Arsip Harian: Apr 5, 2017

Laptop Dell Inspiron 15 Gaming Tawarkan Desain Agresif dan Teknologi Canggih

Martin Wibisono, Consumer Country Director, Dell Indonesia, Catherine Lian, Managing Director, Indonesia, Dell EMC dan William Hartoyo, Product Marketing Manager, Dell Indonesia (ki-ka) memperkenalkan Dell Inspiron 15 Gaming Terbaru

Dell Indonesia memperkenalkan laptop Dell Inspiron 15 Gaming yang menyasar para penggemar game di Indonesia. Laptop itu mengusung komponen dan desain agresif, sistem operasi Windows 10, prosesor Intel quad core dan discrete graphics tangguh, serta baterai berdaya tahan lama.

“Popularitas game PC saat ini berada di rekor tertinggi dengan angka penjualan hardware global diprediksi tembus US$ 35 miliar pada akhir 2018,” kata Catherine Lian (Managing Director, Indonesia, Dell EMC) dalam siaran persnya.

Laptop Inspiron 15 Gaming terbaru memiliki sistem ventilasi khusus di sisi depan dan belakang. Kemudian, ada sistem pertukaran panas (heat exchanger) berkapasitas besar yang menghubungkan pipa berukuran besar ke dua kipas pendingin dengan baling-baling yang bekerja efisien. Laptop itu dikombinasikan dengan CPU mobile quad-core dengan memori super cepat GDDR5 4 GB.

“Desain ini memberikan pengalaman bermain game maksimal dengan tingkat frame-per-second. Laptop itu juga mengusung baterai terintegrasi 74 WHr 6 cell yang mampu menjalankan game favorit atau menjalankan aplikasi produktif tanpa hambatan hingga sekitar 8 jam 39 menit,” ujarnya.

Laptop Inspiron 15 Gaming baru ini menghadirkan pengalaman front-of-screen terbaik dengan layar Truelife Ultra HD (resolusi 4K) atau Full-HD anti-glare untuk menikmati pengalaman bermain game di layar sentuh (opsional) dengan detil yang sangat jernih dan luar biasa.

Dell pun memasang speaker dengan subwoofer onboard dan Waves MaxxAudio Pro yang menghadirkan pengalaman audio kaya dan maksimal. Sedangkan, pilihan keyboard backlit memungkinkan para pengguna untuk bermain game di malam hari.

Laptop Dell Inspiron 15 Gaming didukung dengan layanan Dell Premium Support. Layanan Dell Premium Support meliputi akses layanan pelanggan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu melalui telepon atau online, layanan perbaikan di tempat (onsite) setelah dilakukan diagnosis jarak jauh (remote) dalam 1 – 2 hari kerja, pusat informasi satu pintu untuk dukungan ahli hardware dan software, serta penyelesaian permasalahan secara proaktif yang otomatis dideteksi oleh teknologi SupportAssist.

Laptop gaming Dell Inspiron 15 telah tersedia di Indonesia dengan harga mulai Rp12.599.000.

Tak Terpengaruh Insiden Note 7, Erajaya “Pede” Galaxy S8 Bakal Sukses di Indonesia

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Banyak pengamat dan penggemar Samsung di seluruh dunia, bahkan Indonesia, yang menaruh beban ekspektasi besar di pundak Galaxy S8 dan Galaxy S8+, menyusul kebijakan Samsung Electronics Global yang menarik kembali (recall) peredaran Galaxy Note 7 dari pasar lantaran isu baterai.

Salah satu distributor smartphone terbesar di Indonesia, Erajaya, tetap optimistis penjualan Samsung Galaxy S8 dan S8+ akan menuai kesuksesan di Indonesia, walaupun Samsung Indonesia pernah memberhentikan penjualan Galaxy Note 7 di Indonesia.

