengan 26,0 juta pengguna. Sedangkan Kompas Gramedia duduk di posisi ketiga dengan 21,6 juta pengunjung sehingga menjadi jaringan situs Berita/Informasi tertinggi untuk pengguna perangkat mobile, di atas jaringan KLN (KapanLagi Network) dan Trans Media (Trans Corp).

Daftar situs mobile terpopuler di Indonesia, Januari 2017, versi comScore.

Sementara itu, pada pengukuran aplikasi mobile terpopuler di Indonesia, Google Play berada di urutan pertama  dengan 44,3 juta pengguna, mencapai 96,0 persen dari populasi pengguna aplikasi mobile. WhatsApp menyusul dengan 35,8 juta pengguna, di mana setiap pengguna rata-rata menghabiskan 475,0 menit. YouTube berada di urutan ketiga dengan 35,6 juta pengguna.

Facebook, LINE, dan WhatsApp merupakan aplikasi dengan interaksi pengguna tertinggi jika dilihat dari segi rata-rata waktu yang dihabiskan (dalam menit) per pengguna.

Daftar aplikasi mobile terpopuler di Indonesia, Januari 2017, versi comScore.

Pengukuran Mobile comScore

Bersamaan dengan penerbitan laporan tersebut, comScore juga mengumumkan peluncuran MMX Multi-Platform serta upgrade besar terhadap Mobile Metrix di Indonesia dengan memperkenalkan data dari panel konsumen mobile yang baru diluncurkan.

Dengan diperkenalkannya data panel mobile di Android, comScore memperluas cakupan pengukuran audiens mobile di Indonesia sehingga memungkinkan pelaporan kunjungan, keterlibatan, dan demografi audiens yang lebih mumpuni, termasuk segmen baru untuk usia dan gender. Perkembangan ini menyusul ditunjuknya comScore sebagai Mitra Pengukuran Audiens Online di Indonesia oleh Indonesian Digital Measurement Consortium (IDMC) dan Bekraf .

MMX Multi-Platform dan Mobile Metrix comScore menggabungkan data dari panel konsumen desktop dan mobile dengan data dari jaringan sensus comScore. Pendekatan unik ini memberikan pengukuran berbasis individu yang tidak terduplikasi untuk mengukur keseluruhan jangkauan digital.

Lebih lanjut lagi, pengukuran comScore kian berkembang untuk mengakomodasi perubahan perilaku konsumen dan teknologi baru, termasuk kemampuan mengukur dan mengatribusi traffic dari aplikasi dan distributor konten pihak ketiga, seperti Facebook Instant Articles dan Google Play Newsstand, untuk memastikan bahwa penerbit dapat mengukur audiens digital mereka di berbagai perangkat.

“Perkembangan ini merupakan sejarah baru bagi pengukuran audiens di Indonesia dan kami akan memberikan lebih banyak data dan wawasan yang sangat diperlukan oleh media buyer dan pengguna untuk mengoptimalkan strategi digital mereka serta dapat memahami lansekap periklanan kompetitif dengan lebih baik,” ujar Joe Nguyen (Senior Vice President, comScore untuk wilayah Asia Pasifik).

Tips Sukses Main Saham dari Jawara ISTC 2016

Para pemenang kompetisi Indosat Ooredoo Stock Trading Contest (ISTC) 2016.

Saham adalah instrumen dan investasi bisnis yang sangat menggiurkan. Jika Anda jeli, Anda bisa untung. Sebaliknya, jika Anda ceroboh, Anda bisa buntung.

Juara satu Indosat Ooredoo Stock Trading Contest (ISTC) 2016 kategori pelajar Firdaus Sahrul Anggara mengatakan prospek investasi saham di Indonesia sangat besar karena orang yang berinvestasi di pasar modal masih sangat sedikit.

[BACA: Inilah Daftar Pemenang ISTC 2016]

“Jangan takut main saham karena investor lokal yang main masih sedikit. Jadi, peluangnya besar,” katanya dalam ajang penyerahan penghargaan ISTC 2016 di Jakarta, Senin (3/4). BEI mengungkapkan hanya 529 ribu orang Indonesia yang ikut berpartisipasi di pasar modal dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta.

Firdaus pun memberikan sejumlah tips bagi Anda dan para investor pemula yang ingin bermain saham.

Pertama, Anda harus melihat jejak rekam keuangan perusahaan dan potensi bisnisnya di masa depan sehingga Anda tidak sembarangan dan kecewa berinvestasi.

“Anda harus melihat prospek perusahaan itu sendiri. Fundamental bisnisnya dan laporan keuangannya seperti apa. Kalau potensi bagus di masa depan, Anda bisa menanamkan saham di sana,” ujarnya.

