GPU Samsung Exynos

Samsung boleh saja didera bermacam isu dalam satu tahun terakhir ini. Mulai insiden Galaxy Note 7 sampai skandal suap yang melibatkan Vice Chairman-nya, Jay Y. Lee. Namun, bisnis Samsung tidak lantas merana gara-gara rentetan masalah ini.

Buktinya, Samsung memproyeksikan laba perusahaan pada kuartal pertama tahun 2017 sebesar 9,9 triliun Won (setara US$8,8 miliar atau Rp118 triliun). Angka ini jauh lebih tinggi daripada laba periode yang sama tahun lalu sebesar 6,68 triliun Won dan juga melebihi laba kuartal sebelumnya, yaitu 9,2 triliun Won.

Besar keuntungan ini bahkan tercatat sebagai profit tertinggi Samsung dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan rekor laba tertinggi Samsung diraih pada kuartal ketiga 2013 sebesar 10,1 triliun Won.

Padahal, analis Thomson Reuters awalnya memprediksi laba Samsung “hanya” 9,2 triliun Won untuk periode Januari – Maret 2017. Pemasukan Samsung juga melampaui prediksi analis sebesar 50 triliun Won (sekitar Rp600 triliun).

“Bisnis semikonduktor (prosesor dan memori) tampaknya menjadi kontributor utama pemasukan Samsung,” kata Lee Min-hee (analis Heungkuk Securities) seperti dilansir Reuters.

Bisnis semikonduktor diperkirakan menyumbang pemasukan 5,8 triliun Won dan berkontribusi 47 persen terhadap total keuntungan Samsung. Selain itu, penjualan smartphone low-end dan mid-end dalam jumlah besar, seperti Samsung Galaxy seri J dan A, juga membantu bisnis perangkat mobile mereka tetap menguntungkan.

Hebatnya, kesuksesan bisnis Samsung diprediksi baru akan mencapai puncaknya pada kuartal kedua 2017 setelah memperhitungkan penjualan Galaxy S8 dan S8+. Bahkan, Galaxy S8 diyakini bakal memecahkan rekor penjualan smartphone Samsung di tahun pertamanya.

Data dari IHS Markit menunjukkan Samsung masih menjadi pemain dominan di pasar chip dan memori DRAM dan NAND flash, termasuk menjual prosesor kepada Apple.

Naiknya harga komponen chip dan memori pada tahun ini diharapkan bisa ikut mendongkrak kinerja bisnis semikonduktor Samsung sepanjang 2017.