“Saya yakin peminat Galaxy S8 sangat besar di Indonesia karena Samsung telah memiliki basis penggemar atau pelanggannya sendiri,” kata Hasan Aula (CEO Erajaya) di Jakarta, Rabu (5/4).

Aulia melihat Samsung telah belajar dari pengalaman bahwa insiden yang menimpa Galaxy Note 7 tidak akan menimpa smartphone flagship-nya Galaxy S8 dan smartphone Samsung lainnya.

“Samsung telah melakukan yang terbaik supaya kasus Galaxy Note 7 tidak terulang, terlebih menimpa Galaxy S8,” ujarnya.

Ilustrasi Layar Galaxy S8

Aulia mengatakan saat ini Samsung dan Erajaya belum membuka keran pemesanan Galaxy S8 dan S8+ di toko-toko retail Erafone di seluruh Indonesia karena Samsung baru meluncurkan Galaxy S8 dan S8+ di pasar global.

“Saat ini belum ada pemesanan (Galaxy S8). Namun, kami akan terus memberikan kampanye dan promo yang menarik baik di situs Erafone dan sosial medianya,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Lee Kang Hyun (Vice President Samsung Indonesia) dalam ajang Indonesia Technology Forum di Balai Kartini. “Sampai sekarang banyak yang tidak menukar Galaxy Note 7 karena bagus. Apalagi, Galaxy S8 akan lebih bagus. Jadi ditunggu ya,” ucapnya

Layar Infinity Display.

Vebbyna Kaunang (Marketing Director IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia) mengatakan Galaxy S8 akan dijual seharga Rp10,5 juta di Indonesia dan Galaxy S8+ dibanderol Rp12 juta, lebih mahal dibandingkan duo flagship sebelumnya, Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge, yang dijual Rp9 juta dan Rp10,5 juta.

“Tapi kapasitas memorinya lebih besar (dibanding Galaxy S7 dan S7 Edge) yaitu 64 GB sehingga pengguna bisa menyimpan lebih banyak data di Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus,” kata Vebbyna.

Samsung Electronics Indonesia langsung mengonfirmasi ketersediaan Galaxy S8 dan Galaxy S8+ di Indonesia yang akan masuk pada April 2017.

“Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus mulai bisa dipesan melalui sesi pre-order pada 8 – 18 April 2017. Dan pemesan akan menerima produk pada 5 Mei 2017,” ujarnya.

Schneider Electric Andalkan Solusi Berbasis IoT untuk Dorong Efisiensi Energi Lintas Industri

Xavier Denoly (Country President, Schneider Electric Indonesia) memperkenalkan solusi EcoStruxure di acara Innovation Summit 2017 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (5/4).

Salah satu komponen pengeluaran terbesar bagi pemilik bisnis adalah konsumsi energi atau daya listrik. Padahal, seiring pertumbuhan bisnis dan ekonomi, kebutuhan terhadap energi terus bertambah. Bahkan, dalam 40 tahun ke depan, konsumsi energi global diperkirakan bakal meningkat hingga 150 persen. Tentunya, jika harus memenuhi kebutuhan energi, anggaran akan membengkak.

Di sisi lain, suplai energi masih terbatas. Di Indonesia, misalnya, sumber energi utama masih dimonopoli oleh PLN. Saat ini pun mereka cukup kewalahan memasok listrik, tidak hanya bagi pelaku industri, tetapi juga masyarakat. Selain itu, konsumsi energi yang berlebihan juga akan berdampak buruk bagi lingkungan, khususnya terkait isu pemanasan global.

Mempertimbangkan kedua kondisi itu, pemilik bisnis dihadapkan dengan tantangan baru, yaitu menerapkan strategi untuk efisiensi pemakaian energi sembari tetap menjaga ketersediaan sumber daya dan keandalan kinerja.

“Kita harus mendorong konsumsi energi menjadi tiga kali lebih efisien [daripada saat ini],” kata Xavier Denoly (Country President, Schneider Electric Indonesia) dalam acara Schneider Electric Innovation Summit 2017 di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (5/4).