Kedua, perhatikan technical moving-nya. Bagaimana pergerakan dan pola saham perusahaan tersebut sehingga Anda bisa mengetahui kapan menanamkan saham dan kapan harus menariknya.

Bagaimana dengan potensi saham industri telekomunikasi di Indonesia seperti Indosat Ooredoo. Firdaus melihat prospek investasi saham di industri telekomunikasi sangat bagus, menyusul 10 tahun lagi dunia digital memegang kendali pasar karena banyak orang dan industri yang menggunakannya.

“Laba bersih Indosat Ooredoo naik tahun lalu dan itu berarti prospeknya bagus. Jadi prospek saham telekomunikasi tidak usah diragukan. Saham Indosat prospeknya sangat bagus,” pungkasnya.

Menumbuhkan Minat Masyarakat

Alexander Rusli (President Director & CEO, Indosat Ooredoo) mengatakan Indosat Ooredoo memahami minat masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi di bursa saham terbilang masih cukup minim. BEI mengungkapkan hanya 529 ribu orang Indonesia yang ikut berpartisipasi di pasar modal.

Alexander Rusli (President Director & CEO, Indosat Ooredoo).

“Jumlah peserta ISTC 2016 sebanyak 10 ribu masih kecil, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Meskipun, kami senang jumlah peserta ISTC tahun ini sebanyak 10 ribu peserta, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 8 ribu peserta. Artinya, ada peningkatan generasi muda yang ingin terjun ke pasar modal,” katanya di Jakarta, Rabu (3/4).

Alexander mengatakan Indosat Ooredoo ingin menumbuhkan minat masyarakat Indonesia terutama generasi muda agar dapat berpartisipaso di dalam pasar bursa saham Indonesia dengan memaksimalkan manfaat dari dunia digital.

“Indosat Ooredoo ingin menanamkan kepada generasi muda bahwa pasar modal itu menjadi salah satu roda penggerak ekonomi Indonesia. Dengan menjadi investor yang aktif di pasar modal, mereka secara tidak langsung membantu perekonomian negara,” ujarnya.

“Program ISTC merupakan salah satu program yang bisa mwujudkan Indonesia sebagai salah satu negara ekonomi terbesar di Asia,” pungkasnya.

Dibeli Grab, Apa Saja Daya Tarik Kudo?

Kantor Kudo di bilangan Radio Dalam, Jakarta.

Grab telah resmi mengumumkan akuisisi terhadap Kudo, startup lokal yang bergerak di bidang e-commerce enabler. Pengumuman ini sekaligus mengonfirmasi rumor yang telah mengemuka sejak Februari lalu.

Ada dua faktor yang bisa menjadi alasan kuat Kudo dilirik Grab.

Pertama, model bisnis Kudo yang menarik. Alih-alih bermain di pasar e-commerce retail atau marketplace yang sudah ramai, Kudo memilih peran selaku e-commerce enabler atau penghubung antara situs belanja online dan konsumen di kota-kota kecil atau bahkan pedesaan yang belum terjamah internet dan rekening bank. Kudo pun mengklaim sebagai pionir bisnis O2O (online-to-oflline) di Indonesia.

Untuk membantu menjual produk-produk belanja online kepada para konsumen, Kudo merekrut agen-agen yang bertugas sebagai fasilitator. Nantinya, konsumen yang ingin belanja online tapi tidak punya akses internet atau rekening bank, bisa memesan barang lewat agen dan membayar secara tunai setelah barang diterima.

[BACA: Mahasiswa Singapura Berguru Teknologi di Kantor Kudo]

Dari model bisnis itu, Grab bisa memanfaatkan para mitra pengemudinya sebagai agen Kudo sehingga memberi nilai tambah pada layanan Grab. Grab juga dapat menawari konsumen Kudo untuk membuat akun GrabPay sebagai alternatif metode pembayaran nontunai. Selain itu, Grab dan Kudo berencana untuk meningkatkan layanan finansial yang ditawarkan Kudo, seperti layanan asuransi dan pinjaman bagi konsumen.

Sebagai informasi, jaringan agen Kudo sudah mencakup lebih dari 400.000 agen terdaftar dan tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Kantor Kudo di Jakarta.

Kedua, Kudo dikenal mempekerjakan karyawan dan karyawati dengan bakat besar serta rajin meng-update teknologi mutakhir, contohnya machine learning dan microservice. Kedua pendirinya pun memiliki pengalaman kerja di perusahaan global, yaitu Albert Lucius yang pernah bekerja sebagai analis Goldman Sachs dan product engineer di Apple serta Agung Nugroho yang berpengalaman menjadi konsultan di Boston Consulting Group.