“Sejak tahun 2007, sudah lebih dari 450 ribu sistem EcoStruxure terpasang di seluruh dunia dengan bantuan 9.000 system integrator. Cakupannya mulai dari sisi mobility, cloud, sensing, analytics, sampai cybersecurity,” ungkap Xavier.

Komposisi pelanggan Schneider Electric pun terdiri dari beragam sektor industri. Porsi terbesar—sekitar 45 persen—memang masih berasal dari sektor bangunan (building), meliputi perumahan, pusat perbelanjaan, hotel, dan rumah sakit. Sedangkan pelanggan lainnya datang dari sektor industrial, infrastruktur, serta data center dan penyedia jaringan.

“Seluruh sektor industri ini memerlukan manajemen energi yang kompleks dan cerdas untuk mewujudkan bangunan yang efisien,” imbuh Xavier.

Industrial Internet of Things (IIoT)

Lantas, apa yang dimaksud dengan platform IoT yang menjadi basis EcoStruxure?

Xavier memaparkan bahwa EcoStruxure terdiri dari tiga lapis solusi, yaitu connected products, edge control, dan apps, analytics, and services. Intinya, ketiga lapisan itu menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak dan saling terhubung melalui jaringan internet.

Untuk membedakan perangkat IoT yang digunakan di industri dengan perangkat IoT komersial yang menyasar konsumen, IoT pada sektor ini kerap disebut Industrial Internet of Things (IIoT).

Varian arsitektur EcoStruxure dari Schneider Electric.

Produk-produk kelistrikan Schneider Electric sudah dilengkapi sensor dan program yang antara lain mampu memantau tingkat pemakaian energi, memprediksi kemungkinan terjadinya masalah, dan memberi peringatan sebelum masalah terjadi. Hasilnya, teknisi dapat mengawasi kinerja aset-aset perusahaan secara real-time dan melakukan perawatan ataupun penanganan untuk mencegah downtime atau kerusakan.

Secara garis besar, nilai tambah yang ditawarkan solusi EcoStruxure bagi pelanggan adalah memaksimalkan efisiensi energi yang berkelanjutan, menngoptimalkan ketersediaan dan kinerja aset perusahaan, mewujudkan operasional yang cerdas, produktif, dan menguntungkan, serta mengantisipasi risiko secara proaktif dengan dukungan aplikasi mobile.

“Kami menawarkan enam varian arsitektur EcoStruxure untuk melayani empat pasar utama: building, data center, industry, dan grid. Keenam arsitektur itu adalah EcoStruxure Building, Power, Datacenter, Machine, Plant, dan Grid,” ujar Xavier.

Di dunia, solusi EcoStruxure sudah digunakan oleh perusahaan-perusahaan seperti Capgemini, Hilton, Deloitte, Nestle, dan Pepsico. Sedangkan di Indonesia, pelanggan EcoStruxure antara lain Rumah Sakit Indriati di Solo dan PLN untuk Jakarta Zero Downtime Project dengan pilot project di kawasan Mega Kuningan dan SCBD.

Meski Telat Masuk, Ini 3 Daya Tarik Xiaomi “Made in Indonesia”

Ilustrasi Xiaomi Redmi Note 4

Xiaomi memang telat masuk pasar Indonesia, menyusul banyak penggemar Xiaomi atau Mi Fans yang membeli Xiaomi dari distributor tidak resmi.

Apalagi, Xiaomi harus menghadapi sejumlah pabrikan yang meluncurkan smartphone dengan banderol yang terjangkau atau sekitar Rp2 jutaan ke bawah. Lantas, bagaimanakah strategi Erajaya sebagai distributor resmi Xiaomi di Indonesia dalam kompetisi yang ketat ini?

Hasan Aula (CEO Erajaya) mengatakan bahwa Erajaya optimistis lini smartphone Xiaomi mampu bersaing dengan smartphone kompetitornya di Indonesia dan smartphone Xiaomi yang datang tanpa melalui distributor resmi.

[BACA: Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi Note 4 dan Redmi 4X di Indonesia]

“Saya tidak bisa berbicara angka penjualannya, tetapi respons penjualan Xiaomi Redmi 4A sangat sukses di pasar,” katanya di Jakarta, Rabu (5/4).

Sebelumnya, Erajaya telah menjual Xiaomi Redmi 4A rakitan lokal di Indonesia. Hari ini, Xiaomi resmi menambah dua varian smartphone yang dirakit di Indonesia, yaitu Xiaomi Redmi 4X dan Xiaomi Redmi Note 4.

Tiga Keunggulan Xiaomi Lokal

Hasan menjelaskan keunggulan smartphone Xiaomi rakitan lokal adalah pertama, Erajaya memberikan garansi yang resmi dan pelanggan tidak perlu khawatir jika smartphone-nya rusak.

“Dari dulu banyak orang yang ingin beli Xiaomi tetapi belum resmi. Kini Xiaomi masuk Indonesia dengan jalur yang resmi. Dengan jalur resmi, pelanggan akan mendapatkan garansi resmi dan menciptakan rasa aman di mata pelanggan,” ujarnya.

Kedua, smartphone Xiaomi menawarkan spesifikasi yang mumpuni dengan harga yang ramah di kantong. “Xiaomi jelas punya spesifikasi yang canggih dan murah. Terbukti, penjualan Xiaomi Redmi 4A laris di pasar,” tuturnya.

Ketiga, Xiaomi rakitan lokal menggunakan komponen lokal (TKDN) sebesar 20 persen dan Xiaomi akan terus meningkatkan tingkat komponen lokalnya menjadi 30 persen pada akhir tahun ini.

I Gusti Putu Suryawirawan (Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian), H.E. Xie Feng (Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia), Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia), Wang Xiang (Senior Vice President Xiaomi), Tjahya Widayanti (Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan), dan Hasan Aula (CEO PT Erajaya Swasembada Tbk) meresmikan Xiaomi “Kami Buatan Indonesia” di Jakarta (10/2).

Tentunya, keputusan Xiaomi yang merakit produknya di Indonesia dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia melalui pemasukan sektor pajak dan penyerapan tenaga kerja. Saat ini PT Sat Nusapersada merakit smartphone Xiaomi di Batam.

“Tingkat komponen lokalnya akan meningkat 30 persen pada tahun ini. Dan, masih ada lagi smartphone Xiaomi rakitan Indonesia yang akan hadir pada tahun ini,” pungkas Hasan.

Redmi Note 4 dan Redmi 4X

Di Indonesia, Xiaomi Redmi 4X mengusung layar HD 5 inci, chipset octa-core Qualcomm Snapdragon 435, RAM 3 GB, dan ruang penyimpanan 32 GB. Untuk fotografi, Redmi 4X menggunakan kamera utama 13 megapixel f/2.0 dan kamera depan 5 megapixel dengan bukaan f/2.2.

Sedangkan Xiaomi Redmi Note 4 mengandalkan layar FHD 5,5 inci, prosesor Snapdragon 625, GPU Adreno 506, RAM 2/3/4 GB, ROM 32/64 GB, kamera utama 13 MP, kamera depan 5 MP, dan sistem operasi MIUI 8 (Android). Ada pula dukungan VoLTE dan pemindai sidik jari.

Keistimewaan Redmi 4X dan Redmi Note 4 terletak pada kapasitas baterai yang sama-sama besar, yaitu 4.100 mAh.

Di Indonesia, Xiaomi Redmi Note 4 akan dijual dengan harga Rp2.399.000, sedangkan Xiaomi Redmi 4X dibanderol Rp2.090.000.

Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi 4X di Indonesia dengan Harga Rp2 Jutaan

Ilustrasi Xiaomi Redmi 4X

Xiaomi resmi meluncurkan smartphone Xiaomi Redmi 4X di Indonesia sekaligus menjadi penerus Xiaomi Redmi 3S. Hebatnya, Xiaomi sudah merakit Redmi 4X di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal (TKDN) sebesar 20 persen.

Donovan Sung (Director Product Management and Marketing, Xiaomi Global) mengatakan Xiaomi Redmi 4X mengandalkan performa baterainya yang jumbo sebesar 4.100mAh. Bahkan, dalam presentasinya, Donovan mengklaim Redmi 4X jauh lebih tahan lama dibandingkan smartphone Samsung dan Asus.

“Xiaomi Redmi 4X mampu standby hingga 430 jam atau sekitar 18 hari. Baterai Redmi 4X lebih efisien 32 persen ketimbang Samsung Galaxy J5,” katanya dalam acara Mi Fan Festival 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (5/4).

[BACA: Ulang Tahun ke-5, Xiaomi Gelar Mi Fan Festival 2017 dan Rilis Redmi Note 4 di Indonesia]

Spesifikasinya, Xiaomi Redmi 4X mengusung layar HD 5 inci dengan lapisan kaca 2.5 D, chipset octa-core Qualcomm Snapdragon 435, RAM 3GB dan ruang penyimpanan 32 GB. Untuk kamera, Xiaomi Redmi 4X menggunakan kamera utama 13 megapixel f/2.0 dan kamera depan 5 megapixel dengan bukaan f/2.2.

Smartphone itu masih mengusung Android 6.0 Marshmallow dengan tampilan antarmuka baru MIUI 8. Xiaomi Redmi 4X memiliki bobot 150 gram, berbalut material metal dan ketebalan 8,65 mm.

Harganya pun cukup terjangkau yaitu Rp2.090.000. Xiaomi baru akan meluncurkan Redmi 4X di pasar Indonesia pada akhir April nanti dengan tiga varian warna yaitu matte black, pink, dan gold.

Untuk distribusi, Xiaomi menggandeng PT Teletama Artha Mandiri (TAM) dengan menjualnya di gerai Erafone dan Erafone.com. Tak hanya itu, smartphone juga akan hadir dengan paket bundling eksklusif Telkomsel, di mana pengguna bisa mendapatkan SIM card gratis dengan paket data 14 GB senilai Rp59.000 per bulan.

Redmi Note 4

Bersamaan dengan peluncuran Redmi 4X, Xiaomi juga merilis Redmi Note 4 di Indonesia.

Sebagai informasi, Redmi Note 4 pertama kali diluncurkan di India pada Januari 2017. Spesifikasinya meliputi layar FHD 5,5 inci, prosesor Snapdragon 625, GPU Adreno 506, RAM 2/3/4 GB, ROM 32/64 GB, kamera utama 13 MP, kamera depan 5 MP, dan sistem operasi MIUI 8 (Android). Ada pula dukungan VoLTE dan pemindai sidik jari.

Namun, keistimewaan Redmi Note 4 terletak pada kapasitas baterai yang besar, yaitu 4.100 mAh. Sepertinya, inilah yang membuat acara Mi Fan Festival 2017 Indonesia mengambil tema “All Day Power” karena menghadirkan dua buah perangkat baru dengan baterai yang tahan lama.

Di Indonesia, Xiaomi Redmi Note 4 akan dijual dengan harga Rp2.399.000.

Mobil Tanpa Sopir Daimler dan Bosch Siap Beraksi 5 Tahun lagi

Mobil tanpa sopir Daimler dan Bosch

Salah satu pabrikan otomotif terbesar dunia Daimler dan Distributor otomotif dan teknologi Bosch berjanji membawa mobil tanpa sopir ke jalanan pada awal 2020-an.

Dengan sumber daya melimpah, kedua perusahaan akan mengembangkan mobil tanpa sopir SAE Level 4 yang sepenuhnya bisa jalan sendiri dan SAE Level 5 yang sepenuhnya bisa jalan tanpa adanya sopir di balik roda kemudinya.