Bukan tidak mungkin Grab tertarik merekrut talenta-talenta itu untuk menjadi engineer di pusat R&D-nya di Jakarta, sebagai bagian dari master plan “Grab 4 Indonesia” 2020 yang diumumkan belum lama ini.

Melalui master plan ini, Grab berkomitmen untuk menanamkan investasi sebesar US$700 juta (sekitar Rp9,3 triliun) untuk mengembangkan ekonomi digital di Indonesia melalui dukungan terhadap inovasi teknologi, technopreneurship di bidang teknologi mobile dan keuangan, serta peningkatan akses masyarakat terhadap pembayaran mobile dan peluang pembiayaan.

Grab Resmi Akuisisi Kudo untuk Perbesar Bisnis Pembayaran Nontunai GrabPay

Anthony Tan (CEO, Grab) dan Albert Lucius (CEO, Kudo) mengumumkan kesepakatan akuisisi Grab terhadap Kudo, startup e-commerce enabler asal Indonesia.

Grab resmi mengumumkan akuisisi terhadap Kudo, startup lokal yang bergerak di bidang e-commerce enabler. Pengumuman ini sekaligus mengonfirmasi rumor yang telah mengemuka sejak Februari lalu.

Grab tidak mengungkapkan besaran nilai pembelian Kudo, tetapi Reuters mengestimasi transaksi senilai lebih dari US$100 juta (sekitar Rp1,3 triliun).

Dalam keterangan persnya, Grab menyatakan bahwa setelah proses akuisisi rampung, seluruh tim dan platform Kudo akan terintegrasi secara penuh ke dalam ekosistem pembayaran nontunai GrabPay. Hal ini menunjukkan bukti komitmen Grab dalam membesarkan jangkauan GrabPay di Indonesia, seperti dipaparkan dalam master plan “Grab 4 Indonesia” beberapa waktu lalu.

[BACA: Tiga Hal Ini yang Akan Dilakukan Grab di Indonesia dengan Investasi Rp9,3 Triliun]

Sebagai informasi, Kudo merupakan platform online-to-offline (O2O) yang memungkinkan konsumen Indonesia berbelanja online tanpa perlu memiliki rekening bank. Hal ini dilakukan dengan cara menghubungkan para konsumen dengan pedagang dan penyedia jasa online melalui jaringan agen Kudo yang jumlahnya lebih dari 400.000 agen terdaftar dan tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Keunggulan jangkauan GrabPay di kota-kota besar akan diperkuat dengan jangkauan luas Kudo di kota-kota kecil di seluruh Indonesia. Grab berencana untuk mendukung dan meningkatkan ekspansi jaringan agen Kudo di seluruh Indonesia serta memanfaatkan jangkauan Kudo untuk meningkatkan jumlah penumpang, mitra pengemudi, dan pengguna GrabPay di platform Grab.

Grab dan Kudo juga berencana untuk mengembangkan peluang dalam rangka meningkatkan layanan finansial yang ditawarkan Kudo, seperti layanan asuransi dan pinjaman bagi konsumen.

Kesamaan Visi

“Kudo telah merevolusi cara konsumen Indonesia membayar barang dan jasa dan kami menyambut baik kehadiran Kudo sebagai bagian dari keluarga Grab,” kata Ming Maa (President, Grab).

“Penggabungan solusi inovatif serta jaringan agen Kudo dengan basis pengguna GrabPay yang besar akan mendukung misi kami untuk menghadirkan solusi pembayaran nontunai yang nyaman serta membuka peluang baru dalam meningkatkan pembelanjaan online di Indonesia,” lanjut Maa.

“Grab memiliki visi yang sama dengan kami yaitu menciptakan solusi pembayaran bagi masyarakat yang belum memiliki akses layanan perbankan agar mereka dapat menikmati layanan e-commerce. Kami bersemangat untuk memulai babak baru dalam perjalanan kami sebagai bagian dari tim Grab,” ujar Albert Lucius (CEO, Kudo).

Kudo didirikan pada Juli 2014 oleh Albert Lucius, sebelumnya bekerja sebagai analis Goldman Sachs dan product engineer di Apple, bersama dengan Agung Nugroho, sebelumnya bekerja sebagai konsultan di Boston Consulting Group.

Sebelum diakuisisi Grab, Kudo pernah meraup dua seri pendanaan dari EMTEK, East Ventures, GREE Ventures, Singapore Press Holdings, IMJ Investment Partners, 500 Durians, Beenext, dan SkyStar. Kantor mereka terletak di bilangan Radio Dalam, Jakarta, dan dinamai Kudoplex.

Review Smartphone