Kedua perusahaan itu juga fokus mengembangkan peranti lunak dan algoritma untuk mengembangkan sistem berkendara yang aman, canggih dan terprediksi. Tujuan pengembangan mobil tanpa sopir Daimler dan Bosch untuk menyediakan transportasi alternatif di dalam kota.

Jadi, pengguna tinggal memesan mobil melalui aplikasi dan mobil datang tanpa adanya sopir, demikian TechCrunch melaporkan.

Kemudian, mobil itu mengantarkan penumpang ke tempat tujuannya dan mobil tanpa sopir menjemput pelanggan lainnya. Tentunya, perusahaan mengharapkan lalu lintas yang tidak macet dan pengetatan pengawasan pemerintah terhadap pengguna yang belum bisa dan tidak memiliki SIM untuk membawa mobil.

Perusahaan jasa transportasi online seperti Uber juga telah menguji kendaraan tersebut di jalanan. Uber dan Daimler pun telah menjalin kerjasama untuk membawa dan mengembangkan mobil tanpa sopirnya pada awal tahun ini.

Mercedes-Benz sebagai anak perusahaan Daimler pun telah memamerkan desain konsep mobil tanpa sopir dalam acara pameran otomotif pada awal tahun ini.

Tidur di Samping iPhone, Pria Ini Hampir Tewas Tersengat Listrik

Wiley Day sedang dirawat lantaran charger iPhone yang mengenai lehernya

Insiden iPhone kembali memakan korban. Kali ini, kasus iPhone menimpa Wiley Day, pria asal Alabama, Amerika Serikat (AS) yang mengalami luka bakar gara-gara tidur terlalu dekat dengan iPhone-nya yang sedang diisi dayanya.

Kronologisnya, ia mengisi daya iPhone-nya tepat di samping dirinya yang berada di atas tempat tidur. Ia pun mengisi dayanya dengan kabel ekstensi. Secara tidak sengaja, kalung besi yang ia kenakan ketika tidur menyentuh kepala charger yang terlepas dari kabel ekstensi tersebut.

Kalung itu tiba-tiba menjadi konduktor listrik yang menyebabkan panas merambat ke leher Day dan membuat kulit lehernya terbakar. Day langsung tersentak dan kaget ketika panas menyambar lehernya.

“Ini adalah hal paling menyeramkan yang pernah saya alami. Saya tak bisa menggambarkannya dengan kata-kata,” katanya seperti dikutip Digital Trends.

Day pun langsung terlempar dari tempat tidurnya dan seketika mengalami mati rasa. Saat sadar, jantungnya berdegup kencang. Ia pun langsung meminta bantuan keluarganya. Dengan bantuan kerabatnya, Day mengeluarkan kalung logam itu dari lehernya. Seketika itu juga, ada asap yang ke luar dari kabel ekstensi yang dipakainya untuk mengisi daya.

Day pun dilarikan ke rumah sakit dan ia menderita luka bakar hingga dagingnya terkoyak. “Saya percaya Tuhan menyelamatkan saya, itu yang terjadi,” ucapnya.

Dokter Benjamin Fail mengatakan listrik yang memiliki tegangan 100 volt bisa membunuh manusia dan listrik yang menyengat Day memiliki tegangan 110 volt. “Ia beruntung masih hidup, sebab listrik bisa saja membunuh seseorang,” ujarnya.

Setelah insiden tersebut, Day pun kapok menge-charge iPhone di samping tempat tidur. Ia pun memilih untuk mengisi daya iPhone di salah satu stop kontak di dapurnya, jauh dari tempat tidur.

“Saya tidak akan lagi mengisi daya iPhone di dekat tempat tidur. Saya benar-benar tidak ingin hal serupa menimpa kalian,” ujar Day, berpesan kepada semua orang.

Review Smartphone